close
lagu-gereja.com/gmit
Gereja Masehi Injili di Timor

View : 190 kali
Renungan GMIT 2022
Minggu, 15 Mei 2022
Renungan GMIT Minggu, 15 Mei 2022 - Menjadi Gereja yang Ramah Kepada Semua (Hospitalitas) - Kejadian 18:1-10
#tag:



Masa Raya :Minggu Ke- V Sesudah Paskah
Nas Bacaan
1. Mazmur : Mazmur 148
2. Khotbah : Kejadian 18:1-10

Stola : Putih Bunga Lily (Putih)

Kejadian 18:1-10
Bahasa Tetun:
Ema na'in tolu mai nasoru Abraham
1 Oras Abraham nein kre'is baa ai huun boot sia iha Mamre, MAROMAK natadu aan baa nia. Lia nia nune'e: loron nia, manas basuk. Tan baa nia, Abraham tuur nola anin iha batane oin. 2 Nia foti oin, naree ema na'in tolu nariik iha nebaa. Hotu, nia nalai baa nasoru sia. Nia moos nakni'a 3 nodi dale na'ak, “Ama sia! Kalo bele, tuli sala-sala iha ha'ukaan batane lai. Masik hemu loos wee tanan dei moos, di'ak. 4 Emi bele hanawa kole iha ai leon. Oan sia atu nodi wee mai fasi ama sia ain. 5 Ha'u moos kadi'a haan bodik ama sia nebee hetan biit oda, foin ama sia la'o liu. Ha'u neon di'ak, kalo bele kaliku ama sia.”
Rona nola nunia, sia nataa na'ak, “Di'ak. Ami tuli.”
6 Hotu, Abraham nalai baa batane, katak baa Sara na'ak, “Lai-lais! Mola tubi rahun kabaas kakaluk ida, malo baa tubi.”*
7 Nia moos nalai baa karau baka lalu'an, boi nola karau baka oan bokur ida. Naruka ata sia ko'a karau baka nia. 8 Hotu, nia nola susu, susu kedu no na'an tasan nia, foo baa bainaka sia. Oras sia naa, Abraham nariik nodi naliku sia iha ai leon.
9 Nunia hotu, sia nusu baa Abraham na'ak, “O feen Sara iha nabee?”
Nia nataa na'ak, “Iha batane laran.”
10 Hotu, bainaka ida na'ak, “Takseer tinan oin, ha'u kmai kikar. Baa oras nia, o feen Sara nahoris oan mane ida ti'an.”

Bahasa Indonesia:
Allah mengulangi menjanjikan seorang anak laki-laki kepada Abraham
18:1 Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik.
18:2 Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah,
18:3 serta berkata: "Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini.
18:4 Biarlah diambil air sedikit, basuhlah kakimu dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini; 18:5 biarlah kuambil sepotong roti, supaya tuan-tuan segar kembali; kemudian bolehlah tuan-tuan meneruskan perjalanannya; sebab tuan-tuan telah datang ke tempat hambamu ini." Jawab mereka: "Perbuatlah seperti yang kaukatakan itu." 18:6 Lalu Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata: "Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah roti bundar!" 18:7 Lalu berlarilah Abraham kepada lembu sapinya, ia mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya dan memberikannya kepada seorang bujangnya, lalu orang ini segera mengolahnya. 18:8 Kemudian diambilnya dadih dan susu serta anak lembu yang telah diolah itu, lalu dihidangkannya di depan orang-orang itu; dan ia berdiri di dekat mereka di bawah pohon itu, sedang mereka makan. 18:9 Lalu kata mereka kepadanya: "Di manakah Sara, isterimu?" Jawabnya: "Di sana, di dalam kemah." 18:10 Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki." Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya.

Penjelasan:

Menjadi Gereja yang Ramah Kepada Semua (Hospitalitas)

- Keramahtamahan menjadi salah satu nilai budaya yang sangat akrab dengan kita. Hal itu Nampak dalam interaksi sosial sehari-hari yang ditandai dengan sikap terbuka dan menerima kehadiran orang lain. Budaya keramahtamahan menjadi pra syarat terbentuknya masyarakat beradab, dimana ada kepedulian dan kerjasama, saling menerima.

- Abraham menjamu 3 orang asing yang berkunjung ke kemahnya. Walapun ia belum mengenal ketiga tamunya, itu tidak menjadi alasan untuk memberikan sambutan dan jamuan terbaik. Ternyata orang yang datang itu adalah malaikat yang memberitakan tentang janji keturunan. Sikap terbuka, ramah terhadap orang asing mendatangkan berkat.

- Keramahtamahan sebagai sebuah nilai budaya, adalah suatu sikap yang perlu ditunjukan pada semua orang, tanpa pandang muka.


* Kej 18:1 - Potion tarbantin di Mamre // Tuhan menampakkan diri
Potion tarbantin di Mamre. Tempat tinggal Abraham terletak di dekat Hebron. Sekalipun kata Ibrani álôn dapat diterjemahkan menjadi "pohon benar" atau "pohon tarbantin", kata yang kedua mungkin lebih baik. Pohon-pohon tersebut merupakan pohon-pohon keramat dari tempat suci Kanaan di Hebron. Gua Makhpela terletak di wilayah yang sama. Sang leluhur itu sangat dekat dengan tempat-tempat suci. Sepanjang beberapa abad pohon tarbantin telah diidentifikasi sebagai sudah ada sejak zaman leluhur. Tuhan menampakkan diri. Sekalipun Abraham tidak langsung mengenali sang pengunjung surgawi itu sebagai Tuhan, segera jelas baginya bahwa pengunjung utama dari tiga utusan itu adalah Yehovah sendiri. Dia adalah "malaikat Tuhan" yang telah berkali-kali menampakkan diri di dalam Kitab Kejadian.

* Kej 18:2-5 - Ia berlari menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah // duduk // beristirahat // beristirahat,
Ia berlari menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah. Abraham ternyata sangat ramah. Dia melakukan segala sesuatu yang dituntut oleh adat Timur untuk para tamunya. Perilakunya memenuhi semua ketentuan. Dia mempersiapkan sebuah sambutan megah bagi para pengunjung surgawi tersebut. Dia mengundang mereka untuk duduk dan beristirahat sementara hidangan dipersiapkan. Kata Ibrani sããd, beristirahat, berarti "memperkuat" atau "menjadikan kuat." Baik duduk maupun makanan yang disediakan akan memberikan "istirahat."

* Kej 18:6-8 - Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik // seorang bujangnya, // sukat, seâ, // Anak lembu
Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik. Abraham, Sara dan seorang bujangnya, dengan cepat bekerja untuk memberi makan tamu-tamu mereka. Satu sukat, seâ, adalah sepertiga efa atau kira-kira 7,3 liter. Dua kata Ibrani, gémâh dan sôlér dipakai untuk menunjukkan bahwa tepung yang disajikan itu merupakan tepung istimewa. Hema, "susu beku," dicampur dengan susu segar merupakan minuman segar yang disajikan kepada para pelancong yang kelelahan sambil menantikan makanan utama dihidangkan. Anak lembu jarang sekali dihidangkan sehingga merupakan makanan mewah tambahan yang disajikan kepada tamu yang terhormat ini.

* Allah Ingin Berbicara Dengan UmatNya
Mengapa Allah berkunjung kepada Abraham melalui tamu-tamunya ini? Allah berbicara kepada umat-Nya dengan banyak cara. Melalui kata-kata yang terdengar maupun di dalam hati, penampakan, mimpi, dan penglihatan. Paling sering Allah menggunakan nabi-nabi sebagai perwakilan-Nya. Jauh kemudian hari, Allah mengutus Anak-Nya sebagai manusia untuk lebih menunjukkan diri-Nya dengan lebih jelas. Allah tidak membatasi diri-Nya dengan cara-cara bagaimana Ia berkomunikasi. Cara yang jarang adalah melalui penampilan fisik seperti yang dialami Abraham. Kadang ini disebut dengan theophany.

Sesuai dengan kebiasaan menghormati tamu, Abraham bersemangat sekali menunjukkan keramahan kepada tiga tamu terhormat (ayat 9-10) yang berkunjung ke kemahnya pada suatu siang yang terik (ayat 1-8). Pada saat yang sama, hal ini terjadi karena kepekaannya akan kunjungan Ilahi. Abraham adalah sosok yang sesuai dengan pujian Yesus di Matius 25:34-36, 40. Oleh sebab itu, memenuhi kebutuhan makan dan tempat tinggal bagi orang yang membutuhkan memang telah dan selalu menjadi jalan yang praktis dan sederhana dalam mengasihi dan menaati Allah. Ibrani 13:2 menyatakan bahwa kita, seperti Abraham, mungkin secara tidak langsung sedang menjamu malaikat Allah.

Akibat kepekaan tersebut Abraham menerima peneguhan atas janji Allah kepadanya melalui pertanyaan: Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk Tuhan (ayat 14)? Dalam pergumulan sehari-hari hidup kita, kita sering menanyakan apakah Allah sanggup menolong aku keluar dari masalah ini atau itu? Mampukah Allah mengangkat kecanduan dosa ini atau itu yang telah menjeratku sekian lama? Jangan biarkan pertanyaan ini membuat kita meragukan Dia. Sebaliknya, dengan memelihara kepekaan bahwa Allah mengunjungi kita lewat kehidupan sehari-hari, kita akan diteguhkan kembali bahwa sesungguhnya Dia peduli dan sanggup menolong kita sesuai kuat kuasa-Nya











Sebelum:
Renungan GMIT, Minggu, 8 Mei 2022 - Ratapan Sebagai Media Pemulihan - Habakuk 3:1-2; 16-19

All Renungan GMIT 2022:

Renungan GMIT Minggu, 15 Mei 2022 - Menjadi Gereja yang Ramah Kepada Semua (Hospitalitas) - Kejadian 18:1-10

Renungan GMIT, Minggu, 8 Mei 2022 - Ratapan Sebagai Media Pemulihan - Habakuk 3:1-2; 16-19

Renungan GMIT Minggu, 1 Mei 2022 - Perjumpaan dengan Yesus Membarui Budaya dan Misi - Kisah Para Rasul 9:1-20

Minggu, 24 April 2022 - Penampakan Yesus Sebagai Momen Pemberdayaan - Yohanes 20:19-23

Senin, 18 April 2022 - Kebangkitan Yesus adalah Jaminan Kebangkitan Kita - I Korintus 15:12-34

Minggu, 17 April 2022

Jumat, 15 April 2022 - Kematian Yesus Membaharui Kita - Ibrani 10:19-25

Minggu, 10 April 2022 - Penderitaan Yesus Memutus Rantai Kekerasan - Lukas 23:26-43

Tanggal : 10-16 April

Minggu, 3 April 2022

Minggu, 27 Maret 2022

Minggu, 20 Maret 2022

Minggu, 13 Maret 2022

Minggu, 6 Maret 2022

Minggu, 27 Februari 2022

Minggu, 20 Februari 2022

Minggu, 13 Februari 2022

Minggu, 6 Februari 2022

Minggu, 30 Januari 2022

Minggu, 23 Januari 2022

Minggu, 16 Januari 2022

Minggu, 9 Januari 2022

Renungan GMIT Minggu, 2 Januari 2022 - Dipimpin Oleh Terang Kristus - Yohanes 8:12-20

Renungan GMIT Sabtu, 1 Januari 2022 - Teguhkan Hati, Tuhan Bersamamu - Yosua 1:1-9

MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Rote Tii - Genesis(50)
Alkitab Bahasa Rote Tii - Perjanjian Baru(96)
Bacaan Alkitab GMIT 2017(12)
Contoh Tata Ibadah GMIT(37)
Khotbah GMIT 2017(3)
LAGU GEREJA ETNIK NTT(9)
Lagu Rohani Timor(3)
Pembacaan Alkitab GMIT(1)
Renungan GMIT 2022(24)
Tentang Gereja GMIT(1)
Tentang GMIT(2)
xxx(11)

Arsip Renungan GMIT 2022..

Register   Login