Save Page
Minggu XVII SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 20 September 2015
SUKSESI
1 Samuel 10:1-9

Konteks
10:1 Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: "Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri: 10:2 Apabila engkau pada hari ini pergi meninggalkan aku, maka engkau akan bertemu dengan dua orang laki-laki di dekat kubur Rahel, di daerah Benyamin, di Zelzah. Mereka akan berkata kepadamu: Keledai-keledai yang engkau cari itu telah diketemukan; dan ayahmu tidak memikirkan keledai-keledai itu lagi, tetapi ia kuatir mengenai kamu, katanya: Apakah yang akan kuperbuat untuk anakku itu? 10:3 Dari sana engkau akan berjalan terus lagi dan sampai ke pohon tarbantin Tabor, maka di sana engkau akan ditemui oleh tiga orang laki-laki yang naik menghadap Allah di Betel; seorang membawa tiga ekor anak kambing, seorang membawa tiga ketul roti dan yang lain lagi sebuyung anggur. 10:4 Mereka akan memberi salam kepadamu dan memberikan kepadamu dua ketul roti yang akan kauterima dari mereka. 10:5 Sesudah itu engkau akan sampai ke Gibea Allah, tempat kedudukan pasukan orang Filistin. Dan apabila engkau masuk kota, engkau akan berjumpa di sana dengan serombongan nabi, yang turun dari bukit pengorbanan dengan gambus, rebana, suling dan kecapi di depan mereka; mereka sendiri akan kepenuhan seperti nabi. 10:6 Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain. 10:7 Apabila tanda-tanda ini terjadi kepadamu, lakukanlah apa saja yang didapat oleh tanganmu, sebab Allah menyertai engkau. 10:8 Engkau harus pergi ke Gilgal mendahului aku, dan camkanlah, aku akan datang kepadamu untuk mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan. Engkau harus menunggu tujuh hari lamanya, sampai aku datang kepadamu dan memberitahukan kepadamu apa yang harus kaulakukan." 10:9 Sedang ia berpaling untuk pergi meninggalkan Samuel, maka Allah mengubah hatinya menjadi lain. Dan segala tanda-tanda yang tersebut itu terjadi pada hari itu juga.


Penjelasan:


* Urapan Ilahi
Siapa yang Tuhan bisa dan mau pakai untuk melaksanakan kehendak dan mewujudkan rencana-Nya? Bukan orang yang pintar atau berpengalaman, tetapi mereka yang rendah hati, mau diajar, dan mau taat pada pimpinan Tuhan.

Saul sedang dipersiapkan oleh Tuhan untuk menjadi raja Israel (ayat 1Sam. 9:16). Samuel harus mengurapi Saul dengan minyak sebagai tanda pemberian otoritas Ilahi dari Allah. Pengurapan adalah tanda pelantikan Ilahi kepada seseorang untuk melaksanakan suatu tugas khusus. Allah memberikan tugas dan otoritas-Nya kepada hamba yang diurapi. Pertama, oleh pengurapan Allah, Roh Tuhan menyatakan penyertaan dan kepemimpinan-Nya atas Saul sehingga ia dapat melaksanakan tugas panggilannya (ayat 6-7). Kedua, Roh Tuhan mengubah hati Saul (ayat 9). Dia kepenuhan Roh dan bernubuat seperti layaknya nabi (ayat 5-6, 10). Saul diubah hatinya oleh Allah, artinya ia mengalami perubahan sifat batin. Sifat ini bisa dan harus dipelihara melalui ketaatan kepada Allah. Salah satu bentuk ketaatan itu adalah Saul diminta dengan setia menantikan kedatangan Samuel, untuk nantinya ia dilantik sebagai raja di hadapan Allah (ayat 8) dan dikenali oleh umat Israel (ayat 17-27).

Semua pengikut Kristus telah dipenuhi (Rm. 8:15-16) dan diurapi Roh Kudus untuk meneguhkan panggilan-Nya (ayat 2Kor. 1:21; 1Yoh. 2:20). Roh yang mendiami kita akan menolong terbentuknya buah Roh, yaitu sifat Kristus dalam kehidupan kita (Gal. 5:22-23). Pengurapan Roh Kudus akan memampukan untuk melakukan lebih dari apa yang kita telah lakukan. Ia juga memampukan kita menyampaikan firman Allah meski ada tantangan, memberikan hikmat dalam berkata-kata tentang Injil, sehingga kita bisa bersaksi tentang Injil.

Sebab itu, marilah kita merespons Roh Kristus dalam hati kita dengan ketaatan sehingga hidup dan pelayanan kita memuliakan Allah.

Doa: Tuhan, urapi kami untuk mampu melakukan tugas kami. Agar sesuai kehendak-Mu, kami jadi berkat bagi sesama.


* Sumber SGDK:
Minggu XVII SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 20 September 2015
SUKSESI
1 Samuel 10:1-9

PENDAHULUAN
Kitab 1 Samuel berisi sejarah Israel' dalam masa peralihan
dari zaman Hakim-hakim kepada zaman Raja-raja. Perubahan
dalam kehidupan nasional di Israel berkisar pada 3 orang yaitu :
Nabi Samuel, Raja Saul dan Raja Daud. Pengalaman hidup Raja
Daud sebelum menjadi raja Israel terjalin erat dengan kisah
Samuel dan Saul. Samuel adalah hakim Israel yang terakhlr.
Samuel diperintahkan Allah untuk melantik Saul dalam pengu-
rapan sebagai Raja Israel. Saul adalah orang yang dipilih Allah
dari suku Benyamin untuk menjadi raja atas Israel. Saul (lb.
Sya'uI berarti yang diminta) adalah anak Kisy (1 Sam 9:1- 2).
Saul dipilih -Allah bukan karena ketampanannya melainkan
ketaatannya kepada Allah dan la memiliki karakter pemimpin (I
Sam 9:20b). Kebutuhan akan raja sebenarnya menjadi permin-
taan dari umat Israel dan bukan inisiatif Allah (1 Sam. 8:4-9,19).
Karena tekanan bangsa Filistin, bangsa Israel mulai berpikir
bahwa mereka membutuhkan pemimpin/raja untuk membebas-
kan mereka dari penindasan bangsa Iain. ltulah sebabnya mereka
menuntut seorang raja. Samuel menyampaikan hal itu kepada
Allah dan Allah memenuhi permintaan mereka (1 Sam 8:22).
Permintaan umat yang dipenuhi oleh Allah memperlihatkan
bahwa Allah telah ditolak oleh mereka sebagai Raja. ltulah
sebabnya Allah memilih raja Israel bukan dari suku Yehuda tetapl
suku Benyamin (ay. 20), padahal hal ini tidak sesual dengan
nubuatan Yakub dalam Kejadian 49:8-10. Baru setelah hal ini
terjadi, Allah memilih raja Israel dari suku Yehuda, yaitu Daud.

TELAAH PERIKOP
Pada 1 Samuel 9:16 Tuhan menyampaikan rencana-Nya kepada
Samuel bahwa Allah akan menyuruh kepadanya seorang laki-
laki dari Benyamin yang akan diurapi menjadi raja Israel. Pilihan
Allah jatuh kepada Saul (I Sam 9:17). Sesudah itu Samuel
mengambil bull-buli berisi minyak, menuangkannya di atas kepala
Saul, diciumlah dia dan Tuhan mengurapinya. Kapan dan bila-
mana pengurapan terjadi dalam Perjanjian Lama?

1. Pengurapan Non Cultic, yaitu pengurapan yang tidak
- berhubungan dengan unsur-unsur ibadah. Misalnya
pengurapan untuk peralatan, perkakas, mezbah dan
bejana (Kel. 30:22-33); dan kesehatan/pengobatan (Yes.
1:6); untuk kebersihan tubuh atau mandi (Rut. 3:3; 2 Sam
12:20).
2. Pengurapan untuk menduduki jabatan (Official Anoin-
ting). Contoh: pengurapan untuk menjadi Raja dan Nabi
(1 Sam 16:3,6,12 dan 1 Raja 19:15-16). Dalam Perjan-
jian Lama pengurapan berlaku bagi raja, nabi dan imam
yang melayani Tabernakel (KeI.29:29). Pengurapan dapat
dilakukan oleh seorang nabi (1 Sam 10:1, 16:3; 1 Raja-
raja 1:13), seorang Imam Besar (1 Raja 1:39; 2 Raja
11:12) atau oleh rakyat (2 Sam 5:3; 19:10). Pelaksana
pengurapan itu adalah Allah dengan memakai "alat-Nya".
Ayat 2-9, supaya Saul percaya pada pemilihan dan pengurapan
Allah atasnya maka Samuel menyatakan bahwa ada tanda yang
akan menyertai dia. Tanda itu bahwa Saul dapat bernubuat.
Bernubuat di sini artinya Saul dapat menyanyikan mazmur de-
ngan alat-alat musik (ay. 5b). Kemampuan itu dari Roh Kudus.
Hadirnya Roh Kudus dalam diri Saul adalah karena pengurapan.
Pengurapan itu membuat perubahan kualitas iman Saul. Suksesi
dari Allah ditandai dengan Roh Kudus. Penyertaan Allah mem-
buat Saul mampu melakukan apa saja (ay.7).
Pemberian Roh Kudus adalah untuk memperlengkapi Saul dalam
menjalankan tugasnya sebagai raja. Dalam hal ini kita pun
diingatkan bahwa Roh Kudus diberikan untuk kita juga (Ef. 1 :
13). Pemberian Roh Kudus atas orang percaya menandakan
bahwa hidupnya dipimpin oleh Allah. Penyertaan dan pimpinan
Roh Kudus membuat Saul melakukan segala sesuatu dengan
baik.

6 PENERAPAN
Tema renungan adalah Suksesi. Suksesi berarti pergantian
(terutama di lingkungan pimpinan tertinggi Negara) karena
pewarisan atau proses pergantian kepemimpinan sesuai dengan
peraturan perundangan yang berlaku. Dalam konteks pemilihan
raja Israel maka aturan yang dipakai adalah peraturan Allah.
Pemilihan Saul adalah atas petunjuk Allah (1 Sam 9:16-17).
Dengan dipilihnya Saul sebagai Raja Israel maka terjadi
pergantian kepemimpinan dari Teokrasi menjadi Monarkhi.
Jabatan sebagai Raja atas Saul adalah karena Allah, bukan
karena Kemampuan yang dimiliki oleh Saul. Saul harus menjaga
kehidupan pribadi dan rohani, agar jalan hidup dan kepercayaan
yang diberikan Allah kepadanya dapat dilakukan dengan balk.
Ini ditegaskan dalam Amsal 10:9 "Slapa bersih kelakuannya,
aman jalannya, tetapi siapa berliku-Iiku jalannya, akan diketahui".
Akhir hidup Saul memperlihatkan bahwa la tidak mampu menjaga
perilakunya, sehingga Roh Allah tinggalkan dia. Hidupnya berakhir
dengan menyedihkan.

Proses suksesi juga terjadi dalam kehidupan bergereja dan
berjemaat. Pergantian terjadi karena masa tugas pemimpin yang
lama akan berakhir. Dalam GPIB pemilihan itu diatur dalam Tata
Gereja. Kita sebagai presbiter dan anggota jemaat terpanggil
untuk menghormati aturan yang ada dan siapapun yang terpilih
nanti. Kita harus mendoakan agar mereka dapat mengerjakan
tanggungjawab yang dipercayakan itu dengan balk, dialaskan
pada takut akan Tuhan Allah, serta mempunyai kualitas iman
yang dapat menjadi teladan bagi para pelayan. Maka pelayanan,
kesaksian dan karya GPIB menjadi berkat bagi sesama.

KHOTBAH LENGKAP
JemaatgTuhan Lang terlggh, firman Tuhan yang menjadi bahan
perenungan kita saat ini mengangkat kisah tentang Allah mem-
persiapkan dan memilih calon raja bagi Israel. ltu berarti akan
terjadi perubahan sistim kepemimpinan di Israel atas kehendak
mereka sendiri, yaitu dari sistim Teokrasi ke sistim Monarkhi/-
rala. Allah membutuhkan seseorang yang akan melaksanakan proses
pemilihan tersebut. Saat itu hakim yang memimpin di Israel
adalah Samuel. Kepada Samuellah bangsa Israel meminta
seorang raja yang akan memimpin mereka. Dan Allah pun
menunjuk Samuel untuk mengurapi orang yang dipilih-Nya
menjadi raja atas Israel. Pilihan Allah itu jatuh pada Saul. Samuel
pun mengurapi Saul sebagai Raja atas Israel. Saul (lb. Sya'uI
berarti : "yang diminta") adalah anak Kisy berasal dari suku
Benyamin (1 Sam 9:1-2). Saul dipilih Allah bukan karena
ketampanannya tetapi ketaatannya pada Allah dan ia memiliki
karakter pemimpin (I Sam 9 : 20b). Kebutuhan akan raja sebe-
narnya menjadi permintaan dari umat Israel dan bukan inisiatif
Allah (1 Sam 8:4-9,19). Alasannya adalah karena tekanan dari
bangsa Filistin, bangsa Israel mulai berpikir bahwa mereka
membutuhkan pemimpin/raja untuk membebaskan mereka dari
penindasan bangsa Filistin tersebut.

Jemaat Tuhan, Tuhan memandang bahwa Saul masih sangat
muda dan memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Karena itu
sebelum Allah menugaskannya, Allah terlebih dahulu memper-
lengkapi Saul dengan Roh-Nya. Keberadaan Roh Tuhan yang
meliputi Saul menandakan bahwa Allah menyertai dan memim-
pinnya. Jabatan sebagai Raja atas Israel adalah karena Allah,
bukan karena kemampuan yang dimiliki oleh Saul. Saul harus
menjaga kehidupan pribadi dan rohani, agar jalan hidup dan
kepercayaan yang diberikan Allah kepadanya dapat dilakukan
dengan baik. lni ditegaskan dalam Amsal 10:9 "Siapa bersih
kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-Iiku jalannya,
akan diketahui". Akhlr hidup Saul memperlihatkan bahwa ia tidak
mampu menjaga perilakunya, sehingga Roh Allah meninggal-
kannya.

Jemaat Tuhan yang terkasih, apa yang terjadi pada Saul pun
dapat terjadi kepada kita. Artinya kita harus memahami bahwa
jabatan gerejawi atau pun duniawi yang kita miliki adalah pem-
berian Allah. Kita harusjaga sikap hidup, tutur kata, pikiran kita
sesuai dengan firman Allah. Artinya kita harus siap hidup dalam
terang Allah. Seseorang yang hidup dalam terang Allah akan
berbuahkan kebaikan, keadilan dan kebenaran (Ef. 5:8-9). lni
semua tidak diperhatikan dengan balk oleh Saul, sehingga
kehidupannya kemudian membawanya kepada kebinasaan.
Jemaat yang dikaeihi Kristus, bagaimana dengan proses su ksesi
dalam kehidupan bergereja dan berjemaat? Proses suksesi atau
pergantian pemimpin di gereja terjadi karena masa tugas
pemimpin yang lama akan berakhir. GPIB di waktu yang dekat
ini akan melaksanakan peralihan penggantian kepemimpinan.
Dalam GPIB pemilihan itu diatur dalam Tata Gereja. Kita se-
bagai presbiter dan anggota jemaat terpanggil untuk mengh0r-
mati aturan yang ada dan siapapun yang terpilih nanti. Kita harus
mendoakan agar mereka dapat mengerjakan tanggung-jawab
yang dipercayakan itu dengan balk, dialaskan pada takut akan
Tuhan Allah, serta mempunyai kualitas iman yang dapat menjadi
teladan bagi para pelayan. Maka pelayanan, kesaksian dan karya
GPIB menjadi berkat yang dinikmati oleh banyak orang di
Indonesia. GPIB dapat menghadirkan damai sejahtera Tuhan
dalam kehidupan ini. Amin.



Sumber SBU

:

MINGGU XVII SESUDAH PENTAKOSTA
MINGGU, 20 SEPTEMBER 2015
RENUNGAN PAGI
KJ. 252:1 -Berdoa
SUKSESI

1 Samuel 10:1-9
Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? (ay. 1).

Pergantian kepemimpinan (suksesi) seringkali menimbulkan berbagai masalah. Lebih setahun yang lalu, negara kita mengalami suksesi Kepemimpinan nasional. Pemilihan presiden tahun 2014 yang lalu, walaupun tidak sampai menimbulkan huru-hara. cukup menegangkan juga. Mungkin kita masih mengingat adanya dua kubu yang saling berhadapan. Bulan depan, Oktober 2015, kita selaku GPIB juga akan menghadapi hal yang sama. Majelis Sinode periode XIX masa bakti 2010-2015 segera berakhir. Kita akan segera memiliki pimpinan gereja yang baru yaitu Majelis Sinode periode XX masa bakti 2015-2020.

Kita sudah terbiasa menghadapinya setiap 5 tahun sekali. Tak pernah ada masalah yang serius apalagi huru-hara. Begitulah juga terjadi dalam kehidupan umat Israel. Ketika Samuel sudah menjadi tua, dipandang perlu adanya suksesi kepemimplnan. Kepemimpinan Samuel sebagai nabi dan pemimpin umat, sudah saatnya diganti. Sayangnya kedua anaknya, Yoel dan Abia, tidak hidup seperti ayahnya sehingga tidak dikehendaki oleh umat untuk menjadi pemimpin mereka (8:3). Umat Israel pun menghendaki seorang raja, seperti bangsa-bangsa lain (8:5). Samuel kesal. Dalam kekesalannya ia berdoa kepada TUHAN. TUHAN pun menjawab Samuel agar mendengarkan permintaan umat lsrael dengan menyampaikan segala konsekuensi yang harus mereka terima dengan adanya seorang raja atas mereka (8:7-18). Umat pun tetap mendesak adanya seorang raja sebagai pemimpin mereka. TUHAN memilih dan menetapkan Saul untuk menjadi raja atas mereka (9:16-17).

Atas pilihan TUHAN, Samuel mengurapi Saul menjadi raja atas umat Israel. Melalui berbagai tanda, Saul diyakinkan bahwa dialah yang dipllih TUHAN. Untuk itu Saul harus diubahkan. Maksudnya agar ia hanya mengerjakan segala sesuatu sesuai dengan maksud dan rencana TUHAN. Pertama; Saul diubah menjadi manusia lain dan memiliki hati yang lain. ltu terjadi karena kuasa Roh TUHAN memenuhi diri dan hidupnya (10:6, 9). Kedua; Oleh penyertaan TUHAN, segala karyanya akan dlberkati (10:7). Ketlga; Samuel hanya boleh melakukan apa yang TUHAN beritahukan kepadanya (10:8). Pilihlah pemimpin yang dipllih Allah agar kehendak, maksud dan rencana-Nya sajalah yang diberlakukan pada masa kepemimpinannya.

KJ. 252:2
Doa : (Tuhan, berilah hikmat kepada para utusan gereja-Mu yang akan menghadiri persidangan Sinode GPIB pada bulan depan, Oktober 2015, supaya mereka dapat mefnilih Majelis Sinode periode XX masa bakti 2015-2020 menurut kehendak-Mu)


MINGGU XVII SESUDAH PENTAKOSTA
MINGGU, 20 SEPTEMBER 2015
RENUNGAN MALAM
KJ.233: 1.2 -Berdoa
PEMBERIAN ROH ALLAH

1 Samuel 10:10-16
Roh Allah berkuasa atasnya dan Saul turut kepenuhan seperti nabi di tengah-tengah mereka. (ay.10)

Saul adalah seorang pemuda yang sederhana. Pemilihan Allah atasnya harus diterima dalam kesadaran bahwa tugas itu harus dilaksanakan. Allah memperlengkapi Saul dengan Roh-Nya. Sebelum Roh Allah itu diberlkan, Samuel terlebih dahulu menubuatkan bahwa Saul akan dipenuhi oleh Roh Allah. ltulah
sebabnya Saul mampu memiliki kemampuan profetis (kenabian). Pemberian Roh Allah itu terjadi di perjalanan menuju Gibea. Banyak orang yang mengenal Saul heran dengan kemampuan profetis yang diperlihatkan Saul. Sehingga ada yang berkata: "apa gerangan yang terjadi dengan anak Kisy itu? Apa Saul juga termasuk golongan nabi?" (ay.11). Melalui peristiwa itu kita harus memahami bahwa tidak ada yang dapat mengerti rencana dan kehendak Allah yang berlaku atas seseorang. Yang terpenting yang dapat kita pahami adalah Allah telah mem berikan Roh-Nya kepada Saul untuk mem perlengkapi tugas dan tanggungawabnya sebagai raja Israel yang pertama. Semua yang dialami oleh Saul diceritakan kepada pamannya, kecuali perihal yang disampaikan Samuel tentang penetapannya sebagai raja.

Sebagai orang percaya, Allah telah memberikan Roh-Nya atas kita. Pemberian Roh Kudus menjadi berkat bagi kita untuk menjalani panggilan dan pengutusan sebagai anak-anak Allah dengan balk. Pemberian Roh itu menunjukkan bahwa kita adalah milik Allah yang selalu meningkatkan kualitas iman dan perubahan perilaku dalam menjalankan penugasan sebagai orang percaya. ltulah sebabnya perilaku, tutur kata, pikiran dan isl hati kita harus baik. Supaya tidak terjadi seperti Saul, yaitu di kemudian hari Roh Allah meninggalkan dia, maka marilah kita memohon kepada Allah supaya kita dimampukan untuk tetap setla, mengembangkan dan memelihara karunla Allah itu dalam kehidupan kita bersama dengan orang lain.

KJ.233: 3
Doa : (Terima kasih ya Tuhan untuk karunia Roh Kudus-Mu bagi kami. Mampukan kami menjadi anak-anak Tuhan yang sungguh-sungguh memuliakan nama-Mu)






Label:   1 Samuel 10:1-9 




Lagu Natal (Christmas)
Latest Christian Song

NEXT:
Khotbah Senin, 21 September 2015 Sabda Bina Pemuda Amsal 19:11 ASPEK BERAKAL BUDI

PREV:
Khotbah Rabu, 16 September 2015 MENDENGAR DARI SUMBER UTAMA Kisah Para Rasul 25:13-27

Garis Besar 1 Samuel






November 10 - 16 (Week 46) - Ezekiel 46-48; John 16 || Daniel 1-3; Psalm 88; John 17 || Dan 4-6; John 18 || Dan 7-9; Psalm 91; John 19 || Dan 10-12; John 20

Hari ini, 16 November - Galatia 1-3

Hari ini, 16 November - Maz 121:2-8, Yeh 17-18, Ibr 11:1-19, Ams 28:28-29

Hari ini, 16 Nopember - Yohanes 11:38-44, 1 Yohanes 3:19-24, Ayub 15:1-16, Yehezkiel 40-41

BACAAN ALKITAB SETAHUN:



Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2015..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392





Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,




New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Rabu, 06 Mei 2015
GB 402c AMIN

Rabu, 06 Mei 2015
GB 402b AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 402a AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 401 AMIN, AMIN, YA, BENAR ADANYA

Kamis, 20 Juni 2013
GB 400 AMIN, AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 399 AMIN, HALELUYA!

Selasa, 06 Agustus 2013
GB 398b MARANATHA dan GB lama maranatha - gb 293c pada GB Lama

Senin, 29 Juli 2013
GB 398a MARANATHA & GB lama 293a MARANATHA

Senin, 22 Juli 2013
GB 397 HOSIANA

Senin, 22 Juli 2013
GB 396 HOSIANA, HOSIANA

Kamis, 11 Juli 2013
GB 395 HALELUYA! AMIN

Kamis, 11 Juli 2013
GB 394 HALELUYA, HALELUYA! PUJILAH TUHANMU

Kamis, 11 Juli 2013
GB 393 HALELUYA

Senin, 20 Juli 2015
GB 392b KEPADAMU PUJI-PUJIAN

Kamis, 18 Juli 2013
GB 392a KEPADAMU PUJI-PUJIAN

Rabu, 31 Juli 2013
GB 391 TUHAN MENYERTAI KAMU

Rabu, 29 April 2015
GB 389b KARNA ENGKAULAH

Selasa, 23 Juli 2013
GB 389a KARNA ENGKAULAH

Senin, 29 Juli 2013
GB 388 PUJI ALLAH | MULIAKANLAH

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



thema natal hkbp 2019,   thema natal hkbp 2019,   dangdut rohani,   khotbah pilipi 4:10-20 17 november 2019,   kotbah markus 2:1-12,   renungan lukas 20: 25,   Penjelsan nats firman ibrani 11:1 utk ank sekolh minggu,   renungan singkat dari masmur 11:1-7,   renungan nahum 1 : 1-8,   Rngn kol 1:15-20 ,   khotbah tentang malaikat,   kalender liturgi 2020,   kotbah kolose1:15-23,   lirik lagu firmanmu pelita kc 140,   Nats khotbah amsal 19:20-29,   kotbah Lukas 21:5-19,   kotbah Lukas 21:5-19,   kalender liturgi 2020,   kalender liturgi 2020,   ayat tentang anugerah dan belas kasihan tuhan,   jamita filipi 4:10-20,   lagu persembahan,   lagu yg cocok buat persembahan,   kotbah Lukas 21:5-19,   lagu lagu ibadah persekutuan,   lirik lagu kolekte hkbp,   TUHAN YESUS sobat yang setia youtube joshep scriven youtube,   lirik lagu bagai rusa yang haus,   lirik lagu bagai rusa yang haus,   narasi persembahan kristen ,   poin penting dalam khotbah lukas 2:1-7,   khotbsh kis rssul 10 34 46 gmit,   lagu setelah khotbah,   lagu persembahan kristen,   lirik lagu persembahan rohani,   KHOTBAH KEJADIAN 2:1-7,   KHOTBAH KEJADIAN 2:1-7,   lyric lagu rohani surya bersinar,   lagu penutup ibadat,   Hatiku beriman,   Perumpamaan yehezkiel 17,   Perumpamaan dalam yehezkiel 17,   kalender liturgi november 2019,   youtube lagu sembah,   instrumen koor natal satb partitur,   bahan kotbah ulangan 24 : 19-22,   bahan kotbah ulangan 24 : 19-22,   kotbah jumat mengejek,   khotbah philipi 4 10-20,   biarpun gunung gunung beranjak,   download tukushaba,   yehemia 14:12-23,   kalender liturgi tanggal 16 nopember 2019,   renungan filipi 4:10-20,   kalender 2020,   khotbah philipi 4 10-20,   Renungan hari minggu tgl 17 november 2019,   kalender liturgi katolik 2020,   murwan ahabwa yesu,   contoh khotbah ibadah bulan keluarga,   contoh khotbah ibadah bulan keluarga,   contoh khotbah ibadah bulan keluarga,   contoh khotbah ibadah bulan keluarga,   contoh khotbah ibadah bulan keluarga,   CONTOH KOTBAH IBADAH KELUARGA,   download lagu yesus allah kita perkasa,   Kotbah Nahum 1:1-8,   lirik lagu rohani batak gpi,   tata ibadah yang digunakan gereja methodist,   model ibadah yang digunakan gereja methodist,   khotbah filipi 4 : 10-20,   khotbah ttg ulsngan 9,   tanggal 20 oktober bahan alkitab gereja Toraja,   renungan matius 22:34_40,   Tema minggu depan 17 november liturgi 2019,   Tema minggu depan 17 november liturgi 2019,   tanggal 27 oktober bahan alkitab gereja Toraja,   bahan alkitab gereja toraja tanggal 20 oktober,   bahan Alkitab Gereja Toraja tanggal 6 oktober,   2 tawarikh 7:22,   bahan alkitab gereja toraja tanggal 29 september sampai 10 november,   bahan alkitab gereja Toraja tanggal 29 september sampai 10 november,   renungan matius 22:34_40,   khotbah ulangan 24 19 - 22,   khotbah ulangan 24 19 - 22,   bahan khotbah lukas 2:41-52,   khotbah kristen tentang filipi 4:10-20,   lagu lagu sekolah minggu dan remaja kristen ,   khotbah kristen tentang filipi 4:10-20,   kj 417 NOT ANGKA DAN LAGU,   kotbah ulangan 24:19-22,   renungan hosea 6:6,   instrumen koor natal satb partitur,   tex lagu dan not lagu rejoic in the lord always,   instrumen koor natal satb partitur,   instrumen koor natal satb partitur,   lagu untuk menutup ibadah,   lagu rohani persembahan ibadah,   lagu penutup ibadah pemuda,   nama untuk persekutuan,   instrumen koor satb natal partitur,   instrumen koor satb natal partitur,   pujian rohani penutup ibadah,   lagu penutup rohani mp3,   Jamita johanes 8:12-20,   Jamita natal johannes 8:12-20,   bagaimana cara memberitakan injil di lingkungan,   Yohanes 6 : 27 - 29,   kejadian 21:1-7renungan,   kejadian 21:1-7renungan,   tafsiran lukas 21 : 5-19,   forevermore gms mp3 ,   lagu ibadah penutup,   lagu memberikan persembahan,   kidung ceria cinta akan Yesus tak berarti hanya nyanyi dan doa,   khotbah Roma 1:18-25,   judul lagu rohani arab,   Yohanes 6 : 27 - 29,   Bahan khotbah dari 2 Tesalonika 3: 1-9,   lagu rohani pujian,   dunia gemar dan soraklah lirik,   dunia gemar dan soraklah lirik,   2 korintus 9;6-7 NATS PERSEMBAHAN,   nats ayat alkitab untuk persembahan,   lagu penutup ibadah,   tema natal tentang hendaklah kamu sehati,sepikir dalam tuhan bahasa batak,   lagu penutup ibadah,   lagu pembuka ibadah,   khotbah dari kitab nahum,   yakobus 3 cerita sekolah minggu,   khotbah gereja toraja dari matius 16:13-20,   khotbah gereja toraja dari matius 16:13-20,   mazmur 69:20-37 gpib,   mazmur 69:20-37 gpib,   lagu doa syafaat,   lagu buat doa syafaat,   2tesalonika3:6-13,   kristen kata pengantar persembahan,   jamita filipi 4:10-20,   kotbah Yosua 4: 1-20,   kotbah Yosua 4: 1-20,   khotbah ulangan 24 19 22,   gambar not angka tuhanlah kekuatan dan mazmurku ,   gambar not angka tuhanlah kekuatan dan mazmurku ,   lagu lagu pengakuan dosa,   lirik lagu firmanmu pelita bagi kakiku dan sebagai suluh pada jalanku,   lirik lagu firmanmu pelita bagi kakiku dan sebagai suluh pada jalanku,   download lagu mp3 di mazmur 150,   kumpulan lagu gereja kristen maranatha indonesia pengajaran tabernakel,   renungan ulangan 24 17 22,   lagu persembahan gmim,   filipi 4:10-20,   download lagu mp3 di mazmur 150,   khotbah : Tetaplah Setia,   Filipi 4:10-20,   Filipi 4:10-20,   khotbah ulangan 24 19 22,   LAGU TENTANG PERSEMBAHAN,   LAGU TENTANG PERSEMBAHAN,   syair dan not lagu gereja pdf,   khotbah yohanes 5:19-29,   khotbah yohanes 5:19-29,   you rise me up versi paduan suara,   lagu untuk persembahan,   renungan harian yohanes 5:19-29,   partitur lagu natal,   jembatan lagu untuk persembahan,   ambilan gkps 17 november 2019,   meresponi panggilan tuhan Yosua 1:1-9,   khotbah ulangan 24:19-22,   khotbah ulangan 24:19-22,