Dilihat: 1534 x

Save Page
Khotbah GPIB
MINGGU II SESUDAH SESUDAH EPIFANI
Minggu, 17 Januari 2016
MENGHAKIMI YANG LAIN UNTUK MENUTUPI KELEMAHAN SENDIRI
Lukas 6:37-42
Konteks
Hal menghakimi
6:37 "Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. 6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." 6:39 Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: "Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang? 6:40 Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya. 6:41 Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? 6:42 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Penjelasan:
Nasihat tentang Keadilan dan Ketulusan Hati (6:37-49)

Semua perkataan Kristus dalam ayat-ayat di atas sudah kita baca dalam Injil Matius. Sebagian dalam Matius 7, dan sisanya dalam pasal-pasal lain. Ini adalah perkataan-perkataan yang sering digunakan Kristus. Perkataan-perkataan ini cukup disebutkan saja karena mudah dijelaskan. Grotius berpendapat bahwa di sini cukup mudah untuk mencari hubungan antara perkataan yang satu dengan yang lain. Ini adalah kata-kata mutiara, seperti amsal atau perumpamaan Salomo.
Perhatikanlah di sini:

I. Kita harus sangat berhati-hati dalam mencela orang lain, sebab kita sendiri pun perlu mengingat diri kita sendiri: "Oleh sebab itu janganlah kamu menghakimi, sebab dengan demikian kamu pun tidak akan dihakimi. Oleh karena itu janganlah kamu menghukum orang lain, sebab dengan demikian kamu pun tidak akan dihukum (ay. 37). Bermurahhatilah terhadap orang lain dengan tidak menyimpan kesalahan orang lain, menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, dan mengharapkan segala sesuatu. Maka orang lain pun akan bermurah hati juga terhadap kamu. Jika Allah tidak mau menghakimi dan menghukummu, orang juga tidak akan melakukannya." Mereka yang berbelas kasih kepada orang lain akan mendapati orang lain berbelas kasih juga kepada mereka.
II. Jika kita memiliki roh yang suka memberi dan mengampuni, kita akan memetik keuntungannya. Ampunilah dan kamu akan diampuni. Jika kita mengampuni kerugian yang ditimbulkan orang lain atas diri kita, maka orang lain pun akan mengampuni kecerobohan kita juga. Jika kita mengampuni kesalahan orang lain terhadap kita, maka Allah akan mengampuni kesalahan kita terhadap-Nya Dia pasti akan memperhatikan orang berbudi luhur yang merancang hal-hal yang luhur (ay. 38), Berilah, dan kamu akan diberi. Allah, dalam pemeliharaan-Nya, akan mengganti kerugianmu. Hal itu dipinjamkan kepada-Nya, dan Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu (Ibr. 6:10), melainkan akan membayarnya kembali. Orang lain akan mencurahkannya ke dalam ribaanmu, sebab Allah sering memakai orang lain sebagai alat-Nya, bukan saja untuk membalaskan dendam-Nya, tetapi juga untuk menyampaikan imbalan-Nya oleh sebab kebenaran. Jika kita memberi dengan cara yang benar kepada orang lain di saat mereka membutuhkan, Allah akan menggerakkan hati orang lain untuk memberi kepada kita di saat kita memerlukan, dan memberi dengan berlimpah, suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang. Mereka yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Allah akan memberikan imbalan dengan berkelimpahan.
III. Kita harus berharap diperlakukan sama seperti kita memperlakukan orang lain. Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Orang yang memperlakukan orang lain dengan keras harus mengakui, seperti yang dilakukan Adoni-Bezek (Hak. 1:7), bahwa Allah adil ketika orang lain juga memperlakukan mereka dengan keras. Mereka harus sadar bahwa mereka juga akan beroleh balasan atas perbuatan mereka. Tetapi mereka yang memperlakukan orang lain dengan baik hati, boleh berharap bahwa bila tiba saatnya, Allah akan memberi mereka teman-teman yang akan memperlakukan mereka dengan baik hati pula. Walaupun pemeliharaan Allah tidak selalu mengikuti aturan ini karena imbalan jasa itu yang sejati dan sepenuh-penuhnya disimpan untuk dunia lain, namun, biasanya kita diberi bagian yang cukup untuk mencegah kita dari tindak kekerasan serta untuk mendorong kita melakukan tindakan yang baik.
IV. Mereka yang membiarkan diri dituntun orang-orang yang bodoh dan salah, besar kemungkinan akan binasa bersama orang-orang tersebut (ay. 39): Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Dapatkah orang Farisi yang dibutakan oleh kesombongan, prasangka, dan sikap fanatik, menuntun orang buta ke jalan yang benar? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang? Bagaimana mungkin mereka dapat mengharapkan hasil lain? Orang-orang yang membiarkan diri dituntun oleh pendapat umum dan adat istiadat dunia ini adalah orang-orang yang juga buta. Mereka ini dituntun oleh orang buta, dan akan binasa bersama dunia yang duduk di dalam kegelapan. Mereka yang dengan acuh tak acuh memberanikan diri mengikuti kebanyakan orang melakukan kejahatan, mengikuti orang buta di jalan lebar yang menuju kepada kebinasaan.
V. Para pengikut Kristus tidak dapat mengharapkan perlakuan lebih baik di dunia ini daripada yang diterima Guru mereka (ay. 40). Janganlah sekali-kali mereka menjanjikan kehormatan atau kesenangan dunia kepada diri sendiri, lebih daripada yang diterima Kristus, atau menginginkan kemewahan dan kebesaran dunia yang tidak pernah diinginkan dan bahkan senantiasa dihindari-Nya, atau mempergunakan kuasa-Nya untuk hal-hal duniawi, yang tidak dimaksudkan-Nya. Sebaliknya, barangsiapa mau menjadi murid yang sempurna, yang telah matang, biarlah ia menjadi seperti gurunya -- mati terhadap dunia dan segala sesuatu di dalamnya, sama seperti Gurunya. Biarlah ia menjalani hidup penuh kerja keras dan penyangkalan diri seperti Gurunya, dan menjadikan dirinya pelayan bagi yang lain. Biarlah ia merendah, bekerja keras, dan melakukan kebaikan sebisa mungkin, maka lengkaplah ia sebagai seorang murid.
VI. Orang-orang yang bertugas menegur dan memperbaiki orang lain harus memastikan bahwa mereka sendiri tanpa cacat, salah, dan cela (ay. 41-42).
. Orang yang tidak menyadari kesalahannya sendiri biasanya suka mencela kesalahan orang lain. Sungguh menggelikan bila ada yang begitu cepat melihat kesalahan kecil dalam diri orang lain, seperti selumbar di mata, sementara mereka sendiri sama sekali tidak menyadari balok di dalam mata mereka.
. Orang yang tidak bisa menolong dirinya sendiri, sama sekali tidak layak membantu mengubah hidup orang lain. Bagaimana mungkin engkau dapat menawarkan bantuan kepada saudaramu untuk mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matanya, yang membutuhkan mata yang jeli serta tangan yang mantap, sedangkan engkau sendiri mempunyai balok di dalam matamu sendiri dan tidak mengeluhkannya?
. Oleh karena itu, mereka yang ingin melayani orang lain harus terlebih dulu menunjukkan bahwa mereka mencemaskan jiwa sendiri. Membantu mengeluarkan selumbar di mata saudara kita memang pekerjaan yang baik, tetapi untuk itu, kita harus melayakkan diri dengan memulai dari diri sendiri. Melalui contoh yang kita berikan, melalui hidup kita yang telah diubahkan, kita bisa membantu orang lain mengubah hidup mereka.
VII. Kita dapat berharap bahwa perkataan dan tindakan orang akan sesuai dengan diri mereka yang sebenarnya, sesuai dengan keadaan hati mereka yang sebenarnya, dan sesuai dengan asas-asas yang mereka anut.
. Hati manusia seperti pohon, sedangkan perkataan dan perbuatannya adalah buah yang sesuai dengan sifat pohon itu (ay. 43-44). Jika seseorang benar-benar baik, jika terdapat suatu asas anugerah di dalam hatinya, dan jiwa yang mengarah pada Allah dan sorga, walaupun buah yang dihasilkannya tidak berlimpah dan beberapa di antaranya hancur, walaupun adakalanya dirinya bagaikan pohon di musim dingin, ia tidak akan menghasilkan buah yang tidak baik. Bisa saja ia tidak melakukan semua kebaikan terhadap engkau sebagaimana seharusnya, namun dia tidak akan menyakitimu. Sekalipun tidak mampu mengubah kebiasaan buruk, ia tidak akan merusakkan kebiasaan yang baik. Jika buah yang dihasilkan seseorang ternyata tidak baik, jika pikiran dan kelakukannya rusak, jika tingkah lakunya kasar, jika dia seorang pemabuk atau penipu, jika ia suka mengumpat atau berdusta, jika dalam segala hal ia bersikap tidak adil atau tidak wajar, jika buah yang dihasilkannya tidak baik, maka engkau dapat memastikan bahwa dia bukanlah pohon yang baik. Di lain pihak, tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik, meskipun pohon itu menghasilkan daun hijau. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. Kalau suka, engkau bisa saja menancapkan buah ara pada duri dan menggantungkan buah anggur di semak duri, tetapi keduanya tidak mungkin merupakan hasil alami pohon-pohon itu. Jadi engkau juga tidak mungkin mengharapkan perilaku baik dari orang-orang yang mempunyai watak buruk. Jika buahnya baik, engkau boleh menyimpulkan bahwa pohonnya juga baik. Jika tingkah lakunya kudus, saleh, dan apa adanya, walaupun engkau tidak dapat mengenal hatinya dengan sempurna, engkau boleh berharap bahwa orang itu tulus di hadapan Allah. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Namun, orang bebal mengatakan kebebalan (Yes. 32:6) dan pengalaman orang zaman sekarang pun sesuai dengan peribahasa zaman dulu, bahwa dari orang fasik timbul kefasikan (1Sam. 24:14).
. Hati adalah perbendaharaan, sedangkan perkataan dan tindakan adalah barang yang dikeluarkan dari perbendaharaan itu (ay. 45). Kita sudah membacanya dalam Matius 12:34-35. Kasih Allah dan Kristus yang bertakhta dalam hati memerintah atas orang itu sehingga ia menjadi orang yang baik, dan baiklah apa yang dikeluarkannya dari perbendaharaannya yang baik itu. Namun, bila cinta akan dunia dan keinginan daging memerintah atas dirinya, maka hatinya akan menyimpan perbendaharaan yang jahat, dari mana orang yang jahat senantiasa mengeluarkan barang yang jahat. Dari apa yang dikeluarkan itu, engkau bisa tahu apa yang ada di dalam hati itu, seperti orang mengetahui apakah isi tempayan itu air atau anggur melalui apa yang dicedok darinya (Yoh. 2:8). Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya. Apa yang biasa diucapkan mulut, yang diucapkan dengan nikmat dan senang hati, biasanya sesuai dengan apa yang ada di dalam hati: Siapa yang berasal dari bumi akan berkata-kata dalam bahasa bumi (Yoh. 3:31). Bukanlah berarti bahwa orang baik tidak mungkin mengeluarkan perkataan yang buruk, atau orang jahat tidak bisa menggunakan perkataan yang baik untuk sesuatu yang jahat. Namun, pada umumnya hati manusia sama seperti kata-kata yang dikeluarkannya, entah sia-sia atau bersungguh-sungguh. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengisi hati kita, bukan sekadar dengan hal yang baik, melainkan dengan berlimpah-limpah.
VIII. Tidaklah cukup untuk sekadar mendengarkan perkataan Kristus. Kita harus melakukannya juga. Tidaklah cukup untuk mengaku-ngaku bahwa kita ini memiliki hubungan dengan-Nya, sebagai hamba-hamba-Nya. Kita harus dengan sadar menaati-Nya juga.
. Sungguh merupakan penghinaan bagi-Nya untuk memanggil-Nya Tuhan, Tuhan, seakan-akan kita telah sepenuhnya menaati perintah-Nya dan mengabdikan diri melayani-Nya, tetapi tidak sungguh-sungguh menjalankan kehendak-Nya serta melayani kepentingan-kepentingan kerajaan-Nya. Kita hanya akan mengejek-Nya, sama seperti mereka yang dengan penuh cemoohan berkata, "Salam, hai raja orang Yahudi!," jika kita terus memanggil-Nya Tuhan, Tuhan, tetapi berjalan mengikuti keinginan hati dan mata sendiri. Untuk apa kita memanggilnya Tuhan, Tuhan dalam doa (bdk. Mat. 7:21-22), jika kita tidak menaati perintah-perintah-Nya? Orang yang memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum, juga doanya adalah kekejian.
. Jika kita menyangka bahwa sekadar memeluk agama dapat menyelamatkan kita, bahwa mendengarkan perkataan Kristus tanpa melakukannya akan membawa kita ke sorga, maka kita telah menipu diri sendiri. Ia menggambarkan hal ini melalui sebuah perumpamaan (ay. 47-49), yang menunjukkan:
(1) Bahwa hanya mereka yang berdiri teguh di masa pencobaan, yang tidak sekadar datang kepada Kristus untuk belajar, dan tidak hanya mendengarkan perkataan-Nya tetapi juga melakukannya, yang berpikir, berbicara, dan bertindak dalam segala sesuatu sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan-Nya sajalah yang bersungguh-sungguh berusaha bagi jiwa dan kekekalan mereka. Mereka bagaikan rumah yang dibangun di atas batu. Mereka ini adalah orang-orang yang mengerjakan dengan sungguh-sungguh ibadah mereka, seperti orang yang menggali dalam-dalam, yang menemukan pengharapan mereka di dalam Kristus, Sang Batu Zaman (dan tidak ada dasar lain yang dapat digunakan untuk membangun). Mereka inilah orang-orang yang membekali diri untuk hari kemudian, yang bersiap-siap menghadapi hal terburuk, yang mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya (1Tim. 6:19). Mereka yang melakukan demikian, berbuat baik bagi diri sendiri, sebab:
[1] Dalam masa pencobaan dan aniaya, mereka akan berdiri utuh. Ketika orang lain meninggalkan kesetiaan mereka seperti benih yang jatuh di tanah berbatu, mereka akan berdiri dengan teguh dalam Tuhan.
[2] Hati mereka akan tetap penuh dengan penghiburan, damai sejahtera, pengharapan, dan sukacita di tengah kesukaran yang hebat. Badai dan banjir penderitaan tidak akan mengejutkan mereka, sebab kaki mereka terpancang di atas batu, batu yang lebih tinggi daripada badai dan banjir.
[3] Keselamatan kekal mereka telah terjamin. Mereka aman di tengah maut dan penghukuman. Orang percaya yang taat dipelihara dalam kekuatan Kristus, melalui iman menuju keselamatan, dan tidak akan pernah binasa.
(2) Bahwa orang-orang yang sekadar mendengarkan perkataan Kristus tetapi tidak hidup menurut perkataan-perkataan-Nya itu, hanyalah menyiapkan diri untuk mengalami kekecewaan berat. Barangsiapa yang mendengar tetapi tidak melakukannya (yang mengetahui kewajibannya tetapi hidup dengan mengabaikannya), adalah seperti orang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ia menghibur diri dengan pengharapan tanpa dasar. Pengharapannya itu akan terbukti sia-sia justru pada saat ia teramat membutuhkan penghiburan, saat ia mengharapkan untuk memperoleh mahkota pengharapannya itu. Ketika banjir melanda rumahnya, robohlah rumah itu. Pasir tempat rumah itu dibangun tersapu habis, dan runtuhlah rumah itu. Demikianlah harapan orang durhaka, ketika Allah menghabisinya dan menuntut nyawanya. Hidupnya seperti sarang laba-laba yang menggelantung.


MINGGU ll SESUDAH EPIFANI
Sabda Bina Umat MINGGU, 17 JANUARI 2016
RENUNGAN MALAM
KJ.309:1,2 -Berdoa
POHON MENGHASILKAN BUAH YANG BAIK

Lukas 6:43-45
Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik.(ay.43)

Di saat anak-anak kita mencapai kesuksesan dalam bidang apapun, apalagi secara Nasional bahkan Internasional maka orang sering berkata, "siapa dulu dong bapak dan ibunya" . Demikian pula sebaliknya ketika anak-anak kita jatuh terpuruk, terlibat Narkoba, nakal dan bahkan melakukan tindakan kriminal sampai membawanya ke penjara, maka orang juga akan berkata: "siapa tuh bapak-ibunya!!" Orang tua mendidik dan mengajarkan hal-hal yang baik dan diharapkan pula menghasilkan anak-anak yang baik dan berkwalitas. Semua nilai-nilai yang baik dari orang tua akan diserap oleh anak-anaknya dan kemudian akan membentuk pola pikir, pola sikap dan pola tindaknya. lbaratnya orang tua adalah pohon dan anak-anak adalah buahnya. Dari pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik pula! Sebagaimana yang Yesus gambarkan: "Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik... " (baca ay 43-44) Tidak mungkin buah semangka berdaun sirihkan!

Di dalam Alkitab, kehidupan orang Kristen sering digambarkan dengan kehidupan pohon. Yesus juga menggunakan metafora tentang pohon untuk menggambarkan perbedaan, manakah orang Kristen dengan kwalitas "buah" yang baik dan manakah yang tidak baik atau palsu (ayat 43-44). Pohon yang baik pasti mengeluarkan buah yang baik. Sebaliknya, pohon yang tidak baik akan menghasilkan buah-buah yang bu ruk. Yang baik selalu melahirkan yang baik pula. |ni prinsip yang tidak bisa ditawar-tawar. Demikian juga orang baik akan melakukan perbuatan baik, sedangkan orang jahat hanya melakukan kejahatan karena dari hati dan pikiran yang jahat akan keluar menjadi perilaku yang penuh kejahatan. Bagaimana kualitas "buah" kehidupan kita?

Atau pekerjaan dan pelayanan kita? Tuhan Yesus tentu kecewa terhadap pohon yang tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Yesus tentu tidak menghendaki kita para murid-Nya seperti pohon ara, yang hanya indah dipandang mata tapi tidak berbuah. Tidak membawa manfaat bagi banyak orang. Jadi, "buah yang baik" menunjuk pada "kehidupan yang baik", sedangkan "buah yang tidak baik' menunjuk pada "kehidupan yang tidak baik'. Tuhan Yesus berfirman, Yoh 15:-5b. "...Barang siapa tinggal didalam Aku dan Aku tinggal di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di!uarAku kamu tidak dapat berbuat apa-apa"

KJ.309 : 3,4
Doa : (Ya Yesus tolonglah aku agar hidupku menghasilkan buah yang baik, yang berkenan kepada-Mu)


MINGGU ll SESUDAH EPIFANI
Sabda Bina Umat  MINGGU, 17 JANUARI 2016
RENUNGAN PAGI
KJ 467:1,2 -Berdoa
MENUTUPI KELEMAHAN SENDIRI
Lukas 6:37-42
"Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. ....(ay.37 )

Ungkapan "jangan menghakimi orang lain" sudah seringkali kita dengar. Ungkapan tersebut menjadi sesuatu yang sangat biasa bagi kita di lingkungan persekutuan Kristen. Namun, dapat dipertanyakan, apakah ungkapan itu memang dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Maka baiklah kita mencari tahu mengapa kita selalu menghakimi, meskipun kita tidak ingin menghakimi.

Apa yang dikemukakan oleh Tuhan Yesus di dalam perikop ini, oleh para psikolog disebut sebagai "kompensasi". Kompensasi muncul akibat ketidakberhasilan kita untuk mencapai ukuran-ukuran yang kita anggap mulia dalam hidup kita. Seringkali ukuran-ukuran itu terlalu berat, melampaui apa yang dapat kita capai secara wajar dalam hidup kita sebagai manusia biasa. Anak sekolah jaman sekarang misalnya, dituntut menguasai banyak sekali keterampilan dan semua hasil perjuangannya dicatat sebagai penentu peringkat atau "ranking"nya. Kalau dia berhasil, maka dia masuk peringkat; kalau gagal peringkatnya turun.

Oleh karena turun peringkat ini besar dampaknya bagi si anak, maka biasanya dia bereaksi secara kompensatif. Dia mulai menyalahkan semua orang Iain, teman-temannya, orangtuanya bahkan gurunya sebagai penyebab mengapa dia gagal. Menurut para pendidik yang prihatin dengan sistem pendidikan di Indonesia, bukan anak itu yang salah, melainkan sistemnya yang salah, membuat otak anak harus mencerna beban yang berada di luar kapasitasnya. Kalau sistemnya betul dan tepat, anak tidak perlu kompensasi dan karena itu tidak perlu menghakimi yang lain.

Kita warga jemaat bukan anak sekolah. Tetapi sistem yang ada dalam kehidupan kita bergereja dan bermasyarakat sering menuntut kita agar menguasai terlalu banyak hal supaya kita dapat dianggap sebagai orang yang berhasil. Padahal sebagai manusia kita pasti memiliki kelemahan-kelemahan. ltu sebenarnya wajar, namun sistem menyebabkan tidak suka pada kesadaran bahwa kita mempunyai kelemahan-kelemahan. Maka yang terjadi adalah kompensasi: kelemahan kita pindahkan ke orang lain. Dia yang salah, dia yang payah! Supaya kita tidak jatuh ke dalam menghakimi, baiklah kita menerima kelemahan-kelemahan kita yang wajar sebagai manusia. Kalau kita menerima kelemahan kita, maka tidak ada dorongan untuk mentransfer kelemahan itu ke orang lain. Jika terjadi kesalahan, bersama-sama kita memperbaikinya.

KJ.467 : 3
Doa : (Berilah kami hati yang jujur untuk mengakui kekurangan diri kami)


Label:   Lukas 6:37-42 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 18 JANUARI 2016 - KEPEDULIAN YANG MEMBAWA PEMULIHAN - Lukas 7:1-5

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 16 JANUARI 2016 - JAGALAH KATA-KATAMU - Amsal 4:24-27

Garis Besar Lukas





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 25 Agustus - 2 Tawarikh 17-19


Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2016..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Beli Kaos C59. Klik Disni






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH SYUKUR HUT KEMERDEKAAN RI KE-74

TATA IBADAH HUT KE-69 PELKAT GP GPIB & JUKLAK - Minggu, 28 Juli 2019
URAT PENGANTAR JUKLAK HUT KE-69 PELKAT GP, Petunjuk Pelaksanaan HUT GP ke 69 bersama jemaat, JUKLAK SERAGAM-LOGO-MARS PELKAT GP GPIB 2019, TATA IBADAH HUT KE 69 PELKAT GP, Pesan HUT ke 69 Pelkat GP
TATA IBADAH HARI MINGGU dan SYUKUR 38 TAHUN PELKAT PKB GPIB Minggu, 21 Juli 2019
Surat Pengantar Pengiriman Juklak HUT ke 38 PKB, JUKLAK HUT KE-38 Pelkat PKB, JUKNIS BMKB HUT KE-38, JUKNIS IHMPA di Bulan Khusus - HUTPKB 5-Pesan Dewan PKB - HUT ke 38 6-JUKLAK-KBA-pdr Evie 7-TATA IBADAH HUT KE 38 PELKAT PKB



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



khotbah dari lukas 6:27-36,   renungan 1 tawarikh 6:31-53,   download kidung keesaan,   Lagu rohani advent jilid 1,   Lagu rohani advent jilid 1,   khotbah 1 tawarikh 25 1-7,   download lagu rohani kristen 2019,   renungan alkitab lukas 13:22-30,   lagu pemberkatan nikah,   lagu pemberkatan nikah,   doa deklarasi persembahan,   doa deklarasi persembahan,   doa deklarasi persembahan,   renungan pkb 1 tawarikh 6:31-53,   renungan harian 1 tawarikh 6:31-53,   renungan pkb 1 tawarikh 6:31-53,   kidung muda mudi,   renungan Tawarikh 6 : 31-53,   kunci lagu rohani elsady2 nada dasa f,   renungan Tawarikh 6 : 31-53,   kemerdekaan terakhir bagi orang benar Maleakhi 3 :13 -14khotbah kristen,   1 tawarikh 6:31-49,   kemerdekaan terakhir bagi orang benar Maleakhi 3 :13 -14khotbah kristen,   kotbah lukas 6:27-36,   nkb 119 dengan notasi,   download aplikasi kidung ceria,   renungan injil lukas 13:22-30,   khotbah dari matius 7:17-18,   renungan tentang kemerdekaan kristen kaitan dengan Lukas 12 : 13 21,   mars pelkat Pt,   khotbah dari matius 7:17-18,   1 tawarikh 6:31-49,   Mazmur 119;5-15 (bahasa toraja),   kotbah 1petrus3:8-12,   apa arti ipuh dlm amos 5:7,   sabda bina umat agustus 2019,   lagu pujian rohani kemerdekaan,   pkj 223,   imamat 25 : 39-43,   lagu penutup ibadah pemuda,   download lagu rohani takkan pernah terlambat pertolonganmu,   lagu sekolah minggu terbaru 2019,   KK 476 Berlimpah Sukacita Dihatiku ,   lagu penutup ibadah pengucapan syukur,   Kidung Keesaan 399 Mengikut Yesus Keputusanku,   download MIDI rohany kapata grup,   pengertian lukas6:27-36,   download instrument lagu rohani,   lagu walau seribu lidahku,   lagu walau seribu lidahku,   chord lagu tabu gendang,   di pintumu kudatang dan mengetok mp3,   kidung puji pujian kristen walau seribu lidahku graha bethany nginden,   lukas 13 22-30,   reungan roma 11: 33-36,   ilustrasi dalam roma 11: 33-36,   mp3 lagu rohani terbaru 2019,   Khotbah 3 musa 25:39-43,   doa persembahan,   download lagu kristen arab,   download lagu kristen arab,   renungan injil luk 13:23-30,   lagu penutup ibadah pemuda,   khotbah: Efesus 3:20-21,   lagu untuk pembukaan ibadah raya,   Rancangan khotbah ibadah minggu ,dari nas Ratapan 1:1-6?,   Renungan imamat 25:39-43,   hatorangan ni lukas6:27-36,   hatorangan ni lukas6:27-36,   partitur nkb 100,   CATATAN KHOTBAH PENDETA TENTANG MENGHAKIMI DI DALAM ROMA 14 AYAT 1 SAMPAI 12,   CATATAN KHOTBAH PENDETA TENTANG MENGHAKIMI DI DALAM ROMA 14 AYAT 1 SAMPAI 12,   CATATAN KHOTBAH PENDETA TENTANG MENGHAKIMI DI DALAM ROMA 14 AYAT 1 SAMPAI 12,   CATATAN KHOTBAH PENDETA TENTANG MENGHAKIMI DI DALAM ROMA 14 AYAT 1 SAMPAI 12,   Cerita kerna amsal 12:1-4,   Renungan kolose 2:16-23,   Kotbah pendeta amsal 12:1-4,   kidung keesaan,   kidung keesaan 2,   Khotbah minggu 25 agustus 2019 BNKP,   kita semua anak raja sekolah minggu mp3,   1 tawarikh 6:31-53 stemi,   lagu penutup ibadah Pemuda Remaja,   khotbah lukas 6 : 27 - 36,   lagu penutup ibadah Pemuda Remaja,   sabda bina umat 23 agustus 2019 ,   renungan kotbah. Yesaya 40: 37-41.,   lagu rohani GPI,   Lukas 6 :1-5,   lagu penyembahan pantekosta,   khotbah kristen tentang kemunafikan,   renungan mazmur 2:1-12,   renungan mazmur 2:1-12,   sabda bina umat agustus 2019,   khotbah daniel 4:19-27,   khotbah daniel 4:19-27,   download mp3 instrumen piano lagu rohani kristen,   lukas 6:27-36,   tata ibadah minggu gbi,   tata ibadah minggu gbi,   lagu penutup ibadah,   bila topan kras melanda hidupmu bahasa batak,   LAGU ROHANI,   download musik Kristen m3,   maksud Injil Lukas 13:22-30,   Berjuang untuk masuk melalui pintu yang sesak, renungan katolik,   download lagu rohani terbaru 2019,   khotbah tentang filemon,   Download lagu rohani kristen kedukaan,   lhotbah kis rasil 6 1 7 gpib,   Rancangan khotbah ibadah minggu ,tema Kemenangan Yang Hanya Dari-Nya(Ratapan 1:1-6)?,   chord gitar lagu jadikan aku terangmu,   sabda bina umat gpib 2019,   tata ibadah 2019 uem,   khotbah imamay 25:39-43,   lagu lagu ibadah liturgi pentakosta,   download lagu paduan suara gereja,   tafsiran luk 21:24b,   tugas penatua dan diaken menurut tata gereja toraja,   tugas penatua dan diaken menurut tata gereja toraja,   tugas penatua dan diaken menurut tata gereja toraja,   khotbah 1 Tawarik 6 : 31-53,   Download lagu rohani-Yesus pokok kitalah carangnya,   Roma 13 ayat 1~7 khotbah hkbp,   jamita 3 musa 25 39-43,   mars pkb gpib,   jamita 3 musa 25 39-43,   tata ibadah gbi,   Download renungan 1 Tawarikh 16:10,   renungan amos 5 : 7-13,   renungan amos 5 : 7-13,   renungan amos 5 : 7-13,   donwload lagu koor GBI,   yesus sayang padaku mandarin,   hati yang hancur chord,   ibadah nyanyian renungan roma 13:1-17,   doa persembahan syukur kristen protestan,   khotbah dari lukas 10 : 13,   khotbah gereja toraja untuk minggu 25 agustus 2019,   khotbah gereja toraja untuk minggu 25 agustus 2019,   hatorangan sermon gkpi lukas 6:27-36,   lirik kppk 215,   khotbah lukad 7:27-36,   lagu persembahan,   lagu persembahan,   hatorangan lukkas 6;27-36,   hatorangan ni lukas6:27-36,   renungan amos 5:7-13,   Mazmur 37 : 30 - 40,   lagu pembukaan ibadah wa,   khotbah roma 13 : 1 - 7,   Download lagu rohani terbaru 2019,   kmm 4,   kmm 4,   khotbah tentang 1tawarikh 6 : 31-53,   khotbah tentang 1tawarikh 6 : 31-53,   Mazmur 37 : 30 - 40,   Kotbah Daniel 4 : 19-27,   Kotbah Daniel 4 : 19-27,   Lagu pengakuam dosa,   lagu rohani kristen terbaru 2018 mp3 free download,   Lagu lagu NKPI,   pencipta lagu may the mind of christ my saviour,   Arti khotbah imamat :5:39-43,   sekolah tiranus kisah para rasul 19;9,   sekolah tiranus kisah para rasul 19;9,   sekolah tiranus kisah para rasul 19;9,   jamita hkbp mateus 5:43-48,   Khotbah roma 15:1-13,   khotbah mazmur 51:1-21,   Mazmur 37 : 30 - 40,