Save Page
Khotbah GPIB
MINGGU I SESUDAH SESUDAH EPIFANI
Rabu, 13 Januari 2016
KEBAHAGIAAN ORANG BERHIKMAT
Amsal 3:11-20 (SGK)
Konteks
3:11 Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. 3:12 Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi. 3:13 Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, 3:14 karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas. 3:15 Ia lebih berharga dari pada permata; apapun yang kauinginkan, tidak dapat menyamainya. 3:16 Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan. 3:17 Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata. 3:18 Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang berpegang padanya akan disebut berbahagia. 3:19 Dengan hikmat TUHAN telah meletakkan dasar bumi, dengan pengertian ditetapkan-Nya langit, 3:20 dengan pengetahuan-Nya air samudera raya berpencaran dan awan menitikkan embun.

Penjelasan:
* Keluhuran Hikmat; Kebahagiaan Orang-orang yang Mendapat Hikmat (3:13-20)

    Salomo telah benar-benar mendorong kita untuk mencari hikmat dengan bersungguh-sungguh (2:1, dst.), dan telah meyakinkan kita bahwa kita akan berhasil jika terus mencarinya dengan sungguh-sungguh. Tetapi pertanyaannya adalah, apakah gerangan yang akan kita dapatkan dari hikmat itu setelah kita berhasil menemukannya? Ketekunan pangkal keberhasilan. Oleh karena itulah dia memperlihatkan kepada kita betapa besarnya keuntungan yang akan kita dapatkan, dengan cara memaparkan kebenaran yang tidak bisa disangkal lagi, yaitu berbahagialah orang yang menemukan hikmat, yaitu hikmat sejati yang berupa pengenalan akan Allah dan kasih kepada-Nya, serta ketaatan terhadap segala maksud dari kebenaran, pemeliharaan dan hukum-hukum-Nya.
    Kini perhatikanlah:
    I. Apa sesungguhnya makna menemukan hikmat itu sampai bisa membuat kita berbahagia karenanya.
        1. Kita harus mendapatkannya. Berbahagialah orang yang setelah menemukan hikmat juga menjadikannya sebagai miliknya, yang mendapatkan keuntungan di dalamnya dan juga memilikinya, yang menarik kepandaian (demikianlah arti kata aslinya), yaitu,
            (1) yang memperolehnya dari Allah. Oleh karena dia tidak memiliki hikmat seperti itu di dalam dirinya sendiri, maka dia menimbanya dengan keranjang doa, dari sumber segala hikmat, yang memberikannya dengan murah hati.
            (2) yang bersusah payah mendapatkannya, seperti orang yang menggali bijih besi dari pertambangan. Jika hikmat itu tidak bisa diperoleh dengan mudah, maka kita harus mengerahkan lebih banyak tenaga untuk mendapatkannya.
            (3) yang memanfaatkannya baik-baik, yaitu orang yang memperdalam pemahamannya dengan terus bertumbuh di dalam pengetahuan dan melipatgandakan karunia yang ia miliki (melipatgandakan lima talenta menjadi sepuluh).
            (4) yang menggunakan hikmat itu untuk melakukan kebaikan, yang mengambil keluar dari perbendaharaannya, seperti mengeluarkan anggur dari gentongnya, dan menyampaikan harta yang baru dan yang lama itu kepada orang lain demi kebaikan mereka. Sesuatu yang diperoleh dengan baik dan untuk maksud yang baik adalah yang digunakan untuk tujuan yang baik.
        2. Kita harus menukarkan sesuatu untuk mendapatkannya. Di sini kita membaca mengenai hikmat sebagai sebuah usaha, yang menegaskan,
            (1) Bahwa kita harus menjadikannya sebagai urusan utama kita dan bukan hanya pekerjaan sampingan, seperti seorang pedagang yang menaruh seluruh perhatian dan waktunya kepada barang-barang dagangannya.
            (2) Bahwa kita harus mempertaruhkan segalanya demi memperoleh hikmat, seperti modal yang dipakai untuk berdagang, dan harus bersedia untuk melepaskan semuanya itu demi untuk mendapatkan hikmat. Inilah mutiara berharga yang jika kita temukan akan membuat kita rela menjual semua harta benda hanya untuk membelinya (Mat. 13:45-46). Belilah kebenaran (23:23). Dia tidak mencantumkan berapa harganya, sebab kita harus membelinya, berapa pun harganya, daripada harus kehilangan hikmat.
        3. Kita harus menggenggamnya erat-erat, seakan-akan sedang merengkuh sebuah tawaran baik yang ditawarkan kepada kita, yang pasti akan kita lakukan dengan semakin berhati-hati lagi jika ada risiko kehilangan tawaran itu. Kita harus mengerahkan segenap kekuatan kita dan berusaha dengan semampu kita untuk mengejar hikmat itu. Kita harus menggunakan semua kesempatan untuk memanfaatkannya dan meraih prinsip-prinsip yang terkandung di dalamnya.
        4. Kita harus menyimpannya. Meraih hikmat saja tidaklah cukup, tetapi kita juga harus terus mempertahankannya dengan teguh, dengan tekad untuk tidak pernah kehilangan hikmat. Kita harus bertekun di jalan-jalan hikmat sampai pada kesudahannya. Kita harus menanggungnya (demikianlah yang diartikan sebagian orang), harus merengkuhnya dengan segenap kekuatan kita, sebagaimana kita memeluk sesuatu yang ingin kita sokong. Kita harus berupaya semampu kita untuk mempertahankan kepentingan-kepentingan agama yang kian menurun di tempat kita berada.
    II. Kebahagiaan macam apa yang akan diperoleh orang-orang yang menemukannya.
        1. Kebahagiaan yang tidak terperikan, lebih daripada yang dapat ditemukan di dalam kekayaan di dunia ini, seandainya kita memiliki banyak kekayaan itu (ay. 14-15). Hikmat, Kristus, dan anugerah, serta berkat-berkat rohani bukan saja lebih terjamin, tetapi juga lebih menguntungkan untuk dicari bila dibandingkan dengan perak, emas, dan permata. Seandainya ada orang yang memiliki benda-benda itu dengan berkelimpahan, bahkan memiliki segala sesuatu yang diingininya di dunia ini (tapi siapakah yang benar-benar dapat memiliki semua itu?), namun,
            (1) Semua itu tidak akan mampu membeli hikmat sorgawi. Tidak, harta benda itu pasti akan dihina. Untuk gantinya tidak dapat diberikan emas murni (Ayb. 28:15, dst.).
            (2) Semua itu tidak akan menggantikan kekurangan hikmat sorgawi, juga tidak dapat dijadikan tebusan bagi jiwa yang terhilang oleh karena kebebalannya sendiri.
            (3) Di dunia ini, semua itu tidak akan membuat seseorang begitu bahagia seperti orang-orang lain yang memiliki hikmat sejati, sekalipun mereka tidak memiliki harta benda tersebut.
            (4) Hikmat sorgawi akan memberikan kepada kita dan menjamin harta yang tidak dapat dibeli dengan perak, emas ataupun permata.
        2. Kebahagiaan yang sejati, sebab kebahagiaan itu mencakup dan sama dengan segala sesuatu yang dapat menyenangkan manusia (ay. 16-17). Di sini hikmat, digambarkan sebagai seorang ratu yang cemerlang dan berkelimpahan, yang mengulurkan hadiah-hadiah kepada rakyatnya yang setia kepadanya dan yang mengasihinya, dan menawarkan semua itu kepada semua orang yang bersedia tunduk di bawah pemerintahannya.
            (1) Apakah umur panjang merupakan sebuah berkat? Ya, berkat yang paling berharga. Hidup ini mencakup semua hal yang baik, dan karena itulah hikmat menawarkannya dengan tangan kanannya. Agama mengajari kita cara-cara terbaik untuk memiliki umur panjang dan melayakkan kita untuk menerima janji itu. Sekalipun jumlah hari kita di dunia ini sama dengan hari-hari yang dimiliki orang lain, tetapi agama akan menjamin kehidupan yang kekal di dunia yang lebih baik lagi nanti.
            (2) Apakah kekayaan dan kehormatan merupakan berkat juga? Begitulah, dan karena itulah hikmat mengulurkannya dengan tangan kirinya. Sebab, sebagaimana dia siap untuk merengkuh orang-orang yang tunduk kepadanya dengan kedua tangannya, demikianlah pula dia siap untuk memberkati mereka dengan kedua tangannya itu. Mereka akan memiliki kekayaan dunia ini, sejauh yang dipandang baik oleh Sang Hikmat Tidak Terbatas. Sementara itu, kekayaan sejati yang membuat mereka kaya di hadapan Allah, disimpan baik-baik bagi mereka. Tidak ada kehormatan, baik yang diperoleh melalui kelahiran ataupun kedudukan, yang dapat menandingi kehormatan rohani, sebab kehormatan itu membuat orang benar lebih cemerlang daripada orang-orang lain di sekeliling mereka. Kehormatan itu juga menjadikan mereka baik di hadapan Allah, menimbulkan rasa hormat dan kekaguman dari orang-orang saleh lainnya di dunia ini, dan di dunia yang akan datang akan membuat segala hal yang kini tersembunyi menjadi bersinar terang bagaikan mentari.
            (3) Apakah kesenangan itu merupakan sesuatu yang paling diinginkan? Benar begitu, dan kesalehan sejati pastinya mengandung kesenangan sejati terbesar. Jalannya adalah jalan penuh bahagia. Kita akan mendapati jalan-jalan yang ia tunjukkan untuk kita jalani penuh dengan kesenangan dan kepuasaan. Segala kenikmatan dan hiburan lahiriah tidaklah sanggup menandingi kesenangan yang dimiliki oleh jiwa-jiwa yang penuh anugerah yang mereka dapatkan melalui persekutuan dengan Allah dan melakukan yang baik. Kita wajib menjalani satu-satunya jalan benar yang akan memimpin kita kepada tujuan akhir hidup kita, suka ataupun tidak, menyenangkan ataupun tidak. Walaupun begitu, jalan agama bukan saja jalan yang benar, tetapi juga jalan yang menyenangkan. Jalan itu mulus dan bersih, dihiasi bunga-bunga yang indah: segala jalannya sejahtera semata-mata. Damai sejahtera tidak saja menanti di akhir perjalanan, tetapi di sepanjang jalan. Bukan saja dalam jalan agama secara umum, tetapi dalam setiap jalan kecil di dalamnya, dalam segala jalan setapaknya, segenap tindakan, contoh dan kewajiban di dalamnya. Yang satu tidak lantas memahitkan apa yang telah dimaniskan oleh yang lainnya, sebagaimana yang biasa terjadi dalam hal-hal di dunia ini. Sebaliknya, semuanya adalah damai sejahtera, yang tidak hanya manis, tetapi juga aman. Para orang kudus memasuki damai sejahtera sorgawi ini, dan menikmati masa sabat kini.
        3. Kebahagiaan firdaus (ay. 18): Ia menjadi pohon kehidupan. Bagi jiwa, karunia sejati bagaikan pohon kehidupan, yang telah terenggut dari leluhur kita karena mereka memakan buah dari pohon terlarang. Karunia itu merupakan benih kekekalan, sumber air hidup, memancarkan kehidupan abadi. Ia menjadi pertanda dari Yerusalem Baru, yang di tengah-tengahnya terdapat pohon kehidupan (Why. 22:2; 2:7). Orang-orang yang makan dan berpesta dengan hikmat sorgawi ini bukan hanya akan dipulihkan dari segala penyakit mematikan, tetapi juga akan memperoleh obat penawar penuaan dan kematian. Mereka akan memakannya dan hidup untuk selama-lamanya.
        4. Kebahagiaan itu merupakan bagian dari kebahagiaan di dalam Allah sendiri, sebab hikmat adalah kemuliaan dan keagungan abadi-Nya (ay. 19-20). Inilah yang harus membuat kita mengasihi hikmat dan pengertian yang diberikan oleh Allah, yaitu bahwa dengan hikmat TUHAN telah meletakkan dasar bumi, sehingga dasar bumi tidak dapat digoncangkan atau gagal memenuhi semua maksud penciptaan, yang telah disesuaikan dengan begitu luar biasanya. Dengan pengertian, Dia juga telah memasang langit dengan segala yang ada di sana dan mengarahkan segala pergerakannya dengan cara yang terbaik. Benda-benda langit berukuran sangat besar, tetapi tidak ada cacat di dalamnya. Jumlahnya juga banyak, tetapi tidak ada kekacauan dalam penataannya. Pergerakannya cepat, tetapi tidak pernah usang. Samudra raya berpencaran, dan dari sanalah muncul air di bawah cakrawala. Awan menitikkan embun, yaitu air dari atas cakrawala, dan semua itu terjadi oleh karena hikmat dan pengetahuan ilahi. Oleh karena itu, berbahagialah orang yang menemukan hikmat, sebab dia akan sepenuhnya diperlengkapi untuk menghasilkan perkataan dan perbuatan yang baik. Kristus adalah Hikmat itu, oleh Dialah dunia diciptakan dan masih tetap ada. Oleh karena itu, berbahagialah orang-orang yang memandang-Nya sebagai hikmat Allah, sebab Dia sanggup menepati janji-janji akan umur panjang, kekayaan dan kehormatan. Sebab, segala kekayaan di sorga, bumi dan samudra raya adalah milik-Nya.


Sumber SGDK:
MINGGU I SESUDAH EPIFANI
RABU,13 JANUARI 2016
KEBAHAGIAAN ORANG BERHIKMAT
Amsal 3:11-20

l. PENGANTAR
Amsal 3:11-12 adalah bagian dari Amsal 3:5-12 yang
menekankan penyerahan diri kepada Tuhan.Amsal 3:13-20 berisi
puji-pujian tentang hikmat yang; terdiri dari pendahuiuan yaitu
seruan pujian untuk hikmat (ay. 13), isi pujian (ay. 14-18), ke-
simpulan yang merupakan puncak pujian (19-20). Pada Amsal
2:1-3:12 dikemukakan bahwa hikmat sangatlah bermanfaat,
mendatangkan berkat yang sama dengan berkat Tuhan, bahkan
ketaatan dan penyerahan diri kepada hikmat disamakan dengan
penyerahan kepada Tuhan. Selanjutnya dalam Amsal 3:13-20
memperlihatkan bahwa hikmat seperti itulah yang patut dipuji-
puji karena memberikan kebahagiaan yang meluputi kehidupan,
umur panjang, kekayaan, kehormatan, kemuliaan, dan kesejah-
teraan.

ll. PENJELASAN NAS
Ayat 11 - 12
Orang yang menyerahkan diri kepada Tuhan tidak akan menolak
didikan-Nya, tetapi bersedia menerima disiplin atau didikan dari
Tuhan dan peringatan dari-Nya. Tuhan mendidik, mendisiplinkan
dan memperingatkan bisa saja melalui pengalaman yang pahit.
Dan tindakan ini didorong oleh kasih Tuhan yang mengasihi orang
yang menyerahkan diri kepada-Nya.

Ayat 13
Kala borbahagia menggam barkan begitu Iuar biasanya hikmat,
selnngga orang yang berhikmat akan bersukacita secara Iuar
biaszn, seperti orang yang mendapatkan kelimpahan materi dan
sukumla rohani.

Ayat. 14 - 18
Hikmat harus dipuji karena memberikan berbagai keuntungan.
Keuntungan yang diterima orang yang berhikmat, melebihi
keuntungan dalam bentuk perak yang berfungsi sebagai mata
uang waktu itu. Keuntungan dagang dengan mempergunakan
perak atau uang dan emas sebagai modal, tidak akan bisa
nmlehihi keuntungan yang diberikan oleh hikmat. Memiliki hikmat
bahkan lebih berharga dari permata yang pada waktu itu terkenal
indah dan juga dipercayai mempunyai banyak fungsi penting
dalam peperangan, penyembahan, penyembuhan penyakit, dll.
Hikmat tidak saja membuat seseorang hidup dengan umur yang
panjang, dan memperoleh kekayaan dan kehormatan, tetapi juga
memberi kebahagiaan dan kesejahteraan, jauh dari segala rasa
kekurangan dan kecemasan. Seperti pohon kehidupan, peran
hikmat sangat penting yaitu menjadi sumber hidup yang me-
menuhi kebutuhan hidup tiap orang yang berpegang dan hidup
dekat dengannya sehingga orang itu mengalami kebahagiaan.

Ayat 19 - 20
Hikmat dipergunakan Allah di dalam merancang dan membangun
seluruh proses penciptaan alam semesta, yang terdiri dari Iangit,
bumi dan samudera raya. Dan dengan demikian menekankan
bahwa Allahlah yang menciptakan atau berkuasa atas seluruh
alam semesta.

Ill. RELEVANSI NAS
Orang yang berbahagia bukanlah yang memiliki banyak harta
dalam bentuk uang, perak, emas, permata, benda-benda ber-
harga dan segala sesuatu yang mungkin diinginkan oleh
seseorang. Orang yang berbahagia adalah orang yang memiliki
hikmat yang benar, yaitu firman Tuhan atau pengetahuan yang
didasarkan pada firman Tuhan. Kebahagiaan orang yang ber-
hikmat terletak pada hidup manusia yang didasarkan pada
kepatuhan melakukan firman Tuhan dan menyerahkan diri secara
penuh kepada-Nya.

Orang berhikmat disebut berbahagia karena hikmat mem-
buatnya mendapatkan hal-hal paling penting dalam hidup manu~
sia, yaitu kehidupan dan umur panjang, kekayaan, kehormatan
juga kebahagiaan dan kesejahteraan. Hikmat sejati adalah
sumber kehidupan yang berkecukupan dan berbahagia.

IV. ARAHAN UNTUK DISKUSI
1. Usaha apa yang harus kita lakukan supaya kita
berbahagia berdasarkan kehendak firman Tuhan?
2. Yakinkah saudara bahwa keuntungan orang berhikmat
melebihi keuntungan materi yang sedang dikejar dan
diinginkan manusia saat ini? Jelaskanl
3. Ceritakanlah kebahagiaan yang saudara rasakan sebagai
orang yang hidup berdasarkan hikmat Tuhan!



MINGGU I SESUDAH EPIFANI
Sabda Bina Umat RABU, 13 JANUARI 2016
RENUNGAN MALAM
KJ.392:1,2 -Berdoa
KEBAHAGIAAN ORANG BERHIKMAT

Amsal 3:11-20
Borbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang momparoleh kopandalan, karena keuntungannya melabihl keuntungan perak, dan hasilnya molobihl emas (ay. 13-14)

Dunia bisnis atau dagang tentu berorientasi pada keuntungan. Prinsip ekonomi menjelaskan hal yang serupa : modal/pengeluaran yang sekecil-keciln ya untuk men dapatkan keuntunganlpenghasilan yang sebesar-besarnya. Keuntungan ini tentu beroflentasi pada keuntungan materi.

Orang yang berbahagia bukanlah yang memiliki banyak materi danharta dalam bentuk uang, perak, emas, permata, benda-benda berharga dan segala sesuatu yang mungkin diinginkan manusia saat ini. Orang yang berbahagia adalah orang yang memiliki hikmat yang benar, yaitu firm_an Tuhan atau pengetahuan yang didasarkan pada firman Tuhan. Kebahagiaan orang yang berhikmat terletak pada hidup manusia yang didasarkan pada kepatuhan melakukan firman Tuhan dan menyerahkan diri secara penuh kepada-Nya. Orang berhikmat disebut berbahagia karena hikmat membuatnya mengapatkan berbagai keuntungan yang paling penting dalam hidup manusia, yaitu kehidupan dan umur panjang, kekayaan, kehormatan juga kebahagiaan dan kesejahteraan. Hikmat sejati adalah sumber kehidupan yang berkecukupan dan berbahagia.

Saudaraku yang terkasih, kebahagiaan apa yang telah kita kejar sepanjang hari ini"? Tidaklah salah mengejar kekayaan, harta, uang,emas, perak, permata, tanah, ladang, rumah, mobil, jabatan, pekerjaan, gelar dan pendidikan tinggi, dll. Namun janganlah mendasarkan kebahagiaan kita pada semua hal-hal materi seperti itu. Karena sem ua itu adalah kebahagiaan semu, yang hanya bersifat sementara dan tidak kekal. Kejarlah kebahagiaan yang tak dapat hilang, yang tidak bisa dicuri, yang nilainya tak berkurang dan tak Iapuk dimakan usia dan perubahan zaman ini.

Kejarlah kebahagiaan yang kekal atau abadi. Kebahagiaan apakah itu? Kebahagiaan orang yang berhikmat, yang mau mendengarkan, menerima nasihat dan didikan dari Tuhan berdasarkan firman-Nya. lngatlah bunyi Matius 6:33, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuan ya itu akan ditambahkannya kepada-Mu." Berbahagialah orang yang melakukannya karena keuntungannya jauh melebihi keuntungan materi. Amin.

KJ. 392 : 3
Doa : (Ya Tuhan tolonglah usaha kami untuk berbahagia berdasarkan hikmat-Mu)


MINGGU I SESUDAH EPIFANI
Sabda Bina Umat  RABU, 13 JANUARI 2016
RENUNGAN PAGI
GB.208:1 -Berdoa
BERGANTUNG KEPADA TUHAN

Amsal 3:1-10
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengartianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala Iakumu, maka la akan maluruskan jalanmu. (ay. 5-6)

Kondisi keuangan yang tak kunjung membaik; kebutuhan sekolah anak-anak yang semakin meningkat; kebutuhan keluarga yang serfiakin banyak; anak-anak yang memerlukan perhatian dan dukungan dalam pertumbuhan dan pergaulan mereka. Ah, memikirkann ya saja sudah membuat Papa tak sanggup menjalanin ya, demikianlah keluh kesah suami kepada isterinya. "Pa, kita harus terus berusaha. Jangan menyerah dan putus asa. Persoalan yang kita hadapi memang berat. Namun sebagai orang beriman, kita harus yakin bahwa kita punya Tuhan yang Iuar biasa dan bersama Dia kita pasti bisa menjalaninya. Asalkan kita bergantung penuh dan mengandalkan Dia dalam hidup kita," begitulah sang isteri menenangkan suaminya yang gundah. "Benar, Ma. Kita tak bisa mengandalkan kekuatan dan kemampuan kita sendiri. Kita memerlukan Tuhan yang pasti memberkati segala usaha kita jika kita sepenuhnya percaya kepada-Nya. "

Salah satu ciri dari orang berhikmat adalah bergantung pada Tuhan. Orang yang bergantung pada Tuhan adalah orang yang percaya kepada Tuhan dalam arti menyerahkandirinya sepenuhnya kepada Tuhansebagai sumber hikmat dan tuntunan dan bukan pada pengertian atau kebijakan diri sendiri. Orang yang bergantung pada Tuhan adalah orang yang mengakui Tuhan dalam arti menaati dan tunduk kepada kehendak Tuhan di setiap langkah kehidupan. Penyertaan Tuhan berlaku bagi orang yang bergantung pada-Nya dengan membuang segala hambatan yang menghalangi kebaikan atau memberi kekuatan untuk mengatasi hambatan tersebut. Saudara-saudara terkasih, kita sudah memasuki han" ke-13 di
tahun 2016 ini. Kita tidak tahu apa yang terjadi esok hari, juga minggu dan bulan selanjutnya di tahun ini. Namun satu hal yang pasti bahwa penyertaan dan berkat Tuhan akan berlaku bagi setiap orang yang bergantung penuh pada-Nya. Kita memang manusia biasa, tetapi kita punya Tuhan yang luar biasa. Andalkanlah Dia selalu dan penyertaan-Nya pasti berlaku.

GB.208 : 3
Doa : (Ya Tuhan mantapkan langkah kami untuk menjalani hidup ini dengan terus bergantung pada-Mu)


Label:   Amsal 3:11-20 




German Christian Songs
Latest Christian Song

NEXT:
Khotbah Ibadah KAMIS, 14 JANUARI 2016 - GPIB BERBUAT BAIK KEPADA SESAMA - Amsal 3:27-35

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 12 JANUARI 2016 - ALLAH PENOLONG DAN PERISAI - Amsal 2:1-8

Garis Besar Amsal





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 18 Oktober - Matius 5-7

Hari ini, 18 Oktober - Maz 118:11-17, Yer 16-17, 1 Tes 5, Ams 26:25-26

18 Oktober - Yohanes 6:1-15, 1 Petrus 2:18-25, Kidung 3, Yeremia 49

Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2016..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH HARI DOA SEDUNIA 2019 - hari Reformasi, Kamis, 31 Oktober 2019
MARILAH SEGALA SESUATU TELAH TERSEDIA - Lukas 14:15-24
Link VIDEO Pesan Majelis Sinode dalam rangka HUT ke-9 PELKAT PKLU GPIB Minggu, 13 Oktober 2019

Tata Ibadah Syukur HUT ke-9 PKLU GPIB - Minggu, 13 Oktober 2019
1-JUKLAK HUT KE-9 PKLU GPIB, 2-PESAN MS GPIB HUT ke-9 PKLU, 3-SURAT PENGANTAR TATA IBADAH HUT PKLU KE-9, 4-TAIB HUT 9 PKLU




New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Rabu, 16 Oktober 2019
What A Beautiful Name - The Brooklyn Tabernacle Choir

Rabu, 16 Oktober 2019
There Was Jesus - Zach Williams and Dolly Parton

Rabu, 16 Oktober 2019
Worthy is the Lamb - Natashia Midori

Rabu, 16 Oktober 2019
Oh The Glory of His Presence - Terry MacAlmon

Rabu, 16 Oktober 2019
No Longer Slaves - Jonathan David & Melissa Helser

Rabu, 16 Oktober 2019
Revival Anthem - Rend Collective

Rabu, 16 Oktober 2019
The steadfast love of the Lord

Rabu, 16 Oktober 2019
In Jesus' Name - Darlene Zschech

Rabu, 16 Oktober 2019
Breakthrough - Red Rocks Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Where You Are - Leeland

Rabu, 16 Oktober 2019
Breathe - Hillsong Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Love Won't Give Up - Elevation Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Here in the Presence - Elevation Worship

Selasa, 15 Oktober 2019
Adore Him - Kari Jobe

Selasa, 15 Oktober 2019
Angels We Have Heard on High - Chris Tomlin

Selasa, 15 Oktober 2019
All Things Are Possible - Hillsong Worship

Selasa, 15 Oktober 2019
Resurrecting - Elevation Collective, The Walls Group

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



zefanya 3 9-20,   contoh kata sambutan kristen,   jamita partangiangan yesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   album gms baru,   khotbah hari pekan pemuda tetap berpegang pada kebenaran 2 timotius 3:14-4:5,   daftar lagu baru gms,   lagu rohani untuk penutup ibadah,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   khotba filipi 2:1-11,   bacaan injil bulan oktober 2019,   lagu gereja mp3,   download lagu kubri yang terbaik gms,   cache:0Zr0zI7toXoJ:https://www.lagu-gereja.com/index.php?ipage=12104,   Renungan Mazmur 119:32-33,   khotbah zakaria 3:9-20,   lagu gereja pagi,   kalender katolik 2019,   khotbah kisah para rasul 5 ayat 26 sampai 32,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   lagu penutup ibadah,   renungan matius 7 ayat 15 sampai 23,   renungan matius 7 ayat 15 sampai 23,   khotbah Matius 7 ayat 15 sampai 23,   Renungangzn Khotbah Matius 7 ayat 15 sampa 23,   Renungangzn Khotbah Matius 7 ayat 15 sampa 23,   jamita johannes4,21-26,   jamita minggu 20 oktober 2019 sian Johannes 4:21-26,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   yoke frits Tuhan tolonglah hambamu,   yoke frits Tuhan tolonglah hambamu,   perikop yesaya 2:2-5,   Glory haleluya lagu natal alfa trio,   khotbah dan penjelasannya Maleakhi 3:13-18,   khotbah dan penjelasannya Maleakhi 3:13-18,   lagu kantri rohani kidung jemaat mp3,   lagu persembahan,   tata ibadah penghiburan gki di tanah papua,   Ruhanga Ninkuhimbisa,   lagu penutup ibadah,   khotbah Yohanes 4:21-26,   lagu doa syafaat,   Download lagu rohani senada dengan surga,   khotbah minggu 27 Oktober 2019 Amsal 22 : 8 - 22,   khotbah amsal 22 : 8-12,   buku bimbingan pra nikah gmit,   pdf satb cari dahulu kerajaan allah,   khotbah dan penjelasan 1 Korintus 3:10-23,   khotbah dan penjelasannya Roma 16:25-27,   khotbah amsal 22 : 8 - 12,   khotbah amsal 22 : 8 - 12,   khotbah serta penjelasannya kissah para rasul 27:14-25,   lagu lagu gereja,   lagu lagu gereja,   lagu lagu gereja,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   khotbah 1 korintus 7 : 1 - 16,   Yohanes 4 : 21-26,   khotbah Yohanes 4:21-26,   Lagu2 gereja tiberias pendeta pariaji,   download lagu el shaddai,   lagu2 gereja tiberias,   imamat 25 : 35,   perikop yesaya 2:2-5,   doa persembahan,   lagu penutup ibadah,   khotbah tetap berpegang pada kebenaran yeremia 31:21-34; 2 timotius 3:14-4:5; lukas 18:1-8,   contoh tata ibadah kgpi,   contoh agenda kgpi,   tema khotbah tetap berpegang pada kebenaran 2 timotius 3:14-4:5,   bacaan liturgi 17 oktober 2019,   download 40 lagu rohani kristen paling menyentuh hati saat teduh full album,   lirik lagu nkb 42,   lirik lagu nkb 42,   chord pelengkap kidung jemaat,   lirik lagu nkb 42,   lagu kristen arab,   renungan gmim mazmur 85,   +firman-Mu plita bagi kakiku in mandarin lyrics,   renungan johanes 10;1-10,   renungan johanes 10;1-10,   renungan johanes 10;1-10,   Lagu persemban yang cocok,   thema - thema natal,   khotbah 2 raja-raja 2:23-25,   download pkj 289,   nyanyian rohani,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   Sabda bina umat 16 oktober 2019 ,   kalender liturgi katolik 2019,   bahan khotbah lukas 17:11-19,   bahan khotbah lukas 17:11-19,   lagu sungguh baik dan indahnya bila saudara semua diam Jalu Tegar Prasetya,   Jamita Johanes 4,21-26.,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   perikop yesaya 2:2-5,   tata ibadah penghiburan kristen protestan,   jamita johanes 4:21-26,   contoh khotbah kenamaan dan kepujian di bumi,   lagu untuk persembahan,   Kotbah lukas 16:19-31,   ringkasan dlm injil yoh 20:21-25,   renungan amsal 3:17-30,   Kunci lagu firman allah jayalah,   Jamita sian Habakuk 3:1-6,   kotbah kisah pararasul 4:32-33,   khotbah 1 tawarikh 16:29,   khotbah 1 tawarikh 16:29,   ayat alkitab tentang persembahan uang,   instrument lagu gereja,   lirik lagu rohani Kristen pemuda GKE,   lirik lagu mari kita puji dia yg kekal dan bersyukur padanya,   kmm 144,   lagu2 ceriah ambon,   lirik lagu mari kita puji dia yg kekal,   lirik lagu mari kita puji dia yg kekal,   mp3 mari kita puji dia yang kekal,   tafsiran kisah para rasul 1:1-5,   bacaan sbu hari ini 16 oktober 2019,   renungan kitab 2 timotius 3 : 14 - 4 : 5,   renungan kitab 2 timotius 3 : 14 - 4 : 5,   renungan rohani kristen pantang mundur,   renungan rohani kristen pantang mundur,   lagu untuk wedding indonesia Kristen,   kidung jemaat no 69,   Tata Ibadah Minggu GPIB, 6 Oktober 2019,   Tata Ibadah Minggu, 6 Oktober GPIB,   pembacaan sabda gereja,   pembacaan sabda gereja,   renungan Roma 1: 18 - 32,   khotbah mazmur 50,   Renungan kristen tentang pemudah di penghotbah,   2 tesalonika 3 : 1-15 kotbah,   kumpulan lagu rohani terbaru 2018 mp3,   Renungan Filipi 3:17-23,   bulan keluarga lukas 18:9-14,   randas pemahaman iman,   nama grup rohani kristen,   Buku ende pentakosta,   lagu persembahan saat ibadah,   lagu ucapan syukur dan penyembahan,   Buku ende pentakosta,   lirik lagu rohani senja di batas hari,   kalender.katolik bln oktober .2019,   kotbah hkbp yesaya 2: 2-5. 2019,   sabda guna dharma hari rabu 16 oktober 2019,   2 tesalonika 3 : 1-15 kotbah,   lirik lagu rohani terbaru gms live 2019,   wielbij ma duszo mocarza i krola wrzechswiata,   2 tesalonika 3 : 1-15 kotbah,   instrument lagu gereja,   khotbah kristen ul 28:1-6,   renungan yeremia 9:23,   lagu rohani persembahan syukur,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   lagu untuk membawa persembahan,   Bacaan injil untuk hari minggu 20 oktober 2019,   khotbah lukas 18:1-8,   sabda bina umat 15 oktober 2019 ,   renungan minggu 20 oktober 2019,   jamita partangiangan yesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   jamita partangiangan yesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   jamita partangiangan yesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   jamita partangiangan yesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   LIRIK LAGU PANTEKOSTA,   jamita partangiangan mateus 21:28-32,   gambar lembu menarik tabut,