Save Page
Rabu, 23 Maret 2016
HARI DOA GPIB
MINGGU I PRAPASKAH
Markus 13:24-37
* Konteks
Kedatangan Anak Manusia Perumpamaan tentang pohon ara
13:24 "Tetapi pada masa itu, sesudah siksaan itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya 13:25 dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan goncang. 13:26 Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. 13:27 Dan pada waktu itupun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit. 13:28 Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat. 13:29 Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu. 13:30 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya itu terjadi. 13:31 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. 13:32 Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja."
Nasihat supaya berjaga-jaga
13:33 "Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba. 13:34 Dan halnya sama seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing dengan tugasnya, dan memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga. 13:35 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta, 13:36 supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur. 13:37 Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!"

Penjelasan:


* Penganiayaan terhadap Orang Yahudi Dinubuatkan (13:24-27)

    Ayat-ayat ini tampak menunjuk kepada kedatangan Kristus yang kedua kali untuk menghakimi dunia. Dalam pertanyaan mereka, para murid mengacaukan hal kehancuran Yerusalem dengan kesudahan dunia (Mat. 24:3). Kekacauan ini diakibatkan oleh kekeliruan seolah-olah Bait Allah harus terus berdiri selama dunia masih berputar. Kristus meluruskan kekeliruan ini dan menunjukkan bahwa akhir dunia pada hari-hari itu, yaitu hari-hari yang kamu tanyakan itu, yang adalah hari kedatangan Kristus dan hari penghakiman, akan datang setelah masa kesengsaraan itu, bukan bersamaan dengannya. Biarlah orang-orang yang masih hidup untuk melihat kehancuran bangsa Yahudi berhati-hati dalam berpikir bahwa karena Anak Manusia tidak terlihat datang di awan-awan pada waktu itu, maka Dia tidak akan pernah datang dengan cara itu. Tidak, Dia akan datang setelah itu. Di sini Kristus bernubuat mengenai:

        . Kehancuran akhir dari kerangka dan materi dunia sekarang ini, bahkan pada bagian yang paling kecil kemungkinannya untuk berubah, yakni bagian atas, bagian yang murni dan lebih halus; matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya, karena sinar dari keduanya akan kalah dibandingkan dengan sinar kemuliaan Anak Manusia (Yes. 24:23). Bintang-bintang di langit, yang dari semula menjaga tempat dan geraknya secara teratur, akan berjatuhan bagaikan daun-daun di musim gugur; dan kuasa-kuasa yang ada di langit, yakni benda-benda langit, bintang-bintang yang tetap, akan goncang.
        . Penampakan Tuhan Yesus, yang kepada-Nya diserahkan penghakiman besar pada saat itu (ay. 26); Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan. Mungkin Dia akan datang tepat di atas tempat yang sama ketika Ia duduk dan mengatakan hal ini, karena awan-awan berada di tempat yang lebih rendah di udara. Dia akan datang dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya , yang sesuai dengan tujuan kedatangan-Nya. Setiap mata akan melihat Dia.
        . Pengumpulan semua orang pilihan ke hadapan-Nya (ay. 27); Dia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya untuk menyongsong Tuhan di angkasa (1Tes. 4:17). Mereka akan dijemput dari satu ujung bumi ke ujung bumi lain sehingga tidak ada yang dibiarkan terlewat dalam perkumpulan jemaat umum itu. Mereka akan dijemput dari ujung bumi, yang paling terpencil dari tempat-tempat di mana penghakiman Kristus akan diadakan dan akan dibawa ke ujung langit. Begitu pasti, begitu cepat, dan begitu mudahnya perjalanan mereka nanti sehingga tidak akan ada yang terlewat, walaupun mereka dibawa dari bagian paling ujung dari bumi ke bagian yang paling ujung lainnya di langit sana. Orang-orang Israel yang setia akan dibawa dengan selamat, walaupun mereka dibawa dari ujung perbatasan tanah perbudakan ke ujung perbatasan tanah perjanjian.


* Hal Berjaga-jaga Ditekankan Berulang-ulang (13:28-37)

    Ayat-ayat ini memberitahukan kepada kita mengenai apa yang harus kita lakukan sehubungan dengan khotbah nubuat tersebut, yaitu belajarlah untuk menunggu datangnya masa itu dengan cara yang benar.

    I. "Mengenai kehancuran Yerusalem, percayalah bahwa itu akan terjadi tidak lama lagi, seperti ketika ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu bahwa musim panas sudah dekat (ay. 28). Ketika pertanda-pertanda awal mulai terjadi, perhatikanlah bahwa dampak-dampaknya akan terjadi dalam urutan dan waktu yang sesuai. Jadi, ketika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketika kamu melihat bangsa Yahudi dikacaukan oleh perang, dibingungkan oleh mesias-mesias dan nabi-nabi palsu, sehingga mendatangkan ketidaksenangan dari orang Romawi atas mereka, dan terutama lagi ketika kamu melihat mereka menganiaya kamu karena Tuanmu, dan dengan demikian mengulangi lagi perbuatan mereka seperti ketika mereka menghukum mati Dia, sehingga dengan begitu genaplah sudah seluruh kejahatan mereka, maka ketahuilah bahwa kehancuran mereka sudah dekat, bahkan sudah di ambang pintu, dan karena itu persiapkan dirimu untuk kehancuran itu." Murid-murid itu sendiri, semuanya kecuali Yohanes, diambil oleh Tuhan terlebih dulu dari kejahatan yang akan datang, tetapi generasi mendatang yang akan mereka latih nanti akan hidup untuk melihatnya. Dengan perintah-perintah yang Kristus tinggalkan ini generasi tersebut akan dicegah supaya mereka tidak ikut mengalami kehancuran itu. "Angkatan yang sekarang sedang bangkit ini, tidak akan berlalu semua sebelum semuanya itu terjadi, yaitu hal-hal yang sudah Aku katakan kepadamu mengenai Yerusalem, dan hal-hal tersebut akan mulai terwujud sebentar lagi. Karena kehancuran ini sudah dekat dan diketahui, maka pasti itu akan terjadi. Ketetapan ini akan terlaksana, karena merupakan penggenapan yang telah ditetapkan (Dan. 9:27). Kristus tidak mengatakan hal-hal ini hanya untuk menakut-nakuti mereka; tidak, ini merupakan pernyataan rencana Allah yang sudah ditetapkan, "Langit dan bumi akan berlalu, pada akhir zaman, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu (ay. 31), tidak satu pun dari nubuat-nubuat ini akan gagal untuk digenapi pada waktunya nanti."
    II. "Tetapi tentang akhir dunia, jangan bertanya kapan waktunya akan tiba, karena ini bukan pertanyaan yang sesuai untuk ditanyakan, karena mengenai hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu. Masalah ini ada di luar jangkauan kamu. Waktunya sudah ditetapkan dalam rencana Allah, tetapi tidak diwahyukan melalui firman Allah kepada siapa pun, entah itu kepada manusia di bumi atau malaikat-malaikat di sorga. Menjelang waktunya, para malaikat akan diberitahukan untuk bersiap-siap menyongsong hari itu, yang akan datang kepada umat manusia dengan diiringi bunyi sangkakala. Tetapi untuk saat ini, manusia dan malaikat dibiarkan meraba-raba dalam kegelapan mengenai waktu tibanya, supaya biarlah keduanya terus memusatkan perhatian mereka pada pekerjaan masing-masing." Akan tetapi, kelanjutan dari ayat ini adalah, Anak pun tidak tahu. Namun, adakah sesuatu yang tidak diketahui Anak? Kita memang pernah membaca mengenai sebuah buku yang dimeteraikan, sampai Anak Domba membuka meterai-meterainya, tetapi bukankah Dia mengetahui apa yang ada di dalamnya sebelum meterai-meterai itu dibuka? Bukankah Ia mengetahui secara rahasia penulisan buku itu? Pada waktu dulu ada orang yang mengajarkan dari teks ini bahwa ada hal-hal yang tidak diketahui oleh Kristus sebagai manusia; dan dari sini kemudian muncul istilah Agnoetę. Mereka berkata, "Tidak ada yang janggal dengan pernyataan demikian, karena ini sama masuk akalnya seperti kalau kita mengatakan bahwa sebagai manusia Ia juga mengalami penderitaan dan ketakutan." Banyak bapa gereja ortodoks (mula-mula) setuju akan hal ini. Tetapi ada juga sebagian orang yang tidak setuju dengan pikiran demikian, dan lebih berpendapat bahwa Kristus mengatakan hal itu untuk mengalihkan perhatian murid-murid agar mereka tidak menanyakan hal itu lebih lanjut. Akan tetapi untuk penafsiran semacam ini, salah satu tokoh gereja pada zaman dulu, yaitu Leontius (dikutip dari tulisan Dr. Hammond), berkomentar, "Tidaklah cocok kalau kita mencoba memberikan alasan yang manis-manis seperti ini untuk masalah ini -- ou dei pany akribologein." Menurut Uskup Agung Tillotson, "Pastilah bahwa Kristus, sebagai Allah, pasti mengetahui hal apa saja, hanya saja hikmat ilahi yang tinggal di dalam diri Penyelamat kita ini benar-benar menuntun jiwa manusia-Nya, menurut kehendak ilahi, sehingga sifat kemanusiaan-Nya terkadang tidak mengetahui suatu hal. Oleh sebab itu Kristus dikatakan makin bertambah hikmat-Nya (Luk. 2:52), yang tidak dapat dikatakan demikian mengenai Kristus seandainya sifat kemanusiaan Kristus bisa mengetahui segala hal oleh karena perpaduannya dengan sifat keilahian." Dr. Lightfoot menjelaskan hal ini sebagai berikut, "Kristus menyebut diri-Nya Anak, sebagai Mesias. Mesias dalam hal ini adalah hamba Bapa (Yes. 42:1), yang diutus dan yang mewakili Bapa. Oleh karena itu, Dia selalu mengarahkan diri-Nya kepada kehendak dan perintah Bapa-Nya, dan Dia mengakui bahwa Dia tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri" (Yoh. 5:19). Berdasarkan pikiran ini, kita bisa mengatakan juga bahwa Dia tidak dapat mengetahui sesuatu dari diri-Nya sendiri. Pewahyuan yang disampaikan Yesus Kristus adalah apa yang dikaruniakan Allah kepada-Nya (Why. 1:1). Oleh sebab itu, Dr. Lightfoot berpendapat bahwa kita harus membedakan antara keistimewaan dan kesempurnaan-Nya, yang dihasilkan dari perpaduan pribadi antara sifat keilahian dan sifat kemanusiaan, dan keistimewaan dan kesempurnaan yang mengalir dari urapan Roh; dari yang pertama mengalirlah martabat tak terhingga akan kebebasan-Nya yang sempurna dari segala dosa, dan dari yang kedua mengalirlah kuasa-Nya dalam mengadakan mujizat dan pengetahuan-Nya mengenai hal-hal yang akan terjadi. "Oleh sebab itu," ujar Dr. Lightfoot, "apa yang diwahyukan Kristus kepada gereja-Nya, diperoleh-Nya bukan dari hasil perpaduan antara sifat kemanusiaan dan sifat keilahian-Nya, melainkan dari pewahyuan Roh, yang belum diketahui-Nya pada saat itu, kecuali Bapa saja, yaitu Allah, Yang Ilahi." Jadi dalam ayat tadi, sebutan Bapa yang dipakai Kristus itu, seperti yang dijelaskan Uskup Agung Tillotson, tidak dimaksudkan-Nya untuk memanggil Bapa secara pribadi, dengan membedakannya dari Anak dan Roh Kudus, melainkan sebagai sifat Bapa, yang adalah Fons et Principium Deitatis -- Mata Air Keilahian.
    III. "Mengenai kehancuran Yerusalem dan akhir dunia itu, kewajibanmu dalam hal ini adalah berjaga-jagalah dan berdoalah! Oleh sebab itu waktunya tetap dirahasiakan, supaya kamu bisa terus berjaga-jaga (ay. 33). Waspadalah terhadap segala sesuatu yang akan membuatmu tidak layak untuk menyongsong kedatangan Tuanmu dan yang akan mengacaukan tindakan dan rohmu. Berjaga-jagalah akan kedatangan-Nya, supaya hal itu tidak mengejutkanmu kapan pun terjadinya, dan berdoalah untuk anugerah yang bisa membuatmu memenuhi syarat, sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba. Kamu perlu menyiapkan diri setiap hari untuk itu, yang akan datang pada hari apa saja." Semuanya ini digambarkan-Nya melalui sebuah perumpamaan, untuk mengakhiri khotbah-Nya.
        . Tuan kita sedang pergi jauh, dan meninggalkan sesuatu untuk dipercayakan kepada kita, dan kita wajib bertanggung jawab atasnya (ay. 34). Dia seperti seorang yang bepergian karena Dia pergi jauh untuk beberapa waktu lamanya, Dia meninggalkan rumah-Nya di bumi dan menyerahkan tugas kepada hamba-hamba-Nya, dengan memberikan wewenang kepada sebagian orang sebagai pengawas, dan pekerjaan kepada sebagian yang lain sebagai pekerja. Mereka yang diberikan wewenang juga memperoleh pekerjaan yang ditugaskan kepada mereka, karena mereka yang mempunyai kuasa yang paling besar juga mempunyai pekerjaan yang paling banyak. Sedangkan kepada mereka yang diberikan pekerjaan, Dia juga memberikan semacam kewenangan untuk melakukan pekerjaan itu. Ketika akan berangkat, Dia memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga, untuk selalu siap membukakan pintu bagi-Nya pada saat Ia kembali, dan sementara menunggu pintu, si penjaga itu harus memperhatikan untuk siapa dia harus membukakan pintu, yaitu bukan untuk pencuri dan perampok, melainkan hanya untuk para sahabat dan hamba Tuannya. Demikianlah Tuhan Yesus, ketika Dia naik ke tempat yang tinggi, Dia meninggalkan sesuatu untuk dilakukan semua hamba-Nya, dengan berharap bahwa mereka semua tetap melayani-Nya sewaktu Ia tidak ada, dan siap menerima-Nya pada saat Ia kembali. Semua orang ditugaskan untuk bekerja, namun sebagian saja yang diberi wewenang untuk memerintah.
        . Kita harus selalu berjaga-jaga dalam mengharapkan kedatangan-Nya (ay. 35-37).
            (1) Tuhan kita akan datang, dan Dia akan datang sebagai Tuan rumah, untuk menuntut pertanggungjawaban dari hamba-hamba-Nya, mengenai pekerjaan mereka dan kemajuan yang telah mereka buat.
            (2) Kita tidak tahu kapan Dia akan datang; dan Dia dengan bijak membuat kita tetap tidak mengetahui hal ini secara pasti supaya kita bisa selalu siap. Kita tidak tahu kapan Dia akan datang, kapan waktu tepatnya; Tuan rumah itu mungkin akan datang pada petang hari, pada jam sembilan malam, atau mungkin pada tengah malam, atau pada waktu ayam berkokok, pada jam tiga pagi, atau mungkin tidak akan datang sebelum jam enam. Ini berlaku untuk kedatangan-Nya kepada kita secara khusus, yaitu pada waktu kematian kita, dan juga pada hari penghakiman besar. Kehidupan kita sekarang ibarat malam, malam yang gelap, dibandingkan dengan kehidupan kita nanti; kita tidak tahu pada jam berapakah Tuan kita akan datang pada malam hari, apakah pada waktu kita berusia muda, paruh baya, atau tua. Tetapi, segera setelah kita dilahirkan, kita mulai berjalan menuju kematian, dan oleh sebab itu segera setelah kita mampu menantikan sesuatu, kita juga harus menantikan kematian kita.
            (3) Perhatian kita yang terutama haruslah bahwa kapan pun Tuhan kita datang, jangan sampai Dia mendapati kita sedang tidur, merasa aman-aman saja, tidak berjaga-jaga, enak-enakan dan bermalas-malasan, lalai bekerja, dan tidak peduli dengan kedatangan Tuhan kita. Janganlah kita hanya siap untuk berkata, "Dia tidak akan datang," tetapi tidak siap untuk menemui-Nya.
            (4) Kedatangan-Nya sungguh akan terjadi secara tiba-tiba. Kedatangan itu akan mendatangkan kejutan dan ketakutan yang besar bagi mereka yang tengah lengah dan terlelap, dan akan datang kepada mereka seperti pencuri di malam hari.
            (5) Oleh sebab itu merupakan kewajiban yang luar biasa penting bagi semua murid Kristus untuk berjaga-jaga, untuk terjaga, dan untuk tetap terjaga, "Apa yang Kukatakan kepada kamu berempat (ay. 37), Kukatakan kepada semua dua belas murid, atau lebih tepatnya, apa yang Kukatakan kepadamu kedua belas murid-Ku, Kukatakan juga kepada semua murid dan pengikut-Ku; apa yang Kukatakan kepada kamu dari angkatan ini, Kukatakan juga kepada mereka yang akan percaya melalui perkataanmu di segala masa. Berjaga-jagalah, harapkanlah kedatangan-Ku yang kedua kali, persiapkanlah dirimu untuk hari itu, supaya kamu Kudapati ada dalam keadaan damai, tanpa noda dan tiada bercela."



MINGGU I PRAPASKAH
SGDK RABU, 23 MARET 2016
MENJADI PENJAGA YANG BERINTEGRITAS
Markus 13:33-37

PENGANTAR
Markus memperkenalkan Yesus sebagai Putra Allah dan Mesias, hamba yang menderita. Bagian pertama kitab lnjil ini memusatkan perhatian terutama kepada mukjizat luar biasa yang dilakukan Yesus dan pada kuasa-Nya atas penyakit dan setan-setan sebagai tanda bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.
Akan tetapi, di Kaisarea Filipi itu Yesus memberitahukan dengan terus terang kepada para murid bahwa Dia harus "menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari"  (bdk. Mr 8:31, Markus 10: 33-34, 45; 13: 8, 11-13). ldentitas dan misi penderitaan Yesus dinyatakan dengan jelas kepada kedua belas murid-Nya. Karena itu Yesus menginstrusikan murid-murid untuk waspada dan berjaga-jaga, karena akan terjadi berbagai
ancaman dan penderitaan secara tiba-tiba.

Hidup yang hati-hati dan berjaga-jaga ini adalah sikap memelihara hidup tetap sigap dan waspada mengantisipasi apa yang akan terjadi. Hidup ini harus selalu dijalani dengan berhati-hati
dan penuh kewaspadaan.

PENJELASAN NAS
Ayat 33 : Bemati-hatilah. Kehidupan sekarang mengharuskan
kewaspadaan yang terus-menerus. Kehidupan se-
karang harus dijalani dengan sikap tanggap. Demi-
kian halnya berlaku dengan kata kerja "berjaga-jaga-
|ah", tetap terjaga.
Seorang penjaga yang "berjaga-jaga", adalah orang
yang selalu didapati terjaga, tidak tidur, bertugas
menjaga keselamatan dan keamanan. Berjaga-jaga
adalah sikap tidak tidur semalam suntuk, selalu ber-
awas-awas dan bersikap menunggu dengan setia.
Seorang penjaga yang berjaga-jaga menjamin kea-
daan selalu aman. Keadaan yang berjaga-jaga sa-
ngat diperlukan sebab seseorang tidak mengetahui
kapan rangkaian peristiwa akan menimpa sese-
orang. Jadi orang yang berhati-hati dan berjaga-jaga
adalah seorang bijaksana yang berusaha me-
ngantisipasi apapun yang akan terjadi kelak.

Ayat 34 : Sikap berhati-hati dan berjaga-jaga, sama seperti
seorang yang berpergian. Seorang pemilik rumah
ini sangat hati-hati untuk mempercayakan rumahnya
kepada orang lain. Begitu berhati-hatinya tuan rumah
ini, sehingga ia hanya mempercayakan pengelolaan
rumahnya kepada orang yang dapat dipercaya.
Orang-orang ini adalah yang sangat dikenal baik,
loyal, bertanggung jawab dan pasti setia. Karena itu
ia mempercayakannya kepada "hamba-hambanya",
masing-masing dengan tugasnya. Bahkan sangat
besar rasa kehati-hatian pada tuan ini, karena di
bagian depan ditempatkannya seorang penjaga -
"satpam" - penunggu pintu di bagian depan dengan
pesan yang sama "supaya berjaga-jaga". lni bukan
karena perasaan takut rumahnya dibobol maling,
akan tetapi memang setiap orang harus siap sedia
dan selalu waspada terhadap apapun yang me-
ngancam. Orang yang berhati-hati dan selalu hidup
berjaga-jaga tidak akan mengalami kerugian besar,
sebab memelihara dirinya tetap terjaga.

Ayat 35
Seorang murid harus terus berjaga-jaga. Kata kerja
ini (sama ayat 33), memiliki arti terjaga dan terjaga
terus. Tidak diragukan integritas dan kesetiaan
hamba ini dalam melaksanakan tugas yang diberi-
kan tuannya. Orang harus waspada (tidak boleh
tertidur atau mengantuk). Sebuah peristiwa bisa ter-
jadi secara tiba-tiba dan mendadak. Waktu kejadian
sesuatu peristiwa digambarkan seperti tuan rumah
akan pulang tanpa diketahui secara pasti. Hanya di
katakan : "menjelang malam  tengah malam
Iarut malam  pagi-pagi buta. lni adalah empat
giliran jaga malam menurutjadwal Romawi. Kapan
waktunya, seorang penjaga tidak mempersoa|kan-
nya yang terpenting adalah kedapatan berjaga-jaga
dengan sikap siaga. Sikap berjaga-jaga dengan tidak
kenal lelah, entah waktunya menjelang malam,
tengah malam, Iarut malam atau pagi-pagi buta,
penjaga tidak boleh terlelap.

Ayat 36
Kalau tiba waktunya, dan pasti waktunya akan tiba
dan kejadiannya akan mendadak (tiba-tiba). Banyak
orang selalu tidak siap menyongsong sesuatu
kejadian yang mendadak dan mendesak. Tetapi
Yesus menghendaki kita membiasakan dan harus
terbiasa untuk menerima dan menghadapi perkara
yang sifatnya mendadak. Keadaan berjaga-jaga
diperlukan, karena kedatangan, kejadian sesuatu,
peristiwa-peristiwa yang akan terjadi tidak ada yang
dapat menduganya. 'l"|dak ada yang dapat mem-
prediksi waktu terjadinya suatu peristiwa. Orang yang
tidak berjaga-jaga, ini yang dimaksudkan oleh Yesus
dengan "sedang tertidur". Bagi banyak orang yang
sedang tidak berjaga-jaga (tidak terjaga), sama
seperti murid-murid Yesus saat di taman Getsemani.
Mereka tidak sanggup berjaga-jaga dan kedapatan
mereka sedang tidur. Yesus berkata kepada Petrus :
"Simon, sedang tidurkah engkau? "fidakkah engkau
sanggup berjaga-jaga satu jam'? Berjaga-jagalah dan
berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pen-
cobaan; roh memang penurut, tetapi daging |emah"
(Baca Markus 14:37-38). Oranglyang berjaga-jaga
akan melihat tanda-tanda Kerajaan Allah itu dan dia
tidak akan terperanjat.

Ayat 37 : Apa yang diajarkan Yesus bagi murid-murid-Nya
untuk berjaga-jaga, itu berlaku juga bagi semua
orang. Cara hidup yang berjaga-jaga ini akan
memberikan keuntungan besar bagi semua orang
tanpa kecuali. Sebab semua orang yang berjaga-
jaga akan memperoleh keuntungan dan jauh dari
kerugian. Seorang yang berjaga-jaga dan tetap
terjaga, akan diperlakukan sebagai keluarga sendiri.

RELEVANSI DAN APLIKASI
Seruan Yesus "hati-hatilah dan berjaga-jagalah" sama dengan
ungkapan "WaspadaIah, waspadalahl" Seruan Yesus yang
sederhana namun keras ini mengingatkan kita semua agar selalu
bersiap-siaga terhadap kemungkinan datangnya akhir zaman.
Seruan ini sebenarnya merupakan bagian penutup dari khotbah
panjang Yesus tentang akhir zaman dalam lnjil Markus (13:1-
37). Pesan Yesus "Hati-hati dan berjaga-jagalah" adalah satu
rangkaian dengan ayat 1 s/d 32, dimana ditemukan hal-hal
demikian: Yesus mengajar bahwa Bait Allah akan diruntuhkan
(13:1-2); Dia mengajarkan kepada para murid-Nya tentang
pemwlaan penderitaan (13:3-13); tentang siksaan yang berat dan
mesias-mesias palsu (13:14-23); tentang kedatangan Anak
Manusia dan perumpamaan tentang pohon ara (13:24-32).
Setelah itu semua barulah Yesus memberi nasihat-nasihat su-
paya para murid berjaga-jaga. Dalam salah satu perumpamaan
Yesus kita mendengar tentang pentingnya tuan rumah berjaga-
jaga menghadapi kemungkinan datangnya "seorang pencuri yang
mau membongkar rumah" (bdk Matius 24:37-43), maka pada
kesempatan kali ini Yesus berbicara mengenai pentingnya pen-
jaga pintu berjaga-jaga menghadapi kemungkinan pulangnya
sang tuan rumah, kapan saja.

Kita tidak pernah akan mengetahui kapan sesungguhnya Yesus
akan datang dalam kemuliaan-Nya. Namun di sisi lain, ada lagi
sikap dan perilaku berjaga-jaga yang diperlukan oleh kita semua,
yaitu berjaga-jaga serta waspada terhadap berbagai kejutan yang
akan terjadi kepada kita.

Untuk dapat berjaga-jaga dengan setia, maka perlu memelihara
hidup bersekutu dengan Tuhan di dalam doa. Karena itu ditegas-
kan rasul Paulus menuliskannya "...Berdoalah setiap waktu di
dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan
permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus
(Efesus 6: 18).

Sementara kita tetap waspada dan berjaga-jaga, baiklah ma-
sing-masing dapat melaksanakan tugas sesuai talenta dan
karunia yang diberikan oleh Allah kepada setiap orang. Sebab
setiap orang yang kedapatan berjaga-jaga, juga kedapatan rajin
melaksanakan pekerjaannya secara baik, tekun dan bertanggung
jawab. ltulah yang disebut dan dinamakan "hamba yang setia".

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI :
1. Apakah yang menjadi pertimbangan Yesus dalam bacaan ini
sehingga ia menyampaikan pesan khusus "Hati-hatilah dan
berjaga-jagalah". Percakapkanlah dengan baik dan catatlah
pokok penting di dalamnya!
2. Percakapkanlah dengan seksama pernyataan Yesus tentang
"akan tiba waktunya". Apa yang dapat kita pahami dengan
waktunya yang akan tiba.
3. Apa dan bagaimana cara yang tepat untuk berjaga-jaga, apa
yang harus dilakukan untuk seseorang tetap sigap dan tidak
kedapatan tertidur?


Sumber SBU

:

MINGGU I PRAPASKAH
RABU, 23 MARET 2016
RENUNGAN PAGI
KJ.446:1,2 -Berdoa
HENDAKLAH SETIA DALAM IMAN

Markus 13:24-32
Demikianjuga, jika kamu lihat ha!-hal itu terjadi, kotahuilah bahwa waktunya sudah dokat, sudah di
ambang pintu (ay.29) .

Kebanyakan orang, bahkan orang-orang Kristen sekalipun, jarang memikirkan apa yang akan terjadi dan akan dialami oleh YESUS. Sulit untuk mendalami persoalan YESUS akan pergi dan Dia akan datang kem bali. Kebanyakan orang memang lebih memikirkan jalan hidup dan kebutuhannya sendiri. Ada banyak orang berusaha agar hidup lebih baik dan nyaman. Sedangkan apa yang akan terjadi dengan YESUS dianggap tidak penting. Disamping memang sulit memikirkannya, juga segala sesuatu
yang dikerjakan dan terjadi dengan YESUS tidak penting. Tetapi YESUS mem pertegas, bahwa hal ini akan terjadi dan orang-orang tidak sigap, maka kemalangan yang akan menimpa. YESUS menegaskan "masa itu. . .matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak akan bercahaya, . . .kuasa-kuasa langit akan goncang" (baca ayat 24-25). Bukankah ini bisa membawa kebinasaan? Dan waktu kebinasaan itu juga akan dialami Anak Manusia, dan maut pun akan dialami-Nya. lni keadaan yang sangat mengerikan, orang akan menjadi takut dan bisa saja orang tidak dapat bertahan dan menyangkal imannya.

Tetapi bagi orang percaya, yang berjaga-jaga dan menanti-nantikan kedatangan-Nya akan melihat TUHAN datang dengan segala kuasa dan kemuliaan-Nya (ayat 26; bdk Wahyu 1:7). Bagi orang yang percaya dan setia kepada YESUS, waktu kedatangan itu akan merupakan sebuah perayaan yang penuh sukacita. ltu saat "Tuhan" datang dan menyatakan kemenangan-Nya. Dan kalau ini dimaksudkan waktu penebusan dosa melalui kematian-Nya, maka kebangkitan YESUS adalah waktu kedatangan-Nya kembali itu. la akan mengalahkan kuasa dosa dan maut, dan la akan bangkit dalam kuasa dan kemuliaan-Nya yang sempurna. Karena itu YESUS berkata : Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya itu terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu (ayat 31-32).

Berbahagialah orang yang memelihara iman dan yang setia kepada TUHAN.

KJ.446 : 3,4
Doa : (Ya Tuhan, mampukan kami berjaga-jaga dalam hidup ini)

MINGGU I PRAPASKAH
SBU

RABU, 23 MARET 2016
RENUNGAN MALAM
KJ 249:1,2 -Berdoa
BERJAGA-JAGALAH SETIAP SAAT

Markus 13:33-37
"Hati-hatilah dan berjaga-jagaiah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba (ay.33)

Hari ini adalah realita kehidupan yang nyata kita jalani. Hari ini masing-masing orang punya pengalaman tersendiri. Ada yang mempunyai pengalaman indah, ada juga yang punya pengalaman yang pahit. Apa yang kita alami hari ini tidak semua sesuai rencana. ltulah kenyataan hidup hari ini dengan pengalaman masing-masing.

Sekarang kita tahu bahwa semua yang terjadi tidak semuanya sesuai keinginan kita. Dan karena itu, YESUS menasihatkan melalui bacaan hari ini untuk "berhati-hati dan berjaga-jaga" (ayat 33a). TUHAN YESUS mau setiap orang yang mengikut DIA selalu terjaga (mengetahui bila waktunya tiba) dan mampu melakukan tindakan yang diperlukan, dan tindakannya itu bisa tepat. Demikian hidup kita diumpamakan YESUS seperti seseorang yang mem berikan tanggung jawab pengelolaan rumahnya kepada hamba-hambanya. Setiap hamba-hambanya sangat dipercayai dan dianggap memiliki kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan masing-masing sesuai talentanya. Semuanya harus teliti dalam setiap tugas yang diberikan, dan jika tuan rumah datang, tentu mereka akan menyerahkan kembali tanggung-jawab itu kepada yang empunya. Kita semua tahu, bahwa semua yang menjadi hamba-hambanya diharapkan tetap dan selalu berjaga-jaga.

Tentunya sangat melelahkan orang yang menanti kedatangan tuan mereka. Akan tetapi mereka harus setia dan tekun menantikannya, sebab waktu kedatangan tuan itu dikatakan oleh YESUS tidak diketahui dan merupakan rahasia sendiri. Mungkin menjelang malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta, tidak ada satu orang pun yang akan mengetahuinya. Jangan sampai setiap orang lengah, dan menjadi loyo dan apalagi sampai tertidur, maka semuanya berujung pada penolakan diri kita, karena lalai dan tidak setia. Karena itu, lebih baik setiap orang selalu berjaga-jaga, memelihara imannya dan setia menantikan kedatangan Dia dalam segala watu dan keadaan. TUHAN hanya berkenan kepada mereka yang setia.

KJ. 249 : 3
Doa : (Ya Tuhan, jadikanlah kami kudus di hadapan-Mu)




Label:   Markus 13:24-37 




Lagu Natal (Christmas)
Latest Christian Song

NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 24 MARET 2016 - MENGUJI NYALI KESETIAAN - Markus 14:26-31 - KAMIS PUTIH

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 22 MARET 2016 - AKU AKAN MEMBERI YANG TERBAIK - Markus 12:41-44 - MINGGU I PRAPASKAH

Garis Besar Markus






December 1-7 (Week 49) - Esther 7-10; Revelation 3 || Ezra 7-10; Psalm 97; Rev 4 || Nehemiah 1-3; Rev 5 || Neh 4-6; Psalm 98; Rev 6 || Neh 7-9; Psalm 140; Rev 7

Hari ini, 7 Desember - Efesus 1-3

Hari ini, 7 Desember - Maz 137:9-138:6, Dan 11-12, 1 Yoh 5, Ams 30:13-14

Hari ini, 7 Desember - Yohanes 16:1-11, Wahyu 4, Ayub 30, Yoel 2-3

BACAAN ALKITAB SETAHUN:



Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2016..

Register   Login  

contoh kj 424 bukan kj.424



Latest Christian Song
** Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 31 JANUARI 2020 - ORANG YANG MENANG ADALAH ANAK ALLAH - Wahyu 21:6-8 - MINGGU II SESUDAH EPIFANI Wahyu 21:6-8 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Alfa dan Omega, di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang // bagian mereka, Kebenaran dan kepastian dari keadaan yang membahagiakan ini disahkan oleh firman dan janji Allah, YESUS ADALAH SUMBER PENGHARAPAN DAN KEKUATAN
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 30 JANUARI 2020 - YESUS: RAJA DARI SEGALA RAJA DAN TUHAN DARI SEGALA TUHAN - Wahyu 19:14-16 - MINGGU II SESUDAH EPIFANI Wahyu 19:14-16 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

Khotbah Ibadah GPIB RABU, 29 JANUARI 2020 - YESUS ADALAH SOLUSI - Lukas 8:22-25 SGDK) -MINGGU II SESUDAH EPIFANI Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Marilah kita bertolak ke seberang danau, Yesus tertidur // Taufan // Perahu itu kemasukan air dan mereka dalam bahaya, Kita binasa // Ia pun bangun, lalu menghardik air dan angin yang mengamuk itu, Kristus memerintahkan murid-murid-Nya untuk bertolak ke seberang danau, LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN SAMA 0| MATATUHAN
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 28 JANUARI 2020 - BESAR DAN AJAIB - Wahyu 15:1-4 - MINGGU II SESUDAH EPIFANI Wahyu 15:1-4 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Tujuh Cawan Penghukuman, telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya // nyanyian Musa, hamba Allah dan nyanyian Anak Domba, Pekerjaan penumpahan tujuh cawan, yang dipercayakan kepada tujuh malaikat, Patutlah Allah dipuji dan disembah sepanjang abad, BESAR DAN AJAIB
Khotbah Ibadah GPIB - SENIN, 27 JANUARI 2020 - JANJI PENYERTAAN TUHAN - Wahyu 1:17-20 - MINGGU II SESUDAH EPIFANI Wahyu 1:17-20 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat // Efesus // Smirna // Pergamus // Tiatira, Sardis, Filadelfia, // Laodikia // Iblis, tujuh kaki dian dari emas, // Anak Manusia, // Yang Awal dan Yang Akhir // Yang Hidup; // kunci maut dan kerajaan maut // apa yang telah kaulihat // yang terjadi sekarang // yang akan terjadi sesudah ini // sesudah

Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 31 Desember 2019 - TETAP SEMANGAT KARENA TUHAN SELALU BERI BERKAT - Yesaya 61:10-11 (SGD) - MALAM TAHUN BARU Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Orang percaya yang telah lahir baru dengan sukaria menanggapi janji-janji mulia ini., Kemakmuran Jemaat . BERSYUKUR BERSAMA TUHAN
Khotbah Ibadah GPIB Senin, 30 Desember 2019 - PUJILAH NAMA TUHAN - Senin, 30 Desember 2019 - MINGGU SESUDAH NATAL Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Ajakan kepada bumi, Pujilah Tuhan di bumi, Sebuah Undangan untuk Memuji,
Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 29 Desember 2019 - MENSYUKURI PENYERTAAN ALLAH - Yesaya 52:1-10 (SGD) - HARI MINGGU SESUDAH NATAL Yesaya 52:1-10 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Dorongan bagi Yerusalem,
Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Desember 2019 - MENGENAL DlA - 1 Yohanes 1:3-6 - MINGGU SESUDAH NATAL 1 Yohanes 1:3-6 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar // persekutuan. Kamu juga , Supaya sukacita kami menjadi sempurna , Allah adalah terang, Hidup di dalam kegelapan // Tidak melakukan kebenaran, Kesaksian Rasuli
Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 27 Desember 2019 - HIDUP DI DALAM TERANG - 1 Yohanes 1:5-10 - MINGGU SESUDAH NATAL 1 Yohanes 1:5-10 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)







Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH NATAL 2019 dan TAHUN BARU 2020 GPIB
TATA IBADAH KELUARGA MALAM NATAL 2019, TATA IBADAH MALAM NATAL 2019, TATA IBADAH HARI NATAL 2019, TATA IBADAH SESUDAH NATAL 26 DES 2019, TATA IBADAH KELUARGA MALAM AKHIR TAHUN 31 DES 2019, TATA IBADAH MALAM AKHIR TAHUN 2019, TATA IBADAH TAHUN BARU 2020




New Submit
KAMIS, 2 JANUARI 2020
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 2 JANUARI 2020 - HADIAH DARI SORGA - Filipi 3:12-16 - MINGGU SESUDAH NATAL


TATA IBADAH KELUARGA MALAM AKHIR TAHUN 31 DES 2019 (bisa dilihat di HP)


TATA IBADAH KELUARGA MALAM NATAL 2019 (bisa dilihat di HP)

Jumat, 06 Desember 2019
Zie De Maan Schijnt Door De Bomen

Friday, December 06, 2019
John Schneider Scores First Number One Christian Country Single

Friday, December 06, 2019
End of journey as gospel star Zimu loses battle against cancer

Friday, December 06, 2019
‘A wakeup call:‘ British theologian N.T. Wright on the prosperity gospel, climate change and Advent

Kamis, 05 Desember 2019
When Christmas Comes Around - Caitie Hurst

Wednesday, December 04, 2019
Seek the light during busy Advent season, advises NAU chaplain

Wednesday, December 04, 2019
Seek the light during busy Advent season, advises university chaplain

Wednesday, December 04, 2019
Early Rain Church Elder Sentenced to Four Years in Prison for Having Christian Literature

Wednesday, December 04, 2019
Lighthouse Christian School Contributes to Christmas Spirit

Selasa, 03 Desember 2019
Materi Rancangan Dasar (Randas) Akta Gereja


Kalender GKJ Desember 2020


Kalender GKJ Nopember 2020


Kalender GKJ Oktober 2020


Kalender GKJ September 2020


Kalender GKJ Agustus 2020


Kalender GKJ Juli 2020


Kalender GKJ Juni 2020

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, Khotbah Ibadah GPIB 2020, Lagu Natal (Christmas), TATA IBADAH NATAL 2019 dan TAHUN BARU 2020 GPIB,



hothbah yesaya 40:1-8,   eksposisi yakobus 1:17,   TEMA NATAL GEREJA PROTESTAN MALUKU 2019/2020,   TEMA NATAL GEREJA PROTESTAN MALUKU 2019/2020,   chord O Allagku.jenguklah diriku,   kata sambutan natal,   Santapan Harian Johannes 1:14-18,   ilustrasi kasih allah terbukti untuk sekolah minggu,   sentosa dalam yesus chord,   musik mazmur 72,   not nkb 166,   kabar gembira lagu natal,   partitur SATB Hai Mari Berhimpun,   renungan Lukas 3: 1-20,   ucapan selamat natal untuk persekutuan,   lagu kidung ceria syair ibu,   lagu kidung ceria syair ibu,   partitur lagu paduan suara tema hari ibu,   khotbah mazmur 91,   lirik lagu dunia gemar dan soraklah,   pesan dan kesan natal kaum bapak,   contoh liturgi ibadah natal GPM,   contoh liturgi ibadah natal GPM,   siapa gerangan sang raja not angka,   KHOTBAH YOHANES 1:14-18 (ADVENT II),   KHOTBAH YOHANES 1:14-18 (ADVENT II),   kotbah natal 2017,   Lirik lagu natal Gloria Gloria,   Kumpulan penjabaran yohannes 1:14-18,   lirik lagu kj 376 versi toraja,   ucapan selamat natal untuk persekutuan,   +hotbah yesaya 60:1-7,   download mp3 kidung jemaat 69,   lagu natal untuk persembahan syukur,   lagu masa adven 2019,   lagu masa adven 2019,   lagu masa adven 2019,   bahan khotbah Adven Gmit 2019,   gits bakti 324,   download lagu GEREJA,   download lagu GEREJA,   lirik lagu tuhan pelita hidupku,   khotbah masa adventus yesaya12:1-6,   lirik lagu surya bersinar,   download lagu rohani mp3 gratis,   download lagu rohani mp3 gratis,   khotbah 1 tim. 4:1-16,   kalender liturgi 2020,   sambutan pranatal gmim,   contoh lagu komuni minggu advent ketiga tahun A 2019,   liturgi perayaan ekaristi 15 desember 2019 tahun a,   lagu mazmur untuk tahun a 15 desember 2019 minggu advent III,   kalender katolik desember 2019,   kalender katolik desember 2019,   kalender katolik desember 2019,   kalender katolik desember 2019,   &rct=j,   Lirik lagu natal praise and worship ibadah natal 25 desember,   nyanyian rohani no 97,   lagu berita anugerah,   doa persembahan katolik,   pidato radio menjelang natal,   kalender liturgi 2020,   lagu persembahan,   khotbah maz 72:1-7,   khotbah maz 72:1-7,   pujian untuk persembahan,   khotbah lukas 16 : 19-31 minggu biasa,   khotbah lukas 16 : 19-31 minggu biasa,   khotbah Yohannes 1:14-18,   contoh kata sambutan di acara natal,   lagu wartakanlah kabar gembira tek,   khotbah Matius 24:3-8,   kalender liturgi oktober 2020,   kalender liturgi 2019,   DSL NO 218 SAMBUTLAH,   materi adven ke1,   lirik lagu rohani pujian bukan setiap orang yang berseru Tuhan Tuhan masuk kerajaan Allah,   renungan Zakaria 9 ; 9-10,   matius 10 :34-42,   khotbah kisah para rasul 13:13-25,   contoh liturgi natal gpib,   not angka lagu bagimu damai sejahtera,   kalender liturgi desember 2019,   lagu persembahan,   pengertian tanah,kayu,perak,emas dalam konteks 2 timotius 2: 20,21,   sambutan natal sesuai tema yesus datang untuk pembaharuan,   lagu rohani o genta malam,   surat penitipan pemberkatan nikahgereja,   renungan mazmur 97 11 12,   Sabda Bina Pemuda 7 Desember 2019,   lagu rohani pakai hidupku sebagai alatmu,   kubawah kepadamu oh tuhan,   lagu kj tentang memuji tuhan,   tema natal 25 desember se gbkp 2019,   tema natal 25 desember se gbkp 2019,   ppt yohanes 15: 9 - 17,   ppt yohanes 15: 9 - 17,   Rngn kisah para rasul 8:1-25,   kata sambutan kepala sekolah,   khotbah 1 tesalonika 3 7 - 13,   kotbah yesaya 43: 1-7,   Renungan harian 2 samuel 4,   MAZMUR 146:5-10 JUSWANTORI LIRIK,   partitur koor terpujilah allah hikmatnya besar,   partitur koor terpujilah allah besar kuasanya,   renungan tentang serigala akan tinggal dengan domba,   kalender liturgi 2020,   gambar kalender katolik 2020,   kalender Liturgi 2019,   lagu misa angkatlah hatimu madahkan lagu,   renungan yesaya 11:6-9,   lagu mankind,   &rct=j,   &rct=j,   lagu pengantar pernikahan digerja,   lagu sebelum doa syafaat,   renunngan ulangan 18:15-19,   renunngan ulangan 18:15-19,   not angka lagu seribu lilin nyalakan,   not angka lagu seribu lilin nyalakan,   not angka lagu seribu lilin nyalakan,   contoh liturgi malam natal gkp,   contoh liturgi malam natal gkp,   contoh khotbah ibadah raya,   kunci lagu bagi allah yang mulia,   LIRIK mazmur gb 114,   kalender liturgi 2019,   LIRIK mazmur 146 5-10 juswantori,   Renungan Roma 15:1-13 Kaitan dengan Minggu Adven,   Berharap pada Tuhan dalam Mikha 7:7-13,   Khotbah tentang berharap pada Tuhan dalam Mikha 7:7-13,   Khotbah tentang berharap pada Tuhan dalam Mikha 7:7-13,   pakailah waktu anugrah tuhanmu lagu,   materi khotbah natal 2019,   khotbah yesaya 55:6-11,   PKJ no 72,   tata ibadah natal gbi 2019,   DAWNLOAD MP3 MULIAKANLAH,   kalender liturgi 2019,   kalender liturgi 2019,   TAFSIRAN YOHANES 1:14-18,   TAFSIRAN YOHANES 1:14-18,   Renungan untuk ibadah minggu tgl 8 desember 2019,   Renungan untuk ibadah minggu tgl 8 desember 2019,   kalender liturgi 2019,   Renungan untuk ibadah minggu tgl 8 desember 2019,   Renungan untuk ibadah minggu tgl 8 desember 2019,   lagu worship terbaru mau khotbah,   renungan matius 3:10,   hari raya katolik 2020,   LIRIK LGU MULIA SEMBAH RAJA MULIA,   teks koor lagu natal katolik,   kata kata sambutan natal kristen,   kalender liturgi katolik 2019,   judul tata ibadah gereja,   renungan dari bacaan roma 15:4-9,   liturgi katolik desember 2019,   liturgi katolik desember 2019,   teks lagu misa hari anak misioner se dunia,   Khotbah Yesaya 9:1-6,   jamita minggu 8 desember 2019, sian Johannes 1:14-18,   Yesaya 9:1-6,   kalender liturgi 2019,   Kumpulan penjabaran yohannes 1:14-18,   Kumpulan penjabaran yohannes 1:14-18,   Khotbah Yesaya 9:1-6,   khobah minggu advend ke 2 2019 gmim,   Khotbah Yesaya 9:1-6,   youtube download lagu masa adven pertama kristen protestan,   lagu persembahan natal,