Save Page
Senin, 13 Juni 2016
MINGGU IV SESUDAH PENTAKOSTA
Kejadian 7:1-9
Kejadian 7:10-24

Kejadian 7:10-24
7:10 Setelah tujuh hari datanglah air bah meliputi bumi. 7:11 Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit. 7:12 Dan turunlah hujan lebat meliputi bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya. 7:13 Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh, dan isteri Nuh, dan ketiga isteri anak-anaknya bersama-sama dengan dia, ke dalam bahtera itu, 7:14 mereka itu dan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata yang merayap di bumi dan segala jenis burung, yakni segala yang berbulu bersayap; 7:15 dari segala yang hidup dan bernyawa datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu. 7:16 Dan yang masuk itu adalah jantan dan betina dari segala yang hidup, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh; lalu TUHAN menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh. 7:17 Empat puluh hari lamanya air bah itu meliputi bumi; air itu naik dan mengangkat bahtera itu, sehingga melampung tinggi dari bumi. 7:18 Ketika air itu makin bertambah-tambah dan naik dengan hebatnya di atas bumi, terapung-apunglah bahtera itu di muka air. 7:19 Dan air itu sangat hebatnya bertambah-tambah meliputi bumi, dan ditutupinyalah segala gunung tinggi di seluruh kolong langit, 7:20 sampai lima belas hasta di atasnya bertambah-tambah air itu, sehingga gunung-gunung ditutupinya. 7:21 Lalu mati binasalah segala yang hidup, yang bergerak di bumi, burung-burung, ternak dan binatang liar dan segala binatang merayap, yang berkeriapan di bumi, serta semua manusia. 7:22 Matilah segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat. 7:23 Demikianlah dihapuskan Allah segala yang ada, segala yang di muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burung-burung di udara, sehingga semuanya itu dihapuskan dari atas bumi; hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu. 7:24 Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya.

Penjelasan:
* 7:11 - Terbelah // segala mata air samudera raya
Terbelah (băga) segala mata air samudera raya. Sejumlah besar air disimpan di bawah bumi. Jumlah air yang sangat besar ini disebut tehôm - "samudera raya" (bdg. Kej. 1:2). Air di bawah permukaan yang dibatasi oleh kekuatan kreatif Allah pada hari penciptaan kedua ini, dilepaskan untuk mengalir dalam jumlah besar dan dengan kehebatan yang tidak dapat dilukiskan. Air bah yang terjadi pada waktu itu bukan banjir besar biasa, namun sebuah banjir raksasa yang tiba-tiba melanda penduduk yang terkejut. Băga menunjuk kepada luapan menyeluruh yang menghancurkan segala sesuatu yang menghalangi. Air bah itu merupakan terlepasnya kekuatan menghancurkan yang tidak tergambarkan. Manusia tidak dapat membayangkan keganasan dan kekuatan penghancur dari air bah tersebut, juga kedahsyatan dari peragaan kekuatan Allah untuk menghancurkan makhluk-makhluk yang berdosa. Kerusakan menyeluruh manusia ketika itu jauh lebih buruk daripada yang dapat kita bayangkan. Penghancuran itu diperlukan.

* Kej 7:16-18 - Tuhan menutup pintu ... di belakang Nuh // air itu makin bertambah-tambah
Tuhan menutup pintu ... di belakang Nuh (săgar) ... air itu makin bertambah-tambah (găbar). Di tengah-tengah amukan badai dan gelombang air yang besar, Yehovah, Allah perjanjian, mengulurkan tangan kemurahan-Nya dan menutup pintu bahtera untuk menyelamatkan orang-orang-Nya. Tetapi Dia teras mencurahkan gelombang-gelombang air untuk menghancurkan sepenuhnya orang-orang berdosa di muka bumi. Para penghuni rumah terapung itu dapat terapung terus dengan aman dan terlindung sebab mereka mengandalkan Allah. Tangan ilahi yang telah membelah samudera raya dan membuka tingkap-tingkap di langit untuk mencurahkan kehancuran telah juga menunjukkan perhatian penuh kasih bagi orang-orang yang akan merupakan inti dari awal yang baru.

Sementara orang-orang pilihan Allah berdiam dengan aman di dalam bahtera, air teras bertambah dan meliputi seluruh bumi. Kata kerja găbar menunjuk kepada penguasaan, penundukan dan kuasa yang besar. Dengan tidak kenal kasihan air memegang kendali dan terus memerintah hingga gunung-gunung yang tinggipun tenggelam. Kembali maksud ilahi yang agung, perkasa dan memaksa menjadi makin jelas. Maksud ilahi sedang dilaksanakan di bumi. Kehendak Allah sedang dikerjakan.


MINGGU IV SES. PENTAKOSTA
SBU SENIN, 13 JUNI 2016
RENUNGAN PAGI
KJ.370:1 -Berdoa
BERKARYA UNTUK MENJADI BERKAT

Kejadian 7:1-9
...Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh : "Masuklah ke dalam bahtera ltu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Ku-l_ihat benar di hadapan-Ku dl antara orang zaman ini (ay.1)

Sekalipun tidak jelas apakah keluarga Nuh adalah keluarga yang takut akan Tuhan, namun dalam kasus Nuh jelas bahwa iman seorang Bapa sebagai kepala keluarga bisa membuat Tuhan Allah menyelamatkan seluruh keluarga. lnilah sebabnya mengapa kemudian dalam keluarga Israel sang Bapa selalu dlsebut sebagai imam keluarga.

Sekalipun Nuh yang membangun bahtera, namun Nuh tidak serta merta memasuki bahtera itu. Nuh menanti perintah dari Tuhan. Sebab Tuhanlah yang memerintahkan Nuh untuk membangun bahtera itu. Nuh hanya mau melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Sebab kalau Tuhan yang memerintahkan maka Tuhan akan menyertai. Nuh meyakini bahwa Tuhan akan menyertainya dan keluarganya dalam bahtera, sekalipun bahtera itu sendiri bermuatan yang halal maupun tidak halal. Dunia kita dewasa ini sangat mengagungkan hak-hak pribadi. Manusia merasa berhak atas diri dan semua hasil karyanya.
Sementara sejarah peradaban mengatakan bahwa sehebat apapun karya manusia, karya itu harus digunakan sesuai dengan firman dan kehendak Tuhan. Diluar kehendak Tuhan, karya manusla bisa menjadi bencana bagi kemanusiaan. Klta tahu bagaimana penemuan atom bisa menghasilkan bom atom, atau penemuan nuklir bisa menghasilkan senjata nuklir. Kita tahu bagaimana penggunaan benda-benda kimia yang ceroboh bisa menjadi bencana lingkungan.

Fajar hari kerja baru yang Tuhan buka bagi kita di pagi llll bukan sekedar untuk berkarya atau mengejar prestasi. Tuhan membuka hari baru ini supaya karya dan prestasi kita menjadi berkat bagi orang lain. Bukan sekedar supaya kita membangy gakan diri sebagai orang yang berhasil. Maka masukilah nan
baru ini dalam tekad dan doa, kiranya Tuhan membuat diri kila menjadi berkat bagi sesama, walau hanya seorang saja.

KJ.370 : 2
Doa : (Bimbinglah kami ya Tuhan, sebab hanya dalam birnbingan-Mu saja kami bisa menjadi berkat bagi sasama)




MINGGU IV SES. PENTAKOSTA
SENIN, 13 JUNI 2016
RENUNGAN MALAM
KJ 388:1 -Berdoa
TUHAN YANG PELIHARA

Kejadian 7:10-24
....lalu TUHAN menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh (ay.16b)....

Nuh pasti bisa bermasalah; paling tidak dengan binatang-binatang yang masuk dalam bahtera untuk ikut diselamatkan. Sebab binatang buaspun ikut dalam bahtera. Lalu bagaimana Nuh tahu pasti bahwa bahtera itu akan aman? Paling tidak ada tiga hal: Pertama Tuhan yang menyuruh Nuh membangun bah-
tera; Kedua Tuhan yang menentukan isi bahtera itu; Dan ketiga Tuhan menutup pintu bahtera itu sendiri. Bukan Nuh. Dengan cara ini mau dikatakan bahwa tidak akan ada gangguan apapun dari Iuar yang bisa mengganggu Nuh dalam bahtera itu.

Bahtera digunakan sebagai simbol Gereja yang berjuang melewati badai zaman. Bahwa Gereja itu berisikan warga yang tidak suci, tetapi dipilih untuk diselamatkan. Bahtera juga digunakan sebagai simbol kehidupan; baik keluarga maupun kehidupan pribadi. Semua kita harus berjuang menghadapi gelombang pergumulan. Kita membawa syukur akan tetapi kita juga membawa keluhan dan bahkan kepahitan dalam bahtera kehidupan. Tiap orang punya syukur dan kepedihan yang berbeda.
Hari ini telah kita lalui sebagai rangkaian pengalaman kehidupan. Ada yang membuat kita mengucap syukur, ada yang membuat kita menyesal. Kita juga tidak bisa memastikan apakah seluruh perilaku kita hari ini membuat sesama kita memuji Tuhan, ataukah mengadu kepada Tuhan. Ketika malam menjadi bagian kita, Tuhan sendirilah yang menutup hari ini bagi kita. Maka satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah datang kepada Tuhan.

Mensyukuri semua yang baik dan mohon ampun atas semua kesalahan dan kelemahan; baik yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari. Supaya roh dan jiwa kita menjadi lega, dan istirahatjasmani memberikan kekuatan baru untuk menghadapi hari esok dengan segala tantangannya.

KJ. 388 : 2
Doa : (Bapa, dalam perlindungan-Mu kami aman, dalam rangkulan-Mu jiwa kami tenteram)






* Kejadian 7:17-20
    Di sini kita diberi tahu,
        I. Berapa lama air bah itu naik, yaitu empat puluh hari (ay. 17). Dunia yang cemar semula tidak percaya bahwa air bah akan datang. Dan ketika air bah benar-benar datang mereka menghibur diri mereka sendiri dengan harapan bahwa air itu akan segera surut dan tidak akan sampai berlebihan. Tetapi air terus naik, semakin bertambah-tambah. Perhatikanlah,
            1. Apabila Allah menghakimi, Ia akan menang. Jika Ia memulai, Ia akan mengakhiri. Jalan-Nya sempurna, baik dalam menghakimi maupun dalam memberi belas kasihan.
            2. Mendekatnya penghakiman-penghakiman Allah secara bertahap, yang dirancang untuk mempertobatkan orang-orang berdosa, sering kali disalahgunakan untuk membuat mereka berkeras dalam keangkuhan mereka.
        II. Sampai seberapa tinggi air itu naik: air itu naik sedemikian tinggi sehingga bukan saja dataran-dataran rendah terendam air, tetapi untuk memastikan pekerjaannya, dan agar tak seorang pun bisa terluput, puncak-puncak gunung tertinggi pun dibanjirinya - lima belas hasta, yaitu sekitar tujuh meter. Sehingga sungguh sia-sia menantikan keselamatan dari pada segala bukit, atau dari pada gunung (Yer. 3:23). Tidak ada satu pun dari ciptaan-ciptaan Allah yang sedemikian tinggi sehingga kuasa-Nya tidak dapat melampaui mereka. Dan Ia akan membuat mereka tahu rasa bahwa saat mereka berbuat tinggi hati, Ia mengatasi mereka. Mungkin puncak-puncak gunung itu dihanyutkan oleh kekuatan air, yang sangat berperan dalam membuat air makin bertambah-tambah sehingga mengatasi puncak-puncak gunung. Sebab dikatakan (Ayb. 12:15), Ia melepaskan air, dan air itu tidak hanya menghanyutkan tetapi juga menjungkirbalikkan bumi. Demikianlah benteng dusta disapu bersih, dan air lebat menghanyutkan persembunyian orang-orang berdosa (Yes. 28:17), maka sia-sia saja mereka berlari kepadanya untuk berlindung (Why. 6:16). Sekarang gunung-gunung beranjak, dan bukit-bukit berpindah, dan tidak ada lagi yang dapat menolong manusia kecuali perjanjian damai (Yes. 54:10). Tidak ada satu tempat pun di bumi yang begitu tinggi yang bisa menjadi tempat berdiri manusia sehingga ia bisa berada di luar jangkauan penghakiman-penghakiman Allah (Yer. 49:16; Ob. 1:3-4). Tangan Allah akan menjangkau semua musuh-Nya (Mzm. 21:9). Amatilah bagaimana penghakiman-penghakiman itu diukur secara tepat (lima belas hasta), bukan dengan alat ukur milik Nuh, melainkan dengan pengetahuan Dia yang mengukur air dalam timbangan (Ayb. 28:25, KJV; TB: "mengatur banyaknya air" - pen.).
        III. Apa yang terjadi dengan bahtera Nuh ketika air bah itu naik: Bahtera itu melampung tinggi dari bumi (ay. 17), dan terapung-apung di muka air (ay. 18). Ketika semua bangunan lain dirobohkan oleh air, dan terkubur di bawahnya, hanya bahtera yang tetap bertahan. Amatilah,
            1. Air yang menghancurkan segalanya itu justru menopang bahtera. Apa yang bagi orang-orang tidak percaya merupakan bau kematian yang mematikan, bagi orang-orang yang beriman merupakan bau kehidupan yang menghidupkan.
            2. Semakin tinggi air, semakin tinggi bahtera itu terangkat menggapai langit. Demikianlah penderitaan-penderitaan yang dikuduskan akan meninggikan kerohanian orang. Dan seiring dengan bertambahnya persoalan, penghiburan pun semakin lebih bertambah-tambah.

* Kejadian 7:21-24
    Inilah,
        I. Kehancuran semua makhluk hidup di mana-mana oleh air bah.Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi (Mzm. 46:9), dan bagaimana Ia membuat tumpukan demi tumpukan. Belum pernah maut menang, dari mulai pertama ia masuk sampai saat ini, seperti pada waktu itu. Pergilah, pandanglah Maut yang menunggangi kuda hijau kuningnya, dan kerajaan maut yang mengikutinya (Why. 6:7-8).
            1. Segala ternak, burung, dan binatang merayap mati, kecuali sedikit dari mereka yang ada dalam bahtera. Amatilah bagaimana pernyataan ini diulangi: Lalu mati binasalah segala yang hidup (ay. 21). Matilah segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat (ay. 22). Segala yang ada (ay. 23). Tetapi mengapa demikian? Hanya manusia yang berbuat jahat, dan sudah sewajarnya tangan Allah menentang dia. Tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka? Saya menjawab,
                (1) Kita yakin bahwa Allah tidak pernah berbuat salah terhadap mereka. Dia adalah Tuhan yang berdaulat atas segala kehidupan, sebab Dia satu-satunya Sumber dan Pencipta kehidupan. Dia yang menjadikan mereka seperti yang dikehendaki-Nya bisa meniadakan mereka kapan saja Ia menghendakinya. Dan siapa yang dapat berkata kepada-Nya apa yang Kaulakukan? Tidak bolehkah Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya kepada milik-Nya sendiri, yang diciptakan untuk kesenangan-Nya?
                (2) Allah secara menakjubkan benar-benar memenuhi tujuan-tujuan kemuliaan-Nya sendiri dengan kehancuran mereka, seperti halnya dengan penciptaan mereka. Dalam hal ini kekudusan dan keadilan-Nya sangatlah diagungkan. Dengan ini tampak bahwa Ia membenci dosa, dan amat murka terhadap orang-orang berdosa, sehingga bahkan makhluk-makhluk yang lebih rendah, karena mereka adalah hamba-hamba manusia dan bagian dari miliknya, dan karena mereka sudah disalahgunakan untuk menjadi hamba-hamba dosa, dihancurkan bersama-sama dengan dia. Hal ini membuat penghakiman itu lebih mencengangkan, lebih mengerikan, dan, sebagai akibatnya, lebih mengungkapkan murka dan pembalasan Allah. Penghancuran makhluk-makhluk adalah pembebasan mereka dari belenggu kerusakan, pembebasan yang begitu didambakan dengan merintih oleh segala makhluk pada saat ini (Rm. 8:21-22). Itu juga merupakan contoh dari hikmat Allah. Sama seperti makhluk-makhluk dijadikan untuk manusia ketika ia dijadikan, demikian pula mereka dikembangbiakkan untuk dia ketika dia beranak cucu. Dan oleh sebab itu, karena sekarang manusia berkurang menjadi begitu sedikit, maka pantaslah jika binatang-binatang harus dikurangi dalam jumlah yang sepadan, sebab kalau tidak, mereka akan berkuasa, akan mengisi bumi, dan umat manusia yang tersisa akan dikalahkan oleh mereka. Lihatlah bagaimana Allah mempertimbangkan hal ini dalam kasus lain (Kel. 23:29), supaya segala binatang hutan jangan bertambah banyak melebihi engkau.
            2. Semua laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang ada di dunia (kecuali yang ada di dalam bahtera) mati. Semua orang (ay. 21 dan ay. 23), dan ada kemungkinan mereka berjumlah banyak sebanyak seperti yang ada sekarang di muka bumi, jika tidak lebih banyak. Nah,
                (1) Kita dapat dengan mudah membayangkan kengerian dan kebingungan seperti apa yang mencekam mereka ketika mereka melihat bahwa mereka sudah dikepung. Juruselamat kita memberi tahu kita bahwa sampai pada hari ketika air bah datang, mereka makan dan minum (Luk. 17:26-27). Mereka sudah tenggelam dalam rasa aman dan nafsu badaniah sebelum mereka ditenggelamkan di dalam air itu, seraya berseru damai sejahtera, damai sejahtera pada diri mereka sendiri, tuli dan buta terhadap segala peringatan ilahi. Dalam keadaan inilah maut mengejutkan mereka, seperti dalam 1 Samuel 30:16-17. Tetapi, oh, betapa mereka terkaget-kaget pada waktu itu! Sekarang mereka melihat dan merasakan apa yang tidak mau mereka percayai dan takuti, dan mereka diyakinkan akan kebodohan mereka ketika semuanya sudah terlambat. Sekarang mereka tidak mendapat tempat untuk bertobat, meskipun mereka mencarinya dengan tekun sambil bersimbah air mata.
                (2) Kita bisa menduga bahwa mereka mencoba segala cara dan sarana yang mungin untuk menyelamatkan diri, tetapi semuanya sia-sia. Sebagian orang memanjat sampai ke pucuk-pucuk pohon atau mendaki sampai ke puncak-puncak gunung, dan meredakan kengerian-kengerian mereka di sana untuk sementara waktu. Tetapi air bah itu sampai juga pada mereka, pada akhirnya, dan mereka dipaksa mati dengan cara yang lebih sadar. Sebagian yang lain, ada kemungkinan, menempel pada bahtera itu, dan sekarang berharap bahwa bahtera ini bisa menjadi tempat yang aman bagi mereka, yang sebelumnya menjadi bahan olok-olok mereka. Mungkin sebagian orang memanjat atap bahtera itu, dan berharap untuk berpindah ke sana. Tetapi entah mereka binasa di sana karena kekurangan makanan, atau, dengan cara mati yang lebih cepat, terpaan hujan menjatuhkan mereka dari geladak itu. Yang lain, ada kemungkinan, berharap dapat membujuk Nuh untuk memasukkan mereka ke dalam bahtera, dan berseru bahwa mereka sudah lama mengenal dia, " Bukankah kami telah makan dan minum di hadapanmu? Bukankah engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami?" "Ya," begitu mungkin jawab Nuh, "itu memang terjadi, berkali-kali, tetapi tidak membawa banyak hasil. Kamu menolak ketika aku memanggil; bahkan, kamu mengabaikan nasihatku (Ams. 1:24-25), dan sekarang aku tidak berkuasa lagi untuk menolongmu: Allah telah menutup pintu, dan aku tidak bisa membukanya." Demikianlah nanti pada hari penghakiman agung. Mendaki tinggi-tinggi dengan mengaku-ngaku diri beragama, atau mengaku kenal dengan orang-orang baik, tidak akan membawa manusia ke sorga (Mat. 7:22; Mat. 25:8-9). Orang-orang yang tidak ditemukan di dalam Kristus, Sang Bahtera, pasti akan binasa, binasa untuk selama-lamanya. Keselamatan itu sendiri tidak dapat menyelamatkan mereka. Lihat Yesaya 10:3.
                (3) Kita dapat menduga bahwa sebagian dari orang-orang yang binasa dalam air bah itu sudah membantu Nuh, atau dipekerjakan olehnya, untuk membangun bahtera, namun mereka tidak begitu bijak dan bertobat sehingga menyediakan tempat bagi mereka sendiri di dalamnya. Demikianlah para pelayan jemaat yang fasik, meskipun mungkin saja berperan dalam membantu orang lain masuk sorga, akan dilemparkan sendiri ke dalam neraka.
    Marilah sekarang kita berhenti sejenak dan mempertimbangkan penghakiman yang dahsyat ini! Biarlah hati kita merenungkan kengerian, kengerian dari kehancuran ini. Marilah kita lihat, dan berkata, ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup; siapakah yang tahan berdiri menghadapi geram-Nya? Marilah kita lihat dan berkata, betapa jahat dan pedihnya kita bila meninggalkan Allah. Dosa orang-orang berdosa, tanpa pertobatan, akan menghancurkan mereka, cepat atau lambat. Jika Allah itu benar, maka itu akan terjadi. Sungguh, orang jahat tidak akan luput dari hukuman. Allah yang benar tahu bagaimana mendatangkan air bah atas dunia orang-orang fasik (2Ptr. 2:5). Elifas merujuk pada cerita ini sebagai peringatan yang masih berlaku terhadap dunia yang tidak acuh (Ayb. 22:15-16), apakah engkau mau tetap mengikuti jalan lama, yang dilalui orang-orang jahat, mereka yang telah direnggut sebelum saatnya, dan dicampakkan ke dalam kekekalan, yang alasnya dihanyutkan sungai?
        II. Pemeliharaan khusus terhadap Nuh dan keluarganya: Hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu (ay. 23). Amatilah,
            1. Nuh hidup. Sementara semua orang di sekelilingnya menjadi tugu-tugu peringatan keadilan, beribu-ribu roboh di sebelah kanannya dan berpuluh-puluh ribu di sebelah kirinya, ia menjadi tugu peringatan belas kasihan. Hanya dengan mata kepalanya sendiri ia dapat menonton dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik (Mzm. 91:7-8). Sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya (Mzm. 32:6). Kita mempunyai alasan untuk berpikir bahwa, selagi Allah yang panjang sabar menunggu, Nuh tidak hanya memberitakan kabar, tetapi juga berdoa untuk dunia yang fasik itu, supaya murka Allah jangan datang. Tetapi doa-doanya kembali ke hatinya sendiri, dan terkabul hanya dalam terluputnya dirinya sendiri, yang dengan jelas dirujuk dalam Yehezkiel 14:14, Nuh, Daniel dan Ayub, mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri. Sebuah tanda kehormatan akan dipasang pada diri pendoa-pendoa syafaat.
            2. Hanya Nuh yang hidup. Nuh tetap hidup, itu saja. Sebenarnya, ia terkubur hidup-hidup, yaitu terkurung di tempat yang sempit, ngeri terhadap hujan yang turun dengan begitu menakutkan, air bah yang bertambah naik, dan segala jeritan serta teriakan para tetangganya yang binasa, dan hatinya dipenuhi oleh pikiran-pikiran sedih tentang kehancuran-kehancuran yang terjadi. Tetapi ia menghibur dirinya dengan hal ini, bahwa ia sedang berada di jalan kewajiban dan jalan pembebasan. Dan kita diajar (Yer. 45:4-5) bahwa ketika penghakiman-penghakiman yang menghancurkan sedang terjadi di mana-mana, kita tidak boleh mencari hal-hal besar atau menyenangkan bagi diri kita sendiri, tetapi dengan rasa syukur tak terperikan kita harus menerima hidup yang diberikan kepada kita sebagai korban bagi orang lain.


Label:   Kejadian 7:10-24 


HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song
Jesus Is Risen Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 14 Juni 2016 - SELALU ADA TUNAS BERKAT BARU Kejadian 8:6-14 - MINGGU IV SESUDAH PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 12 JUNI 2016 - KUALITAS HIDUP UMAT-NYA - Kejadian 6:9-22 - MINGGU IV SESUDAH PENTAKOSTA

Garis Besar Kejadian




BACAAN ALKITAB SETAHUN:
  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Bacaan Alkitab GMIT 2019
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2016..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    contoh kj 392 bukan kj.392





    Beli Kaos C59. Klik Disni

    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate) *,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, MNR1 *, MNR2 *, MAZMUR MP3 GKI, Nyanyian Pujian, Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Kenya Worship Songs
    Ghana Worship Songs
    Russian Worship Songs
    Chinese Praise and Worship Song
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Greek Worship Songs
    French Worship Songs
    Spanish Worship Songs





    Tata Ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung 19 April 2019 dan Tata Ibadah Paskah 21 April 2019 GPIB
    Terlampir disampaikan : 1. Tata Ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung 19 April 2019 2. Tata Ibadah Paskah 21 April 2019



    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)


    New Submit
    Minggu, 21 April 2019
    Come Back Home - Manafest feat. Trevor McNevan

    Sabtu, 20 April 2019
    How He Loves - Peter Mattis | Bethel Music

    Sabtu, 20 April 2019
    Still - Amanda Lindsey Cook

    Jumat, 19 April 2019
    With You On My Mind - Kenny Smith

    Jumat, 19 April 2019
    Lord, What's Happening To Your People - Kenny Smith

    Jumat, 19 April 2019
    Wings of a Dove - Ferlin Husky

    Jumat, 19 April 2019
    How Great Thou Art - Carrie Underwood featuring Vince Gill

    Jumat, 19 April 2019
    Peace in the Valley - Elvis Presley

    Jumat, 19 April 2019
    Will the Circle be Unbroken - Johnny Cash and Family

    Jumat, 19 April 2019
    Precious Memories - Alan Jackson

    Jumat, 19 April 2019
    I Saw the Light - Hank Williams

    Jumat, 19 April 2019
    Amazing Grace - Dolly Parton

    Jumat, 19 April 2019
    Looking Up - Citizens (U.S.)

    Rabu, 17 April 2019
    Glory - Building 429

    Rabu, 17 April 2019
    Glory Defined - Building 429

    Rabu, 17 April 2019
    Lord I Need You - Conrad Johnson

    Rabu, 17 April 2019
    Blessed Assurance - Conrad Johnson

    Selasa, 16 April 2019
    Just Like You - Anthony Evans

    Selasa, 16 April 2019
    Love You With My Life - Anthony Evans

    Selasa, 16 April 2019
    How He Loves - Anthony Evans

    Pemilihan Presiden
    Quick Count    |    Real Count

    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,