Save Page

Lukas 6:1-5
Murid-murid memetik gandum pada hari Sabat
6:1 Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya. 6:2 Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?" 6:3 Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, 6:4 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?" 6:5 Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

Penjelasan:

* Luk 6:1 - Pada suatu hari Sabat // Memetik bulir gandum
Pada suatu hari Sabat (dalam Authorized Version: Saat kedua sesudah yang pertama). Ungkapan ini mengacu kepada penggunaan tarikh Yahudi. Mungkin yang dimaksudkan adalah hari Sabat kedua sesudah pembukaan tahun religius pada hari Paskah. Beberapa naskah kuno Injil Lukas sama sekali tidak mencantumkan ungkapan dalam Authorized Version ini. Memetik bulir gandum. Orang-orang yang dalam perjalanan diperbolehkan memetik gandum atau buah untuk langsung dimakan, tetapi tidak boleh untuk dipanen secara bebas di ladang milik orang lain (Ul. 23:24, 25).

* Luk 6:2 - Berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan
Berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan. Penafsiran yang ketat tentang Hukum Taurat menganggap memetik dan menggisar gandum sebagai bekerja, sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat.

* Luk 6:3 - Tidakkah kamu baca
Tidakkah kamu baca. Yesus mengacu kepada Alkitab untuk melihat ilustrasi yang berbeda dari kehidupan Daud (I Sam. 21:1-6). Apabila Daud dapat melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan di dalam keadaan darurat, mengapa diri-Nya tidak?

* Luk 6:5 - Tuhan atas hari Sabat
Tuhan atas hari Sabat. Di samping kekuasaan untuk mengampuni dosa, Yesus mengklaim diri-Nya memiliki kuasa atas hukum hari Sabat.

* Luk 6:1-11 - Perbuatan Belas Kasih sesuai untuk Dilakukan pada Hari Sabat
    Dalam pasal ini terdapat uraian Kristus mengenai hukum moral. Ia bukan datang untuk menghapuskan melainkan untuk menggenapi dan melengkapinya melalui Injil-Nya.

    I. Di sini terdapat bukti mengenai sahnya perbuatan yang dilakukan atas dasar suatu kebutuhan dan sahnya perbuatan belas kasihan yang dilakukan pada hari Sabat. Yang pertama membenarkan tindakan murid-murid Kristus yang memetik gandum pada hari Sabat, dan yang kedua membenarkan tindakan-Nya sendiri karena menyembuhkan orang yang lumpuh tangannya pada hari Sabat (ay. 1-11).
    II. Kristus menyendiri untuk berdoa di tempat tersembunyi (ay. 12).
    III. Ia memanggil kedua belas rasul (ay. 13-16).
    IV. Ia menyembuhkan penyakit orang banyak yang menyampaikan permohonan kepada-Nya (ay. 17-19).
    V. Khotbah yang disampaikan-Nya kepada para murid-Nya dan orang banyak, mengajar mereka tentang kewajiban mereka terhadap Allah dan manusia (ay. 20-49).

Perbuatan Belas Kasih sesuai untuk Dilakukan pada Hari Sabat (6:1-11)

    Kedua kisah tersebut telah kita baca juga dalam Injil Matius dan Markus, dan keduanya diceritakan secara berurutan (Mat. 12:1; Mrk. 2:23; 3:1), sebab meskipun saat kejadiannya saling terpisah, keduanya dirancang untuk meluruskan kekeliruan para ahli Taurat dan orang Farisi berkaitan dengan hari Sabat, yakni tentang perhentian badaniah yang terlalu mereka tekankan pada hari tersebut dan yang mereka persyaratkan untuk dilaksanakan dengan ketat melebihi apa yang dimaksudkan oleh Sang Pemberi hukum itu sendiri.
    Di sini:

    I. Kristus membenarkan murid-murid-Nya atas perbuatan yang memang perlu mereka lakukan pada hari itu, yakni memetik bulir gandum, karena merasa lapar. Dalam Injil Lukas ini disebutkan waktu Sabat yang tidak kita temukan dalam injil-injil yang lain, yaitu pada hari Sabat kedua (ay. 1) (menurut KJV -- pen.), yang menurut Dr. Whitby jelas mengacu kepada hari Sabat pertama setelah hari kedua dari hari raya Roti Tidak Beragi, dan sejak hari itulah mereka mulai menghitung tujuh minggu sebelum hari raya Pentakosta. Mereka menyebut minggu pertama dari ketujuh minggu itu sebagai Sabbaton deuteroproton, minggu kedua deuterodeuteron, dan seterusnya. Terpujilah Allah bahwa kita tidak perlu terlampau mempermasalahkan perkara ini. Apakah jenis-jenis Sabat ini disebut-sebut untuk menunjukkan bahwa hari Sabat ini memiliki kehormatan tersendiri, sehingga memperparah pelanggaran murid-murid, atau sekadar untuk memperlihatkan bahwa karena itu adalah hari Sabat pertama sesudah persembahan hasil gandum pertama, maka itu adalah masa ketika gandum hampir masak, semuanya ini tidaklah penting bagi kita.

    Namun, kita dapat melihat:

        . Bahwa murid-murid Kristus tidak perlu terlampau mempermasalahkan apa yang mereka makan pada saat tertentu, terutama pada hari Sabat, melainkan mengambil apa saja yang paling mudah didapatkan, dan mensyukurinya. Murid-murid ini memetik bulir gandum dan memakannya (ay. 1). Mereka hanya memakan sedikit gandum yang nyaris tidak ada rasanya.
        . Banyak orang yang melakukan kejahatan besar biasanya sangat mudah mencela orang lain yang melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak berdosa dan tidak merugikan orang lain (ay. 2). Orang-orang Farisi menuduh bahwa murid-murid telah melakukan perbuatan yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat, padahal mereka sendiri suka makan enak pada hari Sabat, melebihi hari-hari lainnya.
        . Yesus Kristus akan membela tindakan murid-murid-Nya ketika mereka dicela secara tidak adil. Ia akan mengakui dan berkenan dengan perbuatan-perbuatan mereka sekalipun orang lain menuduh perbuatan mereka tidak diperbolehkan. Alangkah baiknya bagi kita bahwa bukan manusia yang akan menjadi hakim atas kita, dan bahwa Kristus-lah yang akan menjadi Pembela kita!
        . Jika memang diperlukan, segala tata upacara yang sifatnya lahiriah boleh diabaikan. Seperti roti sajian bagi para imam yang diberikan kepada Daud ketika ia atas pemeliharaan Allah dibawa ke dalam kesukaran sedemikian rupa hingga hanya tersedia roti itu saja baginya atau dia tidak makan apa-apa sama sekali (ay. 3-4). Jadi, jika ketetapan Allah sendiri saja boleh dikesampingkan demi sesuatu yang sungguh baik, terlebih lagi kebiasaan yang dibuat manusia.
        . Perbuatan yang dilakukan karena suatu kebutuhan memang diperbolehkan, apalagi pada hari Sabat. Namun, kita harus berhati-hati supaya tidak memanfaatkan kebebasan ini untuk berbuat sekehendak hati dan menyalahgunakan kelonggaran serta kerendahan hati Allah yang menguntungkan itu untuk hal yang merusak.
        . Walaupun memperbolehkan kita melakukan suatu pekerjaan pada hari Sabat karena suatu kebutuhan, Yesus Kristus ingin agar kita tahu dan ingat bahwa hari Sabat adalah hari-Nya, dan oleh sebab itu hari tersebut selayaknya digunakan untuk melayani dan menghormat-Nya (ay. 5): Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat. Dalam kerajaan Sang Penebus, hari Sabat dijadikan hari Tuhan. Dalam kerajaan tersebut, tujuan dari Sabat orang Yahudi diubah dalam hal-hal tertentu, Sabat tersebut terutama ditujukan untuk menunjukkan rasa hormat terhadap Sang Penebus, seperti halnya yang dilakukan terhadap Sang Pencipta dengan Sabat orang Yahudi (Yer. 16:14-15). Sebagai tanda perubahan ini, hari Sabat bukan saja mendapatkan nama baru, yakni hari Tuhan (tanpa mengabaikan nama lama, sebab hari itu masih hari perhentian), tetapi juga dijadikan hari baru, yaitu hari pertama dalam seminggu.
    II. Kristus membenarkan diri-Nya sendiri dalam melakukan perbuatan belas kasihan terhadap orang lain pada hari Sabat.

    Perhatikanlah di sini:

        . Pada hari Sabat Kristus masuk ke rumah ibadat. Perhatikanlah, setiap kali kita beroleh kesempatan, sudah menjadi kewajiban kita untuk menguduskan hari Sabat dalam perhimpunan ibadah. Pada hari Sabat harus ada pertemuan kudus dan janganlah tempat ibadah kita kosong tanpa alasan yang benar.
        . Di rumah ibadat, pada hari Sabat itu, Ia mengajar. Memberikan dan menerima pengajaran dari Kristus adalah pekerjaan yang sangat patut dilakukan pada hari Sabat di rumah ibadat. Kristus mengambil setiap kesempatan untuk mengajar, bukan saja kepada murid-murid-Nya, melainkan juga kepada orang banyak.
        . Seorang sakit yang ditangani Kristus duduk di antara para pendengar-Nya. Seorang yang mati tangan kanannya datang untuk belajar dari Kristus. Tidak disebutkan apakah dia berharap untuk disembuhkan. Namun, orang-orang yang ingin disembuhkan oleh anugerah Kristus harus bersedia mempelajari pengajaran Kristus.
        . Di antara orang-orang yang mendengarkan pengajaran Kristus yang sangat baik dan menyaksikan mujizat-mujizat-Nya yang luar biasa itu, ada sebagian yang hanya datang tanpa maksud apa pun selain untuk berseteru dengan-Nya (ay. 7). Para ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu seharusnya bersikap adil dengan memberi-Nya peringatan saja bahwa kalau Dia menyembuhkan pada hari Sabat, mereka akan memandang tindakan-Nya itu sebagai pelanggaran terhadap hukum keempat, sebab, perkara seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya (belum pernah ada yang mampu menyembuhkan seperti Dia). Bukannya memberi peringatan, mereka sebaliknya mengamat-amati Yesus bagaikan singa mengintai mangsanya, apakah Ia akan menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat menemukan alasan untuk mempersalahkan Dia, dan mengejutkan-Nya dengan dakwaan.
        . Yesus Kristus tidak merasa malu atau pun takut untuk mengakui tujuan anugerah-Nya di hadapan orang-orang yang Dia tahu hendak melawan-Nya (ay. 8). Ia mengetahui pikiran mereka dan apa yang mereka rencanakan. Ia lalu menyuruh orang sakit itu bangun dan berdiri di tengah untuk menguji iman dan keberaniannya.
        . Ia bertanya langsung kepada para lawan-Nya dan menantang keyakinan hati nurani mereka, apakah memang benar tujuan hukum keempat adalah untuk mencegah orang untuk berbuat baik pada hari Sabat, untuk melakukan suatu perbuatan baik yang harus melakukan bila ada kesempatan dan tidak dapat ditunda-tunda lagi? (ay. 9) "Manakah yang sah menurut hukum pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat?" Di antara orang-orang jahat, tidak ada lagi yang lebih gila dan liar seperti para penyesah, karena mereka selalu berusaha berbuat jahat terhadap orang-orang yang berbuat baik.
        . Kristus menyembuhkan orang yang malang itu dan memulihkan tangan kanannya dengan suatu perkataan, meskipun Ia tahu bahwa musuh-musuh-Nya bukan saja merasa tersinggung karenanya, tetapi juga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerang-Nya (ay. 10). Janganlah kita menarik diri dari kewajiban atau pekerjaan baik kita hanya karena tekanan yang kita temui ketika melakukannya.
        . Melihat kejadian itu, lawan-lawan-Nya semakin marah kepada-Nya (ay. 11). Mereka bukannya diyakinkan bahwa Dia adalah Guru yang datang dari Allah lewat mujizat ini seperti seharusnya, dan mengasihi-Nya sebagai orang yang berbuat baik kepada umat manusia, mereka malah dipenuhi dengan amarah. Mereka merasa kesal karena tidak berhasil mencegah-Nya berbuat baik atau menghalang-halangi-Nya untuk semakin mengasihi orang banyak. Mereka marah pada Kristus, marah pada orang banyak, dan marah pada diri sendiri. Amarah adalah kebebalan yang singkat, sedangkan kedengkian adalah kebebalan yang berlarut-larut. Kedengkian mereka itu tidak terkuasai, terutama karena harapan yang tidak tercapai. Waktu mereka tidak berhasil mencegah-Nya mengadakan mujizat ini, mereka pun berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus, cara apa lagi yang dapat mereka ambil untuk menjatuhkan-Nya. Kita mungkin terheran-heran melihat bagaimana anak-anak manusia bisa begitu jahat, sedangkan Anak Allah begitu sabar menanggung kejahatan mereka itu.


SGDK
MINGGU XIV SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 21 AGUSTUS 2016
HARI TUHAN BAGI KEBAHAGIAAN MANUSIA
LUKAS 6:1-5

1. PENGANTAR
Tidak bekerja di hari Sabat adalah perintah Tuhan (Kel 20: 8-
11). Perintah itu bagi umat Israel tidak pernah ditarik dan
dibatalkan. Oleh sebab itu suka atau tidak suka, mau atau tidak
mau harus dilaksanakan dan diterapkan dengan penuh
tanggungjawab. Ada hubungan yang erat antara umat Israel dan
Taurat. Berhenti melaksanakan Taurat berarti berhenti menjadi
umat Israel. Masalahnya ialah Taurat yang diberikan Tuhan untuk
menata dan mengatur kehidupan umat Israel ditafsir dan dipahami
secara Iain. Akibatnya makna Taurat yang dalam dibuat menjadi
sulit, tidak praktis dan dangkal.

Perintah tidak boleh bekerja di hari Sabat, diuraikan dan
dikembangkan menjadi sejumlah larangan atau perintah yang
rumit dan aneh. Manusia melibatkan diri dan merasa harus
"memperbaiki" Taurat Tuhan yang sebenarnya sudah baik, tetapi
menurut mereka kurang baik. Manusia melibatkan diri untuk
"melengkapi" Taurat Tuhan yang sudah Iengkap, karena menurut
mereka belum lengkap. Jiwa dan makna Taurat dislngkirkan dan
hilang di dalam peraturan-peraturan yang legalistis.

2. PEMAHAMAN TEKS
Pen'ntah Tuhan jelas: Kuduskan hari Sabat dan jangan bekerja
di hari itu. Tetapi perintah itu dielaborasi dan dikembangkan
secara detail sehingga menjadi 39 poin atau peristiwa yang tidak
boleh dilakukan di hari Sabat. Antara lain ialah: menuai,
menggosok dengan tangan, menampi dan mempersiapkan
makanan di hari Sabat. Peristiwa itulah yang dibuat oleh murid-
murid, sehingga mereka telah melanggar Taurat.

Memetik gandum berarti mereka telah menuai di hari Sabat.
Murid-murid menggosok-gosok gandum dengan tangannya
berarti mereka telah melanggar Taurat, sebab perbuatan itu
dilarang. Dengan meniup-niup hasil gosokan gandum untuk
menghilangkan kulitnya berarti mereka telah menampi dan itu
pelanggaran Taurat. Dan akhirnya mereka makan gandum itu
berarti mereka telah mempersiapkan makanan pada hari Sabat.
Semua yang dikerjakan oleh murid-murid di ladang gandum itu
jelas bertentangan dengan Taurat menurut pemahaman orang-
orang Farisi. Oleh sebab itu mereka mengecam Yesus dan murid-
muridnya. Walaupun sebenarnya murid-murid melakukan hal itu
bukan tanpa alasan. Menurut kesaksian Injil Matius, mereka
melakukan hal itu karena mereka |a_par (Matius 12:1).

Ketika pemuka agama terperangkap dalam peraturan ciptaan
mereka sendiri secara harfiah, Yesus menekankan makna Taurat
yang sebenarnya. Manusia lebih penting dari peraturan, sebab
tujuan peraturan dibuat adalah untuk kepentingan manusia. Yesus
berargumentasi melawan pemahaman yang salah dengan
menunjukkan cerita tentang Daud. Dalam keadaan yang men-
desak, peraturan boleh dilanggar. Daud yang kelaparan, makan
roti yang dipersembahkan kepada Tuhan ( 1 Samuel 21:1-6).
Padahal roti itu hanya boleh dimakan oleh para imam (lmamat
24:5-9).

Manusia lebih penting dari Sabat oleh sebab itu jiwa dari
peraturan Sabat ialah melayani manusia. Sabat tidak boleh me-
nyiksa manusia yang lapar, tetapi Sabat harus mem berikan ruang
dan kesempatan yang sebesar-besarnya bagi kebahagiaan
manusia. Sabat tidak boleh menghambat setiap upaya yang
memperjuangkan kebahagiaan.

3. RELEVANSI
Perhentian atau istirahat di hari Sabat adalah momen panting
untuk mengingat dan merayakan kebaikan Tuhan. Kebaikan
Tuhan yang menciptakan dunia (Kel 20:11) dan kebaikan Tuhan
yang membebaskan umat dari perbudakan (Ulangan 5:15). Karya
Allah dalam membebaskan manusia dari perbudakan, penin-
dasan, kelaparan dan penderitaan harus dirayakan bukan saja
dalam ritus tetapi teristimewa di dalam kehidupan.

Sabat diciptakan karena bebasnya manusia dari penderitaan
dan perbudakan. Oleh sebab itu, Sabat tidak boleh menghambat
karya pembebasan tetapi Sabat adalah momen yang paling tepat
dalam mengekspresikan, menyuarakan, merayakan kebebasan
dan kebahagiaan manusia. Sabat tidak boleh menggantikan
sukacita besar atau kebahagiaan ciptaan Tuhan, di mana tidak
ada lagi penindasan, kekerasan, kelaparan dan penderitaan
manusia.

4. KHOTBAH
Ada sekelompok elit manusia yang dihormati dan segani,
mereka bernama Farisi. Mereka taat dan hormat terhadap Taurat
pemberian Tuhan. Seluruh hidup mereka dipandu dan dituntun
oleh Taurat. Satu persatu teks Taurat diurai, dielaborasi, dianalisis
dan diinterpretasi sam pai sangat detail. Begitu detailnya sehingga
terkesan, Taurat Tuhan yang diberikan bagi umat, belum
sempurna oleh sebab itu harus disempurnakan lagi. Hukum Tuhan
belum lengkap oleh sebab itu perlu dilengkapi lagi. Ketika Taurat
mengajarkan untuk menghargai dan menghormati Sabat sebagai
hari perhentian Tuhan. Mereka masih melengkapi Taurat Tuhan
yang menurut mereka belum lengkap itu menjadi 39 peraturan
tambahan. Hasilnya ialah Sabat bukan lagi menjadi hari per-
hentian tetapi, justru berubah menjadi hari penuh beban.

Andaikata mereka hidup di zaman kita, mereka akan menjadi
tempat bertanya dan teman diskusi, ketika kita bertemu dan buntu
dengan masalah-masalah doktrin yang pelik atau sulit mendapat-
kan keputusan dan jalan keluar. Mereka benar-benar menguasai
Taurat dan saya yakin andaikata mereka hidup di zaman kita,
maka orang-orang seperti inilah yang akan dipilih menjadi
pendeta, presbiter atau pengurus pelkat.

Sayangnya ialah mereka menguasai Taurat tetapi tidak mau
dikuasai oleh Taurat. Mereka menguasai Firman Allah tetapi tidak
mau menyerahkan diri untuk dikuasai, dikendalikan dan diwarnai
oleh Firman Allah. Mereka memilih sikap untuk menjadi polisi
Taurat yang menjaga kemurnian dan wibawa Taurat dengan
mengawasi dan mencari, kelemahan atau kesalahan Yesus
dengan murid-muridnya dalam menerapkan Taurat. Mereka
mampu melihat Taurat dan mengembangkan Taurat secara detail
dan harfiah, tetapi gagal menemukan jiwa dan semangat dari
Taurat itu.

Mereka menciptakan Taurat secara detail, tetapi kemudian
mereka memenjarakan diri di dalam Taurat yang mereka buat
sendiri. Mereka dibebaskan dari perbudakan Mesir tetapi
kemudian mereka masuk ke dalam perbudakan baru, beban baru
yang mereka buat sendiri yaitu Taurat yang detail dan legalistis.
Jiwa dan semangat Taurat adalahz momen penting untuk
mengingat dan merayakan kebaikan Tuhan. Kebaikan Tuhan
yang menciptakan dunia (Kel 20:11) dan kebaikan Tuhan yang
membebaskan umat dari perbudakan (Ulangan 5:15). Karya Allah
dalam membebaskan manusia dari perbudakan, penindasan,
kelaparan dan penderitaan harus dirayakan bukan saja dalam
ritus tetapi teristimewa di dalam kehidupan. Di dalam Sabat
manusia menemukan istirahat atau perhentian yang sebenarnya.
Di dalam Sabat manusia merayakan karya Allah yang membebas-
kan manusia dari perbudakan, penindasan, kelaparan dan
penderitaan (Ul 5:15).

Singkatnya Sabat adalah kasih Allah bertemu dengan
kebutuhan manusia yang terdalam, yaitu perhentian dan istirahat
dalam pengertian yang sebenarnya. Kasih Allah bertemu dengan
kebutuhan manusia yang terdalam yaitu kebebasan, kemerdeka-
an. Kebebasan dan kemerdekaan itu yang menjadi tolok ukur
bukan peraturan. Dengan perkataan lain peraturan itu harus
melayani manusia dengan kebutuhannya yang terdalam bukan
kebutuhan manusia dikorbankan untuk kepentingan Taurat. Daud
"melanggar" Taurat dengan alasan melayani kebutuhan manusia
yaitu Daud dan prajurit-prajuritnya yang lapar. Murid-murid Yesus
"melanggar" Taurat untuk melayani kebutuhan mereka yang sedang lapar.

Manusia dengan kebutuhannya yang terdalam yaitu kebebas-
an dari penindasan, hak asasi manusia, harkat dan martabat
sebagai manusia harus menjadi tujuan utama dari semua hukum,
peraturan, tata gereja dst. Nilai-nilal manusia yang luhur sebagai
gambar Allah lebih tinggi dari semua peraturan. Peraturan tidak
boleh merendahkan dan melecehkan nilai-nilai manusia yang
luhur. Tetapi tujuan tidak boleh menghalalkan cara, nilai-nilai ma-
nusia itu bukan di atas segala-galanya sampai mengatasi Allah,
oleh sebab itu la harus dihormati sesuai norma dan peraturan,
yang searah dengan kehendak Allah. Dengan demikian Sabat
seharusnya menjadi hari sukacita, penuh damai dan bukan hari
penuh beban, derita dan permasalahan.



SBU

MINGGU XIV SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 21 AGUSTUS 2016
RENUNGAN PAGI
KJ. 21:1-Berdoa
HARI TUHAN BAGI KEBAHAGIAAN MANUSIA

Lukas 6:1-5
Kata Yesus lagi kepada mereka : "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari abut." (ay. 5)

Perintah menguduskan hari Sabat tercatat sebagai perintah keempat dalam hukum Allah, "Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat : "enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-lakl, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TU HAN menjadikan Iangit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya" (Keluaran 20:8-11). Perintah ini ditujukan agar manusia memuji dan bersyukur kepada Allah.

Legalisme Yahudi menjadikan umat Tuhan terkungkung dalam aturan ketat sehingga hari Sabat menjadi hari berat sebab maraka tidak dapat bertindak Iebih apapun alasannya. Orang-orang Farisi menggunakan aturan Sabat untuk mempersalahkan Tuhan Yesus sebab murid-murid-Nya yang lapar memetik dan memakan bulir-bulir gandum yang sudah matang. Tuhan Yesus tidak sepakat dengan pengertian orang-orang Farisi itu. Dengan menunjuk parbuatan Daud dan pasukannya yang lapar dan memakan roti sajian yang ada dalam Rumah Allah, pengajaran Tuhan Yesus menegaskan pentingnya keselamatan hidup manusia. Lagi pula, Tuhan Yesus lebih besar kedudukannya dibandlng hukum hari Sabat sebab Dia adalah Allah Pencipta, Penebus dosa dan Penyelamat manusia.

Sebagai umat kristiani, kita beribadah pada hari Yesus bangkit. Dalam sebulan, kita dapat beribadah beberapa kali sebagaimana tanggungjawab iman kita. Kita bersyukur jika hari Minggu ini beribadah bersama sebagai keluarga Kristen. Jangan kita berkompromi dengan kegiatan liburan atau olahraga yang menghiIangkan waktu persekutuan dengan Tuhan Yesus. Jadikan prioritas hari Minggu sebagai hari beribadah sehingga kita dikuatkan dan dibarkati Bapa Sorgawi. Saat beribadah perhatikan tetangga sebelah kanan atau kiri, tersenyumlah dan katakan : "Selamat hari Minggua Tuhan memberkatim!"

KJ. 21:2
Doa : (Syukur untuk persekutuan bersama di hari Minggu ini)



MINGGU XIV SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 21 AGUSTUS 2016
RENUNGAN MALAM
KJ.424: 1,2 -Berdoa
ANTARA ESENSI DAN SEREMONI

Lukas 6:6-11
...Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?" (ay.9)

lngatlah dan kuduskanlah hari Sabat. Hari ke tujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu; makajanganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan. ltulah perintah Tuhan yang harus diapresiasi dan ditaati. Alkitab penuh dengan peraturan dan peraturan dibuat bukan untuk dilanggar atau dilecehkan, melecehkan peraturan berarti melecehkan Dia yang memberikan peraturan itu. ltulah sikap orang-orang Farisi dalam teks ini, ortodoks dan kukuh berpegang pada perintah Tuhan dan tidak kenal kompromi dengan
segala macam argumentasi yang mau meiemahkan Taurat. Itu berarti : Tuhan telah menciptakan Taurat tetapi kemudian Tuhan dikuasai, dikendalikan, diatur, dan terpenjara di dalam Taurat yang diciptakanNya sendiri.

Umat Tuhan sama sekali tidak boleh melakukan pekerjaan apapun di hari Sabat. Menyembuhkan orang sakit adalah bekerja dan Yesus melakukan pekerjaan itu, oleh sebab itu jelas dan terang benderang Yesus telah melecehkan Sabat. Memang Taurat memberikan pengecualian dalam menolong atau menyembuhkan orang di hari Sabat, misalnya menolong orang yang sakit mata dan kerongkongan diperbolehkan. Tetapi orang sakit yang mati tangannya, tidak termasuk pengecualian itu. Penyakit yang diderita tidak urgen dan bisa dinantikan, dicari waktu lain atau kapan saja untuk menolong orang itu dan bukan pada hari Sabat.

lbadah ialah melakukan Taurat (formalitas) dan bukan melakukan jiwa atau roh Taurat yang melindungi, peduli dengan manusia, care dengan nilai-nilai kemanusiaan atau hak asasi manusia. Di dalam ibadah dan pelayanan referensi kita ialah "Taurat" Bukan manusia dengan segala kebutuhan dan penderitaannya yang mau dilindungi oleh Taurat. lbadah merosot menjadi sekedar seremoni yang kehilangan esensi. lbadah bukan menolong kehidupan tetapi membatasi ruang gerak kehidupan.

KJ.424: 3
Doa : (Berikanlah kami kemampuan untuk peka dan menolong sesama bukan sebaliknya buta terhadap kesulitan orang Iain)

Label:   LUKAS 6:1-5 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 22 AGUSTUS 2016 - YESUS UNTUK BANYAK ORANG Lukas 6:17-19 - MINGGU XIV SES. PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 20 AGUSTUS 2016 - PENGHARAPAN ITU DARI ALLAJ Roma 15:7-13 - MINGGU XIII SES. PENTAKOSTA

Garis Besar Lukas





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 22 September - Ezra 2; Mazmur 1, 121

Hari ini, 22 September - Maz 106:47-107:5, Yes 30-31, 2 Kor 12:11-21, Ams 25:1-2


Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2016..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Latest Christian Song







Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 22 September 2019
Great Jehovah - Travis Greene

Minggu, 22 September 2019
On My Own - Ashes Remain

Minggu, 22 September 2019
God's Not Dead - Newsboys

Minggu, 22 September 2019
Gone - Elevation Worship

Sabtu, 21 September 2019
Burdens - Jamie Kimmett

Jumat, 20 September 2019
We're A Winner - Phillip Bailey

Jumat, 20 September 2019
Vaya (Go With Love) - Phillip Bailey

Jumat, 20 September 2019
Truimph - Phillip Bailey

Kamis, 19 September 2019
Oh Jesus! - Mercy Chinwo

Kamis, 19 September 2019
Quiet Time (2): 1 Hour Soaking Worship Songs (Kim Walker, Hillsong, Israel Houghton)

Kamis, 19 September 2019
Free - Hillsong

Kamis, 19 September 2019
Hear My Song, Lord - Gaither Vocal Band

Kamis, 19 September 2019
Give God the Glory - Marcus Jordan

Kamis, 19 September 2019
Beautiful - Jonas Rayme

Kamis, 19 September 2019
Yes, I Know - Gaither Vocal Band

Minggu, 15 September 2019
Forever Faithful (Love Song for Jesus) - Lifebreakthrough

Minggu, 15 September 2019
Glory To The King - Hillsong

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



KHOTBAH MENGADAKAN PENDAMAIAN,   sgdk oktober 2019,   renungan amos 8 ayat 4 - 8,   nyanyian suara gembira 21,   not angka gita bakti no 45 Dan lyrik,   not angka gita bakti no 45,   mars gerakan pemuda,   nyaniyan rohani 132,   tema mazmur 40:7-11,   sabda bina umat 22 september 2019 ,   jamita partangiangan 29 september 2019 mazmur 40:7-11,   kmm 33,   bahan kotbah mazmur 40:7-11 sabda.com,   Jamita psalmen 40:7-11,   khotbah yosua 24 13-25,   khotbah mazmur 111:1-10,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   khotbah mazmur 111:1-10,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   renungan harian katolik tanggal 22 september 2019,   kotbah 1 tesalonoka 3:6-8,   tafsiran mazmur 40:7-11,   Renungan harian bacaan dan mazmur minggu 22 September 2019,   Lagu kidung jemaat kristen protestan,   jamita minggu efesus 4:7-16,   Lagu kidung jemaat kristen protestan,   ayat Alkitab persembahan untuk anak anak,   renungan harian katolik 22 september 2019,   renungan harian katolik 22 september 2019,   lagu rohani easy worship,   lagu penutup ibadah,   lagu rohani pdt erastus sabdono,   Kesimpulan dari dosa , anugerah , pertobatan , pengampunan dan hidup baru,   lagu rohani untuk persembahan,   kidung ceria bilasangkakala,   not lagu nyanyian kidung baru 201,   tafsiran Yosua 24:13-25,   Bahan khotbah Josua 24:13-25,   sabda bina teruna septembr 2019,   inti korbah JOSUA 24:13-25,   jamita josua 24:13-25,   download MP3 lagu lagu di lagu sion acapella,   yosua 23 13-25,   renungan yesaya 27:1-5,   Khotbah 1tesalonika3,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   khotbah yosua 24:13-25,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   chord dipintumu ku datang dan,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   Ilustrasi kotbah josua,   renungan harian hkbp 2019 mazmur 40:7-11,   amos 8 ayat 4 penjelasan,   Ilustrasi kotbah josua,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   renungan matius 5:21-26,   amos 8 ayat 4 penjelasan,   khotbah lukas 16:10-18,   nyanyian rohani 136,   kmm 1 notasi,   jamita na marhata batak Josua 24:13-25,   lagu persembahan pastekosta lama,   1 petrus 3 : 8-12,   Injil Renungan Minggu 22 September 2019,   khotbah yosua 24:13-25,   1 petrus 3 : 8-12,   bina anak gmim bln september,   renungan gpib hari ini september,   khotbah yosua 24:13-25,   bahan renungan alkitab 1 yohanes pasal 1 ayat 1 sampai 6,   khotbah yeremia 8:18-22 mendua hati,   khotbah yeremia 8:18-22 mendua hati,   ilustrasi untuk bacaan ulangan 30 : 15-20 untuk sekolah minggu,   khotbah dari gal 4:18÷20,   nyanyian masmur minggu 22 september 2019,   kidung muda mudi 87,   Khotbah amos 8:4-8,   Khotbah amos 8:4-8,   Khotbah amos 8:4-8,   tafsiran amos 8:4-6,   download kidung keesaan gratis,   bahan khotbah ester 4:1-17,   kidung kaesaan,   khotbah yosua 24:13-25,   khotbah yosua 24:13-25,   kidubg kaesaan 6,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah ibadah syukur setahun kepergian ibu yang terkasih,   khotbah ibadah syukur setahun kepergian ibu yang terkasih,   lagu sesudah pembacaan alkitab,   download lg soraklah alleluya katolik,   khotbah lukas 16: 10-18,   renungan kis,   khotbah yosua 24:13-25,   instrumen lagu rohani mp3,   khotbah minggu 22 september 2019 Yosua 24:13-25,   khotbah yosua 24:13-25,   kmm 33,   Khotbah amos 8:4-8,   sabda bina umat online,   notasi nkb 122,   nkb 122 dengan not,   kotbah josua 24 13 25,   kotbah josua 24:13-25,   kotbah josua 24:13-25,   jangan mengusik orang2 yg Kuurapi, renungan,   Khotbah minggu tanggal 22 sep 2019 yosua 24:13-25,   lagu-lagu rohani katolik 2019,   khotbah mazmur 40:7-11,   khotbah mazmur 40:7-11,   lagu gms,   bina anak gmim bln september,   tema ibadah hki 22 september 2019,   mars pelkat pa,   mars pelkat pa,   lagu kidung jemaat awal pesta,   ku daki jalan mulia chord,   youtube kc 184 bermacam-macam anak,   youtube kc 184 bermacam-macam anak,   lagu bermacam-macam anak,   Kotbah:yosua 24:13-25,   khotbah bilangan 27,   lagu untuk persembahan,   Tertwa lgu rohni,   ilustrasi khotbah lukas 16:10-18,   renungan roma 12:1-8 menjalani kehidupan ibadah yang sejati,   khotbah amos 8: 4-8,   Album rohani john tanamal,   khotbah amos 8: 4-8,   khotba Roma 1:10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk men,   khotba Roma 1:10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk men,   Renungan amos 8:5,   kmm 33,   kmm 2,   lagu gereja baru,   lagu rohani senja membayang di batas hari,   gambar meja persembahan di gereja,   kmm 2,   kmm 2,   kmm 2,   lagu rohani senja membayang di batas hari,   lagu rohani senja membayang di batas hari,   lirik lagu setelah ibadah,   KPPK 3,   yosua 24:13-25,   Renungan untuk ibadah minggu tgl 22 september 2019,   kmm 33,   kmm 33,   lagu penutup ibadah,   khotbah amos 8:4-8,   40 lagu rohani kristen,   lagu sebelum firman tuhan kidung jemaat,   Renungan..Amos.8:4-8,   Khotbah Flp 1 9- 11,   renungan kristen mazmur 40:7-11 renungan raja wali,   pergaulan buruk merusak,   Khotbah kematian 2samuel 12:18-23,   khotbah amos 8: 4-8,   ilustrasi untuk bacaan ulangan 30 : 15-20 untuk sekolah minggu,   tata ibadah penghiburan,   lagu kidung keesaan,   chord.gitar ku daki jalan mulia,   Renungan Harian GMIT 1 Timotius 6:2b-10,   download mp3 lagu kristen arab above all arabiac song,   ku mengasihi tuhan gb 238,   contoh-contoh pendalaman kotbah kejadian 21:18-13,   khotbah lukas 17 : 5 - 10,