Save Page

Lukas 6:27-36
Kasihilah musuhmu
6:27 "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; 6:28 mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. 6:29 Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu. 6:30 Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu. 6:31 Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka. 6:32 Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. 6:33 Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian. 6:34 Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. 6:35 Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. 6:36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."

Penjelasan:

* Nasihat tentang Keadilan dan Belas Kasihan (6:27-36)
    Ayat-ayat ini sesuai dengan Matius 5:38-48. Tetapi kepada kamu yang mendengarkan (ay. 27), kepada kamu semua yang mendengarkan, bukan kepada para murid saja, sebab semua pelajaran berlaku untuk semua orang di segala tempat. Siapa yang mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar. Orang-orang yang tekun mendengarkan perkataan Kristus akan mendapati bahwa Ia mempunyai sesuatu yang berharga untuk disampaikan kepada mereka.
    Pengajaran yang disampaikan Kristus di sini adalah:

    I. Bahwa kita harus menunaikan kewajiban kita kepada semua orang, serta bersikap jujur dan adil dalam semua urusan kita (ay. 31). Sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka, sebab ini sama dengan mengasihi sesama manusia seperti dirimu sendiri. Apa yang kita harapkan supaya diperbuat orang kepada kita, baik menyangkut keadilan atau sikap dermawan, seandainya mereka mengalami keadaan yang seperti kita dan begitu pula sebaliknya, maka hal itulah yang patut kita perbuat kepada mereka. Kita harus menempatkan jiwa kita ke dalam tempat di mana jiwa mereka berada, dan berbelas kasihan serta menolong mereka, sama seperti kita juga berharap mendapat belas kasihan dan pertolongan.
    II. Bahwa kita harus bermurah hati dalam memberi kepada mereka yang membutuhkan (ay. 30): "Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu, kepada setiap orang yang kekurangan dan membutuhkan apa yang kamu miliki dengan berlebih. Berilah kepada mereka yang tidak mampu mencukupi diri sendiri dan tidak mempunyai sanak keluarga yang dapat menolong mereka." Kristus ingin agar murid-murid-Nya siap memberi dan berbagi, menurut kemampuan mereka dalam peristiwa-peristiwa biasa dan di luar kemampuan mereka dalam peristiwa-peristiwa yang luar biasa.
    III. Bahwa kita harus bermurah hati dalam mengampuni orang-orang yang menyakiti kita.
        . Janganlah kita terlampau menuntut hak ketika kita tidak menerimanya. "Barangsiapa yang mengambil jubahmu, baik dengan paksa maupun dengan curang, biarkan juga ia mengambil bajumu (ay. 29). Biarkan dia memperolehnya, tanpa harus bertengkar lagi. Demikian pula (ay. 30) kepada orang yang mengambil kepunyaanmu" (menurut Dr. Hammond), "yang meminjamnya, atau mengambilnya darimu berdasarkan kepercayaan. Jangan menagih milikmu darinya. Jika Allah mengizinkan utang tak terbayar, janganlah menggunakan hukum untuk melawannya, tetapi lebih baik kehilangan milik daripada menangkap dan mencekik orang itu (Mat. 18:28). Jika seseorang melarikan diri dengan utangmu dan mengambil kepunyaanmu, janganlah mengusik dirimu atau marah kepadanya."
        . Janganlah kita bersikap keras dan membalas kesalahan orang terhadap kita. Barangsiapa menampar pipimu yang satu. Daripada membalas perbuatannya atau mengirimkan surat perintah untuk membawanya ke pengadilan, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain. Artinya, abaikan saja hal itu, walaupun dengan begitu kamu mungkin akan merasa direndahkan, yang biasa terjadi dalam kejadian seperti ini. Jika orang menampar pipimu yang satu, daripada membalas tamparannya, bersiaplah menerima tamparan berikut darinya. Artinya, serahkan kepada Allah untuk membela perkaramu dan berdiam dirilah saat menerima penghinaan itu. Bilamana kita berbuat demikian, Allah akan memukul semua musuh kita, sejauh mereka adalah musuh-Nya juga, di rahang untuk mematahkan gigi orang-orang fasik (Mzm. 3:8). Karena Ia telah berkata, "Pembalasan itu adalah hak-Ku," dan Ia akan membuktikannya apabila kita membiarkan-Nya melakukan pembalasan bagi kita.
        . Bahkan lebih dari itu, kita harus berbuat baik kepada orang yang membenci kita. Inilah yang terutama hendak diajarkan Juruselamat kita dalam ayat-ayat ini sebagai suatu hukum yang khas dalam agama-Nya, dan sebagai suatu perbuatan yang harus dilakukan.
            (1) Kita harus bersikap baik kepada orang-orang yang menyakiti kita. Kita bukan saja harus mengasihi musuh kita dan berkehendak baik bagi mereka, tetapi juga berbuat baik kepada mereka seperti kepada siapa saja kalau memang diperlukan dan mampu kita lakukan. Kita harus berusaha menyatakannya melalui perbuatan yang membangun jika memang tersedia kesempatan untuk itu. Janganlah kita merencanakan yang jahat terhadap mereka atau berusaha membalas dendam. Apakah mereka mengutuk kita, berbicara jahat tentang kita dan mengharapkan kita celaka? Apakah mereka mencaci kita, baik melalui perkataan maupun perbuatan? Apakah mereka berusaha membuat kita tampak hina atau menjijikkan? Biarlah kita meminta berkat bagi mereka dan berdoa bagi mereka, berbicara yang baik-baik tentang mereka, mengharapkan yang terbaik bagi mereka, terutama bagi jiwa mereka, dan menjadi juru syafaat dalam doa kepada Allah bagi mereka. Hal ini diulangi dalam ayat 35: kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka. Supaya terasa ringan bagi kita, kewajiban yang sukar ini digambarkan sebagai suatu kemurahan hati dan sebagai suatu keberhasilan yang jarang dicapai orang. Mengasihi orang yang mengasihi kita bukanlah hal yang luar biasa dan aneh bagi murid-murid Kristus, sebab orang-orang berdosa pun mengasihi orang-orang yang mengasihi mereka. Dalam perbuatan itu tidak diperlukan penyangkalan diri sedikit pun. Perbuatan ini akan dilakukan oleh siapa saja, bahkan oleh orang yang berwatak buruk sekalipun. Tidak ada paksaan sama sekali dalam melakukannya (ay. 32). Bagi kita tidak ada jasanya bila kita mengasihi orang-orang yang berbicara dan berbuat tepat seperti yang kita mau mereka perbuat bagi kita. "Jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepadamu (ay. 33) dan membalas kebaikan mereka, apakah jasamu? Semua orang akan melakukan hal yang sama, karena memang kebiasaannya begitu, karena rasa hormat dan sebagai rasa terima kasih. Apakah manfaatmu bagi nama Kristus, atau nama baik apa yang bisa kauhasilkan? Sebab orang-orang berdosa pun yang tidak tahu apa-apa tentang Kristus dan pengajaran-Nya berbuat demikian. Namun, alangkah baiknya bila kamu melakukan sesuatu yang lebih mulia dan lebih tinggi, mengungguli sesamamu, melakukan hal yang tidak akan mau dilakukan orang berdosa, dan yang tidak akan mungkin dicapai berdasarkan landasan pikiran mereka: hendaklah kamu membalas kejahatan dengan kebaikan." Bukan supaya kita dianggap berjasa, tetapi supaya di mata Allah kita kelak menjadi ternama, terpuji dan terhormat, dan Dialah yang akan menerima ucapan syukur atas jasa-Nya.
            (2) Kita harus berbuat baik kepada orang-orang yang tidak akan memberikan keuntungan apa pun kepada kita (ay. 35). Pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan. Yang dimaksudkan adalah orang kaya harus meminjamkan sedikit uang mereka kepada orang miskin bagi keperluan mereka, untuk membeli makanan bagi diri mereka sekeluarga, atau untuk mencegah mereka dipenjarakan. Dalam hal ini, kita harus meminjamkan, dengan tekad tidak menuntut bunga atas pinjaman itu, seperti yang sepatutnya kita minta dari orang-orang yang meminjam uang untuk berdagang. Namun, ini belumlah semuanya. Kita harus meminjamkan meskipun memiliki alasan untuk menduga bahwa apa yang kita pinjamkan itu tidak akan kembali. Pinjamkan kepada mereka yang begitu miskin hingga mereka tidak mungkin mampu membayarnya kembali kepada kita. Ajaran ini dapat digambarkan dengan sangat baik melalui hukum Musa (Ul. 15:7-10) yang mewajibkan umat untuk memberikan pinjaman kepada saudara yang miskin sebanyak yang ia perlukan, walaupun tahun penghapusan utang sudah hampir tiba. Di sini terdapat dua alasan bagi kedermawanan ini.
                [1] Hal ini akan menguntungkan kita, sebab upah kita akan besar (ay. 35). Berdasarkan asas kedermawanan sejati, apa yang telah diberikan, dikeluarkan, dipinjamkan, atau terhilang di dunia ini akan digantikan di dunia yang akan datang dan akan sangat menguntungkan kita. Kamu bukan saja akan dibayar kembali, melainkan diganjar dengan upah besar. Kepadamu akan dikatakan, "Mari, hai kamu yang diberkati, terimalah Kerajaan itu."
                [2] Kita akan mendapat kehormatan olehnya, sebab dengan ini kita akan serupa dengan Allah dalam hal kebaikan, yang merupakan kemuliaan terbesar: "Kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, dan akan diakui oleh-Nya sebagai anak-anak-Nya karena menjadi serupa dengan-Nya." Allah itu sangat mulia karena Ia baik hati terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Ia melimpahkan pemeliharaan-Nya bahkan terhadap orang yang paling jahat sekalipun, yang setiap hari membuat-Nya gusar dan yang memberontak kepada-Nya, serta menggunakan pemberian-pemberian itu hanya untuk mempermalukan diri-Nya. Itulah sebabnya Ia menyimpulkan (ay. 36), Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati. Hal ini menjelaskan ayat dalam Matius 5:48 yang berbunyi, "Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna. Contohlah Bapamu dalam hal-hal yang memancarkan kesempurnaan-Nya." Orang-orang yang murah hati seperti Allah yang adalah murah hati, bahkan terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat, adalah sempurna, sama seperti Allah yang adalah sempurna. Ia akan menerima perbuatan itu dengan senang hati meskipun jauh dari sempurna. Kedermawanan disebut juga pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan (Kol. 3:14). Hal ini seharusnya membuat kita terdorong untuk bermurah hati terhadap saudara-saudara kita, bahkan terhadap mereka yang telah menyakiti kita. Ini bukan saja karena Allah berbuat demikian terhadap orang lain, tetapi juga terhadap kita, meskipun kita pernah dan masih berbuat jahat serta tidak tahu berterima kasih. Hanya karena belas kasihan-Nya sajalah kita tidak dibinasakan.


SGDK
MINGGU XIV SES. PENTAKOSTA
RABU, 24 AGUSTUS 2016
BERBEDA DENGAN DUNIA
Lukas 6:27-36

PENGANTAR
Mengikut Yesus karena mendambakan kehidupan yang nikmat adalah salah kaprah. Membayangkan hidup bersama Yesus adalah hidup tanpa beban dan tuntutan, selalu memberikan ketenangan ketika kita gelisah, menguatkan ketika kitalemah, menyediakan tempat yang indah di sorga satu saat nanti tidak sama dengan ajaran Yesus. Keyakinan atau asumsi yang demikian tidak ditemukan di dalam ajaran Yesus. Di balik keselamatan dan tebusan Yesus, ajaran Yesus penuh dengan tuntutan, yang sulit dilaksanakan. Orang Kristen di tantang untuk mengasihi musuhnya, berbuat baik kepada orang yang membenci. Minta berkat untuk orang yang mengutuk, berdoa bagi orang yang mencaci maki. Sebuah kondisi yang jauh dari
kenikmatan, tetapi riskan dan penuh tantangan. Jangan mengikut Yesus sebelum kita siap dengan banyak sekali beban dan hal-hal yang tidak menyenangkan.

PEMAHAMAN TEKS
Konteks teks ini ialah: Yesus telah memanggil murid-murid-Nya (Lukas 6:12-16). Mereka akan menjadi duta Kristus di dunia ini, membawa kabar baik bagi dunia. Kepada murid-murid-Nya inilah Yesus ajarkan: Bagaimana seharusnya menjadi pengikut Yesus yang menjalankan misi Yesus di dalam dunia ini. Bagai-
manakah seharusnya kualitas pengikut Yesus atau bagaimanakah integritas pembawa kabar baik.

Salah satu kualitas itu ialah pengikut Yesus adalah mereka yang mengasihi musuhnya, berbuat baik kepada orang yang membenci, memohon berkat Tuhan bagi yang mengutuk, berdoa bagi yang mencaci. Ajaran Yesus bertentangan dengan ajaran para cerdik pandai Yunani. Lysias mengajarkan: adalah seha-
rusnya seseorang menghancurkan dan menyakiti musuhnya, tetapi melayani sahabatnya dengan baik. Di kalangan Yahudi, sikap kasih sayang dan tidak membenci hanya terbatas bagi orang-orang sebangsa dan bukan terhadap musuh (Imamat 19:18). Oleh sebab itu Yesus sebenarnya memperkenalkan dan
mengajarkan sebuah nilai yang tidak lazim pada saat itu. Tetapi itulah identitas pengikut Kristus, nilai itulah yang membuat pengikut Kristus berbeda dengan para cerdik pandai di dunia ini. Nilai yang menurut kita terlalu ideal, sebab di dalam praktik, ternyata kita lebih dekat dengan konsep orang-orang Yunani atau
konsep orang-orang Yahudi seperti yang ditemukan dalam Kitab lmamat.

Dengan perkataan lain, orang Kristen idealnya memiliki sesuatu atau sebuah nilai yang tidak dimiliki oleh dunia ini. Orang Kristen memiliki sesuatu yang unik, kalau tidak ada lagi keunikan itu, sehingga pengikut Kristus sama saja dengan pengikut dunia atau barangkali orang Kristen lebih jahat dari pengikut dunia ini,
maka orang Kristen telah gagal menjadi mengikut Yesus, sebab telah kehilangan indentiasnya.

Orang Kristen itu unik itulah sebabnya teks ini mengatakan: Mengasihi orang-orang yang dekat dengan kita, berbuat baik kepada mereka, menolong mereka, semuanya itu tidak istimewa atau tidak luar biasa, sebab orang Iain yang tidak mengenal nilai-nilai Kristisni, juga melakukan hal yang sama. Tidak ada nilai lebih atau tidak ada keunikan dalam perbuatan seperti itu.

Menindaklanjuti keunikan yang harus dimiliki pengikut Yesus:
Yesus mengajarkan nilai-nilai itu dalam bentuk hiperbolis. Barangsiapa menampar pipimu yang satu berikanlah pipimu yang lain. Barangsiapa memintajubahmu, berikanlahjuga kepadanya bajumu. Tentu saja apa yang diajarkan Yesus ini tidak boleh diterapkan secara harfiah. Kalau kita lakukan itu secara harfiah,
maka apa yang kita buat itu tidak wajar, tidak mungkin bahkan mungkin saja sikap seperti itu adalah sikap yang salah. Tetapi ungkapan-ungkapan hiperbolis itu mengandung makna :Apapun yang diperbuat orang lain terhadap kita, bahkan hal yang jahat sekalipun, kita tidak boleh membalas dendam, tetapi kita harus
berusaha untuktetap melakukan hal-hal yang terbaik bagi orang yang memusuhi dan membenci kita.

Keunikan itu jelas terlihat dalam anjuran atau perintah Tuhan yang disampaikan dalam bentuk positif. "Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka" Yesus tidak mengajarkan: Jangan kamu perbuat apa yang kamu tidak ingin orang lain perbuat bagimu. Jangan menabrak kendaraan orang lain kalau kamu 'tidak ingin ditabrak. Perintah ini gampang dilaksanakan sebab hanya orang aneh yang ingin menabrak orang lain di jalan. Tetapi yang Yesus ajarkan ialah: Tolonglah orang yang celaka di jalan, sebab andaikata kamu celaka kamu juga pasti menginginkan orang lain menolongmu. Bukankah sikap seperti ini sulit? Imam besar dan orang lewi dalam perumpamaan orang Samaria yang murah hati, tidak mau melakukan hal itu karena takut najis atau karena ada urusan lain yang lebih penting. Kita juga seringkali tidak menolong orang yang celaka di jalan karena tidak mau berurusan dengan polisi atau karena merasa bukan urusan kita. Oleh sebab itu Yesus mengajarkan : "Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka".

UNTUK DIDISKUSIKAN
1. Jelaskan siapakah musuhmu dalam kehidupan ini, mengapa disebut musuh? Apakah orang yang kamu
benci otomatis sama dengan musuh? 2. Apakah dampak benci, sakit hati, pembalasan dendam
terhadap musuhmu dan teristimewa dampaknya terhadap dirimu sendiri?
3. Dapatkah kamu memberikan contoh tentang keunikan pengikut Yesus yang kamu temukan dalam kehidupan sehari-hari. Dapatkah kamu memberikan contoh kehidupan yang unik orang lain di luar agama Kristen, yang mempraktikkan ajaran Yesus?


SBU

MINGGU XIV SES. PENTAKOSTA
RABU, 24 AGUSTUS 2016
RENUNGAN PAGI
KJ.442: 1,2 -Berdoa
KASIHILAH MUSUHMU
Lukas 6:27-31
"Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku barkata : Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik
kepada orang yang membenci kamu; (ay.27)

Perintah Yesus untuk mengasihi musuh adalah sebuah perintah yang terlalu jauh dari jangkauan kemampuan manusiawi. Sebuah perintah yang terlalu tinggi untuk diraih, terlalu ideal dan sulit diimplementasi. Sebenarnya teks ini berhubungan erat dengan Lukas 6:12-16, yang berbicara tentang pemanggilan murid-murid Yesus: Yesus sedang mengajar murid-muridnya, bagaimana cara yang benar
mengikut atau menjadi murid Yesus. Di dalam Lukas 6:17-26, Yesus mengajarkan tentang orang-orang yang berbahagia dan orang-orang yang celaka. Salah satu risiko menjadi pengikut Yesus adalah dibenci,
dikucilkan dan dianggap orang jahat (6:22).

Dalam kondisi seperti itulah Yesus mengajarkan : Kasihilah musuhmu. Sebuah ajaran yang kontras dengan ajaran zaman itu. Orang-orang Yunani mengajarkan : kasihi dan Iayani sahabatmu tetapi hancurkanlah musuhmu. Rabi-rabi Yahudi mengajarkan jangan menuntut balas namun sikap itu ditujukan hanya kepada 0rang-orang  sebangsa atau seiman (Imamat 19:18). Dalam kondisi seperti itulah Yesus menekankan keunikan pengikut Yesus : Kasihilah musuhmu.

Mengasihi musuh bukan sekedar tidak membalas dendam. Bukan sekedar tidak memperlakukan musuh seperti apa yang rnemknbuat terhadap kita. Tetapi : berbuatlah baik kepada orang-orang yang
membenci kamu. Bersikap positif terhadap mereka bukan saja dalam perbuatan, tetapi juga di dalam kata-kata: mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu dan bukan mengutuk. Berdoalah bagi oran
yang mencaci kamu.

Tuntutan menjadi murid Yesus ternyata sangat berat dan tidak gampang. Kita tahu bahwa kita tidak bisa dan tidak ada manusia yang sempurna. Tetapi sikap itu tidak boleh menjadi alasun unluk tidak mengasihi musuh. Dari sejarah umat manusia kita bisa menemukan tokoh-tokoh yang menyentuh nilai itu secara mengagumkan seperti Mahatma Gandhi atau Nelson Mandela dimana hati mereka telah dibersihkan dari kebencian dan pembalasan dendam. Marilah mengarahkan langkah ke arah ajaran Yesus, dengan keyakinan Tuhan mengasihi kita yang lemah ketika berjalan di jalan Tuhan.

KJ.442 : 3
Doa : (Mampukan kami Bapa untuktetap berjalan di jalan kasih yang sejati)




MINGGU XIV SES. PENTAKOSTA
RABU, 24 AGUSTUS 2016
RENUNGAN MALAM
KJ. 343 : 1 -Berdoa
BERBEDALAH DENGAN DUNIA INI

Lukas 6:32-36
Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang
yang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. (ay.32)

Teks ini berhubungan erat dengan teks sebelumnya yang berbicara tentang murid Yesus yang harus mengasihi musuh. Di dalam teks ini dijelaskan latar belakang, mengapa murid-murid Yesus harus mengasihi musuh mereka. Banyak sekali hal-hal yang biasa dianggap luar biasa, banyak perbuatan-perbuatan normal dan wajar dinilai istimewa. Seorang hakim yang berani menjatuhkan hukuman yang berat kepada koruptor dianggap luar biasa, padahal hakim itu sedang menjalankan tugasnya sebagai
seorang hakim. Banyak sekali pejabat negara, penguasa atau pemerintah yang menjalankan tugasnya dengan baik, dipuji dan disanjung, sebab biasanya pemerintah atau pejabat negara cenderung untuk mengabaikan tugas dan tanggungjawab.

Teks ini mengajarkan, pengikut Yesus harus mengerjakan Iebih dari apa yang harus atau apa yang sewajarnya dikerjakan. Kita bangga karena melakukan hal-hal yang baik kepada orang yang berbuat baik kepada kita. Kita merasa senang karena kita mengasihi orang-orang yang mengasihi kita. Kita berbesar hati karena telah meringankan beban orang lain dengan meminjamkan apa yang ada pada kita. Tetapi Yesus mengatakan tidak pantas kita bangga karena melakukan hal itu, sebab semua orang di dunia ini entah Kristen atau bukan Kristen, pengikut Yesus atau bukan pengikut Yesus semuanya mampu melakukan hal itu.

Apa yang kita buat belum membuktikan bahwa kita adalah murid Yesus, tetapi kita membuktikan bahwa kita adalah pengikut kebiasaan dunia ini. Kita tidak bertindak sebagaimana seharusnya umat Allah, tetapi kita bertindak sebagaimana biasanya warga masyarakat. Singkatnya tidak ada yang unik. ltu sebabnya kita diminta untuk melakukan hal yang baik terhadap orang yang menurut kita tidak pantas mendapatkannya yaitu musuh kita. Bukankah ketlka kita adalah musuh Allah, Allah mengutus putra-Nya untuk mengasihi kita? (Roma 5:6-11).

KJ.343 : 3
Doa : (Tolonglah kami Bapa agar kami bisa meneladani Yesus. Mampukan kami agar berbeda dengan dunia ini, dalam mengasihi, dalam berbuat baik dan meringankan beban orang lain)

Label:   Lukas 6:27-36 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 25 AGUSTUS 2016 - HERODES MEMANFAATKAN YESUS Lukas 23:6-9 - MINGGU XIV SES. PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 23 AGUSTUS 2016 - YESUS DAN MEREKA YANG MAKMUR Lukas 6:24-26 MINGGU XIV SES. PENTAKOSTA

Garis Besar Lukas





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 22 September - Ezra 2; Mazmur 1, 121

Hari ini, 22 September - Maz 106:47-107:5, Yes 30-31, 2 Kor 12:11-21, Ams 25:1-2


Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2016..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Latest Christian Song







Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 22 September 2019
Great Jehovah - Travis Greene

Minggu, 22 September 2019
On My Own - Ashes Remain

Minggu, 22 September 2019
God's Not Dead - Newsboys

Minggu, 22 September 2019
Gone - Elevation Worship

Sabtu, 21 September 2019
Burdens - Jamie Kimmett

Jumat, 20 September 2019
We're A Winner - Phillip Bailey

Jumat, 20 September 2019
Vaya (Go With Love) - Phillip Bailey

Jumat, 20 September 2019
Truimph - Phillip Bailey

Kamis, 19 September 2019
Oh Jesus! - Mercy Chinwo

Kamis, 19 September 2019
Quiet Time (2): 1 Hour Soaking Worship Songs (Kim Walker, Hillsong, Israel Houghton)

Kamis, 19 September 2019
Free - Hillsong

Kamis, 19 September 2019
Hear My Song, Lord - Gaither Vocal Band

Kamis, 19 September 2019
Give God the Glory - Marcus Jordan

Kamis, 19 September 2019
Beautiful - Jonas Rayme

Kamis, 19 September 2019
Yes, I Know - Gaither Vocal Band

Minggu, 15 September 2019
Forever Faithful (Love Song for Jesus) - Lifebreakthrough

Minggu, 15 September 2019
Glory To The King - Hillsong

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



KHOTBAH MENGADAKAN PENDAMAIAN,   sgdk oktober 2019,   renungan amos 8 ayat 4 - 8,   nyanyian suara gembira 21,   not angka gita bakti no 45 Dan lyrik,   not angka gita bakti no 45,   mars gerakan pemuda,   nyaniyan rohani 132,   tema mazmur 40:7-11,   sabda bina umat 22 september 2019 ,   jamita partangiangan 29 september 2019 mazmur 40:7-11,   kmm 33,   bahan kotbah mazmur 40:7-11 sabda.com,   Jamita psalmen 40:7-11,   khotbah yosua 24 13-25,   khotbah mazmur 111:1-10,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   khotbah mazmur 111:1-10,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   renungan harian katolik tanggal 22 september 2019,   kotbah 1 tesalonoka 3:6-8,   tafsiran mazmur 40:7-11,   Renungan harian bacaan dan mazmur minggu 22 September 2019,   Lagu kidung jemaat kristen protestan,   jamita minggu efesus 4:7-16,   Lagu kidung jemaat kristen protestan,   ayat Alkitab persembahan untuk anak anak,   renungan harian katolik 22 september 2019,   renungan harian katolik 22 september 2019,   lagu rohani easy worship,   lagu penutup ibadah,   lagu rohani pdt erastus sabdono,   Kesimpulan dari dosa , anugerah , pertobatan , pengampunan dan hidup baru,   lagu rohani untuk persembahan,   kidung ceria bilasangkakala,   not lagu nyanyian kidung baru 201,   tafsiran Yosua 24:13-25,   Bahan khotbah Josua 24:13-25,   sabda bina teruna septembr 2019,   inti korbah JOSUA 24:13-25,   jamita josua 24:13-25,   download MP3 lagu lagu di lagu sion acapella,   yosua 23 13-25,   renungan yesaya 27:1-5,   Khotbah 1tesalonika3,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   khotbah yosua 24:13-25,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   chord dipintumu ku datang dan,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   Ilustrasi kotbah josua,   renungan harian hkbp 2019 mazmur 40:7-11,   amos 8 ayat 4 penjelasan,   Ilustrasi kotbah josua,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   renungan matius 5:21-26,   amos 8 ayat 4 penjelasan,   khotbah lukas 16:10-18,   nyanyian rohani 136,   kmm 1 notasi,   jamita na marhata batak Josua 24:13-25,   lagu persembahan pastekosta lama,   1 petrus 3 : 8-12,   Injil Renungan Minggu 22 September 2019,   khotbah yosua 24:13-25,   1 petrus 3 : 8-12,   bina anak gmim bln september,   renungan gpib hari ini september,   khotbah yosua 24:13-25,   bahan renungan alkitab 1 yohanes pasal 1 ayat 1 sampai 6,   khotbah yeremia 8:18-22 mendua hati,   khotbah yeremia 8:18-22 mendua hati,   ilustrasi untuk bacaan ulangan 30 : 15-20 untuk sekolah minggu,   khotbah dari gal 4:18÷20,   nyanyian masmur minggu 22 september 2019,   kidung muda mudi 87,   Khotbah amos 8:4-8,   Khotbah amos 8:4-8,   Khotbah amos 8:4-8,   tafsiran amos 8:4-6,   download kidung keesaan gratis,   bahan khotbah ester 4:1-17,   kidung kaesaan,   khotbah yosua 24:13-25,   khotbah yosua 24:13-25,   kidubg kaesaan 6,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah ibadah syukur setahun kepergian ibu yang terkasih,   khotbah ibadah syukur setahun kepergian ibu yang terkasih,   lagu sesudah pembacaan alkitab,   download lg soraklah alleluya katolik,   khotbah lukas 16: 10-18,   renungan kis,   khotbah yosua 24:13-25,   instrumen lagu rohani mp3,   khotbah minggu 22 september 2019 Yosua 24:13-25,   khotbah yosua 24:13-25,   kmm 33,   Khotbah amos 8:4-8,   sabda bina umat online,   notasi nkb 122,   nkb 122 dengan not,   kotbah josua 24 13 25,   kotbah josua 24:13-25,   kotbah josua 24:13-25,   jangan mengusik orang2 yg Kuurapi, renungan,   Khotbah minggu tanggal 22 sep 2019 yosua 24:13-25,   lagu-lagu rohani katolik 2019,   khotbah mazmur 40:7-11,   khotbah mazmur 40:7-11,   lagu gms,   bina anak gmim bln september,   tema ibadah hki 22 september 2019,   mars pelkat pa,   mars pelkat pa,   lagu kidung jemaat awal pesta,   ku daki jalan mulia chord,   youtube kc 184 bermacam-macam anak,   youtube kc 184 bermacam-macam anak,   lagu bermacam-macam anak,   Kotbah:yosua 24:13-25,   khotbah bilangan 27,   lagu untuk persembahan,   Tertwa lgu rohni,   ilustrasi khotbah lukas 16:10-18,   renungan roma 12:1-8 menjalani kehidupan ibadah yang sejati,   khotbah amos 8: 4-8,   Album rohani john tanamal,   khotbah amos 8: 4-8,   khotba Roma 1:10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk men,   khotba Roma 1:10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk men,   Renungan amos 8:5,   kmm 33,   kmm 2,   lagu gereja baru,   lagu rohani senja membayang di batas hari,   gambar meja persembahan di gereja,   kmm 2,   kmm 2,   kmm 2,   lagu rohani senja membayang di batas hari,   lagu rohani senja membayang di batas hari,   lirik lagu setelah ibadah,   KPPK 3,   yosua 24:13-25,   Renungan untuk ibadah minggu tgl 22 september 2019,   kmm 33,   kmm 33,   lagu penutup ibadah,   khotbah amos 8:4-8,   40 lagu rohani kristen,   lagu sebelum firman tuhan kidung jemaat,   Renungan..Amos.8:4-8,   Khotbah Flp 1 9- 11,   renungan kristen mazmur 40:7-11 renungan raja wali,   pergaulan buruk merusak,   Khotbah kematian 2samuel 12:18-23,   khotbah amos 8: 4-8,   ilustrasi untuk bacaan ulangan 30 : 15-20 untuk sekolah minggu,   tata ibadah penghiburan,   lagu kidung keesaan,   chord.gitar ku daki jalan mulia,   Renungan Harian GMIT 1 Timotius 6:2b-10,   download mp3 lagu kristen arab above all arabiac song,   ku mengasihi tuhan gb 238,   contoh-contoh pendalaman kotbah kejadian 21:18-13,   khotbah lukas 17 : 5 - 10,