Save Page

Mazmur 147:7-11
147:7 Bernyanyilah bagi TUHAN dengan nyanyian syukur, bermazmurlah bagi Allah kita dengan kecapi! 147:8 Dia, yang menutupi langit dengan awan-awan, yang menyediakan hujan bagi bumi, yang membuat gunung-gunung menumbuhkan rumput. 147:9 Dia, yang memberi makanan kepada hewan, kepada anak-anak burung gagak, yang memanggil-manggil. 147:10 Ia tidak suka kepada kegagahan kuda, Ia tidak senang kepada kaki laki-laki; 147:11 TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya.

Penjelasan:

* Mzm 147:7-11 - Dia, yang menutupi langit dengan awan-awan
Pemeliharaan-Nya atas Alam Semesta. Dia, yang menutupi langit dengan awan-awan. Gagasan itu diperluas ke luar batas-batas Israel sehingga mencakup semua makhluk ciptaan. Pemberian Tuhan berupa hujan dan makanan sangat penting, khususnya di negeri di mana langitnya tidak berawan dari bulan April sampai Oktober. Pemazmur menyadari bahwa kebaikan Allah tidak didasarkan pada kekuatan fisik manusia atau binatang.

* Mzm 147:1-11 - Sebuah Panggilan untuk Memuji Allah; Alasan-alasan untuk Memuji

Kita melihat satu lagi mazmur pujian. Sebagian orang berpendapat bahwa mazmur ini ditulis setelah kembalinya orang-orang Yahudi dari pembuangan. Akan tetapi, mazmur ini sungguh selaras dengan Mazmur 145, sehingga saya lebih cenderung berpikir bahwa mazmur ini ditulis oleh Daud, dan apa yang dikatakan di dalamnya (ay. 2, 13) dapatlah diterapkan pada peristiwa pembangunan dan pembentengan Yerusalem untuk pertama kalinya pada masa Daud, dan pada peristiwa berkumpulnya orang-orang yang sebelumnya dibuang pada masa pemerintahan Saul. Septuaginta (Perjanjian Lama terjemahan bahasa Yunani - pen.) membaginya ke dalam dua bagian, dan kita dapat membaginya ke dalam bagian pertama dan bagian kedua, tetapi keduanya sama-sama penting.

    I. Kita dipanggil untuk memuji Allah (ay. 1, 7, 12).
    II. Kita diperlengkapi dengan pokok pujian, sebab Allah harus dimuliakan,
        1. Sebagai Allah atas alam, dan dengan demikian Dia sangatlah besar (ay. 4-5, 8-9, 15-18).
        2. Sebagai Allah segala anugerah, yang menghibur umat-Nya (ay. 3, 6, 10-11).
        3. Sebagai Allah Israel, Yerusalem, dan Sion, yang mendirikan kebangsaan mereka (ay. 2, 13-14), dan terutama menegakkan agama di tengah-tengah mereka (ay. 19-20).
    Mudah saja, dalam menyanyikan mazmur ini, untuk menerapkannya pada diri kita sendiri, baik itu yang berkenaan dengan rahmat-rahmat pribadi maupun bangsa, jika sama mudahnya bagi kita untuk melakukannya dengan sikap-sikap hati yang sesuai.
    Sebuah Panggilan untuk Memuji Allah; Alasan-alasan untuk Memuji (147:1-11)
    Di sini,
        I. Kewajiban memuji disarankan kepada kita. Bukan tanpa alasan bahwa kita dipanggil berulang-ulang untuk menunaikan kewajiban itu: pujilah Tuhan (ay. 1), dan lagi (ay. 7), bernyanyilah bagi TUHAN dengan nyanyian syukur, bermazmurlah bagi Allah kita dengan kecapi! (biarlah semua pujian kita terarah kepada-Nya dan berpusat pada Dia), sebab sungguh baik melakukan itu. Memuji adalah kewajiban kita, dan oleh sebab itu baiklah kewajiban itu dengan sendirinya. Memuji itu adalah kepentingan kita, dan oleh sebab itu baik bagi kita. Memuji itu perbuatan yang berkenan kepada Pencipta kita dan memenuhi tujuan penciptaan kita. Hukum yang dibuat untuknya kudus, adil, dan baik. Pelaksanaannya akan mendatangkan hal yang baik. Memuji itu baik sebab,
            1. Itu perbuatan yang menyenangkan. Sukacita atau kegembiraan kudus disyaratkan sebagai asas yang mendasarinya, dan itu menyenangkan bagi kita sebagai manusia. Memberikan kemuliaan kepada Allah merupakan rancangan dan pekerjaan dari tindakan memuji Allah, dan itu menyenangkan bagi kita sebagai orang-orang kudus yang diabdikan demi kehormatan-Nya. Memuji Allah adalah pekerjaan yang sudah merupakan upahnya sendiri. Itu seperti sorga di atas bumi. Itu adalah pekerjaan yang sudah seharusnya menjadi bagian penting dari diri kita.
            2. Itu perbuatan yang layak. Memuji Allah adalah perbuatan yang sudah sepatutnya kita lakukan sebagai makhluk yang berakal, terlebih lagi sebagai umat yang terikat kovenan dengan Allah. Dalam memberikan kehormatan kepada Allah, kita sebenarnya mendatangkan kehormatan besar bagi diri kita sendiri.
        II. Allah disarankan kepada kita sebagai Dia yang layak menerima puji-pujian yang teramat tinggi dan besar dari kita, karena sejumlah alasan.
            1. Perhatian-Nya terhadap umat pilihan-Nya (ay. 2). Bukankah Yerusalem harus diangkat dari masa-masa awalnya yang kecil? Bukankah ia harus dipulihkan dari reruntuhannya? Dalam kedua kasus itu, TUHAN membangun Yerusalem. Jemaat Injili, Yerusalem yang dari atas, dibangun seperti ini. Ia membingkaikan polanya dalam keputusan-keputusan kehendak-Nya sendiri. Ia mendirikannya dengan pemberitaan Injil-Nya. Setiap hari Ia menambahkan kepadanya orang-orang yang akan diselamatkan, dan dengan demikian membuatnya bertumbuh. Ia akan membangunnya sampai sempurna, membangunnya setinggi langit. Adakah di antara umat-Nya yang terbuang? Apakah itu terjadi kepada mereka karena kebodohan mereka sendiri? Ia mengumpulkan mereka dengan membuat mereka bertobat dan membawa mereka kembali ke dalam persekutuan orang-orang kudus. Adakah di antara mereka yang terpaksa dibuang oleh karena peperangan, kelaparan, atau penganiayaan? Ia membukakan pintu bagi kepulangan mereka. Banyak orang yang terhilang, dan sudah dianggap tersesat, dibawa kembali, dan orang-orang yang tercerai-berai pada hari berkabut dan berawan dikumpulkan bersama-sama kembali.
            2. Penghiburan-penghiburan yang telah disediakan-Nya bagi orang-orang yang sungguh-sungguh bertobat (ay. 3). Mereka patah hati, dan terluka, terhina, dan terganggu karena dosa, tersiksa batin ketika mengingatnya, seperti orang yang terluka parah. Hati mereka tidak saja tertusuk, tetapi juga terkoyak, karena merasakan penghinaan yang telah mereka perbuat terhadap Allah dan luka yang telah mereka goreskan pada diri mereka sendiri karena dosa. Kepada orang-orang yang disembuhkan-Nya dengan penghiburan-penghiburan Roh-Nya, Allah menyampaikan damai sejahtera, dan menyakinkan mereka bahwa dosa-dosa mereka diampuni, dan bahwa Dia berdamai dengan mereka, dan dengan demikian membuat mereka merasa lega. Ia mengoleskan balsam Gilead ke atas luka-luka yang berdarah, dan kemudian membalutnya, dan membuat mereka bergirang. Orang-orang yang sudah mengalami hal ini tidak perlu diajak-ajak lagi untuk memuji Tuhan. Sebab, sesudah mengangkat mereka dari lobang kebinasaan, dan menempatkan kaki mereka di atas bukit batu, Ia memberikan nyanyian baru dalam mulut mereka (40:3-4). Dan untuk ini, biarlah orang lain memuji-Nya juga.
            3. Kekuasaan yang berdaulat yang dimiliki-Nya atas terang-terang langit (ay. 4-5). Bintang-bintang tidak terhitung jumlahnya, banyak dari antara mereka hampir tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, namun Ia menghitung mereka, dan mengetahui jumlahnya secara persis, sebab mereka semua adalah buatan tangan-Nya dan alat-alat tindakan pemeliharaan-Nya. Jumlah dan kekuatan mereka sangatlah besar. Tetapi Ia menyebut nama-nama semuanya, yang menunjukkan kekuasaan-Nya dan penguasaan-Nya atas mereka, untuk memakai mereka sesuai dengan keinginan-Nya. Mereka adalah hamba-hamba-Nya, prajurit-prajurit-Nya. Ia mengumpulkan mereka, mengatur mereka. Mereka datang dan pergi sesuai perintah-Nya, dan segala pergerakan mereka ada di bawah arahan-Nya. Daud menyebutkan ini sebagai salah satu dari banyak contoh, untuk menunjukkan bahwa besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan-Nya(Ia dapat melakukan apa yang disenangi-Nya), dan kebijaksanaan-Nya melampaui segala perhitungan, sehingga Ia dapat merancangkan segala sesuatunya untuk yang terbaik. Pengetahuan manusia cepat habis, dan Engkau menentukan seberapa panjangnya pengetahuan manusia itu. Sampai di situlah kebijaksanaan yang dapat dijangkau manusia itu, tidak lebih. Tetapi pengetahuan Allah adalah suatu kedalaman yang tidak akan pernah terpahami.
            4. Kesenangan-Nya dalam merendahkan orang-orang congkak dan meninggikan orang-orang yang terhina (ay. 6): TUHAN menegakkan kembali orang-orang yang tertindas, yang merendahkan diri di hadapan-Nya, dan yang diinjak-injak oleh manusia. Tetapi orang-orang fasik, yang berlaku kurang ajar terhadap Allah dan penuh penghinaan terhadap semua manusia, yang meninggikan diri mereka dalam kesombongan dan kebodohan, direndahkan-Nya sampai ke bumi, kadang-kadang dengan tindakan-tindakan pemeliharaan yang merendahkan mereka di dunia ini, dan setidaknya pada hari ketika wajah mereka akan dipenuhi dengan aib kekal. Allah membuktikan diri-Nya sebagai Allah dengan mengamat-amati setiap orang yang congkak, dan merendahkan mereka (Ayb. 40:6).
            5. Persediaan kebutuhan yang dibuat-Nya bagi makhluk-makhluk yang lebih rendah. Walaupun begitu besar sampai memerintah bintang-bintang, Ia begitu baik sampai tidak melupakan anak-anak burung gagak (ay. 8-9). Amatilah dengan cara apa Ia memberi makan manusia dan binatang.
                (1) Dia menutupi langit dengan awan-awan, yang menggelapkan udara dan menghalang-halangi pancaran-pancaran sinar matahari, namun di dalam awan-awan itu Ia menyediakan hujan bagi bumi yang penting bagi kesuburannya. Awan-awan itu muram tampaknya, namun tanpa mereka tidak akan ada hujan bagi kita, dan sebagai akibatnya tidak akan ada buah. Demikian pula halnya dengan penderitaan-penderitaan, untuk saat ini tampak hitam, gelap, dan tidak menyenangkan, dan kita berbeban berat karenanya, seperti kadang-kadang apabila langit mendung, itu membuat kita merasa muram. Tetapi penderitaan-penderitaan itu penting, sebab dari awan-awan penderitaan inilah turun curahan hujan yang membuat panen menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai (Ibr. 12:11). Buah kebenaran ini sudah cukup untuk membantu kita berdamai dengan penderitaan-penderitaan itu. Amatilah kebergantungan yang dimiliki bumi terhadap langit. Ini seharusnya mengarahkan kita di bumi ini untuk bergantung kepada Allah di sorga. Semua hujan yang menyirami bumi dipersiapkan oleh Allah.
                (2) Melalui hujan yang tersaring di bumi, Ia membuat gunung-gunung menumbuhkan rumput, bahkan gunung-gunung yang tinggi, yang oleh manusia tidak dirawat ataupun dituai hasilnya. Gunung-gunung, yang tidak dibasahi oleh mata air dan sungai-sungai, sebagaimana halnya dengan lembah-lembah, disirami hujan sehingga tidak tandus.
                (3) Rumput ini diberi-Nya sebagai makanan kepada hewan, hewan gunung yang berlari-lari liar, yang tidak diberi perbekalan oleh manusia. Bahkan anak-anak burung gagak, yang, karena ditinggalkan oleh induk-induk mereka, memanggil-manggil, didengar oleh-Nya, dan ada cara-cara yang ditemukan untuk memberi mereka makan, sehingga mereka tidak dibiarkan binasa di dalam sarang.
            6. Kepuasan-Nya terhadap umat-Nya (ay. 10-11). Pada masa ketika perkara-perkara besar dilakukan, dan ada pengharapan-pengharapan besar akan keberhasilannya, penting bagi kita untuk mengetahui (karena hasilnya tergantung kepada Tuhan) kepada siapa, dan kepada apa, Allah bersuka untuk memberikan kehormatan dan mahkota kemenangan. Bukan kekuatan pasukan, melainkan kekuatan anugerah, yang diakui Allah dengan bersuka hati.
                (1) Bukan kekuatan pasukan - bukan pada pasukan berkuda, sebab Ia tidak suka kepada kegagahan kuda, kuda perang, yang terkenal akan keberaniannya (Ayb. 39:22, dst.) - atau pada pasukan tentara, sebab Ia tidak senang kepada kaki laki-laki. Yang dimaksudkan-Nya bukan kecepatan mereka untuk berlari, meninggalkan medan perang, melainkan kemantapannya untuk menyerang, untuk tetap bertahan. Jika seorang raja, yang sedang berperang melawan raja lain, datang kepada Allah untuk berdoa meminta keberhasilan, maka tidak akan ada gunanya bagi dia untuk berseru, "Tuhan, aku memiliki pasukan yang gagah berani, pasukan kuda dan prajurit yang teratur dengan baik, sungguh sayang jika mereka harus menanggung aib kekalahan." Alasan ini tidak akan diterima oleh Allah ( 20:8). Alasan Yosafat jauh lebih baik: ya Allah, kami tidak mempunyai kekuatan (2 Taw. 20:12). Sebaliknya,
                (2) Allah bersuka untuk mengakui kekuatan anugerah. Perhatian yang sungguh-sungguh dan yang layak mendapat perkenan Allah adalah perhatian yang dalam pandangan-Nya sangat menghargai tinggi anugerah-Nya. Tuhan menerima dan senang kepada orang-orang yang takut akan Dia dan yang berharap akan kasih setia-Nya..
                    Amatilah:
                    [1] Rasa takut yang kudus akan Allah yang disertai dengan pengharapan kepada Dia bukan saja harus ada, tetapi juga harus berpadu. Di dalam hati yang sama, pada waktu yang sama, harus ada baik itu penghormatan terhadap keagungan-Nya maupun kepuasan dalam kebaikan-Nya, baik itu kengerian yang dilandasi rasa percaya akan murka-Nya maupun pengharapan yang dilandasi rasa percaya akan kebaikan hati-Nya. Bukan berarti bahwa kita harus seterusnya tergantung dalam ketegangan antara pengharapan dan ketakutan, tetapi bahwa kita harus bertindak di bawah kendali pengharapan dan ketakutan yang memberi rahmat kepada kita. Ketakutan kita harus menyelamatkan pengharapan kita agar tidak membengkak menjadi kesombongan, dan pengharapan kita harus menyelamatkan ketakutan kita agar tidak tenggelam ke dalam keputusasaan. Seperti itulah kita harus melakukan pekerjaan yang ada di hadapan kita.
                    [2] Kita harus berharap pada kasih setia Allah, kasih setia-Nya secara umum, sekalipun kita tidak dapat menemukan satu janji khusus yang dapat kita pegang. Keyakinan yang disertai dengan kerendahan hati terhadap kebaikan sifat Allah sangatlah menyenangkan hati-Nya, karena ini mendatangkan kemuliaan bagi sifat (atribut)-Nya itu yang di dalamnya Dia teramat bermegah. Setiap orang yang terhormat suka dipercayai.


SBU

MINGGU XI SES. PENTAKOSTA
KAMIS, 4 AGUSTUS 2016
RENUNGAN PAGI
KJ.252 : 1,3 - Berdoa
JALAN PEMULIHAN

Mazmur 147:1-6
Tuhan membangun Yerusalem, la mengumpulkan orang-orang Israel yang torceral-berai; (ay.2)

Sejarah masa lampau bangsa Israel merupakan suatu pelajaran berharga bagi mereka. Tindakan Allah Sang Pencipta alam semesta yang menghukum Israel tidak boleh dilihat dengan sebelah mata, karena itu bukan akhir segalanya. Murka Allah adalah jalan pemurnian kembali iman dan ketaatan Israel untuk menjadi saksi Tuhan, menjadi terang dan menjadi berkat bagi dunia.

Dalam bacaan pagi ini, Mazmur 147:1-6, Pemazmur mengungkapkan mengenai tindakan Allah yang luar biasa dahsyatnya. Allah menghukum Israel yang suka melawan, melalui pembuangan ke Babel. Tetapi pembuangan itu bukan akhir segalanya bagi Israel. Tuhan menyatakan kasih-Nya kembali kepada Israel, la mengumpulkan kembali mereka yang dicerai beraikan-Nya. la menegakkan Israel yang tertindas dan menyembuhkan dari patah hati. Tuhan mengembalikan mereka ke tanah airnya, dan menghukum bangsa fasik, yang tidak bisa dipercaya untuk menghukum Israel. Mereka dibenamkan dalam keterpurukan yang dahsyat karena telah membuat Israel sangat menderita. Di balik murka dan hukuman Allah, la menyatakan pembebasan dan pemulihan bagi bangsa Israel. Allah membangun kembali Yerusalem dan mempercayai Israel untuk kembali menjadi saksi tentang : kuasa, kebesaran dan kemuliaan Allah.

Semua itu menjadi pelajaran bagi segala bangsa di dunia. Tindakan Allah yang menghukum itu bisa terjadi pada kehidupan gereja masa kinl. Bila gereja tidak menjadi terang dan mengabaikan misi, Tuhan harus memulihkan iman dan ketaatan gereja. Bukan dengan jalan kasih, tetapi melalui jalan yang tidak biasa, kemelut dalam kehidupan bergereja. Karena itu, gereja jangan hanya bergelut dengan kepentingan sendiri. Gereja harus malu karena tidak menjadi berkat bagi dunia. Sejarah pemulihan Israel menjadi suatu peringatan bagi gereja agar taat menjalankan misi keluar.

KJ.252 : 4,6
Doa : (Tuhan, tuntunlah kami menjadi gereja yang taat dan setia)


MINGGU XI SES. PENTAKOSTA
KAMIS, 4 AGUSTUS 2016
RENUNGAN MALAM
KJ.451 : 1 - Berdoa
TAKUT DAN TAAT

Mazmur 147:7 -11
TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia,... (ay.11a)

Bom Atom Amerika ke Hirosima dan Nagasaki, mengakhiri ambisi bangsa Jepang untuk menjadi penjajah. Kehancuran menjadi pendorong kebangkitan kembali bangsa Jepang menjadi bangsa yang Iebih strategis di dunia ini. Jepang bangkit kembali menjadi negara industri maju, bersifat sosial dan turut
membangun kemanusiaan dunia. Kejatuhan dan kebangkitan bangsa Jepang harusnya menjadi hikmat bagi bangsa Asia Tenggara untuk tidak konflik memperebutkan zona di sekitarnya yang mengganggu kedamaian bangsa.

Dalam bacaan malam hari ini, Mazmur 147:7-11, diungkapkan bahwa kehancuran yang dialami Israel mendorongnya bangkit menjadi bangsa yang takut akan Tuhan, tahu bersyukur dan bermazmur memuliakan Tuhan yang mahakuasa. Tuhan mengasihi Israel yang sekarang menjadi bangsa yang takut akan Tuhan dan yang berharap kepada kasih-setia Tuhan. Pemazmur juga berharap segala bangsa di dunia ini, menjadi bangsa yang takut dan taat kepada Tuhan, agar Tuhan mengasihi dan memberkatinya. Menjadi bangsa yang takut dan taat kepada Tuhan tidak harus dimulai setelah kehancuran oleh hukuman Tuhan. Tetapi dimulai dengan hidup beriman dan berusaha hidup menurut maksud Tuhan. Jadilah seperti bangsa Swiss di Eropa, yang tidak menghendaki ekspansi wilayah tetapi menjadi negeri
yang damai dan melindungi setiap insan.

Memang banyak orang di dunia ini berpegang pada filsafat itu, bahwa yang baik selalu muncul setelah kegagalan atau kehancuran. Haruskah semua itu terjadi dan kita alami juga agar ada pembaruan? Alangkah baiknya, bila kita belajar dari firman Tuhan malam hari ini mengenai Israel. Kita hanya perlu hati yang takut dan taat kepada Tuhan untuk menjadi berkat bagi dunia ini. Dan membangun kebersamaan yang penuh damai sejahtera dengan sesama di dunia ini.

KJ.451 : 2
Doa : (Ya Tuhan Yesus, jadikan hati kami takut dan taat kepada-Mu)

Label:   Mazmur 147:7-11 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT. 5 AGUSTUS 2016 - PENCIPTA YANG AJAIB Mazmur 147:16-20 - MINGGU XI SES. PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 3 AGUSTUS 2016 - MULIAKAN TUHAN DENGAN TULUS Mazmur 96:1-13 - MINGGU XI SES. PENTAKOSTA

Garis Besar Mazmur





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 22 September - Ezra 2; Mazmur 1, 121

Hari ini, 22 September - Maz 106:47-107:5, Yes 30-31, 2 Kor 12:11-21, Ams 25:1-2


Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2016..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Latest Christian Song







Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 22 September 2019
Great Jehovah - Travis Greene

Minggu, 22 September 2019
On My Own - Ashes Remain

Minggu, 22 September 2019
God's Not Dead - Newsboys

Minggu, 22 September 2019
Gone - Elevation Worship

Sabtu, 21 September 2019
Burdens - Jamie Kimmett

Jumat, 20 September 2019
We're A Winner - Phillip Bailey

Jumat, 20 September 2019
Vaya (Go With Love) - Phillip Bailey

Jumat, 20 September 2019
Truimph - Phillip Bailey

Kamis, 19 September 2019
Oh Jesus! - Mercy Chinwo

Kamis, 19 September 2019
Quiet Time (2): 1 Hour Soaking Worship Songs (Kim Walker, Hillsong, Israel Houghton)

Kamis, 19 September 2019
Free - Hillsong

Kamis, 19 September 2019
Hear My Song, Lord - Gaither Vocal Band

Kamis, 19 September 2019
Give God the Glory - Marcus Jordan

Kamis, 19 September 2019
Beautiful - Jonas Rayme

Kamis, 19 September 2019
Yes, I Know - Gaither Vocal Band

Minggu, 15 September 2019
Forever Faithful (Love Song for Jesus) - Lifebreakthrough

Minggu, 15 September 2019
Glory To The King - Hillsong

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



KHOTBAH MENGADAKAN PENDAMAIAN,   sgdk oktober 2019,   renungan amos 8 ayat 4 - 8,   nyanyian suara gembira 21,   not angka gita bakti no 45 Dan lyrik,   not angka gita bakti no 45,   mars gerakan pemuda,   nyaniyan rohani 132,   tema mazmur 40:7-11,   sabda bina umat 22 september 2019 ,   jamita partangiangan 29 september 2019 mazmur 40:7-11,   kmm 33,   bahan kotbah mazmur 40:7-11 sabda.com,   Jamita psalmen 40:7-11,   khotbah yosua 24 13-25,   khotbah mazmur 111:1-10,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   khotbah mazmur 111:1-10,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   renungan harian katolik tanggal 22 september 2019,   kotbah 1 tesalonoka 3:6-8,   tafsiran mazmur 40:7-11,   Renungan harian bacaan dan mazmur minggu 22 September 2019,   Lagu kidung jemaat kristen protestan,   jamita minggu efesus 4:7-16,   Lagu kidung jemaat kristen protestan,   ayat Alkitab persembahan untuk anak anak,   renungan harian katolik 22 september 2019,   renungan harian katolik 22 september 2019,   lagu rohani easy worship,   lagu penutup ibadah,   lagu rohani pdt erastus sabdono,   Kesimpulan dari dosa , anugerah , pertobatan , pengampunan dan hidup baru,   lagu rohani untuk persembahan,   kidung ceria bilasangkakala,   not lagu nyanyian kidung baru 201,   tafsiran Yosua 24:13-25,   Bahan khotbah Josua 24:13-25,   sabda bina teruna septembr 2019,   inti korbah JOSUA 24:13-25,   jamita josua 24:13-25,   download MP3 lagu lagu di lagu sion acapella,   yosua 23 13-25,   renungan yesaya 27:1-5,   Khotbah 1tesalonika3,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   khotbah yosua 24:13-25,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   chord dipintumu ku datang dan,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   Ilustrasi kotbah josua,   renungan harian hkbp 2019 mazmur 40:7-11,   amos 8 ayat 4 penjelasan,   Ilustrasi kotbah josua,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   renungan matius 5:21-26,   amos 8 ayat 4 penjelasan,   khotbah lukas 16:10-18,   nyanyian rohani 136,   kmm 1 notasi,   jamita na marhata batak Josua 24:13-25,   lagu persembahan pastekosta lama,   1 petrus 3 : 8-12,   Injil Renungan Minggu 22 September 2019,   khotbah yosua 24:13-25,   1 petrus 3 : 8-12,   bina anak gmim bln september,   renungan gpib hari ini september,   khotbah yosua 24:13-25,   bahan renungan alkitab 1 yohanes pasal 1 ayat 1 sampai 6,   khotbah yeremia 8:18-22 mendua hati,   khotbah yeremia 8:18-22 mendua hati,   ilustrasi untuk bacaan ulangan 30 : 15-20 untuk sekolah minggu,   khotbah dari gal 4:18÷20,   nyanyian masmur minggu 22 september 2019,   kidung muda mudi 87,   Khotbah amos 8:4-8,   Khotbah amos 8:4-8,   Khotbah amos 8:4-8,   tafsiran amos 8:4-6,   download kidung keesaan gratis,   bahan khotbah ester 4:1-17,   kidung kaesaan,   khotbah yosua 24:13-25,   khotbah yosua 24:13-25,   kidubg kaesaan 6,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah ibadah syukur setahun kepergian ibu yang terkasih,   khotbah ibadah syukur setahun kepergian ibu yang terkasih,   lagu sesudah pembacaan alkitab,   download lg soraklah alleluya katolik,   khotbah lukas 16: 10-18,   renungan kis,   khotbah yosua 24:13-25,   instrumen lagu rohani mp3,   khotbah minggu 22 september 2019 Yosua 24:13-25,   khotbah yosua 24:13-25,   kmm 33,   Khotbah amos 8:4-8,   sabda bina umat online,   notasi nkb 122,   nkb 122 dengan not,   kotbah josua 24 13 25,   kotbah josua 24:13-25,   kotbah josua 24:13-25,   jangan mengusik orang2 yg Kuurapi, renungan,   Khotbah minggu tanggal 22 sep 2019 yosua 24:13-25,   lagu-lagu rohani katolik 2019,   khotbah mazmur 40:7-11,   khotbah mazmur 40:7-11,   lagu gms,   bina anak gmim bln september,   tema ibadah hki 22 september 2019,   mars pelkat pa,   mars pelkat pa,   lagu kidung jemaat awal pesta,   ku daki jalan mulia chord,   youtube kc 184 bermacam-macam anak,   youtube kc 184 bermacam-macam anak,   lagu bermacam-macam anak,   Kotbah:yosua 24:13-25,   khotbah bilangan 27,   lagu untuk persembahan,   Tertwa lgu rohni,   ilustrasi khotbah lukas 16:10-18,   renungan roma 12:1-8 menjalani kehidupan ibadah yang sejati,   khotbah amos 8: 4-8,   Album rohani john tanamal,   khotbah amos 8: 4-8,   khotba Roma 1:10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk men,   khotba Roma 1:10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk men,   Renungan amos 8:5,   kmm 33,   kmm 2,   lagu gereja baru,   lagu rohani senja membayang di batas hari,   gambar meja persembahan di gereja,   kmm 2,   kmm 2,   kmm 2,   lagu rohani senja membayang di batas hari,   lagu rohani senja membayang di batas hari,   lirik lagu setelah ibadah,   KPPK 3,   yosua 24:13-25,   Renungan untuk ibadah minggu tgl 22 september 2019,   kmm 33,   kmm 33,   lagu penutup ibadah,   khotbah amos 8:4-8,   40 lagu rohani kristen,   lagu sebelum firman tuhan kidung jemaat,   Renungan..Amos.8:4-8,   Khotbah Flp 1 9- 11,   renungan kristen mazmur 40:7-11 renungan raja wali,   pergaulan buruk merusak,   Khotbah kematian 2samuel 12:18-23,   khotbah amos 8: 4-8,   ilustrasi untuk bacaan ulangan 30 : 15-20 untuk sekolah minggu,   tata ibadah penghiburan,   lagu kidung keesaan,   chord.gitar ku daki jalan mulia,   Renungan Harian GMIT 1 Timotius 6:2b-10,   download mp3 lagu kristen arab above all arabiac song,   ku mengasihi tuhan gb 238,   contoh-contoh pendalaman kotbah kejadian 21:18-13,   khotbah lukas 17 : 5 - 10,