Dilihat: 1684 x

Save Page

Senin, 26 September 2016
MINGGU XIX SESUDAH PENTAKOSTA
Kisah Para Rasul 18:24-28
Apolos di Efesus
18:24 Sementara itu datanglah ke Efesus seorang Yahudi bernama Apolos, yang berasal dari Aleksandria. Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci. 18:25 Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes. 18:26 Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Tetapi setelah Priskila dan Akwila
mendengarnya, mereka membawa dia ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah. 18:27 Karena Apolos ingin menyeberang ke Akhaya, saudara-saudara di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya maka ia, oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya. 18:28 Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi
di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias.


Penjelasan:

* Kis 18:24-25 - Apolos // sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci,
Apolos yang fasih berbicara telah menerima kabar baik tentang Yesus ini: dan karena dia sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci, dia mampu

memperkenalkan Yesus sebagai Mesias secara efektif kepada orang Yahudi.

* Kis 18:26 - dengan teliti menjelaskan kepadanya jalan Allah,
 Ketika Priskila dan Akwila berjumpa dengan dia di Efesus, mereka berdua dengan teliti menjelaskan kepadanya jalan Allah, yang mencakup kematian dan kebangkitan Kristus serta kedatangan Roh Kudus. Sangat mungkin, Apolos pada saat itu dibaptiskan oleh Akwila dalam nama Kristus.

* Kis 18:27-28 - Yesus adalah Mesias
Ketika Apolos hendak pergi ke Akhaya. Akwila dan Priskila mengirimkan surat rekomendasi baginya, sehingga dia dapat membantu pelayanan Paulus di Korintus, dengan membantah pandangan orang Yahudi dengan buktikan bahwa Yesus adalah Mesias. Bahwa ada sekelompok orang Kristen di Korintus menamakan
diri mereka anak buah Apolos (I Kor. 1:12; 3:4) mungkin tidak disebabkan oleh tindak-tanduk yang tidak benar di pihak Apolos.

* Peran Apolos ( Kis 18:24-28)
    Sejarah suci meninggalkan Paulus dalam perjalanan-perjalanannya dan berlanjut di sini untuk menemui Apolos di Efesus, dan untuk memberi kita gambaran tentang dia, yang kita perlukan untuk memahami beberapa bagian dalam surat-surat Paulus.
        I. Di sini diceritakan mengenai dirinya, ketika dia datang ke Efesus.
            1. Dia adalah seorang Yahudi, berasal dari Aleksandria di Mesir, namun lahir dari orangtua Yahudi. Ada banyak sekali orang Yahudi di kota itu, sejak tersebarnya bangsa itu, seperti yang dinubuatkan dalam Ulangan 28:68, TUHAN akan membawa engkau kembali ke Mesir. Namanya bukanlah Apolo, nama salah satu dewa penyembah berhala, melainkan Apolos, yang menurut sebagian orang sama dengan Apeles (Rm. 16:10).
            2. Dia memiliki talenta-talenta yang luar biasa, dan sangat cocok untuk melayani orang banyak. Dia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci Perjanjian Lama, yang dengannya ia dibesarkan sebagai orang Yahudi.
                (1) Dia sangat mahir berbahasa: seorang yang fasih berbicara.Dia adalah anēr logios - seorang yang bijaksana, menurut sebagian orang, atau seorang yang terpelajar, menurut sebagian lainnya. Dia adalah historiarum peritus - seorang ahli sejarah yang pandai, yang sangat memenuhi syarat untuk melayani. Dia adalah seorang yang dapat mengatakan hal-hal yang baik, demikianlah artinya yang sesuai. Ia seorang yang menyampaikan hal-hal bijaksana. Dia terkenal karena berbicara dengan tepat dan sesuai dengan permasalahannya, lengkap dan fasih, mengenai apa pun.
                (2) Dia sangat menguasai bahasa kitab suci, dan inilah kefasihan yang membuatnya luar biasa. Dia datang ke Efesus, sebagai orang yang sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci, demikianlah kata-katanya. Karena memiliki kecakapan menguraikan kitab suci, dia datang ke Efesus, sebuah tempat yang dikunjungi banyak orang, untuk menawarkan talentanya, bagi kehormatan Allah dan kebaikan untuk orang banyak. Dia tidak hanya cakap dalam hal Kitab Suci, dapat mengutip ayat-ayat di luar kepala, dan mengulanginya, dan memberi tahu Anda di mana ayat-ayat itu bisa ditemukan (banyak orang Yahudi duniawi yang seperti itu, yang oleh karena itu disebut memiliki kegenapan segala kepandaian dan ketepatan menurut hukum). Namun dia bukan hanya seperti itu, melainkan juga sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci. Dia memahami maksud dan artinya, bagaimana menggunakan dan menerapkannya, bagaimana memberi penjelasan berdasarkan Kitab Suci, dan memberi penjelasan yang kuat. Kuasa yang meyakinkan, berwibawa, dan tegas menyertai seluruh

penjelasannya yang terperinci dan penerapan-penerapannya dari Kitab Suci. Mungkin saja dia telah membuktikan pengetahuannya tentang Kitab Suci dan kemampuannya di bidang itu di banyak rumah ibadat orang Yahudi.
                3. Dia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Artinya, dia sudah sedikit mengenal ajaran Kristus, sudah mendapatkan gagasan umum tentang Injil dan dasar-dasar agama Kristen, bahwa Yesus adalah Kristus dan adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia.
Pemberitahuan awal tentang hal ini pastilah sudah diterima oleh seseorang yang sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci seperti Apolos, dan oleh karena itu memahami tanda-tanda zaman. Dia menerima pengajaran, katēchēmenos - dia diajari tentang iman (demikianlah arti kata tersebut), oleh orangtuanya atau oleh hamba-hamba Tuhan. Dia diajari sedikit tentang Kristus dan jalan keselamatan melalui Dia. Barangsiapa mau mengajar orang lain haruslah diajar terlebih dulu firman Tuhan, bukan hanya supaya bisa berbicara mengenainya, melainkan juga supaya menjalaninya. Tidak cukup jika lidah kita mengucapkan firman Tuhan, kaki kita pun harus mengikuti jalan Tuhan.
                4. Namun dia hanya mengetahui baptisan Yohanes. Dia menerima pengajaran tentang Injil Kristus sejauh yang dibawakan oleh pelayanan Yohanes, dan tidak lebih jauh dari itu. Dia lebih mengenal persiapan jalan untuk Tuhan oleh suara orang yang berseru-seru di padang gurun, daripada jalan Tuhan itu sendiri. Kita tidak bisa tidak berpikir bahwa dia sudah mendengar tentang kematian dan kebangkitan Kristus, namun dia tidak dituntun untuk mengetahui misteri hal-hal tersebut. Dia belum mendapatkan kesempatan untuk bercakap-cakap dengan satu pun dari rasul-rasul itu sejak pencurahan Roh Kudus. Atau, dia sendiri sudah dibaptis hanya dengan baptisan Yohanes, namun belum dibaptis dengan Roh Kudus, seperti rasul-rasul pada hari Pentakosta.
            II. Di sini terdapat kegunaan dan kemajuan karunia-karunia Apolos di Efesus. Dia datang ke sana mencari kesempatan untuk melakukan dan mendapatkan kebaikan, dan dia menemukan keduanya.
                1. Di sana dia menggunakan karunia-karunianya dengan sangat baik di tengah masyarakat. Dia datang, mungkin, karena dianjurkan kepada rumah ibadat orang Yahudi sebagai orang yang pantas menjadi guru di sana. Dan sesuai dengan pengetahuan yang dia miliki dan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus, dia bersedia dipekerjakan (ay. Kis 18:25): Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus.

Walaupun tidak memiliki karunia-karunia mujizat dari Roh Kudus seperti para rasul, Apolos menggunakan karunia yang dia miliki, karena pembagian karunia Roh, apa pun ukurannya, dikaruniakan kepada tiap-tiap orang untuk kepentingan bersama. Dan Juru Selamat kita, melalui sebuah perumpamaan, bermaksud mengajar hamba-hamba-Nya bahwa walaupun mereka hanya memiliki satu talenta, mereka tidak boleh menguburkannya. Kita sudah melihat bagaimana Apolos memenuhi syarat dengan pikiran yang pandai dan lidah yang fasih: dia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci.

Dia sudah menyimpan persediaan yang baik berupa pengetahuan yang berguna, dan memiliki kecakapan yang sangat baik untuk menyampaikannya. Marilah sekarang kita melihat apa lagi yang membuatnya pantas dipuji sebagai seorang pengkhotbah. Teladannya pantas diketahui semua pengkhotbah.
                    (1) Dia adalah seorang pengkhotbah yang bersemangat dan bersungguh-sungguh. Selain memiliki kepala yang baik, dia juga memiliki hati yang baik. Dia bersemangat (KJV: menyala-nyala di dalam Roh). Di dalam dirinya dia memiliki nyala api ilahi dan sinar ilahi yang sangat besar, yang berkobar-kobar dan cemerlang. Dia penuh semangat bagi kemuliaan Allah, dan bagi keselamatan jiwa-jiwa yang berharga. Ini tampak, baik dalam keberaniannya berkhotbah ketika dipanggil untuk itu oleh pejabat-pejabat rumah ibadat, maupun dalam semangatnya ketika berkhotbah. Dia berkhotbah dengan segala kesungguhan hati, dan sepenuh hati dalam bekerja. Alangkah bagusnya perpaduan yang ada di sini! Ada banyak orang yang bersemangat, namun lemah dalam hal pengetahuan, dalam memahami Kitab Suci - tidak bisa mencari kata-kata yang sesuai dan banyak menggunakan kata-kata yang tidak sesuai. Dan di sisi lain, banyak yang cukup fasih, sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci, terpelajar, dan bijaksana, namun tidak memiliki gairah atau semangat. Di sini terdapat manusia kepunyaan Allah yang lengkap, diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. Fasih dan juga bersemangat, penuh dengan pengetahuan ilahi dan juga kesungguhan hati yang ilahi.
                    (2) Dia adalah seorang pengkhotbah yang rajin dan tekun. Dia berbicara dan dengan teliti ia mengajar. Dia berjerih payah dalam berkhotbah, apa yang dia sampaikan disusun dengan teliti. Dan dia tidak mempersembahkan kepada Allah, atau kepada rumah ibadat, apa yang tidak berharga atau tidak membutuhkan pengorbanannya. Pertama dia menyusunnya dalam hatinya sendiri, barulah kemudian berusaha memengaruhi orang-orang yang mendengarkan khotbahnya. Dengan teliti ia mengajar, akribōs - teliti atau saksama, tepat. Semua yang dia katakan sudah dipertimbangkan baik-baik.
                    (3) Dia adalah seorang pengkhotbah Injili. Walaupun dia hanya mengetahui baptisan Yohanes, namun itu adalah awal dari Injil Kristus, dan dia tetap berpegang dengan itu. Sebab, ia mengajarkan tentang Tuhan, tentang Kristus Tuhan, hal-hal yang cenderung membuka jalan bagi-Nya, dan memuliakan Dia. Hal-hal yang menyinggung kerajaan Mesias adalah pokok-pokok yang dia pilih untuk dia tekankan. Bukan tentang hukum upacara keagamaan, walaupun itu akan menyenangkan orang-orang Yahudi yang mendengarkan dia. Bukan juga tentang filosofi bangsa bukan Yahudi, walaupun dia dapat membicarakannya dengan sangat baik, melainkan tentang Yesus.
                    (4) Dia adalah seorang pengkhotbah yang berani. Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat, sebagai seorang yang, karena sudah memiliki keyakinan di dalam Allah, tidak takut kepada manusia. Dia berbicara sebagai seorang yang mengetahui kebenaran kata-katanya dan tidak ragu-ragu mengenainya. Dia mengetahui betapa berharganya apa yang dia katakan dan tidak takut menderita untuk itu. Di rumah ibadat, di mana orang-orang Yahudi bukan hanya hadir melainkan juga memiliki kuasa, di sanalah dia berkhotbah tentang Allah, walaupun mengetahui bahwa mereka berprasangka buruk tentang khotbah seperti itu.
                2. Di sana Apolos mengalami banyak peningkatan dengan karunia-karunianya secara pribadi, bukan melalui pendidikan, melainkan melalui percakapannya dengan Priskila dan Akwila. Kalau Paulus atau rasul atau penginjil lainnya ada di Efesus, mereka pasti akan mengajar dia. Namun, karena tidak ada bantuan yang lebih baik, Priskila dan Akwila (yang adalah pembuat tenda) dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah. Perhatikanlah,
                    (1) Akwila dan Priskila mendengarkan dia berkhotbah di rumah ibadat. Walaupun pengetahuannya jauh lebih sedikit daripada mereka, namun, karena dia memiliki karunia yang sangat baik untuk melayani orang banyak, mereka mendukung pelayanannya, dengan rajin menghadirinya secara
tetap. Demikianlah hamba-hamba muda yang penuh harapan seharusnya didukung oleh orang-orang Kristen dewasa, karena sudah sepatutnya mereka menggenapkan seluruh kebenaran.
                    (2) Mereka menemukan bahwa pengetahuan Apolos tentang agama Kristen tidak sempurna. Karenanya mereka membawa dia ke rumah mereka, untuk menginap di rumah yang sama dengan mereka, dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah, jalan keselamatan melalui Yesus Kristus, dengan
lebih sempurna (KJV). Mereka tidak memanfaatkan kekurangan yang mereka temukan untuk merendahkan dia, atau menjatuhkan dia di hadapan orang lain.

Mereka tidak menyebut dia sebagai seorang pengkhotbah muda yang mentah, tidak pantas untuk naik ke atas mimbar, melainkan menganggap kekurangannya itu sebagai kerugian bagi pekerjaannya itu karena hanya mengetahui baptisan Yohanes. Dan, karena mereka sendiri mendapatkan banyak pengetahuan
tentang kebenaran-kebenaran Injil melalui percakapan mereka yang panjang dan akrab dengan Paulus, mereka menyampaikan apa yang mereka ketahui kepadanya, dan memberi dia uraian yang terang, jelas, dan teratur tentang hal-hal yang sebelumnya membuat dia bingung.
                        [1] Lihatlah di sini sebuah contoh dari apa yang sudah Kristus janjikan, bahwa setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi. Orang yang mempunyai, dan menggunakan apa yang dia punyai, akan mempunyai lebih banyak lagi. Orang yang dengan rajin mempergunakan talentanya menggandakannya dengan cepat.
                        [2] Lihatlah teladan kebaikan Kristen sejati pada diri Akwila dan Priskila. Mereka melakukan kebaikan sesuai dengan kemampuan mereka. Akwila, walaupun memiliki pengetahuan yang banyak, namun tidak berusaha berbicara di rumah ibadat, karena dia tidak memiliki karunia untuk melayani orang banyak seperti Apolos. Namun dia memperlengkapi Apolos dengan bahan-bahan yang dibutuhkan, dan lalu membiarkan dia mengungkapkannya dengan kata-kata yang dapat diterima. Mengajar orang-orang Kristen muda dan hamba-hamba Tuhan muda, yang memiliki niat baik dan bekerja dengan baik, secara pribadi melalui percakapan, adalah sebuah pelayanan yang sangat baik, bagi mereka dan bagi jemaat.
                        [3] Lihatlah teladan kerendahan hati Apolos. Dia adalah seorang pemuda yang sangat cerdas, memiliki bakat dan pengetahuan yang hebat, baru saja lulus dari universitas, seorang pengkhotbah terkenal, dan mendapatkan banyak sekali pujian dan pengikut. Namun dia menyadari bahwa Akwila dan Priskila adalah orang-orang Kristen yang bijaksana dan sungguh-sungguh, yang dapat berbicara dengan cerdas dan berdasarkan pengalaman tentang Allah. Walaupun mereka hanyalah tukang, tukang kemah yang miskin, dia senang menerima pengajaran dari mereka, diberi tahu tentang kekurangan dan kesalahannya, kesalahan-kesalahannya diperbaiki, dan kekurangan-kekurangannya dibereskan. Murid-murid muda bisa memperoleh banyak hal melalui percakapan dengan orang-orang Kristen tua, seperti pelajar-pelajar muda hukum Taurat dengan orang-orang tua yang telah berpengalaman dalam menjalankannya. Walaupun telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan, Apolos tidak berhenti pada pengetahuan yang telah diterimanya saja, atau
menganggap dirinya memahami agama Kristen sebaik orang lain (yang merupakan kecenderungan pemuda yang angkuh dan sombong). Dia ingin supaya Jalan Tuhan dijelaskan secara terperinci kepadanya dengan lebih sempurna. Orang yang tahu banyak seharusnya benar-benar ingin mengetahui lebih banyak lagi,
dan mengetahui apa yang mereka ketahui dengan lebih baik, berusaha terus maju menuju kesempurnaan.
                        [4] Di sini terdapat teladan seorang perempuan baik, yang walaupun tidak diizinkan berbicara di dalam jemaat atau di dalam rumah ibadat, namun melakukan kebaikan dengan pengetahuan yang Allah berikan kepadanya dalam percakapan pribadi. Paulus menghendaki perempuan-perempuan yang tua cakap mengajarkan hal-hal yangbaik (Tit. 2:3).
            III. Di sini Apolos mendapatkan kehormatan yang lebih tinggi untuk melayani jemaat Korintus, di mana dia bisa mengerjakan lebih banyak hal berguna daripada di Efesus saat itu. Paulus sudah memulai pekerjaan di Akhaya dan terutama di kota Korintus. Banyak yang tergerak oleh khotbahnya untuk menerima Injil, dan mereka perlu diteguhkan. Demikian pula banyak yang tersinggung lalu menentang Injil, dan mereka perlu dikalahkan dalam perdebatan. Paulus sudah pergi, dan dipanggil untuk mengerjakan pekerjaan lain, dan sekarang ada kesempatan baik bagi Apolos untuk mengisi lowongan ini. Dia lebih cocok menyirami daripada menanam, membangun orang-orang yang sudah ada di dalam daripada membawa masuk orang-orang yang ada di luar.

Nah di sini terdapat,
                1. Panggilannya untuk pelayanan ini, bukan melalui sebuah penglihatan, sebagaimana Paulus dipanggil ke Makedonia, bukan juga melalui undangan orang-orang yang akan dia kunjungi, melainkan,
                    (1) Dia sendiri ingin pergi: Apolos ingin menyeberang ke Akhaya. Karena mendengar tentang keadaan jemaat-jemaat di sana, dia berpikir hendak mencoba kebaikan apa yang bisa dia lakukan di antara mereka. Walaupun di sana ada orang-orang yang terkenal karena karunia-karunia roh, namun Apolos berpikir ada sesuatu yang bisa dia kerjakan, dan Allah mencondongkan pikirannya ke situ.
                    (2) Teman-temannya mendorong dia untuk pergi dan menyetujui maksudnya. Dan karena dia benar-benar asing di sana, mereka memberinya sepucuk surat keterangan atau surat pengantar bagi dia, yang mengimbau murid-murid di Akhaya untuk menjamu dan mempekerjakan dia. Dengan
cara ini, dan cara-cara lainnya, persekutuan jemaat-jemaat dipelihara, yaitu dengan memuji anggota-anggota dan hamba-hamba Tuhan agar mereka saling menerima, ketika hamba-hamba Tuhan, seperti Apolos di sini, ingin pindah. Walaupun orang-orang di Efesus sangat kehilangan karya-karyanya, mereka
tidak iri dengan manfaat yang didapatkan orang-orang di Akhaya. Sebaliknya, mereka menggunakan hubungan baik mereka dengan jemaat di Akhaya untuk memperkenalkan Apolos. Karena jemaat-jemaat Kristus, walaupun banyak, namun merupakan satu kesatuan.
                    2. Keberhasilannya dalam pelayanan ini, yang memenuhi maksud dan harapannya. Karena,
                        (1) Orang-orang percaya sangat dibangun, dan orang-orang yang telah menerima Injil sangat diteguhkan: Ia, oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya. Perhatikanlah,
                            [1] Orang-orang yang percaya kepada Kristus menjadi percaya karena anugerah. Itu bukan hasil usaha mereka, tetapi pemberian Allah. Itu adalah pekerjaan-Nya di dalam mereka.
                            [2] Orang-orang yang menerima anugerah memang percaya, namun masih membutuhkan bantuan. Selama mereka ada di sini di dunia ini, ada sisa-sisa ketidakpercayaan, dan sesuatu yang kurang dalam iman mereka yang harus disempurnakan, dan pekerjaan iman yang harus diselesaikan.
                            [3] Hamba-hamba Tuhan yang setia dapat dengan banyak cara membantu orang-orang yang karena anugerah benar-benar percaya. Sudah menjadi tugas mereka untuk membantu mereka, banyak-banyak membantu mereka. Dan, ketika kuasa ilahi menyertai mereka, mereka akan berguna bagi
orang-orang itu.
                        (2) Orang-orang yang tidak percaya sangat dipermalukan. Keberatan-keberatan mereka sepenuhnya terjawab, kebodohan dan kesesatan alasan-alasan mereka terungkap, sehingga mereka tidak bisa mengatakan apa-apa untuk tetap menentang Injil. Mulut mereka dibungkam, dan mereka menjadi malu (ay. Kis 18:28): Dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum, di hadapan banyak orang. Dia melakukannya eutonōs - dengan sungguh-sungguh, dan dengan sangat berapi-api. Dia berusaha keras melakukannya, dengan sepenuh hati, sebagai seorang yang benar-
benar ingin melayani kepentingan Kristus dan menyelamatkan jiwa-jiwa manusia. Dia melakukannya dengan berhasil dan benar-benar memuaskan. Dia melakukannya levi negotio - dengan keahlian. Perkaranya begitu jelas, dan penjelasan-penjelasan dari pihak Kristus sangat kuat, sehingga mudah untuk
mematahkan semua yang dikatakan orang-orang Yahudi untuk menentang Injil. Walaupun mereka sangat sengit, namun alasan-alasan mereka sangat lemah sehingga tidak membantu perlawanan mereka. Nah, tujuan Apolos adalah meyakinkan mereka bahwa Yesus adalah Mesias, bahwa Dia adalah Mesias yang telah
dijanjikan kepada para nenek moyang, yang akan datang itu, dan supaya mereka jangan mencari yang lain. Jika saja orang-orang Yahudi insaf akan hal ini, bahwa Yesus adalah Kristus, maka hukum mereka sendiri pun akan mengajar mereka untuk mendengarkan dia. Perhatikanlah, tugas hamba-hamba Tuhan
adalah memberitakan Kristus: Bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan. Cara yang dia pakai untuk meyakinkan mereka adalah dari Kitab Suci. Dari sanalah dia mendapatkan alasan-alasannya, karena orang-orang Yahudi mengakui bahwa Kitab Suci memiliki wewenang ilahi,
dan mudah saja bagi dia, yang sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci, untuk menunjukkan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Kristus. Perhatikanlah, hamba-hamba Tuhan harus mampu bukan hanya memberitakan kebenaran, namun juga membuktikan dan mempertahankannya, dan meyakinkan para penyangkal dengan lemah lembut namun juga dengan kekuatan, dengan menuntun orang yang suka melawan. Dan inilah pelayanan sesungguhnya bagi jemaat.

SBU

MINGGU XIX SES. PENTAKOSTA
SENIN, 26 SEPTEMBER 2016
KJ-396:1 -Berdoa
HADIR UNTUK MENEGUHKAN HATI
Kisah Para Rasul 18:18-23
".....untuk meneguhkan hati semua murid" (ay.23)

Saudara-saudara, jika suatu ketika kita bertemu dengan sesama yang sedang mengalami persoalan pelik, bagaimana sikap kita? dan apakah yang harus kita lakukan? Rasul Paulus dalam pelayanannya tidak hanya memberitakan kabar sukacita bahwa manusia telah didamaikan dengan Allah oleh dan melalui Yesus (Kisah Para Rasul 18 : 9), tetapi juga melalui kehadirannya ia meneguhkan hati jemaat yang dikunjunginya.

Kitapun terpanggil untuk meneguhkan hati sesama. Langkah tersebut tentu sangat berarti bagi mereka yang sedang bergelut dengan berbagai masalah kehidupan. Di tengah derasnya ketidak-pedulian, di tengah kuat dan maraknya pola hidup yang mementingkan diri, kita diutus menghadirkan gaya hidup yang peduli kepada sesama. Dalam ha! ini kita tidak melihat Iatar belakang suku, agama atau ras. Kita dapat menjadi utusan yang hadir bagi sahabat-sahabat kita dimanapun kita berada. Di ladang atau di kantor, di rukun tetangga atau di lingkungan keluarga sendiri. Semuanya menjadi area dimana kita bisa hadir dan menjadi berkat dengan meneguhkan hati.

Maka yang perlu kita hayati ialah, pertama-tama kita sendiri telah mengalami kekuatan yang bersum ber dari kebajikan Tuhan. Kedua, sikap kita terhadap sesama dengan meneguhkan hati mereka bertolak dari kesadaran bahwa kita hidup bersama dengan manusia lain. Kita hadir bersama dengan orang lain dan karenanya kitapun memiliki tugas untuk menjadi berkat bagi sesama. Semakin kita mencintai Tuhan semakin kita memahami makna dari persekutuan. Hidup ini menemukan keindahannya ketika kita dapat mengulurkan tangan kepada sesama untuk semakin mensyukuri hidup ini. Makajadilah berkat bagi sesama, dimulai dari rumah dan terus keluar men- jangkau setiap orang dengan kekuatan yang bersumber dari kebaikan hati-Nya. "

KJ.396 : 2
Doa : (Tuhan berilah peliharalah kami keteguhan hati untuk dapat meneguhkan hati sesama)




MINGGU XIX SES. PENTAKOSTA
SENIN, 26 SEPTEMBER 2016
RENUNGAN MALAM
KJ 425:1 -Berdoa
HADIR DAN BERGUNA BAGI SAUDARA SEIMAN

Kisah Para Rasul 18:24-28
"....oleh kasih karunia Allah...." ay.27)

Saudara-saudara yang Tuhan Yesus kasihi, selamat malam. Hal utama yang hendak dikemukakan adakah hari ini kita melakukan sesuatu yang berguna? Tentu kita akan menjawab "ya". Renungkanlah bahwa setiap kita melakukan yang sangat berguna merupakan tindakan terpuji, namun hal yang berguna bagi sesama semakin menemukan keindahannya ketika kita menghayati bahwa itu semua hanya oleh kasih karunia Allah. Apolos datang ke Efesus dari Alexandria (Mesir) dan ia seorang yang pandai serta fasih berbicara. Artinya Apolos dapat menguraikan dengan Ajelas dan terang tentang ke-Kristen-an
(Jalan Tuhan).

Apolos adalah seorang yang sangat bersemangat dan teliti dalam mengajar tentang Yesus (ay. 25). Sekalipun demikian tanpa ragu ia memberi diri menerima ajaran Priskila dan Akwila. Apolos dengan kerendahan hati mendengar pengajaran dan penjelasan dari Priskila dan Akwila. Sikap yang demikian semakin memperkaya pengetahuan Apolos dan semakin membuatnya berguna bagi sesama yang seiman. Kata kunci dalam peristiwa ini ialah kerendahan hati yang menempatkan Apolos pada posisi yang terhormat dan ia semakin bersemangat untuk mem buktikan bahwa Yesus adalah Mesias.

Melalui kisah ini kita tiba pada pemahaman bahwa kasih karunia Kristus semakin berarti ketika kerendahan hati menjadi pola hidup orang beriman. Kasih karunia Allah memungkinkan seseorang semakin bertumbuh dalam pengenalan akan Dia. Kitapun sebagai umat Tuhan dewasa ini perlu terus menerus belajar untuk rendah hati. Kerendahan hati yang memungkinkan kita semakin menyadari bahwa oleh kasih karunia-Nya kita sungguh dapat berarti. Bukankah hal ini penting dalam? relasi kita dengan sahabat yang seiman? Bukankah sikap inilah yang akan mendorong kita untuk terus berkarya bagi sesama? Mulailah semua itu dari keluarga kita.

KJ.425 : 2
Doa : (Tuhan tolonglah kami untuk selalu rendah hati supaya dapat berguna bagi sesama yang seiman)

Label:   Kisah Para Rasul 18:24-28 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 27 September 2016 - ALLAH MENGADAKAN PEKERJAAN LUAR BIASA Kisah Para Rasul 19:8-12 - MINGGU XIX SESUDAH PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 25 September 2016 - DIHAMBAT MERAMBAT Kisah Para Rasul 18:1-17 - MINGGU XIX SESUDAH PENTAKOSTA

Garis Besar Kisah Rasul





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 24 Agustus - 2 Tawarikh 14-16


Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2016..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Beli Kaos C59. Klik Disni






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH SYUKUR HUT KEMERDEKAAN RI KE-74

TATA IBADAH HUT KE-69 PELKAT GP GPIB & JUKLAK - Minggu, 28 Juli 2019
URAT PENGANTAR JUKLAK HUT KE-69 PELKAT GP, Petunjuk Pelaksanaan HUT GP ke 69 bersama jemaat, JUKLAK SERAGAM-LOGO-MARS PELKAT GP GPIB 2019, TATA IBADAH HUT KE 69 PELKAT GP, Pesan HUT ke 69 Pelkat GP
TATA IBADAH HARI MINGGU dan SYUKUR 38 TAHUN PELKAT PKB GPIB Minggu, 21 Juli 2019
Surat Pengantar Pengiriman Juklak HUT ke 38 PKB, JUKLAK HUT KE-38 Pelkat PKB, JUKNIS BMKB HUT KE-38, JUKNIS IHMPA di Bulan Khusus - HUTPKB 5-Pesan Dewan PKB - HUT ke 38 6-JUKLAK-KBA-pdr Evie 7-TATA IBADAH HUT KE 38 PELKAT PKB



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 18 Agustus 2019
I'm Not Alright - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Changed - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Unstoppable God - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Commitment - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Lazarus - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
No Longer Slaves - Lauren Daigle - spontaneous worship

Minggu, 18 Agustus 2019
Trust In You - Lauren Daigle - Spontaneous Worship

Rabu, 14 Agustus 2019
Jehovah Reigns - Jamel Strong

Selasa, 13 Agustus 2019
Side Of My Heart - Rachael Lampa

Selasa, 13 Agustus 2019
Canvas and Clay - Pat Barrett feat. Ben Smith

Selasa, 13 Agustus 2019
My Reason - Planetshakers

Selasa, 06 Agustus 2019
King of Kings - Hillsong

Selasa, 06 Agustus 2019
Chances - Isaac Carree

Selasa, 06 Agustus 2019
But God - Isaac Carree

Jumat, 02 Agustus 2019
You Know My Name - the Brooklyn Tabernacle Choir

Jumat, 02 Agustus 2019
No Longer Slaves - Zach Williams

Jumat, 02 Agustus 2019
I Believe (Island Medley) - Jonathan Nelson

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



renungan kotbah. Yesaya 40: 37-41.,   lagu rohani GPI,   Lukas 6 :1-5,   lagu penyembahan pantekosta,   khotbah kristen tentang kemunafikan,   renungan mazmur 2:1-12,   renungan mazmur 2:1-12,   sabda bina umat agustus 2019,   khotbah daniel 4:19-27,   khotbah daniel 4:19-27,   download mp3 instrumen piano lagu rohani kristen,   lukas 6:27-36,   tata ibadah minggu gbi,   tata ibadah minggu gbi,   lagu penutup ibadah,   bila topan kras melanda hidupmu bahasa batak,   LAGU ROHANI,   download musik Kristen m3,   maksud Injil Lukas 13:22-30,   Berjuang untuk masuk melalui pintu yang sesak, renungan katolik,   download lagu rohani terbaru 2019,   khotbah tentang filemon,   Download lagu rohani kristen kedukaan,   lhotbah kis rasil 6 1 7 gpib,   Rancangan khotbah ibadah minggu ,tema Kemenangan Yang Hanya Dari-Nya(Ratapan 1:1-6)?,   chord gitar lagu jadikan aku terangmu,   sabda bina umat gpib 2019,   tata ibadah 2019 uem,   khotbah imamay 25:39-43,   lagu lagu ibadah liturgi pentakosta,   download lagu paduan suara gereja,   tafsiran luk 21:24b,   tugas penatua dan diaken menurut tata gereja toraja,   tugas penatua dan diaken menurut tata gereja toraja,   tugas penatua dan diaken menurut tata gereja toraja,   khotbah 1 Tawarik 6 : 31-53,   Download lagu rohani-Yesus pokok kitalah carangnya,   Roma 13 ayat 1~7 khotbah hkbp,   jamita 3 musa 25 39-43,   mars pkb gpib,   jamita 3 musa 25 39-43,   tata ibadah gbi,   Download renungan 1 Tawarikh 16:10,   renungan amos 5 : 7-13,   renungan amos 5 : 7-13,   renungan amos 5 : 7-13,   donwload lagu koor GBI,   yesus sayang padaku mandarin,   hati yang hancur chord,   ibadah nyanyian renungan roma 13:1-17,   doa persembahan syukur kristen protestan,   khotbah dari lukas 10 : 13,   khotbah gereja toraja untuk minggu 25 agustus 2019,   khotbah gereja toraja untuk minggu 25 agustus 2019,   hatorangan sermon gkpi lukas 6:27-36,   lirik kppk 215,   khotbah lukad 7:27-36,   lagu persembahan,   lagu persembahan,   hatorangan lukkas 6;27-36,   hatorangan ni lukas6:27-36,   renungan amos 5:7-13,   Mazmur 37 : 30 - 40,   lagu pembukaan ibadah wa,   khotbah roma 13 : 1 - 7,   Download lagu rohani terbaru 2019,   kmm 4,   kmm 4,   khotbah tentang 1tawarikh 6 : 31-53,   khotbah tentang 1tawarikh 6 : 31-53,   Mazmur 37 : 30 - 40,   Kotbah Daniel 4 : 19-27,   Kotbah Daniel 4 : 19-27,   Lagu pengakuam dosa,   lagu rohani kristen terbaru 2018 mp3 free download,   Lagu lagu NKPI,   pencipta lagu may the mind of christ my saviour,   Arti khotbah imamat :5:39-43,   sekolah tiranus kisah para rasul 19;9,   sekolah tiranus kisah para rasul 19;9,   sekolah tiranus kisah para rasul 19;9,   jamita hkbp mateus 5:43-48,   Khotbah roma 15:1-13,   khotbah mazmur 51:1-21,   Mazmur 37 : 30 - 40,   Mazmur 37 : 30 - 40,   Renungan kotbah 3 musa 25:39-43,   Renungan kotbah 3 musa 25:39-43,   kisah rasul 16:19-40,   lagu penyembahan yang menyentuh hati,   kisah rasul 16:19-40,   isi renungan mazmur 78 ,   GITA BAKTI 85 OH TUHAN,   bahan khotbah kisah rasul 16:19-40,   renungan ku bersyukur atas indonesiaku,   renungan ku bersyukur atas indonesiaku,   Bacaan persembahan ?,   Tugas suku Lewi menurut 1 Tawarikh 6:31-53,   penyertaan Tuhan: keluaran 1:1-22,   santapan harian 1 raja raja 19,   santapan harian 1 raja raja 19,   lagu rohani kemerdekaan,   khotbah 1 raja raja 19 1-18,   Buatlah 2 buah lagu tentang pembukaan ibadah dan lagu ketika mendengarkan khotbah?,   khotbah amsal 8:12 - 21,   Tema kotbah 3musa 25:39-43,   Tema kotbah 3musa 25:39-43,   Tema kotbah 3musa 25:39-43,   Tema kotbah 3musa 25:39-43,   renungan kristen dari mazmur 109:21-31,   Ringkas khotbah 3 musa 25:39-43,   makna nas mazmur 40 : 7 - 11,   download lagu why god austin french,   download lagu why god austin french,   lagu pemberkatan nikah di gereja,   saat teduh pagi tentang kisah rasul 27:1-13,   khotbah 1 raja 4 29 34,   sgdk,   lagu ,   Rngn yak 1:2-8,   song praise gms,   1 Tawarikh 6 : 31-53,   kotbah imamat 25:39-43,   kidung jemaat tata ibadah,   kotbah imamat 25:39-43,   Tafsiran yosua 14:13-25,   Tafsiran yosua 14:13-25,   lukas 13 22-30,   betapa dalamnya gms,   kotbah imamat 25:39-43,   Mars PKB GPIB,   lagu kidung jemaat sebelum pembacaan firman,   Jamita partangiangan 3 Musa 25 : 39 - 43,   Jamita partangiangan 3 Musa 25 : 39 - 43,   renungan roma 13:1-7,   kidung jemaat no berapa mengasihi musu,   renungan amsal 4:24,   lagu kidung jemaat untuk memgasihi musuh,   lagu kidung jemaat untuk memgasihi musuh,   khotbah kotbah Imamat 25:39-43,   lagu kidung jemaat untuk memgasihi musuh,   khotbah kotbah Imamat 25:39-43,   bacaan alkitab tentang persembahan,   renungan roma 13:1-7,   renungan roma 13:1-7,   lagu gereja,   khotbah roma 11:33-36,   tujuan im 25:39-43,   chord kj 260,   daniel 1:1-17,   lagu rohani persembahan,   jamita hkbp mateus 5:43-48,   sermon hkbp lukas 6:27-36,   karoke musik dari 355 yesus memanggil,   tafsiran ulangan 6:1-10,   karoke musik dari 355 yesus memanggil,   karoke musik dari 355 yesus memanggil,   Khotbah dari Ibrani 12:1-17,   PKJ 244 NOT DAN LAGU,   lagu kidung ceria no 215,   kidung ceria no 215,   kidung ceria no 215,   lagu penyembahan Italia,   pencipta lagu rohani may the mind of christ my saviour,   lagu untuk persembahan,   lagu ,   imamat 25 39-43,   penjelasan tentang 1 tawarikh 6:48-53,   khotbah tentang 1tawarikh 6 : 31-53,   Ringkas khotbah,3 musa 25:39-41,   Ringkas khotbah,3 musa 25:39-41,