Dilihat: 3445 x

Save Page

Minggu, 25 September 2016
MINGGU XIX SESUDAH PENTAKOSTA
Kisah Para Rasul 18:1-17 (SGD)
18:1 Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus. 18:2 Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka. 18:3 Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja
bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah. 18:4 Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani. 18:5 Ketika Silas dan Timotius datang dari Makedonia, Paulus dengan sepenuhnya dapat memberitakan firman, di mana ia memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias. 18:6 Tetapi ketika orang-orang itu memusuhi dia dan menghujat, ia
mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata kepada mereka: "Biarlah darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri; aku bersih, tidak bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain." 18:7 Maka keluarlah ia dari situ, lalu datang ke rumah seorang bernama Titius Yustus, yang beribadah kepada Allah, dan yang rumahnya berdampingan dengan rumah ibadat. 18:8 Tetapi Krispus, kepala rumah ibadat itu, menjadi percaya kepada Tuhan bersama-sama dengan seisi rumahnya, dan banyak dari orang-orang Korintus, yang mendengarkan pemberitaan Paulus, menjadi percaya dan memberi diri mereka dibaptis. 18:9 Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! 18:10 Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota
ini." 18:11 Maka tinggallah Paulus di situ selama satu tahun enam bulan dan ia mengajarkan firman Allah di tengah-tengah mereka. 18:12 Akan tetapi setelah Galio menjadi gubernur di Akhaya, bangkitlah orang-orang Yahudi bersama-sama melawan Paulus, lalu membawa dia ke depan pengadilan. 18:13 Kata mereka: "Ia ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum Taurat." 18:14 Ketika Paulus hendak mulai berbicara, berkatalah Galio kepada orang-orang Yahudi itu: "Hai orang-orang Yahudi, jika sekiranya dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau kejahatan, sudahlah sepatutnya aku menerima perkaramu, 18:15 tetapi kalau hal itu adalah perselisihan tentang perkataan atau nama atau hukum yang berlaku di antara kamu, maka hendaklah kamu sendiri mengurusnya; aku tidak rela menjadi hakim atas perkara yang demikian." 18:16 Lalu ia
mengusir mereka dari ruang pengadilan. 18:17 Maka orang itu semua menyerbu Sostenes, kepala rumah ibadat, lalu memukulinya di depan pengadilan itu; tetapi Galio sama sekali tidak menghiraukan hal itu.


Penjelasan:

*  Kis 18:1 - meninggalkan Atena // pergi ke Korintus,
 Paulus meninggalkan Atena untuk pergi ke Korintus, di mana dia menantikan kedatangan Silas dam Timotius dari Makedonia. Korintus adalah ibu kota propinsi Akhaya. Kota ini terletak pada suatu tanah genting yang mencakup rute laut ke timur dan barat dan juga rute darat ke utara dan selatan.

Korintus merupakan pusat perdagangan yang ramai, terkenal sebagai kota kosmopolitan dan terkenal juga akan kedursilaannya. Menurut Strabo, kuil Afrodit memiliki seribu orang pelacur kuil. Reputasi Korintus dilukiskan melalui kenyataan bahwa ungkapan "bertindak seperti orang Korintus" dipakai untuk tindakan perzinaan, dan ungkapan "gadis Korintus" berarti pelacur. Tidak mengherankan bahwa gereja di Korintus kemudian tercemar oleh masalah-masalah moral.

* Kis 18:2 - Akwila dan Priskila
Suetonius (Life of Caludius, 25.4) mengatakan bahwa orang-orang Yahudi berkali-kali terlibat dalam huru-hara ketika mendengar hasutan mengenai Kristus sehingga Claudius terpaksa mengusir mereka dari Roma pada tahun 49 M. Mungkin kata Krestus (yang artinya orang berguna) merupakan suatu Salah pengertian di kalangan orang Romawi tentang istilah Kristus yang di dalam kota kata orang Romawi tidak ada artinya. Apabila memang demikian, ini
berarti bahwa Injil Kristus diberitakan di dalam rumah-rumah ibadat Yahudi di Roma dan menjumpai perlawanan yang demikian gigih sehingga Claudius memerintahkan agar semua orang Yahudi meninggalkan kota. Tidak jelas apakah Akwila dan Priskila sudah menjadi orang percaya sebelum mereka meninggalkan Roma. Karena tidak pernah disebutkan bahwa Paulus memberitakan Injil kepada mereka maka kemungkinan mereka sudah menjadi Kristus di
Roma. Kita tidak tahu apa-apa tentang asal-usul gereja yang ada di Roma. Dua orang Yahudi ini tiba di Korintus dan membuka usaha di situ.

* Kis 18:3 - Tukang kemah // rumah ibadat
Tukang kemah. Mungkin yang dimaksudkan adalah menjahit kain yang berat dari bulu kambing yang kemudian dijadikan kemah: atau "ahli mengolah kulit" (Zake dan Cadbury). Terdapat suatu kebiasaan di kalangan para rabi Yahudi untuk tidak menerima bayaran atas kegiatan mengajar mereka, karena itu Paulus yang dididik sebagai rabi, telah belajar cara untuk membuat kemah. Rasul Paulus tidak langsung memberitakan Injil di Korintus tetapi bergabung
dahulu dengan Akwila dan Priskila mempraktikkan pekerjaan tersebut sepanjang minggu itu. 4. Pada hari Sabat Paulus berkhotbah di rumah ibadat. Sebuah prasasti bertanggal awal abad I ditemukan di Korintus, bertuliskan, "Rumah ibadat orang Yahudi."

* Kis 18:5 - Yesus adalah Mesias
 Paulus tampaknya merencanakan untuk kembali ke Makedonia sesudah meninggalkan Korintus dan melanjutkan pelayanannya di Tesalonika dan Berea sesudah kedatangan Silas dan Timotius. Surat-surat Paulus lebih banyak mengisahkan gerakan dari dua orang ini dibandingkan dengan Kisah Para Rasul. Paulus telah meninggalkan mereka di Berea dengan perintah untuk secepat mungkin menyusul dirinya ke Atena (17:15). Sesungguhnya. mereka memang bergabung dengan Paulus di Atena (I Tes. 3:1), rupanya dengan membawa berita bahwa tidak aman bagi Paulus untuk kembali ke Makedonia. Karena itu, Paulus kemudian mengutus Timotius kembali ke Tesalonika dan Silas diutus ke sebuah kota lain di Makedonia, mungkin Filipi. Sekarang Timotius dan Silas sudah bergabung kembali dengan Paulus Korintus: dan ketika mereka melaporkan bahwa di Makedonia belum aman untuk rasul Paulus maka rasul inipun dengan penuh semangat memusatkan perhatiannya untuk memberitakan Injil di Korintus. Paulus memberitakan bahwa Yesus adalah Mesias.

* Kis 18:7 - Titius Yustus,
Di sebelah rumah ibadat Yahudi terdapat rumah yang dimiliki oleh seorang yang bernama Titius Yustus, orang bukan Yahudi yang takut akan Allah (bdg. tafsiran 10:2) yang mengunjungi rumah ibadat itu. Dia membuka rumahnya kepada Paulus untuk memberitakan Injil bila sang rasul pulang dari rumah ibadat.

* Kis 18:8 - Krispus, kepala rumah ibadat itu
 Bertobatnya Krispus, kepala rumah ibadat itu (lih. 13:15) bersama dengan seluruh keluarganya pastilah sangat memukul orang Yahudi dan memberikan peluang besar bagi pelayanan Paulus. Pembabtisan Krispus disebut dalam I Korintus 1:14.

* Kis 18:9-11 - suatu penglihatan, // jangan diam
 Tampaknya Paulus tidak yakin bahwa Tuhan memang menghendaki dirinya melayani di Korintus. Tetapi Allah sekarang meyakinkan dia melalui suatu penglihatan, yang mendorongnya untuk jangan diam dan memastikan kepadanya bahwa pelayanannya di tempat itu akan disertai dengan berkat ilahi dan keberhasilan. Karena itu Paulus meluangkan waktu lebih banyak di Korintus daripada biasanya, sambil mengajarkan Firman Allah selama satu setengah tahun.

* Kis 18:12 - gubernur // Akhaya // Galio // Orang-orang Yahudi // pengadilan // bertentangan dengan hukum
 Pada akhir masa ini. Galio ditugaskan menjadi gubernur baru alas propinsi Akhaya, yang beribu kota Korintus. Propinsi-propinsi semacam itu berada di bawah pemerintahan Senat dan dipimpin oleh seorang gubernur selama masa bakti dua tahun. Galio. Saudara laki-laki dari filsuf yang bernama Seneca. Penugasan ini memberikan tanggal yang cukup pasti bagi karier Paulus di tempat ini, sebab Galio tiba di Korintus pada bulan Juli tahun 51 atau 52 M,
dengan kemungkinan lebih condong pada tanggal yang pertama. Paulus sudah berada di Korintus selama satu setengah tahun. Orang-orang Yahudi memanfaatkan peluang untuk menguji ketegasan dari pejabat yang baru ini dengan harapan Galio bersedia memenuhi permintaan mereka. Sebuah keputusan tidak menyenangkan dari pemerintah Roma terhadap Paulus bukan hanya akan berlaku di Korintus, tetapi di seluruh propinsi tersebut. Karena itu mereka menghasut timbulnya kerusuhan dan menyeret Paulus ke hadapan pengadilan Galio; dengan tuduhan bahwa sang penginjil menyebarkan agama yang bertentangan dengan hukum Romawi (pengertian yang lebih tepat dibandingkan dengan Hukum Taurat sebagaimana tercantum dalam terjemahan baru LAI).

Hukum Romawi mengakui agama Yahudi selaku agama yang sah. Orang-orang Yahudi menuduh Paulus mengajarkan agama baru yang bertentangan dengan agama Yahudi sehingga dengan demikian juga bertentangan dengan hukum Romawi.

* Kis 18:14-16 - suatu pelanggaran atau kejahatan
Galio sadar bahwa Paulus tidak melakukan suatu pelanggaran atau kejahatan yang harus dihukum. Sejauh yang diketahui olehnya, pemberitaan sang rasul hanya berbeda dengan Yudaisme dan berbeda dengan penafsiran hukum Yahudi. Karena itu Galio menolak untuk menghukum Paulus dan mengusir orang-orang Yahudi yang datang melapor kepadanya.

* Kis 18:17 - Sostenes // kepala rumah ibadat, // memukulinya // sama sekali tidak menghiraukan
 Peristiwa selanjutnya menunjukkan bahwa masyarakat menyimpan perasaan anti Yahudi yang kuat. Sostenes sudah menggantikan kedudukan Kristus selaku kepala rumah ibadat, dan masyarakat menyerbu dan memukulinya di hadapan Galio. Kenyataan bahwa Galio sama sekali tidak menghiraukan persoalan tersebut tidak berarti bahwa dia menganggap sepi nilai-nilai rohani, tetapi lebih tepat untuk mengatakan bahwa dia secara sengaja tidak memperhatikan kerusuhan yang secara teknis merupakan pelanggaran terhadap ketenangan.


SGDK
MINGGU XIX SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 25 SEPTEMBER 2016
DIHAMBAT MERAMBAT
Kisah Para Rasul 18:1-17

PENGANTAR
Paska peristiwa Pentakosta terjadilah perubahan mendasar di
lingkungan para murid. Mereka yang sebelumnya dikuasai
ketakutan kini dengan berani menyampalkan firman Tuhan di
depan umum. Banyak orang terpana oleh pemberitaan para murid
namun yang tidak kalah penting ialah cara hidup mereka sehari-
hari. Mereka yang berjumlah seratus dua puluh orang sepertl
dinyatakan dalam Kisah Para Rasul 1: 15, melonjak jumlahnya
dengan bertam bah 3000 orang (Kisah Para Rasul 2:42). Lonjakan
pertumbuhan secara kuantitas mengindikasikan bahwa antara
pemberitaan Injil dan cara hidup para murid saat itu berkaitan
erat (Kisah Para Rasul 2: 47). Di sisi lain perlu dikemukakan
bahwa inilah karya Roh Kudus yang membawa dampak bagi para
murid. Mereka dengan berani memberitakan firman Allah (4:31)
sehingga firman Tuhan semakin tersebar dan banyak orang
memberi diri di baptis dalam nama Yesus (2: 38).

Maka para murid menunjukkan bahwa pertumbuhan baik
secara kuantitas maupun kualitas semata-mata oleh kuasa Roh
Kudus. Kitab Kisah Para Rasul menyatakan dengan tegas bahwa
tiap-tiap hari "Tuhan" menambah jumlah mereka dengan orang-
orang yang diselamatkan (Kisah Para Rasul 2:47). Demikianjuga
Rasul Paulus menyatakan bahwa "pemberi pertumbuhan" bukan
Apollos, bukan juga Paulus tetapi Allah (I Korintus 3:6-7). Maka
jelas bahwa kehendak Allah merupakan prinsip mutlak dari per-
tumbuhan murid dalam kitab Kisah Para Rasul.

Penolakan bahkan pertentangan dari orang Yahudi menjadi
peristiwa yang tidak terhindarkan. Para murid dengan penuh
keyakinan bersaksi bahwa Yesus adalah Mesias sebagaimana
yang dinantikan oleh bangsa Yahudi seperti di Kisah Para Rasul
5142. Pada bagian lain setiap hari mereka melanjutkan penga-
jaran di Bait Allah dan di rumah-rumah orang serta memberi-
takan Injil bahwa Yesus yang adalah Mesias.

Melalui pemyataan lni maka terjadilah batas yang tegas antara
para murid dan orang Yahudi. Para murid meyakini bahwa Yesus
sebagai Mesias telah menunjukkan jalan kebenaran, sementara
bagi orang Yahudi, Mesias masih mereka nantikan. Penolakan
terhadap para murid demikian kuat sehingga memunculkan arus
kekerasan yang luas. Stefanus adalah martir pertama yang di-
rajam dengan batu dan mengakibatkan tersebamya pemberitaan
lnjil ke tempat lain (Kisah Para Rasul 11 :19). Karena pekerjaan
Roh Kudus mereka berkata dan bertindak, dalam arti memberita-
kan, mengajarkan Firman Tuhan, menyatakan kebangkitan Kris-
tus dalam kuasa, tanda-tanda dan keajaiban didalam pekerjaan
Roh Kudus. lni merupakan kunci dari Kitab Kisah Para Rasul.
Gereja mula-mula mengakui bahwa mereka tidak berdaya,
tidak mampu, lemah rohani, kekurangan, miskin tanpa Roh Ku -
dus. Orang-orang percaya mengakui, bahwa setiap hari mereka
memerlukan Roh Kudus untuk bekerja dan bersaksi. Mereka
sadar tidak memiliki kuasa didalam diri sendiri untuk tugas yang
besar dan maksud Kristus yang telah memanggil mereka. Mereka
sama-sama menyadari akan kenyataan, bahwa segala keperluan
mereka baik anugerah, pemberian dan kuasa ada di dalam Roh
Kudus penolong itu.

Pada bagian Iain para murid diperhadapkan dengan keben-
cian yang diwujudkan melalui tindakan kekerasan. Ancaman dan
kekerasan terhadap para murid justru membuat para murid
semakin kuat terutama dalam ikatan persaudaraan. Kehadiran
Saulus semakin mem pertajam permusuhan sebab Saulus men-
dapat mandat dari Imam Besar untuk menangkap setiap murid
baik laki-laki maupun perempuan atas nama Jalan Allah. Saulus
tidak hanya setia terhadap warisan leluhurnya, melainkan juga
menjadi seorang Farisi yang keras. Kedudukan ini dipertahankan
hingga masa setelah kematian Yesus dan munculnya jemaat per-
dana, baik di Yerusalem, maupun di lingkungan Hellenis (Flp.
3:5 dbr., Gal. 1:13 dbr.). Dengan pemikiran dan konklusi Fan"sinya,
ia menganiaya para pengikut Yesus. Hal ini dikatakannya ber-
ulang-ulang (Gal. 1:23; Flp. 3:6; 1 Kor. 15:9; bdk. Kis. 9:1-3;
22:4-5; 26:9-31). Alasan untuk menganiaya orang-orang Kristen
dijelaskan dalam Galatia 1:13-15 dan Filipi 3:5-6, yaitu demi
kesetiaannya kepada Taurat

TELAAH TEKS
1. Ayat 1-4. Paulus berada di Korintus dan berjumpa dengan
pasangan Akwila dan Priskila. Perjumpaan dengan
pasangan yang menyingkir dari Roma karena adanya
penyiksaan pada jamah pemerintahan Kaisar Klaudius
(41-54 M). Pertemuan yang memunculkan relasi hangat
mengingat Iatar belakang dan profesi mereka sama yakni
pembuat tenda.

Setelah bekerja, Paulus ke rumah ibadah Yahudi untuk mulai
memberitakan bahwa Yesus adalah Mesias dengan me-
ngetengahkan pengetahuan yang dimilikinya serta pengalaman
iman dijumpai oleh Yesus. Di Korintus, kota pelabuhan terkenal
sebuah pelabuhan perdagangan yang berkembang pesat dan
dikenal selain karena menjadi kota yang kaya, juga karena
kebobrokan moralnya. Penduduk kota itu berasal dari seluruh
penjuru dunia. Akwila adalah nama dari Roma yang diberikan
kepadanya atau nama Roma yang ia pilih sendiri. Bahasa Latinnya
"Aquila" yang artinya elang/rajawali. Nama ini dalam bahasa
ibrani, Nesher.

la adalah seorang Yahudi yang lahir di Pontus.
Kis 18:2 - Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi
bernama Akwila, yang berasal dari Pontus.
KJV - And found a certain Jew named Aquila, born in
Pontus, Kis 18:2 -  Akwila, yang berasal dari Pontus.... dengan
Priskila, isterin ya, .. .. "

Nama panggilannya adalah "Priska" yang berarti "kun0".
Paulus kemudian singgah dan menetap di rumah pasangan
ini. Akwila dan Priska adalah pasangan yang sangat menopang
Paulus. Paulus kemudian berbicara untuk meyakinkan orang
Yahudi maupun Yunani bahwa Yesus adalah Mesias. Paulus
memiliki hubungan dekat dengan pasangan ini seperti dikemu-
kakan di surat Roma 16:3 - Sampaikan salam kepada Priskila
dan Akwila, teman-teman sekeriaku dalam Kristus Yesus.
Jadi jelas secara eksplisit bahwa mereka adalah "teman-teman
sekerja" Paulus dan itu berarti bahwa mereka juga turut aktif
dalam pemberitaan lnjil yang dilakukan oleh Paulus.
Selanjutnya Paulus berkata :

Rom 16 : 4 - Mereka telah memgertaruhkan nyawanya
untuk hidugku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima
kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi.

Pada bagian ini dapat dikemukakan bahwa keberadaan
gereja berjumpa dengan kenyataan di dunia. Perjumpaan ini
sekaligus menunjukkan bahwa gereja ada dalam dunia tetapi
tidak dari dunia (band. Yoh. 15:19). Gereja berjumpa dengan
masalah rendahnya moralitas sebagaimana terjadi di Korintus,
namun gereja tidak menjadi sama dengan dunia. Perbedaan ini
sangat prinsipil. Hal itu menunjukkan bahwa gereja dalam me-
laksanakan tugasnya memberitakan lnjil perlu ada dalam per-
sekutuan yang erat. Pentingnya persekutuan yang erat nam pak
dari penjelasan berikut.

2. Ayat 5-8. Pada bagian ini dikemukakan bahwa kebencian
dari kalangan Yahudi mulai berbentuk kekerasan. Pe-
nolakan terhadap pemberitaan Paulus mulai muncul se-
bagai reaksi atas pemberitaan tentang Yesus adalah
Mesias. Persekutuan yang erat menjadi sangat penting
karena di lingkungan murid Tuhan, persekutuan erat
memberi semangat untuk meyakini bahwa mereka adalah
satu. Sikap Paulus di ayat 6, menunjukkan bahwa pe-
nolakan terhadap Paulus semakin kuat. Namun demikian
Krispus dan seisi rumahnya menjadi percaya dan di-
baptis. lni menunjukkan bahwa penolakan selalu ada
namun karya Roh Kudus tidak pernah bisa ditiadakan.
Apa yang dialami oleh Paulus bisa saja terjadi kepada setiap
warga gereja sekarang. Penolakan dan sikap kebencian dengan
kekerasan seolah menjadi sah untuk menentang kehadiran
gereja. Penolakan dengan tindakan kekerasan merupakan pola
yang sangat sistematis untuk memutuskan rantai pemberitaan
firman Tuhan. Nam un bukan saja penolakan tetapi sukacita yang
dialami ketika menerima Kristus. Keluarga yang bersyukur karena
menerima Kristus adalah umat secara utuh yang bersyukur. Hal
ini menjadi mungkin hanya oleh eratnya relasi di lingkungan umat
Tuhan.

3. Ayat 9-17. Selama 1 tahun 6 bulan Paulus berada di
Korintus serta terus mengajar Firman Allah kepada me-
reka. Keadaan ini semakin menyulitkan karena keberada-
an Paulus dengan misinya. Namun apa yang dikemuka-
kan dalam ayat 9 menjadi kekuatan tersendiri bagi Pau-
lus. Paulus tahu bahwa orang-orang Yahudi akan menjadi
sangat marah karena pertobatan kepala rumah ibadah
itu. Pertanyaan yang muncul, apakah ia akan tetap berada
di Korintus, atau lebih baik menyingkir? Apa yang terbaik
bagi gereja yang masih baru itu? la bertanya kepada
Tuhan, di dalam doa, dan Tuhan menjawabnya. Tuhan
membaharui penugasan-Nya kepada Paulus dan pe-
rintah-Nya untuk memberitakan lnjil dengan jelas, me-
nyampaikan seluruhnya, dan dengan keberanian. Allah
mengetahui keadaan jiwa Paulus yang diliputi dengan
ketakutan oleh karena situasi dan keadaan orang-orang
Korintus sebagai sasaran pemberitaan lnjil, dengan ber-
bagai alasan-alasan yang diciptakan dalam alam pikiran-
nya sehingga takut untuk menyebarkan Kasih Kristus
melalui kematian-Nya di atas kayu salib yang menyelamat-
kan manusia dari hukuman maut. Ketakutan ini juga yang
sering melanda para anak Tuhan di tengah-tengah dunia
untuk menyebarkan berita lnjil yang menjadi kekuatan
Allah untuk menyelamatkan manusia. II Timotius 1:7-8
"Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh
ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan
kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadijanganlah malu
bersaksi tentang Tuhan kita  ".

Di ayat 9 dikemukakan dengan jelas bahwa 'jangan takut'
dihubungkan dengan penyertaan Allah. Penyertaan-Nya memberi
kesadaran bagi Paulus bahwa pemberitaan lnjil harus terus
dilakukan. Persekutuan dengan Yesus dan relasinya dengan
sahabat-sahabat sepelayanan merupakan pernyataan bahwa
Paulus tidak boleh takut.

RELEVANSI
Pemberitaan kabar sukacita atau lnjil memang merupakan
kebahagiaan bagi setiap murid. Kebahagiaan sebab pemberitaan
lnjil merupakan jawaban atas karya Tuhan di dalam Yesus Kristus.
Di sisi Iain pemberitaan lnjil juga diperhadapan dengan penolakan.
lnjil dianggap mengganggu kelompok tertentu yang akan tergerus
oleh kehadiran warga gereja. Pemberitaan lnjil juga dapat ber-
temu dengan berbagai rencana jahat yang merupakan akumulasi
dari kebencian.

Firman Tuhan hari ini memperlihatkan bahwa pemberitaan
lnjil harus terus dilakukan dengan berani. Pemberitaan ini tidak
bisa dihentikan hanya karena ancaman dari pihak lain. Maka
pemberitaan lnjil tetap diwujudkan melalui perilaku setiap hari.

KERANGKA KHOTBAH
1. Persekutuan. Umat Tuhan dengan latar belakang yang
berbeda diberbagai hal bukan penghalang untuk ber-
sekutu. Persekutuan menjadi mahal saat ini di tengah
individualisme yang kuat. Persekutuan yang hanya se-
kedar memperlihatkan relasi nonnativ menjadi persekutu-
an yang semu. Paulus yang berjumpa dengan Priskila
dan Akwila di Korintus menjadi sebuah persekutuan yang
kemudian sangat mendorong pelayanan Paulus.

2. Kebencian dan Kekerasan. Tidak bisa dipungkiri bahwa
kebencian terhadap murid Yesus bisa dialami. Kebencian
dan kekerasan merupakan pasangan yang kom pak untuk
meruntuhkan sendi-sendi pemberitaan lnjil. Kebencian
dan kekerasan sering dibangun dengan tujuan untuk
mendesak warga gereja menghentikan pemberitaan
kabar sukacita.

3. Penyertaan Tuhan. Umat perlu menghayati bahwa
persekutuan umat Allah tidak didirikan oleh siapapun
selain Yesus. Tidak pantas jika selaku umat Tuhan ada
perasaan berjasa karena berkontribusi besar dalam
materi. Akwila dan Priskila adalah contoh yang indah
tentang bagaimana dorongan mereka bagi Paulus
menjadi kekuatan dalam memberitakan lnjil. Dorongan
janji Tuhan dalam ayat 9, membuka mata Paulus untuk
melihat bahwa Paulus tidak sendiri. Seluruh keyakinan
ini bermuara pada pemyataan yang pernah di kemukakan
T.B Simatupang (alm) Semakin dibabat semakin
merambat.

KHOTBAH
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi, dewasa ini kita
hidup di tengah arus deras kebencian dan kekerasan. Kebencian
dan kekerasan nampak mudah sebagai pilihan karena dapat
mem uaskan hasrat balas dendam dan merusak. Kehadiran umat
Tuhan yang dibenci dan mengalami kekerasan seolah mendapat
peluang untuk dibalas karena bukankah kita memang hidup di
arus demikian?

Firman Tuhan hari ini memperlihatkan bahwa kebencian dan
kekerasan terhadap umat Tuhan bukanlah hal baru. Pertemuan
Paulus dan Akwila di Korintus menunjukkan adanya kebencian
dan kekerasan yang terjadi di Roma. Di Korintus-pun Paulus
menghadapi kenyataan yang sama bahwa kebencian dan
kekerasan dipraktekan dengan hati panas. Seluruh energi
diberikan untuk menghambat pemberitaan kabar sukacita.
Kapasitas sebagai penentang lnjil melekat dengan kuat dan
memperlihatkan kuasanya.

Sahabat-sahabat yang terkasih, namun pemberitaan kabar
sukacita yang dipercayakan Tuhan sekaligus dilandasi jaminan
penyertaan. Tuhan menyertai dengan memberi pernyataan
'jangan takut....jangan diam'. Pernyataan ini memberi daya do-
rong yang kuat bagi umat Tuhan untuk terus memberi kesaksian
secara holistik. Kesaksian yang diwujudkan dalam aktifitas yang
beribadah (band. Rom. 12:1).

Maka setiap kesaksian merupakan bentuk tanggapan atas
kasih Allah yang besar. Ketika kita mengandalkan Tuhan, la
menghadirkan orang yang tepat bagi kita. Pemberitaan lnjil me-
mang bukan hal mudah sebab kadangkala diperhadapkan juga
dengan aroma kebencian dan kekerasan.
Kita tidak mampu melakukan pemberitaan lnjil dengan
kekuatan kita sendiri hanya dengan kekuatan dan penyertaan-
Nya. Kebencian bukan barang baru, kekerasan buka juga hal
baru, tetapi yang terbaik ialah kita tetap mengasihi mereka yang
mem benci. Amin


SBU

MINGGU XIX SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 25 SEPTEMBER 2016
RENUNGAN PAGI
KJ. 251:1-2 -Berdoa
DIHAMBAT MERAMBAT

Kisah Para Rasul 18 : 1 - 8
Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan ora ng-orang
Yahudi dan orang-orang Yunani (ay.4)

Paulus seorang tokoh yang fenomenal dan kontroversial. la seorang cendekiawan yang belajar di Tiranus dari guru besarnya Gamaliel. Sewaktu bernama Saulus ia terkenal garang dan mendapat surat khusus dari Imam Kepala untuk "menghabisi" pengikut Kristus. Tidak hanya yang ada di Yerusalem dan sekitarnya bahkan sampai ke Damsyik. Perjumpaannya secara pribadi dengan Yesus dalam perjalanannya ke Damsyik menjadi titik balik kehidupannya.  la menjadi pekabar Injil yang memberitakan tentang Yesus sebagai Mesias (5). Ia juga menjadi penulis terbanyak dalam kitab Perjanjian Baru.

Ketika berada di Korintus ia sempat tinggal bersama-sama dengan Akwila dan Priskila. Profesi yang sama sebagai tukang kemah mem- buat hubungan mereka semakin dekat. Kemudian datang pula Silas
dan Timotius dari Makedonia. Paulus semakin mantap pelayanannya bersama dengan teman-temannya itu. Setiap hari Sabat ia memberitakan firman di rumah ibadat. Orang-orang Yahudi yang mendengarkan pemberitaannya memusuhi dan menghujat dia (6a). Secara manusia hal itu tentu sangat disayangkan. Tetapi dibalik itu ada rencana Tuhan yang lain. Penolakan orang-orang Yahudi justru membuat Paulus "digerakkan Tuhan" untuk mengabarkan Injil kepada bangsa-bangsa lain. Tercatat tiga kali ia melakukan perjalanan panjang untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa lain. '

Kehidupan yang kita jalani adalah kesempatan untuk memberitakan Injil Kristus. Baik melalui sikap hidup maupun pekerjaan atau aktivitas kita setiap hari. Semua itu adalah waktu yang Tuhan beri bagi kita untuk menyatakan kehadiran Yesus. Orang lain hendaknya dapat "me|ihat" atau "berjumpa" dengan Kristus di dalam dan melalui kita. Dalam 2 Kor. 2:32 Paulus menegaskan : "Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yangdapat dibaca oleh semua orang." Dengan demikian semakin banyak orang yang mengenal Kristus dan mengalami kasih-Nya. Tantangan selalu ada dan tak akan pernah hilang. "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam".

KJ. 251 : 3,4
Doa : (Kami bersyukur atas kasih-Mu dalam hidup ini. Sertailah kami agar setia bersaksi bagi kemuliaan nama-Mu)



MINGGU XIX SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 25 SEPTEMBER 2016
RENUNGAN MALAM
KJ.424:1 -Berdoa
ADA ANCAMAN TAPI ADA JUGA JAMINAN

Kisah Para Rasul 18:9-17
....Jangan Takut! Teruslah memberitakan Firman...." (ay.9)

Hidup di bawah ancaman adalah hldup yang tidak nyaman, karena itu tidak dikehendaki oleh siapapun. Paulus mengalami ancaman ketika ia memberitakan bahwa Yesus adalah Mesias (ayat 5). Ancaman ini semakin tajam ketika kepala rumah ibadah yakni Krispus dan keluarga menjadi percaya kepada Yesus
sehingga banyak orang Yahudi membenci Paulus. Di tengah keadaan demikian nampaklah bagi Paulus sebuahjaminan bahwa Tuhan menyertai (ayat 10). Ancaman bisa saja nampak besar tetapi jaminan pemeliharaan Allah jauh lebih besar. Ancaman bisa dirangkai dengan kebencian untuk menghasilkan daya rusak kepada seseorang namun jaminan Allah akan mengurai dan mematahkan daya rusak tersebut.

Bahwa sekalipun kita diancam dan difitnah, bahkan mengalami kekerasan akibat lnjil, namun
jaminan Allah tetap melingkupi kita untuk mengalami pemeliharaan-Nya. Orang lain bisa saja membenci kita karena kita adalah murid Yesus dan memberitakan kabar sukacita. Namun Allah menyertai kita dengan memberi kemampuan untuk tetap tegar menghadapi ancaman dan kekerasan. Marthin Luther King pernah berkata demikian : "kegelapan tidak bisa diusir dengan kegelapan, han ya terang yang bisa melakukann ya. Kebencian tidak bisa diusir dengan kebencian, han ya kasih yang dapat melakukannya Artinya ancaman jangan dilawan dengan ancaman sebaliknya dengan semangat kasih kita tetap fokus memberitakan kabar sukacita kepada setiap orang agar nama Yesus semakin dipermuliakan. Kita bisa saja mengalami ancaman seperti Paulus atau kekerasan seperti Sostenes, namun perkataan Yesus harus tetap kuat dan bergema di telinga kita 'jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam' (ayat 9). Gema dari jaminan pemeliharaan Tuhan merupakan obat penawar atas racun kejahatan yang merusak.

KJ.424: 2
Doa : (Tuhan berilah peliharalah kami dalam naungan kasih-Mu yang lebih kuat dari setiap ancaman)

Label:   Kisah Para Rasul 18:1-17 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Senin, 26 September 2016 - HADIR DAN BERGUNA BAGI SAUDARA SEIMAN Kisah Para Rasul 18:24-28 - MINGGU XIX SESUDAH PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 24 September 2016 - TAKUT DAN GENTAR KEPADA ALLAH Daniel 6:26-29 - MINGGU XVIII SESUDAH PENTAKOSTA

Garis Besar Kisah Rasul





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 24 Agustus - 2 Tawarikh 14-16


Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2016..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Beli Kaos C59. Klik Disni






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH SYUKUR HUT KEMERDEKAAN RI KE-74

TATA IBADAH HUT KE-69 PELKAT GP GPIB & JUKLAK - Minggu, 28 Juli 2019
URAT PENGANTAR JUKLAK HUT KE-69 PELKAT GP, Petunjuk Pelaksanaan HUT GP ke 69 bersama jemaat, JUKLAK SERAGAM-LOGO-MARS PELKAT GP GPIB 2019, TATA IBADAH HUT KE 69 PELKAT GP, Pesan HUT ke 69 Pelkat GP
TATA IBADAH HARI MINGGU dan SYUKUR 38 TAHUN PELKAT PKB GPIB Minggu, 21 Juli 2019
Surat Pengantar Pengiriman Juklak HUT ke 38 PKB, JUKLAK HUT KE-38 Pelkat PKB, JUKNIS BMKB HUT KE-38, JUKNIS IHMPA di Bulan Khusus - HUTPKB 5-Pesan Dewan PKB - HUT ke 38 6-JUKLAK-KBA-pdr Evie 7-TATA IBADAH HUT KE 38 PELKAT PKB



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 18 Agustus 2019
I'm Not Alright - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Changed - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Unstoppable God - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Commitment - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Lazarus - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
No Longer Slaves - Lauren Daigle - spontaneous worship

Minggu, 18 Agustus 2019
Trust In You - Lauren Daigle - Spontaneous Worship

Rabu, 14 Agustus 2019
Jehovah Reigns - Jamel Strong

Selasa, 13 Agustus 2019
Side Of My Heart - Rachael Lampa

Selasa, 13 Agustus 2019
Canvas and Clay - Pat Barrett feat. Ben Smith

Selasa, 13 Agustus 2019
My Reason - Planetshakers

Selasa, 06 Agustus 2019
King of Kings - Hillsong

Selasa, 06 Agustus 2019
Chances - Isaac Carree

Selasa, 06 Agustus 2019
But God - Isaac Carree

Jumat, 02 Agustus 2019
You Know My Name - the Brooklyn Tabernacle Choir

Jumat, 02 Agustus 2019
No Longer Slaves - Zach Williams

Jumat, 02 Agustus 2019
I Believe (Island Medley) - Jonathan Nelson

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



sabda bina umat 23 agustus 2019 ,   renungan kotbah. Yesaya 40: 37-41.,   lagu rohani GPI,   Lukas 6 :1-5,   lagu penyembahan pantekosta,   khotbah kristen tentang kemunafikan,   renungan mazmur 2:1-12,   renungan mazmur 2:1-12,   sabda bina umat agustus 2019,   khotbah daniel 4:19-27,   khotbah daniel 4:19-27,   download mp3 instrumen piano lagu rohani kristen,   lukas 6:27-36,   tata ibadah minggu gbi,   tata ibadah minggu gbi,   lagu penutup ibadah,   bila topan kras melanda hidupmu bahasa batak,   LAGU ROHANI,   download musik Kristen m3,   maksud Injil Lukas 13:22-30,   Berjuang untuk masuk melalui pintu yang sesak, renungan katolik,   download lagu rohani terbaru 2019,   khotbah tentang filemon,   Download lagu rohani kristen kedukaan,   lhotbah kis rasil 6 1 7 gpib,   Rancangan khotbah ibadah minggu ,tema Kemenangan Yang Hanya Dari-Nya(Ratapan 1:1-6)?,   chord gitar lagu jadikan aku terangmu,   sabda bina umat gpib 2019,   tata ibadah 2019 uem,   khotbah imamay 25:39-43,   lagu lagu ibadah liturgi pentakosta,   download lagu paduan suara gereja,   tafsiran luk 21:24b,   tugas penatua dan diaken menurut tata gereja toraja,   tugas penatua dan diaken menurut tata gereja toraja,   tugas penatua dan diaken menurut tata gereja toraja,   khotbah 1 Tawarik 6 : 31-53,   Download lagu rohani-Yesus pokok kitalah carangnya,   Roma 13 ayat 1~7 khotbah hkbp,   jamita 3 musa 25 39-43,   mars pkb gpib,   jamita 3 musa 25 39-43,   tata ibadah gbi,   Download renungan 1 Tawarikh 16:10,   renungan amos 5 : 7-13,   renungan amos 5 : 7-13,   renungan amos 5 : 7-13,   donwload lagu koor GBI,   yesus sayang padaku mandarin,   hati yang hancur chord,   ibadah nyanyian renungan roma 13:1-17,   doa persembahan syukur kristen protestan,   khotbah dari lukas 10 : 13,   khotbah gereja toraja untuk minggu 25 agustus 2019,   khotbah gereja toraja untuk minggu 25 agustus 2019,   hatorangan sermon gkpi lukas 6:27-36,   lirik kppk 215,   khotbah lukad 7:27-36,   lagu persembahan,   lagu persembahan,   hatorangan lukkas 6;27-36,   hatorangan ni lukas6:27-36,   renungan amos 5:7-13,   Mazmur 37 : 30 - 40,   lagu pembukaan ibadah wa,   khotbah roma 13 : 1 - 7,   Download lagu rohani terbaru 2019,   kmm 4,   kmm 4,   khotbah tentang 1tawarikh 6 : 31-53,   khotbah tentang 1tawarikh 6 : 31-53,   Mazmur 37 : 30 - 40,   Kotbah Daniel 4 : 19-27,   Kotbah Daniel 4 : 19-27,   Lagu pengakuam dosa,   lagu rohani kristen terbaru 2018 mp3 free download,   Lagu lagu NKPI,   pencipta lagu may the mind of christ my saviour,   Arti khotbah imamat :5:39-43,   sekolah tiranus kisah para rasul 19;9,   sekolah tiranus kisah para rasul 19;9,   sekolah tiranus kisah para rasul 19;9,   jamita hkbp mateus 5:43-48,   Khotbah roma 15:1-13,   khotbah mazmur 51:1-21,   Mazmur 37 : 30 - 40,   Mazmur 37 : 30 - 40,   Renungan kotbah 3 musa 25:39-43,   Renungan kotbah 3 musa 25:39-43,   kisah rasul 16:19-40,   lagu penyembahan yang menyentuh hati,   kisah rasul 16:19-40,   isi renungan mazmur 78 ,   GITA BAKTI 85 OH TUHAN,   bahan khotbah kisah rasul 16:19-40,   renungan ku bersyukur atas indonesiaku,   renungan ku bersyukur atas indonesiaku,   Bacaan persembahan ?,   Tugas suku Lewi menurut 1 Tawarikh 6:31-53,   penyertaan Tuhan: keluaran 1:1-22,   santapan harian 1 raja raja 19,   santapan harian 1 raja raja 19,   lagu rohani kemerdekaan,   khotbah 1 raja raja 19 1-18,   Buatlah 2 buah lagu tentang pembukaan ibadah dan lagu ketika mendengarkan khotbah?,   khotbah amsal 8:12 - 21,   Tema kotbah 3musa 25:39-43,   Tema kotbah 3musa 25:39-43,   Tema kotbah 3musa 25:39-43,   Tema kotbah 3musa 25:39-43,   renungan kristen dari mazmur 109:21-31,   Ringkas khotbah 3 musa 25:39-43,   makna nas mazmur 40 : 7 - 11,   download lagu why god austin french,   download lagu why god austin french,   lagu pemberkatan nikah di gereja,   saat teduh pagi tentang kisah rasul 27:1-13,   khotbah 1 raja 4 29 34,   sgdk,   lagu ,   Rngn yak 1:2-8,   song praise gms,   1 Tawarikh 6 : 31-53,   kotbah imamat 25:39-43,   kidung jemaat tata ibadah,   kotbah imamat 25:39-43,   Tafsiran yosua 14:13-25,   Tafsiran yosua 14:13-25,   lukas 13 22-30,   betapa dalamnya gms,   kotbah imamat 25:39-43,   Mars PKB GPIB,   lagu kidung jemaat sebelum pembacaan firman,   Jamita partangiangan 3 Musa 25 : 39 - 43,   Jamita partangiangan 3 Musa 25 : 39 - 43,   renungan roma 13:1-7,   kidung jemaat no berapa mengasihi musu,   renungan amsal 4:24,   lagu kidung jemaat untuk memgasihi musuh,   lagu kidung jemaat untuk memgasihi musuh,   khotbah kotbah Imamat 25:39-43,   lagu kidung jemaat untuk memgasihi musuh,   khotbah kotbah Imamat 25:39-43,   bacaan alkitab tentang persembahan,   renungan roma 13:1-7,   renungan roma 13:1-7,   lagu gereja,   khotbah roma 11:33-36,   tujuan im 25:39-43,   chord kj 260,   daniel 1:1-17,   lagu rohani persembahan,   jamita hkbp mateus 5:43-48,   sermon hkbp lukas 6:27-36,   karoke musik dari 355 yesus memanggil,   tafsiran ulangan 6:1-10,   karoke musik dari 355 yesus memanggil,   karoke musik dari 355 yesus memanggil,   Khotbah dari Ibrani 12:1-17,   PKJ 244 NOT DAN LAGU,   lagu kidung ceria no 215,   kidung ceria no 215,   kidung ceria no 215,   lagu penyembahan Italia,   pencipta lagu rohani may the mind of christ my saviour,   lagu untuk persembahan,   lagu ,   imamat 25 39-43,   penjelasan tentang 1 tawarikh 6:48-53,   khotbah tentang 1tawarikh 6 : 31-53,   Ringkas khotbah,3 musa 25:39-41,