Save Page

Minggu, 18 September 2016
MINGGU XVIII SESUDAH PENTAKOSTA
Daniel 1:1-21 (SGDK)
Di istana Babel
1:1 Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu. 1:2 Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya. Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya. 1:3 Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan, 1:4 yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim. 1:5 Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja. 1:6 Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni Daniel, Hananya, Misael dan Azarya. 1:7 Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka: Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego. 1:8 Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya. 1:9 Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu; 1:10 tetapi berkatalah pemimpin pegawai istana itu kepada Daniel: "Aku takut, kalau-kalau tuanku raja, yang telah menetapkan makanan dan minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang sehat dari pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu, sehingga karena kamu aku dianggap bersalah oleh raja." 1:11 Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya: 1:12 "Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum; 1:13 sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu." 1:14 Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari. 1:15 Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja. 1:16 Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka. 1:17 Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi. 1:18 Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja, bahwa mereka sekalian harus dibawa menghadap, maka dibawalah mereka oleh pemimpin pegawai istana itu ke hadapan Nebukadnezar. 1:19 Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja. 1:20 Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya. 1:21 Daniel ada di sana sampai tahun pertama pemerintahan Koresh.


Penjelasan:

* Dan 1:21 - Sampai tahun pertama pemerintahan Koresy
Sampai tahun pertama pemerintahan Koresy. Suatu kontradiksi dengan 10:1 telah sering dibayangkan. Adalah sangat mungkin bahwa karena periode penawanan secara resmi berakhir pada tahun pertama Koresy (bdg. Ezr. 1:1), ayat itu menunjukkan fakta yang mencolok bahwa pemuda Daniel, yang termasuk dalam kelompok Yahudi pertama yang ditawan dari Yerusalem ke Babel (605 SM) tetap hidup selama masa penawanan yang lama dan membosankan untuk menyaksikan kelompok pertama dari orang buangan yang pulang. Inilah pemahaman yang paling wajar dari ayat tersebut.

Menurut bahasa dan makna asal, Daniel 2:1-4a, yang menyusul sesudah ini, termasuk dalam pasal 1; karena ayat-ayat ini merupakan bagian dari pengantar kitab ini. Di sini para pembaca diizinkan untuk mengetahui situasi sesungguhnya yang membawa Daniel menjadi orang terkemuka di Babel. Ayat-ayat ini juga berfungsi. sebagai prolog bagi kisah dari pasal 2 yang profetik dan dramatis. Karenanya, Daniel 2:1-4a dibahas dalam kaitan dengan hal terakhir ini dalam bagian Tafsiran.

Beberapa pendapat tentang makna praktis dari pasal 1 sebaiknya tidak dihilangkan. Untuk pendidikan seratus generasi, kisah tersebut memberikan elemen-elemen kepahlawanan moral. (1) Ketajaman. Empat pemuda itu melihat dengan tepat apa yang "salah dengan memakan makanan yang ditetapkan. Dari mana mereka belajar hal itu? Dari orang tua yang saleh (Ul. 6:4-9). (2) Perlawanan terhadap kejahatan. Jauh dari pengamatan kritis tidak memperlemah perlawanan itu (lih. Mat. 10:26-28; Yak. 4:7). Perlawanan terhadap kejahatan juga berkembang pada tahun-tahun awal mereka di dalam keluarga yang saleh. Anak-anak tidak melawan kejahatan secara alami; sebaliknya, mereka merangkul kejahatan. Mereka harus diajarkan untuk membenci kejahatan! (lih. Ibr. 12:9-13; Ams. 3:11, 12; 13:24; bdg. anak-anak Eli, I Sam. 2:12-30). (3) Kekuatan untuk menyatakan tidak setuju. Pemuda adalah usia di mana orang bertindak dan berpikir seperti lingkungan sosialnya. Karena itu, peristiwa ini memberikan bukti kuat akan anugerah khusus dalam kehidupan empat pemuda ini. (4) Keberanian fisik. Pemimpin pegawai istana itu benar. Mereka dan juga dirinya sendiri berada dalam bahaya (bdg. Dan 2:5, gua singa, dapur perapian.) (5) Ketekunan. Ketika tidak ada bantuan datang melalui pemimpin pegawai istana itu, Daniel mencoba pada Penjenang atau pelayannya. (6) Keteguhan hati. Tujuannya ada "dalam hatinya," yaitu pusat keberadaannya. Ini bukanlah tujuan yang dangkal. (7) Kelemahlembutan. Tanpa sikap yang berlebihan, Daniel dengan rendah hati "memohon" atau "mengusulkan" kepada para atasannya. (8) Akal sehat. Percobaan yang diusulkan masuk akal dan bisa dilakukan. (Lih. juga Yeh. 28:3; Ams. 2:23 dalam konteks.)


SGDK
MINGGU XVIII SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 18 SEPTEMBER 2016
SANTAPAN MENAJISKAN
Daniel 1:1-21

PENGANTAR
Kitab Daniel mempunyai latarbelakang situasi di mana kerajaan
Babel mengalahkan dan menduduki Kerajaan Yehuda dan akhir-
nya membawa penduduk Yehuda ke Babel dan menjadikan
mereka sebagai budak. Pada saat itu kerajaan Babel dipimpin
oleh Raja Nebukadnezar. Pendudukan dan pembuangan ke Babel
memang digunakan Allah untuk menghukum dan mengajar orang
Israel atas dosa yang telah mereka lakukan.

Penduduk Timur Tengah kuno yang hidup saat itu memahami
bahwa jikalau terdapat dua bangsa berperang, maka yang
berperang bukan hanya kedua bangsa tersebut melainkan allah
mereka pun turut berperang. Sehingga kalau dijumpai bahwa
salah satu bangsa tersebut kalah maka itu berarti dewa mereka
di atas pun juga kalah. Padahal bangsa Yehuda percaya bahwa
disepanjang catatan sejarah, mereka memiliki Allah Yahwe yang
Mahakuasa dan mampu mengalahkan segala-galanya. Namun
kenyataannya Allah Yahwe kalah dan harus tunduk pada dewa
baal. Bukan hanya itu saja, kalau kita mulai melihat ayat 2,
ternyata perkakas-perkakas yang ada di dalam bait suci juga
dibawa dan dimasukkan ke dalam rumah dewa baal. Disini kita
mencoba melihat bagaimana sulitnya penerimaan iman bangsa
Yehuda pada masa itu untuk dapat mengharmonisasikan
pengertian yang diwariskan turun-temurun, dengan kenyataan
kekalahan mereka terhadap bangsa Babel.

Dalam Kitab Daniel, kita dapat melihat bagaimana Allah Israel
adalah Allah yang hidup dan Allah yang besar serta lebih berkuasa
daripada dewa-dewa yang diyakini bangsa Babel. Untuk me-
nyatakan kuasa-Nya kepada umat Israel dan juga kepada Raja
dan bangsa Babel, Allah memakai 4 pemuda Yehuda yaitu
Daniel, Hananya, Misael dan Azarya yang ikut dibuang ke Babel.
Dalam kitab Daniel ini juga ditunjukkan bahwa melalui
pengalaman Daniel, seseorang dapat tetap murni dalam iman-
nya meskipun bekerja di dalam sebuah pemerintahan yang tirani
dan penuh dengan kekafiran. Daniel menunjukkan bahwa selama
puluhan tahun ia mengabdi kepada raja-raja penyembah berhala
dengan penuh kerajinan dan kesungguhan. Namun ia tidak
pernah satu kalipun berkompromi dengan nilai-nilai asing yang
membahayakan kehidupan percayanya kepada TUHAN
meskipun diancam dengan kematian. Kehidupan Daniel dan
teman-temannya dapat menjadi teladan tentang bagaimana
orang percaya dapat hidup di antara orang-orang yang tidak
seiman dan yang tidak menghormati iman yang diyakininya.
Karya Allah melalui Daniel untuk menunjukkan kuasa-Nya
adalah melalui karunia menjelaskan dan menafsirkan mimpi-
mimpi dan penglihatan yang ditunjukkan Allah kepada Daniel.
Melalui mimpi-mimpi dan penglihatan itu, Allah menyatakan
bahwa Dialah yang mengendalikan dan menguasai seluruh
kerajaan yang ada di bumi ini.

PENDALAMAN NAS ALKITAB I
Guna lebih mendalami maksud bahan bacaan kita hari minggu
ini kita dapat memahaminya dengan menyimak uraian berikut
ini:

Ayat 1-2 : Pendudukan dan pembuangan ke Babel diyakini
sebagai hukuman Allah karena orang Yehuda telah
banyak melakukan perbuatan dosa dan tidak setia
kepada-Nya. Raja Nebukadnezar tidak hanya me-
ngepung dan menaklukkan Yahuda tapi juga me-
ngambil perkakas-perkakas dalam bait Allah di
Yerusalem dan mengangkutnya ke Sinear (nama lain
dari Babel), dan meletakkannya perkakas~perkakas
itu di kuil Marduk yang diyakini sebagai dewa ter-
tinggi orang Babel.

Ayat 3-7 : Ayat-ayat ini menjelaskan bagaimana bangsa Babel
melalui raja Nebukadnezar berusaha keras meme-
ngaruhi orang-orang muda untuk meninggalkan
warisan budaya dan agama mereka dengan cara :
Pertama, kepala istana diperintahkan untuk memilih
beberapa orang lsrael (termasuk Daniel dan ketiga
kawannya) untuk dididik di dalam istana raja.
Kedua, mereka diajar mengenai tulisan, bahasa
dan kebudayaan bangsa Babel supaya identitas
mereka sebagai orang Yehuda hilang. Mereka
(menurut beberapa catatan tradisi yang diwariskan)
ketika dibawa ke istana raja berumur 15 atau paling
tua sekitar 17 tahun dan sangat memenuhi kriteria
yang Raja tetapkan yaitu berperawakan baik, ber-
pengetahuan banyak dan mempunyai pengertian
tentang ilmu. Dan bukan hanya itu saja, setelah
mereka dimasukkan ke dalam istana, itu berarti
mereka sudah terisolasi dari bangsanya sedemikian
rupa sehingga tidak akan bertemu dengan orang
tuanya, apalagi dengan lingkungan bangsa mereka.
Ketiga, dalam pelatihan istana raja yang akan
berlangsung 3 tahun itu, mereka juga akan diajarkan
mengenai tenung, sihir dan kepercayaan penyem-
bahan berhala kepada banyak dewa.
Keempat, kepada merekajuga dihidangkan anggur
dan makanan raja yang telah lebih dahulu diper-
sembahkan kepada berhala-berhala.
Kelima, usaha Nebukadnezar menghilangkan
identitas tidak hanya dari luar melainkan juga dari
dalam, yaitu dengan secara paksa mengganti
nama mereka. Perihal nama bagi orang Israel
sangat penting oleh karena mencerminkan sifat
orang yang percaya kepada Allah Yahwe. Daniel
yang artinya Allah adalah Hakimku menjadi
Beltsazar (Bel melindungi dirinya); Hananya yang
artinya Tuhan menunjukkan rahmat menjadi
Sadrakh (Sebutan dewa Aku; dewa bulan bangsa
Sumerian); Misael yang artinya Siapakah gerangan
seperti Allah menjadi Mesakh (Siapakah Aku itu);
Azarya yang artinya Tuhan menolong) menjadi
Abednego (Pelayan dari Nebo). Nama-nama baru
yang diberikan kepada mereka adalah nama-nama
yang mengacu pada nama-nama dewa-dewa Babel.

Ayat 8-16
Dalam ayat-ayat ini kita melihat sesuatu yang sa-
ngat menarik, di mana Daniel, Hananya, Misael dan
Azarya mempunyai ketetapan hati untuk tidak
pernah menajiskan diri dengan mengambil makanan
yang sudah dipersembahkan pada raja. Walaupun
mereka sudah putus hubungan sama sekali dengan
bangsa dan orang tuanya tetapi fokus iman dan
pikiran mereka tetap pada Allah Yahwe dan kalau
mereka mengambil makanan tersebut, mereka ber-
arti sudah menajiskan diri dan tidak menyenangkan
Allah Yahwe. Ayat 8 merupakan satu ayat yang
sangat penting tentang bagaimana prinsip pen-
didikan iman anak diajarkan. Memang Alkitab tidak
mencatat tentang hal ini, tetapi secara urutan logis
Alkitab, sangat mungkin orang tua Daniel dan ketiga
kawannya menanamkan prinsip penting hukum
taurat dan prinsip takut akan Allah Yahwe (yang
terdapat dalam Ul.6 : 4) semenjak mereka masih
bersama-sama. Sehingga walaupun mereka harus
menjadi orang yang "terhilang," masuk dalam
bangsa Babel dan dididik selama 3 tahun, mereka
tidak akan pernah berubah oleh karena fondasi iman
mereka kokoh.

Daniel dan teman-tamannya berketetapan hati untuk tidak
menajiskan diri dengan makanan raja sebagai sikap untuk
menaati hukum Taurat . Daniel menolak makanan yang disajikan
di meja raja, karena makanan-makanan tersebut tidak dipersiap-
kan sesuai dengan ketentuan Taurat. Di dalam hukum Taurat,
sejumlah makanan disebut najis dan orang Yahudi tidak boleh
memakannya bila makanan itu masih mengandung darah,dan
berasal dari meja persembahan dewa-dewa Babel.

Hal yang juga perlu kita pelajari disini adalah Daniel dan
kawan-kawannya melihat masalah ini bukan s_ekedar hal tentang
boleh makan atau tidak makan, melainkan dalam budaya tersebut
mereka tahu bahwa ketika seseorang mengambil makanan yang
telah dipersembahkan pada raja, maka itu berarti orang tersebut
berhutang budi, berjanji setia dan mau tunduk mutlak pada raja,
yang saat itu dipercaya sebagai titisan dewa mereka (dewa
Babel). Hal itu juga berarti bahwa orang tersebut ingin diperkenan
oleh dewa Baal. Hal semacam ini pasti sudah dimengerti dengan
jelas oleh Daniel dan teman-temannya.

Daniel memohon kepada pemimpin pegawai istana itu agar
ia dan temannya supaya tidak menajiskan diri dengan memakan
makanan raja. Dan Allah mengaruniakan kasih sayang dari
pemimpin pegawai istana itu. Artinya penolakan Daniel tersebut
tidak membuat pemimpin pegawai istana itu marah dan
mengambil tindakan tegas dan keras, misalnya melaporkannya
kepada raja, namun dengan Iembut pegawai istana itu berkata
kepada Daniel kekhawatirannya bahwa raja akan marah jika
setelah waktu yang ditetapkan mereka didapati memiliki tubuh
yang kurus - sehingga gagal menjadi pegawai istana. Namun
Daniel menanggapi kekhawatiran tersebut dengan berkata
kepada petugas yang diangkat oleh pemimpin pegawai istana
untuk mengawasi Daniel dan temannya dalam ayat 12-13 "
Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama
sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan
dan air untuk diminum; sesudah itu bandingkanlah perawak-
an kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan
dari santapan raja,kemudian perlakukanlah hamba-hamba-
mu ini sesuai dengan pendapatmu".

Pada ayat 14-16, kita menyaksikan ternyata setelah petugas
pegawai istana itu memenuhi permohonan Daniel, maka pada
hari kesepuluh fakta membuktikan bahwa perawakan mereka
lebih baik dan lebih gemuk dari semua orang muda yang telah
makan dari santapan raja. Sejak saat itu sang penjenang selalu
mengambil makanan dan anggur yang harus mereka santap
dan menggantikannya dengan sayur dan air biasa.
Ayat 17 - 21 : Diakhir perikop ini ditekankan beberapa hal pen-
ting untuk diperhatikan yaitu :
a. Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang
berbagai tulisan dan hikmat kepada Daniel dan teman-
temannya. Namun khusus kepada Daniel, Allah menga-
runiakan kemampuan untuk mengerti tentang berbagai
penglihatan dan mimpi (ayat.17).
b. Setelah masa pendidikan selesai dan mereka semua
harus menghadap raja Nebukadnezar, ternyata kualitas
fisik, pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki Daniel,
Hananya, Misael dan Azalya tidak seorangpun yang dapat
menandinginya. Oleh karena itu raja menilai mereka
pantas dan layak untuk bekerja di istana (ayat 18-19).
c. Dalam menjalankan tugas mereka di istana, pada saat
raja memerlukan pertimbangan dan pengertian yang
bijaksana terhadap masalah-masalah yang ada ternyata
Raja melihat bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas
dari semua orang yang berilmu dan semua ahli jampi
yang ada di kerajaan Babel. Atas kinerja mereka yang
bagus itu, maka secara khusus Daniel bekerja puluhan
tahun di istana sampai pemerintahan Raja Koresh.
Penjelasan dalam ayat 17-21 hendak menyimpulkan bahwa
hasil dari ketaatan dan kesetiaan iman yang ditunjukkan dengan
sikap tanpa kompromi terhadap segala sesuatu yang dapat
menajiskan atau menodai keyakinan kepada Allah, menuntun
Daniel mengalami kehidupan dimasa depan yang dituntun dan
diberkati oleh Tuhan.

PENERAPAN DAN APLIKASI
Melalui kisah Daniel dalam Pasal 1 : 1 - 21 ini, kita dapat
merefleksikan beberapa hal penting bagi hidup beriman kita yaitu :

1. Dalam situasi apapun, umat percaya diminta untuk tidak
melakukan kompromi terhadap hal-hal yang dapat me-
rusak kehidupan beriman. Di tengah-gaya hidup modern
yang menomor-satukan materi dan gaya hidup hedonis
(yang mencari kenikmatan hidup), maka kompromi se-
olah-olah dianggap lumrah dan wajar. Karena ada pan-
dangan bahwa kalau kita tidak ingin tertinggal dan dapat
menikmati kemakmuran secara materi sehingga mampu
merasakan kenikmatan hidup, maka hidup kompromistis
harus menjadi pilihan. Sebagai orang percaya, kita harus
belajar dari Daniel yang tetap beriman kepada Allah dan
tidak mau menajiskan diri dengan santapan raja Babel
meskipun ia hidup dalam lingkungan asing yang tidak
mendukung imannya.

2. Kita harus menyadari bahwa ada 2 (dua) godaan yang
bisa menggoyahkan iman sehingga kita terbujuk melaku-
kan kompromi terhadap hal-hal yang bertentangan
dengan kebenaran Allah yang akhirnya membawa kita
pada kehidupan yang jauh dari Allah. Pertama, godaan
dalam diri masing-masing kita untuk memuaskan hawa
nafsu dan keinginan daging kita. Godaan itu terasa sangat
nyata dihadapi Daniel ketika disodorkan makanan yang
mewah tetapi najis dengan pilihan menyantap makanan
yang kudus (meskipun hanya sayur dan air putih).
Godaan jenis ini memang susah dilawan, tetapi nyatanya
bisa. Daniel sudah membuktikan itu. Kedua, godaan akan
kenikmatan yang ditawarkan dunia dalam berbagai
bentuk. Bekerja dalam lingkaran istana itu berarti masuk
dalam lingkaran dalam kekuasaan. Dalam arti itu, Daniel
dan kawan-kawan memiliki hak dan wewenang khusus
untuk menikmati kekuasaan. ltulah godaan kenikmatan
duniawi. Daniel dan kawan-kawan menolak itu. Mereka
tetap bekerja sebagai orang bijak - artinya orang yang
tidak kompromistis dan selalu takut akan Allah - dan
bukan para penikmat kekuasaan sesaat.

Kedua godaan di atas merupakan santapan yang menajis-
kan. Klta perlu menyadari bahwa kita di kelilingi santapan-
santapan dunia yang nikmat tapi menajiskan. Oleh karena itu
marilah kita berdoa untuk mampu memilih mana santapan ke-
hidupan yang menajiskan dan mana yang sesuai dengan ke-
hendak Allah, sehingga kita mampu memilih sesuai dengan ke-
hendak Allah.

3. Sikap hidup beriman yang tidak kompromistis akan
menuntun kita pada suasana hidup yang dipimpin dan
diberkati Allah. Untuk hidup tanpa kompromi memang
tidaklah mudah, sama seperti Daniel yang menghadapi
ancaman mati karena tetap setia terhadap iman dan
ibadahnya kepada Allah. Buah dari cara hidup yang tidak
kompromistis terhadap hal-hal yang dapat merusak
hubungan dengan Allah dengan jelas dapat kita saksikan
dalam kehidupan Daniel. Tuhan memberkati dan mem-
berikan yang terbaik kepadanya. Oleh sebab itu, sebagai
warga GPIB, kita diajak untuk tetap setia menjalankan
hidup beriman kita di dalam Yesus Kristus tanpa mau
berkompromi dengan "santapan yang menajiskan" yang
ditawarkan dunia ini. Yakinlah Tuhan Yesus akan tetap
menjaga, memelihara dan memberkati orang percaya
yang tetap setia dalam iman kepada-Nya.

Selamat hari Minggu dan selamat berjuang dalam
perjuangan lman.


SBU

MINGGU XVIII SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 18 SEPTEMBER 2016
KJ.436:1,2 -Berdoa
RENUNGAN PAGI
SANTAPAN MENAJISKAN

Daniel 1:1-17
Daniel berkatatapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang
biasa diminum raja;  (ay.8)

Orang yang kurus ingin jadi gemuk. Sementara yang gemuk ingin jadi kurus. Yang ingin gemuk berusaha makan berbagai makanan.Yang ingin kurus melakukan diet ketat dan pantang makan ini-itu. Begitu juga yang mengidap penyakit tertentu. Ada yang pantang gula karena diabetes; pantang asin karena hipertensi; pantang asam karena gangguan lambung. lntinya adalah soal apa yang dimakan. Seorang warga jemaat pernah berseloroh, katanya: "Dulu waktu belum punya uang, mau makan ini-itu tidak bisa karena uangnya tidak ada. Waktu sudah kerja dan punya cukup banyak uang, mau makan ini-itu dilarang dokter. Jadi kapan bisa menikmatinya?"

Sebagai orang Israel, Daniel punya pantangan makanan dan minuman sesuai ketentuan agama Yahudi karena dianggap sesuatu yang najis. ltulah yang membuat Daniel tidak bersedia makan dan minum dari santapan raja Nebukadnezar. la tidak mau menajiskan dirinya dengan makanan dan minuman tersebut. Kesediaan Daniel dan teman-temannya untuk menjaga apa yang mereka santap telah membuat mereka terhindar dari kenajisan. Mereka diberkati Allah dengan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat.

Apa yang kita santap sedikit banyak memang bisa mempengaruhi keadaan kita. Tidak hanya menyangkut apa yang kita makan dan minum tetapi juga apa yang kita santap melalui yang kita baca,
lihat dan dengar. Ungkapan dalam bahasa lnggris menegaskan hal itu: "You are what you eat". Kita adalah umat pilihan yang harus hidup kudus dihadapan Tuhan. "Kuduslah kamu, sebab Aku kudus" (1 Ptr. 1:16). Perhatikanlah dengan seksama apa yang kita "santap" tiap-tiap hari. Jauhilah "santapan" yang menajiskan. Karunia dan berkat-Nya menaungi kita senantiasa.

KJ.436: 3
Doa : (Bapa Mahakuasa terima kasih atas semua berkat yang kami nikmati setiap hari yang menjadikan kami hidup benar di hadapan-Mu dan menjauhkan diri dari hawa nafsu yang sesat)


MINGGU XVIII SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 18 SEPTEMBER 2016
RENUNGAN MALAM
KJ.4:1 -Berdoa
LEBIH BERKUALITAS KARENA TAAT DAN SETIA KEPADA TUHAN

Daniel 1:18-21
...didapatinya bahwa mereka sepuluh kaii lebih cerdas daripada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya (ay.20b)

Pada hari Minggu malam ini, kita dituntun melalui pengalaman Daniel dan teman-temannya untuk menghayati,bahwa ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan akan membentuk dan menghasilkan pribadi yang memiliki sumberdaya insani yang berkualitas. Seperti yang kita ketahui, pasal 1:1-17 menceritakan bagaimana Daniel dan teman-temannya yang berada di pembuangan Babel, berketetapan tidak menajiskan diri mereka dengan santapan raja. Ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja(ay.15). BahkanAl|ah memberikan kepada mereka pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai tulisan dan
hikmat. Khusus kepada Daniel diberikan kemampuan untuk mengerti tentang berbagai penglihatan dan mimpi.

Bacaan kita menegaskan bahwa pada waktu semua orang muda yang digembleng di istana itu menghadap raja, maka ternyata bahwa tidak ada yang dapat menandingi kualitas fisik dan intelektual Daniel, Hananya, Misael dan Azarya. Bahkan di dalam ayat 20b ditekankan bahwa mereka berempat sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang yang berilmu dan semua ahli jampi di kerajaannya. Kita dapat belajar bahwa integritas iman yang ditunjukkan Daniel dan teman-temannya untuk tidak
menajiskan diri dengan lingkungan yang bertentangan dengan iman mereka justru membentuk mereka memiliki kualitas sumberdaya insani yang terbaik.

Pada saat GPIB melangkah ditahun 2016-2017 dengan payung tema"Memberdayakan sumber daya insani demi mensejahterakan persekutuan, pelayanan, dan kesaksian", maka bacaan malam ini menggugah kita untuk benar-benar menampilkan kehidupan yang taat dan setia kepada Allah dalam Tuhan Yesus Kristus karena disitulah sumber dari terwujudnya sumberdaya insani yang berkualitas dan bermakna bagi kehidupan.

KJ.4:5
Doa : (Tuhan Yesus, mampukan kami mengembangkan sumberdaya insani kami dengan taat dan setia kepada-Mu)

Label:   Daniel 1:1-21 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Senin, 19 September 2016 - DARI TUHANLAH HIKMAT DAN KEKUATAN Daniel 2:13-23 - MINGGU XVIII SESUDAH PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 17 September 2016 - TERDAHULU - TERAKHIR? Matius 20:16 - MINGGU XVII SESUDAH PENTAKOSTA

Garis Besar Daniel





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 18 Juli - Mazmur 88; 2 Raja 24:17-20, 25

Hari ini, 18 Juli - Maz 83:2-8, 2 Taw 29-30, Kis 20:17-38, Ams 20:28-29

Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2016..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392




Beli Kaos C59. Klik Disni




Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH HUT KE-69 PELKAT GP GPIB & JUKLAK - Minggu, 28 Juli 2019
URAT PENGANTAR JUKLAK HUT KE-69 PELKAT GP, Petunjuk Pelaksanaan HUT GP ke 69 bersama jemaat, JUKLAK SERAGAM-LOGO-MARS PELKAT GP GPIB 2019, TATA IBADAH HUT KE 69 PELKAT GP, Pesan HUT ke 69 Pelkat GP
TATA IBADAH HARI MINGGU dan SYUKUR 38 TAHUN PELKAT PKB GPIB Minggu, 21 Juli 2019
Surat Pengantar Pengiriman Juklak HUT ke 38 PKB, JUKLAK HUT KE-38 Pelkat PKB, JUKNIS BMKB HUT KE-38, JUKNIS IHMPA di Bulan Khusus - HUTPKB 5-Pesan Dewan PKB - HUT ke 38 6-JUKLAK-KBA-pdr Evie 7-TATA IBADAH HUT KE 38 PELKAT PKB
MARS YAPENDIK GPIB | Lirik dan Video Lagu - MINGGU, 14 JULI 2019




Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Rabu, 17 Juli 2019
Nobody - Casting Crowns feat. Matthew West

Rabu, 17 Juli 2019
Jesus Loves You - Sanctus Real

Selasa, 16 Juli 2019
Let Your Power Fall - James Fortune

Selasa, 16 Juli 2019
What Can I Do - Tye Tribbett

Selasa, 16 Juli 2019
Everlasting God - William Murphy

Selasa, 16 Juli 2019
Victory Belongs To Jesus - Todd Dulaney

Selasa, 16 Juli 2019
THE CALL - Isabel Davis

Selasa, 16 Juli 2019
Your Love - William Murphy

Selasa, 16 Juli 2019
Glory to the Lamb - Geoffrey Golden

Selasa, 16 Juli 2019
It's Working - William Murphy

Selasa, 16 Juli 2019
You're Bigger - Jekalyn Carr

Selasa, 16 Juli 2019
My Worship - Phil Thompson

Selasa, 16 Juli 2019
My Hands Are Lifted Up - Jovonta Patton

Selasa, 16 Juli 2019
Pour Your Oil - Joshua Rogers

Selasa, 16 Juli 2019
VICTORY - Fred Jerkins

Selasa, 16 Juli 2019
Mention - FreshStart Worship

Selasa, 16 Juli 2019
Have It All - FreshStart Worship

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



download lagu rohani kristen mp3 gratis,   lagu rohani pengakuan dosa,   renungan injil yohanes 15 9-17 pernikahan,   Bahan khotbah untuk persekutuan kor,   renungan singkat air hidup kitab yoel 2 : 18-27,   Download lagu gereja diva sylvia saartje,   download slide tata cara ibadah gmim,   renungan singkat amos 5 7,   EBIBI BYANGYE AKABINYOREKA DOWNLOAD.,   khotbah wahyu 2 : 1-12,   lagu pembukaan ibadah,   Lagu rohani untuk pengumpulan persembahhan,   lirik lagu rohani yang menyentuh hati,   renungan mazmur 37:34-40,   kotbah 1 raja raja 3:5-15,   kotbah 1 raja raja 3:5-15,   bahan khotbah galatia 3:22-29,   renungan singkat amos 5 7 13,   jamita 1 raja-raja 3 5-15,   tafsiran amos 5 : 13,   nkb 87 chord,   khotbah tentang anak dari yohanes 6:1-15,   lagu2 ank shm untuk merayakan hri ank GKE,   tak akan pernah ku sesali mengiring yesus lirik,   download lagu satulah indonesia ,   lagu rohani kami berkumpul tuhan,   video kotbah hidup adalah kesempatan,   khotbah untuk pemuda pemudi,   jamita minggu 21 di hkbp,   khotbah 21 juli 2019 di hkbp,   khotbah kis 14:21-28,   yosua 14 6-15,   lagu rohani saat teduh,   Khotbah tema: uang bisa menjadi berkat, tapi dapat juga membinasakan ,   lagu persembahan,   khotbah belajar dari Ayub,   Khotbah tema: pengkh 5:9-19 makin besar harta makin besar keinginan,   daftar lagu persembahan,   lagu pembukaan ibadah oikumene,   lagu untuk persembahan,   Khotbah pengkhotbah 5:9-19 tema:Makin besar harta makin besar keinginan,   jamita sian 1 Rajaraja 3:5-15,   doa nyanyian dalam agama Kristen mp3 download,   kumpulan kotbah kitab filipi,   lagu rohani bersyukur,   Renungan, pengkhotbah 5:9-19,   lagu semangat untuk ibadah keluarga,   video gita bakti 113,   gita bakti 113,   yeremia 3:12-12,   lagu rohani pernikahan kudus,   lagu rohani pengiring pengantin masuk gereja,   daftar lagu rohani pernikahan,   lagu penutup,   lirik lagu perahu kita tersedia,   lirik lagu perahu kita tersedia,   kotbah ibadah remaaja efesus 6:1-3,   chord gitar gembala baik,   RENUNGAN YOHANES 6 : 1-15,   RENUNGAN YOHANES 6 : 1-15,   ayat persembahan,   Khotbah: pengkhotbah 11:9-12:8,   Download lagu penyembahan,   Mnyanyian Rohani 86,   Download lagu rohani penyembahan terbaru,   doa persembahan di gereja,   ayat persembahan,   matius 6:25-34,   kita selamat oleh pengharapan roma8:24-25,   Kotbah Pengkhotbah 9:13-18,   www.download lagu rohani agama kristen,   Kotba minggu tgl 28 juli 2019,   lagu rohani pengampunan dosa,   jakobus 1 : 2 - 12 bagaimana tujuannya,   lagu dan nats persembahan,   download lagu pujian sekolah Minggu ceria terbaru 2019,   download lagu pujian sekolah Minggu ceria terbaru 2019,   lirik lagu untuk persembahan,   lagu rohani penutup,   materi kotbah dari Yeremia 33 : 9-13,   Cord piano dia nobatkanlah,   khotbah mazmur 119:17-32,   Renungan Harian Pengkhotbah 9:13-18,   Khotbah GKJ Lewi 23:1,4-11,15-16,27-31,   khotbah lukas 21 1-4,   renungan kristen dari Amos 3 : 1-8,   musim hidupku dalam alkitab,   lagu rohani pengucapan syukur,   ilustrasi khotbah yakobus 1 2-8,   renungan yoel 2:18-27,   lagu kudaki kedua gunung kembar dengan lidahku,   hotbah yeremia 33 : 9-13,   lagu rohani for pengucapan,   lagu2 rohani for pengucapan,   khotbah kisah para rasul 14 : 21-28 gpib,   penjelasan alkitab kolose 2:1-5,   penjelasan alkitab kolose 2:1-5,   lirik lagu senja membayang dibatas hari,   lirik lagu senja membayang dibatas hari,   Kidung ceria 269,   Kidung ceria 269,   renungan imamat 26 1-13,   download lagu el shaddai tak usah kau takut,   Download lagu di malam sunyi betlehem,   renungan mazmur 111,   renungan mazmur 37 34-40,   iman tanpa perbuatan adalah mati airhidup,   petunjuk hidup baru,   Turpuk: jakobus 1:2-12.,   dawnload lagu anak timur tengah,   dwonload lagu anak anak puji nama allah,   yesaya 54:13,   download lagu rohani ku utus kau,   renungan yesaya 54:13,   khotbah yakobus 1:2-12,   kunci dasar lagu el shaddai,   tema kemerdekaan untuk gereja,   khotbah tentang keluaran 16:1-24,   Anak laki agama kristen GPIB sunat?,   doa berkat hkbp tertulis dialkitab,   renungan mazmur 111,   kotbah sekolah minggu Mazmur 118 :24-25,   langkah konkrit yang harus dilakukan orang tua dalam menanamkan nilai hidup kebenaran, kejujuran, ke,   renungan yesaya 54:13-14,   renungan mazmur 111,   vetri kumase,   ibadah syukur HUT PKB,   KHOTBAH KITAB KISAH PARA RASUL 18:9-17,   pujian penutup ibadah,   kumpulan dangdut rohani kristen mp3,   REnungan katolik matius 11:25-27,   renungan kristen ester 2,pdf,   nats persembahan syukur,   nyanyian penutup ibadah,   Bacaan alkitab pengkhotbah 5:7-19,   kidung keesahan,   bahan sermon 21 juli 2019,   khotbah 1 raja raja 3:5-15,   download lagu Rohani Sudahkah yang terbaik ku berikan kepada Yesus Tuhan ku,   lagu rohani kristen terbaru mp3,   ilustrasi khotbah yakobus 1 2-8,   firmanmu pelita bagi kakiku dan sebagai suluh pada jalanku,   firmanmu pelita bagi kakiku dan sebagai suluh pada jalanku,   renunganharian 1raja 3:5-15,   prikop kata sambuntang dalam ibadah perayan natal,   rama ingkangbing swarga mp3,   download lagu el shaddai tak usah ku takut,   kmm 79,   download lagh bertahan dan berjuang terus kidung jemaat,   Renungan yakobus 1 : 2-12,   kidung ceria no 3,   renungan ulangan 1:34-40,   bacaan injil tentang persembahan diri,   sermon jamita 1 rajaraja 3:5-15,   sermon jamita 1 rajaraja 3:5-15,   sermon jamita 1 rajaraja 3:5-15,   catatan khotbah Amos 3:9-15.,   kotbah hkbp jakobus 1:2-8,   khotbah roma 7 15 20,   nyanyian penutup ibadah,   kotbah Kolose 1:15-23,   khotbah roma 7 15 20,   nyanyian penutup ibadah,   lagu mars pam GKI not,   lirik lagu rohani yang menyentuh hati,   renungan alkitab mazmur 36,   renungan alkitab mazmur 36,   khotbah I Petrus 2, 6-9,   khotbah I Petrus 2, 6-9,   renungan pengkhotbah 10:1-20,   songwriter pada satu bukit lagu rohani,