Save Page

Minggu, 9 Oktober 2016
MINGGU XXI SES. PENTAKOSTA
Matius 7:15-23 (SGD)
Hal pengajaran yang sesat
7:15 "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. 7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? 7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. 7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. 7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"


Penjelasan:


* Mat 7:15-20 - nabi-nabi palsu, // Menyamar sebagai domba // serigala yang buas // Dari buahnyalah // Pohon yang tidak baik
Orang-orang yang masuk lewat jalan yang sempit harus waspada terhadap nabi-nabi palsu, yang menyatakan hendak menuntun orang-orang percaya, tetapi sesungguhnya melakukan penipuan. Menyamar sebagai domba jelas merupakan kontras yang nyata dengan serigala yang buas. Umat Allah sepanjang zaman harus waspada terhadap para pemimpin yang palsu (Ul. 31:1, Kis. 20:29; I Yoh. 4:1; Why. 13:11-14). Dari buahnyalah. Yakni berbagai ajaran yang dihasilkan oleh para nabi palsu ini, dan bukan apa yang mereka lakukan, karena penampilan lahiriah mungkin tidak akan menimbulkan kecurigaan. Ujian bagi seorang nabi adalah keselarasan ajarannya dengan Alkitab (I Kor. 14:37; Ul. 13:1-5). Pohon yang tidak baik. Pohon yang sedang membusuk, tidak ada harganya, tidak berguna. Pohon yang tidak berharga perlu dibuang dengan cepat sebelum mencemarkan yang lainnya.

* Mat 7:21-23 - (Bapa-Ku) // (akan berseru kepada-Ku), // yang bernubuat, mengusir setan, // mengadakan banyak mukjizat // pada waktu itulah // akan masuk ke dalam Kerajaan Surga // Aku tidak pernah mengenal kamu
Yesus menyatakan diri sebagai Anak (Bapa-Ku) dan kedudukan-Nya sebagai Hakim (akan berseru kepada-Ku), dan la mengingatkan bahwa para pemimpin palsu (mereka yang bernubuat, mengusir setan, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama Kristus) akan terbongkar kedoknya sama sekali dan dihukum. Sekadar melakukan tindakan-tindakan yang menakjubkan saja (bahkan yang adikodrati) belum tentu berasal dari Allah (Ul. 13:1-5; II Tes 2:8-12; Mat. 24:24). Penghakiman yang akan terjadi pada waktu itulah yang menentukan siapa saja akan masuk ke dalam Kerajaan Surga (Mat. 25:31-46). Sekalipun yang sebenarnya dimaksudkan adalah orang-orang yang masih hidup pada saat pendirian kerajaan Seribu Tahun (jika tidak mereka pasti termasuk orang fasik yang sudah mati dan tidak akan dibangkitkan sampai sesudah kerajaan Seribu Tahun. Why. 20:5), hasilnya sama saja bagi kedua kelompok ini dan karena itu peringatan ini mengena juga. Aku tidak pernah mengenal kamu. Dalam pengertian yang lengkap yaitu mengenal dan menerima atau mengakui (bdg. Mzm. 1:6; Am. 3:2).

* Mengenali Nabi Palsu dari Buahnya (7:15-20)

    Di sini diceritakan tentang peringatan terhadap nabi-nabi palsu, supaya kita berhati-hati agar tidak tertipu dan diperdaya oleh mereka. Nabi-nabi seharusnya menyampaikan hal-hal yang akan terjadi dengan semestinya. Di dalam Perjanjian Lama disebutkan tentang beberapa nabi yang pura-pura bernubuat padahal mereka tidak punya wewenang untuk itu, dan ini tampak dari tidak terbuktinya nubuat mereka itu, seperti misalnya Zedekia bin Kenaana (1Raj. 22:11) dan seorang lagi bernama Zedekia bin Maaseya (Yer. 29:21). Namun, nabi-nabi juga mengajarkan kewajiban yang harus dijalankan umat. Jadi, nabi-nabi palsu yang disebutkan di sini adalah guru-guru palsu. Kristus, sebagai Nabi dan Guru yang diutus Allah, yang berencana mengutus guru-guru lain di bawah asuhan-Nya, memberikan peringatan kepada mereka semua agar waspada terhadap nabi-nabi tiruan yang bukannya menyembuhkan jiwa-jiwa melalui pengajaran yang sehat, malah sebaliknya justru meracuni.
    Mereka adalah guru-guru dan nabi-nabi palsu.

        . Mereka ini mengeluarkan perintah-perintah palsu, pura-pura mendapatkan wewenang dan petunjuk langsung dari Allah untuk menjadi nabi, dan menerima ilham ilahi, padahal bukan demikian halnya. Meskipun pengajaran mereka mungkin saja benar, kita harus waspada terhadap mereka sebagai nabi-nabi palsu. Rasul-rasul palsu adalah orang-orang yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian (Why. 2:2). "Waspadalah terhadap orang-orang yang mengaku-ngaku memiliki pewahyuan, dan jangan akui mereka tanpa bukti yang cukup, jangan sampai satu kejanggalan diakui, maka seribu lainnya pun menyusul."
        . Mereka adalah orang-orang yang memberitakan pengajaran palsu mengenai hal-hal mendasar yang merupakan inti dari agama, orang yang mengajarkan hal yang berlawanan dengan kebenaran yang sebenarnya yang ada dalam Yesus, yang bertentangan dengan kesalehan. Jenis nabi yang pertama sepertinya sesuai dengan pengertian pseudo-propheta, nabi palsu atau yang mengaku-ngaku demikian. Namun, yang kedua umumnya termasuk di dalamnya juga, karena siapa pula yang mau menampakkan kepalsuannya selain melalui rancangan palsu dan berpura-pura di dalamnya supaya dengan begitu bisa lebih berhasil menyerang kebenaran. "Jadi, waspadalah terhadap mereka, curigailah mereka, ujilah mereka, dan setelah membongkar kepalsuan mereka, hindarilah mereka. Jangan berurusan dengan mereka. Berdirilah teguh melawan cobaan ini, yang biasanya terjadi pada hari-hari pembaruan dan ketika terjadi pencerahan ilahi yang luar biasa dan penuh kemuliaan." Ketika pekerjaan Allah dihidupkan, Iblis dan para pengikutnya pun semakin sangat sibuk. Berikut ini kita lihat:
    I. Alasan yang tepat untuk peringatan itu, Waspadalah terhadap mereka, sebab mereka adalah serigala yang menyamar seperti domba (ay. 15).
        . Kita perlu sangat berhati-hati, sebab kepura-puraan mereka itu tampak sangat wajar dan tidak menimbulkan prasangka orang, sehingga bisa membuat kita mudah terperdaya bila kita tidak berjaga-jaga. Mereka menyamar seperti domba, sesuai kebiasaan nabi-nabi yang penampilannya bersahaja, kasar, dan biasa-biasa saja. Mereka mengenakan jubah berbulu untuk berbohong (Za. 13:4). Septuaginta menyebut jubah Elia hē mēlotē -- jubah kulit domba. Kita harus berhati-hati agar tidak terperdaya dengan pakaian dan penampilan orang, seperti misalnya milik para ahli Taurat, yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang (Luk. 20:46). Atau, ungkapan ini bisa diartikan sebagai kiasan. Mereka berpura-pura seperti domba, dari luar tampaknya begitu suci, tidak berbahaya, lemah lembut, berguna. Pokoknya, segalanya sangat baik dan tidak tertandingi oleh siapa pun. Mereka berpura-pura sebagai orang yang benar, dan dengan penampilan itu mereka diizinkan masuk ke tengah jemaat sehingga memperoleh kesempatan berbuat jahat sebelum jemaat itu menyadarinya. Diri dan kejahatan mereka disepuh dengan kesucian dan ibadah palsu. Iblis mengubah dirinya sebagai malaikat Terang (2Kor. 11:13-14). Musuh kita bertanduk dua sama seperti anak domba (Why. 13:11), dengan muka sama seperti muka manusia (Why. 9:7-8). Mereka adalah penggoda-penggoda yang manis dalam tutur kata dan perilakunya (Rm. 16:18; Yes. 30:10).
        . Karena di balik segala kepura-puraan mereka ini ada rancangan yang sangat berbahaya dan jahat, maka sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Orang munafik itu seperti kambing berbulu domba, tetapi nabi palsu adalah serigala berbulu domba. Selain memang bukan domba, dia juga musuh domba yang terbesar, yang datang hanya untuk merobek-robek, menelan, dan mencerai-beraikan domba-domba itu (Yoh. 10:12), menggiring mereka menjauhi Allah dan sesamanya ke dalam jalan-jalan yang bengkok. Orang-orang yang hendak merampas kebenaran apa pun dari kita dan menggantikannya dengan sesuatu yang keliru, sebenarnya merancang kejahatan terhadap jiwa kita, apa pun bentuk kepura-puraan mereka. Paulus menyebut mereka serigala-serigala yang ganas (Kis. 20:29). Mereka memangsa untuk diri sendiri, melayani perut mereka sendiri (Rm. 16:18), memangsa dan menarik keuntungan dari mangsa mereka. Mengingat hal ini begitu mudah terjadi dan begitu berbahaya bila tertipu, waspadalah terhadap nabi-nabi palsu.
    II. Berikut ini ada pedoman yang baik untuk berjaga-jaga. Kita harus menguji segala sesuatu (1Tes. 5:21), menguji roh-roh (1Yoh. 4:1), dan kenalilah batu ujiannya: Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka (ay. 16-20). Perhatikanlah:
        . Gambaran mengenai perbandingan ini, yaitu buah yang dapat menunjukkan jenis pohonnya. Kita tidak selalu dapat membedakan jenis pohon dari kulit dan daun-daunnya, atau dari rentangan dahan-dahannya, tetapi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Buah selalu sesuai dengan jenis pohonnya. Melalui pengakuannya, manusia bisa saja menentang tabiat alaminya dan melawan asas batinnya. Namun, arus gerakan dan penyimpangan perbuatan-perbuatan mereka selalu akan berjalan sesuai dengan tabiat dan batin mereka. Kristus menekankan hal kesesuaian antara buah dan pohon sedemikian rupa hingga:
            (1) Jika orang tahu jenis pohonnya, ia bisa tahu buah apa yang dapat diharapkannya. Jangan pernah berharap dapat memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri, sebab memang bukan sewajarnya tanaman-tanaman itu menghasilkan buah-buah tadi. Buah apel bisa saja ditancapkan atau setandan buah anggur digantungkan pada duri. Demikian pula dengan kebenaran, perkataan atau perbuatan baik, bisa saja didapati dalam diri orang jahat. Namun, yakinlah bahwa hal-hal itu tidak pernah bertumbuh dari dalam dirinya. Perhatikanlah:
                [1] Hati yang jahat, kejam, dan belum dikuduskan adalah seperti semak duri dan rumput duri, yang penuh dosa, tidak berharga, menjengkelkan, dan akhirnya dibuang ke dalam api.
                [2] Perbuatan baik adalah seperti buah yang baik, seperti buah anggur dan buah ara, menyenangkan bagi Allah dan berguna bagi manusia.
                [3] Buah yang baik ini tidak pernah bisa diharapkan dari orang jahat. Ini seperti mengharapkan sesuatu yang tahir keluar dari yang najis, karena orang demikian tidak memiliki asas moral yang bisa diterima. Dari perbendaharaan yang jahat akan keluar hal-hal yang jahat.
            (2) Di lain pihak, jika orang mengenal buahnya, dari situ ia juga akan mengenal jenis pohonnya. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, atau pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Tidak, mau tidak mau yang dihasilkannya adalah buah yang tidak baik. Maka yang harus diperhatikan adalah buah mana yang dihasilkan pohon secara alami dan asli -- yakni yang dihasilkan dalam jumlah besar dan terus-menerus seperti biasa. Manusia dikenali bukan dari perbuatan-perbuatan tertentu, melainkan dari arah dan gerakan perilaku serta tindakan-tindakan yang lebih sering diperbuatnya, terutama yang tampak bebas dan berasal dari dirinya sendiri, bukan karena pengaruh dari alasan dan dorongan luar.
        . Penerapan hal ini pada nabi-nabi palsu.
            (1) Melalui ketakutan dan ancaman (ay. 19). Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik pasti ditebang. Ungkapan ini persis sama seperti yang digunakan Yohanes Pembaptis (3:10). Kristus bisa saja memakai ungkapan ini dengan kata-kata lain, mengubahnya atau memberinya makna baru. Namun, Ia tidak segan-segan menggunakan kata-kata yang sama seperti yang diucapkan Yohanes sebelum Dia. Janganlah para hamba Tuhan terlampau ingin menciptakan ungkapan-ungkapan baru; demikian juga jemaat, jangan gatal telinga untuk selalu mau mendengar hal-hal baru. Menulis dan mengatakan hal-hal yang sama bukanlah hal memalukan, sebab ini justru aman. Di sini terdapat:
                [1] Uraian mengenai pohon yang tidak subur, yaitu pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik. Kalaupun ada buahnya, tetapi buahnya itu tidak baik (sekalipun kita melakukan sesuatu, yang sebenarnya baik, namun tidak dikerjakan dengan baik, dengan cara dan tujuan yang benar), maka tetap saja pohon itu dianggap tidak subur.
                [2] Nasib pohon yang tidak subur, pasti akan ditebang dan dibuang ke dalam api. Allah akan memperlakukan orang jahat seperti manusia memperlakukan pohon kering yang mengotori tanah: Ia akan menandai mereka dengan beberapa tanda rasa tidak senang-Nya. Ia akan menguliti mereka dengan cara mengambil semua bagian berkat dan karunia-karunia dari mereka dan menebang mereka lewat maut serta membuang mereka ke dalam api neraka, api yang dikobarkan dengan murka Allah dan dinyalakan dengan kayu dari pohon-pohon yang tidak menghasilkan buah itu (bdk. Yeh. 31:12-13; Dan. 4:14; Yoh. 15:6).
            (2) Melalui pengujian. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
                [1] Dari buah pribadi, kata-kata, tindakan, dan gerak-gerik perilaku mereka. Jika ingin tahu apakah mereka orang yang benar atau tidak, amatilah cara hidup mereka, sebab perbuatan mereka akan bersaksi bagi atau melawan mereka. Para ahli Taurat dan orang Farisi duduk di kursi Musa dan mengajarkan hukum Taurat, tetapi mereka bersikap sombong, tamak, palsu, dan suka menindas. Itulah sebabnya Kristus memperingatkan murid-murid-Nya agar waspada terhadap mereka dan juga ragi mereka (Mrk. 12:38). Jika orang berpura-pura sebagai nabi tetapi berperilaku tidak senonoh, itu sudah membuktikan kepura-puraan mereka itu. Mereka ini bukanlah sahabat sejati salib Kristus, apa pun pengakuan mereka, karena Tuhan mereka ialah perut mereka, dan pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi (Flp. 3:18-19). Orang yang kehidupannya membuktikan bahwa ia dipimpin oleh roh najis, bukanlah orang yang diajar atau diutus oleh Allah yang kudus. Allah menempatkan harta ke dalam wadah tanah liat, dan bukan ke dalam wadah yang kotor. Mereka bisa saja menyatakan hukum-hukum Allah, tetapi apakah perbuatan mereka sesuai dengan pernyataan mereka?
                [2] Dari buah ajaran mereka, dari buah-buah mereka sebagai nabi: ini bukannya satu-satunya jalan, melainkan salah satu cara saja untuk menguji berbagai ajaran, apakah itu berasal dari Allah atau bukan. Apakah yang cenderung mereka lakukan? Ke dalam kesukaan dan perbuatan, apakah mereka akan membawa orang-orang yang menerima ajaran itu? Jika ajaran itu berasal dari Allah, maka ini akan menimbulkan kesalehan, kerendahan hati, kedermawanan, kekudusan, dan kasih yang sungguh-sungguh, bersama-sama dengan anugerah-anugerah Kristiani lainnya. Namun, bila sebaliknya, ajaran yang disampaikan para nabi ini menunjukkan kecenderungan membuat orang menjadi sombong, duniawi, dan suka bertengkar, berperilaku ceroboh, tidak adil, tidak dermawan, gemar menggolong-golongkan, mengganggu ketenangan umum, memuaskan kebebasan hawa nafsu, dan menyebabkan orang meninggalkan pengendalian atas diri dan keluarga mereka menurut aturan ketat jalan yang sempit itu, kita boleh menyimpulkan bahwa ajakan ini bukan datang dari Dia (Gal. 5:8). Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas (Yak. 3:15). Iman dan hati nurani yang suci dipersatukan (1Tim. 1:19; 3:9). Perhatikanlah, ajaran yang menimbulkan keragu-raguan harus diuji dengan anugerah dan melalui kewajiban-kewajiban, apakah dilakukan atau tidak. Kalau menuntun kepada dosa, maka itu bukan berasal dari Allah. Akan tetapi, bila kita tidak dapat mengenal mereka dari buahnya, kita harus memakai jalan yang hebat itu, yaitu batu ujian, sang hukum itu, dan kesaksian mereka. Apakah mereka berbicara menurut aturan tersebut?


SGDK
MINGGU XXI SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 9 OKTOBER 2016
ASPAL : "ASLI" TAPI PALSU
Matius 7:15-23

I. LATAR BELAKANG PERIKOP
lnjil Matius, menurut tradisi gereja diyakini ditulis oleh Matius
salah seorang murid Yesus yang berlatarbelakang sebagai
pemungut cukai (Mat.9:9; 10:3). lnjil Matius ini pada awalnya
ditujukan kepada orang-orang Yahudi yang telah menjadi Kristen.
Tujuannya adalah untuk meyakinkan pembacanya bahwa Yesus
adalah Anak Allah dan Mesias yang sudah lama dinantikan oleh
orang-orang Yahudi (Mat.1:22; 2:5,6,15,17-18,23; 3:2,15; 4:14-
16, dll). Meskipun pada awalnya ditujukan kepada orang Yahudi,
namun lnjil Matius ini juga memiliki nilai universal, tidak semata-
mata ditujukan kepada orang Yahudi saja, tetapi juga kepada
seluruh gereja, atau semua orang (mis. Mat 2:1-12; Mat 8:11-
12;Mat 13:38; Mat 21:43; Mat 28:18-20). lnjil Matius ini juga
bertujuan untuk menunjukkan bahwa kerajaan Allah dinyatakan
di dalam dan melalui Yesus Kristus sebagai mesias rohani bukan
politis yang pada akhir zaman akan datang dalam kemuliaan-
Nya sebagai Raja segala raja untuk menghakimi dan memerintah
sem ua bangsa.

ll. PENJELASAN PERIKOP
Matius 7:15-23 adalah bagian dari isi khotbah pengajaran
Tuhan Yesus pada saat disampaikan di atas bukit (Mat. 5:1-2).
Secara khusus lnjil Matius 7:15-23 mencatat nasihat dan peringat-
an Tuhan Yesus kepada orang banyak yang mengikuti-Nya, yaitu
agar mereka waspada terhadap muncul dan tampilnya nabi-nabi
palsu ditengah-tengah mereka. Nasihat dan peringatan yang
disampaikan adalah sebagai berikut :

1. Waspada (ay.15). Tuhan Yesus menghendaki para murid
dan pengikut-Nya waspada, artinya berhati-hati, berjaga-
jaga dan, tidak lengah atau selalu sadar. Mengapa
demikian, sebab tanpa adanya kewaspadaan, maka
seseorang mudah dipengaruhi oleh penampilan dan
ajarannya yang seakan-akan saleh, dan menarik untuk
diikuti (seperti serigala berbulu domba), namun pada
akhirnya menjerumuskan dan menyesatkan.

2. Mengenali buahnya (ay.16-20). Selanjutnya Tuhan Yesus
juga menghendakai agar para murid dan pengikut-Nya
mampu mengenali buahnya, yaitu : Pertama, mengenali
pribadi dan wataknya, artinya sudahkah dia merespons
campur tangan Tuhan yang telah memilih dan memakai
sebagai hamba-Nya; "bert0bat", yaitu meninggalkan
manusia lama dan hidup sebagai manusia baru melalui
perubahan sikap, sifat dan karakternya di dalam Kristus.
lngat perubahan yang terjadi misalnya di dalam diri Daud,
Paulus, Petrus, dll. Mengasihi kebenaran dan gigih menen-
tang dosa (Matius 23: 1-36), (bandingkan juga dengan
persyaratan bagi Penilik Jemaat dalam I Timotius 3: 1-
13). Kedua, mengenali setiap ajaran yang disampalkan,
artinya ajarannya haruslah bersumber pada Alkitab dan
hasil pengajarannya mampu merubah perilaku hidupnya
sendiri serta perilaku yang diajar, yaitu perubahan yang
dihasilkan oleh buah Roh (Gal.5:22-23).

3. Melakukan kehendak Bapa (ay.21-23). Melakukan ke-
hendak Bapa berarti:

1. Percaya Kegada Tuhan Yesus. Bapa menghendaki
agar kita percaya kepada Tuhan Yesus, Anak-Nya (band.
Yoh. 3:16; Yoh. 6:28-29). Mempercayai Yesus sebagai
Tuhan dan Juruselamat berarti harus percaya akan
Firman-Nya. Kita harus taat melakukan kehendak-Nya
dan tuntunan-Nya, bukan hanya menjadi pendengar tatapi
pelaku firman-Nya (Yak. 1:22).

2. Memuliakan Tuhan dan bukan menyalahgungkgn
nama Tuhan . Musa menegaskan dalam Dasa Titah,
khususnya hukum ke-tiga : "Jangan menyebut nama Tuhan
Allahmu dengan sembarangan (Kel.20:7). Nama Tuhan
adalah nama yang agung dan mulia, oleh karena itu
tindakan yang mengatas namakan Tuhan tetapi bukan
untuk memuliakan Tuhan dan untuk menghormati»-Nya
adalah tindakan melecehkan dan menista Tuhan. Memang
Tuhan juga menjanjikan memberi kuasa bagi para murid
untuk mengusir roh-roh jahat, menyembuhkan penyakil
dan kelemahan (Matius 10:1) namun la juga memerintah-1
kan agar melakukan serta memberikannya dengan cuma
cuma (Matius 10: 8) bukan untuk dikomersilkan. Sehingga
Matius, menegaskan bahwa melakukan kehendak Bapa
bukan berarti ketika mampu berseru dan menyebut nama
Tuhan, bernubuat, mengusir setan dan mengadakan
banyak mujizat demi nama-Tuhan (Mat. 7:22). Oleh karena
itu, hati-hatilahl :Memanggi| Yesus Kristus sebagai Tuhan
tanpa memuliakan Bapa, tidak ada artinya! (Baca juga
Filipi 2:9-11), demikian juga ketika melayani dengan
karunia Roh tanpa memuliakan Bapa, juga tiada artinya!
(Baca juga Yohanes 14:12-13).

3. Hidug lntim Dengan Tuhan. Kita yang sudah percaya
kepada Tuhan Yesus dan menerima-Nya sebagai
Juruselamat, wajib memiliki relasi yang akrab dan intim
dengan Tuhan di dalam doa, pujian dan ibadah yaitu
persekutuan dengan Tuhan dan umat-Nya. Hidup intim di
dalam Tuhan berarti menunjukkan perbuatan baik agar
mereka melihat perbuatan orang percaya dan memuliakan
Bapa yang di sorga (Mat. 5: 16)

Ill. GAGASAN UTANIA
Gambaran penyesat adalah seperti "seriga|a berbulu domba",
yaitu sosok berbahaya yang menyamar di tengah-tengah
"kumpulan domba" atau persekutuan umat Tuhan. Oleh karena
itu Tuhan menghendaki agar umat-Nya waspada yaitu dengan
cara mengenali sifat, perilaku dan fenomena kelicikan yang
muncul melalui perbuatannya. Di tengah-tengah tantangan dan
godaan yang siap mengancam, orang percaya harus waspada
dan tetap mengandalkan Tuhan, siap menggunakan "senjata
Allah" dan menjalin relasi yang intim bersama Bapa di dalam diri
Yesus Kristus serta melakukan kehendak Bapa melalui perbuatan
kasih kepada sesamanya.

IV. TUJUAN KHOTBAH
1. Agar mampu mengenali dan membedakan antara suara Sang
Gembala dengan suara si jahat sehingga waspada terhadap
pengaruhnya yang menyesatkan orang percaya.
2. Agar terlatih menggunakan perangkat "senjata Allah" yang
telah disediakan bagi setiap orang percaya untuk menghadapi
tantangan dan godaan di tengah-tengah kehidupan orang
percaya.
3. Merefleksikan kem bali ketaatan Kristus kepada Bapa ke dalam
tindakan orang percaya untuk melakukan kehendak Bapa
dalam kehidupan nyata

V. KHOTBAH LENGKAP
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, bagaimanakah kita
dapat mengetahui bahwa sesuatu itu palsu atau asli? Menguji.
Untuk memastikan apakah sesuatu itu asli atau palsu seseorang
harus mengujinya. Seperti ketika BPOM (Badan Penelitian Obat
dan Makanan) menjumpai dan mendapatkan laporan bahwa ada
obat-obatan ataupun makanan palsu di pasaran, maka ia akan
mengujinya di laboratorium. Dalam proses "pengujian yang
dilakukan akan diketahui bahwa sample (contoh yang diambil di
pasar), yaitu unsur-unsur yang membentuk obat atau makanan
tersebut adalah asli atau palsu. Mungkin di dalamnya ada unsur-
unsur atau bahan yang berbahaya untuk digunakan oleh
masyarakat umum tanpa rekomendasi dari lembaga atau orang
yang memiliki kewenangan untuk memberikan izin untuk
dikonsumsi secara umum.

Saudara-saudara yang terkasih, lnjil Matius 7:15-23
mengingatkan agar orang percaya waspada, hati-hati dan tidak
lengah terhadap pengaruh ajaran sesat yang berupaya untuk
merusak dan menghancurkan persekutuan umat Allah. Oleh
karena itu umat Allah harus mampu mengenali dan mem bedakan
antara penampilan luar dengan penampilan dalamnya, yaitu
apakah pribadi dan wataknya sudah mencerminkan kehendak
Tuhan atau masih hidup di dalam manusia lama?; apakah
memuliakan Tuhan atau menyalah gunakan nama Tuhan?;
apakah ajaran yang disampaikan bersumber dari Alkitab atau
memutarbalikkan isi Alkitab?

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, lalu apakah yang harus
kita lakukan? Selain kita waspada dengan mengenali perilaku
pengajar sesat, kita juga harus memperlengkapi diri kita dengan
"perangkat senjata Allah", yaitu: berdiri tegap dan berikar
pinggangkan kebenaran, baju zirah keadilan, kasut kerolaan
memberitakan lnjil, perisai iman, ketopong keselamatan dan
pedang Roh yaitu firman Allah, berjaga-jaga serta berdoa
dalam Roh (Efesus 6:11-18).

Agar orang percaya trampil dan terlatih, maka gunakanlah
selalu senjata Allah tersebut ketika menghadapi pergumulan
hidup. Seperti seorang prajurit yang sedang maju perang, senjata-
senjata tersebut harus selalu siap di sampingnya. Apakah kita
selalu siap dengan senjata-senjata yang telah disediakan oleh
Tuhan ataukah semuanya masih tersimpan di gudang dan tidak
pernah kita gunakan. Asahlah dan gunakanlah.

Sesuatu yang menyesatkan bukan hanya dalam bentuk
pengajaran. Kesesatan bisa muncul dalam berbagai macam
bentuk dan tampilannya. Godaan bisa dalam wujud materi,
kedudukan, jabatan, dll. Orang mencari dan ingin mendapatkan
dengan cara yang salah bukan dengan kebenaran dan tidak
berlaku adil, menyalahgunakan kekuasaan, bahkan menindas
orang lain. Tidak lagi memiliki pengharapan dan mau berdoa
bahkan tidak percaya lagi pada campur tangan Tuhan dalam
hidupnya.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan. Penyesat bisa saja ada
di sekitar kehidupan orang percaya. Jangan takut, mari jangan
sia-siakan senjata Allah yang telah tersedia, niscaya bukan hanya
bisa mengenali penyesatnya, tetapi juga mampu mengatasi dan
mengalahkannya.Tuhan memberkati.


SBU


MINGGU XXI SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 9 OKTOBER 2016
RENUNGAN PAGI
KJ.309: 1,2 -Berdoa
WASPADA, LIHATLAH BUAHNYA

Matius 7:15-19
Dari buahnyalah kamu akan mangenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari onak duri (ay.16)

Peribahasa "Bagai musang berbulu ayam"sebanding dengan peribahasa yang diangkat Yesus dalam pengajaran-Nya tentang "serigala berbulu domba Hal ini diangkat Yesus guna mengingatkan sebuah realita tentang relasi hidup manusia di dunia yang harus waspada. Sikap waspada terhadap mereka disekitar kita, artinya mengajak berhati-hati dalam menilai seseorang. Yesus mengajarkan bahwa kewaspadaan harus dilakukan dengan tidak menilai orang hanya dari tampilan kulit luar, tetapi nilailah orang dari buah yang dihasilkan.

Pengajaran Yesus kali ini mengambil ilustrasi dunia pertanian tentang pohon yang baik menghasilkan buah baik. Pohon supaya menghasilkan buah baik maka pohon harus dirawat. Demikian orang percaya jika ingin menghasilkan buah yang baik maka harus dekat dengan Sang Petani yaitu Tuhan Yesus yang selalu setia merawat kita; jika kita selalu berdoa dan belajar dari Firman-Nya. Karena itu, Firman-Nya mengingatkan bahwa kita yang telah diselamatkan ini dipanggil untuk menjadi teladan-Nya dengan cara waspada (ayat 15-18). Tetapi saat ini banyak orang percaya hanya senang mendengar Firman Tuhan, namun tidak pernah melakukannya. Jika ini terjadi, bagaimana bisa waspada melihat buah baik dalam diri seseorang kalau diri sendiri tidak pernah belajar menghasilkan buah baik.

Menjadi teladan ditengah sulitnya mendapatkan orang yang diteladani itulah panggilan kita: Jujur ditengah langkanya men- dapatkan kejujuran dan tetap berbuat baikwalaupun sulit menemukan orang baik. Tetapi kita harus tetap berjuang menghasilkan buah baik, karena yang tidak melakukannya akan seperti pohon yang tidak berbuah baik yaitu dipotong lalu dibuang ke api (ayat 19). Sebab hidup orang percaya sesungguhnya dilihat dari perbuatannya, karena iman tanpa perbuatan pada hakekatnya mati. Marilah, tinggallah di dalam Kristus sehingga kita mampu menghasilkan banyak buah kebaikan!

KJ.309 : 4
Doa : (Kristus, berilah kami hati yang benar agar dapat menyatakan buah kasih kepada sesama)




MINGGU XXI SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 9 OKTOBER 2016
RENUNGAN MALAM
KJ.356:1 -Berdoa
MENGENAL POHON DARI BUAHNYA

Matius 7:20-23
Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka (ay.20)

Bagaimanakah kita dapat memastikan bahwa pohon yang ada di hadapan kita adalah pohon mangga? Pertama-tama adalah dengan mengamati pohon tersebut Ialu melihat ciri-cirinya. Misalnyaz dengan melihat bentuk pohon, bunga, daun serta aroma daunnya. Apakah itu sudah cukup? Kita masih perlu menunggu pohon itu berbuah sampai matang, kemudian mengupas dan mencicipi rasa buahnya Ialu baru bisa memastikan bahwa buah itu benar buah mangga dan pohonnya pasti pohon mangga. Bukan hanya memastikan bahwa pohon tersebut pohon mangga tetapi juga bisa memastikan jenisnya yaitu : mangga golek, mangga arum-manis, mangga kweni, dan yang lainnya.

Bacaan malam ini dari Matius 7 : 20 - 23, mengingatkan kepada kita ciri kehidupan orang percaya yaitu bukan hanya apa yang dilakukan tetapi untuk siapa melakukannya. Matius 7:21b menyatakan:  melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga". Matius menyatakan bahwa pada hari terakhir akan banyak orang berseru : Tuhan, Tuhan dan bahkan bernubuat dan melakukan mujizat demi nama Tuhan (ay.22), tetapi pada akhirnya Tuhan mengatakan: Aku tidak mengenal kamu  (ay.23).

Melakukan kehendak Bapa, berarti melakukan seperti apa yang dilakukan dan diajarkan oleh Anak-Nya: Mengasihi Allah dengan segenap hati dan mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri (Matius 20:37-40). Dan selanjutnya agar cita rasa buah yang kita hasilkan sesuai dengan kehendak Bapa maka kita harus berpaut dan berada dalam pokok ("pohon") yang benar yaitu tinggal di dalam Yesus, Anak-Nya (Yoh.15:4,5).

KJ.356: 2
Doa : (Bapa, ajar kami "berbuah" di dalam Yesus seturut kehendak-Mu)

Label:   Matius 7:15-23 




Lagu Natal (Christmas)
Latest Christian Song

NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Senin, 10 Oktober 2016 - KUASANYA BEKERJA BAGIKU Matius 7:28-29 - MINGGU XXI SES. PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 8 Oktober 2016 - JALAN YANG BENAR Matius 7:12-14 - MINGGU XX SES. PENTAKOSTA

Garis Besar Matius





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 12 November - Kisah Para Rasul 7-9

Hari ini, 12 November - Maz 119:157-163, Yeh 9-10, Ibr 8, Ams 28:20-21

12 Nopember - Yohanes 10:11-21, 1 Yohanes 2:18-23, Ayub 11, Yehezkiel 31 – 32

Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2016..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392





Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,




New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Rabu, 06 Mei 2015
GB 402c AMIN

Rabu, 06 Mei 2015
GB 402b AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 402a AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 401 AMIN, AMIN, YA, BENAR ADANYA

Kamis, 20 Juni 2013
GB 400 AMIN, AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 399 AMIN, HALELUYA!

Selasa, 06 Agustus 2013
GB 398b MARANATHA dan GB lama maranatha - gb 293c pada GB Lama

Senin, 29 Juli 2013
GB 398a MARANATHA & GB lama 293a MARANATHA

Senin, 22 Juli 2013
GB 397 HOSIANA

Senin, 22 Juli 2013
GB 396 HOSIANA, HOSIANA

Kamis, 11 Juli 2013
GB 395 HALELUYA! AMIN

Kamis, 11 Juli 2013
GB 394 HALELUYA, HALELUYA! PUJILAH TUHANMU

Kamis, 11 Juli 2013
GB 393 HALELUYA

Senin, 20 Juli 2015
GB 392b KEPADAMU PUJI-PUJIAN

Kamis, 18 Juli 2013
GB 392a KEPADAMU PUJI-PUJIAN

Rabu, 31 Juli 2013
GB 391 TUHAN MENYERTAI KAMU

Rabu, 29 April 2015
GB 389b KARNA ENGKAULAH

Selasa, 23 Juli 2013
GB 389a KARNA ENGKAULAH

Senin, 29 Juli 2013
GB 388 PUJI ALLAH | MULIAKANLAH

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



Gita bakti pdf,   Gita bakti pdf,   contoh kotbah kitab ulangan 24:19-22,   contoh kotbah kitab ulangan 24:19-22,   contoh kotbah kitab ulangan 24:19-22,   ulangan 24:19-22 jamita partangiangan,   kasihnya seperti sungai lagu misa,   bahan sermon jamita 5 Musa 24 19-22,   contoh kotbah ulangan 24:19-22 harus kau ingat dahulu kamu budak,   contoh kotbah ulangan 24:19-22 harus kau ingat dahulu kamu budak,   proses menulis kotbah ulangan 24:19-22,   firmanmu pelita bagi kakiku lagu misa,   renungan alkitab markus 13 ayat 33-37,   Renungan joel 2:23-32,   yesaya 57 ayat 14 - 21,   khotbah gpib tahun 2019,   khotbah gpib 2019,   yesaya 57 ayat 14 - 21,   yesaya 57 ayat 14 - 21,   NOT NYANYI ROHANI NKB LAGU NATAL UNTUK PERSEMBAHAN,   NOT NYANYI ROHANI NKB LAGU NATAL UNTUK PERSEMBAHAN,   partitur lagu koor natal,   renungan Lukas 17:7-10,   khotbah yakobus 1:9-11,   lagu penutup ibadah,   kalendar liturgi 2020 agustus,   kalender katolik 2020,   kalender katolik 2020,   kidung kabungahan 45,   tafsir amsal 1 : 5,   contoh contoh tema natal ibadah wbi,   koor natal batak,   sejarah kitab maleakhi 2 ayat 1-9,   lagu unyuk renungan kitab maleakhi 2 ayat 1-9,   lagu gereja ku bersyukur,   nats khotbah kej 6:1-8,   kotbah tekun dalam berkarya,   liturgi katolik desember 2019,   nyanyian rohani no.97,   renungan Kitab Keluaran 31 : 12-17,   liturgi katolik desember 2019,   cerita ulangtahun sekolah minggu dari pengkhotbah 11:8,   judul lagu gms,   kotbah tekun dalam berkarya,   kotbah tekun dalam berkarya,   partitur lagu koor natal,   liturgi ibadah hari minggu gereja toraja 17 november 2019,   khotbah ajakan juruslamat,   khotbah ajakan juruslamat,   tafsiran maleakhi 4:1-6 GKI,   tafsiran maleakhi 4:1-6 GKI,   kasih allahku sungguh tlah terbukti.mp3,   khotbah kis rasul 10 34 36 gpib,   khotbah kis rasul 10 34 36 gpib,   khotbah kis rasul 10 34 36 gpib,   kalender liturgi katolik bulan nopember 2019,   khotbah keluaran 23;1-13,   forevermore gms mp3,   renungan Nahum 1 : 1-8,   ulangan 24:19-22 kotbah GPIB,    bagaimana menyusun kerangka kotbah ulangan 24:19-22,   kejadian 1:11-31 tidak sesuai dengan pengetahuan,   alangkah indah dalam rumah doamu beban ku terlepas ganti kelegaanku ,   download mp3 rohani,   khotbah minggu 15 desember 2019,   khotbah minggu 15 desember 2019,   kotbah roma 1 : 28--32,   khotbah mazmur 138,   khotbah mazmur 138,   MP3 tabuh gendang,   gereja salamat haru natal ,   kotbah partangiangan ulangan "24 19-22" melindungi sesama manusia,   kotbah kristen tentang melindungi sesama manusia ulangan "24 19-22",   bimbinagan menulis kerangka kotbah ulangan 24:19-22 ,   khotbah mini dari nats matius 22:34-40,   Nats khobat pada hari ini tanggal 10 november 2019 yang tertulis di Amsal 19: 20-29 dengan tema " me,   lewatlah malam yang gelap,   trio elexis,   ulangan 16:18-20 renungan di kaitkan dengan pemuda kristen,   Renungan Mazmur8:2,   khotbah amsal 19 20 29,   khotbah amsal 19 20 29,   Khotbah hr nr gmit,   daftar bacaan sinode gmit 2019,   amsal 19:20-29,   khotbah dari kitab nahum,   lagu pkj taize,   orang kaya susah masuk sorga,   nyanyian rohani kesukaan yang ceria lirik,   pupuja maria nama gereja katolik di bali,   khotbah dari kitab nahum,   lagu gms live,   kalender liturgi katolik 2019,   gereja tiberias indonesia,   Download lagu rohani ambon,   Amsal 19:20-29,   jamita hkbp minggu 10 november 2019,   kotbah amsal 19:20-29,   kotbah kristen rotestan minggu 10 november ini,   khotbah matius 8:23-27,   ibadah minggu 10 november 2019 hkbp,   ibadah minggu 10 november 2019 hkbp,   Khotbah minggu gereja gpib,   Khotbah minggu gereja gpib,   tafsiran amsal 19:20-29,   Renungan filemon 1-4-7,   Renungan Ayub 12:14,   kmm no 4,   lirik lagu jadikan aku terangmu Tuhan disekolah dirumah dan dimana saja,   bahan khotbah mazmur 11:1-7,   Khotbah amsal 19:20-29,   kmm no 4,   kmm no 4,   kmm no 4,   lagu untuk membawa persembahan,   Tema dari Amsal 19:20-29, yaitu: Mendengar dan melakukan nasehat,   renungan harian 1 tesalonika 4:13-18,   lagu persbahan,   ilustrasi dari kitab imamat 14:33-53,   lirik lagu cu ye su ai wo,   Tema dari Amsal 19:20-29, yaitu: Mendengar dan melakukan nasehat,   khotbah amsal 19 20 29,   khotbah amsal 19 20 29,   khotbah amsal 19 20 29,   khotbah amsal 19 20 29,   khotbah amsal 19 20 29,   Lagu pkj utk tabis majelis,   kidung ceria 248,   Lirik dan akord lagu Kidung ceria 248,   Lirik dan akord lagu Kidung ceria 248,   Kidung ceria Sekolah minggu Jangan kita takut,   renungan 2 tesalonika 2: 1-17,   Renungan pagi kel kristen 10 nov 2019,   yutube lagu gereja hit 2019,   khotbah imamat 14:33-53,   nyanyian rohani 136,   nyanyian rohani 146,   lirik lagi gereja sabda tuhan,   khotbah amsal 19:20-29,   lirik lagu rohani 10 november 2019,   kobah minggu 10 november 2019,   khotbah Mazmur 33:,   jamita minggu 27 okt 2019 daniel,   khotbah Mazmur 33:9,   KHOTBAH AMSAL 19 : 20-29,   Amsal 19:20-29,   Kidung rohani.com/mp3 sydney mohede-dia jamah,   download lagu kristen,   Khotbah amsal 19:20-29,   amsal 19:20-29,   ilustrasi khotbah matius 13 53 58,   kotbah amsal 19:20-29,   khotbah ibadah minggu 10 november 2019,   Renungan Imamat 14:33-53,   khotbah ibadah minggu 10 november 2019,   Renungan Imamat 14:33-53,   lirik lagu tuhan terang kasihMu bersinar,   bacaan liturgi 10 novemb,l,   sabda bina umat gpib 10 november 2019,   sabda guna krida dharma gpib 10 novemb,   bacaan liturgi 10 novemb,l,   lagu persemban untuk TUhan,   habakuk 3 ayat 14-19,   penjelasan 1 tesalonika3,   renungan Pengkhotbah 11:4 untuk ayat persembahan,   lagu gereja.com,   Renungan harian dari 1 timotius 3:14-16,   jamita filipi 4 :10-20,   jamita filipi 4 :10-20,   jamita filipi 4 :10-20,   nyanyian rohani untuk pernikahan,