Save Page
Minggu, 27 Nopember 2016
MINGGU ADVEN I
Mazmur 126:1-6 (SGD)

Pengharapan di tengah-tengah penderitaan
126:1 Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. 126:2 Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!" 126:3 TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. 126:4 Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! 126:5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. 126:6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Penjelasan:

* Mzm 126:1-3 - Keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi // memulihkan keadaan (turned again the captivity)
Pemulihan Yang Ideal. Keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Harapan tentang pemulihan gilang-gemilang dibuat begitu ideal sehingga terlalu bagus untuk keadaan sebenarnya. Frasa memulihkan keadaan (turned again the captivity) bisa diterjemahkan memulihkan nasib (restored the fortunes). Tetapi, konteks tersebut kelihatannya mensyaratkan suasana dalam Pembuangan. Ada sorak-sorai dan tertawa - seperti keadaan Hari Kemenangan - ketika Raja Koresy mengeluarkan dekrit atau ketetapan. Orang-orang dalam pembuangan bersama-sama melalui sebuah koor pujian dengan menyatakan berulang-ulang apa yang dikatakan oleh bangsa-bangsa asing yang memperhatikan peristiwa itu.

* Mzm 126:4-6 - Pulihkanlah keadaan kami, ya Tuhan
Doa Memohon Penggenapan. Pulihkanlah keadaan kami, ya Tuhan. Pemulihan yang indah serta ideal yang diimpi-impikan para nabi dan dinyanyikan orang-orang dalam pembuangan tidak sepenuhnya disadari oleh orang-orang yang pulang kembali ke negeri asalnya. Tidak ada sama sekali keadaan yang cemerlang dan ideal (bdg. Hag. 1:10, 11; 2:19). Oleh sebab itu, permohonan tersebut kini diucapkan untuk menggenapi keadaan ideal di atas. Bahkan seperti para petani menabur dengan rasa cemas, kemudian menuai sambil menyanyi penuh sukacita, demikianlah Israel akan mengalami Pemulihan yang ideal. Pekerja-pekerja Kristen sering memakai ayat 5 dan 6 dalam hubungan dengan pelayanan memenangkan jiwa.

* Pembebasan dari Tawanan (126:1-3)
Sewaktu umat Israel menjadi tawanan di Babel, kecapi-kecapi mereka tergantung di atas pohon-pohon gandarusa, sebab pada waktu itu Allah memanggil mereka untuk menangis dan berkabung, dan pada saat itu Ia berduka bagi mereka dan mereka pun meratap. Tetapi karena sekarang mereka sudah tidak ditawan lagi, mereka mulai kembali bermain kecapi. Pemeliharaan ilahi meniup seruling bagi mereka, dan mereka pun menari. Demikianlah kita harus menyesuaikan diri dengan segala pengaturan Pemeliharaan ilahi, dan tergerak sesuai dengan pengaturan-pengaturan itu. Dan kecapi tidak dapat terdengar lebih merdu lagi selain ketika dipetik kembali setelah sekian lamanya dibiarkan tergeletak dalam kesedihan. Belas-belas kasihan yang sudah lama didambakan akan sangat mempermanis kembalinya belas-belas kasihan itu. Inilah,

    1. Pembebasan-pembebasan yang telah dikerjakan Allah bagi mereka: Ia memulihkan keadaan Sion. Ada kemungkinan bahwa Sion ditawan sebagai penghukuman atas kemerosotannya, tetapi mereka akan dipulihkan kembali dari penawanan apabila tujuannya sudah tercapai dan pekerjaan yang dirancang melalui penawanan itu sudah terlaksana. Koresh, karena alasan-alasan kenegaraan, menyatakan pembebasan bagi umat Allah yang ditawan, namun hal itu terjadi dari pihak TUHAN, sesuai dengan firman-Nya bertahun-tahun sebelumnya. Allah membuang mereka untuk menjadi tawanan, bukan seperti sampah yang dibuang ke dalam api untuk dihanguskan, melainkan seperti emas yang harus dibakar untuk dimurnikan. Amatilah, pembebasan Israel disebut sebagai dipulangkannya tawanan Sion (kjv; tb: memulihkan keadaan Sion -pen.), bukit yang kudus itu, tempat di mana Allah berkemah dan berdiam. Ini terjadi demi memulihkan kepentingan-kepentingan suci mereka, dan membangkitkan kembali pelaksanaan ibadah mereka oleh jemaat. Inilah keuntungan-keuntungan yang paling berharga dari kepulangan mereka keluar dari penawanan.
    2. Betapa kepulangan mereka merupakan suatu kejutan yang menyenangkan bagi mereka. Mereka takjub akan peristiwa itu. Terjadinya begitu tiba-tiba sehingga pada awalnya mereka dilanda kebingungan, tidak tahu harus berbuat apa, atau ke mana semua ini menuju: "Kami pikir kami seperti orang-orang yang bermimpi. Kami pikir ini kabar yang sungguh terlalu muluk untuk menjadi kenyataan, sehingga kami mulai bertanya-tanya apakah kami ini benar-benar sudah terbangun atau tidak, dan apakah ini bukan sesuatu yang (sebagaimana yang kadang-kadang dialami oleh para nabi) masih merupakan bayangan dalam penglihatan." Rasul Petrus juga seperti ini, untuk beberapa saat ia terpaku dengan pembebasannya (Kis. 12:9). Ada kalanya sebelum umat Allah memikirkannya, Allah sudah mengaruniakan berkat-berkat kebaikan-Nya kepada mereka sebelum mereka menyadarinya. Kami seperti orang-orang yang kembali sehat (demikian Dr. Hammond membaca ayat ini). "Betapa ini merupakan perubahan yang menghibur dan membahagiakan bagi kami, seperti hidup dari antara orang mati atau kelegaan yang tiba-tiba dari penderitaan yang begitu nyeri. Kami menyangka kami berada di suatu dunia yang baru." Dan betapa mengejutkannya pembebasan itu membuat mereka melayang-layang dan hanyut dalam sukacita sehingga mereka tidak dapat menahan diri dalam batas-batas kewajaran untuk mengungkapkan sukacita mereka: mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Demikianlah mereka melampiaskan sukacita mereka, memberikan kemuliaan kepada Allah mereka, dan memberi tahu semua orang di sekitar mereka akan keajaiban-keajaiban yang telah dikerjakan Allah bagi mereka. Orang-orang yang dulu ditertawakan kini tertawa, dan nyanyian baru diberikan dalam mulut mereka. Tertawa mereka itu adalah tertawa sukacita di dalam Allah, bukan untuk mengejek musuh-musuh mereka.
    3. Perhatian tetangga-tetangga mereka terhadap pembebasan mereka: berkatalah orang di antara bangsa-bangsa, Yahweh, Allah Israel, telah melakukan perkara besar bagi umat itu, dan yang demikian tidak dapat dilakukan oleh ilah-ilah kita. Bangsa-bangsa kafir sudah melihat malapetaka yang menimpa bangsa Israel dan bersorak-sorai atas kejadian tersebut ( 137:7; Yer. 22:8-9). Tetapi sekarang mereka tidak bisa tidak melihat pembebasan bangsa Israel dan mengaguminya. Pembebasan itu memberikan nama baik kepada mereka yang sudah diejek dan direndahkan, dan membuat mereka tampak besar. Di samping itu, pembebasan mereka teramat sangat membawa kehormatan bagi Allah, dan mengundang pengakuan dari orang-orang yang menyembah ilah-ilah lain untuk membandingkan hikmat, kuasa, dan pemeliharaan-Nya dengan ilah-ilah itu.
    4. Pengakuan-pengakuan yang dibuat oleh mereka sendiri tentang pembebasan itu (ay. 3). Bangsa-bangsa kafir hanyalah penonton, dan berbicara tentang pembebasan itu sekadar sebagai bahan berita. Mereka tidak mempunyai bagian atau hak dalam perkara itu. Namun kebalikannya, umat Allah berbicara tentang pembebasan itu sebagai orang-orang yang turut ambil bagian di dalamnya.

    (1) Dengan menerapkannya pada diri mereka sendiri: "Ia telah melakukan perkara besar kepada kita, perkara-perkara yang di dalamnya kita mempunyai kepentingan dan yang olehnya kita diuntungkan." Demikian pula halnya, berbicara tentang penebusan yang telah dikerjakan Kristus itu menghibur hati, sebab penebusan itu dikerjakan bagi kita. Yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.
    (2) Dengan penuh perasaan: "Maka kita bersukacita. Bangsa-bangsa kafir takjub akan pembebasan itu, dan sebagian dari mereka marah, tetapi kita bersukacita." Ketika Israel berzinah dengan meninggalkan Allah mereka, sukacita dijauhkan dari mereka (Hos. 9:1). Tetapi karena kini pelanggaran Yakub telah dibersihkan melalui penawanan itu, dan dosa mereka dihapuskan, maka sekarang Allah membuat mereka bersukacita. Umat yang bertobat dan yang memperbarui dirilah yang sekarang, dan nanti, menjadi umat yang bersukacita.
        Amatilah di sini:
        [1] Penampakan-penampakan Allah bagi umat-Nya haruslah dipandang sebagai perkara-perkara besar.
        [2] Allah haruslah dipandang sebagai Pencipta dari segala perkara besar yang dilakukan bagi jemaat.
        [3] Sungguh baik untuk mengamati bagaimana pembebasan-pembebasan jemaat dikerjakan bagi kita, agar kita dapat turut bersukacita di dalamnya.


* Pengharapan bagi Orang yang Berduka (126:4-6)
Ayat-ayat ini melihat ke depan pada belas-belas kasihan yang masih dirindukan. Orang-orang yang sudah keluar dari penawanan masih berada dalam kesukaran, bahkan di negeri mereka sendiri (Neh. 1:3), dan banyak juga yang masih tinggal di Babel. Oleh sebab itu, mereka bersukacita dengan gemetar, dan menahan di dalam hati mereka duka-duka yang masih harus dipulihkan. Di sini kita mendapati,

    1. Sebuah doa untuk menyempurnakan pembebasan mereka (ay. 4): "Pulihkanlah keadaan kami. Biarlah orang-orang yang sudah kembali ke negeri mereka sendiri diringankan dari beban-beban yang masih membuat mereka merintih. Biarlah orang-orang yang tinggal di Babel tergugah hati mereka, sebagaimana dengan kami, untuk mendapatkan keuntungan dari kebebasan yang dikaruniakan kepada kami itu." Permulaan-permulaan belas kasihan merupakan dorongan bagi kita untuk berdoa bagi penyempurnaannya. Dan selama kita berada di sini di dunia ini, kita akan tetap mempunyai sesuatu untuk didoakan, bahkan saat kita dipenuhi dengan hal-hal yang mendatangkan puji-pujian. Apabila kita sendiri tengah menikmati kebebasan dan kemakmuran, kita tidak boleh lupa akan saudara-saudara kita yang tengah mengalami permasalahan dan penderitaan. Dikumpulkannya orang-orang yang masih berada dalam penawanan bersama saudara-saudara mereka yang sudah kembali akan disambut dengan sama baiknya oleh kedua belah pihak seperti aliran-aliran air sungai bagi negeri-negeri itu, yang kering kerontang, karena terletak jauh di sebelah selatan. Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baik ini dari negeri yang jauh itu (Ams. 25:25).
    2. Sebuah janji untuk mendorong mereka agar menantikan pembebasan itu, dengan meyakinkan mereka bahwa, meskipun sekarang mereka tengah berduka, semuanya akan berakhir dengan baik. Tetapi janji itu diungkapkan secara umum, agar semua orang kudus dapat menghibur diri mereka sendiri dengan keyakinan ini, bahwa benih air mata yang mereka tabur pasti akan berakhir dengan panen sukacita (ay. 5-6).

    (1) Orang-orang kudus yang menderita menyimpan benih air mata. Sering kali mereka bersimbah air mata. Mereka turut berbagi dalam malapetaka-malapetaka yang menimpa kehidupan manusia, dan biasanya mendapat bagian yang lebih banyak daripada orang lain. Tetapi mereka menabur dengan mencucurkan air mata. Mereka melakukan kewajiban yang dituntut dalam keadaan menderita, dan dengan demikian memenuhi maksud-maksud dari pemeliharaan-pemeliharaan ilahi yang tengah mereka jalani. Janganlah tangisan menghalang-halangi kita untuk menabur. Apabila kita menderita karena suatu kejahatan, kita harus melakukan kebaikan. Bahkan, seperti tanah dipersiapkan oleh hujan bagi tumbuhnya benih, dan petani kadang-kadang memilih menabur di tanah yang basah, demikian pula kita harus memanfaatkan saat-saat penderitaan, sebagai saat yang mencondongkan kita untuk bertobat, berdoa, dan merendahkan diri. Bahkan, ada air mata yang memang merupakan benih yang harus kita tabur, air mata kesedihan atas dosa, atas dosa kita sendiri dan dosa orang lain, air mata bela rasa terhadap jemaat yang menderita, dan air mata kelembutan di dalam doa dan dalam mendengarkan firman Allah. Semua ini merupakan benih-benih yang berharga, seperti benih yang ditabur oleh petani ketika gandum mahal dan ia hanya mempunyai sedikit saja bagi keluarganya, dan oleh sebab itu ia menangis karena harus melepaskannya, namun ia menguburnya juga di dalam tanah, dengan berharap akan menerimanya lagi dengan keuntungan. Seperti itulah orang baik yang menabur dengan mencucurkan air mata.
    (2) Mereka akan menuai panen sukacita. Permasalahan-permasalahan yang menimpa orang-orang kudus tidak akan selamanya berlangsung, tetapi, setelah mereka melakukan bagian mereka, semua itu akan berakhir dengan bahagia. Para tawanan di Babel sudah lama menabur dengan mencucurkan air mata, tetapi pada akhirnya dibawa keluar dengan sukacita, dan kemudian menuai keuntungan dari kesabaran mereka, dan membawa serta berkas-berkas gandum mereka ke negeri mereka sendiri, dalam pengalaman-pengalaman akan kebaikan Allah terhadap mereka. Ayub, Yusuf, dan Daud, serta banyak yang lain menuai panen sukacita setelah menabur benih kesedihan. Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata dukacita yang saleh akan menuai dengan sukacita pengampunan yang pasti dan kedamaian yang teguh. Barangsiapa menabur dalam Roh, dalam lembah air mata ini, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu, dan hal itu akan menjadi panen sukacita yang sebenar-benarnya. Berbahagialah orang yang berdukacita, karenaselamanya mereka akan dihibur.


SGDK
MINGGU ADVEN I
MINGGU, 27 NOPEMBER 2018
KESETIAAN YANG MEMBAHAGIAKAN
Mazmur 126:1-6

PENGANTAR
Mazmur 126 adatah salah satu dari kumpulan ”nyanyian ziarah"
(Mzm 120 - 134). Menurut para ahli, nyanyian ziarah adalah
nyanyian yang dinyanyikan oleh umat lsraei saat-saat mereka
melakukan ziarah ks koia suci, Yerusaiem, dalam rangka meng-
hadiri ibadah perayaan keagamaan tahunan (Paskah, Pentakosta,
dll} yang dipusatkan di kota itu.
Sama seperti mazmur ziarah, mazmur ini mencerminkan
zaman hellenis, yaitu zaman di mana budaya helenis (Yunani)
mulai berpengaruh di Palestina.

PENJELASAN NAS
Ayat 1-3.
Tuhan memulihkan keadaan Sion. Ungkapan ini menunjuk
kepada peristiwa masa Ialu, yaitu pada seat nrang-orang buangan
dipulangkan dari Babel ke Yerusalem. Peristiwa itu menunjuk
pengalaman perubahan yang radikal bagi umat yang hidup datam
pembuangan di Babel, sahingga keadaan mereka seperti orang-
orang bermimpi. Mereka bersorak-sorai. Bangsa-bangsa berkata
bahwa Tuhan telah melakukan perkara besar kepada umat-Nya,
Karena itu umat bersukacita.

Ayat 4.
Atas dasar pemuiihan yang dilakukan oleh Tuhan kepada umat-
Nya di masalalu, maka kini umat berseru agar mereka dipui ihkan.
Jadi mazmur ini dinyanyikan ketika umat sedang mengalami
masa-masa sulit akibat iekanan dam' bangsa-bangsa lain, bagai-
kan sungai kering di Tanah Negep. Kapan itu terjadi? Tidak ada
informasi lentang hal itu dalam mazmur ini.

Ayat 5-6.
Pemazmur menyatakan sebuah ungkapan hikmat yang di da|am-
nya terkandung kepastian janji Tuhan, guna menguatkan dan
mendorong umai untuk bekerja keras demi masa depan.
Ungkapan itu lerdapat di ayat 5-6, yang menyatakan bahwa
seorang petani yang sungguh-sungguh bekerja dengan keras dan
terus-menerus serta mencucurkan air mata dan menangis, akan
menuai dengan sukacila dan mendapal hasil panen yang baik.

PESAN NAS
Pengalaman umat Tuhan baik yang lertulis dalam Perjanjian
Lama, Perjanjian Baru, dan Sejarah Gereja menyatakan kepada
kita bahwa Tuhan adalah Allah yang menyelamatkan umat-Nya
dan ciptaan-Nya. Umat Kristen senantiasa mengingal-rayakan
perbuatan-perbuatan Tuhan yang ajaib itu di setiap ibadah Hari
Minggu dan secara khusus pada Han'-hari Raya Kristen. Tuhan
memanggil kita umal-Nya agar menabur dengan segala ke-
sungguhan. Jika kita sungguh-sungguh melakukannya, maka
Tuhan berjanji bahwa kita akan menuai dengan sorak-sorai dan
membawa hasil.

KERANGKA KHOTBAH LENGKAP
Pemahaman lman GPIB menegaskan bahwa berita utama di
dalam Alkitab {Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru) adalah
penyelamatan, pembebasan, dan pemulihan Tuhan alas umat-
Nya. Tuhan membebaskan Israel dan' Mesir, negeri perbuclakan
itu, melalui Muse, hamba Tuhan ilu. Tuhanjuga membebaskan
orang-orang Israel dari penindasan bangsa-bangsa di sekitarnya
melalui para hakim. Tuhan memulangkan bangsa Yehuda yang
terbuang di Babel melalui Raja Koresy. Tuhan membebaskan
umal manusia dari dosa dan kuasa dosa melalui kematian dan
kebangkitan Yesus Kristus.

Kehidupan umal dan kita warga gereia adalah kehidupan yang
lidak selalu mulus tanpa hambatan bak jalan lol. Seringkali kita
hidup dalam kesusahan, dalam masalah, dalam perderitaan, baik
karena ulan kita maupun karena ulah orang lain, atau Karena
bencana alam, musibah, dan penyakit.

Tuhan yang kita imani dan sembah di dalam dan melalui Yesus
Krislus adalah Allah yang memperhatikan dan mengasihi umat-
Nya dan menyelamatkannya. Atas dasar pengakuan ini yang lelah
lerbukti dalam pengalaman umat di masa lalu, rnaka, jika kita
berada di dalam penderitaan, kesulitan, dan kesusahan, maka
kita hendaklah berseru dalam doa dengan penuh harap dan me-
mohon kepada Tuhan agar Dia memulihkan keadaan kita.

Sambil kita berdoa memohon pemulihan dari Tuhan, maka
hendaklah pula kwa menjaani hidup in| sunggurvsungguh dengan
keyakinan akan janji Tuhan bahwa jika kita bekerja keras dengan
(ekun, maka Tuhan akan menganugerahkan sukacila dan
keberhasilan kepada kita Keyakinan ini sangat prinsxp di dalam
iman krislen. Salib dan kebangkilan adalah due hal yang (idak
dapal dipisahkan. Rasul-rasul memberilakan bahvm Yesus yang
bangkn imlah yang disahbkan. Yesus yang disalibkan itulah yang
bangkit. Salib adalah simbol dan kelaatan kepada Tuhan, Bapa
sorgawi. Sedangkan kebangkitan adalah Sim bo kemenangan alas
maul dan kemalian. Dengan demikian dapat dikalakan bahwa
barangsiapa yang cam clan Selia kepada Tuhan, rnaka dia akan
menerima anugerah kemenangan dan keberhasflan. fiada ke-
menangan vanpa ketaahan kepada Tuhan, dan tiada kemstan
kapada Tuhan tanpa keberhasflan. Ketaalan adalah satwsatunya
ialan menerima anugerah kemenangan dan keberhasnan.

Karena itu marilah kite sungguhsungguh taal dan sefia kepada
Tuhan dalam melaksanakan tugas panggilan kifia di dunia ini,
sebab kesetiaan 'nu membahagiikan Amin!


SBU
MINGGU ADVEN I
MINGGU, 27 NOVEMBER 2016
RENUNGAN PAGI
KJ. 379:1 -- Berdoa
KESETIAAN YANG MEMBAHAGIAKAN

Mazmur 126:1-6
Orang yang berjaian maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pular.g dengan sorak sorai sambil membawa berkas-berkasnya (ay.6)

Setiap hasil pekerjaan yang kita kerjakan diharapkan memberi hasil yang memuaskan. Dengan hasil yang memuaskan tersebut segala proses yang dilalui terasa lenyap seiring sukacitakepuasan pekerjaan yang dihasilkan. Namun pernahkah kita merenungkan setiap proses yang dilalui dan dihadapi dalam mencapai hasil yang memuaskan tersebut. Adakah tantangan, kesulitan bahkan linangan air mata harus dijalani.

Mazmur 126 hendak menyatakan bahwa ditengah penderitaan hidup ada Allah yang tetap bekerja dan berkarya dalam hidup kita. Walau tidak mungkin, namun di dalam Allah membuka pengharapan iman percaya. lman percaya yang akan terus dinyatakan dalam kesetiaan kita kepada-Nya. Yang memberikan
kekuatan dan optimis menghadapi segala sesuatu dalam kehidupan kita ini. Ungkapan pemazmur dalam ayat 5 dan 6 dengan kata ”akan" dan ”pasti" mengandung makna kepastian.

Walaupun menabur benih harus mencucurkan air mata, pasti akan menuai dan membawa berkas-berkasnya dengan soraksorai. Kita juga mungkin mendengar ada banyak kisah-kisah sukses dimana awalnya mengalami banyak pergumulan dan tantangan, namun semuanya dapat di hadapi dan akan meraih kesuksesan.

Memasuki Minggu Adven I ini, menjadi momentum kita untuk mempersiapkan kelahiran Yesus ditengah-tengah kita. Perja-
lanan waktu yang kita telah lewati sampai memasuki Minggu Adven I ini janganlah menjadi rutinitas kalender tahun gereja saja.  Sudahkah kita merenungkan ”apakah diri kita sudah menjalani setiap kehidupan dengan kesetiaan kepada Sang Khalik?" Kesetiaan kita akan memberikan kebahagiaan sejati dengan sorak-sorai. Selamat memasuki Minggu Adven. Tuhan memberkati.

KJ. 379:4,7
Doa : (Tuhan yakinkan kami bahwa perjuangan hidup yang kami jalani dengan mengandalkan Engkau akan berujung pada kebahagiaan)



MINGGU ADVEN I
MINGGU, 27 NOVEMBER 2016
RENUNGAN MALAM
KJ.76 : 1 - Berdoa
MENANTI DAN BERHARAP AKAN TUHAN

Mazmur 130:1-8
Barharap kepada Tuhan,...l Sabab pada TUHAN ada kasih setia,.... (ay.7)

Pemazmur berada di dalam jurang yang dalam, yaitu berada dalam kesusahan teramat berat tanpa pengharapan. Dari sana pemazmur berseru atau berdoa kepada Tuhan dan la berharap bahwa Tuhan mendengar doa dan permohonannya. Di dalam seruannya itu pemazmur mengungkapkan bahwa tak seorang pun yang dapat tahan terhadap penghakiman Tuhan.

Jadi, ia sadar bahwa la berdosa. Dosa-dosanya itulah yang memisahkan dia baik dengan Tuhan maupun dengan sesama manusia. Namun, la yakin bahwa pada Tuhan ada pengampunan. Karena itu, ia menanti-nantikan dan mengharapkan Tuhan dan firman-Nya. Lalu, la mengajak umat agarjuga berharap kepada Tuhan, karena Tuhan itu kasih setia adanya dan membebaskan umat-Nya. la yakin bahwa Tuhan akan membebaskan umat-Nya dan penderitaan akibat dosa-dosanya.

Kita hidup di dunia yang fana ini, dimana kita kadang berada di dalam jurang yang dalam, entah itu karena dosa kita atau karena dosa orang lain atau karena bencana alam dan penyakit. Benar bahwa penderitaan tidak selalu akibat dosa (ingat kisah Ayub). Namun jika kita menderita, maka sudah seyogianya pertama-tama kita introspeksi diri, mungkin tanpa sadar kita telah berhuat dosa kepada Tuhan dan sesama.

Gereja sedang memasuki minggu-minggu Adven, 4 (empat)
minggu berturut-turut sebelum hari Natal tiba. Gereja percaya
bahwa apa yang dinanti-nantikan dan diharapkan oleh pemazmur
sudah digenapi di dalam dan melalui kedatangan (kelahiran)
Yesus Kristus, dan akan disempurnakan kelak pada saat ke-
datangan-Nya yang kedua. Masa Adven mengingatkan gereja
untuk bersiap diri menyongsong Natal dan untuk menantikan
kedatangan Tuhannya yang kedua kali. Berbahagialah orang yang
menanti-nantikan Tuhan.

KJJ6: 2
Doa : (Ya Tuhan, berkati kami menyongsong perayaan Natal tahun ini)




Label:   Mazmur 126:1-6 




German Christian Songs
Latest Christian Song

NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Senin, 28 Nopember 2016 - MEMUJI DAN MENGANDALKAN TUHAN Mazmur 146:1-10 - MINGGU ADVEN I

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 26 Nopember 2016 - SALAM SEBAGAI HARAPAN DAN SUKACITA Filipi 4:21-23 - MINGGU XXVII SES. PENTAKOSTA

Garis Besar Mazmur





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 19 Oktober - Matius 8-11

Hari ini, 19 Oktober - Maz 118:18-24, Yer 18-19, 2 Tes 1, Ams 26:27-28

19 Oktober - Yohanes 6:16-24, 1 Petrus 3:1-7, Kidung 4:1-7, Yeremia 50

Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2016..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH HARI DOA SEDUNIA 2019 - hari Reformasi, Kamis, 31 Oktober 2019
MARILAH SEGALA SESUATU TELAH TERSEDIA - Lukas 14:15-24
Link VIDEO Pesan Majelis Sinode dalam rangka HUT ke-9 PELKAT PKLU GPIB Minggu, 13 Oktober 2019

Tata Ibadah Syukur HUT ke-9 PKLU GPIB - Minggu, 13 Oktober 2019
1-JUKLAK HUT KE-9 PKLU GPIB, 2-PESAN MS GPIB HUT ke-9 PKLU, 3-SURAT PENGANTAR TATA IBADAH HUT PKLU KE-9, 4-TAIB HUT 9 PKLU




New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Jumat, 18 Oktober 2019
Wanted - Danny Gokey

Rabu, 16 Oktober 2019
What A Beautiful Name - The Brooklyn Tabernacle Choir

Rabu, 16 Oktober 2019
There Was Jesus - Zach Williams and Dolly Parton

Rabu, 16 Oktober 2019
Worthy is the Lamb - Natashia Midori

Rabu, 16 Oktober 2019
Oh The Glory of His Presence - Terry MacAlmon

Rabu, 16 Oktober 2019
No Longer Slaves - Jonathan David & Melissa Helser

Rabu, 16 Oktober 2019
Revival Anthem - Rend Collective

Rabu, 16 Oktober 2019
The steadfast love of the Lord

Rabu, 16 Oktober 2019
In Jesus' Name - Darlene Zschech

Rabu, 16 Oktober 2019
Breakthrough - Red Rocks Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Where You Are - Leeland

Rabu, 16 Oktober 2019
Breathe - Hillsong Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Love Won't Give Up - Elevation Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Here in the Presence - Elevation Worship

Selasa, 15 Oktober 2019
Adore Him - Kari Jobe

Selasa, 15 Oktober 2019
All Things Are Possible - Hillsong Worship

Selasa, 15 Oktober 2019
Resurrecting - Elevation Collective, The Walls Group

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



download lagu rohani 15 kristen 2019,   khotbah pembacaan zefanya 3 :10-20,   khotbah pembacaan zefanya 3 :10-20,   Hotbah Amsal 22:6,   lagu rohani pengakuan dosa,   refrensi lukas 12:8-12,   kalender liturgi 2019,   catatan khotbah ratapan3:40,   doa persembahan kolekte katolik,   kudaki daki lirik, versi mandarin,   di sebrang sana lagu rohani mp3 download,   di sebrang sana lagu rohani mp3 download,   contoh doa persembahan gke,   download lagu rohani kristen mp3 gratis 2018,   Jamita HKBP. Minggu 20 Oktober 2019. Johannes 4 : 21 - 26,   Jamita Minggu 20 Oktober 2019. Johannes 4 : 21 - 26,   Perikop kotbah joh 4: 21-26.,   notasi angka kj 452,   renungan bacaan injil lukas 12:8-12,   lagu panasnya mata hali,   MP3 music lagu rohani Alfa omega,   MP3 music lagu rohani Alfa omega,   penerangan lukas 12 8-12,   jamita partangiangan jesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   jamita partangiangan jesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   tata ibadah malam akhir tahun keluarga,   catatan khotbah matius 9:18,   catatan khotbah matius 9:18,   Renungan Wahyu 7:13-17,   renungan luk12:8-12.com,   renungan lukas 12:8-12,   pkj 213 gambar not,   pkj 213 gambar not,   lagu rohani tentang doa untuk greja,   lagu pkj 202,   lagu pkj 202,   contoh lagu untuk persekutuan akhir bulan,   lagu pkj 202,   lagu nkb tentang aku dan seisi rumahku,   jamita Evagelum HKBP. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   jamita HKBP. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   jamita HKBP. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   jamita HKBP. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   yohanes 4:21-26,   cerita orang samaria yang baik hati,   kotbah untuk tanggal 20 oktober 2019,   tafsiran yer 17:7-8,   kumpulan khotbah Kristen protestan tanggal 20 oktober 2019,   Kumpulan Khotbah Kristen protestan bulan keluarga tanggal 20 oktober 2019,   KHOTBAH LUKAS 16 :19-31,    jamita HKBP. Hata batak. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   Kotbah minggu 20 oktober 2019,   Bacaan liturgi minggu 20 oktober 2019,   Jamita johanes 4:21-26,   download lagu pelengkap kidung jemaat mp3,   not angka untuk lagu tuhan memanggil,   susunan ibadah katolik hari sabtu tanggal 19 october 2019,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   khotbah yohanes 4:21-26,   khotbah yohanes 4:21-26,   khotbah yohanes 4:21-26,   khotbah yohanes 4:21-26,   lagu rohani untuk persembahan,   donload lagu nikita ku sembah engkau yesus,   download lagu mawar sharoon,   free download mp3 lagu penyembahan gereja gms,   Khotbah GKI Yohanes 4:21-26,   lagu penutup ibadah kristen,   lagu rohani seperti rusa merindukan sungai hemy pesolima,   lagu rohani seperti rusa merindukan sungai hemy pesolima,   lirik lagu dia harus makin bertambah,   injil 20 oktober 2019,   injil 20 oktober 2019,   injil 20 oktober 2019,   lagu untuk persembahan,   sabda bina umat oktober 2019,   khotbah anak muda dari kitab pengkhotbah 11:9,   Jamita johannes 4:21-26,   tafsir yohanes 6: 1-15,   ilustrasi tentang amsal 10 :1,   nast khotba zefanya 3 : 9 - 20,   Nats khotbah kisah para rasul 20-21-31,   nast khotba zefanya 3 : 9 - 20,   Nats khotbah kisah para rasul 20-21-31,   pujian rohani kristen penutup ibadah,   khotbah amsal 22:8-12,   bacaan injil harian tgl 18 oktober calender liturgi 2019,   ringkasan khotbah mazmur 25: 8-15,   ringkasan khotbah mazmur 25: 8-15,   mars pkb gpib,   mars pkb gpib,   khotbah Hakim-hakim 6:15-23,   lagu ibadah pemuda,   not dan angka pkj 36,   lagu rohani sebelum doa syafaat,   renungan amsal 3:17-30,   lagu lagu pengakuan dosa,   lagu lagu pengakuan dosa,   Renungan amsal 13:3,   lagu kanon rohani,   renungan lukas 12:12-18,   renungan lukas 12:12-18,   dialah yang maha tinggi chord,   bimbinglah niat hamba,   kalender.katolik bln oktober .2019,   lagu untuk penutup ibadah,   lagu liturgi hari minggu tgl 20-oktober-2019,   khotbah tentang hidup ini hanya sementara,   lagu paduan suara rohani kristen mazmur 150,   kalender liturgi 2019,   kalender liturgi 2019,   lagu paduan suara rohani kristen mazmur 150,   khotbah amsal 22:8-12,   liturgi ibadah kedukaan,   zefanya 3 9-20,   contoh kata sambutan kristen,   jamita partangiangan yesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   album gms baru,   khotbah hari pekan pemuda tetap berpegang pada kebenaran 2 timotius 3:14-4:5,   daftar lagu baru gms,   lagu rohani untuk penutup ibadah,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   khotba filipi 2:1-11,   bacaan injil bulan oktober 2019,   lagu gereja mp3,   download lagu kubri yang terbaik gms,   cache:0Zr0zI7toXoJ:https://www.lagu-gereja.com/index.php?ipage=12104,   Renungan Mazmur 119:32-33,   khotbah zakaria 3:9-20,   lagu gereja pagi,   kalender katolik 2019,   khotbah kisah para rasul 5 ayat 26 sampai 32,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   lagu penutup ibadah,   renungan matius 7 ayat 15 sampai 23,   renungan matius 7 ayat 15 sampai 23,   khotbah Matius 7 ayat 15 sampai 23,   Renungangzn Khotbah Matius 7 ayat 15 sampa 23,   Renungangzn Khotbah Matius 7 ayat 15 sampa 23,   jamita johannes4,21-26,   jamita minggu 20 oktober 2019 sian Johannes 4:21-26,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   yoke frits Tuhan tolonglah hambamu,   yoke frits Tuhan tolonglah hambamu,   perikop yesaya 2:2-5,   Glory haleluya lagu natal alfa trio,   khotbah dan penjelasannya Maleakhi 3:13-18,   khotbah dan penjelasannya Maleakhi 3:13-18,   lagu kantri rohani kidung jemaat mp3,   lagu persembahan,   tata ibadah penghiburan gki di tanah papua,   Ruhanga Ninkuhimbisa,   lagu penutup ibadah,   khotbah Yohanes 4:21-26,   lagu doa syafaat,   Download lagu rohani senada dengan surga,   khotbah minggu 27 Oktober 2019 Amsal 22 : 8 - 22,   khotbah amsal 22 : 8-12,   buku bimbingan pra nikah gmit,   pdf satb cari dahulu kerajaan allah,   khotbah dan penjelasan 1 Korintus 3:10-23,   khotbah dan penjelasannya Roma 16:25-27,   khotbah amsal 22 : 8 - 12,   khotbah amsal 22 : 8 - 12,   khotbah serta penjelasannya kissah para rasul 27:14-25,   lagu lagu gereja,   lagu lagu gereja,   lagu lagu gereja,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   khotbah 1 korintus 7 : 1 - 16,