Dilihat: 1550 x

Save Page
Matius 8:14-17
Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang-orang lain
8:14 Setibanya di rumah Petrus, Yesuspun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. 8:15 Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Iapun bangunlah dan melayani Dia. 8:16 Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. 8:17 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."


Penjelasan:
* Ibu Mertua Petrus Disembuhkan (8:14-17)
    Orang-orang yang mengaku bersikap kritis terhadap masalah keselarasan para penulis Injil menempatkan perikop ini dan perikop-perikop selanjutnya sampai akhir pasal 9 di depan Khotbah di Bukit, sesuai dengan urutan yang ditempatkan Markus dan Lukas. Dr. Lightfoot hanya menempatkan perikop ini saja di depan Khotbah di Bukit, sedangkan ayat 18 dan seterusnya ditempatkan sesudahnya. Dalam perikop ini diceritakan secara khusus tentang:

    I. Penyembuhan ibu mertua Petrus, yang sakit demam. Dalam peristiwa ini, perhatikanlah:
        . Permasalahannya, yang sama sekali tidak luar biasa. Demam merupakan gangguan kesehatan yang paling biasa, namun karena yang sakit di sini adalah kerabat dekat Petrus, maka kejadian ini dicatat sebagai sesuatu yang menggambarkan betapa peduli dan betapa baiknya Kristus terhadap kerabat murid-murid-Nya. Di sini kita melihat,
            (1) Bahwa Petrus mempunyai seorang istri, namun tetap dipanggil untuk menjadi rasul Kristus; dan dengan berbuat baik seperti ini kepada keluarga istrinya, Kristus memperbolehkan pernikahan. Karena itu, salah bila hamba-hamba Tuhan dilarang menikah oleh agama berdasarkan kehidupan para rasul.
            (2) Bahwa Petrus mempunyai rumah, walaupun Kristus tidak (ay. 20). Begitulah, murid lebih terpelihara daripada Tuannya.
            (3) Bahwa ia mempunyai rumah di Kapernaum, meskipun ia berasal dari Betsaida. Ada kemungkinan ia pindah ke Kapernaum sewaktu Kristus pindah ke sana, dan setelah itu ia memilih Kapernaum sebagai tempat tinggalnya yang utama. Perhatikanlah, berhargalah bagi kita untuk berpindah tempat tinggal kalau itu bisa membuat kita lebih dekat dengan Kristus dan mempunyai lebih banyak kesempatan untuk bercakap-cakap dengan-Nya. Ketika tabut perjanjian berpindah tempat, umat Israel harus berpindah juga mengikutinya.
            (4) Bahwa ibu mertuanya tinggal bersama keluarganya, ini memberikan contoh supaya teman-teman dekat berbuat baik kepada sanak saudara temannya seperti terhadap sanak saudaranya sendiri. Mungkin si wanita tua yang baik ini sudah lanjut usianya, namun ia tetap dihormati dan diurusi dengan penuh kelemahlembutan, seperti yang seharusnya kita lakukan terhadap orang yang sudah tua.
            (5) Bahwa ibu mertuanya itu sakit demam. Kekuatan orang muda maupun kelemahan dan kerapuhan orang tua tidak bisa dijadikan tameng untuk melawan penyakit-penyakit semacam ini. Sakit lumpuh adalah penyakit yang susah disembuhkan, dan demam adalah penyakit yang akut, namun keduanya dibawa kepada Kristus.
        . Kesembuhan (ay. 15).
            (1) Bagaimana terjadinya kesembuhan itu; dipegang-Nya tangan perempuan itu, bukan untuk mengetahui apa penyakitnya, seperti yang biasa dilakukan dokter dengan mendengar denyut nadi pasien, melainkan untuk menyembuhkannya. Ini menunjukkan kebaikan dan kelembutan-Nya. Ia sendiri turut merasakan kelemahan-kelemahan kita. Hal ini juga menunjukkan suatu cara penyembuhan rohani, yaitu dengan mengerahkan kuasa Kristus dengan firman-Nya dan dengan mengenakan Kristus pada diri kita sendiri. Alkitab menyampaikan Firman dan Roh memberikan jamahan, Ia menjamah hati dan menjamah tangan.
            (2) Bagaimana kesembuhan itu terbukti. Ini ditunjukkan melalui gambaran berikut ini: lenyaplah demamnya. Ia pun bangunlah dan melayani Dia. Kenyataan ini menunjukkan
                [1] Bahwa belas kasihan itu sempurna. Orang yang baru sembuh dari sakit demam dengan cara-cara alami biasanya masih merasa lemah lunglai dan belum bisa bekerja beberapa waktu lamanya setelah sembuh. Karena itu, untuk menunjukkan bahwa kesembuhan ini mengatasi kuasa alam, ibu itu langsung sembuh dengan begitu sempurna sehingga ia bisa segera melakukan pekerjaan rumah.
                [2] Bahwa belas kasihan itu kudus; dan belas kasihan yang demikian memang sungguh sempurna. Walaupun ibu itu dihormati dengan diberikan pertolongan yang begitu istimewa ini, ia tidak menganggap dirinya penting, melainkan langsung siap melayani, kalau ada keperluan untuk itu, seperti layaknya seorang hamba. Orang yang dihormati Kristus haruslah rendah hati; karena disembuhkan dengan begitu ajaib, ibu itu segera mengerti apa yang harus diperbuatnya. Orang yang sudah disembuhkan Kristus sangatlah pantas untuk menjadi hamba-hamba-Nya yang rendah hati dan selalu melayani-Nya sepanjang hidup.
    II. Dalam perikop ini juga diceritakan secara umum mengenai banyak penyembuhan yang diadakan Kristus. Penyembuhan ibu mertua Petrus ini membuat Dia didatangi banyak sekali orang sakit. "Ia menyembuhkan orang ini, mengapa saya tidak? Ia menyembuhkan teman si anu, masakan teman saya tidak?" demikian pikir mereka. Di sini terdapat:
        . Apa yang dilakukan-Nya (ay. 16).
            (1) Ia mengusir setan-setan; Ia mengusir roh-roh jahat dengan firman-Nya. Iblis bisa saja sering turut bekerja, atas seizin Allah, dalam penyakit-penyakit yang biasanya dianggap wajar, seperti dalam bisul yang diderita Ayub, dan terutama dalam penyakit-penyakit pikiran. Namun pada waktu Kristus berada di dunia ini, tampaknya ada lebih banyak roh jahat yang dilepaskan dibandingkan pada waktu-waktu lain untuk merasuki dan mengganggu tubuh manusia. Iblis datang dengan murka yang sangat besar, karena ia tahu bahwa waktunya singkat. Allah dengan bijak mengaturnya demikian, supaya Kristus mempunyai kesempatan yang lebih baik dan lebih banyak untuk memperlihatkan kuasa-Nya atas Iblis dan untuk menunjukkan tujuan dan rancangan kedatangan-Nya ke dunia, yaitu untuk melucuti dan merampas senjata Iblis, untuk mematahkan kuasanya, dan untuk menghancurkan pekerjaannya; dan keberhasilan-Nya atas semuanya ini sungguh mulia, sama mulianya seperti rancangan-Nya.
            (2) Ia menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit; semua orang tanpa kecuali, sekalipun yang sakit adalah orang yang begitu hina dan penyakitnya begitu parah.
        . Bagaimana Kitab Suci digenapi dalam hal ini (ay. 17). Menggenapi nubuat-nubuat Perjanjian Lama adalah tujuan agung yang dimiliki Kristus, dan hal ini juga merupakan bukti yang kuat bahwa Dia adalah Mesias. Salah satu penggenapan ini adalah, seperti yang ada tertulis mengenai Dia dalam Yesaya 53:4, "Sesungguhnya penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya," yang dirujuk dalam 1 Petrus 2:24 dengan "Ia telah memikul dosa kita." Dalam perikop ini, hal tersebut dirujuk dan diartikan dengan "Dialah yang menanggung penyakit kita." Dosa membuat penyakit menjadi kesengsaraan bagi kita. Demikianlah, Kristus menghapus dosa dengan kuasa kematian-Nya dan menghilangkan penyakit dengan mujizat-mujizat oleh karena hidup-Nya; bahkan meskipun mujizat-mujizat itu sudah berhenti, kita bisa berkata bahwa Ia menanggung penyakit kita pada waktu Ia memikul dosa-dosa kita dalam tubuh-Nya sendiri di atas kayu salib; karena dosa merupakan penyebab dan sengat dari penyakit. Tubuh kita ini tidak dapat bebas dari banyak macam penyakit dan malapetaka. Namun, di dalam satu baris kalimat Injil ini saja, ada suatu perkataan yang jauh lebih mampu menggugah dan membuat perasaan kita tenang daripada dalam semua tulisan para filsuf -- yaitu bahwa Yesus Kristus menanggung penyakit kita dan memikul kesengsaraan kita. Ia menanggungnya untuk kita; walaupun tidak pernah sakit, Ia merasa lapar, haus, lelah, gelisah, bersusah hati secara rohani, sedih, dan sangat berat hati. Ia menanggung semuanya ini untuk kita dalam kesengsaraan-Nya di kayu salib dan menanggungnya bersama kita dalam belas kasihan-Nya yang Ia curahkan kepada kita, karena Ia turut merasakan kelemahan-kelemahan kita. Dengan cara itu Ia melepaskan kita dari semuanya ini, dan membuat beban kita menjadi ringan, jika tidak, maka itu karena kesalahan kita sendiri. Perhatikanlah bagaimana hal ini diungkapkan di sini dengan begitu tegas: Ia sendiri yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita. Ia mampu dan juga bersedia untuk menjadi pengantara kita dalam hal ini, dan Ia peduli untuk menangani kelemahan dan penyakit kita, sebagai seorang dokter bagi kita. Malapetaka yang merupakan bagian dari kehidupan manusia menjadi perhatian-Nya secara khusus, yang dibuktikan-Nya dengan kesediaan-Nya untuk menyembuhkan penyakit. Sekarang pun kuasa dan kelemahlembutan-Nya itu tidak berkurang, karena kita yakin bahwa untuk sampai ke sorga tidak pernah ada sesuatu yang berkurang.


SGDK
HARI MINGGU VII SESUDAH EPIFANIA
MINGGU, 19 FEBRUARI 2017
SENTUHAN KLASIK

Matius 8:14-17
MEMAHAMI TEKS DALAM KONTEKS
Injil Matius adalah sai ah satu diantara empat lnjil Perjanjian Baru (PB). Bersama Injil Markus dan Lukas, lnjil ini digolongkan Injil-injil sinoptis (melihat secara bersama).

Para ahli Perjanjian Baru (PB) menyatakan bahwa Injil Matius ditulis kira-ki ra tahun 80 SM dengan dua alasan. Pertama, tahun 70 SM ierjadi peristiwa panting yaitu Bait Allah di Yemsalem dibakar habis oleh tentara Romawi, ketika orang Romawi mengalahkan orang Yahudi yang memberontak. Pembakaran itu,
oleh Matius dipahami sebagai hukuman Tuhan terhadap orang yang tidak mendengarkan peringatan Tuhan. Kedua, dampak dari pembakaran Bait Allah, membuat orang-orang Yahudi mulai  konsentrasi pada pembenahan rohani dibawah kepemimpinan ahli-ahli Tau rat. Mereka menegaskan tentang ajaran-ajaran yang benar dan sesat yang tidak boleh diikuti oleh orang Yahudi. Mereka menyatakan bahwa ajaran Kristen tidak boleh dianut oleh orang Yahudi.

Dalam situasi seperti ini Injil Matius ditulis uniuk memotivasi orang Yahudi Kristen di wilayah Siria agar memiliki iman yang kuat. Masyarakat Siria mengerti bahasa Yunani maupun bahasa Aram. Tujuan lnjil Matius ditulis adalah : pertama, apologetis. Yesus Kristus adalah Mesias yang disampaikan oleh para nabi
dalam Perjanjian Lama (PL). Kedua, kateketis. Artinya, mem barikan pengetahuan tentang pokok-pokok agama Kristen secara teratur. Kefiga, parenetis. berarti nasi hat atau teguran.

Ayat 14-15
Matius menyampaikan bahwa Yesus manyem buhkan ibu mertua Petrus yang sedang sakit demam. Setelah Yesus memegang tangan perempuan itu, maka ia langsung sem buh lalu melayani Yesus, menyediakan makanan untuk Yesus. Cerita ini memperlihatkan dengan jeias belas kasihan dan kuasa Yesus. Bahwa
kuasa Yesus mengatasi segala sakit-penyakit.

Ayat 16-17
Setelah mendengar apa yang dialami oleh rnenua Petrus. menjelang malam.banyak orang sakit dibawa kepada Yesus. Kebanyakan dari mereka kerasukan setan. Yesus mengusir roh-roh jahat itu dan menyembuhkan orang sakii. Hal ini rnenjelaskan bahwa kuasa Yesus juga mengatasi kuasa-kuasa jahat dan setan-setan. Di dalam Kerajaan Allah tidak ada tempat bagi roh-roh jahat dan penyakit.

Ayat 17 menjelaskan bahwa kehadiran Yesus untuk memenuhi nubuat para nabi Perjanjian Lama (bd Yes 53:4). 'Fndakan ajaib Yesus meniadi gambaran bahwa Yesus kelak akan mengambil alih penderitaan manusia. Mesias menderita ganti kita. Matius mengungkapkan pengertian itu secara berbeda dengan menya
takan bahwa Mesias menjauhkan penderitaan kita.

GAGASAN UTAMA
Banyak orang merindukan sentuhan kasih Yesus yang mendatangkan kesembuhan dan memberikan semangat hidup bagi yang telah berjurnpa dengan-Nya secara pribadi. Perjurnpaan Yesus dengan ibu mertua Petrus memberikan motivasi kepada banyak orang untuk berjumpa dengan Yesus. Bagi mereka per-
jumpaan itu mendatangkan berkat tersendiri yang membuat kehidupan mereka lebih berarti.

Sentuhan kasih Yesus mendong setiap orang untuk giat melayani, seperti yang dilakukan oleh ibu mertua Petrus. la melayani bukan untuk mendapatkan upah, tetapf sebagai wujud syukur atas berkat yang telah diterima dari Yesus.

RANCANGAN KOTBAH
SENTUHAN KLASIK
lnjit Matius yang menjadi bacaan kita hari ini merupakan satu bagian cerita yang menarik untuk direnungkan. Yesus mendapat kabar dari Yakobus dan Yohanes bahwa ibu mertua Petrus sedang sakit [ayat 14). Mendengar kabar itu, Yesus pergi ke rumah Petrus. Banyak dugaan beberapa penafsir tentang sakit penyakit ibu mertua Petrus. Dalam pelayanan-Nya, Yesus tidak mengesampingkan perempuan sebab pada waktu ituperempuan dianggap rendah. Yesusjuga memperhatikan orang yang memiliki keluarga namun bersedia melaksanakan tugas secara full time dalam pelayanannya Yesus hadir bagi orang yang sakit.
Tdak dapat disangkali bahwa dalam kehidupan zaman ini banyak orang yang membutuhkan kehadiran Yesus. Banyak orang "sakit", secara jasmani tetapi juga rohani oleh karena tuntutan hidup. Orang Zaman sekarang digiring menuju kepada kemudahan-kemudahan yang membuatnya rnerasa bahwa segala sesuatu
dapat diiakukan dengan mudah. Segaia sesuatu serba instant didapatkan.

Banyak orang di sekitar kita yang sering mengalami sakit, secara fisik juga secara mental dan rohani. Anak-anak yang broken home karena perceraian orang tua; suami atau istri yang putus asa oieh Karena pergumulan mereka tentang kerinduannya untuk memiliki keturunan tidak kunjung datang: pemuda yang merasa terbuang ketika ia mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan; seorang petani yang merasa hidupnya gagal Karena berulang kali mengalarni kegagalan panen. Rasa sakit mempengaruhi kehidupan manusia. Akibatnya, respon negatif dari si sakit adalah meninggalkan persekutuan, malas berdoa, hidup dalam kebimbangan dan keraguan, rnudah Iersinggung, memaksakan kehendak pribadi kepada orang lain, putus asa dan merasa menderita, dsb. Gereja hadir di dunia ini untuk melanjutkan misi Kristus.
Gereia hadir bagi orang-orang yang sakit.

Apa yang Yesus lakukan ketika meiihat kondisi ibu mertua Petus? Yesus memegang tangannya (ayat 15). Setelah Yesus memegang tangan perempuan itu, ia mengarami kesem buhan. Respon atas sentuhan Yesus terhadap ibu mertua ini adalah pelayanan. lbu merlua Petrus setelah mengalami kesembuhan, ia melayani Yesus. Pelayanan merupakar: bentuk ungkapan syukur dan jawaban atas panggilan Tuhan.

Sentuhan Yesus dibutuhkan oleh banyak orang, sehingga Matius memberikan informasi kepada kita bahwa banyak orang datang kepada-Nya untuk mendapatkan kesernbuhan. Matius memberikan informasi orang-orang yang datang kepada-Nya di malam hari itu adalah orang-orang yang kerasukan roh-roh jahat sehingga mempengaruhi knndisi tubuhnya. Yesus mengusir roh-roh jahat itu dan menyembuhkan mereka.

Gereja hadir unluk melakukan sentuhan klaslk Yesus. Gereja dalarn pelayanannya dipanggil unluk menjalankan tugasnya yang dapat menyentuh setiap kebutuhan umatAl|ah. Kegiatan-kegiatan yang menyentuh hati dan pikiran sehingga menderong umat dalam kerelaan melayani Yesus.

Di perayaan syukur PELKAT-PKP saat ini, sebagai perempuan, sebagai ibu yang dihadirkan di tengah-tengah kehidupan keluarga, gereja dan rnasyarakat, kita dimotfvasi oleh sentuhan klasik Yesus. Kehadiran kita harus mampu menyentuh setiap hati yang sangai merindukan "kasambuhan" dari Tuhan. Sentuhan
yang dimaksud bukan sentuhan modern yang sedang marak dan disukai banyak orang saat ini seperti touch screen pada HP, IPAD, Iphone, Android dan sebagainya. Yang dipentingkan adalah aentuhan klasik separti yang Yasus Iakukan, yang tentu membutuhkan kehadiran.

Orang rnodem lebih suka berkumunikasi dangan orang-orang yang jauh dibanding dengan orang-orang yang ada di depan matanya. Cuba perhatikan katika saudara ada di tengah-tengah keramaian-bahkan keiika saudara berada di sebuah restorant. Banyak orang lebih asyik dengan sentuhan modern dibanding
sentuhan klasik yang dilakukan oleh Yasus. Kaakraban dari pribadi-pribadi yang barkumpuk dan bertemu saat itu seakan dipisahkan oleh alat kom unikasi itu dan tidak ada lagi waktu untuk memberikan perhatian satu dengan yang Iainnya. Masing-masing sibuk dengan gadgetnya.

Allah menciptakan perem puan agar ia hadir sebagai pribadi yang memiliki belas kasih. Betas kasih itu adalah sentuhan-sentuhan yang manguatkan, mamotivasi, menaguhkan dansebagainya. Kita juga saat ini dipersiapkan untuk memaauki pemilihan presbiter 2017/2022. Tentu dalam proses pemilihan yang akan
kitajalani ada begitu banyak figur yang kita Iihal. Namun firman Tuhan memberikan motivasi kepada kita agar kita mammh orang-orang yang memiliki kereiaan yang sama seperli ibu mertua Petrus. la bersedia melayani Karena ia talah menerima sentuhan klasik dari Tuhan. la barsedia melayani sebagai respon atas
tindakan Atlah yang terjadi dalam hidupnya. Pelayanannya tidak satengah~setengah hati tetapi peiayanannya dangan sepenuh hatinya.Mengapa? Sebab ia malihat pelayanan sebagai ucapan syukur yang tak terkira atas sentuhan kasih Yasus kepadanya.

Geraja hadir untuk menjadi rumah nulrlsl rohani bagi umat. Rumah nutrisi adalah sebuah komunitas yang beranggotakan orang-orang yang memmki motivasi yang sama yaitu hidup sehat. Pola hidup aehat menjadi dambaan setiap nrang. Dalam komunitas tersabui setiap orang menjadi motivator bagi yang lainnya. Setiap ka|iberlemu,ada kesempatan satu dengan yang lain untuk berbagi carita dan pengalaman ketika mereka sedang berjuang mambangun paradigma baru tantang pola hidup sehat yang baik dan benar. Kehidupan yang saling berbagi itu menjadi sebuah hat yang penting untuk mendapatkan informasi yang lebih
holistik tentang akibat-akibat yang akan dialami billa seseorang tidak patuh pada aturan yang berlaku. Mencari kesalahan orang lain, memendam rasa benci, memendam rasa sakit hati, dan sebagainya membuat umat berada pada pola hidup rohani yang tidak sehat. Gereja nadir sebagai rumah sharing yang saling
menguatkan agar setiap anggota di motivasi untuk hidup sehat rohani. Kehidupan yang saling meiayani adalah respon urnal tarhadap sentuhan Yesus di dalam kehidupannya.

Gereja memfungsikan diri sebagai wadah pem binaan umat yang menguatkan setiap anggota melaiui asupan-asupan makanan rohani yang dapat manyehatkan kehidupan rohani setiap umatnya. Tujuan Yesus hadir di dunia ini, memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita (ayat 17). Matius mengutip ungkapan nabi Yasaya 53:4 yang menyatakan Mesias menanggung penyakit kita dan memikul kesengsaraan kita". Penderitaan Mesias ganti kita. Namun sebenarnya Matius menyampaikan hal yang lain. yaitu : Mesias menjauhkan kita dari penderitaan. Ini bararti bahwa ketika kita melihat setiap orang yang mengalami
penderitaan, kita diingatkan pada peran Yesus atas hidup kita. Melihat penderitaan orang lain mengingatkan akan keberadaan kita di hadapan Yesus.

Yesus telah menjauhkan kita dari penderitaan karena itu kita pun dipanggil untuk melaksanakan sentuhan
kasih Kristus dan memberikan nutrisi rohani kepada setiap orang yang mengalami penderitaan karena kemiskinan, sakit penyakit, pergumulan yang berat dan sebagainya.


SBU

MINGGU VII SESUDAH EPlFANI
MINGGU, 19 FEBRUARI 2017
Syukur HUT KE-52 Pelkat PKP GPIB
Renungan Pagi
GB 114:1 -Berdoa
SENTUHAH KLASIK

Matius 8:14-17
Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Iapun bangunlah dan melayani Dia. . (ay.15)

Mel Ahyar adaiah seorang designer busana unik dan komemporer. Ia berinovasi daiam berkarya untuk mempertahankan kualitas designya. Designnya merupakan kolaborasi seni klasik yang dikemas secara modern; menyentuh dan menginspirasi. Ia memadukan warna warna. sulaman tangan, tempelan perca untuk memberikan efek 3D terkait pengembangan budaya Palembang. Karya Mel Ahyar bermula dari imajinasi (head), kecintaan pada profesi (heart) dan diwujudkan dalam busana indah (hand).

Pelayanan Yesus juga diwamai ketiga hal tersebut : berpikir (head) rasa (heart) dan sentuhan (hand). Pelayanan seperti ini tampaknya klasik. Namun dirindukan banyak orang. Matius menceritakan bahwa Yesus mengunjungi rumah Petrus dan menjumpai ibu mertua Petrus sedang sakit demam. Yesus mengetahui kebutuhan ibu mertua Petrus, yakni ingin sembuh. Yesus memegang tangannya. Sentuhan Yesus (ayat 15) menyembuhkan dan memberikan semangat kepada mertua Petrus untuk melayani. Sentuhan Yesus tampak klasik namun memberikan inspirasi dan semangat. Sentuhan-Nya menguatkan bah kan menggerakkan banyak orang untuk datang kepada-Nya. Mereka merindukan sentuhan klasik Yesus (ayat 16). Mengapa Yesus melakukan hal ini"? Matius menginformasikan pada ayat 17: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita". Yesus hadir dengan sentuhan klasik untuk menguatkan, menyembuhkan, menginspirasi, memberikan semangat dan harapan kepada setiap orang lamah, putus asa, kuatir dan susah.

Sekarang ini banyak orang, termasuk kaum perempuan lebih suka dengan sentuhan modern seperti: menyentuh Gadget, android, HP dan laptop. Mereka meninggalkan sentuhan klasik seperti dilakukan oleh Yesus. Mari tampil sebagai perempuan yang memillki sentuhan klasik yang menguatkan, meneguhkan dan menopang kepada suami, anak--anak ataupun sesama. "Kita tidak dapat meiakukan hal yang besar,
tetapi kita dapat melakukan hai-hal yang kecil dengan cinta yang besar" Beata Teresa)

GB.114 : 2
Doa : (Ya Tuhan, tolong kami wujudkan sentuhan klasik yang menguatkan)



MINGGU VII SESUDQH EPlFANI
MINGGU, 19 FEBRUARI 2017
Renungan Malam
GB 61:1,2 -Berdoa
MENJADI PRIBADI PEMBELAJAR

Matius 11:25-30
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.. (ay. 29)

Paulo Freire, seorang pendidik di negara Brazillia menyatakan bahwa belajar itu membebaskan. Membebaskan seseorang dari rasa takut, kemalasan dan ketidakpengetahuannya tentang hidup. Belajar menjadikan seseorang memiliki wawasan luas yang memunculkan banyak inspirasi tentang kehidupan. Oleh karena itu, belajar bukanlah beban karena belajar menghasilkan kemerdekaan.

Konteks bacaan malam ini adalah orang Yahudi merasa letih lesu karena banyaknya peraturan. Ahli-ahii Taurat menentukan 613 peraturan yang harus diikuti oleh orang Yahudi yang taat kepada Tuhan. Hal itu merupakan beban yang berat. Yesus tampil dan menawarkan kelegaan. Yesus menyederhanakan hukum yang banyak dan memberatkan itu dengan satu hukum saja, yaitu Hukum Kasih.
Menurut Yesus, inti dari hukum Tuhan adalah rnengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri.

Yesus memanggil orang untuk belajar pada-Nya, sebab Ia lemah lembut dan rendah hati. Yesus lemah Iembut terhadap orang yang hina dan berdosa. Kerendahan hati Yesus berarti bahwa ia menaati Allah dan memohon perlolongan dari Allah saja. Berbeda dengan ahli-ahli Taurat yang bersifat sombong dan keras hati, memuliakan Tuhan dengan mulutnya, tetapi memiliki motivasi untuk menerima kehormatan dari orang lain. Yesus adalah Guru.Kita dapat belajar dari Yesus mangenai perkataan dan teladan-Nya. Yesus mengajari kita melalui Roh Kudus yang bekarja dalam hati kita. Hasil dari pembelajaran itu adalah ketenangan. Kerendahan hati dan kelemah Iembutan menghasilkan ketenangan. Mari kita menjadikan Yesus sebagai Gum hidup kita.

Menjadikan Yesus sebagai Guru menolong kita untuk menjadi pribadi yang selalu bersedia belajar untuk rnemusatkan seluruh perhatian kita kepada Sang Guru. Mata, telinga dan pikiran kita tertuju pada Sang Guru dan firman-Nya. Pribadi pembelajar akan tampil sebagai pribadi yang lemah Iembut dan rendah hati.

GB.61:3,4
Doa : (Bapa, mampukan kami untuk memiliki sikap hidup yang selalu sadia belajar melakukan ajaran-Mu)

Label:   Matius 8:14-17 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 20 FEBRUAR1 2017 - JAUHI PERBUATAN FARISI Matius 12:9-15a - MINGGU VII SESUDAH EPIFANIA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 18 FEBRUARI 2017 - HIKMAT TUHAN = HADIAH DARI TUHAN Amsal 9:10-18 - MINGGU VI SESUDAH EPIFANIA

Garis Besar Matius





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 25 Agustus - 2 Tawarikh 17-19


Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2017..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Beli Kaos C59. Klik Disni






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH SYUKUR HUT KEMERDEKAAN RI KE-74

TATA IBADAH HUT KE-69 PELKAT GP GPIB & JUKLAK - Minggu, 28 Juli 2019
URAT PENGANTAR JUKLAK HUT KE-69 PELKAT GP, Petunjuk Pelaksanaan HUT GP ke 69 bersama jemaat, JUKLAK SERAGAM-LOGO-MARS PELKAT GP GPIB 2019, TATA IBADAH HUT KE 69 PELKAT GP, Pesan HUT ke 69 Pelkat GP
TATA IBADAH HARI MINGGU dan SYUKUR 38 TAHUN PELKAT PKB GPIB Minggu, 21 Juli 2019
Surat Pengantar Pengiriman Juklak HUT ke 38 PKB, JUKLAK HUT KE-38 Pelkat PKB, JUKNIS BMKB HUT KE-38, JUKNIS IHMPA di Bulan Khusus - HUTPKB 5-Pesan Dewan PKB - HUT ke 38 6-JUKLAK-KBA-pdr Evie 7-TATA IBADAH HUT KE 38 PELKAT PKB



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



buku pujian methodist,   khotbah dari lukas 6:27-36,   renungan 1 tawarikh 6:31-53,   download kidung keesaan,   Lagu rohani advent jilid 1,   Lagu rohani advent jilid 1,   khotbah 1 tawarikh 25 1-7,   download lagu rohani kristen 2019,   renungan alkitab lukas 13:22-30,   lagu pemberkatan nikah,   lagu pemberkatan nikah,   doa deklarasi persembahan,   doa deklarasi persembahan,   doa deklarasi persembahan,   renungan pkb 1 tawarikh 6:31-53,   renungan harian 1 tawarikh 6:31-53,   renungan pkb 1 tawarikh 6:31-53,   kidung muda mudi,   renungan Tawarikh 6 : 31-53,   kunci lagu rohani elsady2 nada dasa f,   renungan Tawarikh 6 : 31-53,   kemerdekaan terakhir bagi orang benar Maleakhi 3 :13 -14khotbah kristen,   1 tawarikh 6:31-49,   kemerdekaan terakhir bagi orang benar Maleakhi 3 :13 -14khotbah kristen,   kotbah lukas 6:27-36,   nkb 119 dengan notasi,   download aplikasi kidung ceria,   renungan injil lukas 13:22-30,   khotbah dari matius 7:17-18,   renungan tentang kemerdekaan kristen kaitan dengan Lukas 12 : 13 21,   mars pelkat Pt,   khotbah dari matius 7:17-18,   1 tawarikh 6:31-49,   Mazmur 119;5-15 (bahasa toraja),   kotbah 1petrus3:8-12,   apa arti ipuh dlm amos 5:7,   sabda bina umat agustus 2019,   lagu pujian rohani kemerdekaan,   pkj 223,   imamat 25 : 39-43,   lagu penutup ibadah pemuda,   download lagu rohani takkan pernah terlambat pertolonganmu,   lagu sekolah minggu terbaru 2019,   KK 476 Berlimpah Sukacita Dihatiku ,   lagu penutup ibadah pengucapan syukur,   Kidung Keesaan 399 Mengikut Yesus Keputusanku,   download MIDI rohany kapata grup,   pengertian lukas6:27-36,   download instrument lagu rohani,   lagu walau seribu lidahku,   lagu walau seribu lidahku,   chord lagu tabu gendang,   di pintumu kudatang dan mengetok mp3,   kidung puji pujian kristen walau seribu lidahku graha bethany nginden,   lukas 13 22-30,   reungan roma 11: 33-36,   ilustrasi dalam roma 11: 33-36,   mp3 lagu rohani terbaru 2019,   Khotbah 3 musa 25:39-43,   doa persembahan,   download lagu kristen arab,   download lagu kristen arab,   renungan injil luk 13:23-30,   lagu penutup ibadah pemuda,   khotbah: Efesus 3:20-21,   lagu untuk pembukaan ibadah raya,   Rancangan khotbah ibadah minggu ,dari nas Ratapan 1:1-6?,   Renungan imamat 25:39-43,   hatorangan ni lukas6:27-36,   hatorangan ni lukas6:27-36,   partitur nkb 100,   CATATAN KHOTBAH PENDETA TENTANG MENGHAKIMI DI DALAM ROMA 14 AYAT 1 SAMPAI 12,   CATATAN KHOTBAH PENDETA TENTANG MENGHAKIMI DI DALAM ROMA 14 AYAT 1 SAMPAI 12,   CATATAN KHOTBAH PENDETA TENTANG MENGHAKIMI DI DALAM ROMA 14 AYAT 1 SAMPAI 12,   CATATAN KHOTBAH PENDETA TENTANG MENGHAKIMI DI DALAM ROMA 14 AYAT 1 SAMPAI 12,   Cerita kerna amsal 12:1-4,   Renungan kolose 2:16-23,   Kotbah pendeta amsal 12:1-4,   kidung keesaan,   kidung keesaan 2,   Khotbah minggu 25 agustus 2019 BNKP,   kita semua anak raja sekolah minggu mp3,   1 tawarikh 6:31-53 stemi,   lagu penutup ibadah Pemuda Remaja,   khotbah lukas 6 : 27 - 36,   lagu penutup ibadah Pemuda Remaja,   sabda bina umat 23 agustus 2019 ,   renungan kotbah. Yesaya 40: 37-41.,   lagu rohani GPI,   Lukas 6 :1-5,   lagu penyembahan pantekosta,   khotbah kristen tentang kemunafikan,   renungan mazmur 2:1-12,   renungan mazmur 2:1-12,   sabda bina umat agustus 2019,   khotbah daniel 4:19-27,   khotbah daniel 4:19-27,   download mp3 instrumen piano lagu rohani kristen,   lukas 6:27-36,   tata ibadah minggu gbi,   tata ibadah minggu gbi,   lagu penutup ibadah,   bila topan kras melanda hidupmu bahasa batak,   LAGU ROHANI,   download musik Kristen m3,   maksud Injil Lukas 13:22-30,   Berjuang untuk masuk melalui pintu yang sesak, renungan katolik,   download lagu rohani terbaru 2019,   khotbah tentang filemon,   Download lagu rohani kristen kedukaan,   lhotbah kis rasil 6 1 7 gpib,   Rancangan khotbah ibadah minggu ,tema Kemenangan Yang Hanya Dari-Nya(Ratapan 1:1-6)?,   chord gitar lagu jadikan aku terangmu,   sabda bina umat gpib 2019,   tata ibadah 2019 uem,   khotbah imamay 25:39-43,   lagu lagu ibadah liturgi pentakosta,   download lagu paduan suara gereja,   tafsiran luk 21:24b,   tugas penatua dan diaken menurut tata gereja toraja,   tugas penatua dan diaken menurut tata gereja toraja,   tugas penatua dan diaken menurut tata gereja toraja,   khotbah 1 Tawarik 6 : 31-53,   Download lagu rohani-Yesus pokok kitalah carangnya,   Roma 13 ayat 1~7 khotbah hkbp,   jamita 3 musa 25 39-43,   mars pkb gpib,   jamita 3 musa 25 39-43,   tata ibadah gbi,   Download renungan 1 Tawarikh 16:10,   renungan amos 5 : 7-13,   renungan amos 5 : 7-13,   renungan amos 5 : 7-13,   donwload lagu koor GBI,   yesus sayang padaku mandarin,   hati yang hancur chord,   ibadah nyanyian renungan roma 13:1-17,   doa persembahan syukur kristen protestan,   khotbah dari lukas 10 : 13,   khotbah gereja toraja untuk minggu 25 agustus 2019,   khotbah gereja toraja untuk minggu 25 agustus 2019,   hatorangan sermon gkpi lukas 6:27-36,   lirik kppk 215,   khotbah lukad 7:27-36,   lagu persembahan,   lagu persembahan,   hatorangan lukkas 6;27-36,   hatorangan ni lukas6:27-36,   renungan amos 5:7-13,   Mazmur 37 : 30 - 40,   lagu pembukaan ibadah wa,   khotbah roma 13 : 1 - 7,   Download lagu rohani terbaru 2019,   kmm 4,   kmm 4,   khotbah tentang 1tawarikh 6 : 31-53,   khotbah tentang 1tawarikh 6 : 31-53,   Mazmur 37 : 30 - 40,   Kotbah Daniel 4 : 19-27,   Kotbah Daniel 4 : 19-27,   Lagu pengakuam dosa,   lagu rohani kristen terbaru 2018 mp3 free download,   Lagu lagu NKPI,   pencipta lagu may the mind of christ my saviour,   Arti khotbah imamat :5:39-43,   sekolah tiranus kisah para rasul 19;9,   sekolah tiranus kisah para rasul 19;9,   sekolah tiranus kisah para rasul 19;9,   jamita hkbp mateus 5:43-48,   Khotbah roma 15:1-13,   khotbah mazmur 51:1-21,