Save Page
Amsal 8:22-36
8:22 TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala. 8:23 Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. 8:24 Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air. 8:25 Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir; 8:26 sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama. 8:27 Ketika Ia mempersiapkan langit, aku di sana, ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya, 8:28 ketika Ia menetapkan awan-awan di atas, dan mata air samudera raya meluap dengan deras, 8:29 ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi, 8:30 aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya; 8:31 aku bermain-main di atas muka bumi-Nya dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku. 8:32 Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, karena berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku. 8:33 Dengarkanlah didikan, maka kamu menjadi bijak; janganlah mengabaikannya. 8:34 Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku. 8:35 Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia. 8:36 Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut."

Penjelasan:

* Hikmat Kekal dan Ilahi (8:22-31)
Bahwa seorang pribadi yang berakal dan ilahilah yang berbicara di sini tampak sangat jelas, dan bahwa pribadi itu tidak hanya dimaksudkan sebagai sifat pokok dari hakikat ilahi, sebab Hikmat di sini memiliki sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan seorang pribadi. Tampak jelas di sini bahwa pribadi yang berakal dan ilahi ini tidak lain dan tidak bukan adalah Anak Allah sendiri. Hal-hal utama yang dibicarakan tentang hikmat di sini dihubungkan dengan-Nya dalam kitab-kitab lain, dan kita harus menjelaskan kitab suci dengan kitab suci itu sendiri. Salomo sendiri mungkin hanya bermaksud memberikan pujian bagi hikmat karena hikmat merupakan sifat Allah, yang dengannya Ia menjadikan dunia dan mengaturnya, dan ia menyarankan umat manusia agar mempelajari hikmat yang bisa menjadi milik mereka itu. Namun, Roh Allah, yang memberitahukan apa yang ditulisnya, membawanya sedemikian rupa, sebagaimana yang sering terjadi pada Daud, untuk menuliskan ungkapan-ungkapan yang tidak akan sesuai untuk diterapkan bagi orang lain selain bagi Anak Allah, dan untuk mengantarkan kita ke dalam pengetahuan tentang perkara-perkara besar mengenai Dia. Semua pewahyuan ilahi adalah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, dan di sini kita diberi tahu siapa Dia dan apa, sebagai Allah, yang dirancangkan bagi-Nya dalam kebijaksanaan-kebijaksanaan kekal untuk menjadi Pengantara antara Allah dan manusia. Penjelasan terbaik untuk ayat-ayat ini kita dapati dalam empat ayat pertama dari Injil Yohanes. Pada mulanya adalah Firman, dst.
    Mengenai Anak Allah amatilah di sini:
    I. Kepribadian-Nya dan keberadaan-Nya yang tersendiri. Ia satu dengan Bapa dan sehakikat dengan Dia, namun merupakan pribadi tersendiri, yang dimiliki TUHAN (ay. 22, kjv), yang dibentuk (ay. 23), dilahirkan (ay. 24-25), dan yang ada serta-Nya (ay. 30), sebab Dia adalah gambar wujud Allah (Ibr. 1:3).
    II. Kekekalan-Nya. Dia dilahirkan dari Bapa, sebab Tuhan memiliki-Nya, sebagai Anak-Nya sendiri, Anak yang dikasihi-Nya, dan membawa Dia di pangkuan-Nya. Dia dilahirkan sebagai Anak tunggal Bapa, dan ini sebelum dunia ada, yang teramat sangat ditekankan di sini. Firman itu kekal, dan sudah ada sebelum dunia ada, sebelum permulaan waktu. Karenanya, itu pasti berarti bahwa Firman berasal dari kekekalan. TUHAN telah memiliki-Nya pada permulaan pekerjaan-Nya, pada permulaan kebijaksanaan-kebijaksanaan (atau tujuan-tujuan) kekal-Nya, sebab semua itu ada sebelum perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala. Pekerjaan-Nya di sini memang tidak memiliki awal, sebab tujuan-tujuan Allah itu pada dirinya adalah kekal seperti halnya Allah sendiri, tetapi Allah berbicara kepada kita dalam bahasa kita sendiri. Hikmat menjelaskan dirinya sendiri (ay. 23): sudah pada zaman purbakala aku dibentuk. Anak Allah, dalam kebijaksanaan-kebijaksanaan Allah yang kekal, dirancang dan diangkat menjadi hikmat dan kuasa Bapa, terang dan hidup, dan semua di dalam semua, baik dalam penciptaan maupun dalam penebusan dunia. Bahwa Ia dilahirkan ke dalam keberadaan-Nya, dan dibentuk dalam kebijaksanaan-kebijaksanaan ilahi yang berkenaan dengan jabatan-Nya, sebelum dunia dijadikan, di sini diketengahkan dalam ungkapan-ungkapan yang amat beragam, hampir sama dengan ungkapan-ungkapan yang melaluinya kekekalan Allah sendiri diungkapkan. Sebelum gunung-gunung dilahirkan (Mzm. 90:2).
        1. Sebelum bumi ada, dan bumi itu dijadikan pada awal mula, sebelum manusia diciptakan. Oleh sebab itu, Adam kedua sudah ada sebelum Adam yang pertama, sebab Adam yang pertama dijadikan dari debu tanah di bumi, sedangkan Adam yang kedua sudah ada sebelum bumi ada, dan oleh sebab itu bukan dari bumi (Yoh. 3:31).
        2. Sebelum ada lautan (ay. 24), sebelum air samudera raya ada, yang di dalamnya air-air dikumpulkan bersama-sama, sebelum ada mata air yang menyemburkan semua air itu, sebelum ada samudra raya yang di atasnya Roh Allah melayang-layang untuk menghasilkan karya ciptaan yang dapat dilihat (Kej. 1:2).
        3. Sebelum ada gunung-gunung, gunung-gunung yang kekal (ay. 25). Elifas, untuk meyakinkan Ayub akan ketidakmampuannya untuk menghakimi kebijaksanaan-kebijaksanaan ilahi, bertanya kepadanya, (Ayb. 15:7), "Apakah engkau dijadikan lebih dahulu dari pada bukit-bukit?" Tidak, tidak demikian. Tetapi lebih dahulu dari pada bukit-bukit, Sang Firman kekal sudah lahir.
        4. Sebelum ada belahan-belahan dunia yang dapat dihuni, yang diolah oleh manusia, dan dituai buah-buahnya (ay. 26), padang-padang di lembah dan dataran, yang baginya gunung-gunung seperti tembok, yang merupakan debu dunia yang tertinggi; debu dunia yang pertama (menurut sebagian orang), atom-atom yang menyusun beberapa belahan dunia; bagian debu yang utama atau pokok, begitu ayat ini bisa dibaca, dan dipahami sebagai manusia, yang diciptakan dari debu tanah dan yang merupakan debu, tetapi debu yang utama, debu yang dihidupkan, debu yang dipoles. Sang Firman kekal sudah ada sebelum manusia dijadikan, sebab di dalam Dialah terdapat hidup manusia.
    III. Peranan-Nya dalam menjadikan dunia. Dia tidak hanya sudah ada sebelum dunia ada, tetapi juga hadir, bukan sebagai penonton, melainkan sebagai perancang, ketika dunia dijadikan. Allah membungkam dan merendahkan Ayub dengan bertanya kepadanya, "Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Siapakah yang telah menetapkan ukurannya?" (Ayb. 38:4, dst.). Apakah engkau Sang Firman dan Hikmat kekal itu, yang merupakan pengatur utama dari perkara yang agung itu? Bukan. Engkau cuma anak kemarin sore." Tetapi di sini Anak Allah, dengan merujuk, tampaknya, pada percakapan antara Allah Ayub, menyatakan diri-Nya sudah terlibat dalam hal yang untuknya Ayub tidak bisa mengaku menjadi saksi dan pekerja, yakni penciptaan dunia. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta (Ef. 3:9; Ibr. 1:2; Kol. 1:16).
        1. Ketika, pada hari pertama penciptaan, pada awal mula waktu, Allah berkata, "Jadilah terang," dan dengan berfirman menjadikannya. Hikmat kekal inilah Sang Firman yang berkuasa itu: Pada waktu itu Aku di sana, ketika Ia mempersiapkan langit, sumber dari cahaya itu, yang, apa pun itu adanya, merupakan hal yang pokok, yang terpenting, yang ada di sana.
        2. Dia pun sama berperannya ketika, pada hari kedua, Ia membentangkan cakrawala, wilayah yang teramat luas itu, dan menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya (ay. 27), mengelilinginya dari segala arah dengan tirai itu, dengan tabir itu. Atau mungkin ini merujuk pada tatanan dan cara yang tepat yang digunakan Allah untuk membingkai semua bagian alam semesta, seperti pekerja memberi tanda pada karyanya dengan garis dan lingkaran. Pekerjaan itu sama sekali tidak melenceng dari rencananya, yang dibentuk di dalam akal budi yang kekal.
        3. Dia juga ikut bekerja pada hari ketiga, ketika air yang di atas langit dikumpulkan bersama-sama dengan menetapkan awan-awan di atas, dan air yang di bawah langit dengan meneguhkan mata air samudera raya, yang meluapkan air-air itu (ay. 28), dan dengan menjaga batas-batas laut, yang merupakan wadah bagi air-air itu (ay. 29). Hal ini berbicara banyak tentang kehormatan dari Hikmat yang kekal ini, sebab melalui contoh ini Allah membuktikan diri-Nya sebagai Allah yang harus amat sangat ditakuti (Yer. 5:22), bahwa Ia membuat pantai pasir sebagai perbatasan bagi laut, agar tanah kering dapat terus muncul di atas air, dan cocok untuk didiami manusia. Dengan demikian Ia menetapkan dasar bumi. Betapa mampu dan betapa pantasnya Anak Allah menjadi Juruselamat dunia, sebab Dialah Penciptanya!
    IV. Kepuasan tak terhingga yang dirasakan Bapa di dalam Dia, dan Dia di dalam Bapa (ay. 30): Aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan. Sama seperti melalui kelahiran kekal Dia dilahirkan dari Bapa, demikian pula melalui kebijaksanaan kekal Dia ada serta-Nya. Ini menunjukkan, bukan hanya kasih tak terhingga dari Bapa kepada Anak, yang karena itu disebut Anak-Nya yang kekasih (Kol. 1:13), melainkan juga kesadaran dan pengertian timbal balik di antara mereka mengenai karya penebusan manusia, yang harus dikerjakan oleh Sang Anak, dan yang tentangnya permufakatan tentang damai ada di antara mereka berdua (Za. 6:13). Dia adalah alumnus patris - murid Bapa, kalau boleh saya mengatakannya, yang dididik sejak dari kekekalan untuk melakukan pelayanan itu, yang pada waktunya, pada kegenapan waktu, harus dilalui-Nya, dan dalam hal itu Ia dilindungi dan dibimbing secara khusus oleh Bapa. Dialah hamba-Ku yang Kupegang (Yes. 42:1). Ia melakukan apa yang dilihat-Nya dilakukan Bapa (Yoh. 5:19), menyenangkan Bapa-Nya, mencari kemuliaan-Nya, berbuat sesuai dengan perintah yang diterima-Nya dari Bapa-Nya, dan semua ini dilakukan-Nya sebagai anak kesayangan-Nya. Setiap hari Dia menjadi kesenangan Bapa (orang pilihan-Ku, yang kepada-Nya Aku berkenan, kata Allah, Yes. 42 :1), dan Dia juga senantiasa bermain-main di hadapan-Nya. Ini dapat dipahami entah,
        1. Sebagai kegembiraan tak terhingga yang dimiliki oleh pribadi-pribadi Tritunggal yang penuh berkat itu satu terhadap yang lain. Kegembiraan ini mengandung kebahagiaan hakikat ilahi. Atau,
        2. Sebagai kesenangan yang dirasakan Bapa dengan pekerjaan-pekerjaan Sang Anak, ketika Ia menjadikan dunia. Allah melihat segala sesuatu yang dijadikan Sang Anak, dan, sungguh itu amat baik, itu menyenangkan-Nya, dan oleh sebab itu Anak-Nya setiap hari, hari demi hari, selama enam hari penciptaan, berdasarkan hal itu, menjadi kesenangan-Nya (Kel. 39:43). Dan Sang Anak juga bersukacita di hadapan-Nya karena keindahan dan keselarasan seluruh penciptaan (Mzm. 104:31). Atau,
        3. Sebagai kepuasan yang mereka miliki satu terhadap yang lain, dengan merujuk pada karya besar penebusan manusia. Bapa bersuka di dalam Anak, sebagai Pengantara antara Dia dan manusia, dan amat berkenan terhadap apa yang diusulkan-Nya (Mat. 3:17), dan oleh sebab itu mengasihi-Nya karena Dia bersedia memberikan nyawa-Nya untuk domba-domba-Nya. Allah percaya kepada-Nya bahwa Dia akan menuntaskan pekerjaan-Nya, dan tidak akan gagal atau kabur. Sang Anak juga senantiasa bermain-main di hadapan-Nya, bersuka untuk melakukan kehendak-Nya (Mzm. 40:9), sangat setia kepada pekerjaan-Nya, benar-benar puas dengan pekerjaan itu. Dan, ketika pekerjaan-Nya harus dijalankan, Dia mengungkapkannya dengan amat puas sama seperti sebelum-sebelumnya, dengan berkata,"Sungguh, Aku datang untuk melakukan seperti ada tertulis dalam gulungan kitab tentang Aku."
    V. Kepedulian-Nya yang besar terhadap umat manusia (ay. 31). Hikmat bersukacita, bukan pada hasil-hasil bumi yang kaya, atau harta karun yang tersembunyi di dalam perut-perutnya, melainkan terlebih pada bagian-bagiannya yang bisa dihuni (ay. 31, kjv), sebab anak-anak manusia menjadi kesenangannya. Bukan hanya dalam penciptaan manusia saja Allah berbicara dengan nada gembira (Kej. 1:26), baiklah Kita menjadikan manusia, melainkan juga dalam penebusan dan keselamatan manusia. Anak Allah telah dipilih sebelum dunia dijadikan, untuk melakukan pekerjaan besar itu (1Ptr. 1:20). Umat sisa dari anak-anak manusia diberikan kepada-Nya untuk dibawa, melalui anugerah-Nya, kepada kemuliaan-Nya, dan mereka ini adalah orang-orang yang membuat-Nya bersuka. Jemaat-Nya adalah bagian dari bumi-Nya yang bisa dihuni, yang dibuat menjadi bisa dihuni untuk-Nya, agar TUHAN Allah dapat berdiam bahkan di antara orang-orang yang sebelumnya sudah memberontak. Dalam hal inilah Ia bersuka, dengan harapan akan melihat keturunan-Nya. Walaupun Ia sudah melihat terlebih dahulu semua kesulitan yang akan dijumpai-Nya dalam pekerjaan-Nya, yakni pelayanan-pelayanan dan penderitaan-penderitaan yang harus dilalui-Nya, namun, karena semua itu akan mendatangkan kemuliaan bagi Bapa-Nya dan keselamatan bagi anak-anak manusia yang diberikan kepada-Nya, Dia menantikannya dengan kepuasan yang teramat sangat yang bisa dibayangkan. Dalam hal ini, kita mendapatkan semua dorongan yang dapat kita inginkan untuk datang kepada-Nya, dan bisa mengandalkan Dia untuk mendapatkan semua keuntungan yang dirancangkan bagi kita melalui pekerjaan-Nya yang mulia.

* Nasihat Hikmat (8:32-36)

    Di sini kita mendapati penerapan dari perbincangan mengenai Hikmat. Rancangan dan tujuannya adalah untuk membuat kita semua tunduk sepenuhnya kepada hukum-hukum agama, untuk membuat kita bijaksana dan baik, tidak untuk mengisi kepala kita dengan rekaan-rekaan, atau lidah kita dengan sengketa-sengketa, tetapi untuk meluruskan apa yang salah dalam hati dan hidup kita. Untuk mencapai hal ini, di sini terdapat,
    I. Sebuah nasihat untuk mendengarkan dan mematuhi suara Hikmat, untuk memperhatikan dan mengikuti didikan-didikan yang baik yang diberikan firman Allah kepada kita, dan di dalam didikan-didikan itu mengenali suara Kristus, sebagaimana domba mengenali suara gembalanya.
        1. Kita harus menjadi pendengar-pendengar firman yang rajin. Sebab bagaimana kita bisa percaya kepada Dia yang belum pernah kita dengar? "Hai anak-anak, dengarkanlah aku" (ay. 32). "Bacalah firman yang tertulis, duduklah di bawah firman yang disampaikan, pujilah Allah untuk firman yang ditulis dan diberitakan itu, dan dengarkanlah Dia berbicara kepadamu di dalamnya." Biarlah anak-anak bertumbuh dewasa, dan apa yang mereka dengarkan pada waktu itu, ada kemungkinan, akan menghiasi dan mengatur perilaku mereka sepanjang hidup mereka. Biarlah anak-anak Hikmat membenarkan Hikmat dengan mendengarkannya dan menunjukkan diri mereka sebagai anak-anaknya yang sesungguhnya. Kita harus mendengarkan perkataan Hikmat,
            (1) Dengan berserah diri, dan dengan hati yang rela (ay. 33): "Dengarkanlah didikan, dan janganlah mengabaikannya, entah sebagai sesuatu yang tidak engkau perlukan atau sesuatu yang tidak engkau sukai. Didikan itu ditawarkan kepadamu sebagai kebaikan, dan engkau sendirilah yang akan rugi jika engkau mengabaikannya." Siapa menolak nasihat Allah, ia menolaknya untuk melawan dirinya sendiri (Luk. 7:30). "Janganlah mengabaikannya sekarang, supaya jangan engkau tidak mendapatkan tawaran lagi."
            (2) Secara tetap, dan dengan penuh perhatian. Kita harus mendengarkan Hikmat sedemikian rupa sehingga setiap hari kita harus menunggu pada pintunya, seperti pengemis yang meminta sedekah, seperti pelanggan dan orang sakit yang menantikan nasihat. Kita harus menunggunya sebagai hamba, dengan kerendahan hati, kesabaran, dan kesediaan untuk taat, di tiang pintu gerbangnya. Lihatlah di sini betapa baiknya rumah yang dijaga oleh Hikmat, sebab di situ tiada hari tanpa sedekah. Betapa bagusnya sekolah yang didirikannya, sebab di situ tiada hari tanpa belajar. Selama kita mempunyai pekerjaan-pekerjaan Allah di depan mata kita, dan firman-Nya di tangan kita, maka kita dapat mendengarkan Hikmat setiap hari, dan menerima didikan darinya. Lihatlah di sini betapa semua murid Kristus dituntut untuk memberikan perhatian dengan patuh dan rajin. Mereka harus menunggu pada pintu.
                [1] Kita harus meraih segala kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan dan anugerah, dan harus masuk, serta tetap berada, di dalam persekutuan dengan Allah secara tetap dan terus-menerus.
                [2] Kita harus bersikap sangat rendah hati dalam memperhatikan didikan-didikan ilahi, dan dengan senang hati duduk di mana saja, sekalipun di tempat yang paling hina, asalkan bisa mendengarkannya, seperti Daud, yang dengan senang hati mau menjadi penjaga pintu di rumah Allah.
                [3] Kita harus menaikkan harapan-harapan kita untuk mendapatkan didikan-didikan ini, dan mendengarkannya dengan hati-hati, dengan sabar, dan dengan tekun. Kita harus berjaga-jaga dan menunggu, seperti orang banyak yang mendengarkan Kristus, yang terpikat pada-Nya dan ingin mendengarkan Dia, seperti yang dikatakan dalam bahasa aslinya dalam Lukas 19:48, dan Lukas 21:38, banyak orang datang pagi-pagi untuk mendengarkan Dia.
        2. Kita harus menjadi pekerja-pekerja yang cermat, sebab kita mendapat berkat hanya dengan melakukan perbuatan baik. Mendengarkan perkataan Hikmat saja tidaklah cukup, kita juga harus memelihara jalan-jalannya (ay. 32), melakukan segala sesuatu yang ditetapkannya, tetap berada di dalam batas-batas jalannya, dan tidak melanggarnya, mengikuti jejak-jejak langkahnya, terus berjalan dan bertahan di dalamnya. "Dengarkanlah didikan, maka kamu menjadi bijak. Biarlah itu menjadi sarana untuk menjadikanmu bijak dalam mengatur perilakumu." Apa yang kita ketahui percuma saja jika tidak menjadikan kita bijak (ay. 33).
    II. Jaminan kebahagiaan bagi semua orang yang benar-benar mendengarkan Hikmat. Berbahagialah mereka (ay. 32), dan sekali lagi berbahagialah (ay. 34). Sungguh berbahagia orang-orang yang berjaga-jaga dan menunggu pada pintu Hikmat. Bahkan, dengan hadir di sana saja sudah merupakan kebahagiaan bagi mereka. Itulah tempat terbaik bagi mereka. Sungguh berbahagia orang-orang yang menunggu di sana, karena mereka tidak akan dibiarkan menunggu lama. Biarlah mereka terus mengetok-ngetok, maka sebentar lagi pintu akan dibukakan bagi mereka. Mereka sedang mencari Hikmat, dan mereka akan mendapatkan apa yang mereka cari. Tetapi akankah Hikmat itu membuat mereka menjadi lebih baik jika mereka mendapatkannya? Ya (ay. 35): siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, yaitu, semua kebahagiaan, semua kebaikan yang diperlukan atau yang dapat diinginkannya. Ia mendapatkan hidup di dalam anugerah itu, yang merupakan dasar dari kehidupan rohani dan janji akan kehidupan kekal. Ia mendapatkan hidup, sebab TUHAN berkenan akan dia, dan perkenanan-Nya adalah hidup. Jika raja memberikan perkenanannya kepada anak yang bijak, terlebih lagi Raja segala raja akan memberikan perkenanan-Nya. Kristus adalah Hikmat, dan barangsiapa yang mendapatkan Kristus, yang memiliki kepentingan di dalam Dia, mendapatkan hidup. Sebab Kristus adalah hidup bagi semua orang percaya.Barangsiapa memiliki Anak Allah, ia memiliki hidup, hidup kekal, dan dia akan mendapatkan perkenanan TUHAN, yang amat berkenan kepada semua orang yang ada di dalam Kristus. Kita tidak akan dapat memperoleh perkenanan Allah, kecuali kita mendapatkan Kristus dan didapati di dalam Dia.
    III. Hukuman ditimpakan kepada semua orang yang menolak Hikmat dan tawaran-tawarannya (ay. 36). Mereka dibiarkan menghancurkan diri mereka sendiri, dan Hikmat tidak akan menghalang-halangi mereka, karena mereka telah mengabaikan semua nasihatnya.
        1. Kejahatan mereka sangatlah besar. Mereka berdosa terhadap Hikmat, memberontak melawan terang dan hukum-hukumnya, mengacaukan rancangan-rancangannya, dan dengan kebodohan mereka menyakiti hatinya. Mereka berdosa terhadap Kristus. Mereka menghina wewenang-Nya, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan semua tujuan dari kehidupan dan kematian-Nya. Hal ini dipandang sebagai kebencian terhadap Hikmat, kebencian terhadap Kristus. Mereka yang tidak mau Dia memerintah atas mereka adalah musuh-musuh-Nya. Adakah yang tampak lebih buruk selain membenci Dia yang merupakan pusat dari segala keindahan dan sumber dari segala kebaikan, Dia yang adalah kasih itu sendiri?
        2. Hukuman yang akan mereka dapatkan sangatlah adil, sebab mereka dengan sengaja mendatangkannya ke atas diri mereka sendiri.
            (1) Orang-orang yang membangkitkan amarah Kristus melakukan kesalahan terbesar pada diri mereka sendiri. Mereka merugikan diri mereka sendiri. Mereka melukai hati nurani mereka sendiri, mendatangkan aib dan noda pada jiwa mereka sendiri, yang membuat mereka menjijikkan di mata Allah, dan tidak layak bersekutu dengan-Nya. Mereka menipu diri mereka sendiri, mengganggu diri mereka sendiri, dan menghancurkan diri mereka sendiri. Dosa adalah kerugian bagi jiwa.
            (2) Orang-orang yang menentang Kristus, mencintai kehancuran mereka sendiri: semua orang yang membenci Aku, mencintai maut. Mereka mencintai apa yang akan mendatangkan maut bagi mereka, dan menjauhkan sesuatu yang akan mendatangkan hidup bagi mereka. Orang-orang berdosa itu mati karena mereka akan mati, yang membuat mereka tidak dapat berdalih, membuat penghukuman mereka semakin tak tertahankan lagi, dan akan membenarkan Allah untuk selama-lamanya dalam menghakimi. Hai Israel, engkau telah menghancurkan dirimu sendiri.





SBU

MINGGU VI SESUDAH EPIFANIA
JUMAT, 17 FEBRUARI 2017
Renungan Pagi
GB.206:1 -Berdoa
BERHIKMAT DALAM KATA DAN KARYA

Amsal 8:13-21
Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat. . (ay.13)

Semakin kita menaati Tuhan, seharusnya makin bertambah pula kesadaran untuk tidak mengabaikan realita kejahatan di sekitar kita. Sayangnya, sebagaimana Martin Luther King pernah berkata, "The greatest tragedy of this pariod of social transition was not strident clamor of the bad people, but the appaling silence of the good people." Kejahatan muncul bukan karena banyak orang jahat melainkan justru karena banyak orang baik yang diam saja saat melihat kejahatan terjadi. Berbagai alasan bisa melatarbelakangi sikap ini. Ada yang mau cari aman, tidak mau berada dalam tekanan atau bisa juga karena khawatir hidupnya berada di bawah ancaman.

Firman Tuhan hari ini mau menegaskan bahwa bentuk dari sikap yang takut akan Tuhan adalah menjauhi kejahatan beserta perilaku yang terkait dengannya, yakni kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat dan mulut penuh tipu muslihat (ay. 13). Sungguh menarik pesan hikmat ini. Amsal tidak hanya mengajak umat untuk menjauhi kejahatan tetapi dengan gamblang menjabarkan, apa saja contoh dari kejahatan. Demikian halnya ketika menjelaskan perbuatan yang "bukan" termasuk perbuatanjahat, Amsal menjabarkan bahwa di dalam hikmat terdapat nasihat. pertimbangan, pengertian, kekuatan dan keadilan (ay.14-15). Dalam hal inilah, para kaum bijaksana Israel mau mengajarkan bahwa tekad yang untuk menjauhi kejahaian haruslah selaras dengan sikap hidup yang berhikmat. Kalau bicara Adan penlaku yang ditampilkan B, tentu bukan ciri pribadi yang
berhikmat.

Saudaraku, untuk mewujudkan keselarasan kata dan karya, kita harus hidup dalam kasih Tuhan dan setia mencari Dia {ayat 17). Dengan demikian, janji berkat yang dikemukakan dalam ayat 18-21 akan menjadi bagian kehidupan kita. Marilah mengawali hari ini dengan terlebih dahulu mencari Allah. Maka, kita akan menemukan hikmat Allah yang akan menolong kita mengurangi kejahatan dan agar kejahatan tidak terus bermunculan. Hadirkan seialu Kata dan karya yang mewujudkan kebaikan.

GB.206:2
Doa : (Ya Tuhan, perlengkapi kami dengan hikmat-Mu agar kata dan karya kami memberi sumhangsih bagi bertambahnya kabaikan)




MINGGU VI SESUDAH EPIFANIA
JUMAT, 17 FEBRUARI 2017
Renungan Malam
GB 71:1 -Berdoa
MENJADI SAHABAT TUHAN

Amsal 8:22-36
Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia. (ay.35)

Mencari teman itu mudah, tapi mencari sahabat itu susah. Rasanya ungkapan ini ada benarnya Karena banyak orang yang mengaku "teman" tapi mendadak hilang bak ditelan burni ketika persoalan meianda kehidupan kita. ltu sebabnya kita sering mendengar istilah "teman makanleman";tidak pernah kita mendengar istilah "sahabat makan sahabat."Ya, sahabat adalah sosok yang setia dalam suka dan duka. Sahabat seiati menjadi harta berharga yang tak tertandingi dengan apapun.

Hal yang mau ditonjolkan dalam perikop firman Tuhan saat ini adalah bahwa hikmat berasal dari Tuhan dan dengan demikian, untuk menjadi pribadi yang berhikmat, kita harus membangun persahabatan dengan Tuhan (ay. 33). Di dalamnya kita membangun kesetiaan dan kesabaran setiap waktu, tidak hanya ketika sedang senang, tetapi juga ketika kesusahan datang melanda [ay. 34).|ni|ah makna dari ungkapan seriap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga pintu gerbangku. Lebih daripada itu persahabatan dengan Tuhan akan mendapatkan hidup dan Tuhan berkenan akan dia (ay. 35). Sungguh suatu janji yang manghangatkan hati.

Pertanyaannya sekarang. sudahkah Rita "bersahabat" dengan Tuhan setiap hari? Ataukah kita hanya mau bersahabat dengan Tuhan di kaia senang, dan jika susah kita mundur pelan-pelan laiu berbalik arah? Jangan-jangan kita hanya "merasa" kalau kita ini sahabat Tuhan, padahai sesungguhnya kita hanya "teman"-Nya yang bisa dengan tega meninggalkan-Nya sewaktu-waktu. Tidak hanya itu, kita bisa dengan mudah beralih dari apa yang kita yakini hanya Karena materi atau pujian duniawi. lnilah waktunya bagi kita untuk memilih dan lihatlah konsekuensi dari pilihan yang kita ambil {ay. 35-36}. Semoga kita memilih dengan biiak khususnya dalam komitmen yang akan kita ambil di rnalam ini. Tuhan senantiasa mengiringi hidup kita dalam hikmat yang seiati! Selamat bennimpi indah SahabatTuhan.

GB.71:3
Doa: (Ya Tuhan, herikanlah kami hikmat-Mu supaya kami hidup berakal budi dan menjauhkan dlri dari parbuatan yang merusak diri kami dan sesama)

Label:   Amsal 8:22-36 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 18 FEBRUARI 2017 - HIKMAT TUHAN = HADIAH DARI TUHAN Amsal 9:10-18 - MINGGU VI SESUDAH EPIFANIA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB KAMlS, 16 FEBRUARI 2017 - CENDEKIAWAN ALLAH Amsal 8:10-12 - MINGGU VI SESUDAH EPIFANIA

Garis Besar Amsal





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 22 September - Ezra 2; Mazmur 1, 121

Hari ini, 22 September - Maz 106:47-107:5, Yes 30-31, 2 Kor 12:11-21, Ams 25:1-2


Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2017..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Latest Christian Song







Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 22 September 2019
On My Own - Ashes Remain

Minggu, 22 September 2019
God's Not Dead - Newsboys

Minggu, 22 September 2019
Gone - Elevation Worship

Sabtu, 21 September 2019
Burdens - Jamie Kimmett

Jumat, 20 September 2019
We're A Winner - Phillip Bailey

Jumat, 20 September 2019
Vaya (Go With Love) - Phillip Bailey

Jumat, 20 September 2019
Truimph - Phillip Bailey

Kamis, 19 September 2019
Oh Jesus! - Mercy Chinwo

Kamis, 19 September 2019
Quiet Time (2): 1 Hour Soaking Worship Songs (Kim Walker, Hillsong, Israel Houghton)

Kamis, 19 September 2019
Free - Hillsong

Kamis, 19 September 2019
Hear My Song, Lord - Gaither Vocal Band

Kamis, 19 September 2019
Give God the Glory - Marcus Jordan

Kamis, 19 September 2019
Beautiful - Jonas Rayme

Kamis, 19 September 2019
Yes, I Know - Gaither Vocal Band

Minggu, 15 September 2019
How I love You - Christy Nockels

Minggu, 15 September 2019
Forever Faithful (Love Song for Jesus) - Lifebreakthrough

Minggu, 15 September 2019
Glory To The King - Hillsong

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   renungan harian katolik tanggal 22 september 2019,   kotbah 1 tesalonoka 3:6-8,   tafsiran mazmur 40:7-11,   Renungan harian bacaan dan mazmur minggu 22 September 2019,   Lagu kidung jemaat kristen protestan,   jamita minggu efesus 4:7-16,   Lagu kidung jemaat kristen protestan,   ayat Alkitab persembahan untuk anak anak,   renungan harian katolik 22 september 2019,   renungan harian katolik 22 september 2019,   lagu rohani easy worship,   lagu penutup ibadah,   lagu rohani pdt erastus sabdono,   Kesimpulan dari dosa , anugerah , pertobatan , pengampunan dan hidup baru,   lagu rohani untuk persembahan,   kidung ceria bilasangkakala,   not lagu nyanyian kidung baru 201,   tafsiran Yosua 24:13-25,   Bahan khotbah Josua 24:13-25,   sabda bina teruna septembr 2019,   inti korbah JOSUA 24:13-25,   jamita josua 24:13-25,   download MP3 lagu lagu di lagu sion acapella,   yosua 23 13-25,   renungan yesaya 27:1-5,   Khotbah 1tesalonika3,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   khotbah yosua 24:13-25,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   chord dipintumu ku datang dan,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   Ilustrasi kotbah josua,   renungan harian hkbp 2019 mazmur 40:7-11,   amos 8 ayat 4 penjelasan,   Ilustrasi kotbah josua,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   renungan matius 5:21-26,   amos 8 ayat 4 penjelasan,   khotbah lukas 16:10-18,   nyanyian rohani 136,   kmm 1 notasi,   jamita na marhata batak Josua 24:13-25,   lagu persembahan pastekosta lama,   1 petrus 3 : 8-12,   Injil Renungan Minggu 22 September 2019,   khotbah yosua 24:13-25,   1 petrus 3 : 8-12,   bina anak gmim bln september,   renungan gpib hari ini september,   khotbah yosua 24:13-25,   bahan renungan alkitab 1 yohanes pasal 1 ayat 1 sampai 6,   khotbah yeremia 8:18-22 mendua hati,   khotbah yeremia 8:18-22 mendua hati,   ilustrasi untuk bacaan ulangan 30 : 15-20 untuk sekolah minggu,   khotbah dari gal 4:18÷20,   nyanyian masmur minggu 22 september 2019,   kidung muda mudi 87,   Khotbah amos 8:4-8,   Khotbah amos 8:4-8,   Khotbah amos 8:4-8,   tafsiran amos 8:4-6,   download kidung keesaan gratis,   bahan khotbah ester 4:1-17,   kidung kaesaan,   khotbah yosua 24:13-25,   khotbah yosua 24:13-25,   kidubg kaesaan 6,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah ibadah syukur setahun kepergian ibu yang terkasih,   khotbah ibadah syukur setahun kepergian ibu yang terkasih,   lagu sesudah pembacaan alkitab,   download lg soraklah alleluya katolik,   khotbah lukas 16: 10-18,   renungan kis,   khotbah yosua 24:13-25,   instrumen lagu rohani mp3,   khotbah minggu 22 september 2019 Yosua 24:13-25,   khotbah yosua 24:13-25,   kmm 33,   Khotbah amos 8:4-8,   sabda bina umat online,   notasi nkb 122,   nkb 122 dengan not,   kotbah josua 24 13 25,   kotbah josua 24:13-25,   kotbah josua 24:13-25,   jangan mengusik orang2 yg Kuurapi, renungan,   Khotbah minggu tanggal 22 sep 2019 yosua 24:13-25,   lagu-lagu rohani katolik 2019,   khotbah mazmur 40:7-11,   khotbah mazmur 40:7-11,   lagu gms,   bina anak gmim bln september,   tema ibadah hki 22 september 2019,   mars pelkat pa,   mars pelkat pa,   lagu kidung jemaat awal pesta,   ku daki jalan mulia chord,   youtube kc 184 bermacam-macam anak,   youtube kc 184 bermacam-macam anak,   lagu bermacam-macam anak,   Kotbah:yosua 24:13-25,   khotbah bilangan 27,   lagu untuk persembahan,   Tertwa lgu rohni,   ilustrasi khotbah lukas 16:10-18,   renungan roma 12:1-8 menjalani kehidupan ibadah yang sejati,   khotbah amos 8: 4-8,   Album rohani john tanamal,   khotbah amos 8: 4-8,   khotba Roma 1:10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk men,   khotba Roma 1:10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk men,   Renungan amos 8:5,   kmm 33,   kmm 2,   lagu gereja baru,   lagu rohani senja membayang di batas hari,   gambar meja persembahan di gereja,   kmm 2,   kmm 2,   kmm 2,   lagu rohani senja membayang di batas hari,   lagu rohani senja membayang di batas hari,   lirik lagu setelah ibadah,   KPPK 3,   yosua 24:13-25,   Renungan untuk ibadah minggu tgl 22 september 2019,   kmm 33,   kmm 33,   lagu penutup ibadah,   khotbah amos 8:4-8,   40 lagu rohani kristen,   lagu sebelum firman tuhan kidung jemaat,   Renungan..Amos.8:4-8,   Khotbah Flp 1 9- 11,   renungan kristen mazmur 40:7-11 renungan raja wali,   pergaulan buruk merusak,   Khotbah kematian 2samuel 12:18-23,   khotbah amos 8: 4-8,   ilustrasi untuk bacaan ulangan 30 : 15-20 untuk sekolah minggu,   tata ibadah penghiburan,   lagu kidung keesaan,   chord.gitar ku daki jalan mulia,   Renungan Harian GMIT 1 Timotius 6:2b-10,   download mp3 lagu kristen arab above all arabiac song,   ku mengasihi tuhan gb 238,   contoh-contoh pendalaman kotbah kejadian 21:18-13,   khotbah lukas 17 : 5 - 10,   download mp3 lagu kristen arab,   download mp3 lagu kristen arab,   renungan rut 4,   download mp3 lagu kristen arab,   tuhan telah berjanji mp3,   tgl 22 september 2019 tema hotbah gpib relasi kuasa yang menjadi berkat,   tgl 22 september 2019 tema hotbah gpib relasi kuasa yang menjadi berkat,   tgl 22 september 2019 tema hotbah gpib relasi kuasa yang menjadi berkat,   tgl 22 september 2019 tema hotbah gpib relasi kuasa yang menjadi berkat,   contoh hotbah ibadah minggu tgl 22 septmbr 2019 gpib bilangan 27 :1-12,   khotbah Mazmur 33:13-18,   donlod mp3 lagu kristen arab,   contoh hotbah ibadah minggu tgl 22 septmbr 2019 gpib bilangan 27 :1-12,   Khotba amos 8:4-8,   khotbah renungan amos 8 : 4-8,   khotbah lukas 17 : 1 - 10,   khotbah lukas 17 : 1 - 10,   lagu kidung jemaat awal pesta,   download lagu rohani mp3,   download lagu rohani kristen mp3 gratis,