Save Page
Kamis, 6 Juli 2017
MINGGU IV SESUDAH PENTAKOSTA
Kisah Para Rasul 11:1-18
Petrus mempertanggungjawabkan baptisan Kornelius di Yerusalem
11:1 Rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea mendengar, bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah. 11:2 Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan yang bersunat berselisih pendapat dengan dia. 11:3 Kata mereka: "Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka." 11:4 Tetapi Petrus menjelaskan segala sesuatu berturut-turut, katanya: 11:5 "Aku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi dan aku melihat suatu penglihatan: suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari langit sampai di depanku. 11:6 Aku menatapnya dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat dan binatang liar dan binatang menjalar dan burung-burung. 11:7 Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku: Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah! 11:8 Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak, sebab belum pernah sesuatu yang haram dan yang tidak tahir masuk ke dalam mulutku. 11:9 Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram! 11:10 Hal itu terjadi sampai tiga kali, lalu semuanya ditarik kembali ke langit. 11:11 Dan seketika itu juga tiga orang berdiri di depan rumah, di mana kami menumpang; mereka diutus kepadaku dari Kaisarea. 11:12 Lalu kata Roh kepadaku: Pergi bersama mereka dengan tidak bimbang! Dan keenam saudara ini menyertai aku. Kami masuk ke dalam rumah orang itu, 11:13 dan ia menceriterakan kepada kami, bagaimana ia melihat seorang malaikat berdiri di dalam rumahnya dan berkata kepadanya: Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus. 11:14 Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu. 11:15 Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita. 11:16 Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus. 11:17 Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?" 11:18 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: "Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup."


Penjelasan:




* Pembelaan Petrus ( Kis 11:1-18)

    Pemberitaan Injil kepada Kornelius merupakan suatu hal yang kita, para pendosa yang hina dan bukan orang Yahudi ini, patut renungkan dengan sukacita dan rasa syukur yang sangat besar, sebab peristiwa itu menyangkut terang yang dibawa kepada kita yang berdiam di dalam kegelapan. Karena peristiwa itu sangat mengejutkan bagi orang Yahudi, baik yang percaya maupun yang tidak percaya, pantaslah untuk mengetahui bagaimana peristiwa itu bisa diterima orang Yahudi dan apa komentar mereka tentang hal itu. Di sini kita melihat,
        I. Kabar itu segera tersiar sampai kepada jemaat di Yerusalem dan daerah sekitarnya. Kaisarea tidak begitu jauh dari Yerusalem, sehingga mungkin mereka langsung mendengar berita itu. Orang menyiarkan kabar itu, sebagian dengan maksud baik, sedangkan yang lain dengan maksud jahat. Dengan begitu, sebelum Petrus sendiri kembali ke Yerusalem, rasul-rasul dan saudara-saudara yang ada di sana serta yang di Yudea mendengar, bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah. Firman Allah di sini maksudnya ialah Injil Kristus, yang bukan hanya salah satu dari firman yang diucapkan Allah, melainkan firman Allah itu sendiri. Karena Injil Kristus adalah rangkuman dan pusat seluruh pewahyuan ilahi. Mereka menerima Kristus, karena nama-Nya ialah: "Firman Allah" (Why. 19:13). Tidak hanya orang Yahudi yang tersebar ke daerah-daerah orang bukan-Yahudi, dan orang-orang bukan-Yahudi yang telah menganut agama Yahudi, tetapi juga orang-orang bukan-Yahudi itu sendiri dibawa ke dalam persekutuan jemaat, sebab mereka telah menerima firman Allah. Padahal, sampai saat itu, bercakap-cakap dengan orang bukan-Yahudi masih dianggap sebagai pelanggaran hukum. Ini artinya,
            1. Firman Allah telah diberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi, yang merupakan suatu kehormatan bagi mereka melebihi yang diperkirakan oleh orang-orang Yahudi. Namun saya heran mengapa ini harus menjadi hal yang aneh bagi orang-orang yang mendapatkan sendiri amanat untuk memberitakan Injil kepada segala makhluk. Walau begitu, memang sering orang berprasangka gara-gara sombong dan menganggap diri sendiri paling benar, sehingga menentang berbagai pengungkapan yang sangat jelas akan kebenaran ilahi.
            2. Firman Allah diterima dan diakui oleh orang-orang bukan-Yahudi dan menimbulkan pengaruh bagi mereka, yang lebih besar daripada yang diperkirakan oleh orang-orang Yahudi. Agaknya selama ini orang-orang Yahudi itu berpendapat bahwa tidak ada gunanya Injil diberitakan kepada orang-orang bukan-Yahudi. Ini karena begitu banyak bukti-bukti Injil yang digenapi dari Perjanjian Lama, sedangkan orang-orang bukan-Yahudi itu tidak menerima Perjanjian Lama. Orang Yahudi menganggap orang bukan-Yahudi tidak peduli pada agama, dan kemungkinan besar mereka juga tidak akan bisa dipengaruhi oleh agama. Oleh karena itu, mereka terkejut ketika mendengar bahwa orang bukan-Yahudi telah menerima firman Allah. Perhatikan, kita terlalu mudah berputus asa sebelum mencoba berbuat baik kepada orang-orang yang ternyata mudah diajar ketika kita melakukannya.
        II. Bahwa orang-orang Yahudi yang percaya menentang hal itu (ay. Kis 11:2-3). Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan yang bersunat, yaitu orang-orang Yahudi yang telah dipertobatkan dan masih memelihara pentingnya sunat, berselisih pendapat dengan dia. Mereka mengecam perbuatan Petrus yang telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka sebagai suatu kejahatan. Mereka beranggapan bahwa dengan berbuat demikian berarti Petrus telah menodai, jika bukan mengkhianati, kehormatan akan jabatan kerasulannya, sehingga harus dibawa ke hadapan jemaat. Begitu jauh mereka dari memandang Petrus sebagai orang yang tidak dapat berbuat salah, atau sebagai pemimpin tertinggi dari jemaat, di mana semua harus memberikan pertanggungjawaban kepada dia sementara ia tidak perlu bertanggungjawab kepada siapa pun. Perhatikanlah,
            1. Betapa celaka dan rusaknya gereja jika ia hanya menguasai gereja itu sendiri dan mengucilkan orang lain yang tidak sama dengan mereka dalam segala hal dari gereja dan manfaat sarana anugerah Allah. Ada jiwa-jiwa yang dangkal yang mengejar kekayaan gereja, seperti halnya ada orang-orang yang ingin mengumpulkan kekayaan dunia, dan ingin tinggal sendiri di dalam negeri. Orang-orang ini berpikir seperti Yunus, yang dalam rasa iri, merasa marah karena orang Niniwe menerima firman Allah, dan masih juga membenarkan diri dengan tindakan tersebut.
            2. Para pelayan Kristus tidak boleh menganggap aneh jika mereka dihakimi dan didebat, bukan hanya oleh musuh yang terang-terangan menyatakan diri, melainkan juga oleh orang-orang yang menyatakan diri sebagai teman mereka. Mereka dihakimi dan didebat bukan hanya karena kebodohan dan kejahatan mereka, tetapi karena perbuatan baik yang mereka lakukan dengan sempurna dan tepat pada waktunya. Walau begitu, jika kita telah membuktikan bahwa pekerjaan kita benar, maka kita dapat bersukacita seperti Petrus, tak peduli apa pun yang dikatakan oleh saudara-saudara kita. Barang siapa melayani Kristus dengan menyala-nyala dan berani harus siap diri bahwa ia akan dihakimi oleh mereka yang, dengan pura-pura beralasan waspada, bersikap dingin dan tidak peduli. Orang yang penuh simpati, murah hati, dan suka memberi sedekah, harus sudah menduga bahwa ia akan dihakimi oleh mereka yang congkak dan ketat dalam hal peraturan, yang berkata, Menjauhlah, nanti engkau menjadi kudus olehku (KJV: sebab aku lebih kudus daripadamu - pen.)
        III. Petrus memberikan penjelasan yang lengkap dan memadai tentang persoalan itu. Ia tidak menambah-nambah lagi pernyataan untuk membela diri atau meminta maaf untuk memuaskan hati mereka (ay. Kis 11:4), sebaliknya, Petrus menjelaskan segala sesuatu berturut-turut (KJV: dari awal - pen.) dan membiarkan mereka sendiri yang menilai apakah ia telah berbuat keliru. Sebab, semua itu jelas tampak sebagai pekerjaan Allah sendiri, bukan pekerjaannya.
            1. Petrus beranggapan bahwa sudah semestinya jika mereka memahami persoalan sebenarnya, maka mereka tidak akan menentang dia, dan justru memuji dia. Itu adalah suatu alasan yang bagus mengapa kita harus bersikap tenang dan menahan diri ketika sedang dihakimi. Sebab, jika kita mengerti benar apa yang begitu giat kita kerjakan, maka kita juga sudah bisa melihat akibat apa yang akan muncul. Ketika kita melihat orang lain melakukan sesuatu yang tampak mencurigakan, maka alih-alih menentang mereka, sebaiknya kita bertanya kepada mereka apa alasannya mereka berbuat demikian. Apabila kita tidak sempat bertanya, maka kita harus menduga-duga alasan yang terbaik mengenai hal itu, dan tidak menghakimi sebelum waktunya.
            2. Petrus sangat bersedia mendengarkan pendapat mereka, dan berusaha menjawab mereka. Dia tidak berkeras bahwa dialah yang menjadi pemimpin di antara para rasul. Pikirannya jauh dari anggapan bahwa ia memiliki kekuasaan semacam itu, seperti yang dikatakan oleh mereka yang mengaku-ngaku sebagai penerusnya. Ia juga tidak beranggapan bahwa sudah cukup hanya dengan mengatakan kepada mereka bahwa ia sudah puas dengan dasar yang dipakainya, sehingga mereka tidak perlu mempersoalkan hal itu. Namun, ia siap memberi pertanggungan jawab tentang pengharapan yang ada padanya mengenai orang-orang bukan-Yahudi itu, dan mengapa ia telah berbalik dari pendiriannya yang sebelumnya sebagai orang bersunat, yang tadinya sama dengan pendirian mereka. Kita memiliki kewajiban baik terhadap diri sendiri maupun terhadap saudara-saudara kita untuk menjelaskan tindakan kita di dalam terang yang benar, yang pada mulanya kelihatan jahat dan menyinggung hati orang lain, supaya kita bisa menyingkirkan batu sandungan dari jalan saudara-saudara kita itu. Mari sekarang kita melihat apa yang disampaikan Petrus untuk membela diri.
                (1) Bahwa ia telah mendapat perintah melalui sebuah penglihatan supaya tidak lagi membeda-bedakan seperti yang telah dibuat oleh hukum Taurat yang sifatnya upacara atau lahiriah saja. Ia menceritakan penglihatan itu (ay. Kis 11:5-6) seperti yang telah kita ketahui sebelumnya (10:9 dst.). Sementara di dalam pasal 10 dikatakan bahwa kain itu diturunkan ke tanah, di sini ia mengatakan bahwa kain itu sampai di depannya. Hal ini menyiratkan bahwa penglihatan tersebut merupakan petunjuk yang secara khusus ditujukan kepadanya. Maka dari itu, kita harus melihat semua pewahyuan diri Allah, yang ditunjukkan-Nya di hadapan anak-anak manusia, dan sampai kepada kita perlu selanjutnya diterapkan dengan iman pada diri kita sendiri. Hal lain yang ditambahkan di sini ialah ketika kain itu sampai di depannya, Petrus menatapnya dan memperhatikannya (ay. Kis 11:6). Jika kita diberi tahu tentang perkara-perkara ilahi, maka kita harus mengarahkan pikiran kepada hal-hal itu dan memperhatikannya. Petrus memberi tahu orang-orang Yahudi itu tentang perintah yang telah diterimanya supaya memakan segala macam daging tanpa membeda-bedakan, dan tidak mempertanyakan hati nuraninya (ay. Kis 11:7). Tampaknya, sesudah datangnya air bah, barulah manusia diperbolehkan makan daging (Kej. 9:3). Kemudian, izin itu dibatasi oleh hukum Taurat. Namun sekarang semua pembatasan itu sudah dicabut, dan manusia dibebaskan untuk makan segala daging. Bukanlah kehendak Kristus untuk mencegah kita menggunakan segala penghiburan yang dapat diperoleh dari segala makhluk ciptaan dengan hukum apa pun selain dengan hukum penguasaan diri. Juga, Ia menghendaki kita untuk lebih mengutamakan makanan yang membawa kita kepada kehidupan kekal daripada makanan yang membinasakan hidup. Petrus berkata bahwa tadinya ia juga sama seperti mereka dalam sikap antipatinya bergaul dengan orang-orang bukan-Yahudi atau memakan makanan mereka, dan karena itu, ia tidak mau ketika diberi kebebasan untuk bertindak sebaliknya. Tidak, Tuhan, tidak, sebab belum pernah sesuatu yang haram dan yang tidak tahir masuk ke dalam mulutku (ay. Kis 11:8). Namun, dari sorga ia diberi tahu bahwa peraturan mengenai hal itu sudah diubah, dan Allah sudah menahirkan orang-orang bukan-Yahudi serta berbagai hal yang tadinya tercemar itu. Dan karena itu ia tidak boleh lagi menyebut mereka haram, atau menganggap mereka tidak layak untuk berbaur dengan orang-orang bersunat yang istimewa ini (ay. Kis 11:9). Dengan demikian, ia tidak bisa dipersalahkan karena berubah pikiran, sebab Allahlah yang telah mengubah pokok permasalahannya. Dalam perkara-perkara semacam ini, kita harus bertindak sesuai dengan terang yang kita miliki sekarang ini. Namun, kita tidak boleh berpegang terlalu kuat pada pandangan kita tentang hal itu sehingga menjadi berprasangka terhadap pengungkapan-pengungkapan baru, karena mungkin persoalan itu bisa berubah menjadi sebaliknya atau tampak sebaliknya. Mungkin Allah juga akan menyatakannya kepada kita (Fil. 3:15). Selain itu, supaya mereka yakin bahwa ia tidak tertipu, Petrus memberi tahu mereka bahwa penglihatan itu terjadi sampai tiga kali (ay. Kis 11:10). Perintah yang sama, yaitu untuk menyembelih dan memakan, dan alasan yang sama, yaitu bahwa apa yang telah dinyatakan tahir oleh Allah tidak boleh disebut haram, diulangi untuk kedua dan ketiga kalinya. Dan, untuk menegaskan lebih jauh kepadanya bahwa itu adalah penglihatan ilahi, hal-hal yang dilihatnya itu tidak hilang begitu saja, tetapi semuanya ditarik kembali ke langit, yaitu dari mana mereka turun.
                (2) Bahwa ia mendapat tuntunan khusus dari Roh Kudus untuk ikut dengan para utusan yang disuruh oleh Kornelius. Supaya jelas bahwa penglihatan itu dimaksudkan untuk meyakinkannya tentang hal ini, Petrus menjelaskan kepada mereka kapan para utusan itu datang, yaitu segera sesudah ia mendapat penglihatan itu. Juga, supaya jangan sampai hal ini pun tidak cukup untuk meyakinkan dia, Roh Kudus menyuruh dia pergi bersama mereka yang diutus dari Kaisarea itu, dengan tidak bimbang (ay. Kis 11:11-12). Meskipun orang-orang yang hendak didatanginya dan yang berangkat bersamanya itu bukan orang Yahudi, ia tidak boleh ragu pergi bersama mereka.
                (3) Bahwa ia mengajak beberapa orang saudara seiman untuk pergi bersamanya, yaitu dari golongan bersunat, supaya mereka bisa diyakinkan seperti dirinya. Orang-orang ini dibawanya dari Yope, supaya bersaksi baginya terhadap kecaman yang akan diterimanya, karena ia sudah memperkirakan bahwa ia akan mendapatkan kecaman mengenai hal itu. Petrus tidak bertindak secara sembarangan, tetapi dengan cermat. Ia tidak bertindak secara gegabah, tetapi dengan tujuan yang jelas.
                (4) Bahwa Kornelius juga mendapat penglihatan, dan berdasarkan penglihatan itu ia dituntun untuk menyuruh orang pergi kepada Petrus (ay. Kis 11:13). Ia menceritakan kepada kami, bagaimana ia melihat seorang malaikat berdiri di dalam rumahnya, yang berkata kepadanya: Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus. Perhatikan, alangkah baiknya jika orang-orang yang memiliki persekutuan dengan Allah dan terus berhubungan dengan sorga, saling membandingkan pengalaman mereka, serta membicarakannya satu sama lain. Dengan demikian, mereka dapat saling menguatkan iman. Melalui penglihatan Kornelius, Petrus menjadi lebih yakin bahwa penglihatannya memang benar. Sedangkan Kornelius diteguhkan oleh penglihatan Petrus. Dalam pasal ini ada tambahan mengenai apa yang dikatakan malaikat kepada Kornelius. Sebelumnya disebutkan bahwa "Suruhlah orang untuk menjemput Petrus" (Dalam KJV ditambahkan, "dan ia akan memberi tahu kamu mengenai apa yang harus kamu lakukan" - pen.) (10:6, 32), tetapi di sini dikatakan, "Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu (ay. Kis 11:14), dan karena itu sangatlah penting bagimu, dan sangat besar manfaatnya untukmu, jika kamu menyuruh orang pergi kepadanya." Perhatikan,
                    [1] Perkataan Injil adalah perkataan yang sanggup menyelamatkan kita secara kekal. Bukan hanya dengan mendengar dan membacanya, melainkan dengan percaya dan menaatinya. Perkataan Injil membentangkan keselamatan di hadapan kita, dan menunjukkan kepada kita apa keselamatan itu. Perkataan Injil membuka jalan keselamatan bagi kita. Apabila kita mengikuti cara yang digambarkannya kepada kita, maka kita pasti akan selamat dari murka Allah dan kutuk, serta akan berbahagia selama-lamanya.
                    [2] Barangsiapa menerima Injil Kristus, keluarganya juga akan mendapatkan keselamatan yang dibawa oleh Injil itu. "Keselamatan akan datang bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu. Engkau dan anak-anakmu akan menjadi bagian dalam kovenan, dan memperoleh sarana keselamatan. Rumahmu juga akan terbuka untuk memperoleh manfaat keselamatan, oleh karena percaya mereka, seperti halnya dirimu sendiri. Bahkan termasuk hambamu yang paling hina. Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini" (Luk. 19:9). Sampai saat itu, keselamatan menjadi milik orang Yahudi (Yoh. 4:22), tetapi sekarang keselamatan juga diberikan kepada orang-orang bukan-Yahudi seperti yang dahulu dilakukan kepada orang Yahudi. Janji, hak istimewa, dan sarana keselamatan itu disampaikan kepada semua bangsa dengan limpahnya dan seutuhnya, sesuai dengan seluruh tujuan dan maksudnya, seperti yang selama ini ditujukan bagi bangsa Yahudi.
                (5) Bahwa apa yang menjadikan persoalan ini tidak perlu diragukan lagi adalah turunnya Roh Kudus ke atas orang-orang bukan-Yahudi yang mendengar Injil. Peristiwa ini melengkapi bukti bahwa Allah memang berkehendak supaya Petrus membawa orang-orang bukan-Yahudi itu ke dalam persekutuan jemaat.
                    [1] Kebenaran itu jelas dan tidak dapat disangkal (ay. Kis 11:15). "Ketika aku mulai berbicara" (dan mungkin diam-diam Petrus merasakan keengganan di dalam hatinya sendiri, karena ragu apakah ia bertindak benar dengan memberitakan Injil kepada golongan tidak bersunat) "langsung turunlah Roh Kudus ke atas mereka dalam rupa tanda-tanda yang kelihatan, sama seperti dahulu ke atas kita, dan tidak mungkin ada kekeliruan dalam peristiwa itu." Melalui hal ini, Allah meneguhkan apa yang terjadi, dan menyatakan persetujuan-Nya akan hal tersebut. Jelas bahwa pemberitaan Injil itu dibenarkan ketika Roh Kudus diberikan. Rasul Paulus meyakini hal ini, ketika kemudian ia berbicara dengan tegas kepada jemaat Galatia: "Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?" (Gal. 3:2)
                    [2] Dalam peristiwa ini Petrus mengingat perkataan Gurunya, ketika Dia meninggalkan mereka (1:5): Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus (ay. Kis 11:16). Ini dengan jelas menyatakan bahwa,
                    Pertama, Roh Kudus adalah pemberian Kristus, dan merupakan hasil dan wujud dari janji-Nya, janji yang besar itu, yang ditinggalkan-Nya ketika Ia naik ke sorga. Jadi, tidak diragukan lagi bahwa dari Dialah pemberian itu berasal, dan bahwa Dialah yang memenuhi mereka dengan Roh Kudus. Sebagaimana Roh Kudus dijanjikan melalui mulut-Nya, demikian pula Roh Kudus dinyatakan melalui tangan-Nya, dan menjadi tanda dari perkenanan-Nya.
                    Kedua, karunia Roh Kudus itu adalah semacam baptisan. Mereka yang menerimanya dibaptis dengan Roh Kudus dalam cara yang lebih sempurna daripada baptisan mana pun, bahkan termasuk baptisan air yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis sendiri.
                    [3] Dengan membandingkan janji itu, demikian yang tertulis, dengan karunia yang baru saja dicurahkan ini, ketika mulai timbul pertanyaan apakah orang-orang ini seharusnya dibaptis atau tidak, Petrus menyimpulkan bahwa pertanyaan itu telah dijawab oleh Kristus sendiri (ay. Kis 11:17): Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita - memberikannya kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, dan kepada mereka pada waktu mereka mulai percaya kepada-Nya - Bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia? Bisakah aku menolak untuk membaptis mereka dengan air, padahal Allah telah membaptis mereka dengan Roh Kudus? Bisakah aku menyangkal tanda yang ada pada mereka, sedangkan Ia telah mencurahkan hal yang ditandai oleh tanda itu kepada mereka? Tetapi aku, siapakah aku? Sanggupkah aku melarang Allah? Pantaskah aku mengendalikan kehendak ilahi, atau menentang kebijakan sorga?" Perhatikan, barangsiapa menjadi penghalang untuk memenangkan jiwa berarti menentang Allah, dan mereka yang berusaha menyingkirkan orang-orang yang telah dipersekutukan Allah dengan diri-Nya sendiri dari persekutuan mereka, sudah terlalu berani dalam berbuat.
        IV. Penjelasan yang diberikan Petrus mengenai persoalan ini memuaskan mereka, dan semuanya berakhir dengan baik. Demikianlah, ketika kedua suku dan suku yang setengah itu (suku Ruben, Gad, dan Manasye - pen.) memberikan penjelasan kepada imam Pinehas dan para pemimpin umat Israel mengenai tujuan dan arti sesungguhnya mengapa mereka membangun sebuah mezbah di tepi sungai Yordan, pertentangan pun berhenti, dan Pinehas serta para pemimpin umat Israel menganggap hal itu baik (Yos. 22:30). Ada orang yang, jika sudah menuduh seseorang, akan berpegang pada tuduhan itu, meskipun kemudian nyata bahwa tuduhan itu keliru dan tidak berdasar. Namun tidak demikian halnya yang terjadi di sini. Karena saudara-saudara ini, meskipun mereka dari golongan bersunat, dan sangkaan mereka keliru, ketika mendengar hal ini,
            1. Mereka membatalkan tuduhan mereka. Mereka diam saja, dan tidak berkata apa-apa lagi untuk mendebat apa yang telah dilakukan Petrus. Mereka mengatupkan tangan pada mulut mereka, karena sekarang mereka mengerti bahwa Allahlah yang melakukan hal itu. Sekarang, orang-orang yang memegahkan diri dalam kebanggaan mereka sebagai orang Yahudi itu mulai melihat bahwa Allah menodai kebanggaan mereka, dengan membiarkan orang bukan-Yahudi mendapat bagian, dan mendapatkan bagian yang sama besar dengan mereka. Dan sekarang nubuatan itu telah digenapi, Engkau tidak akan lagi meninggikan dirimu di gunung-Ku yang kudus (Zef. 3:11).
            2. Mereka mengubah kecaman mereka menjadi puji-pujian. Mereka tidak hanya menahan diri supaya tidak berselisih dengan Petrus, tetapi juga membuka mulut mereka untuk memuliakan Allah atas apa yang telah diperbuat-Nya dengan dan melalui pelayanan Petrus. Mereka bersyukur karena kekeliruan mereka telah dibetulkan. Mereka juga bersyukur karena Allah telah menunjukkan rahmat yang besar bagi orang-orang bukan-Yahudi yang malang itu lebih daripada yang mau mereka tunjukkan kepada bangsa-bangsa tersebut. Mereka berkata, "Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup." Allah tidak hanya telah mengaruniakan sarana pertobatan kepada orang bukan Yahudi, dengan membukakan pintu bagi para pelayan-Nya untuk masuk ke tengah-tengah mereka, tetapi Ia juga mengaruniakan pertobatan, dengan memberikan Roh Kudus kepada mereka. Ke mana pun Roh Kudus pergi, Dia menjadi Penghibur, yang mula-mula menginsafkan dan menyingkapkan dosa serta akibatnya, dan setelah itu Ia menunjukkan Kristus dan sukacita yang ada di dalam Dia. Perhatikan,
                (1) Pertobatan, jika dilakukan sungguh-sungguh, mendatangkan kehidupan. Ia membawa kepada kehidupan rohani. Barangsiapa sungguh-sungguh bertobat dari dosa mereka membuktikan pertobatan itu dengan menjalani hidup yang baru, yang kudus, sorgawi dan ilahi. Mereka yang oleh karena pertobatannya mati terhadap dosa, hidup bagi Allah sejak saat itu. Pada saat itu, dan tidak akan terjadi sebelum saat itu, kita mulai benar-benar hidup, dan itu akan terus berlangsung sampai kehidupan kekal. Semua petobat yang sejati akan hidup, yakni, mereka akan dipulihkan untuk kembali mendapatkan anugerah Allah, yang adalah hidup, dan lebih baik daripada hidup. Mereka akan dihibur dengan jaminan bahwa dosa mereka telah diampuni, dan akan mendapatkan tanda jaminan bahwa mereka pasti akan memperoleh kehidupan kekal, dan pada akhirnya akan menikmatinya.
                (2) Pertobatan adalah pemberian Allah. Tidak saja Dia memberikan anugerah-Nya secara cuma-cuma sehingga Dia menerima pertobatan kita, tetapi anugerah-Nya yang perkasa jugalah yang mengerjakan di dalam kita untuk bertobat, yang menjauhkan dari kita hati yang keras dan memberikan kita hati yang taat. Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur. Dia sendirilah yang menyediakan anak domba ini.
                (3) Di mana pun Allah bermaksud memberikan kehidupan, di situ Ia mempertobatkan. Sebab, hal ini merupakan persiapan yang diperlukan supaya kita bisa menikmati pengampunan yang dimeteraikan dan kedamaian sejati di dunia ini, serta melihat dan menikmati Allah di dunia yang lain.
                (4) Merupakan penghiburan besar bagi kita bahwa Allah telah meninggikan Anak-Nya Yesus, tidak hanya supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa ( Kis 5:31), tetapi juga bagi orang-orang bukan-Yahudi.



SBU

MINGGU IV ses. PENTAKOSTA
KAMIS, 6 JULI 2017
Renungan Pagi
GB.347:1 -Berdoa
SADARKANLAH SAUDARAMU

Kisah Para Rasul 11:1-16
Rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea mendengar, bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah. (ay.1)

Masa kampanye pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI memperlihatkan adanya perpecahan di dalam kelompok yang sama. Ada orang Islam yang menganggap saudara-saudaranya menyalahi ajaran Islam dengan mendukung calon Gubernur yang bukan beragama lslam. Ada juga orang Kristen yang menganggap salah sikap orang Kristen lain yang mendukung pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur yang beragama Islam. Orang hanya melihat dan memilih orang lain dari berdasarkan ukuran agamanya saja.
Hal serupa juga dijumpai dalam kehidupan orang Kristen mula-mula. Banyak pengikut Kristus mula-mula adalah orang Yahudi yang masih berpegang kuat pada tradisi Yahudi. Mereka cenderung menilai orang lain memakai ukuran Hukum Taurat, misalnya soal sunat. Kalau seseorang tidak bersunat, dia bukan bagian dari kelompok Yahudi (ay.3).

Bagi orang Kristen saat ini, kita akan menyambut dengan gembira orang yang menjadi pengikut Kristus, meskipun latar belakang mereka berbeda dengan kita. Tetapi tidak demikian dengan semua orang Kristen mula-mula saat itu. Rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea mungkin senang mendengar, bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima Firman Allah (ay.1), tetapi ada kelompok orang bersunat yang tidak suka ketika tahu bahwa Petrus masuk ke rumah mereka dan makan dengan mereka (ay.3). Karena itu mereka menyalahkan sikap Petrus dan berselisih dengannya. Tetapi Petrus dengan tenang menjelaskan dan meyakinkan mereka. Petrus berusaha menunjukkan bahwa ini bukan kehendak dia melainkan kehendak Allah (ay.4-16).

Tidak mudah bagi Petrus, tetapi dia memang harus menyadarkan saudara-saudaranya untuk bisa menerima orang dari luar kelompok mereka. Kita pun punya tanggung jawab yang sama untuk selalu mengingatkan saudara kita dan juga gereja untuk mau terbuka dan melayani orang di luar lingkungan gereja, bahkan yang berbeda agama dengan kita. Allah ingin agar kita bisa bersekutu dan saling menerima satu dengan yang lain, walaupun kita berbeda.

GB.347:2
Doa : (Ya Tuhan, mampukan kami untuk menolong saudara-saudara kami untuk melihat bahwa Engkau menci_ntai semua manusia)



MINGGU IV ses. PENTAKOSTA
KAMIS, 6 JULI 2017
Renungan Malam
GB.244-Berdoa
KASIH YANG SAMA

Kisah Rasul 11:17-18
Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita (ay.17)

Qrang tua tidak mungkin memberikan kasih sayang yang berbeda kepada anak-anaknya. Jika seorang akan menunjukkan prestasi atau perilaku yang baik dan orang tua memberikan pujian kepadanya, maka sudah tentu anak yang lain yang menunjukkan prestasi atau perilaku yang baikjuga akan mendapat pujian yang
sama. Jika manusia saja bisa berbuat demikian, apalagi Allah. Penulis lnjil Matius menggambarkan keadilan kasih Allah ini dengan ungkapan: "menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar" (Mat. 5:45).

Pemahaman tentang kasih Allah yang sama kepada semua orang inilah yang Petrusjelaskan kepada para pengikut Kristus dari golongan Yahudi atau bersunat. Pokok pefiekanan Petrus adalah Allah tidak hanya mengasihi orang-orang percaya dari golongan Yahudi atau yang bersunat saja, melainkan juga dari
kelompok orang-orang yang tidak bersunat. Kasih Allah kepada orang-orang percaya yang bersunat dan yang tidak bersunat sama. Buktinya karunia yang diterima orang-orang bersunat ketika mulai percaya kepada Yesus Kristusjuga menjadi karunia yang diberikan kepada Kornelius dan orang-orang yang bersa-
ma-sama dengannya (ay.17).Mereka menerima karunia yang sama, yaitu karunia pertobatan yang memimpin kepada hidup (ay18)

Jika Allah memberikan karunia yang sama kepada semua orang yang percaya kepadanya, apakah kita orang percaya akan membuat perbedaan dalam berbagi kasih dengan orang lain, dalam hal ini kita diingatkan akan hukum kasih: "kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" (Mk.12:31a). Kasih kita kepada warga gereja haruslah juga menjadi kasih yang sama kepada orang di luar gereja. Pelayanan diakonia kepada warga gereja haruslah juga menjadi pelayanan diakonia yang sama kepada warga di luar gereja. Hanya dengan begitu kita benar-benar meneladani Kristus.

GB.363 : 1,2
Doa : (Ya Yesus yang penuh cinta, mampukan kami untuk membagi kasih yang sama kepada sesama kami)




HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song
Jesus Is Risen Song





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 21 Mei - Pengkotbah 6-8

Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2017..

Hari ini, 21 Mei - Pengkotbah 6-8
rss lagu-gereja.com  Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392




Beli Kaos C59. Klik Disni

Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 17 Desember 2019 - Yesaya 13:4-5 - MINGGU ADVEN III Yesaya 13:4-5 Penjelasan Ayat

Khotbah Ibadah GPIB Senin, 16 Desember 2019 - Yesaya 12:4-6 - MINGGU ADVEN III Yesaya 12:4-6 Penjelasan Ayat

Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 15 Desember 2019 - MANUSIA BERKESEMPATAN UNTUK HIDUP DI DALAM DAMAI SEJAHTERA - Zefanya 3:9-15 (SGD) - HARI MINGGU ADVEN III Zefanya 3:9-15 Penjelasan Ayat
Janji keselamatan, Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, Engkau tidak akan mendapat malu, Umat yang rendah hati dan lemah, Sisa Israel, Bersorak-sorailah, hai putri Sion, Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu
Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 14 Desember 2019 - Mazmur 72:1-11 - MINGGU ADVEN II Mazmur 72:1-11 Penjelasan Ayat

Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 13 Desember 2019 - Mazmur 60:1-7 - MINGGU ADVEN II Mazmur 60:1-7 Penjelasan Ayat




Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate) *,
JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, Nyanyian Pujian, Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Jumat, 17 Mei 2019
Open Heaven - Influencers Worship

Jumat, 17 Mei 2019
Beautiful - Influencers Worship

Jumat, 17 Mei 2019
Dance Like It's Done - Influencers Worship

Jumat, 17 Mei 2019
Halellujah - Bob Dylan

Jumat, 17 Mei 2019
Precious Angel - Bob Dylan

Jumat, 17 Mei 2019
Blowin in The Wind - Bob Dylan

Jumat, 17 Mei 2019
Jokerman - Bob Dylan

Jumat, 17 Mei 2019
Pressing On [Toronto, April 1980] - Bob Dylan

Senin, 13 Mei 2019
God Is With Us - Casting Crowns

Senin, 13 Mei 2019
Here I Go Again - Casting Crowns

Senin, 13 Mei 2019
Love Them Like Jesus - Casting Crowns

Senin, 13 Mei 2019
Courageous - Casting Crowns

Jumat, 10 Mei 2019
Hallelujah - Tori Kelly

Jumat, 10 Mei 2019
You Make Me Brave - Lauren Daigle

Jumat, 10 Mei 2019
Oceans (Where Feet May Fail) - Lauren Daigle

Jumat, 10 Mei 2019
Lord, I Need You - Lauren Daigle

Jumat, 10 Mei 2019
How Great Thou Art - Lauren Daigle

Jumat, 10 Mei 2019
Because of Who You are - Agnes Monica

Minggu, 05 Mei 2019
Revelation Song - Tori Kelly

Minggu, 05 Mei 2019
How He Loves - Tori Kelly / Romulo Costa

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



Renungan Yeremia 49,   download lagu rohani Kristen dalam nama Yesus,   renungan GMIT efesus 5:1-21,   pertolonganku datang dari Tuhan lirik,   renungan efesus 2:11-22,   sbu 21 mei 2019,   kotbah efesus 2:11-,   khotbah mazmur 102:2-23,   injil persembahan syukur,   lagu Nama Yesus berkumandang,   lagu Nama Yesus berkumandang,   Free download lagu lagu pantekosta lama,   khotbah kisah para rasul 11:27-30,   kesimpulan imamat 25,   keluaran 3:1-14,   lagu PERSEMBAHAN SYUKUR,   ilustrasi mazmur 102,   pesalmen 102:2,3, 13-23,   lagu rohani barat ,   khotbah mazmur 102,   Hatorangan turpuk √ąpistel Psalmen 102:2-3, 13-23.,   Jamita psalmen102;2-3;13-23,   khotbah ulangan 24:17-18,   contoh doa penutup ibadah dan terima berkat,   ilustrasi kotbah mzm 102;2-3+13-23,   tafsiran Mazmur 102 13-23,   khotbah markus 3:13-15,   pengasihan angka 3312 8666,   lagu pengakuan dosa gmim,   contoh renungan/kotbah minggu paskah Iv,26 mei 2019,   judul lagu gms terbaru,   judul lagu gms terbaru,   kumpulan lagu untuk persembahan kolekte,   kumpulan lagu untuk persembahan kolekte,   khotbah mazmur 102 13-23,   renungan Kristen kejadian 17 : 1-16,   ilustrasi mazmur 102,   naviri kamu puji dengan riang,   nats persembahan syukur,   lagu pengumpulan persembahan,   tema khotbah minggu 26 mei 2019 di gpdi,   khotbah mazmur 88:1-19,   bahan khotbah Alkitab kisah para rasul 11 : 27 - 30,   khotbah pembalasan adalah hak tuhan,   Makna Kitab Imamat 11:1-23,   download lagu kj pkj nkb,   lagu persembahan kristen,   lagu pengakuan dosa kristen,   kumpulan lagu rohani tentang doa,   Lirik Lagu Rohani Kristen ... Kutemukan hati Bapa Dalam diri-Mu Yesus ... "Hormat Bagi Sang Bapa" Ho,   Khotbah Ezra 6 : 13 - 18 ,   jamita partangiangan hkbp psalmen 102:2-3,13-23,   Khotbah Ezra 6 : 13 - 18 ,   jamita minggu 26 mei 2019 rogate,   jamita minggu 26 mei 2019 rogate,   chord besar dan ajaib GB,   kj 224 dan not lagu,   psalmen 102 : 2- 3,13- 23 bagaimana maksutnya,   kumpulan lagu kontemporer kristen 2018-2019,   Khotbah Ezra 6 : 13 - 18 ,   ilustrasi mazmur 102,   khotbah jangkep 26 Mei 2019,   khotbah jangkep 26 Mei 2019,   khotbahmazmur102:13-23,   kidung ceria,   Kisah Para Rasul 16:13-15,   www.lagu rohani indonesia.com,   kesimpulan imamat 25,   lagu untuk persembahan ibadah,   Khotbah Ezra 6 : 13 - 18 ,   Kisah Para Rasul 16:13-15,   apa arti dari pembacaan alkitab penghotbah 11 ayat 10 dalam buku mana GKI,   LAGU UNTUK PEMBUKA IBADAH DARI KJ ATAU PKJ ATAU NKB,   mazmur 47 lagu,   khotbah mazmur 102:2-3,   ilustrasi kotbah mazmur102:2-23,   eksposisi 2 kor 10:15,   ayat mengumpulkan persembahan tema memberi hati,   eksposisi 2 kor 10:15,   eksposisi 2 kor 10:15,   mazmur 47 lagu,   air hidup bacaan 1 raja raja 21:17-19,   mazmur 47 lagu,   apa arti dari pembacaan alkitab penghotbah 11 ayat 10 dalam buku mana GKI,   air hidup bacaan 1 raja raja 21:17-19,   chord saat indah andy ambarita,   mazmur 47 lagu,   lagu kidung jemaat populer,   lagu praise gms,   lagu praise gms,   khotbah ibrani 11 1-7,   kumpulan lagu kontemporer kristen 2018-2019,   renungan efesus 2:17-22,   download gms worship,   sapaan kristen dukacita hari Senin, 20 Mei 2019,   kumpulan lagu untuk persembahan kolekte,   lagu penutup ibadah,   kotbah Mazmur 102:1-12,   lagu rohani untuk doa syafaat,   gmit matius 5:38-48,   tafsiran Mazmur 102:2-3, 13-23,   Download lagu gms terbaru,   kumpulan lagu ibadah persekutuan,   Pujian persembahan,   lagu rohani dengan partitur,   kusembah kau nikko lirik,   khotbah kristen gpib,   psalm 102:2-3,13-23 jamita partangiangan hkbp,   khotbah kristen gpib,    khotbah minggu 26 Mei 2019,    khotbah minggu 26 Mei 2019,   renungan kristen.yesaya 59:1,   renungan kristen.yesaya 59:1,   mazmur 102:13-23,   masmur 148 thema kepedulian Allah,   mazmur 102:13-23,   renungan kristen.yesaya 59:1,   lagu pengumpulan persembahan,   jamita partangiangan 2 timoteus 2:1-7,   eksposisi mazmur 102,   tata ibadah penghiburan,   kata sambutan natal 2018,   kata sambutan ketua panitia natal 2018,   khotbah ezra 6 13 - 18,   download lagu rohani menikmatibaitnya,   download lagu rohani menikmati baitnya,   bahan sermon ezra 6 13 18,   bahan sermon ezra 6 13 18,   minggu paslah VI 26 Mei 2019,   khotbah mazmur 102,   mazmur 102:2-3,12-22,   mazmur 102:2-3,12-22,   mazmur 102:2-3,12-22,   bacaan minggu tgl 26 mei 2019,   ezra 6 13-18,   kord lagu ku datang padamu tuhan dan rajaku,   lagu ku datang padamu tuhan dan rajaku,   Khotbah minggu uem tanggal 26 mei,   inilah hidupku bagai kain yang kotor chord,   khotbah katolik minggu 26 mei 2019,   inilah hidupku bagai kain yang kotor chord,   khotbah mazmur 102 : 13-23,   download lagu rohani kristen samuel,   partitur kj 370 dengan 4 suara,   lagu penyemhan,   khotbah lukas 11,1_13, rogatr,   lagu rohani untuk pernikahan,   lagu pengakuan dosa gmim,   lagu rohani untuk pernikahan,   lagu*Nyanyian rohani,   jamita partangiangan hkbp psalmen 102:2-3,13-23,   lagu pembukaan persekutuan,   jamita partangiangan hkbp psalmen 102:2-3,13-23,   jamita partangiangan hkbp psalmen 102:2-3,13-23,   ezra 6:13-18,   ezra 6:13-18,   jamita 25 mei 2019 rogate,   nyanyian rohani 9,   partitur koor untuk pentakosta,   lagu pujian pengakuan dosa HKBP,   lirik alangkah baik dan indahnya,   nyanyian rohani 9,   Khotbah minggu 19 mai 2019,   khotbah ezra 6 13 - 18,   midi lagu Hymne GKI,   no telpon gereja bogor,   lagu baru gms,   nyanyian rohani no 14,   nyanyian rohani no 14,   lirik lagu rohani untuk persembahan,   lagu baru gms,