Dilihat: 1571 x

Save Page

Minggu, 9 Juli 2017
MINGGU V SESUDAH PENTAKOSTA
Mazmur 119:1-8 SGD
Bahagianya orang yang hidup menurut Taurat TUHAN
119:1 Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. 119:2 Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati, 119:3 yang juga tidak melakukan kejahatan, tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya. 119:4 Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu, supaya dipegang dengan sungguh-sungguh. 119:5 Sekiranya hidupku tentu untuk berpegang pada ketetapan-Mu! 119:6 Maka aku tidak akan mendapat malu, apabila aku mengamat-amati segala perintah-Mu. 119:7 Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. 119:8 Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali.

Penjelasan:



*  Mzm 119:1-3 - 1. ALEPHALEF (

Mazmur ini lain daripada yang lain, tidak seperti mazmur-mazmur lainnya. Keunggulannya melebihi semua mazmur yang lainnya, dan tampil paling cemerlang di dalam seluruh rangkaian mazmur-mazmur tersebut. Mazmur ini jauh lebih panjang dibandingkan dengan mazmur-mazmur lain, lebih dari dua kali lipat mazmur yang mana saja. Walaupun demikian, ini bukan mazmur mazmur atau doa panjang yang dikecam Kristus, doa atau mazmur yang dibuat-buatlah yang dikecam-Nya. Karena itu, doa itu sendiri sebenarnya pada dasarnya baik dan pantas dipuji. Bagi saya, tampaknya mazmur ini merupakan kumpulan seruan kesalehan dan kesungguhan Daud. Nafas-nafas pendek dan mendadak saat jiwanya terangkat ke hadirat Allah ia tuangkan dalam bentuk tulisan saat semua itu terjadi dan pada masa akhir hidupnya. Semuanya ia kumpulkan dari buku hariannya yang tercecer, ditambahkan dengan banyak kata, dan diramu menjadi mazmur ini. Karena itu, jarang kita lihat ada kaitan erat di antara ayat-ayat, sehingga, seperti Amsal Salomo, mazmur ini dapat diibaratkan seperti sekotak perbendaharaan yang berisi banyak cincin emas, bukan seuntai mata rantai emas. Janganlah kita hanya belajar melalui contoh-contoh yang diberikan oleh sang pemazmur, untuk membiasakan diri dengan seruan-seruan kesalehan seperti itu, seruan yang dapat menjadi sarana istimewa untuk memelihara persekutuan yang berkelanjutan dengan Allah, serta menjaga hati tetap memenuhi syarat untuk menjalankan kewajiban keagamaan kita dengan penuh kesungguhan. Lebih dari itu, kita juga harus benar-benar memanfaatkan kata-kata pemazmur ini, baik untuk menggairahkan diri maupun untuk mengungkapkan kesungguhan kasih kita. Apa yang dikatakan sejumlah orang mengenai mazmur ini memang benar,

    I. "Orang yang membaca mazmur ini dengan cermat akan merasa bergairah atau sebaliknya merasa malu." Susunan mazmur ini sangat khas dan sangat cermat. Mazmur ini dibagi menjadi dua puluh dua bagian, sesuai jumlah huruf dalam abjad bahasa Ibrani, dan masing-masing bagian terdiri atas delapan ayat. Semua ayat pada bagian pertama dimulai dengan huruf AlephAlef, semua ayat pada bagian kedua dimulai dengan huruf Bet dan seterusnya. Semuanya dilakukan tanpa cacat dalam keseluruhan kitab ini. Uskup Agung Tillotson (dari Canterbury, Inggris abad ketujuh belas - pen.) berkomentar bahwa tampaknya terdapat lebih banyak kemahiran menggubah puisi dan bilangan di dalam mazmur ini daripada yang dapat kita pahami dengan mudah dari jarak waktu yang jauh ini. Sebagian orang menamakan mazmur ini sebagai abjad orang-orang kudus. Dari situ diharapkan supaya kita dapat lebih mudah mengingat-ingat, sama seperti mengingat abjad ABC kita sendiri. Mungkin penulis mazmur ini merasa sangat terbantu dengan menggunakan cara ini, karena dengan begitu ia harus berusaha mencari bahan pemikiran dan kemudian menelitinya supaya dapat memenuhi jatah setiap bagian. Begitu juga dengan huruf pertama yang harus digunakan pada setiap ayat, dapat membawanya pada sebuah kata yang akan membentuk sebuah kalimat yang indah. Semua itu cukup untuk membangkitkan segala sesuatu yang baik dalam tanah hati kita yang gersang. Bagaimanapun juga, cara ini sangat berguna bagi orang yang sedang belajar, dan memungkinkan mereka dapat menghafal dengan lebih mudah serta mengingatnya kembali pada saat diperlukan. Melalui huruf yang membentuk kata pertama, mereka dapat meneruskan menyusun sebuah ayat yang lengkap. Dengan demikian orang-orang muda akan lebih mudah belajar menghafal dan menyimpannya dalam ingatan, bahkan sampai masa tua mereka. Ada juga pihak-pihak yang merasa keberatan dengan cara ini karena dianggap terlampau kekanak-kanakan dan tidak bersungguh-sungguh, dan ini bisa terjadi karena seni acrostic (seni menggubah puisi atau teka-teki silang dengan menggunakan huruf tertentu yang sama dalam setiap baris untuk membentuk sebuah kata - pen.) sekarang sudah dianggap ketinggalan zaman. Bila ada yang beranggapan demikian, biarlah mereka mengetahui bahwa sesungguhnya pemazmur kerajaan menganggap rendah keberatan mereka ini. Ia adalah guru bagi anak kecil, dan jika cara ini memang berguna bagi mereka, dengan mudah ia mau menundukkan diri untuk itu. Jika cara ini tidak berguna, maka terlebih lagi ia sendiri lebih tidak berguna lagi.
    II. Lingkup dan rancangan umum mazmur ini adalah untuk mengagungkan Hukum Taurat dan membuatnya menjadi terhormat. Juga, untuk menggambarkan keistimewaan dan kegunaan wahyu ilahi serta menganjurkannya kepada kita, bukan hanya untuk penghiburan kita, melainkan juga untuk pengendalian diri kita. Melalui contoh yang dipaparkan berdasarkan pengalamannya sendiri, pemazmur menunjukkan manfaat dan kesan baik yang ditimbulkan hukum ini pada dirinya. Untuk itulah ia mengucap syukur kepada Allah, dan berdoa dengan sungguh mulai sejak awal sampai akhir penulisan mazmur ini demi kelangsungan anugerah Allah di dalam dirinya, guna membimbing dan membangkitkan gairah diri dalam menjalankan kewajiban ibadahnya. Terdapat sepuluh kata berbeda yang digunakan untuk menyebut wahyu ilahi dalam mazmur ini, dan semuanya merupakan kata yang searti, masing-masing mengungkapkan keseluruhan lingkup mazmur ini (yang menunjukkan apa yang diharapkan Allah dari kita dan apa yang dapat kita harapkan dari Dia), serta tata hidup keagamaan yang dibangun di atasnya dan dipimpin olehnya. Hal-hal yang terkandung dalam Kitab Suci dan digunakan dalam mazmur ini, di sini disebut sebagai,
        1. Taurat TUHAN, karena Taurat ditetapkan oleh-Nya sebagai Kedaulatan tertinggi atas kita.
        2. Jalan-Nya, karena jalan-Nya adalah ketentuan perihal penyelenggaraan-Nya dan juga ketaatan kita.
        3. Peringatan-peringatan-Nya, (kjv: "kesaksian" - pen.) karena peringatan-peringatan ini sungguh-sungguh telah dinyatakan kepada dunia dan telah terbukti tidak mengandung pertentangan di dalamnya.
        4. Perintah-perintah-Nya, karena perintah-perintah ini diberikan dengan kuasa, dan (seperti yang ditunjukkan kata itu) tinggal di dalam kita dalam bentuk kepercayaan.
        5. Titah-titah-Nya, karena titah-titah ini dikeluarkan bagi kita, dan tidak boleh dibiarkan begitu saja.
        6. Firman-Nya atau perkataan-Nya, karena firman itu merupakan pengungkapan buah pikiran-Nya, dan Kristus, Sang Firman kekal yang hakiki, menjadi segala-galanya di dalam Firman-Nya itu.
        7. Hukum-hukum-Nya, karena hukum-hukum-Nya dibingkai dalam kebijaksanaan yang tidak terbatas, dan karena dengan hukum inilah kita akan menghakimi dan dihakimi.
        8. Keadilan-Nya, karena semua hukum-Nya itu kudus, adil, dan baik, serta menjadi pedoman dan norma keadilan.
        9. Ketetapan-ketetapan-Nya, karena ketetapan-ketetapan itu bersifat tetap dan pasti, serta menjadi kewajiban turun-temurun.
        10. Kebenaran atau kesetiaan-Nya, karena dasar-dasar yang di atasnya Taurat ilahi dibangun merupakan kebenaran kekal.
    Saya kira hanya ada satu ayat (yakni ay. 122) dari keseluruhan mazmur yang panjang ini yang tidak memakai salah satu dari sepuluh kata di atas. Selain itu hanya ada tiga atau empat ayat yang digunakan berkaitan dengan pemeliharaan Allah atau perbuatan Daud (ay. 75, 84, 121), dan dalam ayat 132 disebut nama Allah. Penghargaan dan kasih Daud terhadap firman Allah inilah yang patut lebih dikagumi, mengingat betapa sedikitnya firman tertulis yang dimilikinya pada masa itu dibandingkan dengan yang sekarang kita miliki. Firman Allah yang tertulis pertama kali mungkin hanyalah kitab-kitab Musa, yang baru merupakan fajar dari keseluruhan wahyu Allah. Kenyataan ini seharusnya membuat kita merasa malu, karena sekarang kita boleh menikmati sepenuhnya penyingkapan wahyu ilahi yang lengkap, tetapi kita justru bersikap begitu dingin terhadap firman tersebut. Dalam menyanyikan mazmur ini, ada hal yang perlu dilakukan oleh jiwa yang telah dikuduskan, yaitu harus mengungkapkannya dengan kasih kesalehan yang melimpah dan beragam. Di dalam mazmur ini kita mendapati bahwa kita harus memberikan kemuliaan bagi Allah, baik sebagai penguasa maupun sebagai penolong agung kita. Di dalamnya kita dapat mengajar dan mendidik diri sendiri dan juga saling mengajar satu sama lain (begitu banyak didikan dan teguran yang kita temukan di sini perihal kehidupan yang saleh). Di dalamnya kita juga dapat menghibur dan mendorong diri sendiri dan orang lain, karena ada begitu banyak pengalaman manis dari seseorang yang telah menjalani kehidupan seperti itu. Inilah petunjuk yang sesuai untuk digunakan pada setiap perkara orang Kristen. Adakah yang menderita? Adakah yang bersukacita? Masing-masing akan menemukan mana yang sesuai dengan dirinya. Mazmur ini sekali-kali tidak mengulang-ulang pokok bahasan yang sama sebagaimana anggapan orang-orang yang membacanya dengan tergesa-gesa. Jika kita merenungkan firman ini sebagaimana seharusnya, kita akan mendapati bahwa hampir setiap ayat memiliki pengertian baru dan ada sesuatu yang hidup di dalamnya. Seperti dalam mazmur-mazmur Daud lainnya, mazmur ini juga mengajar kita untuk menjalankan ibadah kita dengan penuh pengertian, baik dalam ibadah pribadi maupun ketika bersama orang lain yang bergabung bersama kita. Karena biasanya, kasih orang Kristen yang masih lemah khususnya, akan lebih mudah dibangkitkan oleh ungkapan-ungkapan singkat dengan sedikit arti daripada yang panjang-panjang dan melelahkan. ) 119:1-8)
    1. ALEF (א) 119:1-8 (119:1-3)
    Di sini pemazmur menunjukkan bahwa orang-orang saleh adalah orang yang berbahagia. Mereka adalah orang-orang yang sungguh-sungguh diberkati dan akan tetap demikian. Kebahagiaan penuh adalah sesuatu yang selalu kita tuju dan kejar. Di sini, ia tidak mengatakan dalam kebahagiaan itu ada hal-hal apa saja. Tetapi, cukuplah bagi kita untuk mengetahui apa yang harus kita lakukan dan dengan demikian kita dapat mencapai kebahagiaan itu, dan itulah yang dikatakannya kepada kita di sini. Semua orang ingin berbahagia, tetapi hanya sedikit yang mau menempuh jalan yang benar. Di sini Allah menunjukkan jalan yang benar itu, jalan yang pasti akan berakhir dalam kebahagiaan, meskipun jalan itu sesak dan sempit. Kebahagiaan diperuntukkan bagi orang benar, semua bentuk kebahagiaan. Sekarang amatilah ciri-ciri orang-orang yang berbahagia itu. Orang-orang yang berbahagia adalah,
        1. Orang-orang yang menjadikan kehendak Allah sebagai pedoman bagi semua perbuatan mereka serta mengendalikan perilaku mereka sesuai dengan pedoman itu, mereka hidup menurut Taurat TUHAN(ay. 1). Firman Allah menjadi Taurat bagi mereka, bukan hanya dalam hal-hal tertentu saja, melainkan juga dalam semua cara mereka berperilaku. Mereka berjalan sesuai petunjuk Taurat itu, petunjuk yang tidak berani mereka langgar dengan melakukan sesuatu yang terlarang. Mereka berjalan di dalam jalan-jalan Taurat itu, yang tidak akan pernah mereka remehkan, tetapi berlari-lari kepada tujuan, menyelaraskan setiap langkah dengan pedoman itu dan tidak pernah berjalan tanpa arah. Inilah yang disebut hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya (ay. 3), menurut jalan-jalan yang telah ditetapkan Allah bagi kita dan yang telah dikaruniakan-Nya untuk kita jalani. Agama tidak akan berguna bagi kita jika hanya diperbincangkan sebatas mulut kita saja. Sebaliknya, kita harus menjadikannya sebagai pedoman dalam perjalanan kita. Kita harus berjalan menurut jalan-jalan-Nya, tidak menurut jalan dunia ini, ataupun kehendak hati kita (Ayb. 23:10-11; 31:7).
        2. Orang-orang yang teguh dan jujur dalam hidup keagamaan mereka, yaitu yang hidupnya tidak bercela. Orang-orang ini tidak hanya menjaga diri tetap bersih dari pencemaran perbuatan dosa, dan tidak dicemarkan oleh dunia ini, tetapi juga senantiasa tulus dalam maksud hati mereka. Mereka tidak berjiwa penipu, yang sungguh-sungguh sebaik penampakan mereka dan sejalan dengan penampilan mereka.
        3. Orang-orang yang setia dengan kepercayaan yang diberikan kepada mereka sebagai umat yang mengakui Allah. Adalah suatu kehormatan bagi bangsa Yahudi, sebab kepada merekalah dipercayakan firman Allah. Berbahagialah orang yang menjaga segenap harta yang kudus itu dengan murni, yang memegang peringatan-peringatan-Nya sebagai harta yang tak ternilai, yang menjaga harta itu ibarat menjaga biji mata sendiri. Mereka menjaganya dengan membawa penghiburannya bagi diri sendiri hingga ke sorga dan mewariskan pengenalan dan pengakuan atas harta itu kepada mereka yang akan datang setelah mereka di dunia ini. Mereka yang ingin hidup menurut Taurat TUHANharus memegang peringatan-peringatan-Nya, yaitu kebenaran-kebenaran-Nya. Mereka yang tidak berpegang teguh pada nilai-nilai yang baik tidak akan memiliki hati nurani untuk berbuat baik. Jelasnya, peringatan-peringatan-Nya itu akan menunjukkan dan mengingatkan perjanjian-Nya kepada mereka. Tabut perjanjian itu juga disebut tabut hukum. Orang-orang yang tidak memelihara perjanjian antara mereka dengan Allah adalah mereka yang tidak memegang perintah-perintah Allah.
        4. Mereka yang matanya hanya tertuju kepada Allah sebagai kebaikan utama dan tujuan tertinggi dalam kehidupan keagamaan mereka (ay. 2): Mereka yang mencari Dia dengan segenap hati. Mereka tidak mencari diri sendiri dan urusan mereka sendiri, melainkan hanya Allah saja. Inilah yang menjadi tujuan utama mereka, supaya Allah dimuliakan dalam ketaatan mereka dan supaya mereka berbahagia dalam perkenan Allah. Allah adalah dan akan menjadi pemberi upah dan upah itu sendiri bagi orang yang sungguh-sungguh mencari Dia, mencari Dia dengan hati, karena itulah yang dilihat dan diminta Allah. Dengan segenap hati, karena kalau hati mereka menjadi licik dan terbagi antara Allah dan dunia, mereka akan dinyatakan bersalah.
        5. Mereka yang sungguh-sungguh menjauhi semua dosa (ay. 3), mereka tidak melakukan kejahatan. Mereka tidak membiarkan diri berkanjang dalam dosa apa pun. Mereka tidak membiasakan diri berbuat dosa seperti orang-orang yang menjadi hamba dosa. Mereka tidak melakukan hal itu, tidak menjual diri kepada dosa. Mereka menyadari, betapa banyaknya kejahatan yang menghambat mereka dalam jalan-jalan Allah, tetapi bukan jenis kejahatan yang dapat membuat mereka ke luar dari jalan itu. Berbahagialah dan kuduslah mereka yang karena itu berusaha hidup dengan hati nurani yang murni.


* Mzm 119:4-6

(119:4-6)
Di sini kita diajar untuk,

    1. Mengakui bahwa kewajiban tertinggi kita adalah hidup menurut Taurat TUHAN. Si penggoda akan menawan manusia dengan menanamkan pikiran bahwa mereka memiliki kebebasan untuk menjadikan firman Allah sebagai Taurat mereka atau tidak, dan meskipun baik, tidaklah perlu bagi mereka untuk harus percaya kepada firman-Nya itu. Ia mengajar nenek moyang kita yang pertama untuk mempertanyakan perintah itu: Tentulah Allah berfirman, semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan? Oleh karena itu, kita harus berdiri teguh dalam peringatan TUHAN ini (ay. 4), Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu, untuk menjadikan agama sebagai pedoman, dan supaya dipegang dengan sungguh-sungguh, untuk menjadikan hidup keagamaan sebagai urusan utama kita dan senantiasa mengingat-ingatnya dengan cermat. Kita harus melakukan dan menaatinya atas tanggung jawab kita sendiri.
    2. Memandang kepada Allah guna memperoleh hikmat dan anugerah yang diperlukan untuk berlaku seperti itu (ay. 5), sekiranya hidupku tentu untuk berpegang pada ketetapan-Mu! Bukan saja supaya semua peristiwa yang berkaitan dengan diri kita diatur dan dikuasai oleh pemeliharaan Allah sehingga tidak menjadi penghalang bagi kita, tetapi justru menjadi pendorong dalam melakukan pekerjaan Allah, supaya hati kita dapat dibimbing dan dipengaruhi Roh Allah sehingga kita tidak akan melanggar perintah Allah sama sekali. Dengan begitu, bukan saja supaya pandangan kita dibimbing untuk memandang ketetapan-ketetapan Allah, tetapi juga supaya hati kita diarahkan untuk berpegang padanya. Lihatlah bagaimana hasrat dan doa orang benar sungguh-sungguh sesuai dengan kehendak dan perintah Allah yang baik; "Engkau menghendaki aku memegang titah-titah-Mu, dan TUHAN, aku rindu memegang titah-titah itu." Inilah kehendak Allah, yaitu pengudusanmu, dan biarlah itu menjadi kehendak kita juga.
    3. Mendorong kita dengan pengharapan mendapatkan penghiburan di dalam menjalankan kewajiban kita (ay. 6).

    Perhatikanlah:
    (1) Inilah watak yang tidak diragukan lagi harus ada pada setiap orang benar, yaitu bahwa ia mengamat-amati segala perintahAllah (kjv: ia menghormati semua perintah Allah). Ia menaruh hormat kepada perintah itu, memperhatikannya dengan cermat sebagai teladannya, tujuannya, berusaha menaatinya, dan merasa menyesal ketika ia tidak cukup taat. Apa yang ia kerjakan dalam hidup keagamaannya dilakukannya dengan penuh kesadaran terhadap perintah itu, karena itulah kewajibannya. Ia mengamat-amati semua perintah itu, satu demi satu, karena semuanya didukung oleh kuasa yang sama (Yak. 2:10-11), semuanya mengarah kepada tujuan yang sama, untuk mempermuliakan Allah di dalam kebahagiaan kita. Orang-orang yang mengamat-amati setiap perintah dengan sungguh-sungguh akan memberikan penghargaan yang sama kepada setiap perintah, kepada perintah-perintah yang ada di dalam kedua kitab perjanjian dan juga kedua loh batu, kepada larangan-larangan dan titah-titah, kepada perintah yang berhubungan dengan manusia batiniah maupun lahiriah, kepala dan hati, kepada perintah yang melarang dosa yang paling menyenangkan dan menguntungkan maupun yang paling sulit dan berbahaya untuk dijalankan.
    (2) Mereka yang mengamat-amati dengan sungguh segala perintah Allah, tidak akan mendapat malu. Mereka tidak saja dijauhkan dari melakukan perbuatan yang akan mendatangkan malu, tetapi juga akan memiliki keberanian percaya dan keluasan hati untuk mendekati takhta anugerah Allah (1 Yoh. 3:21). Mereka akan dihormati di hadapan manusia, dan kejujuran mereka akan menjadi kehormatan mereka. Mereka akan mendapat kejernihan dan keberanian dalam jiwa mereka. Mereka tidak akan merasa malu untuk memeriksa diri sendiri, untuk merenungi diri, karena hati mereka tidak menuduh mereka. Daud mengatakan hal ini dengan menerapkannya kepada diri sendiri. Orang-orang yang jujur akan memperoleh penghiburan dari kejujuran mereka. "Karena, kalau aku bersalah, celakalah aku. Jadi, kalau aku tulus, akan baiklah keadaanku."

* Mzm 119:7-8

(119:7-8)
Di sini terdapat,

    I. Upaya Daud untuk menyempurnakan diri dalam hidup keagamaannya, dan menjadikan dirinya (seperti yang kita katakan) penguasa atas semua urusannya. Ia berharap dapat belajar hukum-hukum Allah yang adil. Ia telah mengetahui banyak hal, tetapi ia berusaha semakin maju dan berhasrat mengetahui lebih banyak lagi, karena ia tahu bahwa ia belum memperoleh semuanya. Tetapi selama kesempurnaan masih dapat diraih dalam kehidupan ini, ia akan terus berusaha mendapatkannya, dan tidak akan berhenti mencari. Selama kita hidup, kita harus menjadi murid dalam sekolah Kristus, dan duduk di dekat kaki-Nya. Tetapi kita harus berusaha menjadi murid utama, dan berusaha mencapai kedudukan tertinggi. Semua hukum Allah itu adil, karena itu Allah sangat menginginkan supaya kita tidak saja mempelajarinya, tetapi juga diajar di dalamnya, dan menjadi sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci.
    II. Keuntungan yang ia peroleh dalam pembelajaran ilahi ini. Ia ingin dapat mengerti Taurat TUHAN, tidak untuk mengukir nama bagi diri sendiri dan mencari keuntungan di antara banyak orang, atau memenuhi kepalanya dengan harapan-harapan kosong yang menyenangkan, tetapi,
        1. Supaya ia dapat memuliakan Allah dari pembelajarannya ini: Aku akan bersyukur kepada-Mu, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu. Hal ini menunjukkan bahwa ia tidak akan dapat belajar apa pun jika Allah tidak mengajar dia, dan bahwa pengajaran-pengajaran ilahi adalah berkat-berkat khusus, karena itu kita mempunyai alasan untuk bersyukur. Meskipun belajar di sekolah Kristus semuanya serba cuma-cuma, Ia mengajar tanpa memungut bayaran dan semuanya tanpa biaya, namun Ia berharap murid-murid-Nya akan bersyukur kepada-Nya, baik untuk firman-Nya maupun untuk Roh-Nya. Pasti itu adalah pengajaran belas kasihan yang layak diberi ucapan syukur, panggilan hidup keagamaan yang sangat berguna. Orang-orang yang telah belajar bersyukur kepada Allah, telah belajar pengajaran yang baik, karena mengucap syukur adalah pekerjaan malaikat-malaikat, pekerjaan sorga. Sangat mudah untuk bersyukur kepada Allah dengan perkataan dan lidah, tetapi hanya orang-orang yang telah belajar sungguh-sungguh mengenai rahasia ini, yang telah belajar untuk bersyukur kepada-Nya dengan hati jujur, artinya bersekutu bersama Dia di dalam hati untuk bersyukur kepada-Nya, dan dengan tulus hati mengarahkan diri bagi kemuliaan-Nya dalam perilaku dan dalam menjalankan ibadah mereka. Allah hanya mau menerima ucapan syukur dari orang-orang yang tulus hati.
        2. Supaya ia dapat menundukkan diri di bawah pengaruh pembelajaran itu: Apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil, aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu. Kita tidak akan dapat memegangnya. Namun, pembelajaran kita sia sia saja jika kita tidak memegang hukum-hukum itu. Mereka yang telah mempelajari ketetapan-ketetapan Allah dengan baik dan telah meyakini sepenuhnya, akan memegang ketetapan-ketetapan itu dalam kekuatan anugerah-Nya.
    III. Doanya kepada Allah supaya jangan meninggalkan dia: "Janganlah tinggalkan aku. Maksudnya, jangan biarkan aku sendiri, janganlah mengambil Roh dan anugerah-Mu dariku, karena akibatnya aku tidak akan dapat berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu." Orang benar akan merasa tidak aman kalau Allah meninggalkan mereka, karena kemudian si penggoda itu akan semakin ganas terhadap mereka. "Meskipun tampaknya Engkau meninggalkan aku, dan mengancam untuk meninggalkan aku, dan benar-benar meninggalkan aku untuk seketika lamanya, mundur dariku, janganlah pergi sama sekali dan tidak pernah kembali, karena itu berarti neraka. Janganlah tinggalkan aku sama sekali! Karena celakalah aku kalau Allah meninggalkan aku."


SGDK
HARI MINGGU V SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 9 JULI 2017
FIRMAN ALLAH SEBAGAI DAYA BATIN
1 Mazmur 119:1-8

PENGANTAR
Hukum merupakan salah satu kebutuhan kita dalam hidup ini.
Kapan pun dan di mana pun, kita selalu berjumpa dengan hukum
yang berfungsi untuk mengatur kehidupan. Sekalipun dibutuhkan,
namun tak semua orang menyukainya karena menganggap
hukum dapat membatasi ruang geraknya. Berbeda dengan orang
yang tidak menyukai hukum, dalam hidupnya Pemazmurjustru
menggemari hukum-hukum Tuhan.

Dalam Mazmur 119 pemazmur menyampaikan pujiannya
tentang Taurat sebagai anugerah Tuhan yang paling berharga.
lstilah "Taurat" berasal dari kata lbrani Torah (jamak: Torot). Mu|a-
mula istilah ini dipakai untuk petunjuk hidup yang diberikan oleh
ibu atau orang tua yang berwibawa kepada anak kecil dan orang
muda yang belum berpengalaman.

Orang yang mengenal keseluruhan Taurat dipandang
sebagai orang yangbijaksana, tahu adat, sanggup membawa
diri dengan baik dalam masyarakat. Di tengah masyarakat,
orang yang mengenal Taurat sangat dibutuhkan karena nasihat-
nya mampu mengarahkan orang lain berjalan di jalan yang benar.
Kandungan nilai dalam Taurat biasanya diteruskan di rumah
secara lisan dan di sekolah secara tertulis.

Dari sudut isinya, dapat dikatakan bahwa syair mazmur ini
tergolong mazmur kebijaksanaan, oleh karena melalui renungan-
nya, pemazmur mengajak orang untuk hidup menurut pola Taurat.
Pengajaran yang disampaikannya tidak pertama-tama sebuah
teori yang tersusun secara logis, melainkan sebuah kesimpulan
tentang apa yang diyakini dan apa yang dialaminya. Lewat
renungan ini pemazmur bermaksud mengajak orang lain untuk
mengikuti jalan yang serupa dan mengalami bahwa "firman Tuhan
adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku" (ay. 105).

PEMAHAMAN TEKS MAZMUR119 :1 - 8
Sejajar dengan arti Taurat, ada beberapa sinonim istilah yang
digunakan pemazmur dalam Mazmur 119, yaitu:

1. Peringatan-peringatan biasa juga disebut kesaksian.
lstilah ini muncul dari Iingkungan pengadilan, di mana
orang membuat kesaksian dan diperingatkan agarjangan
bersalah. lstilah ini muncul sebanyak 23 kali;
2. Titah dari kata kerja memeriksa, menentukan, mem-
perhatikan. la muncul sebanyak 10 kali;
3. Perintah-perintah dari kata kerja memerintah, menyuruh.
la muncul sebanyak 16 kali;
4. Hukum-hukum dalam arti dasar keputusan hukum. la
dipakai 19 kali;
5. Firman artinya perkataan, perbuatan. Digunakan se-
banyak 15 kali.
6. Ja/an sering diterjemahkan dengan arti "hidup" atau
"petunjuk". Digunakan sebanyak 13 kali.
Dengan demikian, kata "Taurat" mengandung enam makna yakni
peringatan/kesaksian, titah, perintah, hukum, firman dan jalan
kehidupan.

Ayat 1-4 menggambarkan ciri-ciri orang yang bahagia di hadapan
Tuhan. Kata "berbahagia" dalam ayat 1 dan 2 dapat diartikan
"betapa bahagianya" atau "sangat|ah berbahagia". Dengan
demikian, kebahagiaan yang diungkapkan pemazmur adalah
kebahagiaan yang superlatif/yang tak tertandingi. Bagi
pemazmur, orang yang bahagia adalah ia yang dengan
sungguh-sungguh hidup menurut Taurat Tuhan, memegang
peringatan-peringatan-Nya, mencari Dia dengan segenap
hati dan tidak melakukan kejahatan. Taurat/kehendak Tuhan
merupakan pedoman utama bagi semua perbuatan manusia,
karena di dalamnya terkandung nilai-nilai yang mengarahkan dan
dapat mengendalikan perilaku hidup, sehingga manusia tidak
tersesat di jalannya. Taurat itu bukan saja berlaku pada waktu-
waktu tertentu, namun pada semua cara hidup manusia. Dengan-
nya, manusia diarahkan untuk berhati-hati menjalani kehidupan.

Ayat 5-6 mengungkapkan manfaat dari hidup yang terikat dengan
Taurat Tuhan. Pemazmur berkata tidak akan pernah mendapat
malu, sebab Tuhan akan selalu menjaganya dengan Taurat-Nya.
Oleh karena berpegang pada ketetapan Tuhan, maka tingkah
laku hidupnya adalah benar dan jujur di hadapan Tuhan.
Ayat 7-8 berisi komitmen iman dari orang yang berpegang pada
Taurat. Dikatakan bahwa ia akan bersyukur kepada Tuhan dengan
hati yang jujur; ia juga akan berpegang pada ketetapan-ketetapan
Tuhan. Artinya, pemazmur akan tetap setia untuk melakukan apa
yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidupnya. la tidak akan
berpaling dari pengajaran Tuhan.

RELEVANSI
Mazmur 119 adalah mazmur Taurat atau mazmur hukum. Di
dalamnya diperlihatkan bahwa pemazmur selalu menghubungkan
hidupnya dengan Taurat/Firman/ Jalan/Hukum Tuhan. Lewat
syairnya pemazmur memperlihatkan bahwa hidupnya adalah
hidup yang sangat terikat dengan hukum-hukum Tuhan. Ke-
terikatannya dengan hukum Tuhan membuatnya bertanggung
jawab dan berhati-hati dalam karsa, kata dan karya hidupnya.
Berulang kali pemazmur menyatakan bahwa ia telah dengan
sungguh-sungguh menaati perintah-perintah dan ketetapan-
ketetapan Tuhan. Sebab hanya dengan menaati Taurat Tuhan ia
akan selamat. la dengan tegas berkata bahwa hukum dan
ketetapan Tuhan bisa membuat orang bahagia.

Keyakinan pemazmur tentang Taurat sebagai sumber
kebahagiaan, muncul karena pengalamannya bahwa tidak ada
cara yang lebih baik dalam hidup di dunia ini, selain selalu
meminta dan merindukan perintah, peraturan, hukum dan segala
bentuk aturan yang bertujuan supaya ia bisa hidup dengan damai
dan sejahtera. Tanpa Taurat, Firman, ketetapan, petunjuk dan
aturan, ia akan tersesat di dunia (ay. 19). Pemazmur menyadari
bahwa ia adalah orang asing di tengah dunia. Karena itu, ia
membutuhkan pegangan hidup yang membuatnya dapat
bertahan. Baginya, cara yang paling ampuh adalah dengan hidup
menurut hukum atau ketetapan Tuhan. Hanya dengan cara itulah
ia beroleh kebahagiaan.

Kebahagiaan merupakan ciri, kebutuhan, dan tujuan hidup
manusia.Karena itu, tidak ada manusia yang tidak ingin bahagia.
Untuk memperoleh kebahagiaan, banyak cara yang ditempuh
oleh manusia. la studi, bekerja, menikah, punya anak, punya
rumah, punya usaha, dan lain-lain karena ingin bahagia. Ruut
Veenhoven seorang sosiolog Belanda, berkata bahwa
"kebahagiaan adalah konsep yang subjektif yang sering dialami
oleh setiap individu dari waktu ke waktu sebagai gambaran
perasaan atau emosi yang muncul karena penyebab yang
berbeda-beda." Dengan kata Iain, Kebahagiaan itu sifatnya sangat
subyektif; penyebabnya beragam; ia berasal bukan pertama-tama
dari aspek kognitif manusia, tetapi dari aspek perasaan atau
emosi. Menurut logika kebanyakan orang, materi adalah sumber
kebahagiaan, tetapi dalam realitanya banyak orang berbahagia
(tetap sukacita, emosi tetap stabil) walaupun berada di tempat
yang sederhana dan sedang bergumul dengan persoalan materi.
Setiap orang punya alasan untuk berbahagia. Dan bagi
pemazmur, kebahagiaan hanya dapat dimilikinya jika ia hidup
menurut ketetapan-ketetapan atau hukum Tuhan. Bahagia bukan
diukur dari situasi dan kondisi atau berdasarkan norma-norma
duniawi, melainkan pada pedoman hidup yang diberikan Allah.
Hidup bahagia bagi pemazmur bukanlah hidup tanpa masalah,
tanpa kesusahan, tanpa tangisan air mata. Hidup bahagia adalah
hidup yang berpatokan pada norma/ajaran Tuhan. Kebahagiaan
itu muncul karena dengan susah payah, penuh perjuangan, penuh
tetesan air mata melawan kejahatan, demi menuruti hukum
Tuhan. Baginya, hidup dalam ketetapan Tuhan merupakan
sumber kekuatan batin, karena melaluinya kita mendapatkan
pedoman tentang hidup. Dengan menyadari bahwa kita adalah
manusia yang menumpang di dunia, kita butuh aturan atau hukum
Tuhan yang mengarahkan seluruh tindak-tanduk hidup kita di
jalan yang benar.

Firman Tuhan tidak cukup hanya untuk diketahui. lajuga harus
dipahami dan diberlakukan setiap saat supaya batin menjadi kuat.
Pemazmur menegaskan bahwa Firman Tuhan yang kita ketahui
haruslah kita taati, hidupi, supaya kehidupan kita tidak gampang
terombang-ambingkan oleh berbagai pergumulan hidup. Kita
kuat, bukan karena kehebatan kita, tapi karena firman yang mem-
pengaruhi hidup kita.


SBU



HARI MINGGU V SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 9 JULI 2017
SAKRAMEN PERJAMUAN
Renungan Pagi
KJ.49 : 1,2-Berdoa
FIRMAN ALLAH SEBAGAI DAYA BATIN

Mazmur 119:1-8
Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetpan-Mu, (ay.8)

Mengapa Pemazmur memohon dengan sangat kepada Tuhan untuk tidak meninggalkannya dan berjanji untuk memegang teguh ketetapan-ketetapan-Nya? (ay.5). Apa yang diharapkan Pemazmur dari Tuhan dengan permohonannya itu? Alasan utama dan yang paling mendasar dari permohonan itu adalah rasa "bahagia batin". Pemazmur meyakini dengan sungguh bahwa kebahagiaan batin itu akan didapatkan hanya oleh mereka yang hidup mencari Tuhan dan ber- usaha untuk menaati sabda-Nya (ay.1).

Jalan yang ditempuh untuk mencapai kebahagiaan itu adalah melalui tiga sikap; Pertama, mencari Tuhan dengan segenap hati (ay.2b). Sikap hati/batin yang bertujuan mengenal Tuhan dengan mendalam melalui hubungan batin yang dekat dengan-Nya; Kedua, berani mengambil keputusan untuk berkata "tidak" pada segala bentuk kejahatan (ay.3a). Mengharapkan kebahagiaan batin dengan hidup dekat dengan Tuhan tanpa kesediaan hati untuk menolak kejahatan adalah mustahil akan dicapai; Ketiga, berupaya untuk bertahan menjalani kehidupan yang selaras dengan Taurat Tuhan (ay.5). Ketiga sikap di atas merupakan jalan hidup menuju kebahagiaan.

Bagi orang beriman kebahagiaan itu dimulai dari dalam hati batin manusia yang diterangi firman Tuhan. Sedangkan bagi yang tidak beriman menganggap kebahagiaan itu berasal dari dunia (berlimpah materi, hidup nyaman tanpa masalah dan tekanan) yang diperoleh dengan kekuatan sendiri. Oleh karena itu Pemazmur mengajar kita untuk memohon kepada Tuhan agar Tuhan tidak meninggalkan kita dan berjanji untuk setia hidup dalam ketaatan pada Firman-Nya.(ay.5).

Itu adalah sikap dan keputusan iman yang benar untuk memperoleh daya batin. Daya batin yang bersumber dari kebenaran Firman Tuhan akan mengarahkan dan mengantar kita kepada kebahagiaan yang sejati, yaitu hidup dalam berkat dan perlindungan serta hikmat-Nya. Seperti Pemazmur telah mengakui kekurangannya, dan mau belajar dari Tuhan untuk menjadi lebih baik, mari kitapun menjalaninya.

KJ.49 : 5
Doa : (Kristus, terimakasih firman-Mu memberikan kekuatan dan terang dalam hidup kami)




HARI MINGGU IV SE8. PENTAKOSTA
MINGGU, 9 JULI 2017
Renungan Malam
GB.61 : 1-Berdoa
FIRMAN ALLAH MEMPERTAHANKAN KELAKUAN YANG BERSIH

Mazmur 119:9-16
"Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu." (ay. 9)

Kaum muda merupakan bagian dari kehidupan gereja. Merekalah yang menjadi generasi penerus gereja. Sebagai kaum yang suka bergaul, kaum muda diperhadapkan dengan berbagai tantangan hidup, baik dari dalam maupun luar negeri yang mempengaruhi perilaku mereka. Kemajuan teknologi informasi yang
menyediakan berbagai media sosial kini membuka peluang bagi kawula muda untuk bergaul seluas-luasnya. Kemajuan ini turut membawa dampak bagi gaya hidup kaum muda, ada yang baik, namun tak jarang banyak pula yang kurang baik.

Dalam bagian Firman ini pemazmur mempertanyakan tentang apa yang membuat perilaku orang muda tetap bersih. Ia berkata "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu". Orang muda yang dirujuk di sini adalah semua orang muda yang sedang belajar tentang Taurat. Melanjutkan apa yang dinyatakannya dalam ayat 1-8, di bait kedua syairnya pemazmur menegaskan kembali fungsi Taurat/firman Tuhan bagi hidup manusia, yakni untuk mempertahankan kelakuan yang bersih. Firman Allah menjadi patokan perilaku yang terpuji. la berfungsi untuk membersihkan moral manusia.

Kesadaran bahwa firman Tuhan mampu mempertahankan tindakan yang bersih, pemazmur kembali mengungkapkan tekadnya untuk mencari Tuhan, memperhatikan dan menyimpanjanji-janji-Nya, menceritakan hukum Tuhan, merenungkan dan mengamati Taurat-Nya, serta bergemar dalam ketetapan Tuhan. Ia akan mencintai dan menyukai hukum atau firman Tuhan.

Mengakhiri hari di malam ini, pemazmur mengajak kita untuk mengingat kembali fungsi dari firman Tuhan bagi pembentukan moral kita. Bukan saja kaum muda yang membutuhkan firman, namun kita semua, kanak-kanak sampai lanjut usia. Firman Tuhan memberikan arahan bagi tingkah laku kita sehari-hari.

GB.62 : 1
dDoa : (Ya Yesus, Firman yang hidup, kuatkan dan topanglah kami dengan firman-Mu. Biarlah firman-Mu mengarahkan kami untuk berperilaku yang baik)

Label:   Mazmur 119:1-8  




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB - Senin, 10 Juli 2017 - Mazmur 119:17-32 - MINGGU V SESUDAH PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 8 Juli 2017 - Kisah Para Rasul 12:1-18 - MINGGU IV SESUDAH PENTAKOSTA

Garis Besar Mazmur





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 24 Agustus - 2 Tawarikh 14-16


Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2017..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Beli Kaos C59. Klik Disni






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH SYUKUR HUT KEMERDEKAAN RI KE-74

TATA IBADAH HUT KE-69 PELKAT GP GPIB & JUKLAK - Minggu, 28 Juli 2019
URAT PENGANTAR JUKLAK HUT KE-69 PELKAT GP, Petunjuk Pelaksanaan HUT GP ke 69 bersama jemaat, JUKLAK SERAGAM-LOGO-MARS PELKAT GP GPIB 2019, TATA IBADAH HUT KE 69 PELKAT GP, Pesan HUT ke 69 Pelkat GP
TATA IBADAH HARI MINGGU dan SYUKUR 38 TAHUN PELKAT PKB GPIB Minggu, 21 Juli 2019
Surat Pengantar Pengiriman Juklak HUT ke 38 PKB, JUKLAK HUT KE-38 Pelkat PKB, JUKNIS BMKB HUT KE-38, JUKNIS IHMPA di Bulan Khusus - HUTPKB 5-Pesan Dewan PKB - HUT ke 38 6-JUKLAK-KBA-pdr Evie 7-TATA IBADAH HUT KE 38 PELKAT PKB



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 18 Agustus 2019
I'm Not Alright - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Changed - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Unstoppable God - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Commitment - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Lazarus - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
No Longer Slaves - Lauren Daigle - spontaneous worship

Minggu, 18 Agustus 2019
Trust In You - Lauren Daigle - Spontaneous Worship

Rabu, 14 Agustus 2019
Jehovah Reigns - Jamel Strong

Selasa, 13 Agustus 2019
Side Of My Heart - Rachael Lampa

Selasa, 13 Agustus 2019
Canvas and Clay - Pat Barrett feat. Ben Smith

Selasa, 13 Agustus 2019
My Reason - Planetshakers

Selasa, 06 Agustus 2019
King of Kings - Hillsong

Selasa, 06 Agustus 2019
Chances - Isaac Carree

Selasa, 06 Agustus 2019
But God - Isaac Carree

Jumat, 02 Agustus 2019
You Know My Name - the Brooklyn Tabernacle Choir

Jumat, 02 Agustus 2019
No Longer Slaves - Zach Williams

Jumat, 02 Agustus 2019
I Believe (Island Medley) - Jonathan Nelson

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



lagu penutup ibadah Pemuda Remaja,   sabda bina umat 23 agustus 2019 ,   renungan kotbah. Yesaya 40: 37-41.,   lagu rohani GPI,   Lukas 6 :1-5,   lagu penyembahan pantekosta,   khotbah kristen tentang kemunafikan,   renungan mazmur 2:1-12,   renungan mazmur 2:1-12,   sabda bina umat agustus 2019,   khotbah daniel 4:19-27,   khotbah daniel 4:19-27,   download mp3 instrumen piano lagu rohani kristen,   lukas 6:27-36,   tata ibadah minggu gbi,   tata ibadah minggu gbi,   lagu penutup ibadah,   bila topan kras melanda hidupmu bahasa batak,   LAGU ROHANI,   download musik Kristen m3,   maksud Injil Lukas 13:22-30,   Berjuang untuk masuk melalui pintu yang sesak, renungan katolik,   download lagu rohani terbaru 2019,   khotbah tentang filemon,   Download lagu rohani kristen kedukaan,   lhotbah kis rasil 6 1 7 gpib,   Rancangan khotbah ibadah minggu ,tema Kemenangan Yang Hanya Dari-Nya(Ratapan 1:1-6)?,   chord gitar lagu jadikan aku terangmu,   sabda bina umat gpib 2019,   tata ibadah 2019 uem,   khotbah imamay 25:39-43,   lagu lagu ibadah liturgi pentakosta,   download lagu paduan suara gereja,   tafsiran luk 21:24b,   tugas penatua dan diaken menurut tata gereja toraja,   tugas penatua dan diaken menurut tata gereja toraja,   tugas penatua dan diaken menurut tata gereja toraja,   khotbah 1 Tawarik 6 : 31-53,   Download lagu rohani-Yesus pokok kitalah carangnya,   Roma 13 ayat 1~7 khotbah hkbp,   jamita 3 musa 25 39-43,   mars pkb gpib,   jamita 3 musa 25 39-43,   tata ibadah gbi,   Download renungan 1 Tawarikh 16:10,   renungan amos 5 : 7-13,   renungan amos 5 : 7-13,   renungan amos 5 : 7-13,   donwload lagu koor GBI,   yesus sayang padaku mandarin,   hati yang hancur chord,   ibadah nyanyian renungan roma 13:1-17,   doa persembahan syukur kristen protestan,   khotbah dari lukas 10 : 13,   khotbah gereja toraja untuk minggu 25 agustus 2019,   khotbah gereja toraja untuk minggu 25 agustus 2019,   hatorangan sermon gkpi lukas 6:27-36,   lirik kppk 215,   khotbah lukad 7:27-36,   lagu persembahan,   lagu persembahan,   hatorangan lukkas 6;27-36,   hatorangan ni lukas6:27-36,   renungan amos 5:7-13,   Mazmur 37 : 30 - 40,   lagu pembukaan ibadah wa,   khotbah roma 13 : 1 - 7,   Download lagu rohani terbaru 2019,   kmm 4,   kmm 4,   khotbah tentang 1tawarikh 6 : 31-53,   khotbah tentang 1tawarikh 6 : 31-53,   Mazmur 37 : 30 - 40,   Kotbah Daniel 4 : 19-27,   Kotbah Daniel 4 : 19-27,   Lagu pengakuam dosa,   lagu rohani kristen terbaru 2018 mp3 free download,   Lagu lagu NKPI,   pencipta lagu may the mind of christ my saviour,   Arti khotbah imamat :5:39-43,   sekolah tiranus kisah para rasul 19;9,   sekolah tiranus kisah para rasul 19;9,   sekolah tiranus kisah para rasul 19;9,   jamita hkbp mateus 5:43-48,   Khotbah roma 15:1-13,   khotbah mazmur 51:1-21,   Mazmur 37 : 30 - 40,   Mazmur 37 : 30 - 40,   Renungan kotbah 3 musa 25:39-43,   Renungan kotbah 3 musa 25:39-43,   kisah rasul 16:19-40,   lagu penyembahan yang menyentuh hati,   kisah rasul 16:19-40,   isi renungan mazmur 78 ,   GITA BAKTI 85 OH TUHAN,   bahan khotbah kisah rasul 16:19-40,   renungan ku bersyukur atas indonesiaku,   renungan ku bersyukur atas indonesiaku,   Bacaan persembahan ?,   Tugas suku Lewi menurut 1 Tawarikh 6:31-53,   penyertaan Tuhan: keluaran 1:1-22,   santapan harian 1 raja raja 19,   santapan harian 1 raja raja 19,   lagu rohani kemerdekaan,   khotbah 1 raja raja 19 1-18,   Buatlah 2 buah lagu tentang pembukaan ibadah dan lagu ketika mendengarkan khotbah?,   khotbah amsal 8:12 - 21,   Tema kotbah 3musa 25:39-43,   Tema kotbah 3musa 25:39-43,   Tema kotbah 3musa 25:39-43,   Tema kotbah 3musa 25:39-43,   renungan kristen dari mazmur 109:21-31,   Ringkas khotbah 3 musa 25:39-43,   makna nas mazmur 40 : 7 - 11,   download lagu why god austin french,   download lagu why god austin french,   lagu pemberkatan nikah di gereja,   saat teduh pagi tentang kisah rasul 27:1-13,   khotbah 1 raja 4 29 34,   sgdk,   lagu ,   Rngn yak 1:2-8,   song praise gms,   1 Tawarikh 6 : 31-53,   kotbah imamat 25:39-43,   kidung jemaat tata ibadah,   kotbah imamat 25:39-43,   Tafsiran yosua 14:13-25,   Tafsiran yosua 14:13-25,   lukas 13 22-30,   betapa dalamnya gms,   kotbah imamat 25:39-43,   Mars PKB GPIB,   lagu kidung jemaat sebelum pembacaan firman,   Jamita partangiangan 3 Musa 25 : 39 - 43,   Jamita partangiangan 3 Musa 25 : 39 - 43,   renungan roma 13:1-7,   kidung jemaat no berapa mengasihi musu,   renungan amsal 4:24,   lagu kidung jemaat untuk memgasihi musuh,   lagu kidung jemaat untuk memgasihi musuh,   khotbah kotbah Imamat 25:39-43,   lagu kidung jemaat untuk memgasihi musuh,   khotbah kotbah Imamat 25:39-43,   bacaan alkitab tentang persembahan,   renungan roma 13:1-7,   renungan roma 13:1-7,   lagu gereja,   khotbah roma 11:33-36,   tujuan im 25:39-43,   chord kj 260,   daniel 1:1-17,   lagu rohani persembahan,   jamita hkbp mateus 5:43-48,   sermon hkbp lukas 6:27-36,   karoke musik dari 355 yesus memanggil,   tafsiran ulangan 6:1-10,   karoke musik dari 355 yesus memanggil,   karoke musik dari 355 yesus memanggil,   Khotbah dari Ibrani 12:1-17,   PKJ 244 NOT DAN LAGU,   lagu kidung ceria no 215,   kidung ceria no 215,   kidung ceria no 215,   lagu penyembahan Italia,   pencipta lagu rohani may the mind of christ my saviour,   lagu untuk persembahan,   lagu ,   imamat 25 39-43,   penjelasan tentang 1 tawarikh 6:48-53,   khotbah tentang 1tawarikh 6 : 31-53,