c59shop.com
   
Save Page
Yehezkiel 6:1-7
Nubuat melawan gunung-gunung Israel
6:1 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku: 6:2 "Hai anak manusia, tujukanlah mukamu ke gunung-gunung Israel dan bernubuatlah melawan mereka! 6:3 Katakanlah: Hai gunung-gunung Israel, dengarkanlah firman Tuhan ALLAH! Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada gunung-gunung dan bukit-bukit, kepada alur-alur sungai dan lembah-lembah: Sungguh, Aku akan mendatangkan perang atasmu dan Aku akan membinasakan bukit-bukit pengorbananmu. 6:4 Mezbah-mezbahmu akan menjadi sunyi sepi dan pedupaan-pedupaanmu akan dirusak; dan Aku akan merebahkan orang-orangmu yang terbunuh di hadapan berhala-berhalamu. 6:5 Aku akan mencampakkan mayat-mayat orang Israel di hadapan berhala-berhala mereka dan menghamburkan tulang-tulangmu keliling mezbah-mezbahmu. 6:6 Di mana saja kamu diam, kota-kotamu akan menjadi reruntuhan dan bukit-bukit pengorbananmu akan menjadi sunyi sepi, supaya mezbah-mezbahmu dihancurkan dan ditinggalkan sunyi sepi, berhala-berhalamu diremukkan dan ditiadakan, pedupaan-pedupaanmu diluluhkan dan buatan-buatan tanganmu dihapuskan. 6:7 Dan orang-orangmu yang terbunuh akan berebahan di tengah-tengahmu dan kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN.


Penjelasan:

* Melawan penyembahan berhala
Coba temukan ungkapan dahsyat apa saja yang Tuhan sampaikan pada Israel melalui Yehezkiel? Apa penyebab murka Allah sedemikian dahsyat?

"Katakanlah; hai gunung-gunung Israel dengarkanlah firman Allah ..." (ayat 3). Teguran ironis ini ditujukan kepada umat Israel yang keras dan tidak taat hukum dan perintah Allah. Hati mereka bagaikan bongkahan gunung batu yang ada di sekitar mereka. Allah akan mengadakan perang dan membinasakan bukit-bukit pengorbanan yang mereka jadikan tempat penyembahan berhala (ayat 3,4). Fasilitas alam yang unik dihadirkan Allah di tengah bangsa ini (gunung, lembah, sungai), seharusnya menjadi media umat untuk merasakan kekuasaan dan keberadaan Allah yang hidup. Mereka menyalahgunakannya dengan menjadikan tempat-tempat itu sebagai tempat "keramat" untuk menyembah berhala. Allah murka atas praktek ini, sehingga semuanya akan dihancurkan, diremukkan bersama dengan orang-orangnya (ayat 6, 7, 8).

Pembuangan seharusnya menjadi alat yang mujarab untuk membersihkan Israel (ayat 8-10). Dengan kehilangan segala sesuatu: kehilangan identitas mereka sebagai bangsa merdeka dan berdaulat, juga kehilangan hadirat Allah dengan hancurnya simbol kehadiran Allah, Yerusalem dan bait Allahnya, Israel seharusnya sadar betapa ruginya pengkhianatan mereka terhadap Allah.

Godaan penyembahan berhala masa kini adalah materialisme dan hedonisme. Keduanya menjadikan uang dan kenikmatan sebagai ilah masa kini. Celakalah orang Kristen yang terjebak ke dalam salah satu atau bahkan keduanya. Mereka bukan hanya mengkhianati Tuhan Yesus dan karya penebusan-Nya, tetapi juga mendatangkan murka Allah atas diri mereka sendiri. Jangan mengira karena kasih-Nya, Ia tidak akan menghukum kita bila kita sengaja berselingkuh dengan ilah dunia ini. Ia akan bertindak membersihkan umat-Nya!

* Allah nomor satu.
Bangsa Israel yang hidup sezaman dengan Yehezkiel adalah bangsa yang religius. Namun itu adalah masalah utama mereka. Selama berabad-abad mereka senantisa tertarik kepada bentuk penyembahan asing yang mereka temukan di dataran tinggi tanah Israel. Karena itulah firman Tuhan yang disampaikan dalam pasal ini berpusat kepada gunung-gunung Israel, dataran tinggi dimana sumber perzinahan rohani bangsa Israel terletak. Berita penghukuman atas Israel beserta seluruh bukit pengorbanan dan berhala-berhala menggunakan kata-kata menegaskan tidak ada kompromi sama sekali bagi mereka yang berzinah rohani (ayat 3-8, 11-12, 14). Kebenaran ini menegaskan bahwa Allah sangat menuntut kemurnian dan kekudusan umat yang menyembah-Nya. Tidak ada tempat bagi Baal di dalam rumah Allah dan di dalam kehidupan umat-Nya.

Menarik untuk diperhatikan bahwa setiap pemberitaan penghukuman yang mengerikan selalu diakhiri dengan kata-kata 'mereka akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN' (ayat 7, 10, 13, 14). Penghukuman Allah atas dosa bukan akhir dari segala-galanya. Namun penghukuman dimaksudkan untuk memberikan kesaksian akan keadilan dan kekudusan Allah. Penghukuman dimaksudkan untuk memimpin umat-Nya kembali kepada pengenalan dan pengakuan bahwa Allahlah yang utama dalam hidupnya. Dalam zaman dimana banyak orang memandang peristiwa- peristiwa hanya sebagai rentetan peristiwa yang terisolasi dan terputus dari yang lain dan mereka menemukan kebebasan untuk melakukan apa pun yang menjadi kesukaannya, kesaksian tentang tatanan moral Allah harus dinyatakan dengan lantang yaitu Allah harus selalu menjadi nomor satu dalam kehidupan manusia. Setiap tindakan yang menomorduakan Allah akan mendapatkan penghukuman- Nya.

Renungkan: Kristen harus mewartakan kesaksian ini tidak hanya dengan suara tapi juga dengan kehidupan sehari-hari yang menyatakan bahwa Allah yang nomor satu dalam hidupnya. Daftarkan hal-hal yang cenderung dinomorsatukan manusia sehingga menggeser kedudukan Allah. Lalu periksalah dalam urutan keberapakah hal-hal tersebut dalam hidup Anda. Jika menempati urutan pertama bertobatlah, jika kedua berdoalah mohon kekuatan-Nya. Jika nomor terakhir bersyukurlah untuk pimpinan dan bimbingan Tuhan dalam hidup Anda.


SGDK
HARI MINGGU XII SESUDAH PENTAKOSTA
MINGGU, 27 AGUSTUS 2017
AJARAN DAN HAJARAN YANG
MENGUBAHKAN
Yehezkiel 6:1-7

PENGANTAR
Yehezkiel, anak Imam Busi, Iahir di Yerusalem dan ikut rom-
bongan ke pembuangan bersama Raja Yoyakhin. Nebukadne-
zar, raja Babel kemudian raja boneka bagi Yehuda, Zedekia (pa-
man Raja Yoyakhin) dan memaksanya untuk beraliansi dengan
Babilonia. Situasi ini terjadi kurang lebih 11 tahun sebelum ke-
hancuran Yerusalem (33-28SM).

Kisah sedih hancurnya Israel sudah dimulai lama, jauh se-
belum pembuangan ke Babllonla, yaitu sejak rusaknya hubungan
persaudaraan karena kepentingan politik dan takhta, sehingga
pada masa Rehabeam (anak raja Salomo) terpecahlah Israel
dalam dua kerajaan. Kerajaan Utara memisahkan diri dengan
sepuluh suku Israel dibawah pimpinan Yerobeam (putra Nebat
dari suku Efraim) dan Kerajaan Selatan dengan dua suku lainnya
(Yehuda dan Benyamln) dipimpin Rehabeam yang tetap
mempertahankan lstana Daud dan Yerusalem.

Kurang lebih 133 tahun sebelum Kerajaan Selatan/Yehuda
jatuh ketangan Babel, Kerajaan Israel Utara telah mengalami
hukuman dan penindasan di bawah Asyur atas ijin Allah oleh
karena tindakan bangsa (di bawah kepemimpinan Yerobeam)
yang menyembah berhala bahkan mendirikan mezbah anak lem-
bu jantan emas di dua kota, Dan dan Betel, mendirikan kuil-kuil
pengorbanan dan melakukan praktek penyembahan berhala
(band. 1 Raja 12:26-33; 2 Taw 11:15).

Sayang bahwa Yehuda tidak belajar dari peristiwa yang dialami
Israel Utara dan menyepelekan pesan dan perintah TUHAN Allah
melalui para nabi. Ajaran telah disampaikan, peringatan sudah
diberikan, namun apa lancung, perintah TUHAN tidak diindahkan,
maka hajaran dari TUHAN datang dan tidak bisa ditawar.
Nebukadnezar membawa orang Yehuda sebagai tahanan
dalam tiga tahapan:

- Tahun 605 SM : pemuda-pemuda pilihan Yahudi, diantara-
nya adalah Daniel dan ketlga sahabatnya (Sadrakh, Me-
sakh dan Abednego)
- Tahun 597 SM (8 tahun kemudian): 10.000 tawanan diang-
kut ke Babel, diantaranya adalah raja Yoyakhin dan Yehezkiel
yang saat itu berusia sekitar 25 tahun.

- Tahun 586 SM (10 tahun kemudian): Yerusalem dan Bait
Sucl dihancurkan tentara Nebukadnezar dan mengangkut
sebagian besar warga yang tidak terbunuh ke Babel.
SEPINTAS MENGENAL KARYA NABI YEHEZKIEL
Pemikiran Yehezkiel sangatlah mengubahkan, tulisannya sangat
rapi dan kronologis dengan catatan tanggal dan tahun yang detil.
Dia mengajari umat di pembuangan Babel bahwa kebangkitan
satu bangsa hanya akan terjadi apabila setiap individu berubah.
Setiap orang secara pribadi bertanggung jawab secara moral
atas dirinya sendiri, tetapi juga harus mau tahu dan bertanggung
jawab dalam skala nasional/bangsa. Yehezkiel berpegang pada
perkataan TUHAN bahwa Dia selalu bersedia mengampuni para
pendosa yang kembali kepada-Nya dengan penyesalan yang
benar-benar.

Melalui Yehezkiel, TUHAN Allah melakukan rehabilitasil
pemulihan tidak hanya atas Yehuda melainkan juga bagi Efraim
(10 suku di Israel Utara), dengan harapan bahwa mereka dikem-
ballkan sebagai satu negara yang utuh, berdaulat dan kembali
ke tanah perjanjian, bahwa Bait Allah akan dibangun kembali
dan Israel akan mengalaml sukacita persatuan dengan TUHAN
Allah seperti sebelumnya. Tentu ketika nubuatan ini dinyatakan,
ini adalah "bayangan" / vlsi di masa depan, sedang "kekinian" ls-
rael pada masa nubuat ini dinyatakan adalah masih di bawah
hukuman (band. 37:15-28). Sungguh besar amanah yang ditang-
gung Yehezkiel untuk mem persatukan umat yang terpecah sela-
ma ratusan tahun. Apa yang harus dilakukan oleh Yehezkiel da-
lam mewujudkan kehendak Allah ini?

Di bawah pengaruh Yehezkiel, kaum buangan membangun
sinagoge dan rumah-rumah belajar Taurat di Babilonia, dan
semangat hidup Yudaisme dipertahankan sekuatnya oleh mereka.
Ketika Yehezkiel meninggal, bangsa Yahudi sangat bersedih
dalam hari-hari perkabungan mereka dan berusaha melanjutkan
semangat Yehezkiel dalam kehidupan keseharlan mereka.
Sesudah Nebukadnezar wafat, anaknya Evlll-Merodach mewarisi
takhta, melepaskan Raja Yoyakhin dari penjara dan memperlaku-
kannya dengan balk. Ditemani ribuan umatYahudi, raja Yoyakhin
mendatangi makam Yehezkiel di wllayah diantara Sungai Kebar
dan Efrat, membangun tugu makam dan sinagoge di dekatnya.
Yehezkiel memiliki tempat spesial di hati umat Yahudi di pem-
buangan dan mereka dalam jumlah yang besar seringkali me-
menuhi sinagoge untuk mendengarkan langsung pengajaran nabi
Yehezkiel melalui Gulungan Kitab yang dituliskan oleh sang nabi
sendiri. '

PEMAHAMAN TEKS
Ayat 1 - 2 Ketika Yehezkiel sudah ada di pembuangan, TU-
HAN Allah berfirman kepada Yehezkiel untuk me-
nyampaikan pesan kepada rakyatYehuda yang ma-
sih ada di Yerusalem dan sekitarnya, yang meneri-
ma harapan palsu bahwa Yerusalem akan Iolos (ingat
bahwa rombongan kedua telah tiba di Babel dan
telah 3 tahun menetap ketika nubuatan ini di-
nyatakan) menganggap bahwa mereka akan luput
dari hukuman TUHAN Allah.

Ayat 3-4 "gunung, bukit, alur sungai dan |embah" adalah wi-
layah/tempat yang dijadikan sebagai tempat dan
juga objek praktek penyembahan berhala. Oleh ka-
rena dosa, yaitu penyembahan berhala, maka TU-
HAN Allah memakai Babel dan tentaranya untuk
menyerang bangsa Yehuda. Tentu saja para penye-
rang ini tidak hendak menghancurkan bukit, karena
memang tidak ada gunanya, tetapi dengan meme-
rangl orang-orangnya dan memorak-morandakan
berbagai wilayah, maka praktek penyembahan ber-
hala yang dilakukan di bukit-bukit pengorbanan,
mezbah-mezbah penyembahan dan persembahan
bakaran kepada dewa tidak akan terjadi.

Ayat 5-7 Melalui perang yang didatangkan atas Yehuda me-
lalui tangan Nebukadnezar, Allah hendak memro-
klamirkan diri-Nya sebagai TUHAN (YHWH) yang
tidak dapat disandingkan apalagi dibandingkan de-
ngan berhala, dewa-dewi sesembahan orang lsrael.
Mayat dan tulang yang berserakkan di sekitar mez-
bah, bukit pengorbanan dan di hadapan berhala me-
nandakan bahwa siapapun yang menyembah ber-
hala akan menerima hukuman, entah kematian atau
menjadi saksi hidup yang akan mengalami malu
diantara bangsa-bangsa, karena menyaksikan lang-
sung kehancuran Yerusalem dan musnahnya Bait
Sucinya sebagai hukuman Allah (band. ay.9) atas
bangsa lsrael.

APLIKASI
Perbuatan umat lsrael sama sekali tidak mencerminkan identitas
diri mereka sebagai yang dipanggil Allah dan diutus diantara
bangsa-bangsa sebagai "umat pilihan". ldentitas Israel sebagai
umat pilihan seharusnya dipegang sebagai amanah yang diper-
tahankan melalui sikap sosial yang baik, perilaku yang bermoral,
keputusan yang berhikmat dan peribadahan yang murni-sejati,
tidak terkikis oleh nilal-nilai yang berpotensi menjauhkan mereka
dari rahmat TUHAN. Namun tentu saja, tidak ada hal yang dapat
memuaskan keinginan manusia, karena dosa membuat manusia
tidak akan pernah merasa cukup. Ketika kebutuhan tidak terpe-
nuhi sesuai keinginan diri, maka manusia akan mencari cara
lain untuk memperoleh jawaban dengan cara yang cepat, sekali-
pun itu harus mencederai kehendak Allah, seperti yang dituliskan
dalam Mazmur Daud;

"TUHAN memandang ke bawah dari surga kepada anak-anak manusia unluk
melihat apakah ada yang berakal budl dan yang mencari Allah. Mereka semua
telah menyeleweng. semuanya telah bejat tidak ada yang berbuat baik
seurangpun lidak"

Maz.14:2-3
Orang-orang yang tersisa di Yehuda pada perikop ini mengira
bahwa mereka telah lolos, luput dari kematian, dan tidak merasa
malu sebagaimana yang dialami oleh rombongan-rombongan
yang diangkut ke pembuangan di Babel. Betapa bodoh dan
congkak, bebal dan tidak bisa diterima oleh akal sehat bahwa
"mereka tidak belajar dari pengalaman". Bukankah "pengalaman
adalah guru yang baik?" Namun, benarlah seperti yang dikata-
kan TUHAN kepada Yehezkiel pada masa awal pemanggilannya
sebagai nabi;

"Hal anak manusia, aku mengutus engkau kepada nrang israel... Mereka dan nenek
muyang mereka telah mendurhaka melawan Aku sampai hari ini juga...keras
kepa|a...tegar hati... Sampaikanlah perkataan-perkataan-Ku kepada mereka, baik
mereka mendengarkan atau tidak sehah mereka adalah pemberuntak"

Yeh. 3:3-7
Dari kutipan ayat diatas, kita mendapatkan gam baran bahwa ada
kualitas hidup yang begitu parah, dari generasi ke genarasi, jaman
berganti jaman, pemimpin berganti pemimpin. Kitab para nabi
menjelaskan bahwa ada hubungan antara penyembahan berhala
dengan perilaku jahat. Artinya, dimana ada penyembahan ber-
hala, maka akan terjadi tindakan-tindakan yang membenarkan
kekerasan dan kejahatan terhadap sesama manusia. Salah satu
contoh adalah praktik mempersembahkan manusia (band.
Ul.18:10-dst).

Gereja di masa kini ditantang untuk mempertanyakan secara
kritis keberadaan dirinya sebagai umat yang dipanggil dan diutus
untuk menyatakan misi Allah di tengah_-tengah dunia. Beberapa
hal yang patut dipikirkan adalah :

Sejauh mana Gereja menerima Alkitab sebagai firman
TUHAN yang mengajar dan mendidik orang untuk hidup
baik dan benar sesuai kehendak Kristus Yesus? Ada ka-
lanya kita menyepelekan ajaran dan meninggikan kebu-
tuhan. Dengan kemajuan jaman yang dahsyat, betapa
mudahnya kita mengakses segala sesuatu tanpa berhik-
mat untuk menyaring, memilih dan memilah. Orang tahan
berjam-jam membaca informasi di dunia maya, entah
hoax atau benar, semuanya ditelan mentah-mentah.
Tetapi 30 menit membaca Alkitab dan melakukan reflek-
si atas firman akan mengarah pada kantuk dan Ielah.
Serlngkali peribadahan menjadi hilang makna dan terba-
tasi oleh apa yang baik-benar-pas menurut kacamata kita,
sehingga orang beribadah tidak Iagi mendapatkan
makna, melainkan memperhitungkan apa untung-rugi
dan kenyamanan pribadi. TUHAN Allah tidak Iagi menja-
di pusat dari penyembahan, melainkan manusia sebagai
pusat dari peribadahan.

Ketika Israel diperdamaikan melalui proses yang pan-
jang dan menyakitkan, melewatkan 3 generasi di pem-
buangan, melalui hukuman dan penindasan lahir-batin,
Gereja patut menyadari bahwa kita didamaikan dengan
Allah tanpa melalui hukuman, melainkan pengampunan
dan penebusan di dalam Kristus Yesus (band. Kol.1:22).
Penyembahan berhala adalah dosa yang telah menjauh-
kan umat Israel dari Allah. Rasul Paulus mengajarkan
bahwa; "percabu/an, kenajisan, hawa nafsu, nafsujahat
dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembah-
an berha/a" (Kol. 3:5) dan dalam kacamata umum kita
tahu bahwa uang, kekuasaan, dan teknologi juga bisa
menjerumuskan manusia kedalam dosa, ketika kita ti-
dak lagi melihat tiga hal tersebut sebagai alat, melainkan
sebagai tujuan akhir. Hancurlah keluarga, rusaklah hu-
bungan antar manusia, hancurlah alam dan ekosistem,
bobroklah pemerintahan, berantakanlah persekutuan.

KHOTBAH
Suatu ketika, seorang Bapak bernama Pak Genong diajak
oleh seorang temannya melakukan tindakan amoral di tempat
hrburan malam yang terkenal di kota itu. Pak Genong tahu bahwa
ajakan temannya ini berarti akan mencederai hati istrinya dan
merusak rumah tangganya. Sang teman mengolok Pak Genong
dan menyebut dia sebagai anggota kelompok "lkatan Suami Takut
lstri" dan memberikan alasan bahwa toh isteri-isteri mereka tidak
akan tahu. Nampaknya sudah biasa teman Pak Genong ini ber-
selingkuh. Dengan bijaknya Pak Genong mengatakan bahwa dia
tidak bersedia, bukan karena takut pada istrinya, tetapi karena
dia mencintainya, mengasihi keluarganya, berjanji untuk setia
dalam segala situasi. Meskipun sang isteri tidak tahu, tetapi janji
yang dia ucapkan dan pegang di hadapan TUHAN adalah kudus.
Oleh karena janji dan kasihnya kepada TUHAN dan isterinya,
maka Pak Genong memutuskan untuk tidak terjerumus dalam
godaan.

Jemaat yang terkasih di dalam Kristus Yesus.
lman yang tumbuh dan teguh oleh karena perjumpaan yang
indah, secara terus menerus dengan TUHAN melalui doa, ibadah
dan sikap hidup yang baik dalam keseharian akan menumbuhkan
sikap mental dan kualitas hidup yang bermakna. Sikap hidup
yang benar akan mengalir sebagai satu kebiasaan yang indah,
bukan karena terpaksa, apalagl karena takut dihukum. Perubahan
sikap hidup, cara pandang dan pemikiran, niscaya menjadi se-
makin matang karena kita hidup di dalam rasa syukur dan terima
kasih yang mendalam atas anugerah keselamatan yang
dinyatakan melalui lawatan Allah dalam Kristus Yesus -hidup-
Nya serta kematian-Nya di kayu salib -, sehingga manusia tidak
hidup karena takut dihukum, melainkan karena telah-sedang-
akan terus mengalami "waktu anugerah".

Perubahan yang positif akan dapat terjadi di dalam diri orang
percaya secara pribadi, dl dalam keluarga, di dalam persekutuan
bersama sesama dan TUHAN karena kita menyadari bahwa
ajaran, perintah dan kehendak TUHAN dinyatakan demi kebaikan
manusia. Tetapi sayang, seringkali manusia tidak sanggup
melawan arus dunia yang memberangus kesadaran kita sebagai
Gereja yang menyatakan misi Allah di dalam dunia. Mari bertanya
pada diri sendiri seberapa besar kasih kita pada TUHAN? Jangan-
jangan, kita tidak sanggup menolak godaan, karena memang
kasih kita kepada TUHAN tidak cukup besar. Jangan-jangan
keyaklnan kita pada janji penyertaan-Nya atas hidup tidak cukup
dalam. Jangan-jangan kita masuk pada golongan mereka: "yang
kurang percaya".

Banyak orang Kristen yang masih pergi ke dukun, menyim-
panjimat-jimat, mencari jawaban dari paranormal, hidup di dalam
pemikiran yang kuat tentang kuasa roh-roh nenek moyang. Ten-
tang penyembahan berhala, rasul Paulus dalam Surat Kolose
3:5 menuliskan bahwa percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu
jahat dan juga keserakahan sama dengan penyembahan berhala.

Pikiran dan hati manusia dikuasai oleh uang, kuasa, jabatan,
hawa nafsu, dsb. Betapa banyak keluarga yang hancur karena
perselingkuhan. Betapa banyak pribadi yang kehilangan iman
demi mengejar materi. Betapa banyak hubungan antar keluarga
yang rusak karena emosi. Sungguh banyak. Dunia yang kita diami
ini dipenuhi dengan orang yang tidak bahagia, kemarahan,
kejahatan, kekerasan dan berbagai hal yang tidak mendatangkan
damai dan sejahtera. Ketiadaan damai dan sejahtera bukanlah
hukuman TUHAN, bukanlah hajaran dari TUHAN, tetapi semata
karena kita tidak menghidupkan ajaran dari Tuhan Yesus.
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus.

Cukuplah peringatan dan pelajaran sejarah tentang hukuman
TUHAN kepada bangsa Israel yang keras kepala. Cukuplah kita
membaca tentang murka dan kemarahan TUHAN Allah terhadap
Israel. Cukuplah kita menghabiskan waktu pada hal yang sia-sia
dan mendatangkan kehancuran bagi dirl sendiri, keluarga dan
orang-orang di sekitar kita. Sudah waktunya Gereja, yaitu per-
sekutuan orang percaya, mengambil sikap untuk hidup di dalam
kasih dan anugerah keselamatan di dalam Kristus. Oleh karena
hidup manusia sudah dibayar dengan tebusan yang mahal, maka
sekaranglah waktu yang tepat untuk tidak saja mengaku dengan
mulut bahwa Kristus Yesus adalah Juruselamat, Sang Penyedia
"waktu anugerah", tetapi juga untuk menghidupkan anugerah itu
melalui cara hidup yang tahu diri dan sadar dirl bahwa Dia adalah
TUHAN serta kita adalah yang telah diampuni-Nya.


SBU

HARI MINGGU XII SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 27 AGUSTUS 2017
Renungan Pagi
KJ.149:1-Berdoa
AJARAN DAN HAJARAN YANG MENGUBAHKAN

Yehezkiel 6:1-7
.....kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN.(ay. 7)

Perikop ini adalah bagian dari pemberitaan tentang hukuman atas pemberontakan dan ketidaksetiaan umat lsrael (Yeh. 2:3). TUHAN marah atas penyembahan berhala yang mereka lakukan, bahkan di dalam Bait Allah (band.Yeh. 8:10, 14). TUHAN memutuskan memerangi umat-Nya melalui bangsa lain (band. Yeh.7). Kegeraman dan kejijikan-Nya terhadap penyembahan bangsa Israel di bukit-bukit penyembahan dan mezbah-mezbah (ay. 4-6) membuat TUHAN menghukum umat-Nya melalui bencana kelaparan (band Yeh. 4:13-17). Hal ini menegaskan bahwa TUHAN adalah Allah yang tidak pernah kompromi terhadap dosa.TUHAN Allah tidak pernah memberikan hukuman tanpa pemberitahuan dan peringatan, karena Dia
Allah Yang Mahaadil dan Mahapengasih. Kehadiran-Nya yang agung dinyatakan-Nya melalui ajaran, peringatan, ketetapan dan perintah.

Para tua-tua, imam, nabi dan raja adalah orang-orang yang memiliki tugas khusus untuk menjaga ajaran dan ketetapan Tuhan. Yehezkiel sebagai nabi yang mendapat sebutan khusus sebagai Penjaga Israel. Ajaran dan hajaran bagi Israel dl perikop ini,bukan untuk menakut-nakuti Gereja, melainkan untuk mengingatkan orang percaya; bahwa di dalam Kristus kita tidak lagi menerima hukuman, melainkan keselamatan (band Ef. 2:4-5, Tit. 2:11). Karenanya, jangan memberi peluang bagi dosa dan mengulangi kesalahan yang disebut berhala.

Hormati Tuhan di atas segala sesuatu, bukan mengandalkan ilmu pengetahuan teknologi, ekonomi atau politik sebagai alat kekuatan dalam kehidupan. Mari membawa perubahan yang lebih baik, tidak lagi pengandalan diri dan egoisme. Meningkatkan moral dan menjaga persekutuan umat akan membangun kehidupan berbangsa.

Penebusan Kristus, panggilan dan pengutusan Gereja, selalu menjadi pengingat dan peringatan dalam sikap hidup kita, untuk hidup yang memberitakan anugerah dan kasih karunia Kristus. Bagaimana kita merespon kasih karunia Allah di dalam Kristus, melalui perubahan diri, hati dan perilaku hidup yang baik atau memberontak terhadap-Nya, tidak akan menghalangi Tuhan untuk menunjukkan kasih dan diri-Nya sebagai TUHAN, sang Alfa Omega.

KJ.149: 3
Doa : (Kristus, terima kasih untuk waktu anugerah yang diberikan)




HARI MINGGU XII SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 27 AGUSTUS 2017
Renungan Malam
GB.256 : 1-Berdoa
CERMIN TAK PERNAH BOHONG

Yehezkiel 6:8-10
....mereka sendiri akan merasa mual melihat kejahatan yang mereka lakukan dan
melihat segala perbuatan mereka yang keji. (ay. 9b)

Apabila mata diselaputi katarak, maka seseorang tidak akan bisa melihat dengan baik keadaan dirinya di cermin. Hanya ketika selaput itu dikupas, maka terkelupaslah juga bayangan semu orang tersebut tentang dirinya sendiri yang bisa jadi telah menyesatkan akal sehatnya selama lni. Mana ada cermin yang bohong? Putih tidak mungkin cokelat, keriting tidak mungkin lurus, jerawat tidak mungkin tahi lalat. la merefleksikan materi dalam bentuk apapun di depannya tanpa dikurangi atau dilebihkan. Cermin sangatlah jujur dibanding kawan atau suami/istri yang tidak akan mampu menyampaikan secara akurat detail atau gambaran wajah orang dihadapannya. Intinya, hanya ketika selaput katarak ltu dikupas, maka cermin akan mengatakan kenyataan yang sebenarnya.

Alih-alih taat dan setia pada Tuhan, bahkan diingatkan dan ditegur oleh Nabipun tidak mempan. Mata rohani Israel diliputi "katarak". Ego, ketidak-puasan diri, penyembahan berhala adalah katarak yang menutupi dan membutakan Israel. Mereka tidak bisa lagi melihat jati dirinya sebagai umat pilihan Allah.

Hukuman, masa sulit, ditawan, masa kelu dan derita adalah proses yang Tuhan pakai untuk mengelupasi "katarak dosa". Jalan derita dan gumul tersebut menjadi alat refleksi, sehingga mereka bisa melihat dengan jelas dan menyadari hakekat keadaan dirinya sendiri dihadapan Tuhan. Demi kebahagiaan semu, mereka memilih berhala dan dewa-dewi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan Allah dan mengakuinya sebagai kuasa yang menyelamatkan hidup mereka. Mereka menciptakan materi dalam wujud berhala dan ilusi atas iman kepada dewa-dewi sebagai alat pemuasan nafsu diri (band Yeh.2:3).

Israel diajari Tuhan untuk menerima hukuman pembuangan sebagai jalan pertobatan, tetapi Gereja di masa kini tidak boleh terjebak pada pemahaman bahwa masa sulitdan derita adalah hukuman, melainkan masa sulit seharusnya menjadi alat refleksi untuk memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan menelanjangi diri bahwa tidak ada satupun materi (uang, pekerjaan, barang sebagai berhala baru) yang mendatangkan kebahagiaan sejati. Dimana hartamu disitulah juga hatimu berada.

GB.256:3
Doa : (Ya Tuhan, ajarlah aku untuk tetap setia kepada-Mu sekalibun penderitaan kualami dalam kehidupan ini)

Label:   Yehezkiel 6:1-7 





NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 AGUSTUS 2017 - CINTA ALLAH BERTEPUK SEBELAH TANGAN Yehezkiel 7:1-13 - MINGGU XII SES. PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 26 AGUSTUS 2017 - MENENTANG KETIDAKADILAN Amos 5:7-13 - MINGGU XI SES.PENTAKOSTA

Baca Garis Besar Yehezkiel

Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan


Nyanyian Ibadah Gereja
KMM, KJ, PKJ, GB, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, KPPK, NKI, KPRI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, EN*, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, AG*, YSMS*, Puji Syukur, Madah Bakti,
Pembacaan Alkitab Anggota UEM Oktober 2017
(CRC Cina, GBKB, GKPPD, HKI, GKJTU, GKJW, GKKPA, GBKP, GKPI, BNKP, GKPM, GKPS, HKBP, GKITP, UCPP Filipina, dan MC-SL Srilangka)


Minggu 31 Desember 2017
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Minggu 31 Desember 2017 - Galatia 4:4-7
Penjelasan Ayat

Selasa, 26 Desember 2017
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Selasa, 26 Desember 2017 Mazmur 98:2-9 - Natal-2
Penjelasan Ayat

Senin, 25 Desember 2017
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Senin, 25 Desember 2017 - Yesaya 52:7-10 - Natal
Penjelasan Ayat

Minggu 24 Desember 2017
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Minggu 24 Desember 2017 - Lukas 1:26-38
Penjelasan Ayat

Minggu, 24 Desember 2017
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Minggu, 24 Desember 2017 - Malam Natal
Penjelasan Ayat

Minggu 17 Desember 2017
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Minggu 17 Desember 2017 - Mazmur 126:1-6
Penjelasan Ayat

Minggu, 10 Desember 2017
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Minggu 10 Desember 2017 - 2 Petrus 3:8-15a
Penjelasan Ayat
Khotbah Gereja CRC Cina, GBKB, GKPPD, HKI, GKJTU, GKJW, GKKPA, GBKP, GKPI, BNKP, GKPM, GKPS, HKBP, GKITP, UCPP Filipina, dan MC-SL Srilangka


Keluaran 18:13-27 (1)
1 Korintus 11:2-12 (1)
1 Korintus 11:23-24 (1)
1 Korintus 13:1-13 (1)
1 Korintus 13:4-8 (1)
1 Korintus 14:34-40 (1)
1 Korintus 16:12-15 (1)
1 Korintus 16:19-24 (1)
1 Korintus 16:5-9 (1)
1 Korintus 1:10-17 (1)
1 Korintus 3:10-23 (1)
1 Korintus 5:9-13 (1)
1 Korintus 6:12-20 (1)
1 Korintus 7:12-16 (1)
1 Korintus 7:25-40 (1)
1 Raja-Raja 11:1-13 (1)
1 Raja-Raja 12:16-24 (1)
1 Raja-Raja 13:23-34 (1)
1 Raja-Raja 22:41-51 (1)
1 Raja-Raja 9:1-9 (1)
1 Samuel 16:19-23 (1)
1 Samuel 18:6-30 (1)
1 Samuel 2:1-8 (1)
1 Samuel 4:12-22 (1)
1 Samuel 5:6-12 (1)
1 Samuel 6:10-21 (1)
1 Samuel 9:17-27 (1)
1 Tawarikh 16:23-27 (1)
1 Tawarikh 16:34-36 (1)
1 Tawarikh 22:2-19 (1)
1 Tawarikh 23:28-32 (1)
1 Tawarikh 25:1-7 (1)
1 Tawarikh 26:1-32 (1)
1 Tawarikh 6:31-47 (1)
1 Yohanes 4:1-6 (1)
2 Raja-Raja 4:42-44 (1)
2 Raja-Raja 4:8-24 (1)
2 Raja-Raja 5:13-14 (1)
2 Raja-Raja 5:19b-27 (1)
2 Raja-Raja 6:8-23 (1)
2 Raja-Raja 8:1-6 (1)
2 Raja-Raja 8:11-15 (1)
2 Samuel 3:30-39 (1)
2 Samuel 3:6-16 (1)
2 Samuel 4:9-12 (1)
2 Samuel 5:6-10 (1)
2 Samuel 6:1-10 (1)
2 Samuel 7:18-29 (1)
Amos 1:1-8 (1)
Amos 2:13-16 (1)
Amos 2:4-5 (1)
Amos 3:9-15 (1)
Amos 4:4-5 (1)
Amos 5:1-3 (1)
Amos 5:7-13 (1)
Amsal 12:11-28 (1)
Amsal 13:20-25 (1)
Amsal 15:17-33 (1)
Amsal 16:10-15 (1)
Amsal 16:21-33 (1)
Amsal 17:7-22 (1)
Amsal 22:1-6 (1)
Amsal 5:1-14 (1)
Amsal 6:12-19 (1)
Amsal 6:25-35 (1)
Amsal 7:21-27 (1)
Amsal 8:22-36 (1)
Amsal 9:10-18 (1)
Ayub 16 (1)
Ayub 2:8-13 (1)
Ayub 3:20-26 (1)
Ayub 4:14-21 (1)
Ayub 5:17-27 (1)
Ayub 6:1-13 (1)
Ayub 7:11-21 (1)
Bilangan 2:1-34 (1)
Bilangan 3:14-39 (1)
Bilangan 4:21-49 (1)
Bilangan 5:5-10 (1)
Bilangan 6:22-27 (1)
Daniel 10:10-14 (1)
Daniel 11:2-9 (1)
Daniel 11:20-28 (1)
Daniel 11:40-45 (1)
Daniel 12:8-13 (1)
Daniel 5:1-13 (1)
Daniel 9:20-24 (1)
Efesus 2:11-18 (1)
Efesus 3:7-13 (1)
Ezra 1:7-11 (1)
Ezra 2:36-42 (1)
Ezra 2:43-54 (1)
Ezra 2:59-63 (1)
Ezra 3:10-13 (1)
Ezra 3:6-7 (1)
Ezra 4:23-24 (1)
Ezra 4:6-16 (1)
Ezra 5:6-17 (1)
Ezra 6:6-12 (1)
Filemon 1:8-21 (1)
Hagai 1:1-11 (1)
Hagai 2:16-29 (1)
Hagai 2:24 (1)
Hagai 2:7-10 (1)
Hakim-Hakim 11:1-11 (1)
Hakim-Hakim 11:34-40 (1)
Hakim-Hakim 12:8-15 (1)
Hakim-Hakim 13:8-24 (1)
Hakim-Hakim 15:14-20 (1)
Hakim-Hakim 16:23-31 (1)
Hakim-Hakim 1:22-36 (1)
Hakim-Hakim 2:6-23 (1)
Hakim-Hakim 6:25-40 (1)
Hosea 10:1-8 (1)
Hosea 10:12-15 (1)
Hosea 1:1-9 (1)
Hosea 2:15-22 (1)
Hosea 2:8-12 (1)
Hosea 8:7-14 (1)
Hosea 9:7-9 (1)
Imamat 10:1-7 (1)
Imamat 10:16-20 (1)
Imamat 11:13-19 (1)
Imamat 11:24-28 (1)
Imamat 11:39-40 (1)
Imamat 11:46-47 (1)
Imamat 12:7-8 (1)
Imamat 25:14-22 (1)
Imamat 25:29-34 (1)
Imamat 25:47-55 (1)
Imamat 26:14-26 (1)
Imamat 26:43-46 (1)
Imamat 27:28-34 (1)
Imamat 2:1-16 (1)
Imamat 3:12-17 (1)
Imamat 4:13-26 (1)
Imamat 6:1-7 (1)
Imamat 7:28-38 (1)
Kejadian 24:1-9 (1)
Kejadian 25:29-34 (1)
Kejadian 25:7-11 (1)
Kejadian 26:16-25 (1)
Kejadian 27:1-17 (1)
Kejadian 27:30-40 (1)
Kejadian 2:8-25 (1)
Keluaran 16:1-10 (1)
Keluaran 16:31-36 (1)
Keluaran 17:8-15 (1)
Keluaran 18:13-27 (1)
Keluaran 19:14-25 (1)
Keluaran 1:1-14 (1)
Keluaran 20:18-21 (1)
Keluaran 21:1-11 (1)
Keluaran 2:23-25 (1)
Keluaran 2:7-10 (1)
Keluaran 4:10-17 (1)
Keluaran 4:27-31 (2)
Keluaran 5:22-23 (1)
Keluaran 6:8-12 (1)
Kisah Para Rasul 12:1-18 (1)
Kisah Para Rasul 13:13-25 (1)
Kisah Para Rasul 13:32-37 (1)
Kisah Para Rasul 13:44-48 (1)
Kisah Para Rasul 14:1-7 (1)
Kisah Para Rasul 14:14-18 (1)
Kisah Para Rasul 14:21-28 (1)
Kisah Para Rasul 4:23-31 (1)
Kisah Para Rasul 5:12-16 (1)
Kisah Para Rasul 5:26-42 (1)
Kisah Para Rasul 6:8-15 (1)
Kisah Para Rasul 7:30-50 (1)
Kisah Para Rasul 7:54-60 (1)
Kisah Para Rasul 8:14-25 (1)
Korintus 13:8-13 (1)
Korintus 4:6-21 (1)
Lukas 10:1-7 (1)
Lukas 10:17-20 (1)
Lukas 10:23-24 (1)
Lukas 10:29-37 (1)
Lukas 10:39-42 (1)
Lukas 13:15-17 (1)
Lukas 14:7-11 (1)
Lukas 23:50-55 (1)
Lukas 24:1-8 (1)
Lukas 24:50-53 (1)
Lukas 2:1-7 (1)
Lukas 3:1-9 (1)
Lukas 3:23-38 (1)
LUKAS 8:16-18 (1)
Lukas 8:26-29 (1)
LUKAS 8:34-39 (1)
LUKAS 8:43-48 (1)
Lukas 8:54-56 (1)
Lukas 9:15-17 (1)
Maleakhi 1:1-5 (1)
Maleakhi 1:12-14 (1)
Maleakhi 2:17 (1)
Maleakhi 2:6-9 (1)
Maleakhi 3:16-18 (1)
Maleakhi 3:6-12 (1)
Maleakhi 4:4-6 (1)
Markus 1:16-20 (1)
Markus 2:1-12 (1)
Markus 2:18-22 (1)
Markus 3:1-6 (1)
Markus 3:13-19 (1)
Markus 3:30-35 (1)
Markus 9:2-8 (1)
Markus 9:28-29 (1)
Matius 12:22-37 (1)
Matius 12:9-15a (1)
Matius 13:18-23 (1)
Matius 13:31-35 (1)
Matius 13:44-46 (1)
Matius 25:1-10 (1)
Matius 25:11-13 (1)
Matius 8:14-17 (1)
Mazmur 102:13-23 (1)
Mazmur 103:1-5 (1)
Mazmur 103:15-22 (1)
Mazmur 104:19-24 (1)
Mazmur 104:31-35 (1)
Mazmur 108:11-14 (1)
Mazmur 109:26-31 (1)
Mazmur 109:6-20 (1)
Mazmur 10:1-18 (1)
Mazmur 113:1-9 (1)
Mazmur 115:1-15 (1)
Mazmur 117:1-2 (1)
Mazmur 119:1-8 (1)
Mazmur 119:17-32 (1)
Mazmur 119:33-40 (1)
Mazmur 119:41-46 (1)
Mazmur 119:57-64 (1)
Mazmur 5:2-13 (1)
Mazmur 7:2-18 (1)
Mazmur 83:10-19 (1)
Mazmur 84:9-13 (1)
Mazmur 86:1-13 (1)
Mazmur 88:14-19 (1)
Mazmur 8:2-10 (1)
Mazmur 90:1-12 (1)
Mazmur 9:2-21 (1)
Nehemia 13:10-14 (1)
Nehemia 13:23-31 (1)
Nehemia 8:1-9 (1)
Nehemia 8:17-19 (1)
Nehemia 9:16-31 (1)
Nehemia 9:38-10:27 (1)
Nehemia 9:6-15 (1)
Ratapan 1:1-19 (1)
Ratapan 2:11-16 (1)
Ratapan 3:1-23 (1)
Ratapan 3:37-45 (1)
Ratapan 3:58-66 (1)
Ratapan 4:1-15 (1)
Ratapan 5:16-22 (1)
Roma 10:4-13 (1)
Roma 11:33-36 (1)
Roma 2:12-16 (1)
Roma 3:1-8 (1)
Roma 3:21-31 (1)
Roma 7:13-20 (1)
Roma 7:26 (1)
Titus 1:5-11 (1)
Titus 2:15 (1)
Titus 2:3-5 (1)
Titus 2:9-10 (1)
Titus 3:12-14 (1)
Titus 3:4-8 (1)
Ulangan 10:12-22 (1)
Ulangan 12:1-12 (1)
Ulangan 12:29-32 (1)
Ulangan 13:6-11 (1)
Ulangan 15:1-11 (1)
Ulangan 15:19-23 (1)
Ulangan 5:23-27 (1)
Ulangan 5:32-33 (1)
Ulangan 5:6-21 (1)
Yehezkiel 11:14-25 (1)
Yehezkiel 12:17-28 (1)
Yehezkiel 13:17-23 (1)
Yehezkiel 14:12-21 (1)
Yehezkiel 1:1-14 (1)
Yehezkiel 2:8-10 (1)
Yehezkiel 3:10-15 (1)
Yehezkiel 4:13-17 (1)
Yehezkiel 5:11-17 (1)
Yehezkiel 5:5-7 (1)
Yehezkiel 6:1-7 (1)
Yehezkiel 7:1-13 (1)
Yehezkiel 7:24-27 (1)
Yehezkiel 8:14-18 (1)
Yehezkiel 9:6-11 (1)
Yeremia 1:1-10 (1)
Yeremia 2:14-19 (1)
Yeremia 2:26-37 (1)
Yeremia 3:6-13 (1)
Yeremia 4:11-18 (1)
Yeremia 4:29-31 (1)
Yesaya 11:6-10 (1)
Yesaya 13:9-22 (1)
Yesaya 41:21-29 (1)
Yesaya 42:5-9 (1)
Yesaya 50:4-11 (1)
Yesaya 51:1-3 (1)
Yesaya 51:12-16 (1)
Yesaya 51:21-23 (1)
Yesaya 65:11-12 (1)
Yesaya 65:15-16 (1)
Yesaya 65:24-25 (1)
Yesaya 65:6-7 (1)
Yesaya l1:15-16 (1)
Yohanes 14:18-20 (1)
Yohanes 14:27 (1)
Yohanes 15:9-16 (1)
Yohanes 15:9-17 (1)
Yohanes 3:14-21 (1)
Yohanes 3:31-36 (1)
Yohanes 4:16-26 (1)
Yohanes 4:39-42 (1)
Yohanes 4:46-54 (1)
Yohanes 5:14-18 (1)
Yohanes 5:30-47 (1)
Yosua 10:1-11 (1)
Yosua 10:28-43 (1)
Yosua 11:1-15 (1)
Yosua 6:1-14 (1)
Yosua 7:1-16 (1)
Yosua 8:1-17 (1)
Yosua 8:30-35 (1)
Yosua 9:16-27 (1)
Yosua 9:22-27 (1)


Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2017..


rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


MINGGU, 31 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 31 DESEMBER 2017 - IMAN YANG TETAP HIDUP - Matius 25:1-10 - MALAM AKHIR TAHUN
Penjelasan Ayat Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

MINGGU, 31 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 31 DESEMBER 2017 - JANGAN TELEDOR... ELING LAN WASPODO - Matius 25:11-13 - AKHIR TAHUN
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SABTU, 30 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 30 DESEMBER 2017 - MENGGUGAH KESADARAN - Ulangan 5:32-33 - MINGGU NATAL
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

JUMAT, 29 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 29 DESEMBER 2017MEMAKNAI KETIDAKSEMPURNAAN Ulangan 5:23-27 - MINGGU NATAL
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

KAMIS, 28 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 28 DESEMBER 2017 - JEJAK PASANG TAPAK KETAATAN - Ulangan 5:6-21 - MINGGU NATAL
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

RABU, 27 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 27 DESEMBER 2017 - BERPEGANGLAH PADA JANJI TUHANMU - Ulangan 4:30-40 - MINGGU NATAL
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SELASA, 26 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 26 DESEMBER 2017 - MENCINTAI KELUARGA ALLAH - Lukas 3:23-38 - HARI NATAL II
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SENIN, 25 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 25 DESEMBER 2017 - PERSIAPKAN JALAN UNTUK TUHAN - Lukas 3:1-9 - SELAMAT NATAL
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

MINGGU, 24 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 24 DESEMBER 2017 - SIAP DITOLAK DAN TIDAK DIHORMATI - Lukas 2:1-7 - MINGGU, 24 DESEMBER 2017
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SABTU, 23 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 23 DESEMBER 2017 - TERUS D|PEDUL|KAN ALLAH KEMBALI - Yesaya 65:24-25 - MINGGU ADVEN III
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

JUMAT, 22 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 22 DESEMBER 2017 - PERUBAHAN AJAIB - Yesaya 65:15-16 - MINGGU ADVEN III
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

KAMIS, 21 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 21 DESEMBER 2017 - UPAH BAGI YANG TIDAK SETIA - Yesaya 65:11-12 - MINGGU ADVEN III
Sabda Bina Umat (SBU)

RABU, 20 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 20 DESEMBER 2017 - SIKAP TUHAN TERHADAP PERILAKU UMAT-NYA - Yesaya 65:6-7 - MINGGU ADVEN II
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SELASA, 19 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 19 DESEMBER 2017 - AKIBAT HUKUMAN TUHAN - Yesaya 13:9-22 - MINGGU ADVEN III
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SENIN, 18 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 18 DESEMBER 2017 - ALLAH YANG SEDIAKAN JALAN - Yesaya l1:15-16 - MINGGU ADVEN III
Sabda Bina Umat (SBU)

MINGGU, 17 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 17 DESEMBER 2017 - TIDAK ADA LAGI PERMUSUHAN - Yesaya 11:6-10 - HARI MINGGU ADVEN III
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SABTU, 16 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 16 DESEMBER 2017 - WAKTU YANG DINANTI PASTI TIBA - Daniel 12:8-13 - MINGGU ADVEN II
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

JUMAT, 15 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 15 DESEMBER 2017 - SEBARKANLAH KABAR SUKACITA - Daniel 11:40-45 - MINGGU ADVEN II
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

KAMIS, 14 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 14 DESEMBER 2017 - KEJUJURAN SEBAGAI POLA HIDUP - Daniel 11:20-28 - MINGGU ADVEN II - MINGGU ADVEN II
Sabda Bina Umat (SBU)

SELASA, 12 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 12 DESEMBER 2017 - ENGKAU ORANG YANG D|KASlHl - Daniel 10:10-14 - MINGGU ADVEN II
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

RABU, 13 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 13 DESEMBER 2017 - ALLAH MENGETAHUI APA YANG AKAN TERJADI - Daniel 11:2-9 - MINGGU ADVEN II
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SENIN, 11 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 11 DESEMBER 2017 - DOA MENGQBATI RASA RINDU - Daniel 9:20-24 - MINGGU ADVEN II
Sabda Bina Umat (SBU)

MINGGU, 10 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB - MINGGU, 10 DESEM BER 2017 - DIMANAKAH TUHAN? - Daniel 5:1-13 - HARI MINGGU ADVEN II
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SABTU, 9 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 9 DESEMBER 2017 - AYO BERTOBAT SEBELUM TERLAMBAT - Maleakhi 4:4-6 - MINGGU ADVEN I
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

JUMAT, 8 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 8 DESEMBER 2017 - MEMANG ENAK JADI ORANG BENAR? - Maleakhi 3:16-18 - MINGGU ADVEN I
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

KAMIS, 7 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 7 DESEMBER 2017 - BERKAT DALAM PERSEMBAHAN - Maleakhi 3:6-12 - MINGGU ADVEN I
Sabda Bina Umat (SBU)

RABU, 6 DESEMBERv2017
Khotbah Ibadah GPIB - RABU, 6 DESEMBERv2017 - PEMBARUAN SEBAGAI UMAT ALLAH - Maleakhi 2:17 - MINGGU ADVEN I
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SELASA, 5 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 5 DESEMBER 2017 - BERSAKSI DALAM KATA DAN TELADAN - Maleakhi 2:6-9 - MINGGU ADVEN I
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SENIN, 4 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 4 DESEMBER 2017 - PERSEMBAHAN JUJUR DI HADAPAN TUHAN - Maleakhi 1:12-14 - MINGGU ADVEN I
Sabda Bina Umat (SBU)

MINGGU, 3 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 3 DESEMBER 2017 MENANTIKAN KARYA BESAFI TUHAN - Maleakhi 1:1-5 - HARI MINGGU ADVEN I
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)




Senin, 23 Oktober 2017
Belajar Dari Seorang Anak Kecil


20 Oktober 2017
JANGAN PERNAH MENYALAHKAN RENCANA TUHAN


Jumat, 06 Oktober 2017
AIR MINUM DI GURUN


Kamis, 05 Oktober 2017
BERAT SEGELAS AIR


Selasa, 03 Oktober 2017
TETAPLAH SETIA




Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)