Save Page
MUKJIZAT PUN TERJADILAH! 
Ketika Kathryn membaca bahwa menurut firman Allah kesembuhan dan keselamatan secara bersamaan disediakan bagi orang percaya, dia mulai memahami hubungan orang Kristen dengan Roh Kudus. Tahun 1947, dia mulai mengajar serangkaian pengajaran mengenai Roh Kudus. Sebagian dari hal-hal yang dikatakannya pada malam pertama dia mengajar merupakan pewahyuan baginya. Kemudian Kathryn bercerita bahwa dia terjaga pada malam itu, berdoa dan lebih banyak membaca Alkitab.

Malam kedua kebaktiannya merupakan peristiwa yang sangat penting. Seseorang yang mengalami kesembuhan dalam kebaktian Kathryn Kuhlman menyampaikan kesaksian. Seorang wanita berdiri dan bercerita bahwa dia disembuhkan ketika Kathryn berkhotbah pada malam sebelumnya. Tanpa ditumpangi tangan siapa pun dan Kathryn pun tidak menyadari apa yang terjadi saat itu, wanita ini disembuhkan dari tumor yang dideritanya. Dia telah pergi ke dokternya untuk memastikan kesembuhannya sebelum kebaktian pada malam kedua.

Hari Minggu berikutnya, terjadi mukjizat kedua. Seorang veteran Perang Dunia I yang telah dipastikan menderita kebutaan akibat kecelakaan industri, penglihatannya pulih sampai 85% pada bagian matanya yang dinyatakan rusak selamanya dan penglihatan pada mata satunya pun pulih secara total.

PENIPU, KEPALA POLISI, DAN KEMULIAAN 
Segera setelah terjadi berbagai kesembuhan dan mukjizat, semakin banyak orang yang datang ke tabernacle daripada kebaktian Billy Sunday. Tuhan mulai membuat pelayanan Kathryn sangat berhasil, namun kini iblis mulai masuk dan berusaha melemahkan pekerjaan dan aliran Roh Kudus dalam pelayanannya.

Serangan itu muncul melalui M. J. Maloney dan para badan pengelola tabernacle. Maloney bersikeras bahwa dia menerima sekian persen dari seluruh pendapatan pelayanan, termasuk dari penyiaran radio dan penerbitan. Kathryn menolak mentah-mentah sehingga Maloney mengancam akan menuntutnya.

Semua kegiatan seputar "pertikaian" ini adalah termasuk tindakan Maloney yang tidak mengizinkan Kathryn menginjakkan kaki ke gedung itu. Terjadilah pertengkaran antara Kathryn didampingi para pengikutnya yang terdiri dari pekerja tambang batu bara melawan orang-orang Maloney, dan hasilnya para pendukung Kathryn merusak kunci gembok sehingga kebaktian bisa dilanjutkan. Keadaan itu baru berakhir setelah para pendukung Kathryn mengumpulkan uang sebanyak $10.000 dan membeli sebuah gelanggang sepatu roda kuno dekat Sugar Creek. Mereka memberi nama gelanggang sepatu roda itu Faith Temple (Bait Iman). Ukurannya dua kali lipat dari gedung Maloney dan sejak kebaktian pertama sudah dipenuhi hadirin.

Ironisnya, pada saat gawat dan ribut tahun 1947, terjadi sesuatu yang mengagumkan. Suatu malam, Kathryn mendengar suara ketukan di pintu apartemennya. Ketika dia membuka pintu, kepala polisi berdiri dengan pakaian biasa. Dia berkata kepada Kathryn bahwa "Tuan" telah mengajukan tuntutan cerai di Nevada dan kantornya baru menerima berkas permohonan itu pagi harinya dan menyebut Kathryn sebagai terdakwa.

Kathryn menunduk dan melihat berkas di tangan kepala polisi. Kepalanya tetap tertunduk. Melihat rasa malu dan kekecewaan Kathryn, kepala polisi itu meraih dan menyentuh lengannya karena dia pernah menghadiri kebaktian Kathryn dan tahu bahwa dia datang ke kawasan tersebut atas kehendak Tuhan. Karena tahu bahwa nama orang-orang terkenal di berkas perceraian seringkali diberikan pada media untuk dimuat maka kepala polisi itu meyakinkannya bahwa semua berkas itu tetap terjaga kerahasiaannya dengan cara menyerahkan sendiri kepada Kathryn.

Kepala polisi kemudian kembali meyakinkan Kathryn bahwa tidak seorang pun, kecuali mereka berdua, yang akan pernah mengetahui tindakan hukum itu. Kathryn berkata kepada kepala polisi itu bahwa dia sangat berterima kasih kepadanya sampai akhir hayatnya.

Kebaikan hati kepala polisi menghindarkan Kathryn dari sakit hati yang sangat dalam. Tujuh tahun kemudian para wartawan tetap tidak mengetahui hal tersebut, namun sampai saat itu pelayanan Kathryn begitu berkembang dan tidak terpengaruh oleh berita usang semacam itu.

Kebaktian kesembuhan yang luar biasa tetap berlangsung di gelanggang sepatu roda yang telah direnovasi itu, dan kebaktian-kebaktian tambahan meluas sampai ke kota-kota sekitar dan ke Aula Stambaugh di Youngstown, Ohio. Roh Kudus telah menemukan sebuah pelayanan yang tidak akan mencoba memperoleh pujian atas pekerjaan-Nya maupun kemuliaan atas hasil dari perbuatan-Nya.

Seorang bekas sekretaris mengenang: 

"Nona Kuhlman sungguh lembut kepada Tuhan. Saya sedang berdiri di tabernacle seusai kebaktian dan bisa melihat ke dalam ruang radio. Nona Kuhlman ada di sana. Tidak tahu bahwa ada yang bisa melihatnya, dia bersimpuh sambil bersyukur kepada Tuhan atas kebaktian tersebut."

Dengan pelayanannya yang terus bertumbuh, Kathryn kurang menekankan pentingnya iman dan lebih menekankan pada keilahian Roh Kudus. Dalam kebaktiannya, tidak ada kartu permohonan doa, tenda-tenda bagi penderita cacat, maupun antrian panjang para penderita sakit yang menunggunya menumpangkan tangan kepada mereka. Dia tidak pernah menyalahkan mereka yang tidak berhasil mendapatkan kesembuhan karena iman mereka yang lemah. Tampaknya kesembuhan terjadi di mana-mana di seluruh sudut aula ketika hadirin duduk di kursi mereka masing-masing, memandang ke surga dan memusatkan perhatian mereka kepada Yesus.

ATAP RUNTUH! 
... tanda-tanda dari surga akhirnya mendorong Kathryn pindah Pittsburgh.

Dalam kebaktian pertamanya di Carnigie Hall, Pittsburgh, penjaga gedung bercerita kepadanya bahwa para bintang opera pun bahkan tidak bisa membuat gedung itu penuh, namun Kathryn bersikeras agar disediakan kursi yang cukup untuk memenuhi aula tersebut. Tindakan ini sungguh baik karena semua kursi penuh.

Kebaktian pertama diadakan sore hari dan aula itu penuh sesak. Kebaktian kedua diadakan pada malam harinya untuk menampung orang banyak itu. Jimmy Miller dan Charles Beebee melayani musik untuk semua kebaktian itu dan tetap melayani bersama Kathryn selamanya.

Pelayanan radio pun terus berkembang, dan pada bulan November 1950, orang-orang mulai mendorong Kathryn agar pindah ke Pittsburgh untuk seterusnya. Bahkan Maggie Hartner, wanita yang menjadi "tangan kanan"nya pun sependapat bahwa mereka harus pindah. Kathryn enggan karena merasa memiliki komitmen kepada orang-orang di Franklin yang telah membela dan mendukungnya dan telah menerima serta menyayanginya ketika tidak ada seorang pun yang demikian.

Namun tanda-tanda dari surga akhirnya mendorong Kathryn pindah ke Pittsburgh.

Dalam menanggapi semua permintaan agar dia pindah, Kathryn mengumumkan:

"Tidak! Atap Faith Temple harus benar-benar runtuh sebelum saya percaya bahwa Tuha menghendaki saya pindah ke Pittsburgh."

Pada hari Thanksgiving, 1950, atap bait itu runtuh akibat menahan hujan salju yang paling dahsyat sepanjang sejarah kawasan itu.

Tiga minggu kemudian, Kathryn pindah ke Pittsburgh di pinggiran kota Fox Chapel, dan di sini dia tinggal hingga akhir hayatnya.

"SAYA INGIN SEPERTI AIMEE" 
Pada tahun 1950, pelayanan sedunia mulai berkembang. Tahun-tahun selanjutnya, Kathryn berkata bahwa Tuhan tidak memanggilnya untuk mendirikan gereja dan menegaskan bahwa pelayanannya tidak akan terbatas hanya pada satu gedung. Sebagian orang mungkin memang dipanggil untuk mendirikan bangunan, namun dia tidak termasuk di antaranya.

Kenyataan bahwa dia tidak mendirikan gereja-gereja terutama dikaburkan oleh pemberitaan mengenai kebaktian-kebaktian mukjizat yang diadakannya. Yayasan Kathryn Kuhlman yang didirikan di Pittsburgh, membiayai lebih dari dua puluh gereja di berbagai ladang misi ke luar negeri yang digembalakan oleh seorang penduduk di negara itu masing-masing.

Banyak orang menyebutnya "gembala" karena mereka menyayangi dan menghormatinya, namun Kathryn tidak pernah ditahbiskan sebagai gembala. Setelah tinggal di Denver, dia tidak pernah menggembalakan gereja. Kathryn berkata bahwa dia tidak dipanggil bagi lima jawatan seperti yang ada di Efesus 4:11. Dia berjalan dalam kesederhanaan sebagai "pelayan" Tuhan.

Orang-orang terdekatnya mengatakan, sejak pertama sekali masuk dalam pelayanan Kathryn telah berkata bahwa dia akan menjadi Aimee Semple McPherson yang berikutnya, pendiri denominasi Four Square. Aimee jelas menjadi panutan Kathryn. Ketika "Sister" yang berkepribadian menarik tersebut mendirikan Angelus Temple di Los Angeles, Kathryn ada di sana saat tempat itu amat sangat terkenal. Konon Kathryn menjadi murid sekolah Alkitab Aimee dan duduk di balkon gerejanya sambil menyerap setiap aspek dari khotbah-khotbah penuh urapan dan bergaya teater dari "Sister" ini. Berbeda dengan murid lainnya di Sekolah Alkitab L.I.F.E., Kathryn memilih tidak bergabung dengan denominasi Four Square. Dia memilih jalur mandiri. Menarik untuk disimak bahwa Rolf McPherson, putra Aimee, tidak ingat bahwa Kathryn pernah menjadi murid di sekolah itu.

Meskipun tidak pernah bertemu Aimee secara pribadi, pengaruh-pengaruh pelayanannya menjadi bagian dari Kathryn. Ada satu perbedaan yang menyolok di antara mereka: Aimee mengajar orang-orang untuk berusaha mendapatkan baptisan Roh Kudus; sedangkan Kathryn berpendapat bahwa "berusaha mendapatkan hal itu" merupakan satu tindakan yang menyebabkan perpecahan. Kathryn adalah penganut aliran Pentakosta, namun tidak memperdebatkan hal itu. Orang-orang selalu membandingkan Kathryn dengan Aimee, namun enam tahun setelah kematian Aimee yang terlalu cepat barulah Kathryn menjadi berita utama nasional.




Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan



rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke



JUMAT, 30 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 30 NOVEMBER 2018 - BELAJAR BUAK DARI KEHIDUPAN - 2 Timotius 2:1-7 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Hari ketujuh, Demikianlah riwayat langit dan bumi // TUHAN Allah, Ada kabut naik ke atas ... dan membasahi // kabut, Tuhan Allah membentuk // manusia itu dari debu tanah // membentuk // manusia itu dari debu tanah ... menghembuskan // napas hidup ke
RABU, 28 NOVEMBER 2018
RABU, 28 NOVEMBER 2018 - MENDERITA DALAM KEBENARAN, BERBAHAGIALAH - 1 Petrus 2:18-25 (SGDK) - MlNGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SELASA, 27 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 27 NOVEMBER 2018 - MEMBERLAKUKAN APA YANG DIBERLAKUKAN TUHAN - 1 Petrus 2:7-10 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SENIN, 26 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 26 NOVEMBER 2018 - HIDUP ADALAH UCAPAN SYUKUR - 1 Petrus 1:17-25 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Jika kamu menyebut-Nya Bapa // Hidup dalam ketakutan, Kamu telah ditebus ... bukan dengan barang yang fana // Dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus // yang mahal, Rasul Petrus menasihati mereka supaya menjalin kasih persaudaraan, Sia-sianya Ma
MINGGU, 25 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 25 NOVEMBER 2018 - BERHIKMAT DALAM HIDUP - 1 Korintus 10:12-13 - HARI MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)



Minggu, 04 November 2018
Tata Ibadah Hari Minggu Syukur HUT ke-8 PKLU GPIB - Minggu, 04 November 2018

JUKLAK HUT KE-8 PKLU GPIB, PESAN MS GPIB HUT ke-8 PKLU, surat pengantar hut 8 pklu, TATA IBADAH PKLU GPIB HUT Ke-8 PKLU
7 OKTOBER 2018
KOREKSI LAGU DALAM TATA IBADAH 7 OKTOBER 2018 DAN PETUNJUK PELAKSANAAN IBADAH MINGGU SELAMA BULAN OKTOBER 2018


Minggu, 07 Oktober 2018
Tata Ibadah HARI PERJAMUAN KUDUS se-DUNIA dan HARI PEKABARAN INJIL INDONESIA (HPKD/HPII) Minggu, 07 Oktober 2018

Menggunakan Tata Ibadah GEREJA KRISTEN JAWA (GKJ)



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)

SABTU, 12 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 12 JANUARI 2019 - PERGANTIAN NAMA - Yesaya 65:15-16 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
KESALEHAN DAN KESALAHAN, Dalam hal kehormatan dan nama baik
JUMAT, 11 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 11 JANUARI 2019 - BERPALING DARI DOSA DAN KEMBALI KEPADANYA - Yesaya 65:1-7 - MINGGU EPIFANIA
Sabda Bina Umat (SBU)
Pertobatan Bangsa-bangsa Bukan Yahudi; Kefasikan Orang-orang Yahudi; Penolakan terhadap Orang-orang, BERKAT TUHAN UNTUK MEREKA YANG SETIA
KAMIS, 10 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 10 JANUARI 2019 - ANGKAT HATI PADA ALLAH - Yesaya 64:7-12 - HARI EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ALLAH TIDAK TURUN TANGAN ,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 (SGDK) - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
Permohonan Sepenuh Hati,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Permohonan Sepenuh Hati, ALLAH PENYELAMAT TUNGGAL