Save Page
Prinsip-prinsip perkawinan Kristen:
1.    Perkawinan Kristen adalah perkawinan monogami.
Perkawinan adalah antara seorang pria dan wanita (Kej. 1:26-28). Jadi perkawinan yang sesuai Alkitab adalah perkawinan antara satu laki-laki dan satu perempuan. Sebab itu kekristenan menolak dengan tegas segala bentuk poligami maupun perceraian.
2.    Prioritas utama adalah pasangannya.
Kata ”meninggalkan" (kej.2:24-25) bukan hanya tentang perubahan tempat, melainkan lebih tentang perubahan prioritas-prioritas dan kewajiban-kewajiban. Kewajiban utama seorang suami tidak lagi kepada orang tuanya, tetapi beralih kepada istrinya. Maksudnya, istrinya harus didahulukan daripada ibu dan ayahnya.
Laki-laki harus menempatkan istrinya sebagai prioritas utama dalam hidupnya. Bahkan ketika mereka dikaruniai anak, istri harus tetap menjadi yang terutama, baru setelah itu anak-anak. Prinsip yang sama juga berlaku bagi seorang istri. Ia harus mendahulukan suaminya melebihi keluarga atau anaknya sendiri.
3.    Menjadi satu dalam segalanya.
Kata ”menjadi satu daging" (Kej.2:24-25) memberi makna bahwa hubungan laki-laki dan perempuan sebagai satu daging berbeda dari hubungan orang tua dan anak. Menjadi satu daging berarti " bersatu, atau melekat dengan istrinya". Maksudnya mengacu pada hubungan yang tetap dan permanent tak terpisahkan antara suami dan istri dalam segala hal, baik aspek keintiman, seksual, komunikasi, keuangan, dsb.
4.    Perkawinan merupakan relasi yang sepadan (Kej.2:18)
Sejak awal dunia, Allah telah menetapkan bahwa hubungan laki-laki dan perempuan adalah hubungan yang sederajat, seimbang dan sepadan. Hawa tidak diciptakan lebih rendah kedudukannya daripada Adam. Hawa justru menjadi penolong bagi Adam. Prinsip ini harus direnungkan dalam-dalam. Meskipun mungkin seorang pria kedudukannya lebih tinggi, lebih kaya, dsbnya, namun Allah menuntut bahwa ia harus menghargai istrinya sebagai pasangan yang sepadan. Begitupun sebaliknya.(Amsal 18:22; Pengkhotbah 4:9)
Acapkali masalah yang terjadi dalam rumah tangga diakibatkan oleh salah satu pasangan yang meremehkan pasangannya, menganggapnya lebih rendah, sehingga ia merasa berhak untuk mendominasi rumah tangga.
5.    Perkawinan berakhir sampai maut yang memisahkan (Roma 7:2)
Kapankah perkawinan berakhir? Alkitab dengan tegas mengatakan bahwa perkawinan hanya dapat berakhir saat salah satu pasangan meninggal dunia. Artinya, Firman Tuhan menyatakan bahwa perkawinan Kristen adalah perkawinan yang berlangsung seumur hidup sampai maut memisahkan.

Tiga Unsur Pembangun Keluarga yang Kuat
1.    Komunikasi yang jelas dan transparan antara suami istri 
2.    Hidup dalam kasih sayang dan cinta  yang bergairah antara suami dan istri. 
3.    Hidup dalam komitmen bahwa perkawinan adalah ikatan seumur hidup yang harus dihormati.
Apabila 3 unsur diatas dilakukan dengan sungguh , maka sebesar apapun gelombang dan arus kehidupan menerpa, keluarga Kristen yang dibentuk akan tetap tahan menghadapinya. Jadikanlah Tuhan Yesus sebagai pusat kehidupan keluarga, beribadahlah dengan sungguh dan setia, maka Dia akan memberkati keluarga yang kita bangun (Ulangan 28:1-14).

Apabila yang mendasari pernikahan kita adalah penampilan fisik, kekayaan, kepandaian, kepribadian yang menarik, maka semuanya itu akan berubah dengan berjalannya waktu. Hal-hal tersebut tidak bisa dijadikan dasar yang kokoh dalam suatu pernikahan.
Begitupun dengan nafsu terhadap penampilan fisik , karena nafsu hanya sibuk memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Sebab itu kita harus memiliki dasar yang benar agar pernikahan kita didasari dengan sesuatu yang benar dan langgeng.

Tuhan memberikan kepada kita contoh kasih yang sempurna, ketika AnakNya yang tunggal  disalibkan karena kasihNya yang begitu besar kepada manusia. Dan ketika Yesus Kristus diterima  dalam hati manusia , maka kasih sejati  yang luar biasa itu akan melimpah dalam diri manusia tersebut.
Pada dasarnya ada empat  kasih yang ada di dunia ini:
1.    Kasih Eros
Di dalam kasih eros ada perasaan, emosi dan nafsu. Adalah wajar  jika dalam setiap orang ada kasih eros terutama terhadap lawan jenis. Tetapi kasih ini sangat tidak stabil, mudah berubah. Hanya dengan kasih Allah, setiap orang bisa mengontrol kasih eros ini.
2.    Kasih Philia
Kasih ini adalah kasih persaudaraan yang di dalamnya ada emosi dan kesetiakawanan(Ibrani 13:1). Kasih ini pun tidak stabil , buktinya dapat terjadi permusuhan antar teman/sahabat.
3.    Kasih storge
Kasih ini merupakan kasih karena ikatan darah dalam keluarga, contoh kakak adik,  ibu dan anak, ayah dan anak. Namun kasih ini tidak cukup stabil karena dalam suatu keluargapun tidak menutup kemungkinan terjadi perpecahan.
4.    Kasih Agape
Kasih ini adalah kasih yang tertinggi, karena di dalamnya ada kasih Ilahi. Kasih ini hanya dimiliki oleh orang yang sudah menerima kasih sejati yang ada di dalam Kristus.  Kasih ini yang memungkinkan pasangan suami istri akan tetap saling menerima, saling menghargai dan saling mengasihi sampai maut yang memisahkan.

Bagaimana agar kita memiliki kasih yang Agape?
1.    Terimalah Tuhan Yesus yang merupakan wujud KASIH ALLAH bagi Anda
Dalam Yohanes 3:16 mengatakan, ” Karena begitu besar KASIH ALLAH akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." Ketika kita menerima KASIH ALLAH dalam wujud percaya dan menerima Tuhan Yesus dalam hidup kita, maka kita memperoleh hidup yang kekal. Dan bila seseorang sudah menerima KASIH ini, maka dalam hidupnya diisi dengan kasih yang dari Allah, Sudahkah Anda menerima Tuhan Yesus dalam hidupmu? Baca Roma 10:9-10.

2.    Jalin hubungan yang intim dengan Tuhan setiap hari bersama pasangan Anda.
Ketika seorang suami berdoa bersama istrinya kepada Tuhan, maka ia akan menjadi intim dengan istrinya. Begitu pula sebaliknya, seorang istri yang berdoa bagi suaminya menciptakan keintiman di dalam roh bersama suaminya. Keintiman menghasilkan kesatuan yang benar , bukan hanya keintiman secara fisik/jasmani tetapi juga secara roh. Dan ketika pasangan suami istri semakin intim dengan Tuhan maka kasih Ilahi akan senantiasa memenuhi mereka.
3.    Lakukan sesuai Firman Tuhan
Firman Allah berkata dalam Efesus 5:25,'Hai istri , tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,..." dan Efesus 5:25, ”Hai suami, kasihilah istrimu sebagai mana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diriNya baginya,.."

Perintah Allah kepada para suami.
Perintah Allah kepada para suami adalah MENGASIHI istrinya. Kasih yang harus ditunjukkan sama seperti Kristus mengasihi jemaatnya, yang tidak MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI dan MAU BERKORBAN HINGGA MATI DISALIB.
Suami yang mengasihi istrinya, pasti akan berusaha memenuhi kebutuhan istrinya terlebih dahulu, ketimbang keinginan-keinginannya.  Dia akan wujudkan dengan kesabaran, tidak kasar, tidak menyakiti dan tidak mencari keuntungan bagi dirinya sendiri.
Suami yang mengasihi istrinya, akan selalu setia dalam kondisi apapun istrinya. Dia selalu mengampuni, tidak menyimpan kesalahan, dan mengasihi istri lebih dari orang tua, anak-anak ataupun pekerjaannya.

Perintah Allah kepada para istri.
Perintah Allah kepada para istri adalah TUNDUK kepada suami seperti kepada Tuhan. Tunduk berarti menghormati dengan tulus dan terus menerus kepada suami. Bukan karena terpaksa tetapi sungguh-sungguh melakukannya karena hormat dan menghargai suami.
Sikap tunduk diwujudkan dengan tetap menunjukkan penghargaan dan memperlakukan dengan sopan. Jangan harga dirinya dilecehkan dan dicemoohkan didepan umum, dengan cara mendebat, memojokkan dan seakan-akan mengendalikan dan menguasai si suami.
Dan yang paling melekat di ingatan Pernikahan Kristen itu hanya boleh sekali, ayat ini terpampang dalam hiasan dinding dirumah kami, peninggalan almarhum mama dulu:


”Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Dan firmanNya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."




Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan



rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke



MINGGU, 30 SEPTEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 30 SEPTEMBER 2018 - JANGAN MENGANDALKAN PIKIRAN KITA - 1 Samuel 13:1-12 (SGDK) - HARI MINGGU XVIII SESUDAH PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
TIDAK PATUH PADA PERINTAH TUHAN ADALAH PERBUATAN BODOH 1 Samuel 13:13-14
SABTU, 29 SEPTEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 29 SEPTEMBER 2018 - SUAM-SUAM KUKU - Wahyu 3:14-22 - MINGGU XVII SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
TUHAN PEMEGANG KUNCI DAUD Wahyu 3:7-13 ||
JUMAT, 28 SEPTEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 28 SEPTEMBER 2018 - BINTANG TIMUR - Wahyu 2:26-29 - MINGGU XVII SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
TERUS BERTUMBUH DALAM KETEKUNAN Wahyu 2:18-25
KAMIS, 27 SEPTEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 27 SEPTEMBER 2018 - AJARAN BILEAM - Wahyu 2:12-17 - MINGGU XVII SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
HENDAKLAH ENGKAU SETIA SAMPAI MATI Wahyu 2:8-11 | AJARAN BILEAM Wahyu 2:12-17
RABU, 26 SEPTEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 26 SEPTEMBER 2018 - IMAN TANPA PERBUATAN ADALAH MATI - Yakobus 2:21-26 (SGDK) - MINGGU XVII SESUDAH PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
Abraham bapa kita, Sahabat Allah, Rahab, KESALEHAN SEMU,


Minggu, 07 Oktober 2018
Tata Ibadah HARI PERJAMUAN KUDUS se-DUNIA dan HARI PEKABARAN INJIL INDONESIA (HPKD/HPII) Minggu, 07 Oktober 2018

Menggunakan Tata Ibadah GEREJA KRISTEN JAWA (GKJ)
Minggu, 16 September 2018
TATA IBADAH HARI MINGGU GPIB Minggu, 16 September 2018 - SYUKUR HUT KE-59 Pelayanan Kategorial Anak

Tema: "Anak GPIB Cinta Damai" Sub-tema: "Berlatih, Berkarya, dan berkompetisi dalam Damai Tuhan"
6 SEPTEMBER 2018
6 SEPTEMBER 2018 - JUKLAK KEGIATAN PRA-HUT KE-60 PELKAT PA GPIB

DALAM RANGKA HUT KE 59 PELKAT PA GPIB - 6 SEPTEMBER 2018



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)

SABTU, 12 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 12 JANUARI 2019 - PERGANTIAN NAMA - Yesaya 65:15-16 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
KESALEHAN DAN KESALAHAN, Dalam hal kehormatan dan nama baik
JUMAT, 11 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 11 JANUARI 2019 - BERPALING DARI DOSA DAN KEMBALI KEPADANYA - Yesaya 65:1-7 - MINGGU EPIFANIA
Sabda Bina Umat (SBU)
Pertobatan Bangsa-bangsa Bukan Yahudi; Kefasikan Orang-orang Yahudi; Penolakan terhadap Orang-orang, BERKAT TUHAN UNTUK MEREKA YANG SETIA
KAMIS, 10 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 10 JANUARI 2019 - ANGKAT HATI PADA ALLAH - Yesaya 64:7-12 - HARI EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ALLAH TIDAK TURUN TANGAN ,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 (SGDK) - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
Permohonan Sepenuh Hati,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Permohonan Sepenuh Hati, ALLAH PENYELAMAT TUNGGAL