Save Page

Amsal 12:1-10
12:1 Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu. 12:2 Orang baik dikenan TUHAN, tetapi si penipu dihukum-Nya. 12:3 Orang tidak akan tetap tegak karena kefasikan, tetapi akar orang benar tidak akan goncang. 12:4 Isteri yang cakap adalah mahkota suaminya, tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya. 12:5 Rancangan orang benar adalah adil, tujuan orang fasik memperdaya. 12:6 Perkataan orang fasik menghadang darah, tetapi mulut orang jujur menyelamatkan orang. 12:7 Orang fasik dijatuhkan sehingga mereka tidak ada lagi, tetapi rumah orang benar berdiri tetap. 12:8 Setiap orang dipuji seimbang dengan akal budinya, tetapi orang yang serong hatinya, akan dihina. 12:9 Lebih baik menjadi orang kecil, tetapi bekerja untuk diri sendiri, dari pada berlagak orang besar, tetapi kekurangan makan. 12:10 Orang benar memperhatikan hidup hewannya, tetapi belas kasihan orang fasik itu kejam.

Penjelasan:


Keuntungan-keuntungan Orang Benar, 12:1-12 (12:1)
Di sini kita diajar untuk menguji apakah kita sudah beroleh anugerah atau tidak dengan bertanya pada diri kita bagaimana kita menanggapi sarana anugerah.
    1. Orang-orang yang sudah beroleh anugerah dan mencintainya akan senang dengan semua didikan yang diberikan kepada mereka melalui nasihat, peringatan, atau teguran, melalui firman atau pemeliharaan Allah. Mereka akan menghargai pendidikan yang baik, dan tidak menganggapnya sebagai kesulitan, melainkan kebahagiaan, untuk menjalani disiplin yang ketat dan bijaksana. Orang-orang yang senang melayani dengan setia, yang menghargai pelayanannya itu, dan menjalankannya dengan senang hati, menunjukkan bahwa mereka mencintai pengetahuan.
    2. Orang-orang yang merasa terhina jika diberitahukan kesalahan-kesalahannya, dan merasa dikekang kebebasannya jika diingatkan akan kewajiban mereka, menunjukkan diri sebagai orang yang bukan hanya kosong dari anugerah, melainkan juga tidak punya akal sehat sama sekali. Siapa membenci teguran bukan hanya dungu, melainkan juga seperti binatang (kjv), seperti kuda dan bagal yang tidak mempunyai akal budi, atau seperti lembu yang menendang-nendang galah. Orang-orang yang ingin hidup di dalam keluarga dan masyarakat yang longgar, di mana mereka bisa berbuat semau mereka tanpa ditegur, yang melumpuhkan perasaan-perasaan bersalah dalam hati nurani mereka sendiri, dan menganggap sebagai musuh orang-orang yang memberi tahu mereka kebenaran, adalah orang yang berperilaku seperti binatang yang dimaksudkan di sini.


SGDK
HARI MINGGU XV SESUDAH PENTAKOSTA
MINGGU, 17 SEPTEMBER 2017
CINTAILAH DIDIKAN DAN PENGETAHUAN
Amsal 12:1-10

A. KERANGKA KHOTBAH
1. PENGANTAR
Seekor ikan pandai berenang, namun kita hanya akan mem-
buatnya tampak bodoh dan tidak bergunajika terus memaksanya
terbang. lnilah makna terdalam dari makna mencintai didikan
dan pengetahuan. Jika didikan menunjuk pada didaktik (dari
bahasa Yunani didaskain) yang terkait erat dengan metode
pembelajaran maka pengetahuan adalah sesuatu yang dihasilkan
dari proses pembelajaran dengan metode yang tepat. Tidak
heran, Amsal sangat edukatif saat memaparkan buah pikiran me-
ngenai proses pendidikan. Sebagai tulisan yang memuat pem-
belajaran tentang kehidupan, orang-orang Israel mempelajarinya
sebagai ilmu yang mewariskan nilai-nilai kehidupan.

2. PENDALAMAN NAS ALKITAB
a. Latar Belakang
Amsal ("Proverbs," Iatin: Proverbia) terkait dengan perbanding
antara makna "kepakaran" atas kehidupan dan "ketidakmampuan"
untuk menjalani kehidupan.Tidak cukup jika kita hanya belajar
tentang sesuatu yang baik. Kemampuan untuk menerapkan ke-
baikan, itu lebih penting. Apalagi di tengah arus deras perubahan
jaman. Alih-alih mengubah dunia dengan memancarkan ke-
baikan, justru sebaliknya kita sendiri yang berubah menjadi tidak
baik saat tak mampu menghadapi arus kegagalan, kepahitan
dan ketidakpastian. Amsal hadir untuk terus memberi tuntunan
dan kebijaksanaan dalam hidup. Didikan tentang kehidupan mem-
buat nilai-nilai mulia diturunkan dari generasi ke generasi. Unsur
pedagogis terlihat saat didikan Amsal memberi manfaat, tidak
hanya terkait dengan ritual keagamaan melainkan juga praktik
kehidupan yang aktual. Dalam kehidupan yang aktual, ada begitu
banyak pilihan yang muncul, namun didikan yang benar tidak
hanya membuat seseorang berpaut pada gurunya melainkan
pada Tuhan. Dengan demikian, ia mampu menentukan pilihan
yang tepat. Peran Tuhan Sang Sumber Hikmat juga tergambar
sebagai Guru Agung yang akan menuntun setiap pelajar dan
pengajar untuk menemukan makna hidup yang sejati.

b. Penjelasan Teks

Ayat 1:
Didikan terkait erat dengan proses didaktis yang menekankan
pentingnya metode atau cara sehingga kita dapat mewujudkan
tujuan yang diharapkan. Ini gagasan yang menarik karena dengan
metode yang tepat, maka pengetahuan akan terus diingat (baca:
dicintai). Banyak kali, saat pendidikan dilakukan dengan cara
mengancam, menakut-nakuti atau bahkan memberi teladan
buruk, pengetahuan seolah lenyap ditiup angin. Atau ketika pen-
didikan dilakukan dengan cara memaksa untuk menghafal, maka
dalam sekejap pengetahuan dilupakan. Untuk bisa mencintai pe-
ngetahuankehidupan, kita dipanggil untuk tidak hanya mengajar-
kan dan menceritakan tapi juga menunjukkan. lnilah makna
pembelajaran hidup, termasuk di dalamnya iman. Apakah kita
sebagai pribadi dan gereja telah menunjukkan teladan yang tepat
dalam iman? Atau kita mengajarkan kasih melalui tindakan
mencibir dan rnenghakimi orang lain. Atau kita mengajarkan sabar
dengan unjuk gigi dan kekuatan dalam amarah di setiap per-
temuan? Mari kita bersama merefleksikannya.

Ayat 2-3:
Refleksi yang kita Iakukan terhadap ayat 1 akan menuntun kita
untuk memahami ayat-ayat berikutnya. Ayat 2 dan 3 mengarah-
kan kita dalam kehidupan yang aktual. Orang baik dan orang
benar kontras dengan penipu dan kefasikan. Masalahnya, banyak
orang yang hanya merasa baik dan benar namun sesungguhnya
tidak demikian. Baik bagi kelompok tertentu atau untuk ke-
pentingan tertentu tentu tidak cukup. Ini sama saja dengan me-
nipu diri sendiri dan sesama. Jika demikian, tentu bukan teladan
yang kita pancarkan karena kita justru menjadi batu sandungan.

Ayat 4:
Kontras juga dimunculkan dalam konteks rumah tangga, gam-
baran istri yang cakap dengan istri yang membuat malu membuat
kita menyadari bahwa pendidikan sejatinya juga bermuara dari
keluarga. Sebagai unit terkecil dalam kehidupan masyarakat,
keluarga menjadi sumber pembelajaran utama dalam kehidupan
seseorang. Bagaimana dengan keluarga kita? Apa teladan yang
kita ajarkan bagi generasi penerus yang ada di dalamnya? Apakah
keluarga justru membangun atau justru menghancurkan iman?
Ini menjadi refleksi bagi setiap keluarga

Ayat 5-9:
Jika dikaitkan dengan kefasikan, beberapa kata kunci dalam
bagian ini adalah memperdaya, perkataan yang menghadang
darah, serong hati dan berlagak ora_ng besar. Jika dikaitkan
dengan proses pendidikan, semua hal ini bisa jadi tidak asing.
Alih-alih mendidik dan mengajarkan kebajikan, banyak kali kita
justru memperdaya, melukai orang lain dengan kata-kata, me-
miliki motivasi yang keliru dan berlagak orang besar. Akibatnya
kita merasa paling pintar namun orang Iain menjadi semakin
bodoh dengan perilaku kita. Rasanya ini tidak akan membuat
orang lain mencintai pengetahuan melainkan justru bergaul akrab
dengan kesesatan. Mari kita berhati-hati karena dalam sekolah
kehidupan, kita selalu punya kesempatan untuk "mendidik" orang
Iain setiap hari dalam kata dan karya. Sudahkah kita memberi
didikan yang tepat?

Ayat 10:
Yang menarik, pembelajaran kehidupan juga terkait dengan alam
semesta, dalam hal ini hewan. Kita yang diberi mandat untuk
mengelola ciptaan Tuhan dalam alam ini semestinya menerapkan
pembelajaran yang tepat untuk kelestarian dan bukannya
kepunahan. Tindakan apa yang kita lakukan bagi hewan (dan
tumbuhan) di sekitar kita akan berdampak besar. Apakah pe-
ngetahuan yang baik atau justru hasrat menguasai tanpa ampun
yang kita wariskan bagi generasi anak dan cucu kita? Ketika
banyak hewan (dan tumbuhan) yang sudah mulai punah. Kita
disadarkan, jangan-jangan kita keliru dalam mewariskan
"pengetahuan" bagi anak cucu kita?

3. PENERAPAN NAS ALKITAB (APLIKASI)
a. Didikan sejati terkait dengan metode yang kita gunakan.
Apakah kebaikan kita ajarkan dengan ketidakkonsistenan?
Apakah kejujuran kita perkenalkan dengan ketiadaan
integritas? Dalam kaitannya dengan iman, teladan yang sejati
menjadi penting sehingga apa yang kita ajarkan sungguh-
sungguh diingat sebagai pengetahuan yang bermanfaat dan
mendatangkan berkat bagi orang-orang di sekitar kita.
b. Setiap hari kita adalah pengajar dan sekaligus pelajar dalam
"sekolah kehidupan." Pendidikan from womb to tomb yang
disampaikan dalam renungan SBU



kemarin pagi mau me-
ngingatkan kita bahwa sejak dalam kandungan hingga ajal
menjemput, kita akan terus menjadi pengajar dan pelajar.
Maka, ajarkanlah kebenaran terus-menerus dan milikilah
terus kerendahan hati sehingga kita tetap mau dibentuk dan
tetap mau belajar, termasuk di dalamnya belajar dari kesa|ah-
an, kegagalan dan kekeliruan diri sendiri dan orang lain.
c. Ada banyak kontras atau paradoks yang muncul dalam
kehidupan kita. Kita dapat memilih, apakah kita mengambil
jalan kebajikan atau kefasikan? Hikmat Tuhanlah yang akan
menuntun kita tidak hanya dalam mengambil keputusan tapi
juga saat melaksanakan keputusan itu dengan penuh
tanggung jawab.

B. KHOTBAH LENGKAP
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Setiap hari kita adalah pengajar dan sekaligus pelajar dalam
"sekolah kehidupan." Seorang pendidik mengemukakan bahwa
proses pendidikan atau proses belajar adalah suatu proses yang
berlangsung from womb to tomb (sejak dalam kandungan hingga
ajal menjemput). Dengan demikian, selama hayat dikandung
badan maka kita akan terus menjadi "pengajar" dan "pelajar".
Dengan demikian kita tidak akan putus asa untuk mengajarkan
kebenaran terus-menerus melalui teladan yang hidup. Ini penting
untuk kita Iakukan karena keteladanan ini juga terkait dengan
pembelajaran iman. Apakah kita sebagai pribadi dan gereja telah
menunjukkan teladan yang tepat dalam iman? Atau kita me-
ngajarkan kasih melalui tindakan mencibir dan menghakimi orang
lain. Atau kita mengajarkan sabar dengan unjuk gigi dan kekuatan
dalam amarah di setiap pertemuan? Jika cara yang kita Iakukan
tepat, niscaya apa yang kita sampaikan akan selalu menjadi ber-
kat (mencintai didikan dan pengetahuan - ayat 1).
Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Kitab Amsal menekankan bahwa tidak cukup jika kita hanya be-
Iajar tentang sesuatu yang baik. Kemampuan untuk menerapkan
kebaikan, itu lebih penting. Apalagi di tengah ayus deras perubah-
an jaman. Kadangkala alih-alih untuk mengubah dunia dengan
memancarkan kebaikan justru, beralih ketika kita sendiri yang
berubah menjadi tidak baik saat tak mampu menghadapi arus
kegagalan, kepahitan dan ketidakpastian. Amsal hadir untuk terus
memberi tuntunan dan kebijaksaan dalam hidup. Didikan tentang
kehidupan membuat nilai-nilai mulia diturunkan dari generasi ke
generasi. Unsur pedagogis terlihat saat didikan Amsal memberi
manfaat, tidak hanya terkait dengan ritual keagamaan melainkan
juga praktik kehidupan yang aktual. Dalam kehidupan yang aktual,
ada begitu banyak pilihan yang muncul, namun didikan yang
benar tidak hanya membuat seseorang berpaut pada gurunya
melainkan pada Tuhan. Dengan demikian, ia mampu menentukan
pilihan yang tepat. Peran Tuhan Sang Sumber Hikmat juga ter-
gambar sebagai Guru Agung yang akan menuntun setiap pelajar
dan pengajar untuk menemukan makna hidup yang sejati.
Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Pentingnya kita berpaut pada Tuhan karena ada banyak kontras
atau paradoks yang muncul dalam kehidupan kita (ay. 2-3).
Bahkan dalam ayat 4, kontrasjuga dimunculkan dalam konteks
rumah tangga, gambaran istri yang cakap dengan istri yang mem-
buat malu membuat kita menyadari bahwa pendidikan sejatinya
juga bermuara dari keluarga. Sebagai unit terkecil dalam ke-
hidupan masyarakat, keluarga menjadi sumber pembelajaran
utama dalam kehidupan seseorang. Bagaimana dengan keluarga
kita? Apa teladan yang kita ajarkan bagi generasi penerus yang
ada di dalamnya? Tidak hanya keluarga, yang menarik, pem-
belajaran kehidupan juga terkait dengan alam semesta, dalam
hal ini hewan (ay. 10). Kita yang diberi mandat untuk mengelola
ciptaan Tuhan dalam alam ini semestinya menerapkan pem-
belajaran yang tepat untuk kelestarian dan bukannya kepunahan.
Tindakan apa yang kita Iakukan bagi hewan (dan tumbuhan) di
sekitar kita akan berdampak besar. Apakah pengetahuan yang
baik atau justru hasrat menguasai tanpa ampun yang kita waris-
kan bagi generasi anak dan cucu kita? Ketika banyak hewan
(dan tumbuhan) yang sudah mulai punah. Kita disadarkan,
jangan-jangan kita keliru dalam mewariskan "pengetahuan" bagi
anak cucu kita?

Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Pada akhirnya, kita dapat memilih, apakah kita mengambil jalan
kebajikan atau kefasikan? Hikmat Tuhanlah yang akan menuntun
kita tidak hanya dalam mengambil keputusan tapi juga saat
melaksanakan keputusan itu dengan penuh tanggung jawab.Di
sisi lain, kitajuga diajak untuk memiliki kerendahan hati sehingga
kita tetap mau dibentuk dan tetap mau belajar, termasuk di
dalamnya belajar dari kesalahan, kegagalan dan kekeliruan diri
sendiri dan orang lain. Dengan demikian, jika jerih juang yang
kita upayakan seolah-olah tidak membuahkan hasil kita tidak
langsung putus asa dan menyerah. Hal ini pentingkarena banyak
orang-orang yang anti-gagal dalam hidup. Maksudnya begini,
kegagalan kita letakkan dalam bingkai yang sempit sehingga
kalau berjumpa dengan kegagalan, kita menolak untuk belajar
darinya. Seolah-olah hidup ini tidak berharga Iagi. Akibatnya kita
"hidup," tetapi iman dan semangat kita "mati". Mencintai didikan
dan pengetahuan berarti mau berdamai dengan dinamika ke-
hidupan dengan tetap berpaut pada kasih Tuhan untuk me-
nguatkan kita. Saat kita telah menjadi kuat, kita tetap memiliki
kerendahan hati untuk menguatkan orang lain dan bukannya
melemahkan mereka dengan kekuatan kita. Selamat belajar dan
selamat mengajar, kiranya Sang Guru yang sejati senantiasa
menuntun karya dan langkah kita. AMIN.


SBU



HARI MINGGU XV SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 17 SEPTEMBER 2017
Renungan Pagi
GB.194 : 1 -Berdoa
CINTALAH DIDIKAN DAN PENGETAHUAN
Amsal 12:1-10

Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; .....(ay.1)

Didikan dan pengetahuan terkait nilai-nilai iman menjadikan seseorang cerdas, cakap, baik dan berhikmat dalam tutur dan berperilaku. Di samping nilai-nilai iman, didikan dan pengetahuanjuga mengandung ajaran moral-etis dalam bimbingan, nasihat, larangan dan teguran yang berguna bagi hidup saleh, adil dan benardi dalam dunia. Oleh karena itu, setiap orang percaya diminta untuk mencintai didikan dan pengetahuan serta tidak menolak dan membenci teguran. Siapa menolak didikan, pengetahuan dan teguran akan menjadi manusia dungu ; tidak berakal dan berkarakter penipu, berlagak tahu, kasar, jahat dan fasik. Orang semacam ini tidak berpendirian, goyah, memperdaya, suka bertengkar, kejam dan tidak berbelas kasihan.
Tindakannya membuat dia dihina serta menimbulkan rasa malu bagi dirinya dan juga keluarganya. Sebaliknya, orang yang mencintai didikan dan pengetahuan akan tampil sebagai orang benar, tidak goyah, berakal budi, jujur, tidak sombong dan pekerja keras. Rancangan dan tindakannya adil, menyelamatkan orang lain, mendatangkan kebahagiaan bagi seisi keluarga dan penyayang hewan peliharaan.

Proses pemberian didikan dan pengetahuan formal dan nonformal, khusus terkait nilai-nilai iman dan moral-etis tidak pernah selesai, tetapi tetap berlangsung selama kehidupan manusia di bumi. Terlebih selama keluarga dan gereja Kristen masih tegak sebagai agen perubahan dalam masyarakat dan dunia serta menjadi lembaga pengajaran dan pendidikan non-formal yang secara konsisten menghasilkan manusia-manusia pelayan yang cerdas, berakal budi, adil, benar, berhikmat, beriman, bermoral dan beretika.

GPIB menerapkan suatu pola atau sistem pembinaan berjenjang bagi seluruh warganya - sejak masa anak sampai lanjut usia, - terlebih bagi para pelayannya. Setiap warga sidi yang terpilih sebagai diaken, penatua atau pengurus unit-unit missioner di jemaat wajib mengikuti pembinaan sebagai syarat sebelum diteguhkan. Terkadang banyak orang merasa tahu dan pintar, sehingga menolak mengikuti pembinaan. Akibatnya tidak diteguhkan sebagai pelayan. Cintailah didikan dan pengetahuan. Jadilah pelayan yang berhikmat, beriman, bermoral dan beretika.

GB.194 : 2
Doa : (Bapa, ajar kami untuk menjadi pribadfyang berhikmat dan berbudi)




HARI MINGGU XV SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 17 SEPTEMBER 2017
Renungan Malam
GB.6 : 1-Berdoa
KETEKUNAN TIDAK MENGECEWAKAN
Amsal 12:11-28

Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa (ay.24)

Tidak ada orang yang pintar, yang ada hanya orang yang rajin (baca: tekun). Tidak ada orang yang bodoh, yang ada hanyalah orang yang malas. Dalam perikop firman Tuhan yang kita renungkan saat ini, kontras antara kerajinan dan kemalasan diulang dua kali (ay. 24 dan 27). Tekanan Amsal yang adalah sastra hikmat dalam perikop ini memperlihatkan bahwa memang rajin adalah salah satu hal penting dalam membentuk kebijaksanaan. Banyak orang yang ingin pintar mendadak. Atau bahkan menghalalkan segala cara untuk menjadi pintar.

Akibatnya, kepintarannya menjadi semu belaka. Saat kita hanya mau hasil akhir yang baik namun mengabaikan proses untuk berusaha untuk rajin dan bertekun, hasilnya adalah kesia-siaan. Maksudnya bagaimana? Ya, mungkin hasilnya memang orang pintar, tapi pintar yang tidak mendatangkan kebajikan, pintar bohong, pintar mencontek, pintar bersilat lidah atau bahkan pintar memanipulasi dan berpura-pura. Bahkan dalam pelayanan, bisa jadi muncul orang-orang yang sok pintar atau menganggap diri paling pintar dan yang lain kalah pintar. Jika demikian, ini tentu bukanlah kepintaran yang sejati. Dibutuhkan kerajinan yang tidak kendor

sehingga kepintaran kita menjadi berkat bagi orang Iain. Tidak hanya itu, tangan orang rajin juga dikatakan memegang kekuasaan dan harta yang berharga. Dengan demikian, buah dari kerajinan sangatlah berarti. Jadi, marilah kita mulai membiasakan diri untuk rajin mengerjakan setiap tanggung jawab yang dipercayakan pada kita. Sekalipun itu hal yang kecil dan tidak ada apa-apanya, bahkan mungkin tidak dihargai sama sekali, tetaplah rajin melakukannya. Seperti seekor semut yang sedang berjalan menuju ke suatu tempat, ketika kita coba untuk menghentikannya, ia akan berusaha mencari jalan Iain, memutar, mencari celah atau naik ke atas. Jadi jangan pernah menyerah untuk mencapai tujuan karena kerajinan pasti tidak akan mengecewakan!

GB.6 : 2
Doa : (Ya Tuhan, ajarlah aku agar tetap rajin melaksanakan setiap tanggung jawab sehingga aku tidak menyerah dalam mencapai tujuan hidupku)

Label:   Amsal 12:11-28 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 18 SEPTEMBER 2017 - KEKAYAAN YANG SEJATI - Amsal 13:7-12 - MINGGU XV SES. PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 16 SEPTEMBER 2017 - DOSA KARENA IRI HATI - 1 Samuel 18:6-30 - MINGGU XIV SES. PENTAKOSTA

Garis Besar Amsal





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 22 September - Ezra 2; Mazmur 1, 121

Hari ini, 22 September - Maz 106:47-107:5, Yes 30-31, 2 Kor 12:11-21, Ams 25:1-2


Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2017..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Latest Christian Song







Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 22 September 2019
Great Jehovah - Travis Greene

Minggu, 22 September 2019
On My Own - Ashes Remain

Minggu, 22 September 2019
God's Not Dead - Newsboys

Minggu, 22 September 2019
Gone - Elevation Worship

Sabtu, 21 September 2019
Burdens - Jamie Kimmett

Jumat, 20 September 2019
We're A Winner - Phillip Bailey

Jumat, 20 September 2019
Vaya (Go With Love) - Phillip Bailey

Jumat, 20 September 2019
Truimph - Phillip Bailey

Kamis, 19 September 2019
Oh Jesus! - Mercy Chinwo

Kamis, 19 September 2019
Quiet Time (2): 1 Hour Soaking Worship Songs (Kim Walker, Hillsong, Israel Houghton)

Kamis, 19 September 2019
Free - Hillsong

Kamis, 19 September 2019
Hear My Song, Lord - Gaither Vocal Band

Kamis, 19 September 2019
Give God the Glory - Marcus Jordan

Kamis, 19 September 2019
Beautiful - Jonas Rayme

Kamis, 19 September 2019
Yes, I Know - Gaither Vocal Band

Minggu, 15 September 2019
Forever Faithful (Love Song for Jesus) - Lifebreakthrough

Minggu, 15 September 2019
Glory To The King - Hillsong

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



KHOTBAH MENGADAKAN PENDAMAIAN,   sgdk oktober 2019,   renungan amos 8 ayat 4 - 8,   nyanyian suara gembira 21,   not angka gita bakti no 45 Dan lyrik,   not angka gita bakti no 45,   mars gerakan pemuda,   nyaniyan rohani 132,   tema mazmur 40:7-11,   sabda bina umat 22 september 2019 ,   jamita partangiangan 29 september 2019 mazmur 40:7-11,   kmm 33,   bahan kotbah mazmur 40:7-11 sabda.com,   Jamita psalmen 40:7-11,   khotbah yosua 24 13-25,   khotbah mazmur 111:1-10,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   khotbah mazmur 111:1-10,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   renungan harian katolik tanggal 22 september 2019,   kotbah 1 tesalonoka 3:6-8,   tafsiran mazmur 40:7-11,   Renungan harian bacaan dan mazmur minggu 22 September 2019,   Lagu kidung jemaat kristen protestan,   jamita minggu efesus 4:7-16,   Lagu kidung jemaat kristen protestan,   ayat Alkitab persembahan untuk anak anak,   renungan harian katolik 22 september 2019,   renungan harian katolik 22 september 2019,   lagu rohani easy worship,   lagu penutup ibadah,   lagu rohani pdt erastus sabdono,   Kesimpulan dari dosa , anugerah , pertobatan , pengampunan dan hidup baru,   lagu rohani untuk persembahan,   kidung ceria bilasangkakala,   not lagu nyanyian kidung baru 201,   tafsiran Yosua 24:13-25,   Bahan khotbah Josua 24:13-25,   sabda bina teruna septembr 2019,   inti korbah JOSUA 24:13-25,   jamita josua 24:13-25,   download MP3 lagu lagu di lagu sion acapella,   yosua 23 13-25,   renungan yesaya 27:1-5,   Khotbah 1tesalonika3,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   khotbah yosua 24:13-25,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   chord dipintumu ku datang dan,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   Ilustrasi kotbah josua,   renungan harian hkbp 2019 mazmur 40:7-11,   amos 8 ayat 4 penjelasan,   Ilustrasi kotbah josua,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   renungan matius 5:21-26,   amos 8 ayat 4 penjelasan,   khotbah lukas 16:10-18,   nyanyian rohani 136,   kmm 1 notasi,   jamita na marhata batak Josua 24:13-25,   lagu persembahan pastekosta lama,   1 petrus 3 : 8-12,   Injil Renungan Minggu 22 September 2019,   khotbah yosua 24:13-25,   1 petrus 3 : 8-12,   bina anak gmim bln september,   renungan gpib hari ini september,   khotbah yosua 24:13-25,   bahan renungan alkitab 1 yohanes pasal 1 ayat 1 sampai 6,   khotbah yeremia 8:18-22 mendua hati,   khotbah yeremia 8:18-22 mendua hati,   ilustrasi untuk bacaan ulangan 30 : 15-20 untuk sekolah minggu,   khotbah dari gal 4:18÷20,   nyanyian masmur minggu 22 september 2019,   kidung muda mudi 87,   Khotbah amos 8:4-8,   Khotbah amos 8:4-8,   Khotbah amos 8:4-8,   tafsiran amos 8:4-6,   download kidung keesaan gratis,   bahan khotbah ester 4:1-17,   kidung kaesaan,   khotbah yosua 24:13-25,   khotbah yosua 24:13-25,   kidubg kaesaan 6,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah ibadah syukur setahun kepergian ibu yang terkasih,   khotbah ibadah syukur setahun kepergian ibu yang terkasih,   lagu sesudah pembacaan alkitab,   download lg soraklah alleluya katolik,   khotbah lukas 16: 10-18,   renungan kis,   khotbah yosua 24:13-25,   instrumen lagu rohani mp3,   khotbah minggu 22 september 2019 Yosua 24:13-25,   khotbah yosua 24:13-25,   kmm 33,   Khotbah amos 8:4-8,   sabda bina umat online,   notasi nkb 122,   nkb 122 dengan not,   kotbah josua 24 13 25,   kotbah josua 24:13-25,   kotbah josua 24:13-25,   jangan mengusik orang2 yg Kuurapi, renungan,   Khotbah minggu tanggal 22 sep 2019 yosua 24:13-25,   lagu-lagu rohani katolik 2019,   khotbah mazmur 40:7-11,   khotbah mazmur 40:7-11,   lagu gms,   bina anak gmim bln september,   tema ibadah hki 22 september 2019,   mars pelkat pa,   mars pelkat pa,   lagu kidung jemaat awal pesta,   ku daki jalan mulia chord,   youtube kc 184 bermacam-macam anak,   youtube kc 184 bermacam-macam anak,   lagu bermacam-macam anak,   Kotbah:yosua 24:13-25,   khotbah bilangan 27,   lagu untuk persembahan,   Tertwa lgu rohni,   ilustrasi khotbah lukas 16:10-18,   renungan roma 12:1-8 menjalani kehidupan ibadah yang sejati,   khotbah amos 8: 4-8,   Album rohani john tanamal,   khotbah amos 8: 4-8,   khotba Roma 1:10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk men,   khotba Roma 1:10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk men,   Renungan amos 8:5,   kmm 33,   kmm 2,   lagu gereja baru,   lagu rohani senja membayang di batas hari,   gambar meja persembahan di gereja,   kmm 2,   kmm 2,   kmm 2,   lagu rohani senja membayang di batas hari,   lagu rohani senja membayang di batas hari,   lirik lagu setelah ibadah,   KPPK 3,   yosua 24:13-25,   Renungan untuk ibadah minggu tgl 22 september 2019,   kmm 33,   kmm 33,   lagu penutup ibadah,   khotbah amos 8:4-8,   40 lagu rohani kristen,   lagu sebelum firman tuhan kidung jemaat,   Renungan..Amos.8:4-8,   Khotbah Flp 1 9- 11,   renungan kristen mazmur 40:7-11 renungan raja wali,   pergaulan buruk merusak,   Khotbah kematian 2samuel 12:18-23,   khotbah amos 8: 4-8,   ilustrasi untuk bacaan ulangan 30 : 15-20 untuk sekolah minggu,   tata ibadah penghiburan,   lagu kidung keesaan,   chord.gitar ku daki jalan mulia,   Renungan Harian GMIT 1 Timotius 6:2b-10,   download mp3 lagu kristen arab above all arabiac song,   ku mengasihi tuhan gb 238,   contoh-contoh pendalaman kotbah kejadian 21:18-13,   khotbah lukas 17 : 5 - 10,