Save Page

Amsal 12:1-10
12:1 Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu. 12:2 Orang baik dikenan TUHAN, tetapi si penipu dihukum-Nya. 12:3 Orang tidak akan tetap tegak karena kefasikan, tetapi akar orang benar tidak akan goncang. 12:4 Isteri yang cakap adalah mahkota suaminya, tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya. 12:5 Rancangan orang benar adalah adil, tujuan orang fasik memperdaya. 12:6 Perkataan orang fasik menghadang darah, tetapi mulut orang jujur menyelamatkan orang. 12:7 Orang fasik dijatuhkan sehingga mereka tidak ada lagi, tetapi rumah orang benar berdiri tetap. 12:8 Setiap orang dipuji seimbang dengan akal budinya, tetapi orang yang serong hatinya, akan dihina. 12:9 Lebih baik menjadi orang kecil, tetapi bekerja untuk diri sendiri, dari pada berlagak orang besar, tetapi kekurangan makan. 12:10 Orang benar memperhatikan hidup hewannya, tetapi belas kasihan orang fasik itu kejam.

Penjelasan:



Keuntungan-keuntungan Orang Benar, 12:1-12 (12:1)
Di sini kita diajar untuk menguji apakah kita sudah beroleh anugerah atau tidak dengan bertanya pada diri kita bagaimana kita menanggapi sarana anugerah.
    1. Orang-orang yang sudah beroleh anugerah dan mencintainya akan senang dengan semua didikan yang diberikan kepada mereka melalui nasihat, peringatan, atau teguran, melalui firman atau pemeliharaan Allah. Mereka akan menghargai pendidikan yang baik, dan tidak menganggapnya sebagai kesulitan, melainkan kebahagiaan, untuk menjalani disiplin yang ketat dan bijaksana. Orang-orang yang senang melayani dengan setia, yang menghargai pelayanannya itu, dan menjalankannya dengan senang hati, menunjukkan bahwa mereka mencintai pengetahuan.
    2. Orang-orang yang merasa terhina jika diberitahukan kesalahan-kesalahannya, dan merasa dikekang kebebasannya jika diingatkan akan kewajiban mereka, menunjukkan diri sebagai orang yang bukan hanya kosong dari anugerah, melainkan juga tidak punya akal sehat sama sekali. Siapa membenci teguran bukan hanya dungu, melainkan juga seperti binatang (kjv), seperti kuda dan bagal yang tidak mempunyai akal budi, atau seperti lembu yang menendang-nendang galah. Orang-orang yang ingin hidup di dalam keluarga dan masyarakat yang longgar, di mana mereka bisa berbuat semau mereka tanpa ditegur, yang melumpuhkan perasaan-perasaan bersalah dalam hati nurani mereka sendiri, dan menganggap sebagai musuh orang-orang yang memberi tahu mereka kebenaran, adalah orang yang berperilaku seperti binatang yang dimaksudkan di sini.


SGDK
HARI MINGGU XV SESUDAH PENTAKOSTA
MINGGU, 17 SEPTEMBER 2017
CINTAILAH DIDIKAN DAN PENGETAHUAN
Amsal 12:1-10

A. KERANGKA KHOTBAH
1. PENGANTAR
Seekor ikan pandai berenang, namun kita hanya akan mem-
buatnya tampak bodoh dan tidak bergunajika terus memaksanya
terbang. lnilah makna terdalam dari makna mencintai didikan
dan pengetahuan. Jika didikan menunjuk pada didaktik (dari
bahasa Yunani didaskain) yang terkait erat dengan metode
pembelajaran maka pengetahuan adalah sesuatu yang dihasilkan
dari proses pembelajaran dengan metode yang tepat. Tidak
heran, Amsal sangat edukatif saat memaparkan buah pikiran me-
ngenai proses pendidikan. Sebagai tulisan yang memuat pem-
belajaran tentang kehidupan, orang-orang Israel mempelajarinya
sebagai ilmu yang mewariskan nilai-nilai kehidupan.

2. PENDALAMAN NAS ALKITAB
a. Latar Belakang
Amsal ("Proverbs," Iatin: Proverbia) terkait dengan perbanding
antara makna "kepakaran" atas kehidupan dan "ketidakmampuan"
untuk menjalani kehidupan.Tidak cukup jika kita hanya belajar
tentang sesuatu yang baik. Kemampuan untuk menerapkan ke-
baikan, itu lebih penting. Apalagi di tengah arus deras perubahan
jaman. Alih-alih mengubah dunia dengan memancarkan ke-
baikan, justru sebaliknya kita sendiri yang berubah menjadi tidak
baik saat tak mampu menghadapi arus kegagalan, kepahitan
dan ketidakpastian. Amsal hadir untuk terus memberi tuntunan
dan kebijaksanaan dalam hidup. Didikan tentang kehidupan mem-
buat nilai-nilai mulia diturunkan dari generasi ke generasi. Unsur
pedagogis terlihat saat didikan Amsal memberi manfaat, tidak
hanya terkait dengan ritual keagamaan melainkan juga praktik
kehidupan yang aktual. Dalam kehidupan yang aktual, ada begitu
banyak pilihan yang muncul, namun didikan yang benar tidak
hanya membuat seseorang berpaut pada gurunya melainkan
pada Tuhan. Dengan demikian, ia mampu menentukan pilihan
yang tepat. Peran Tuhan Sang Sumber Hikmat juga tergambar
sebagai Guru Agung yang akan menuntun setiap pelajar dan
pengajar untuk menemukan makna hidup yang sejati.

b. Penjelasan Teks

Ayat 1:
Didikan terkait erat dengan proses didaktis yang menekankan
pentingnya metode atau cara sehingga kita dapat mewujudkan
tujuan yang diharapkan. Ini gagasan yang menarik karena dengan
metode yang tepat, maka pengetahuan akan terus diingat (baca:
dicintai). Banyak kali, saat pendidikan dilakukan dengan cara
mengancam, menakut-nakuti atau bahkan memberi teladan
buruk, pengetahuan seolah lenyap ditiup angin. Atau ketika pen-
didikan dilakukan dengan cara memaksa untuk menghafal, maka
dalam sekejap pengetahuan dilupakan. Untuk bisa mencintai pe-
ngetahuankehidupan, kita dipanggil untuk tidak hanya mengajar-
kan dan menceritakan tapi juga menunjukkan. lnilah makna
pembelajaran hidup, termasuk di dalamnya iman. Apakah kita
sebagai pribadi dan gereja telah menunjukkan teladan yang tepat
dalam iman? Atau kita mengajarkan kasih melalui tindakan
mencibir dan rnenghakimi orang lain. Atau kita mengajarkan sabar
dengan unjuk gigi dan kekuatan dalam amarah di setiap per-
temuan? Mari kita bersama merefleksikannya.

Ayat 2-3:
Refleksi yang kita Iakukan terhadap ayat 1 akan menuntun kita
untuk memahami ayat-ayat berikutnya. Ayat 2 dan 3 mengarah-
kan kita dalam kehidupan yang aktual. Orang baik dan orang
benar kontras dengan penipu dan kefasikan. Masalahnya, banyak
orang yang hanya merasa baik dan benar namun sesungguhnya
tidak demikian. Baik bagi kelompok tertentu atau untuk ke-
pentingan tertentu tentu tidak cukup. Ini sama saja dengan me-
nipu diri sendiri dan sesama. Jika demikian, tentu bukan teladan
yang kita pancarkan karena kita justru menjadi batu sandungan.

Ayat 4:
Kontras juga dimunculkan dalam konteks rumah tangga, gam-
baran istri yang cakap dengan istri yang membuat malu membuat
kita menyadari bahwa pendidikan sejatinya juga bermuara dari
keluarga. Sebagai unit terkecil dalam kehidupan masyarakat,
keluarga menjadi sumber pembelajaran utama dalam kehidupan
seseorang. Bagaimana dengan keluarga kita? Apa teladan yang
kita ajarkan bagi generasi penerus yang ada di dalamnya? Apakah
keluarga justru membangun atau justru menghancurkan iman?
Ini menjadi refleksi bagi setiap keluarga

Ayat 5-9:
Jika dikaitkan dengan kefasikan, beberapa kata kunci dalam
bagian ini adalah memperdaya, perkataan yang menghadang
darah, serong hati dan berlagak ora_ng besar. Jika dikaitkan
dengan proses pendidikan, semua hal ini bisa jadi tidak asing.
Alih-alih mendidik dan mengajarkan kebajikan, banyak kali kita
justru memperdaya, melukai orang lain dengan kata-kata, me-
miliki motivasi yang keliru dan berlagak orang besar. Akibatnya
kita merasa paling pintar namun orang Iain menjadi semakin
bodoh dengan perilaku kita. Rasanya ini tidak akan membuat
orang lain mencintai pengetahuan melainkan justru bergaul akrab
dengan kesesatan. Mari kita berhati-hati karena dalam sekolah
kehidupan, kita selalu punya kesempatan untuk "mendidik" orang
Iain setiap hari dalam kata dan karya. Sudahkah kita memberi
didikan yang tepat?

Ayat 10:
Yang menarik, pembelajaran kehidupan juga terkait dengan alam
semesta, dalam hal ini hewan. Kita yang diberi mandat untuk
mengelola ciptaan Tuhan dalam alam ini semestinya menerapkan
pembelajaran yang tepat untuk kelestarian dan bukannya
kepunahan. Tindakan apa yang kita lakukan bagi hewan (dan
tumbuhan) di sekitar kita akan berdampak besar. Apakah pe-
ngetahuan yang baik atau justru hasrat menguasai tanpa ampun
yang kita wariskan bagi generasi anak dan cucu kita? Ketika
banyak hewan (dan tumbuhan) yang sudah mulai punah. Kita
disadarkan, jangan-jangan kita keliru dalam mewariskan
"pengetahuan" bagi anak cucu kita?

3. PENERAPAN NAS ALKITAB (APLIKASI)
a. Didikan sejati terkait dengan metode yang kita gunakan.
Apakah kebaikan kita ajarkan dengan ketidakkonsistenan?
Apakah kejujuran kita perkenalkan dengan ketiadaan
integritas? Dalam kaitannya dengan iman, teladan yang sejati
menjadi penting sehingga apa yang kita ajarkan sungguh-
sungguh diingat sebagai pengetahuan yang bermanfaat dan
mendatangkan berkat bagi orang-orang di sekitar kita.
b. Setiap hari kita adalah pengajar dan sekaligus pelajar dalam
"sekolah kehidupan." Pendidikan from womb to tomb yang
disampaikan dalam renungan SBU




kemarin pagi mau me-
ngingatkan kita bahwa sejak dalam kandungan hingga ajal
menjemput, kita akan terus menjadi pengajar dan pelajar.
Maka, ajarkanlah kebenaran terus-menerus dan milikilah
terus kerendahan hati sehingga kita tetap mau dibentuk dan
tetap mau belajar, termasuk di dalamnya belajar dari kesa|ah-
an, kegagalan dan kekeliruan diri sendiri dan orang lain.
c. Ada banyak kontras atau paradoks yang muncul dalam
kehidupan kita. Kita dapat memilih, apakah kita mengambil
jalan kebajikan atau kefasikan? Hikmat Tuhanlah yang akan
menuntun kita tidak hanya dalam mengambil keputusan tapi
juga saat melaksanakan keputusan itu dengan penuh
tanggung jawab.

B. KHOTBAH LENGKAP
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Setiap hari kita adalah pengajar dan sekaligus pelajar dalam
"sekolah kehidupan." Seorang pendidik mengemukakan bahwa
proses pendidikan atau proses belajar adalah suatu proses yang
berlangsung from womb to tomb (sejak dalam kandungan hingga
ajal menjemput). Dengan demikian, selama hayat dikandung
badan maka kita akan terus menjadi "pengajar" dan "pelajar".
Dengan demikian kita tidak akan putus asa untuk mengajarkan
kebenaran terus-menerus melalui teladan yang hidup. Ini penting
untuk kita Iakukan karena keteladanan ini juga terkait dengan
pembelajaran iman. Apakah kita sebagai pribadi dan gereja telah
menunjukkan teladan yang tepat dalam iman? Atau kita me-
ngajarkan kasih melalui tindakan mencibir dan menghakimi orang
lain. Atau kita mengajarkan sabar dengan unjuk gigi dan kekuatan
dalam amarah di setiap pertemuan? Jika cara yang kita Iakukan
tepat, niscaya apa yang kita sampaikan akan selalu menjadi ber-
kat (mencintai didikan dan pengetahuan - ayat 1).
Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Kitab Amsal menekankan bahwa tidak cukup jika kita hanya be-
Iajar tentang sesuatu yang baik. Kemampuan untuk menerapkan
kebaikan, itu lebih penting. Apalagi di tengah ayus deras perubah-
an jaman. Kadangkala alih-alih untuk mengubah dunia dengan
memancarkan kebaikan justru, beralih ketika kita sendiri yang
berubah menjadi tidak baik saat tak mampu menghadapi arus
kegagalan, kepahitan dan ketidakpastian. Amsal hadir untuk terus
memberi tuntunan dan kebijaksaan dalam hidup. Didikan tentang
kehidupan membuat nilai-nilai mulia diturunkan dari generasi ke
generasi. Unsur pedagogis terlihat saat didikan Amsal memberi
manfaat, tidak hanya terkait dengan ritual keagamaan melainkan
juga praktik kehidupan yang aktual. Dalam kehidupan yang aktual,
ada begitu banyak pilihan yang muncul, namun didikan yang
benar tidak hanya membuat seseorang berpaut pada gurunya
melainkan pada Tuhan. Dengan demikian, ia mampu menentukan
pilihan yang tepat. Peran Tuhan Sang Sumber Hikmat juga ter-
gambar sebagai Guru Agung yang akan menuntun setiap pelajar
dan pengajar untuk menemukan makna hidup yang sejati.
Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Pentingnya kita berpaut pada Tuhan karena ada banyak kontras
atau paradoks yang muncul dalam kehidupan kita (ay. 2-3).
Bahkan dalam ayat 4, kontrasjuga dimunculkan dalam konteks
rumah tangga, gambaran istri yang cakap dengan istri yang mem-
buat malu membuat kita menyadari bahwa pendidikan sejatinya
juga bermuara dari keluarga. Sebagai unit terkecil dalam ke-
hidupan masyarakat, keluarga menjadi sumber pembelajaran
utama dalam kehidupan seseorang. Bagaimana dengan keluarga
kita? Apa teladan yang kita ajarkan bagi generasi penerus yang
ada di dalamnya? Tidak hanya keluarga, yang menarik, pem-
belajaran kehidupan juga terkait dengan alam semesta, dalam
hal ini hewan (ay. 10). Kita yang diberi mandat untuk mengelola
ciptaan Tuhan dalam alam ini semestinya menerapkan pem-
belajaran yang tepat untuk kelestarian dan bukannya kepunahan.
Tindakan apa yang kita Iakukan bagi hewan (dan tumbuhan) di
sekitar kita akan berdampak besar. Apakah pengetahuan yang
baik atau justru hasrat menguasai tanpa ampun yang kita waris-
kan bagi generasi anak dan cucu kita? Ketika banyak hewan
(dan tumbuhan) yang sudah mulai punah. Kita disadarkan,
jangan-jangan kita keliru dalam mewariskan "pengetahuan" bagi
anak cucu kita?

Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Pada akhirnya, kita dapat memilih, apakah kita mengambil jalan
kebajikan atau kefasikan? Hikmat Tuhanlah yang akan menuntun
kita tidak hanya dalam mengambil keputusan tapi juga saat
melaksanakan keputusan itu dengan penuh tanggung jawab.Di
sisi lain, kitajuga diajak untuk memiliki kerendahan hati sehingga
kita tetap mau dibentuk dan tetap mau belajar, termasuk di
dalamnya belajar dari kesalahan, kegagalan dan kekeliruan diri
sendiri dan orang lain. Dengan demikian, jika jerih juang yang
kita upayakan seolah-olah tidak membuahkan hasil kita tidak
langsung putus asa dan menyerah. Hal ini pentingkarena banyak
orang-orang yang anti-gagal dalam hidup. Maksudnya begini,
kegagalan kita letakkan dalam bingkai yang sempit sehingga
kalau berjumpa dengan kegagalan, kita menolak untuk belajar
darinya. Seolah-olah hidup ini tidak berharga Iagi. Akibatnya kita
"hidup," tetapi iman dan semangat kita "mati". Mencintai didikan
dan pengetahuan berarti mau berdamai dengan dinamika ke-
hidupan dengan tetap berpaut pada kasih Tuhan untuk me-
nguatkan kita. Saat kita telah menjadi kuat, kita tetap memiliki
kerendahan hati untuk menguatkan orang lain dan bukannya
melemahkan mereka dengan kekuatan kita. Selamat belajar dan
selamat mengajar, kiranya Sang Guru yang sejati senantiasa
menuntun karya dan langkah kita. AMIN.


SBU




HARI MINGGU XV SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 17 SEPTEMBER 2017
Renungan Pagi
GB.194 : 1 -Berdoa
CINTALAH DIDIKAN DAN PENGETAHUAN
Amsal 12:1-10

Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; .....(ay.1)

Didikan dan pengetahuan terkait nilai-nilai iman menjadikan seseorang cerdas, cakap, baik dan berhikmat dalam tutur dan berperilaku. Di samping nilai-nilai iman, didikan dan pengetahuanjuga mengandung ajaran moral-etis dalam bimbingan, nasihat, larangan dan teguran yang berguna bagi hidup saleh, adil dan benardi dalam dunia. Oleh karena itu, setiap orang percaya diminta untuk mencintai didikan dan pengetahuan serta tidak menolak dan membenci teguran. Siapa menolak didikan, pengetahuan dan teguran akan menjadi manusia dungu ; tidak berakal dan berkarakter penipu, berlagak tahu, kasar, jahat dan fasik. Orang semacam ini tidak berpendirian, goyah, memperdaya, suka bertengkar, kejam dan tidak berbelas kasihan.
Tindakannya membuat dia dihina serta menimbulkan rasa malu bagi dirinya dan juga keluarganya. Sebaliknya, orang yang mencintai didikan dan pengetahuan akan tampil sebagai orang benar, tidak goyah, berakal budi, jujur, tidak sombong dan pekerja keras. Rancangan dan tindakannya adil, menyelamatkan orang lain, mendatangkan kebahagiaan bagi seisi keluarga dan penyayang hewan peliharaan.

Proses pemberian didikan dan pengetahuan formal dan nonformal, khusus terkait nilai-nilai iman dan moral-etis tidak pernah selesai, tetapi tetap berlangsung selama kehidupan manusia di bumi. Terlebih selama keluarga dan gereja Kristen masih tegak sebagai agen perubahan dalam masyarakat dan dunia serta menjadi lembaga pengajaran dan pendidikan non-formal yang secara konsisten menghasilkan manusia-manusia pelayan yang cerdas, berakal budi, adil, benar, berhikmat, beriman, bermoral dan beretika.

GPIB menerapkan suatu pola atau sistem pembinaan berjenjang bagi seluruh warganya - sejak masa anak sampai lanjut usia, - terlebih bagi para pelayannya. Setiap warga sidi yang terpilih sebagai diaken, penatua atau pengurus unit-unit missioner di jemaat wajib mengikuti pembinaan sebagai syarat sebelum diteguhkan. Terkadang banyak orang merasa tahu dan pintar, sehingga menolak mengikuti pembinaan. Akibatnya tidak diteguhkan sebagai pelayan. Cintailah didikan dan pengetahuan. Jadilah pelayan yang berhikmat, beriman, bermoral dan beretika.

GB.194 : 2
Doa : (Bapa, ajar kami untuk menjadi pribadfyang berhikmat dan berbudi)




HARI MINGGU XV SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 17 SEPTEMBER 2017
Renungan Malam
GB.6 : 1-Berdoa
KETEKUNAN TIDAK MENGECEWAKAN
Amsal 12:11-28

Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa (ay.24)

Tidak ada orang yang pintar, yang ada hanya orang yang rajin (baca: tekun). Tidak ada orang yang bodoh, yang ada hanyalah orang yang malas. Dalam perikop firman Tuhan yang kita renungkan saat ini, kontras antara kerajinan dan kemalasan diulang dua kali (ay. 24 dan 27). Tekanan Amsal yang adalah sastra hikmat dalam perikop ini memperlihatkan bahwa memang rajin adalah salah satu hal penting dalam membentuk kebijaksanaan. Banyak orang yang ingin pintar mendadak. Atau bahkan menghalalkan segala cara untuk menjadi pintar.

Akibatnya, kepintarannya menjadi semu belaka. Saat kita hanya mau hasil akhir yang baik namun mengabaikan proses untuk berusaha untuk rajin dan bertekun, hasilnya adalah kesia-siaan. Maksudnya bagaimana? Ya, mungkin hasilnya memang orang pintar, tapi pintar yang tidak mendatangkan kebajikan, pintar bohong, pintar mencontek, pintar bersilat lidah atau bahkan pintar memanipulasi dan berpura-pura. Bahkan dalam pelayanan, bisa jadi muncul orang-orang yang sok pintar atau menganggap diri paling pintar dan yang lain kalah pintar. Jika demikian, ini tentu bukanlah kepintaran yang sejati. Dibutuhkan kerajinan yang tidak kendor

sehingga kepintaran kita menjadi berkat bagi orang Iain. Tidak hanya itu, tangan orang rajin juga dikatakan memegang kekuasaan dan harta yang berharga. Dengan demikian, buah dari kerajinan sangatlah berarti. Jadi, marilah kita mulai membiasakan diri untuk rajin mengerjakan setiap tanggung jawab yang dipercayakan pada kita. Sekalipun itu hal yang kecil dan tidak ada apa-apanya, bahkan mungkin tidak dihargai sama sekali, tetaplah rajin melakukannya. Seperti seekor semut yang sedang berjalan menuju ke suatu tempat, ketika kita coba untuk menghentikannya, ia akan berusaha mencari jalan Iain, memutar, mencari celah atau naik ke atas. Jadi jangan pernah menyerah untuk mencapai tujuan karena kerajinan pasti tidak akan mengecewakan!

GB.6 : 2
Doa : (Ya Tuhan, ajarlah aku agar tetap rajin melaksanakan setiap tanggung jawab sehingga aku tidak menyerah dalam mencapai tujuan hidupku)

Label:   Amsal 12:11-28 




Lagu Natal (Christmas)
Latest Christian Song

NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 18 SEPTEMBER 2017 - KEKAYAAN YANG SEJATI - Amsal 13:7-12 - MINGGU XV SES. PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 16 SEPTEMBER 2017 - DOSA KARENA IRI HATI - 1 Samuel 18:6-30 - MINGGU XIV SES. PENTAKOSTA

Garis Besar Amsal






November 10 - 16 (Week 46) - Ezekiel 46-48; John 16 || Daniel 1-3; Psalm 88; John 17 || Dan 4-6; John 18 || Dan 7-9; Psalm 91; John 19 || Dan 10-12; John 20

Hari ini, 14 November - Yakobus 1,2<...

Hari ini, 14 November - Maz 119:171-...

Hari ini, 14 Nopember - Yohanes 11:1...

BACAAN ALKITAB SETAHUN:



Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2017..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392





Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,




New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Rabu, 06 Mei 2015
GB 402c AMIN

Rabu, 06 Mei 2015
GB 402b AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 402a AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 401 AMIN, AMIN, YA, BENAR ADANYA

Kamis, 20 Juni 2013
GB 400 AMIN, AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 399 AMIN, HALELUYA!

Selasa, 06 Agustus 2013
GB 398b MARANATHA dan GB lama maranatha - gb 293c pada GB Lama

Senin, 29 Juli 2013
GB 398a MARANATHA & GB lama 293a MARANATHA

Senin, 22 Juli 2013
GB 397 HOSIANA

Senin, 22 Juli 2013
GB 396 HOSIANA, HOSIANA

Kamis, 11 Juli 2013
GB 395 HALELUYA! AMIN

Kamis, 11 Juli 2013
GB 394 HALELUYA, HALELUYA! PUJILAH TUHANMU

Kamis, 11 Juli 2013
GB 393 HALELUYA

Senin, 20 Juli 2015
GB 392b KEPADAMU PUJI-PUJIAN

Kamis, 18 Juli 2013
GB 392a KEPADAMU PUJI-PUJIAN

Rabu, 31 Juli 2013
GB 391 TUHAN MENYERTAI KAMU

Rabu, 29 April 2015
GB 389b KARNA ENGKAULAH

Selasa, 23 Juli 2013
GB 389a KARNA ENGKAULAH

Senin, 29 Juli 2013
GB 388 PUJI ALLAH | MULIAKANLAH

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



bagaimana cara memberitakan injil di lingkungan,   Yohanes 6 : 27 - 29,   kejadian 21:1-7renungan,   kejadian 21:1-7renungan,   tafsiran lukas 21 : 5-19,   forevermore gms mp3 ,   lagu ibadah penutup,   lagu memberikan persembahan,   kidung ceria cinta akan Yesus tak berarti hanya nyanyi dan doa,   khotbah Roma 1:18-25,   judul lagu rohani arab,   Yohanes 6 : 27 - 29,   Bahan khotbah dari 2 Tesalonika 3: 1-9,   lagu rohani pujian,   dunia gemar dan soraklah lirik,   dunia gemar dan soraklah lirik,   2 korintus 9;6-7 NATS PERSEMBAHAN,   nats ayat alkitab untuk persembahan,   lagu penutup ibadah,   tema natal tentang hendaklah kamu sehati,sepikir dalam tuhan bahasa batak,   lagu penutup ibadah,   lagu pembuka ibadah,   khotbah dari kitab nahum,   yakobus 3 cerita sekolah minggu,   khotbah gereja toraja dari matius 16:13-20,   khotbah gereja toraja dari matius 16:13-20,   mazmur 69:20-37 gpib,   mazmur 69:20-37 gpib,   lagu doa syafaat,   lagu buat doa syafaat,   kristen kata pengantar persembahan,   2tesalonika3:6-13,   jamita filipi 4:10-20,   kotbah Yosua 4: 1-20,   kotbah Yosua 4: 1-20,   khotbah ulangan 24 19 22,   gambar not angka tuhanlah kekuatan dan mazmurku ,   gambar not angka tuhanlah kekuatan dan mazmurku ,   lagu lagu pengakuan dosa,   lirik lagu firmanmu pelita bagi kakiku dan sebagai suluh pada jalanku,   lirik lagu firmanmu pelita bagi kakiku dan sebagai suluh pada jalanku,   download lagu mp3 di mazmur 150,   kumpulan lagu gereja kristen maranatha indonesia pengajaran tabernakel,   renungan ulangan 24 17 22,   lagu persembahan gmim,   filipi 4:10-20,   download lagu mp3 di mazmur 150,   khotbah : Tetaplah Setia,   Filipi 4:10-20,   Filipi 4:10-20,   khotbah ulangan 24 19 22,   LAGU TENTANG PERSEMBAHAN,   LAGU TENTANG PERSEMBAHAN,   syair dan not lagu gereja pdf,   khotbah yohanes 5:19-29,   khotbah yohanes 5:19-29,   you rise me up versi paduan suara,   lagu untuk persembahan,   renungan harian yohanes 5:19-29,   partitur lagu natal,   jembatan lagu untuk persembahan,   ambilan gkps 17 november 2019,   meresponi panggilan tuhan Yosua 1:1-9,   khotbah ulangan 24:19-22,   khotbah ulangan 24:19-22,   liturgi ibadah persekutuan kaum pria bala keselamatan,   lagu bala keselamatan perjuangan,   Khotbah KRISTEN dari Ayub 19: 23-27,   Khotbah KRISTEN dari Ayub 19: 23-27,   jamita filipi 4:10-20,   khotbah ulangan 24:19,   pujian saat mengumpulkan persembahan,   lagu gereja kj 49,   khotbah pilipi 4:10-20 versi hkbp,   renungan yakobus 2:1-13,   Hari Tuhan Maleakhi 4:1-6 GKI,   Hari Tuhan Maleakhi 4:1-6 GKI,   Hari Tuhan Maleakhi 4:1-6,   pujian saat mengumpulkan persembahan,   Contoh renungan kotbah harian agama Kristen Protestan bulan November 2019,   pujian saat mengumpulkan persembahan,   Khlbh masmur 55:2-8,   renungan remaja kristen gmit,   kothbah katolik menurut lukas 21:5-19,   kothbah katolik menurut lukas 21:5-19,   renungan kristen insani 13:20-21 dari gmit,   lagu persembahan,   Tafsiran alkitap 2 tesalonika 3;13-15,   khotbah yakobus 2 1-10,   ayat2 alkitab utk ajakan persembahan,   lagu kristen yang sesuai dengan nats matius 25:31-46,   tata ibadah unit gpm,   MEMANDANG ALLAH MELAMPAUI HIDUP INI Ayub 19: 23 - 27a,   renungan Yosua 24:22-28,   kejadian 21:1-7renungan,   khotbah keluaran 23;1-13,   khotbah amsal 12,    kitab ulangan 24:19-22 berbuat baik bagi semua orang,    kitab ulangan 24:19-22 berbuat baik bagi semua orang,   kotbah ulangan 24:19-22 ,    ulangan 24:19-22 melindungi sesama,   khotbah yoel 2 : 28-32,   khotbah yoel 2 : 28-32,   partirtur 4 suara lagu natal,   renungan sbu tgl 17 november,   khotbah yoel 2 : 28-32,   tafsiran “Engkaulah anakKu yang kukasihi, kepadaMulah aku berkenan” ?,   kalender liturgi katolik tgl 12 nopember 2019,   Jamita filipi 4;10-20,   renungan kristen keluaran 19: 10-11 ,   nyanyian pujian downlod,   nyanyian pujian downlod,   renungan kristen keluaran 19: 10-11 ,   renungan pagi sabda bina umat gpib matius 12. 46_ 50,   sabda bina umat gpib 12 nov 2019,   NYANYIAN BALA KESELAMATAN,   contoh liturgi kedukaan kristen gki,   contoh liturgi kedukaan kristen gki,   lagu gereja.com,   Gita bakti pdf,   Gita bakti pdf,   contoh kotbah kitab ulangan 24:19-22,   contoh kotbah kitab ulangan 24:19-22,   contoh kotbah kitab ulangan 24:19-22,   ulangan 24:19-22 jamita partangiangan,   kasihnya seperti sungai lagu misa,   bahan sermon jamita 5 Musa 24 19-22,   contoh kotbah ulangan 24:19-22 harus kau ingat dahulu kamu budak,   contoh kotbah ulangan 24:19-22 harus kau ingat dahulu kamu budak,   proses menulis kotbah ulangan 24:19-22,   firmanmu pelita bagi kakiku lagu misa,   renungan alkitab markus 13 ayat 33-37,   Renungan joel 2:23-32,   yesaya 57 ayat 14 - 21,   khotbah gpib tahun 2019,   khotbah gpib 2019,   yesaya 57 ayat 14 - 21,   NOT NYANYI ROHANI NKB LAGU NATAL UNTUK PERSEMBAHAN,   yesaya 57 ayat 14 - 21,   NOT NYANYI ROHANI NKB LAGU NATAL UNTUK PERSEMBAHAN,   partitur lagu koor natal,   renungan Lukas 17:7-10,   khotbah yakobus 1:9-11,   lagu penutup ibadah,   kalendar liturgi 2020 agustus,   kalender katolik 2020,   kalender katolik 2020,   kidung kabungahan 45,   tafsir amsal 1 : 5,   contoh contoh tema natal ibadah wbi,   koor natal batak,   sejarah kitab maleakhi 2 ayat 1-9,   lagu unyuk renungan kitab maleakhi 2 ayat 1-9,   lagu gereja ku bersyukur,   nats khotbah kej 6:1-8,   kotbah tekun dalam berkarya,   liturgi katolik desember 2019,   renungan Kitab Keluaran 31 : 12-17,   nyanyian rohani no.97,   liturgi katolik desember 2019,   cerita ulangtahun sekolah minggu dari pengkhotbah 11:8,   judul lagu gms,   kotbah tekun dalam berkarya,   kotbah tekun dalam berkarya,   partitur lagu koor natal,   liturgi ibadah hari minggu gereja toraja 17 november 2019,   khotbah ajakan juruslamat,   khotbah ajakan juruslamat,   tafsiran maleakhi 4:1-6 GKI,   tafsiran maleakhi 4:1-6 GKI,   kasih allahku sungguh tlah terbukti.mp3,