Dilihat: 717 x

Save Page

Lukas 10:23-24
10:23 Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. 10:24 Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."

Penjelasan:


Keberhasilan Ketujuh Puluh Murid (10:17-24)
    Kristus mengutus ketujuh puluh murid itu ketika Ia sedang ke Yerusalem untuk mengikuti hari raya Pondok Daun. Ketika itu Ia pergi ke situ tidak terang-terangan, tetapi diam-diam (Yoh. 7:10), setelah mengutus sebagian besar dari rombongan-Nya. Dr. Lightfoot berpendapat bahwa peristiwa pengutusan ini terjadi sebelum Ia kembali dari perayaan itu, ketika Ia masih berada di Yerusalem, atau Betania, karena masih berdekatan (karena di situlah Ia berada, ay. 38), sehingga mereka atau setidaknya beberapa dari mereka, bisa kembali kepada-Nya.
    Di sini dikatakan kepada kita tentang:

    I. Laporan yang mereka berikan kepada-Nya mengenai keberhasilan perjalanan mereka: ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira (ay. 17), tanpa mengeluhkan kepenatan yang mereka rasakan karena perjalanan yang telah mereka lakukan, atau mengeluhkan perlawanan dan sikap mengecilkan hati yang mereka temui. Mereka bersukacita karena keberhasilan mereka, terutama dalam mengusir roh-roh jahat: Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu. Meskipun tugas yang disebutkan dalam penugasan mereka hanyalah menyembuhkan orang-orang sakit (ay. 9), tidak diragukan lagi bahwa mengusir setan juga termasuk di dalamnya, dan mereka sangat berhasil dalam hal ini.
        . Mereka memberikan kemuliaan kepada Kristus atas hal ini: Ini semua karena demi nama-Mu. Perhatikanlah, semua kemenangan kita atas Iblis dicapai melalui kuasa yang diperoleh dari Yesus Kristus. Kita harus memasuki medan pertempuran melawan musuh-musuh rohani kita dalam nama-Nya, dan apa pun keuntungan yang kita peroleh, Dialah yang harus mendapatkan seluruh pujian. Jika pekerjaan itu dilakukan demi nama-Nya, maka kehormatan itu juga harus diberikan kepada nama-Nya.
        . Mereka bersukacita karena penghiburan yang mereka rasakan, dan membicarakannya dengan nada kegembiraan yang meluap-luap: Juga setan-setan, musuh-musuh yang kuat itu, takluk kepada kami. Perhatikanlah, bagi para kudus, tidak ada sukacita atau kepuasan yang lebih besar dalam semua kemenangan selain daripada kemenangan atas Iblis. Jika setan-setan saja takluk kepada kita, apa lagi yang mampu menghalangi kita?
    II. Sambutan seperti apa yang mereka terima dari-Nya, dan bagaimana Ia menerima laporan ini.
        . Ia membenarkan perkataan mereka, yang juga sesuai dengan pengamatan-Nya sendiri (ay. 18): "Hati dan mata-Ku juga menyertaimu. Aku melihat keberhasilanmu, dan Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit." Perhatikanlah, Iblis dan kerajaannya jatuh di hadapan pemberitaan Injil. "Aku telah melihat kejadiannya," kata Kristus, "Saat kamu berpijak, Iblis pun tergelincir dari pijakannya." Dia jatuh seperti kilat dari langit, begitu cepat, tak tertahankan, begitu nyata, hingga semua orang bisa merasakannya dan berkata, "Lihatlah bagaimana kerajaan Iblis menjadi goyah, lihatlah bagaimana kerajaan itu runtuh dengan tiba-tiba." Mereka berjaya dalam mengusir setan-setan dari dalam tubuh orang-orang, tetapi Kristus melihat dan bersukacita atas kejatuhan Iblis dari tempat cengkeramannya dalam jiwa-jiwa manusia, yaitu kuasanya di udara (Ef. 6:12). Kristus telah melihat lebih dulu hal-hal yang benar-benar akan terjadi, dan bahkan sudah mulai terjadi, yakni kehancuran Iblis melalui hancurnya penyembahan berhala dan kembalinya bangsa-bangsa untuk percaya kepada Kristus. Iblis jatuh dari langit ketika ia jatuh dari takhtanya di dalam hati manusia (Kis. 26:18). Kristus juga sudah bisa melihat sebelumnya bahwa pemberitaan Injil yang akan melayang keluar seperti kilat ke seluruh dunia akan meruntuhkan kerajaan Iblis ke mana pun Injil itu dibawa. Sekarang juga penguasa dunia ini akan dilempar ke luar. Ada yang mengartikan hal ini secara lain, bahwa ini mengacu kembali pada kejatuhan para malaikat, dan dimaksudkan sebagai peringatan bagi murid-murid ini, supaya jangan keberhasilan mereka membuat mereka besar kepala: "Aku melihat malaikat-malaikat berubah menjadi setan-setan karena kesombongan: itulah dosa yang membuat Iblis telah jatuh dari langit, tempat ia pernah menjadi malaikat terang. Aku melihatnya dan memperingatkanmu supaya jangan kamu menjadi sombong dan kena hukuman Iblis, yang jatuh karena kesombongan" (1Tim. 3:6).
        . Ia mengulangi, menegaskan, dan menambah tugas perutusan mereka: Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular (ay. 19). Perhatikanlah, bagi dia yang memiliki dan mempergunakan apa yang dimilikinya itu dengan baik, akan diberikan lebih banyak lagi. Mereka telah memakai kuasa yang mereka miliki untuk melawan Iblis dengan penuh semangat, dan sekarang Kristus mempercayakan kuasa yang lebih besar lagi kepada mereka.
            (1) Suatu kuasa untuk menyerang, kuasa untuk menginjak ular dan kalajengking, setan-setan dan roh-roh jahat, si ular tua itu: "Kamu akan meremukkan kepala mereka di dalam nama-Ku," sesuai dengan janji pertama di dalam Kejadian 3:15. Marilah, injaklah leher musuh-musuh ini; kamu akan menginjak singa dan ular naga ini di mana pun kamu berjumpa dengan mereka. Kamu akan menginjak mereka di bawah kakimu (Mzm. 91:13). Kamu akan menahan kekuatan musuh, dan kerajaan Mesias akan ditegakkan di atas puing-puing kerajaan Iblis. Sama seperti setan-setan itu telah takluk kepadamu, begitu pulalah halnya nanti.
            (2) Kuasa untuk bertahan: "Tidak ada yang akan membahayakan kamu, baik ular maupun kalajengking, meskipun kamu disiksa atau dilemparkan ke dalam penjara di bawah tanah bersama binatang-binatang ini. Kamu tidak akan dicelakakan oleh makhluk-makhluk yang paling berbisa sekalipun," seperti yang dialami sendiri oleh Rasul Paulus (Kis. 28:5), dan seperti yang dijanjikan dalam Markus 16:18. "Kalaupun orang-orang jahat berlaku seperti ular kepadamu, dan kamu tinggal di antara kalajengking (Yeh. 2:6), abaikan saja amarah mereka dan injaklah mereka. Hal ini tidak perlu merisaukanmu, karena mereka tidak mempunyai kuasa atasmu jika tidak diberikan dari atas. Mereka bisa saja mendesis, tetapi tidak mampu menyakiti." Kamu bisa bermain-main dekat liang ular tedung, sebab maut itu sendiri tidak akan berbuat jahat atau berlaku busuk (Yes. 11:8-9; 25:8).
        . Ia mengarahkan mereka agar mengubah sukacita mereka ke jalur yang benar (ay. 20): "Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, bahwa mereka pernah takluk, dan akan tetap takluk. Janganlah hanya bersukacita karena hal ini merupakan penghormatan bagimu dan peneguhan atas pengutusanmu, dan telah menempatkanmu lebih tinggi daripada orang-orang lain. Janganlah bersukacita hanya karena hal-hal ini atau terutama karena hal-hal ini, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga, karena kamu adalah orang-orang pilihan Allah untuk menerima hidup kekal dan menjadi anak-anak Allah melalui iman." Kristus, yang mengenal kebijaksanaan Allah dapat mengatakan kepada mereka bahwa nama mereka ada terdaftar di sorga, sebab di dalam kitab kehidupan dari Anak Dombalah nama mereka terdaftar. Melalui anugerah, semua orang percaya mewarisi hak menjadi anak-anak Allah dan diangkat menjadi anak-anak-Nya, serta menerima Roh pengangkatan. Semuanya ini memberikan bukti pewarisan itu, sehingga kita diterima dalam keluarga-Nya. Inilah yang pantas menimbulkan sukacita, sukacita yang lebih besar daripada mengusir setan. Perhatikanlah, kuasa untuk menjadi anak-anak Allah harus lebih dihargai daripada melakukan mujizat, sebab kita membaca tentang orang-orang yang mengusir setan-setan demi nama Kristus, seperti yang dilakukan Yudas, tetapi tidak diakui Kristus pada hari penghakiman itu kelak. Tetapi mereka yang namanya ada terdaftar di sorga tidak akan pernah binasa. Mereka adalah domba-domba Kristus, yang kepadanya Ia akan memberikan hidup yang kekal. Anugerah yang menyelamatkan harus lebih membuat orang bersukacita daripada karunia-karunia roh. Kasih yang kudus adalah cara yang lebih unggul daripada berbahasa lidah.
        . Ia mempersembahkan ucapan syukur yang khidmat kepada Bapa-Nya, karena mempekerjakan orang-orang biasa seperti murid-murid-Nya itu merupakan suatu pelayanan yang sangat tinggi dan terhormat (ay. 21-22). Kita sudah menemui hal ini sebelumnya dalam Matius 11:25-27, hanya saja di sini ditambahkan kata-kata pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus. Sudah sepantasnya bila harus diberikan perhatian khusus kepada kata-kata pada waktu itu, sebab kejadian seperti ini begitu jarang terjadi, mengingat bahwa Dia adalah seorang yang penuh kesengsaraan. Pada waktu itu saat Ia melihat Iblis jatuh dan mendengar keberhasilan para pelayan-Nya, pada waktu itu juga bergembiralah Yesus. Perhatikanlah, tidak ada yang mampu membuat hati Tuhan Yesus lebih bergembira dibandingkan dengan kemajuan penyebaran Injil dan kejatuhan Iblis melalui pertobatan jiwa-jiwa kepada Kristus. Kegembiraan Kristus merupakan sukacita yang penuh, suatu sukacita batiniah: Ia bergembira dalam Roh Kudus. Namun, bagaikan air yang dalam, sukacita-Nya tidak bersuara. Ini adalah sukacita yang tidak bisa diganggu orang lain. Sebelum Ia mengucapkan syukur kepada Bapa, Ia bergembira terlebih dahulu. Sebab sama seperti ucapan syukur merupakan ungkapan sukacita kudus yang murni, begitu pula sukacita kudus adalah akar dan sumber dari ucapan syukur.

        Ada dua hal mengapa Ia mengucap syukur:

            (1) Atas apa yang dinyatakan Bapa melalui Sang Anak: Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi (ay. 21). Saat memuja Allah, kita harus memandang-Nya baik sebagai Pencipta langit dan bumi maupun sebagai Bapa Kristus Yesus Tuhan kita, dan di dalam Dia, sebagai Bapa kita.

            Sekarang, hal yang disyukuri-Nya adalah:

                [1] Bahwa rencana Allah menyangkut pendamaian manusia dengan diri-Nya sendiri dinyatakan kepada beberapa anak manusia, yang mungkin juga pantas untuk mengajar orang lain. Allah sendirilah yang melalui Anak-Nya telah mengatakan hal-hal ini kepada kita, dan oleh Roh-Nya Ia telah menyatakannya di dalam kita. Dia telah menyatakan apa yang selama ini disembunyikan sejak dunia dijadikan.
                [2] Bahwa semua itu dinyatakan kepada orang-orang kecil, kepada orang-orang yang rendah dalam kemampuannya, yang leluhur dan pendidikannya tidak menjanjikan sesuatu apa pun yang baik. Mereka hanyalah anak-anak dalam pemikiran, sampai Allah melalui Roh-Nya meningkatkan kemampuan mereka serta memperlengkapi mereka dengan pengetahuan ini dan kemampuan untuk menyampaikannya. Kita patut bersyukur kepada Allah terutama bukan atas kehormatan yang diberikannya kepada orang-orang kecil, melainkan atas kehormatan yang diberikan-Nya kepada diri-Nya sendiri dalam menyempurnakan kekuatan dalam kelemahan.
                [3] Bahwa pada saat yang sama ketika Ia menyatakannya kepada orang kecil, Ia menyembunyikannya bagi orang bijak dan orang pandai, yakni para filsuf bukan-Yahudi, dan para guru Yahudi. Ia tidak menyatakan makna Injil kepada mereka ini, atau memakai mereka dalam memberitakan kerajaan-Nya. Syukur kepada Allah bahwa para rasul tidak dipilih dari sekolah-sekolah mereka, sebab:
                    Pertama, mereka bisa saja mencampuradukkan gagasan mereka dengan pengajaran Kristus sehingga dengan demikian justru merusaknya, seperti yang terbukti di kemudian hari. Kekristenan telah banyak dicemari oleh filsafat Platonis di abad-abad pertama, oleh filsafat Aristotelian di abad-abad berikutnya, serta oleh para guru Yudaisme saat baru didirikan.
                    Kedua, seandainya para guru Yahudi dan para ahli filsafat itu telah diangkat menjadi rasul, keberhasilan Injil pasti telah dihubungkan dengan pengetahuan, kepandaian, dan kekuatan pemikiran serta kefasihan lidah mereka. Oleh karena itulah mereka tidak boleh diangkat menjadi rasul supaya tidak mengambil terlampau banyak bagi diri sendiri, dan orang lain pun tidak harus menghargai mereka secara berlebihan. Mereka diabaikan karena alasan yang sama yang dipakai untuk mengurangi pasukan Gideon: Masih terlalu banyak rakyat (Hak. 7:4). Paulus memang dididik sebagai orang terpelajar di antara orang bijak dan orang pandai, tetapi ia menjadi orang kecil ketika menjadi rasul. Ia mengesampingkan kata-kata hikmat manusia yang menarik hati, melupakan semuanya itu, dan tidak memamer-mamerkan atau menggunakan pengetahuan apa pun selain tentang Kristus yang disalibkan (1Kor. 2:2, 4).
                [4] Bahwa dengan hal ini Allah bertindak melalui kedaulatan: Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Allah memang mau memberikan anugerah-Nya dan pengetahuan tentang Anak-Nya kepada orang-orang yang dianggap tidak layak menerimanya. Ia tidak akan memberikannya kepada mereka yang tampaknya lebih memiliki segala kemampuan untuk menyampaikannya. Inilah yang berkenan bagi Dia, yang pemikiran-Nya jauh melebihi pikiran kita. Ia memilih untuk memercayakan pemberitaan Injil-Nya ke dalam tangan orang-orang yang dengan kekuatan ilahi akan memajukannya dan bukannya ke dalam tangan mereka yang memakai keahlian manusia untuk hanya merusakkannya.
            (2) Atas apa yang menjadi rahasia di antara Bapa dan Anak (ay. 22).
                [1] Keyakinan kuat Bapa terhadap Anak-Nya: Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku, seluruh hikmat dan pengetahuan, seluruh kuasa dan wewenang (otoritas), serta seluruh anugerah dan penghiburan yang disediakan bagi sisa-sisa yang terpilih. Semua ini diserahkan ke dalam tangan Tuhan Yesus. Di dalam diri-Nyalah kepenuhan segala sesuatu harus berdiam, dan dari diri-Nyalah segala kepenuhan itu diturunkan: Dia adalah Sang Wali agung yang mengurus semua urusan kerajaan Allah.
                [2] Saling pengertian mendalam yang ada di antara Bapa dan Anak, serta kesadaran bersama yang tidak dimiliki makhluk lainnya: tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak itu, atau bagaimana jalan pikiran-Nya, selain Bapa, yang telah menciptakan-Nya sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala (Ams. 8:22). Begitu pula tidak ada yang tahu siapakah Bapa, dan segala rencana-Nya, selain Anak, yang bersandar di dada-Nya sejak kekekalan sebagai anak kesayangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya (Ams. 8:30), dan kepada mereka Anak menyatakan Bapa-Nya melalui Roh. Injil adalah penyataan Yesus Kristus. Kepada-Nyalah kita berutang atas semua pengungkapan yang dinyatakan kepada kita mengenai kehendak Allah bagi keselamatan kita. Di sini Ia berbicara tentang kepercayaan yang diberikan Bapa kepada-Nya atas hal tersebut, sesuatu yang sangat menyukakan hati-Nya dan membuat-Nya merasa bersyukur kepada Bapa-Nya.
        . Ia mengatakan kepada murid-murid-Nya alangkah berbahagianya mereka karena hal-hal ini dinyatakan kepada mereka (ay. 23-24). Sesudah menghadap Bapa-Nya, berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya, dengan tujuan membuat mereka menyadari betapa berbahagianya mereka dan betapa hal itu membawa kemuliaan dan kehormatan bagi Allah, bahwa mereka mengetahui rahasia-rahasia kerajaan Allah dan dipakai untuk membimbing orang lain untuk juga mengetahui segala rahasia itu.

        Alasannya adalah bahwa:

            (1) Hal ini sungguh merupakan suatu langkah besar menuju sesuatu yang lebih baik. Walaupun pengetahuan semata mengenai rahasia-rahasia kerajaan Allah ini tidak dapat menyelamatkan, namun pengetahuan ini membawa kita ke jalan menuju keselamatan itu: Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Dalam hal inilah Allah memberkati mereka, dan jika mereka tidak melakukan kesalahan, ini akan menjadi keberkatan kekal bagi mereka.
            (2) Hal ini sungguh merupakan langkah besar yang jauh mengatasi apa yang dialami orang-orang yang telah mendahului mereka, bahkan para kudus yang hebat dan orang-orang kesukaan Sorga sekalipun: "Banyak nabi dan orang benar (seperti yang tertulis dalam Mat. 13:17), banyak nabi dan raja" (seperti yang tertulis dalam Lukas di sini), "ingin melihat dan mendengar hal-hal yang tiap hari kamu alami secara dekat, tetapi tidak melihatnya dan tidak mendengarnya." Kehormatan dan kebahagiaan para orang kudus dari Perjanjian Baru jauh melebihi yang dimiliki orang-orang seperti para nabi dan raja-raja dari Perjanjian Lama, walaupun mereka pun sangat berkenan di hati Allah. Orang-orang kudus Perjanjian Lama hanya memperoleh gagasan-gagasan umum mengenai anugerah dan kemuliaan kerajaan Mesias secara tersirat saja. Hal ini membuat mereka sangat berharap semoga saja nasib mereka ditentukan untuk bisa mengalami hari-hari yang penuh berkat itu, dan supaya mereka dapat melihat hakikat yang sebenarnya dari segala hal yang hanya mereka lihat dengan samar-samar itu. Perhatikanlah, dengan mengingat segala keuntungan besar yang kita dapatkan dalam terang Perjanjian Baru, yang melebihi apa yang didapatkan mereka yang hidup di zaman Perjanjian Lama, kita seharusnya menjadi lebih tergugah untuk bertekun dalam terang itu. Sebab jika kita tidak melakukannya, ini akan memperparah hukuman atas diri kita karena tidak memanfaatkan kesempatan ini sepenuhnya.


SBU


MINGGU XXI SES. PENTAKOSTA
SELASA, 31 OKTOBER 2017
Renungan Pagi
GB.116:1 -Berdoa
MENYENANGKAN HATI TUHAN
Lukas 10:21-22

"Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus...." (ay. 21)

Bagaimana perasaan kita bila hasil kerja kita disukai dan dipuji
oleh pimpinan kita. Bagaimana kalau hasil karya yang diper-
cayakan seseorang dan kita selesaikan dan hasilnya memuaskan.
Apa yang dapat kita rasakan. Yang pasti senang, puas dan ter-
motivasi terus bekerja dan berkarya. Sebaliknya bagaimana rasa-
nya kita bila memberikan kepercayaan kepada seseorang,
mengerjakan sesuatu yang kita impikan, dan hasil kerjanya me-
muaskan. Pasti senang, gembira dan sukacita.

Sebuah hasil kerja yang memuaskan diawali dengan pengu-
asaan teori atau ilmu yang terkait. Penguasaan teori, mempela-
jari dengan tekun, mendalaminya, akan membuat luas dan da-
lam pemikiran kita. Wawasan berpikir kita akan semakin bermutu.
Tetapi teori tanpa praktek menjadi ilmu yang mandul. Tidak ber-
kembang dan tidak teruji. Maka setiap teori butuh prakteknya.
Pelaksanaan sebuah teori di Iapangan merupakan pembuktian
dari teori tersebut. Praktek di Iapangan merupakan wujud nyata
dari teori yang didalaminya. Demikian pula kekristenan.

Kekristenan bukanlah sebuah teori dan ilmu yang hanya
dihafalkan dan dipelajari saja. Kekristenan adalah sebuah refor-
masi karya dan wujud nyata bagi keimanan warga gereja dan
dunia. Kekristenan patut berbuat dan bersaksi bukan hanya
dengan kata namun perbuatan. lnjil tidak melulu dibicarakan,
diseminarkan, direnungkan dan dikhotbahkan. lnjil itu harus hidup
melalui perbuatan-perbuatan nyata dan membumi. lnjil itu patut
dirasakan oleh setiap orang dengan kerja dan karya nyata. lnjil
itu bukan teori yang dihafalkan melainkan dipraktekkan. Praktek
dan kerja nyata tersebutlah yang membuat dunia terbuka dan
mengenal lnjil.

Marilah kita bersaksi dan bekerja dengan kesungguhan hati
yang menggembirakan Yesus Kristus Tuhan dengan hidup kita
berpadanan dengan lnjil dan perbuatan.

GB 116 : 2,3
Doa : (Tuhah berilah hikmat dan pengetahuan untuk bekerja dan
melayani dengan sungguh agar Engkau bergembira karena hasilnya)



MINGGU XXI SES. PENTAKOSTA
SELASA, 31 OKTOBER 2017
Renungan Malam
GB.182: 1,2-Berdoa
KITALAH YANG MELIHAT DAN MENDENGAR
Lukas 10: 23 - 24

" ........ .. Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak
melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."
(ay. 24b)

Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetaplAnak Tunggal
Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya
(Yoh. 1:18). Kesaksian ini Yohanes dalam lnjilnya hendak memberi
penjelasan bahwa hanya melalui Yesuslah setiap orang akan melihat
Allah. Melalui Dialah, Allah nampak dan dapat dirasakan.
Perkataan Yesus bahwa, nabi dan raja ingin melihat dan mende-
ngar namun tidak melihat dan mendengar tersebut, adalah pene-
gasan tentang para nabi dan raja terdahulu mereka hanya sebagai
alat bernubuat, pelaksana dan perintisan. Antara Allah dengan mereka
jauh dan tidak sede'kat seperti kita dengan sahabat atau sesama
kita.

Sementara murid-murid Yesus dapat melihat dan mendengarkan
bahkan merasakan kasih Allah yang begitu indah melalui Yesus. Apa
yang dialami oleh para nabi dan raja tidak seperti para murid alami.
Mereka ingin melihat dan mendengar secara langsung ternyata tidak
terlaksana. Murid-murid Yesuslah yang dapat mengalaminya.
Selaku murid-murid Yesus di masa kini, kita mengalami hal se-
rupa bahwa perjumpaan dengan Yesus adalah perjumpaan dengan
Allah itu sendiri. la berkata-kata melalui Firman-Nya disaat pem-
beritaan Firman. Kehadiran-Nya dapat terlihat dengan banyaknya
orang yang ingin mendengar dan mengalami perubahan hidupnya
menjadi baru. Ketika mendengar dan melihat, mujizat bagi hidup
selalu baru setiap pagl, besar kesetiaan Tuhan (Rat. 3:23).

Ulasan William Barclay tentang kedua ayat.ini sangat indah.
Bahwa kedua ayat ini menceritakan Yesus adalah penyempurnaan
segala sejarah. Yesus mau mengatakan bahwa, "Akulah Dia yang
tentangnya segala nabi dan segala orang suci dan segala raja-raja
nanti-nantikan dan idam-idamkan."Mela|ui Dialah pintu sorga dan
pengharapan manusia menjadi nyata. Allah hadir memberi pence-
rahan melalui Tuhan Yesus dan juga menyatakan diri dalam hidup
ber-GPIB. Selamat hari Reformasi dan Dirgahayu GPIB ke 69 ta-
hun. .

GB 182 : 3
Doa : (Tuhan kami bersyukur bahwa dapat melihat kebesaran ciptaan-Mu dan
mujizat kehidupandan mendengar firman-Mu)

Label:   Lukas 10:23-24 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 1 NOVEMBER 2017 - BUKAN RETORIKA TAPI KERJA DAN KERJA - Lukas 10:29-37 - MINGGU XXI PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 30 OKTOBER 2017 - SUKACITA TERCACAT DI SORGA - Lukas 10:17-20 - MINGGU XX SES. PENTAKOSTA

Garis Besar Lukas





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 25 Agustus - 2 Tawarikh 17-19


Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2017..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Beli Kaos C59. Klik Disni






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH SYUKUR HUT KEMERDEKAAN RI KE-74

TATA IBADAH HUT KE-69 PELKAT GP GPIB & JUKLAK - Minggu, 28 Juli 2019
URAT PENGANTAR JUKLAK HUT KE-69 PELKAT GP, Petunjuk Pelaksanaan HUT GP ke 69 bersama jemaat, JUKLAK SERAGAM-LOGO-MARS PELKAT GP GPIB 2019, TATA IBADAH HUT KE 69 PELKAT GP, Pesan HUT ke 69 Pelkat GP
TATA IBADAH HARI MINGGU dan SYUKUR 38 TAHUN PELKAT PKB GPIB Minggu, 21 Juli 2019
Surat Pengantar Pengiriman Juklak HUT ke 38 PKB, JUKLAK HUT KE-38 Pelkat PKB, JUKNIS BMKB HUT KE-38, JUKNIS IHMPA di Bulan Khusus - HUTPKB 5-Pesan Dewan PKB - HUT ke 38 6-JUKLAK-KBA-pdr Evie 7-TATA IBADAH HUT KE 38 PELKAT PKB



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



khotbah dari lukas 6:27-36,   renungan 1 tawarikh 6:31-53,   download kidung keesaan,   Lagu rohani advent jilid 1,   Lagu rohani advent jilid 1,   khotbah 1 tawarikh 25 1-7,   download lagu rohani kristen 2019,   renungan alkitab lukas 13:22-30,   lagu pemberkatan nikah,   lagu pemberkatan nikah,   doa deklarasi persembahan,   doa deklarasi persembahan,   doa deklarasi persembahan,   renungan pkb 1 tawarikh 6:31-53,   renungan harian 1 tawarikh 6:31-53,   renungan pkb 1 tawarikh 6:31-53,   kidung muda mudi,   renungan Tawarikh 6 : 31-53,   kunci lagu rohani elsady2 nada dasa f,   renungan Tawarikh 6 : 31-53,   kemerdekaan terakhir bagi orang benar Maleakhi 3 :13 -14khotbah kristen,   1 tawarikh 6:31-49,   kemerdekaan terakhir bagi orang benar Maleakhi 3 :13 -14khotbah kristen,   kotbah lukas 6:27-36,   nkb 119 dengan notasi,   download aplikasi kidung ceria,   renungan injil lukas 13:22-30,   khotbah dari matius 7:17-18,   renungan tentang kemerdekaan kristen kaitan dengan Lukas 12 : 13 21,   mars pelkat Pt,   khotbah dari matius 7:17-18,   1 tawarikh 6:31-49,   Mazmur 119;5-15 (bahasa toraja),   kotbah 1petrus3:8-12,   apa arti ipuh dlm amos 5:7,   sabda bina umat agustus 2019,   lagu pujian rohani kemerdekaan,   pkj 223,   imamat 25 : 39-43,   lagu penutup ibadah pemuda,   download lagu rohani takkan pernah terlambat pertolonganmu,   lagu sekolah minggu terbaru 2019,   KK 476 Berlimpah Sukacita Dihatiku ,   lagu penutup ibadah pengucapan syukur,   Kidung Keesaan 399 Mengikut Yesus Keputusanku,   download MIDI rohany kapata grup,   pengertian lukas6:27-36,   download instrument lagu rohani,   lagu walau seribu lidahku,   lagu walau seribu lidahku,   chord lagu tabu gendang,   di pintumu kudatang dan mengetok mp3,   kidung puji pujian kristen walau seribu lidahku graha bethany nginden,   lukas 13 22-30,   reungan roma 11: 33-36,   ilustrasi dalam roma 11: 33-36,   mp3 lagu rohani terbaru 2019,   Khotbah 3 musa 25:39-43,   doa persembahan,   download lagu kristen arab,   download lagu kristen arab,   renungan injil luk 13:23-30,   lagu penutup ibadah pemuda,   khotbah: Efesus 3:20-21,   lagu untuk pembukaan ibadah raya,   Rancangan khotbah ibadah minggu ,dari nas Ratapan 1:1-6?,   Renungan imamat 25:39-43,   hatorangan ni lukas6:27-36,   hatorangan ni lukas6:27-36,   partitur nkb 100,   CATATAN KHOTBAH PENDETA TENTANG MENGHAKIMI DI DALAM ROMA 14 AYAT 1 SAMPAI 12,   CATATAN KHOTBAH PENDETA TENTANG MENGHAKIMI DI DALAM ROMA 14 AYAT 1 SAMPAI 12,   CATATAN KHOTBAH PENDETA TENTANG MENGHAKIMI DI DALAM ROMA 14 AYAT 1 SAMPAI 12,   CATATAN KHOTBAH PENDETA TENTANG MENGHAKIMI DI DALAM ROMA 14 AYAT 1 SAMPAI 12,   Cerita kerna amsal 12:1-4,   Renungan kolose 2:16-23,   Kotbah pendeta amsal 12:1-4,   kidung keesaan,   kidung keesaan 2,   Khotbah minggu 25 agustus 2019 BNKP,   kita semua anak raja sekolah minggu mp3,   1 tawarikh 6:31-53 stemi,   lagu penutup ibadah Pemuda Remaja,   khotbah lukas 6 : 27 - 36,   lagu penutup ibadah Pemuda Remaja,   sabda bina umat 23 agustus 2019 ,   renungan kotbah. Yesaya 40: 37-41.,   lagu rohani GPI,   Lukas 6 :1-5,   lagu penyembahan pantekosta,   khotbah kristen tentang kemunafikan,   renungan mazmur 2:1-12,   renungan mazmur 2:1-12,   sabda bina umat agustus 2019,   khotbah daniel 4:19-27,   khotbah daniel 4:19-27,   download mp3 instrumen piano lagu rohani kristen,   lukas 6:27-36,   tata ibadah minggu gbi,   tata ibadah minggu gbi,   lagu penutup ibadah,   bila topan kras melanda hidupmu bahasa batak,   LAGU ROHANI,   download musik Kristen m3,   maksud Injil Lukas 13:22-30,   Berjuang untuk masuk melalui pintu yang sesak, renungan katolik,   download lagu rohani terbaru 2019,   khotbah tentang filemon,   Download lagu rohani kristen kedukaan,   lhotbah kis rasil 6 1 7 gpib,   Rancangan khotbah ibadah minggu ,tema Kemenangan Yang Hanya Dari-Nya(Ratapan 1:1-6)?,   chord gitar lagu jadikan aku terangmu,   sabda bina umat gpib 2019,   tata ibadah 2019 uem,   khotbah imamay 25:39-43,   lagu lagu ibadah liturgi pentakosta,   download lagu paduan suara gereja,   tafsiran luk 21:24b,   tugas penatua dan diaken menurut tata gereja toraja,   tugas penatua dan diaken menurut tata gereja toraja,   tugas penatua dan diaken menurut tata gereja toraja,   khotbah 1 Tawarik 6 : 31-53,   Download lagu rohani-Yesus pokok kitalah carangnya,   Roma 13 ayat 1~7 khotbah hkbp,   jamita 3 musa 25 39-43,   mars pkb gpib,   jamita 3 musa 25 39-43,   tata ibadah gbi,   Download renungan 1 Tawarikh 16:10,   renungan amos 5 : 7-13,   renungan amos 5 : 7-13,   renungan amos 5 : 7-13,   donwload lagu koor GBI,   yesus sayang padaku mandarin,   hati yang hancur chord,   ibadah nyanyian renungan roma 13:1-17,   doa persembahan syukur kristen protestan,   khotbah dari lukas 10 : 13,   khotbah gereja toraja untuk minggu 25 agustus 2019,   khotbah gereja toraja untuk minggu 25 agustus 2019,   hatorangan sermon gkpi lukas 6:27-36,   lirik kppk 215,   khotbah lukad 7:27-36,   lagu persembahan,   lagu persembahan,   hatorangan lukkas 6;27-36,   hatorangan ni lukas6:27-36,   renungan amos 5:7-13,   Mazmur 37 : 30 - 40,   lagu pembukaan ibadah wa,   khotbah roma 13 : 1 - 7,   Download lagu rohani terbaru 2019,   kmm 4,   kmm 4,   khotbah tentang 1tawarikh 6 : 31-53,   khotbah tentang 1tawarikh 6 : 31-53,   Mazmur 37 : 30 - 40,   Kotbah Daniel 4 : 19-27,   Kotbah Daniel 4 : 19-27,   Lagu pengakuam dosa,   lagu rohani kristen terbaru 2018 mp3 free download,   Lagu lagu NKPI,   pencipta lagu may the mind of christ my saviour,   Arti khotbah imamat :5:39-43,   sekolah tiranus kisah para rasul 19;9,   sekolah tiranus kisah para rasul 19;9,   sekolah tiranus kisah para rasul 19;9,   jamita hkbp mateus 5:43-48,   Khotbah roma 15:1-13,   khotbah mazmur 51:1-21,   Mazmur 37 : 30 - 40,