Save Page

Minggu 29 Oktober 2017
Matius 22:34-46
Hukum yang terutama
22:34 Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka 22:35 dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: 22:36 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" 22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. 22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
Hubungan antara Yesus dan Daud
22:41 Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada mereka, kata-Nya: 22:42 "Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?" Kata mereka kepada-Nya: "Anak Daud." 22:43 Kata-Nya kepada mereka: "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata: 22:44 Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. 22:45 Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?" 22:46 Tidak ada seorangpun yang dapat menjawab-Nya, dan sejak hari itu tidak ada seorangpun juga yang berani menanyakan sesuatu kepada-Nya.


Penjelasan:



* Hukum yang Terutama (22:34-40)

    Di sini kita membaca tentang percakapan antara Kristus dan seorang Farisi yang ahli hukum tentang hukum yang terutama di dalam hukum Taurat.
    Perhatikan baik-baik:

    I. Kumpulan orang Farisi menentang Kristus (ay. 34). Mereka mendengar bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, telah mengatup mulut mereka, meskipun pemahaman mereka sendiri belum terbuka. Orang-orang Farisi itu berkumpul, bukan untuk menyampaikan terima kasih dari pihak mereka seperti yang seharusnya dilakukan atas keberhasilan Kristus menegaskan dan meneguhkan kebenaran terhadap orang-orang Saduki yang menjadi musuh agama mereka. Sebaliknya, mereka malah mencobai Dia dengan harapan mendapat nama baik dengan membingungkan Dia yang telah berhasil membingungkan orang Saduki. Bukannya merasa senang bahwa orang-orang Saduki telah dibungkamkan, mereka malah merasa lebih jengkel karena Dia dihormati. Mereka lebih peduli pada kelaliman dan tradisi mereka sendiri yang selama ini ditentang oleh Kristus daripada pengajaran tentang kebangkitan dan kehidupan mendatang yang ditentang oleh orang Saduki. Perhatikanlah, sikap ini merupakan contoh bentuk iri hati dan kedengkian model orang Farisi, yakni suka merasa tidak senang bila orang lain yang tidak disukai berhasil mempertahankan suatu kebenaran yang diimani. Rasul Paulus yang terberkati memiliki pemikiran yang sebaliknya (Flp. 1:18).
    II. Pertanyaan yang diajukan si ahli hukum itu kepada Kristus. Para ahli hukum seperti orang ini adalah orang-orang yang belajar dan sekaligus mengajar hukum Musa, seperti yang dilakukan oleh ahli-ahli Taurat pada umumnya. Tetapi sebagian orang berpendapat bahwa para ahli hukum seperti ini lebih menekuni pertanyaan-pertanyaan praktis daripada ahli Taurat pada umumnya. Mereka mempelajari dan mengakui praktik keagamaan sehari-hari. Si ahli hukum ini bertanya untuk mencobai Dia, tetapi ia tidak bermaksud menjebak Dia, sebagaimana yang tampak pada penuturan Markus tentang kisah ini, di mana dialah orangnya yang dituju oleh Kristus ketika berkata, "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" (Mrk. 12:34). Orang itu hanya ingin mengetahui apa pendapat Kristus, dan mengadakan percakapan dengan-Nya, untuk memuaskan rasa ingin tahunya sendiri dan juga kawan-kawannya.
        . Pertanyaannya adalah, "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" Sebuah pertanyaan yang sebenarnya tidak ada gunanya, karena semua hukum Allah adalah mulia (Hos. 8:12), dan semua kebijaksanaan dari sorga tidak bisa dipilah-pilah, tidak boleh memandang bulu dalam pengajaran Taurat (Mal. 2:9), semua hukum Allah harus dihormati. Namun, ada benarnya juga kalau dikatakan bahwa ada beberapa perintah yang memang merupakan dasar bagi aturan-aturan Allah. Perintah-perintah semacam ini cakupannya lebih luas dan mencakup perintah-perintah lainnya. Juruselamat kita berbicara tentang yang terpenting dalam hukum Taurat (23:23).
        . Maksudnya adalah untuk menguji Dia, atau mencobai Dia, apakah pengetahuan-Nya sepadan dengan segala penghakiman yang dibuat-Nya selama ini. Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sering diperdebatkan di antara para peneliti hukum Taurat sendiri. Beberapa orang mengatakan bahwa hukum penyunatan adalah hukum yang terutama, yang lain mengatakan hukum Hari Sabat, yang lain lagi lebih mengutamakan hukum korban, masing-masing sesuai dengan pengajaran yang paling menyentuh hati dan kegiatan mereka masing-masing. Sekarang mereka ingin menguji apa jawab Kristus atas pertanyaan ini, dengan harapan untuk menyulut kemarahan orang banyak terhadap-Nya, seandainya Ia tidak menjawab sesuai pendapat umum. Bila Ia mengutamakan salah satu perintah, mereka akan menuduh-Nya dengan tuduhan melecehkan perintah-perintah yang lain. Pertanyaan itu tidak terlampau berbahaya. Dengan membandingkan apa yang ditulis dalam Lukas 10:27-28, tampaknya sudah menjadi suatu butir kesepakatan di antara para ahli hukum bahwa kasih kepada Allah dan sesama kita merupakan hukum yang terutama dan inti dari hukum-hukum lainnya, dan di sini Kristus menyetujui pendapat demikian. Karena itu, bila sekarang mereka mempertanyakan hal itu kepada-Nya, tampaknya mereka lebih bermaksud melecehkan Dia dengan menguji-Nya seperti seorang anak kecil, daripada bermaksud untuk mendebat Dia dengan penuh kebencian sebagai seorang lawan.
    III. Jawaban Kristus atas pertanyaan ini. Pertanyaan seperti itu layak juga kita tanyakan kepada-Nya sehingga kita dapat memperoleh jawaban-Nya. Orang-orang besar tidak akan merasa dilecehkan bila mereka harus menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana. Sekarang Kristus mempercayakan perintah ini kepada kita sebagai perintah-perintah agung, supaya kita jangan mengucilkan perintah lain, tetapi sebaliknya merangkumnya juga.

    Perhatikan baik-baik:

        . Hukum manakah yang terutama (ay. 37-39). Bukan hukum-hukum pengadilan. Hukum-hukum tersebut tidak mungkin menjadi yang terutama, karena jumlah orang Yahudi yang berurusan dengan hukum-hukum itu begitu sedikit. Bukan juga hukum-hukum yang sifatnya upacara belaka, karena sudah semakin usang dan segera lenyap. Juga bukan ajaran moral tertentu. Sebaliknya, hukum yang terutama adalah kasih kepada Allah dan sesama, yang menjadi sumber dan landasan bagi hukum-hukum lainnya, yang tentu saja mengikuti hukum-hukum utama tersebut.
            (1) Semua hukum digenapi dalam satu kata, yaitu kasih (Rm. 13:10). Semua kepatuhan dimulai dari kasih sayang, dan tidak akan sesuatu apa pun dalam agama yang bisa dilakukan dengan benar jika tidak ada rasa kasih terlebih dahulu. Kasih adalah rasa sayang yang menuntun, yang memberikan hukum dan landasan bagi hukum-hukum lainnya. Oleh karena itu, sebagai benteng utama, kasih itu harus diberikan dan dipertahankan bagi Allah. Manusia adalah ciptaan yang dibentuk untuk kasih, karena itu hukum yang tertulis di dalam hati adalah hukum kasih. Kasih adalah sebuah kata yang singkat dan manis. Bila kasih itu memenuhi hukum, pastilah kuk perintah itu akan terasa sangat mudah. Kasih adalah perhentian dan kepuasan jiwa. Bila kita berjalan di jalan yang sudah tua tetapi indah ini, kita akan menemukan perhentian.
            (2) Mengasihi Allah adalah perintah pertama dan terutama dari semuanya, dan merupakan intisari dari semua perintah yang tertulis di atas loh batu yang pertama. Tindakan kasih yang dilakukan dengan benar akan membawa kepuasan. Kebaikan adalah tujuan yang benar dari kasih. Nah, Allah yang kebaikan-Nya tidak terbatas, sejak permulaan dan sampai selama-lamanya, harus menjadi yang pertama-tama untuk dikasihi, tidak boleh ada yang dikasihi selain Dia dan apa yang dikasihi karena Dia. Kasih adalah hal pertama dan terutama yang dituntut Allah dari diri kita, dan karena itu menjadi hal pertama dan terutama yang kita persembahkan kepada-Nya.

            Sekarang, di sini kita diarahkan:

                [1] Untuk mengasihi Allah sebagai Allah kita, Kasihilah Tuhan, Allahmu seperti milikmu sendiri. Perintah yang pertama adalah, Janganlah ada padamu allah lain, yang secara tidak langsung menyatakan kita harus memiliki Dia sebagai Allah kita, dan hal itu akan menarik kasih kita kepada-Nya. Mereka yang menjadikan matahari dan bulan sebagai allah mereka, juga mengasihi benda-benda langit itu (Yer. 8:2; Hak. 18:24). Mengasihi Allah seperti milik kita sendiri adalah mengasihi Dia karena Ia adalah milik kita, Pencipta kita, Pemilik kita, dan Penguasa kita. Oleh karena itu, kita harus bertingkah laku layaknya Dia milik kita, dengan segala ketaatan dan ketergantungan pada-Nya. Kita harus mengasihi Allah sebagaimana Dia sudah diperdamaikan dengan kita, dan Dia sudah menjadikan Dia milik kita melalui perjanjian-Nya sendiri. Itulah dasarnya mengapa Dia adalah Allahmu.
                [2] Mengasihi Dia dengan segenap hati, dan dengan segenap jiwa, dan dengan segenap akal budi kita. Beberapa orang berpendapat bahwa ketiga hal ini menunjukkan sesuatu yang sama, yaitu mengasihi Dia dengan segenap kekuatan kita. Sementara ada juga yang membedakan ketiga hal itu dengan mengatakan bahwa yang dimaksud dengan hati, jiwa, dan akal budi adalah kehendak, kasih sayang, dan pengertian; atau indra kemampuan yang sangat penting untuk hidup yang mencakup masalah merasa dan berpikir. Kasih kita kepada Allah haruslah kasih yang tulus, bukan hanya kata-kata di lidah saja, seperti mereka yang berkata mengasihi Dia, tetapi hati mereka tidak bersama Dia. Kasih itu haruslah kasih yang kuat, kita harus mengasihi Dia pada tingkat yang paling dalam. Sebagaimana kita harus memuji Dia, begitu juga kita harus mengasihi Dia, dengan segenap batin kita (Mzm. 103:1). Kasih itu haruslah tunggal dan terunggul, kita harus mengasihi-Nya lebih dari segala yang lain. Inilah seluruh alur yang harus dilalui oleh kasih sayang kita. Hati harus menyatu dalam mengasihi Allah, tidak boleh terbagi-bagi. Semua kasih kita terlampau kecil untuk dipersembahkan kepada-Nya, dan karena itu segenap kekuatan jiwa harus dikerahkan dan dibawa kepada-Nya. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama, karena kepatuhan pada hal ini menjadi sumber kepatuhan bagi semua hukum lainnya. Semua hukum lainnya akan diterima kalau mengalir dari kasih itu.
            (3) Mengasihi sesama kita manusia seperti diri kita sendiri adalah hukum utama yang kedua (ay. 39). Hukum ini sama dengan yang pertama. Hukum ini merangkum semua perintah yang tertulis di atas loh batu yang kedua, seperti halnya dengan yang pertama. Hukum ini sama dengan hukum yang pertama tadi, karena hukum ini didirikan di atas dan mengalir dari situ. Kasih yang benar kepada saudara kita, mereka yang bisa kita lihat, merupakan contoh dan bukti kasih kita kepada Allah, yang tidak bisa kita lihat (1Yoh. 4:20).
                [1] Secara tersirat ini berarti kita harus mengasihi diri kita sendiri. Ada kasih diri yang merusak dan menjadi akar dari dosa-dosa besar, kasih semacam itu harus dibuang dan dimatikan. Tetapi ada jenis kasih diri yang alami, yaitu kasih yang mengatur kewajiban paling utama. Kasih diri semacam ini harus dilestarikan dan dikuduskan. Kita harus mengasihi diri kita sendiri, artinya, kita harus menghargai kemuliaan sifat-sifat kita dengan layak, dan juga memperhatikan kesejahteraan jiwa dan tubuh kita dengan semestinya.
                [2] Telah ditetapkan bahwa kita harus mengasihi sesama kita manusia seperti diri kita sendiri. Kita harus menghormati dan menghargai semua orang, dan tidak boleh melakukan kejahatan atau merugikan siapa pun. Harus memiliki niat baik kepada semua orang, keinginan yang baik bagi semua orang, dan sekiranya ada kesempatan kita harus berbuat baik kepada semua orang. Kita harus mengasihi sesama kita manusia seperti diri kita sendiri, dengan sikap jujur dan tulus seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Malah, dalam banyak hal kita harus menyangkal diri demi kebaikan sesama kita. Kita harus menjadikan diri kita pelayan demi kesejahteraan orang lain, dan bersedia mengorbankan milik kita, bahkan mengorbankan diri kita untuk mereka, wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.
        . Perhatikan baik-baik bagaimana bobot dan keutamaan perintah-perintah ini (ay. 40). Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Artinya, kedua hukum ini merupakan intisari dan isi dari semua perintah yang berkaitan dengan pengamalan iman secara praktis seperti yang tertulis di dalam hati manusia secara alami, dihidupkan kembali oleh Musa, dan didukung serta diperkuat oleh pemberitaan dan tulisan para nabi. Semua tergantung pada hukum kasih. Buanglah hukum kasih itu, maka semuanya akan gugur dan tidak ada yang tersisa lagi. Ritual dan upacara harus memberi jalan bagi hukum kasih ini, begitu pula semua karunia-karunia rohani, karena kasih adalah jalan yang lebih utama. Inilah roh dari hukum Taurat, yang menghidupkan, merekatkan, dan menyatukan hukum Taurat. Kasih menjadi akar dan sumber semua kewajiban lainnya. Seluruh Alkitab, bukan hanya hukum Taurat dan kitab nabi-nabi saja, tetapi juga Injil, hanya menunjuk kasih seperti ini yang merupakan buah iman, dan bahwa kita mengasihi Allah di dalam Kristus serta sesama kita hanya demi kepentingan-Nya. Semua bergantung pada kedua perintah ini, karena pengaruh semua perintah lain itu bergantung pada dijalankannya kedua hukum utama tersebut. Karena, kasih adalah kegenapan hukum Taurat (Rm. 13:10), dan tujuan hukum Taurat adalah kasih (1Tim. 1:5). Hukum kasih itu adalah paku, seperti paku-paku yang tertancap, diberikan oleh satu gembala (Pkh. 12:11), padanya tergantung semua kemuliaan hukum Taurat dan kitab Nabi-nabi (Yes. 22:24), sebuah paku yang tidak akan pernah dicabut, karena pada paku ini akan tergantung semua kemuliaan Yerusalem baru dalam kekekalan. Kasih tidak berkesudahan. Sebab itu, biarlah hati kita diserahkan ke dalam kedua hukum utama ini, diserahkan untuk dibentuk olehnya. Biarlah kita bersungguh-sungguh mempertahankan dan mewujudkan kedua hukum ini, bukan dalam pemikiran, sebutan-sebutan atau permainan kata saja, seolah-olah semua hal tersebut merupakan hal-hal besar yang padanya bergantung semua hukum Taurat dan kitab para nabi, atau seolah-olah bagi semua hal tersebutlah kasih kepada Allah dan sesama kita harus dikorbankan. Bukan, sebaliknya, biarlah hanya kepada kuasa memerintah dari kedua perintah utama ini sajalah semua hal yang lain dibuat tunduk.

* Orang-orang Farisi Dibungkam (22:41-46)

    Banyak pertanyaan telah diajukan oleh orang-orang Farisi kepada Kristus. Dengan itu mereka mengira bisa membingungkan Dia, tetapi justru sebaliknya, kekurangan mereka sendirilah yang terungkapkan. Sekarang, lihatlah, Ia mau mengajukan sebuah pertanyaan kepada mereka, dan itu dilakukan-Nya ketika mereka sedang berkumpul bersama-sama (ay. 41). Ia tidak bertanya kepada salah satu dari mereka secara terpisah. Tetapi, untuk lebih mempermalukan mereka, Ia menunggu mereka berkumpul bersama-sama, saat mereka berkumpul dan berunding untuk melawan Dia, dan kemudian membingungkan mereka. Perhatikanlah, Allah senang membingungkan musuh-musuh-Nya ketika mereka merasa menjadi paling kuat. Ia memberi mereka semua keunggulan yang bisa mereka harapkan, dan kemudian menaklukkan mereka. Berkerumunlah kamu, hai segala bangsa! Tetapi kamu akan dipecahkan (Yes. 8:9-10).
    Sekarang kita membaca di sini:

    I. Kristus mengajukan pertanyaan kepada mereka, pertanyaan yang sebenarnya dapat mereka jawab dengan mudah, karena pertanyaan itu ada dalam buku pelajaran agama mereka. Pertanyaannya adalah, "Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia? Kamu harapkan menjadi Anak siapakah Mesias itu, yang dijanjikan kepada bapa leluhurmu?" Pertanyaan ini dapat mereka jawab dengan mudah, "Anak Daud." Ini adalah ungkapan yang lazim untuk Sang Mesias, yaitu Anak Daud. Demikianlah ahli-ahli Taurat yang menjelaskan ayat tersebut telah mengajar mereka dengan mengutip dari Mazmur 89:36-37, Aku tidak akan berbohong kepada Daud; anak cucunya akan ada untuk selama-lamanya, kemudian dari Yesaya 9:6, atas takhta Daud, dan terakhir dari Yesaya 11:1, Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai. Perjanjian kerajaan yang dibuat dengan Daud merupakan gambaran perjanjian penebusan yang dibuat dengan Kristus, yang sama seperti Daud dijadikan Raja dengan sumpah, yang mulanya dipandang hina dan kemudian ditinggikan. Bila Kristus adalah Anak Daud, maka sesungguhnya Ia benar-benar Manusia. Bila orang-orang Israel berkata, "Kami sepuluh kali lebih berhak atas raja Daud," dan orang-orang Yehuda menjawab, "Ia adalah darah daging kami," lalu bagian apa lagi yang kita miliki di dalam Anak Daud, yang menanggung sifat kita ke atas diri-Nya sendiri? "Apakah pendapatmu tentang Mesias?" Mereka telah mengajukan banyak pertanyaan kepada-Nya, satu demi satu, dan semuanya diambil dari hukum Taurat. Sekarang Ia datang dan mengajukan pertanyaan berdasarkan janji Allah. Banyak orang yang kepalanya dipenuhi dengan hukum Taurat, sehingga mereka melupakan Kristus, seolah-olah kewajiban yang mereka lakukan akan menyelamatkan mereka tanpa jasa dan anugerah-Nya. Sebenarnya, setiap kita juga harus peduli untuk mengajukan pertanyaan demikian kepada diri kita sendiri, "Apakah pendapat kita tentang Kristus?" Sebagian orang tidak memikirkan Dia sama sekali, Ia tidak ada dalam pikiran mereka. Sebagian berpikir buruk tentang Dia, dan sebagian lainnya hampir tidak pernah berpikir tentang Dia. Tetapi bagi mereka yang percaya, Ia berharga, dan betapa indah segala kepikiran-Nya! (Mzm 139:17 TL). Sementara putri-putri Yerusalem tidak lagi memikirkan Kristus, dan lebih memikirkan kekasih lain, sang pengantin justru memikirkan Dia sebagai Kepala dari berlaksa-laksa orang.
    II. Ia mengajukan pertanyaan sulit kepada mereka, yang tidak bisa mereka jawab dengan mudah (ay. 43-45). Banyak orang merasa begitu siap untuk menyatakan kebenaran, mereka merasa memiliki pengetahuan cukup untuk dibanggakan, tetapi ketika mereka diminta menegaskan kebenaran itu untuk membenarkan dan mempertahankannya, ternyata mereka sendiri tidak tahu, sehingga memalukan saja. Keberatan yang disampaikan Kristus adalah, "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya?" Ia tidak bermaksud menjerat mereka dengan pertanyaan ini, seperti yang biasa mereka lakukan, tetapi Ia ingin memberitahukan kebenaran yang enggan mereka percayai, bahwa Mesias yang mereka tunggu-tunggu sebenarnya adalah Allah sendiri.
        . Sangat mudah memahami bahwa Daud menyebut Kristus sebagai Tuannya, karena hal ini dinyatakan secara ilahi di dalam Roh dan digerakkan oleh roh nubuat. Itu adalah Roh TUHAN yang berbicara dengan perantaraannya (2Sam. 23:1-2). Daud adalah salah satu dari orang-orang kudus yang berbicara oleh dorongan Roh Kudus, khususnya ketika mereka menyebut Kristus sebagai Tuhan. Hal itu akan tetap demikian adanya, bahwa tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan," selain oleh Roh Kudus (1Kor. 12:3). Sekarang, untuk membuktikan bahwa Daud di dalam Roh menyebut Kristus sebagai Tuhan, Ia mengutip Mazmur 110:1, sebuah ayat dalam Kitab Mazmur yang dipahami sebagai Mesias oleh para ahli Taurat. Sudah pasti nabi itu berbicara tentang Dia sendiri, dan bukan tentang orang lain. Nubuat itu mengandung intisari pengajaran tentang Kristus, yang menggambarkan Dia sebagai pemegang jabatan Nabi, Imam, dan Raja, baik dalam keadaannya yang hina maupun sesudah Ia ditinggikan.

        Kristus mengutip seluruh ayat itu yang menunjukkan Sang Penebus dalam kemuliaan-Nya;

            (1) Duduk di sebelah kanan Allah. Ia duduk di sana menunjukkan kegiatan beristirahat dan memerintah. Duduk di sebelah kanan Allah menunjukkan kehormatan tertinggi dan kekuasaan tertinggi yang dipegang-Nya. Baca dan perhatikanlah, betapa indahnya kata-kata yang mengungkapkan hal ini, Ia didudukkan di sebelah kanan takhta Allah Yang Mahabesar (Ibr. 8:1). Lihatlah juga dalam Filipi 2:9 dan Efesus 1:20. Ia tidak mengambil kehormatan ini bagi diri-Nya sendiri, tetapi kehormatan ini ditetapkan oleh kovenan atau perjanjian dengan Bapa-Nya, dan disertai wewenang dari Bapa. Wewenang itu adalah,
            (2) Menaklukkan musuh-musuh-Nya. Di sanalah Ia akan duduk, sampai mereka semua dibuat menjadi sahabat-Nya atau tumpuan kaki-Nya. Keinginan daging, di mana pun juga, adalah perseteruan terhadap Kristus. Penaklukan itu sendiri berarti pertobatan orang-orang yang bersedia mengikuti langkah-langkah kaki-Nya (seperti yang diungkapkan dalam Yes. 41:2). Penaklukan itu juga berarti kebingungan yang dialami musuh-musuh-Nya yang durhaka, yaitu mereka yang akan ditaruh di bawah kaki-Nya, seperti raja-raja tanah Kanaan yang ditaklukkan di bawah kaki Yosua.

            Dikatakan dalam ayat yang dikutip-Nya, bahwa Daud menyebut Sang Mesias, Tuannya. Tuhan, Yehovah, telah berfirman kepada Tuanku. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa dalam menguraikan arti dalam Kitab Suci, kita harus memperhatikan baik-baik dan memikirkan dalam-dalam bukan saja lingkup utama dan maksud dari suatu ayat, tetapi juga kata-kata dan ungkapan yang dipilih Roh untuk menyatakan maksud tersebut, karena sering kali kata-kata dan ungkapan inilah yang sangat berguna dan banyak memberikan pengarahan kepada kita. Dalam ayat di atas, kata yang harus kita perhatikan itu adalah Tuanku.

        . Tidaklah mudah bagi mereka yang tidak mempercayai keilahian Sang Mesias untuk mengerti ketidakmasukakalan dari pernyataan bahwa Kristus adalah Anak Daud. Tidaklah masuk akal bila seorang bapa ketika berbicara mengenai anaknya, menyebutnya sebagai Tuanku, padahal dia telah ada sebelum sang anak itu menggantikan dia. Tetapi, perkataan Daud yang menyebut-Nya Tuhan (ay. 45) meletakkan magis notum -- bukti kebenaran yang lebih jelas lagi, karena apa pun yang dikatakan tentang kemanusiaan dan kehinaan Kristus harus diartikan dan dipahami selaras dengan kebenaran sifat dan kekuasaan ilahi-Nya. Hal ini harus kita pegang teguh, bahwa Ia adalah Tuhan bagi Daud, dan hal itu menjelaskan keberadaan-Nya sebagai anak Daud. Perbedaan yang seolah-olah ada dalam Kitab Suci, seperti dalam ayat tersebut ini, bukan hanya menciptakan, tetapi juga memberikan keindahan dan keserasian atas seluruh isi Kitab Suci. Amicae scripturarum lites, utinam et nostrae -- Perbedaan yang teramati di dalam Kitab Suci itu sifatnya baik dan bermanfaat, dan Allah menghendaki agar perbedaan kita juga demikian adanya!
    III. Ujian Kristus yang ramah ini, untuk menguji pengetahuan orang-orang Farisi ini, berhasil dalam dua hal.
        . Ujian itu membingungkan mereka (ay. 46), Tidak ada seorang pun yang dapat menjawab-Nya. Ini mungkin karena kelalaian mereka sendiri sehingga mereka tidak tahu, ataukah karena mereka memang tidak mau menghormati Tuhan, sehingga mereka tidak mau mengakui Mesias sebagai Allah, padahal kebenaran inilah yang menjadi kunci untuk menjawab kesulitan ini. Segala puji bagi Allah, apa yang tidak bisa dijawab oleh para rabi itu telah membawa pemahaman tentang Injil Kristus kepada orang-orang Kristen yang paling sederhana sekalipun, karena sekarang mereka bisa mengerti bahwa Kristus, sebagai Allah, adalah Tuan-Nya Daud, sedangkan Kristus, sebagai Manusia, adalah anak dari Daud. Kristus tidak segera menjelaskan kebenaran tersebut pada saat itu juga, Ia menunggu sampai bukti tentang hal itu digenapi pada saat kebangkitan-Nya. Tetapi kita semua memperoleh penjelasan sepenuhnya oleh Dia di dalam kemuliaan-Nya, Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud (Why. 22:16). Kristus sebagai Allah adalah Tunas Daud; Kristus sebagai Manusia, adalah Keturunan Daud. Bila kita tidak memegang teguh kebenaran ini, bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang terpuji sampai selama-lamanya itu, maka kita akan membawa diri kita sendiri ke dalam kesulitan yang tidak dapat diatasi lagi. Demikianlah, Daud, bapa leluhur-Nya yang jauh itu menyebut-Nya Tuhan, sementara, Maria, ibu kandung-Nya yang dekat itu, setelah ia mengandung-Nya, menyebut-Nya, Tuhan dan Allah, Juruselamatnya (Luk. 1:46-47).
        . Hal itu membungkam mereka dan semua orang lain yang berusaha mencari jalan melawan Dia. Dan sejak hari itu tidak ada seorang pun juga yang berani menanyakan sesuatu yang bersifat membantah, mencobai, atau menjerat Dia. Perhatikanlah, Allah akan mempermuliakan diri-Nya sendiri dengan membungkam banyak orang yang tidak mau memuliakan Dia dengan menerima keselamatan yang ditawarkan-Nya. Banyak orang diyakinkan, namun tidak mau bertobat oleh firman tersebut. Seandainya mereka bertobat, mereka akan menanyakan lebih banyak lagi pertanyaan, khususnya pertanyaan utama itu, "Apa yang harus kami perbuat supaya diselamatkan?". Namun, karena mereka tidak bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka merasa tidak mau berurusan lagi dengan-Nya. Tetapi, setiap orang yang berusaha melawan sang Guru akan dibuat yakin oleh-Nya tentang perbedaan dalam keserasian, seperti yang dilakukan-Nya terhadap orang-orang Farisi dan ahli-ahli hukum di sini.

* Ketika Tuhannya Daud berbicara

Semakin kita menelusuri kisah-kisah Yesus, semakin kita takjub terhadap-Nya. Orang Farisi tampil lagi untuk mencoba mengukur ortodoksi iman Yesus. Lagi-lagi jawaban Yesus semakin membuat diri Yesus cemerlang di hadapan mereka dan orang banyak.
Tentang hukum terbesar dalam Taurat Yesus merangkumkan Sepuluh Perintah Allah ke dalam dua hukum kasih, mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama (ayat 37-40; Ul. 6:5; Im. 19:18). Ajaran Yesus selaras dengan Perjanjian Lama. Jawaban Yesus sebenarnya tidak hanya memaparkan kebenaran, tetapi juga menelanjangi kejahatan mereka. Apabila Yesus Putra Allah, mereka sudah melanggar hukum pertama sebab mereka tidak mengasihi, tetapi mencobai Yesus. Apabila Yesus hanya manusia biasa, mereka sudah melanggar hukum kedua sebab tujuan mereka bertanya adalah untuk menjatuhkan.

Kini Yesus mengambil prakarsa membalikkan posisi dan status-Nya. Dari ditanya dan mempertahankan diri, kini Ia berbalik menanya dan mendesak mereka (ayat 42). Pertanyaan-Nya sederhana, yaitu siapa Mesias menurut mereka. Jawab menurut iman ortodoks dan tradisi Farisi, Mesias adalah anak Daud. Muatan di dalamnya bernuansa politis. Lalu Yesus makin menyudutkan mereka. Bagaimana mungkin Daud memanggil Mesias sebagai Tuan jika Mesias hanya anaknya, manusia biasa! Artinya, pengharapan mereka tentang siapa dan apa karya Mesias salah, jika hanya di sekitar konsep manusia belaka. Mesias dan karyanya pastilah ilahi sebab Daud menuankan Mesias jauh di atasnya (ayat 45).
Jangan kita ulangi kesalahan Farisi itu, iman ortodoks dan doktrin tanpa tunduk pada Tuhan tidaklah cukup. Bila iman hanya sebatas persetujuan akali, rohani kita menjadi dangkal dan buta.




German Christian Songs
Latest Christian Song




BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 22 Oktober - Matius 20-22

Hari ini, 22 Oktober - Maz 119:10-16, Yer 24-25, 1 Tim 1, Ams 27:5-6

22 Oktober - Yohanes 6:60-71, 1 Petrus 4: 1-11, Kidung 6, Ratapan 1

Arsip Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM 2017..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392
Daftar Resmi Susunan Kabinet Jokowi Jilid II
Klik Disini



Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH HARI DOA SEDUNIA 2019 - hari Reformasi, Kamis, 31 Oktober 2019
MARILAH SEGALA SESUATU TELAH TERSEDIA - Lukas 14:15-24
Link VIDEO Pesan Majelis Sinode dalam rangka HUT ke-9 PELKAT PKLU GPIB Minggu, 13 Oktober 2019

Tata Ibadah Syukur HUT ke-9 PKLU GPIB - Minggu, 13 Oktober 2019
1-JUKLAK HUT KE-9 PKLU GPIB, 2-PESAN MS GPIB HUT ke-9 PKLU, 3-SURAT PENGANTAR TATA IBADAH HUT PKLU KE-9, 4-TAIB HUT 9 PKLU




New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 20 Oktober 2019
Joy To The World - David Crowder

Minggu, 20 Oktober 2019
The First Noel - Third Day

Minggu, 20 Oktober 2019
Away in a Manger - Casting Crowns

Minggu, 20 Oktober 2019
Come and Worship - Bebo Norman

Minggu, 20 Oktober 2019
O Come O Come Emmanuel - Casting Crowns

Minggu, 20 Oktober 2019
Hallelujah (Light Has Come) - BarlowGirl

Minggu, 20 Oktober 2019
Hark The Herald Angels Sing - Matt Maher

Minggu, 20 Oktober 2019
O Come All Ye Faithful - Casting Crowns

Minggu, 20 Oktober 2019
Let Us Adore - Hillsong Worship

Jumat, 18 Oktober 2019
Wanted - Danny Gokey

Rabu, 16 Oktober 2019
Oh The Glory of His Presence - Terry MacAlmon

Rabu, 16 Oktober 2019
No Longer Slaves - Jonathan David & Melissa Helser

Rabu, 16 Oktober 2019
In Jesus' Name - Darlene Zschech

Rabu, 16 Oktober 2019
Breakthrough - Red Rocks Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Breathe - Hillsong Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Love Won't Give Up - Elevation Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Here in the Presence - Elevation Worship

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



gita bakti 47 note,   CONTOH BPJ GKII JEMAAT INDUK DI INDONESIA,   teks lagu puji syukur no 320,   ilustrasi khotbah amsal 22:8-12,   rancangan khotbah amsal 22:8-12,   kalender liturgi oktober 2019,   kalender liturgi oktober 2019,   lagu rohani untuk persembahan ,   lagu penu5up ibadah ,   khotbah amsal 22 : 8-12,   doa persembahan di partangiangan,   chord gitar bri padanya segnap hatimu,   lagu doa gereja singkat,   lagu doa gereja singkat,   lagu dan gerakan anak sekolah minggu umur 3-6 tahun,   gke tata ibadah,   Lagu rohani kuduslah tuhan yg terbaru,   Renungan Wahyu 7:13-18,   lyrics lagu yesus mulia,   lyrics lagu yesus mulia,   kotbah gpib galilea minggu 20 oktober 2019 ,   khotbah Ulangan 7 : 12-14,   khotbah zefanya 3 9 - 20,   renungan ibadah pemuda zefanya 3:9-20,   renungan ibadah pemuda zefanya 3:9-20,   ny rohani 94,   lagu natal ceria,   lagu kidung ceria,   Lagu kur gereja tiberias,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   khotbah amsal 22:8-12,   khotbah amsal 22:8-12,   kalender liturgi katolik 2019,   lagu persembahan,   renungan hagai 1; 12-14,   kalender liturgi katolik 2019,   hagai 1:12-14,   hagai 1:12-14,   kunci lagu senja mulai terbenam lagu rohani,   lagu penutup ibadah,   lagu penutup ibadah,   jamita 1 korintus 6 1-8,   khotbah kristiani kitab 2 timotius 3 : 10 -17,   renungan Melayani Tuhan seumur hidup,   Ambilan minggu bapa gkps 3september 2019 gkps,   khotbah Ulangan 7 : 12-14,   pelita hidup lukas 17:11-19 khotbah,   pelita hidup khotbah lukas 17:11-19,   pelita hidup khotbah lukas 17:11-19,   tafsiran amsal 22 8 12,   renungan zefanya 3:1-20,   renungan umat tuhan menjadi kenamaan dan pujian menurut zefanya 3:9-20,   patitur mazmur 150,   makna lagu burung pipit yang kecil,   Sabda bina pemuda gpib bulan oktober,   sabda bina umat gpib 21 oktober 2019,   khotbah yosua 23:1-28,   khotbah yosua 23:1-28,   rancangan khotbah poda 22:8-12,   rancangan khotbah poda 22:8-12,   lirik tabur tabur mari menabur,   Oneway terbang. Mp3,   renungan matius 12:33,   contoh ilustrasi dari pembacaan kitab Yoel 1:13-20,   chord gitar kidung ceria 265,   chord gitar kidung ceria 265,   chord gitar kidung ceria 265,   yesus nampi nu dosa loril,   Kidung kabungahan no 45 yesus nampi nu dosa lirik,   Kidung kabungahan no 45 yesus nampi nu dosa,   kotbah gpib galilea minggu 20 oktober 2019 ,   lagu yang cocok untik persembahn,   renungan amsal 22:8-12,   kalender liturgi 2019,   Amsal 22; 8-22,   lagu-gereja.com,   renungan dari amsal 22 ,8;12,   khotbah dari amsal 22;8-12,   Penafsiran 1 yoh 4 ; 1 - 6,   dia girangkanku mp3,   download lagu kumasuki gerbangnya mp3 frankie,   download lagu kumasuki gerbangnya,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   LAGU ROHANI PERSEMBAHAN,   lagu gereja baru,   lagu pernikahan dari kj atau nkb,   kotbah amsal 22:8-12,   katekisasi 22,   pembacaan Alkitab GMIM 20 oktober 2019,   slide ezra 4:1-16,   lirik lagu rohani hanya dekat allahku,   almanak HKI,   hari hari besar dalam kalender gerejawi gki,   alkitab johanes 4:21-26,   alkitab johanes 4:21-26,   isi nats johanes 4:21-26,   johanes 4:21-26,   lagu memberi persembahan,   jamita Johannes 4:21-26,   khotbah ibadah GMIT minggu 29 september 2019,   lagu rohani sebelum doa syafaat,   khotbah bilangan 22,   rohani 16,   lagu mazmur 121,   Jamita johanes 4:21-26,   download 40 lagu rohani kristen paling menyentuh hati saat teduh,   warna liturgii 20 oktober 2019,   khotbah tentang 2 timotius 3:14-4:5,   penilik jemaat dan kewajibannya,   doa berkat,   menjadi kenamaan di bumi,   menjadi kenamaan di bumi,   khotbah minggu,20 oktober 2019,   lirik lagu rohani badai prahara,   khotbah johannes 4,21_26,   lirik lagu rohani badai prahara,   lirik lagu rohani badai prahara,   renungan yohanes 4 : 21 - 26,   khotbah bilangan 22,   khotbah bilangan 22,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   Ilustrasi khotbah yohanes 4:21-26,   kumpulan lagu pujian penutup ibadah,   Renungan Wahyu 7:13-17,   you tube karaoke lagu rohani ikut dikau saja tuhan,   Kotbah yohanes 4:21-26,   kidung ceria 125,   download lagu rohani 15 kristen 2019,   khotbah pembacaan zefanya 3 :10-20,   khotbah pembacaan zefanya 3 :10-20,   Hotbah Amsal 22:6,   lagu rohani pengakuan dosa,   refrensi lukas 12:8-12,   kalender liturgi 2019,   catatan khotbah ratapan3:40,   doa persembahan kolekte katolik,   kudaki daki lirik, versi mandarin,   di sebrang sana lagu rohani mp3 download,   di sebrang sana lagu rohani mp3 download,   contoh doa persembahan gke,   download lagu rohani kristen mp3 gratis 2018,   Jamita HKBP. Minggu 20 Oktober 2019. Johannes 4 : 21 - 26,   Jamita Minggu 20 Oktober 2019. Johannes 4 : 21 - 26,   Perikop kotbah joh 4: 21-26.,   notasi angka kj 452,   renungan bacaan injil lukas 12:8-12,   lagu panasnya mata hali,   MP3 music lagu rohani Alfa omega,   MP3 music lagu rohani Alfa omega,   penerangan lukas 12 8-12,   jamita partangiangan jesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   jamita partangiangan jesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   tata ibadah malam akhir tahun keluarga,   catatan khotbah matius 9:18,   catatan khotbah matius 9:18,   Renungan Wahyu 7:13-17,   renungan luk12:8-12.com,   renungan lukas 12:8-12,   pkj 213 gambar not,   pkj 213 gambar not,   lagu rohani tentang doa untuk greja,   lagu pkj 202,   lagu pkj 202,   contoh lagu untuk persekutuan akhir bulan,   lagu pkj 202,   lagu nkb tentang aku dan seisi rumahku,   jamita Evagelum HKBP. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   jamita HKBP. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   jamita HKBP. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   jamita HKBP. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   yohanes 4:21-26,