Save Page

Minggu 26 November 2017
Matius 25:31-46
Penghakiman terakhir
25:31 "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. 25:32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, 25:33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. 25:34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. 25:35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; 25:36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. 25:37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? 25:38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? 25:39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? 25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. 25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. 25:42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; 25:43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. 25:44 Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? 25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. 25:46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."

Penjelasan:




Jalannya Penghakiman Terakhir (25:31-46)
Di sini diceritakan tentang berlangsungnya penghakiman terakhir pada hari yang mulia itu. Ada beberapa bagian di dalamnya yang diungkapkan dalam bentuk perumpamaan, seperti pemisahan antara domba dan kambing serta percakapan antara hakim dan orang-orang yang diadili, tetapi perikop ini secara keseluruhan tidak bisa disebut sebagai sebuah perumpamaan karena tidak ada kemiripan yang diperbandingkan di sini. Oleh karena itu, perikop ini lebih tepat disebut sebagai suatu penggambaran mengenai penghakiman terakhir daripada sebagai suatu perumpamaan. Dengan perkataan lain, perikop ini adalah penjelasan dari perumpamaan-perumpamaan sebelumnya.

Di sini dibahas tentang:
I. Penempatan Sang Hakim di atas kursi pengadilan (ay. 31), Apabila Anak Manusia datang.

Perhatikan baik-baik di sini:
   . Bahwa akan ada penghakiman di kemudian hari. Penghakiman ini akan memutuskan nasib setiap orang untuk dibawa pada kebahagiaan atau kesengsaraan kekal, dan mereka juga akan menerima balasan setimpal dengan apa yang dilakukan dalam kehidupan sekarang yang penuh pencobaan dan ujian. Mereka akan dihakimi sesuai dengan peraturan Injil yang kekal.
  . Penyelenggaraan penghakiman pada hari yang mulia itu diserahkan kepada Anak Manusia, karena Allah akan menghakimi dunia ini melalui Dia (Kis. 17:31). Kepada Dialah semua penghakiman diserahkan. Itulah sebabnya mengapa penghakiman pada hari itu, yang merupakan pusat dari seluruh penghakiman, juga diserahkan kepada-Nya. Di sini, seperti juga di bagian lain dalam Alkitab, Kristus selalu disebut sebagai Anak Manusia bila yang dibahas adalah tentang penghakiman terakhir, karena Ia harus menghakimi anak-anak manusia (Ia menjadikan diri-Nya sama dengan mereka, kecuali bahwa Ia tidak bercacat sama sekali). Karena sikapnya yang begitu rendah hati dengan mengambil sifat manusia, dan menjadi anak manusia, maka Ia akan memperoleh balasan melalui kemuliaan yang diberikan kepada-Nya pada hari itu serta mendapatkan kehormatan atas sifat manusia itu.
 . Tampilnya Kristus untuk menghakimi dunia ini dipenuhi kemegahan dan kemuliaan. Dikatakan bahwa Agripa dan Bernike memasuki ruang pengadilan dengan segala kebesaran (Kis. 25:23), tetapi dalam ungkapan aslinya dikatakan dengan segala kemewahan. Kristus akan mendatangi tempat pengadilan dalam kemuliaan sejati: Surya Kebenaran akan bersinar pada titik tertinggi. Dia yang berkuasa atas raja-raja bumi ini akan menunjukkan kekayaan kemuliaan Kerajaan-Nya dan keindahan kebesaran-Nya yang bersemarak, dan seluruh dunia akan melihat apa yang sekarang hanya dipercayai oleh orang-orang kudus -- bahwa Ia adalah cahaya kemuliaan Bapa-Nya. Ia akan datang bukan saja dalam kemuliaan Bapa-Nya, tetapi dalam kemuliaan-Nya sendiri, sebagai Sang Pengantara. Kedatangan-Nya yang pertama dibayangi awan gelap ketidakjelasan, tetapi kedatangan-Nya yang kedua akan diliputi oleh awan kemuliaan yang cemerlang. Kepastian tentang kemuliaan di masa depan, yang diberikan Kristus kepada murid-murid-Nya dulu, membantu meringankan beban salib yang menyakitkan dan aib serta penderitaan-Nya yang sedang mendekat.
 . Ketika Kristus datang dalam kemuliaan-Nya untuk menghakimi dunia ini, Ia akan membawa semua malaikat-malaikat kudus-Nya bersama-sama dengan Dia. Pribadi yang mulia ini akan membawa pengiring yang mulia juga, yang tak terhitung jumlahnya. Bukan hanya para pengiring-Nya, tetapi juga para pelayan keadilan-Nya. Mereka akan datang bersama Dia untuk menyatakan kebesaran dan pelayanan mereka. Mereka harus datang untuk menyerukan penghakiman itu (1Tes. 4:16), untuk mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya (Mat. 24:31), untuk mengikat ilalang (Mat. 13:40), untuk menjadi saksi bagi kemuliaan orang-orang kudus (Luk. 12:8), dan kesengsaraan orang-orang berdosa (Why. 14:10).
 . Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Sekarang Ia sedang duduk bersama-sama Bapa-Nya di atas takhta-Nya, dan takhta itu adalah takhta anugerah, yang boleh kita hampiri dengan penuh keberanian. Itu adalah takhta pemerintahan, takhta Daud, bapa leluhur-Nya. Ia adalah Imam atas takhta itu: tetapi kemudian Ia akan duduk di atas takhta kemuliaan-Nya, yaitu kursi pengadilan (Dan. 7:9-10). Meskipun tidak ada satu pun takhta kerajaan yang menyamai takhta Salomo, namun jika dibandingkan dengan takhta Kristus, takhta Salomo itu hanyalah sampah belaka. Semasa masih dalam keadaan manusia, Kristus diadili dan dijatuhi hukuman penjara, tetapi pada kedatangan-Nya yang kedua kali, Ia akan duduk sebagai Sang Hakim di pengadilan.
 II. Semua anak manusia datang di hadapan-Nya (ay. 32), semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya. Perhatikanlah, penghakiman pada hari yang mulia itu merupakan pengadilan umum. Semua orang harus dikumpulkan di hadapan pengadilan Kristus. Semua orang dari segala abad, dari permulaan sampai akhir dunia ini, dari semua tempat di bumi ini, bahkan dari sudut-sudut terpencil di dunia yang paling tak dikenal, dan yang jauh dari mana pun, semua bangsa yang diciptakan dari satu darah dan tinggal di segenap penjuru bumi.
 III. Perbedaan yang kemudian dibuat antara yang mulia dan yang hina. Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti lalang dan gandum dipisahkan pada saat penuaian, ikan yang baik dan ikan yang tidak baik di tepi pantai, serta gandum dan sekam dalam alat penampi. Orang jahat dan orang benar di dunia ini tinggal bersama-sama di dalam berbagai negara, kota, jemaat, dan keluarga yang sama. Keadaan mereka tidak dapat dibedakan satu sama lain, seperti kegagalan orang-orang kudus atau kemunafikan orang-orang berdosa, semua hampir sama. Tetapi, pada hari itu mereka akan dipisahkan, dan dipisahkan untuk selama-lamanya. Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik (Mal. 3:18). Di dunia, mereka tidak dapat memisahkan diri sendiri dari orang lain (1Kor. 5:10), dan tidak ada yang dapat memisahkan mereka (Mat. 13:29). Tetapi Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya, dan Ia dapat memisahkan mereka. Pemisahan ini begitu pastinya sehingga orang-orang kudus yang paling sedikit jumlahnya tidak akan tersesat di tengah kesesakan kerumunan orang berdosa, dan demikian pula, orang-orang berdosa yang tampaknya paling suci sekalipun tidak akan tersembunyi di antara kerumunan orang-orang benar (Mzm. 1:5). Masing-masing akan menuju tempatnya sendiri. Keadaan ini disamakan seperti seorang gembala yang memisahkan domba dari kambing (Yeh. 34:17), Sungguh, Aku akan menjadi hakim antara domba dengan domba.

Perhatikanlah:
      . Yesus Kristus adalah Sang Gembala Agung. Sekarang Ia memberi makan kawanan domba-Nya seperti seorang gembala, dan karenanya dengan cepat Ia akan mengenali domba yang menjadi milik-Nya dan yang bukan, sama seperti Laban memisahkan domba-dombanya dari domba-domba Yakub sejauh tiga hari perjalanan (Kej. 30:35-36).
        . Orang-orang saleh itu sama seperti domba: tidak berdosa, lemah lembut, sabar, dan berguna. Orang-orang jahat sama seperti kambing, jenis binatang yang lebih rendah, buruk, dan susah diatur. Di dunia ini, domba dan kambing makan rumput bersama-sama sepanjang hari di padang rumput yang sama, tetapi pada malam hari dikandangkan di celah gunung yang berbeda. Setelah dipisahkan, Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya (ay. 33). Kristus memberikan kehormatan kepada orang-orang saleh, seperti kita menunjukkan rasa hormat kepada mereka yang kita tempatkan di sebelah kanan kita. Tetapi, orang-orang jahat akan dibangkitkan untuk mengalami kehinaan dan kengerian kekal (Dan. 12:2). Tidak dikatakan bahwa Ia akan menempatkan orang-orang kaya di sebelah kanan-Nya, dan orang-orang miskin di sebelah kiri-Nya; orang-orang terpelajar dan orang-orang bangsawan di sebelah kanan-Nya dan orang-orang yang tidak terpelajar dan rakyat jelata di sebelah kiri-Nya. Semua bentuk pemisahan lain, baik besar maupun kecil akan ditiadakan, namun pemisahan antara orang kudus dan orang berdosa, antara orang yang dikuduskan dan tidak dikuduskan, akan tinggal tetap kekal sampai selama-lamanya, dan kekekalan umat manusia akan ditentukan oleh pemisahan tersebut. Orang-orang jahat meremehkan berkat, kekayaan, dan kehormatan, sehingga begitulah nasib mereka kelak.
IV. Jalannya penghakiman bagi masing-masing kelompok.
        . Mengenai orang-orang saleh yang ditempatkan di sebelah kanan. Perkara orang-orang ini harus diselesaikan terlebih dahulu agar mereka dapat menjadi penilai bersama-sama dengan Kristus untuk mengadili orang-orang berdosa, orang-orang yang akan merasa semakin sengsara saat melihat Abraham, Ishak, dan Yakub berada di dalam Kerajaan Allah (Luk. 13:28).

Perhatikan baik-baik di sini:

            (1) Kemuliaan yang dianugerahkan kepada mereka. Perkataan yang bukan saja akan membebaskan mereka dari tuduhan, tetapi juga mengangkat dan memberi ganjaran kepada mereka (ay. 34). Raja itu akan berkata kepada mereka. Ia yang dahulunya adalah Sang Gembala (yang menunjukkan perhatian dan kelembutan-Nya dalam menilai mereka), di sini menjadi Sang Raja, yang menunjukkan kewenangan yang akan digunakan-Nya untuk menjatuhkan hukuman: di mana ada sabda Sang Raja, di sana ada kekuasaan. Dalam pengadilan-Nya terhadap orang-orang saleh itu terdapat dua hal:
                [1] Pengakuan bahwa orang-orang kudus adalah orang-orang yang diberkati Tuhan; Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku.
                    Pertama, Ia menyatakan bahwa mereka diberkati, dan sabda-Nya menjadikan mereka seperti itu. Ketidaksetiaan mereka terhadap hukum Taurat telah mengundang kutuk dari hukum Taurat itu, tetapi Kristus telah menebus mereka dari kutuk hukum Taurat, dan telah membeli berkat itu bagi mereka, dan memerintahkan berkat itu kepada mereka.
                    Kedua, yang diberkati oleh Bapa-Nya. Dihina dan dikutuk oleh dunia ini, tetapi diberkati oleh Allah. Seperti Roh memuliakan Anak (Yoh. 16:14), begitulah Anak akan memuliakan Bapa dengan merujukkan keselamatan orang-orang kudus kepada-Nya sebagai Sebab Pertama. Segala berkat rohani di dalam sorga yang dikaruniakan kepada kita mengalir dari Allah, yang adalah Bapa Tuhan kita Yesus Kristus (Ef. 1:3).
                    Ketiga, Ia memanggil mereka untuk datang. Yang dimaksud dengan datang di sini adalah, "Selamat datang, ribuan selamat datang, kepada berkat-berkat Bapa-Ku; marilah kepada-Ku, marilah bersama-Ku selamanya; kamu yang telah mengikut Aku memikul salib, sekarang akan ikut bersama-Ku mengenakan mahkota. Mereka yang diberkati Bapa-Ku adalah kekasih jiwa-Ku, mereka yang sudah terlampau lama jauh dari-Ku. Kemarilah sekarang, datanglah ke pangkuan-Ku, datanglah kepada lengan-Ku yang terentang, masuklah dalam pelukan kasih sayang-Ku yang terdalam!" Oh, betapa besarnya sukacita yang memenuhi hati orang-orang kudus pada hari itu! Sekarang kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta anugerah, tetapi nanti kita akan menghampiri takhta kemuliaan dengan penuh keberanian. Firman ini mengulurkan tongkat emas, dengan jaminan bahwa permohonan kita akan dikabulkan sampai setengah kerajaan. Sekarang Roh itu berkata, "Marilah," di dalam firman; dan pengantin perempuan itu berkata, "Marilah," di dalam doa, dan hasilnya adalah persekutuan yang indah. Tetapi, puncak kebahagiaannya adalah ketika Raja itu berkata, "Marilah."
                [2] Izin masuk ke dalam keberkatan dan Kerajaan Bapa yang diberikan kepada orang-orang kudus adalah terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu.
                    Pertama, kebahagiaan yang akan mereka miliki sangat berlimpah. Kita diberi tahu tentang hal itu oleh Dia yang mengetahui tentang hal itu, Dia yang telah menyediakannya bagi mereka, dan menjadikan mereka milik-Nya sendiri.
                        . Yang diberikan adalah sebuah kerajaan, yang dianggap sebagai harta milik paling berharga di muka bumi, termasuk kekayaan dan kemuliaan terbesar yang ada di dalamnya. Semua orang yang menerima kerajaan itu akan mengenakan kemuliaan mahkota itu, menikmati semua kesenangan istana, dan menguasai keistimewaan harta di negeri itu. Namun, itu hanyalah sedikit mirip dengan kebahagiaan besar orang-orang kudus di dalam sorga. Mereka yang di dunia ini menjadi pengemis dan orang tahanan, yang dianggap paling hina dari semuanya, kelak akan mewarisi kerajaan (Mzm. 113:7; Why. 2:16-27).
                        . Kerajaan itu telah disediakan: kebahagiaannya haruslah sangat besar, karena merupakan hasil rancangan ilahi. Perhatikanlah, untuk menghibur orang-orang kudus di dalam Kerajaan kemuliaan, dilakukan persiapan bersar-besaran. Bapa merancangnya dalam pikiran-Nya yang penuh kasih, dan menyediakannya bagi mereka dalam kebesaran hikmat dan kuasa-Nya. Anak telah menebusnya bagi mereka, dan masuk ke dalamnya sebagai pelopor untuk menyediakan tempat bagi mereka (Yoh. 14:2). Sedangkan Roh Kudus, yang mempersiapkan mereka untuk Kerajaan itu, menyiapkan Kerajaan itu bagi mereka.
                        . Kerajaan itu disediakan bagi mereka. Hal ini menunjukkan:
                            (1) Kelayakan kebahagiaan ini, yang disesuaikan dengan sifat jiwa, dan dengan sifat baru dari jiwa yang dikuduskan.
                            (2) Hak milik dan keuntungan di dalamnya. Kerajaan itu disediakan dengan maksud untuk diberikan kepada mereka. Bukan hanya untuk orang seperti Anda, tetapi untuk Anda, atas nama Anda. Anda yang dipilih secara pribadi dan secara khusus untuk diselamatkan melalui pengudusan.
                        . Kerajaan tersebut disediakan sejak dunia dijadikan. Kebahagiaan ini dirancang bagi orang-orang kudus, dan mereka dirancang bagi Kerajaan itu, sebelum dunia dijadikan, dari sejak kekekalan (Ef. 1:4). Tujuan, yang menjadi bagian terakhir dalam pelaksanaan, dijadikan yang pertama dalam rancangan. Sang Hikmat Yang Tak Terbatas menaruh perhatian pada pemuliaan kekal orang-orang kudus sejak semua ciptaan dijadikan, Semuanya itu terjadi oleh karena kamu (2Kor. 4:15). Atau, hal itu juga berarti penyediaan tempat kebahagiaan ini, yang akan menjadi kedudukan dan tempat tinggal orang-orang yang diberkati, sejak permulaan karya penciptaan (Kej. 1:1). Ketika dasar-dasar bumi diletakkan, bintang-bintang fajar di langit segala langit bersorak-sorak bersama-sama (Ayb. 38:4-7).
                    Kedua, hak milik yang akan mereka pegang dan miliki sangatlah baik. Mereka akan datang dan mewarisinya. Apa yang kita peroleh akan didapatkan melalui pewarisan, bukan melalui pembelian yang kita lakukan sendiri, tetapi murni karena tindakan Allah, mengikuti istilah ahli hukum. Allah sendirilah yang menjadikan mereka ahli waris, ahli waris Kerajaan Sorga. Kita menjadi ahli waris berdasarkan kedudukan kita sebagai anak, pengangkatan kita sebagai anak. Jika kita adalah anak, maka kita adalah ahli waris. Hak yang diperoleh melalui pewarisan merupakan hak yang terindah dan terpasti. Secara tidak langsung ini dirujuk oleh hal kepemilikan atas tanah di negeri Kanaan yang diteruskan melalui pewarisan, dan tidak dapat dipindahtangankan lebih lama daripada tahun Yobel. Begitulah warisan sorgawi juga tidak dapat dibatalkan dan dipindahtangankan. Di dunia ini, orang-orang kudus bagaikan ahli-ahli waris yang belum akil balig, yang berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai saat yang ditentukan oleh Bapa (Gal. 4:1-2). Setelah itu, mereka akan memiliki hak penuh yang sekarang diperoleh melalui anugerah. Mari, dan warisilah.
            (2) Alasan yang mendasari keputusan ini (ay. 35-36), Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan. Karena itu kita tidak dapat menyimpulkan bahwa perbuatan kita yang baik patut mendapatkan kebahagiaan sorga, seberapa berharga ataupun istimewanya perbuatan kita itu: kebaikan kita tidak membuat pengaruh apa-apa bagi Allah. Sebaliknya, jelaslah bahwa Yesus Kristus akan menghakimi dunia ini dengan peraturan yang sama seperti yang digunakan-Nya untuk memerintah dunia, dan karena itu Ia akan memberikan pahala kepada orang-orang yang menaati hukum tersebut. Ketaatan mereka akan disebut, bukan sebagai hak mereka, tetapi sebagai bukti bahwa mereka adalah milik Kristus dan hasil tebusan-Nya. Kebahagiaan ini akan disahkan bagi orang-orang percaya yang taat, bukan berdasarkan quantum meruit -- pertimbangan jasa yang mengharuskan adanya hubungan antara pekerjaan dan imbalan, melainkan berdasarkan janji penebusan Allah oleh Yesus Kristus dan berdasarkan keuntungan yang telah diatur dalam berbagai ketentuan dan batasan tertentu. Penebusan dan janji itulah yang memberikan hak, sedangkan ketaatan hanyalah persyaratan yang dirancang bagi orang itu. Hak kepemilikan yang dibuat berdasarkan persyaratan tertentu mutlak menjadi hak si pewaris bila persyaratan itu dipenuhi sesuai dengan maksud yang sebenarnya dari si penyumbang atau pembuat warisan itu. Meskipun hak tersebut didasarkan pada perbuatan atau kehendak si pembuat warisan, pelaksanaan dari persyaratan yang telah ditetapkan harus dibuktikan: itulah yang terjadi di sini. Karena Kristus adalah Sang Pelaksana keselamatan yang kekal hanya bagi mereka yang menaati-Nya, dan mereka yang dengan tekun berbuat baik.

            Nah, perbuatan baik yang dimaksudkan di sini adalah seperti yang umumnya kita kenal sebagai pekerjaan amal bagi orang-orang miskin. Ini bukan berarti bahwa banyak orang yang akan ditempatkan di sebelah kanan-Nya selama hidup pernah memberi makan orang yang lapar atau memberikan pakaian kepada mereka yang telanjang karena kurang mampu. Justru merekalah yang diberi makan dan pakaian berkat kemurahan hati orang lain. Yang mau diberikan di sini hanyalah suatu contoh ketaatan tulus saja, yang pada intinya mengajarkan kita bahwa iman yang didasarkan pada kasih itulah yang diutamakan dalam iman Kristen. Tunjukkanlah imanmu dari perbuatan-perbuatanmu. Tidak ada yang akan membuat pertanggungjawaban yang baik nanti menjadi berlimpah selain buah-buah kebenaran dalam perilaku yang baik pada masa kini. Perbuatan baik yang digambarkan di sini meliputi tiga hal, yang harus ada dalam diri semua orang yang diselamatkan.

                [1] Menyangkal diri dan menganggap hina dunia ini. Artinya, menganggap perkara-perkara dari dunia sebagai hal yang tidaklah baik kecuali kalau bisa dimanfaatkan untuk kebaikan. Mereka yang tidak memiliki apa pun untuk berbuat baik, juga harus menunjukkan sikap yang sama, dengan menjadi orang-orang miskin yang tahu bersyukur dan penuh sukacita. Mereka yang cocok bagi sorga adalah mereka yang mati terhadap dunia ini.
                [2] Mengasihi sesama kita, yang menjadi hukum terutama yang kedua dan merupakan penggenapan dari hukum Taurat, serta menjadi persiapan istimewa bagi dunia kasih yang kekal. Kita harus membuktikan kasih ini dengan kesiapan kita untuk berbuat baik dan menyampaikannya secara lisan. Ungkapan harapan yang indah tanpa perbuatan baik hanyalah ejekan belaka (Yak. 2:15-16; 1Yoh. 3:17). Mereka yang tidak memiliki apa-apa untuk diberikan, harus menunjukkan sikap yang sama dengan suatu cara lain.
                [3] Kepercayaan dengan pandangan tertuju kepada Yesus Kristus. Yang diberi penghargaan di sini adalah tindakan meringankan beban orang miskin demi Kristus, karena kasih kepada-Nya dan dengan pandangan yang tertuju kepada-Nya. Inilah yang mendatangkan kemuliaan bagi perbuatan baik, bila perbuatan baik itu kita maksudkan sebagai pelayanan bagi Tuhan Yesus Kristus, baik mereka yang bekerja untuk kehidupan mereka sendiri, maupun yang bekerja untuk menghidupi orang lain (Ef. 6:5-7). Perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan dalam nama Tuhan Yesus Kristus itulah yang nanti akan diterima Allah (Kol. 3:17). Ketika Aku lapar, artinya, ketika murid-murid-Ku dan para pengikut-Ku yang sedang lapar, baik akibat dianiaya musuh karena berbuat baik maupun akibat penyelenggaraan pemeliharaan ilahi. Karena segala sesuatu sama bagi sekalian, baik orang benar maupun orang yang jahat, kamu harus memberi mereka makan.

Perhatikanlah:
Pertama, Allah Sang Pemelihara begitu beragam dalam mengatur dan menetapkan keadaan umat-Nya di dunia ini, di mana ada sebagian orang dimampukan untuk memberi bantuan, sedangkan yang lainnya memerlukan bantuan. Tidaklah mengherankan bila mereka yang menikmati kesedapan sorgawi merasa lapar dan haus serta kekurangan makanan sehari-hari; bila mereka yang tinggal di dalam Allah menjadi pendatang di negeri asing; bila mereka yang mengenakan Kristus kekurangan pakaian untuk menghangatkan tubuh mereka; bila mereka yang memiliki jiwa yang sehat memiliki tubuh yang sakit-sakitan; dan bila mereka yang telah dimerdekakan oleh Kristus dikurung di dalam penjara.

Kedua, pekerjaan amal dan kebajikan yang kita lakukan sesuai dengan kemampuan kita merupakan hal yang perlu bagi keselamatan kita, dan akan lebih ditekankan pada penghakiman di hari yang mulia itu daripada yang pada umumnya dibayangkan orang. Pekerjaan ini harus menjadi bukti kasih kita dan pengakuan penerimaan kita atas Injil Kristus (2Kor. 9:13). Tetapi, penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan.

Sekarang, orang-orang kudus menyatakan keberatan atas alasan ini dengan penuh kerendahan hati, tetapi hal itu dijelaskan sendiri oleh Sang Hakim.

. Alasan itu dipertanyakan oleh orang-orang benar (ay. 37-39). Bukan seolah-olah mereka tidak suka mewarisi Kerajaan itu atau merasa malu atas perbuatan-perbuatan baik mereka, tetapi:

(1) Ungkapan itu bersifat perumpamaan, dirancang untuk memperkenalkan dan menanamkan kebenaran-kebenaran agung ini, bahwa Kristus sangat menghargai pekerjaan cinta kasih ini dan sangat berkenan atas kebaikan yang dilakukan bagi umat-Nya demi kepentingan-Nya. Atau,
(2) Mereka menunjukkan kekaguman dalam sikap penuh kerendahan hati yang akan memenuhi orang-orang kudus yang dimuliakan, karena pelayanan yang begitu sederhana dan tidak berarti yang telah mereka lakukan ternyata memperoleh pujian demikian tinggi dan diberi ganjaran begitu berlimpah-limpah. Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan? Perhatikanlah, jiwa-jiwa yang mulia cenderung memandang rendah perbuatan baik mereka, sebagai sesuatu yang sangat tidak layak khususnya bila dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kelak. Berlawanan dengan sikap ini adalah perangai orang yang berkata, "Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak mengindahkannya juga?" (Yes. 58:3). Orang-orang kudus di dalam sorga akan bertanya-tanya, apa gerangan yang telah membawa mereka sampai ke sana, dan mengapa Allah begitu menghormati mereka dan pelayanan mereka. Hal itu bahkan membuat Natanael merasa malu ketika mendengar pujian Kristus, Bagaimana Engkau mengenal aku? (Yoh. 1:47-48; Ef. 3:20). "Bilamanakah kami melihat Engkau lapar? Kami telah sering kali melihat orang-orang miskin dalam penderitaan, tetapi bilamanakah kami melihat Engkau?" Perhatikanlah, Kristus berada di antara kita lebih sering daripada yang kita sangka. Dapat dipastikan Ia berada dalam firman-Nya, dalam ketetapan-Nya, dalam diri para pelayan-Nya, dalam Roh-Nya, dan ya, dalam diri orang-orang miskin. Kita tidak menyadarinya ketika: Aku melihat engkau di bawah pohon ara (Yoh. 1:48).

. Hal itu dijelaskan oleh Sang Hakim sendiri (ay. 40), Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku, untuk yang paling hina, untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Pada hari yang mulia nanti, perbuatan-perbuatan baik orang-orang kudus:
                            (1) Akan diingat seluruhnya. Yang terkecil dan tak berarti, bahkan secangkir air sejuk pun tidak terlupakan.
                            (2) Semua akan diperhitungkan setinggi-tinggnya untuk keuntungan mereka. Sebagaimana Kristus berusaha memanfaatkan sebaik-baiknya kelemahan mereka, demikian juga Ia menghargai setinggi-tingginya pelayanan mereka.

                            Lihatlah pahala apa yang disediakan Kristus bagi mereka yang memberi makan kepada orang lapar dan memberi pakaian kepada orang telanjang. Tetapi bagaimana dengan orang-orang saleh yang miskin, yang tidak memiliki apa-apa untuk dibagikan? Haruskah mereka ditolak? Tidak.

                                [1] Kristus akan mengakui mereka sebagai saudara-Nya, bahkan yang paling hina sekalipun. Ia tidak akan merasa malu dan juga tidak menganggap bahwa dengan menyebut mereka saudara hal ini akan merusak nama baik-Nya (Ibr. 2:11). Ia takkan memungkiri sanak-Nya yang miskin. Lazarus bersandar di dada-Nya sebagai sahabat dan saudara. Dengan demikian Ia akan mengakui mereka (ay. Mat. 10:32).
                                [2] Ia akan memperhitungkan kebaikan yang dilakukan bagi mereka itu sebagai kebaikan yang dilakukan untuk diri-Nya sendiri. Kamu telah melakukannya untuk Aku. Ini menunjukkan rasa hormat-Nya kepada orang-orang miskin yang telah ditolong, dan juga kepada orang-orang kaya yang telah membantu mereka. Perhatikanlah, Kristus mendukung masalah yang dihadapi umat-Nya, dan menganggap diri-Nya sendiri berkepentingan dalam kepentingan mereka. Ia merasa diri-Nya sendirilah yang diterima, dikasihi, dan diakui di dalam mereka. Jika Kristus sendiri berada di antara kita dalam kemiskinan, seberapa siapkah kita untuk menolong Dia? Di dalam penjara, sesering apakah kita mengunjungi Dia? Seharusnya kita iri dengan kehormatan orang-orang yang melayani Dia dengan kekayaan mereka (Luk. 8:3). Di mana pun orang-orang kudus dan para pelayan jemaat miskin berada, di sanalah Kristus berada dan siap menerima kebaikan kita di dalam mereka, dan perbuatan itu akan dimasukkan ke dalam catatan-Nya.
                        . Inilah keadaan penghakiman bagi orang-orang jahat yang berada di sebelah kiri-Nya. Mengenai hal itu diceritakan:
                            (1) Hukuman yang dijatuhkan kepada mereka (ay. 41). Ditempatkan di sebelah kiri sudah merupakan hal yang memalukan bagi mereka, tetapi itu belumlah yang terburuk. Selanjutnya Ia akan berkata juga kepada mereka, "Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk." Setiap kata yang diucapkan mengandung kengerian, sama seperti bunyi sangkakala di gunung Sinai, kian lama kian keras bunyinya. Setiap tekanan suara semakin lama menjadi semakin menyedihkan, dan sama sekali tidak mengandung penghiburan.
                                [1] Berada dekat dengan Kristus memiliki kepuasan sendiri, meskipun Ia sedang merasa tidak senang. Tetapi keadaan seperti itu tidak akan diperbolehkan, Enyahlah dari hadapan-Ku. Di dunia ini mereka sering diundang untuk datang kepada Kristus guna memperoleh hidup dan perhentian, tetapi mereka menutup telinga atas undangan ini. Oleh karena itu, adillah bila mereka yang tidak mau datang kepada Kristus diusir dari hadapan-Nya. "Enyahlah dari hadapan-Ku yang adalah sumber semua kebaikan, dari hadapan-Ku yang adalah Sang Juruselamat, dan karenanya juga enyah dari semua harapan keselamatan. Tidak ada lagi yang dapat Kukatakan atau perbuat denganmu." Di dunia ini mereka berkata kepada Yang Mahakuasa, "Pergilah dari pada kami." Tetapi, nanti Ia lebih menyukai memperlakukan mereka dengan sewenang-wenang, dan berkata kepada mereka, "Enyahlah dari hadapan-Ku." Perhatikanlah, enyah dari hadapan Kristus berarti neraka yang paling dalam.
                                [2] Jika mereka harus enyah, enyah dari hadapan Kristus, apakah mereka akan dilepas dengan berkat, kebaikan, dan setidaknya dengan kata-kata penuh belas kasihan? Tidak, Enyahlah, hai kamu orang-orang terkutuk. Mereka yang menolak datang kepada Kristus untuk memperoleh berkat, harus enyah dari hadapan-Nya di bawah beban kutuk, yaitu kutuk hukum Taurat bagi setiap orang yang melanggarnya (Gal. 3:10). Mereka cinta kepada kutuk, biarlah kutuk itu datang kepada mereka. Tetapi perhatikan baik-baik, orang-orang benar akan disebut yang diberkati oleh Bapa-Ku, karena kondisi mereka yang diberkati sepenuhnya berasal dari anugerah Allah dan berkat-Nya sendiri. Sedangkan orang-orang jahat hanya disebut hai kamu orang-orang terkutuk, karena kutukan itu berasal dari diri mereka sendiri. Apakah Allah telah menjual mereka? Tidak, merekalah yang telah menjual diri mereka sendiri, mereka telah menempatkan diri sendiri di bawah kutuk (Yes. 50:1)
                                [3] Jika mereka harus enyah, enyah yang disertai kutuk, tidak bolehkah mereka pergi ke suatu tempat yang menyenangkan dan nyaman? Tidakkah cukup menyedihkan bagi mereka untuk meratapi kehancuran mereka? Tidak, akan ada hukuman terhadap perasaan dan juga kehancuran. Mereka harus enyah ke dalam api, ke dalam siksaan yang begitu berat seperti api yang menjilat tubuh, dan masih banyak lagi. Api ini adalah murka Allah yang kekal yang dicurahkan ke atas jiwa-jiwa dan nurani orang-orang berdosa yang menjadikan diri mereka sebagai bahan bakar untuk api yang menyiksa itu. Allah kita adalah api yang menghanguskan, dan orang-orang berdosa akan segera jatuh ke dalam tangan-Nya (Ibr. 10:31; Rm. 2:8-9).
                                [4] Jika harus enyah ke dalam api, apakah api tersebut api yang kecil dan lembut? Tidak, api itu adalah api yang telah disediakan. Itu adalah siksaan yang telah diatur dari dahulu kala (Yes. 30:33). Kutuk bagi orang-orang berdosa sering disebut sebagai tindakan kuasa ilahi, Dia yang mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, Allah menyatakan kuasa-Nya. Itu adalah hukuman kebinasaan dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya. Dari situ dapat dilihat apa yang akan dilakukan oleh Allah yang sedang murka untuk membuat ciptaan yang menjengkelkan merasa sengsara.
                                [5] Jika harus enyah ke dalam api, api yang telah tersedia, semoga siksaan itu berlangsung singkat, agar mereka dapat menempuh api itu. Tidak, api murka Allah adalah api yang kekal, api yang melahap dan memangsa jiwa-jiwa yang kekal, yang takkan pernah padam karena kekurangan bahan bakar, akan tetap berkobar dan menyala oleh murka Allah yang kekal, sehingga tidak perlu ditiup dan dikobarkan. Sementara itu aliran belas kasihan dan anugerah tidak akan mengalir lagi selama-lamanya, tidak ada yang dapat memadamkan api itu lagi. Jika setetes air untuk menyejukkan lidah saja ditolak, apa lagi seember air untuk memadamkan api ini.
                                [6] Jika mereka harus dihukum dalam keadaan sengsara yang tak berkesudahan, apakah mereka mempunyai beberapa kawan yang baik di sana? Tidak, tidak ada seorang kawan pun selain Iblis dan malaikat-malaikatnya, musuh-musuh yang mengikat perjanjian dengan mereka, dan yang turut membawa mereka ke dalam kesengsaraan ini, akan menguasai mereka di dalam siksaan ini. Semasa masih hidup, mereka melayani Iblis, karena itu sungguh sangat adil bila mereka dihukum di tempat Iblis berada; sama halnya dengan mereka yang melayani Kristus, mereka juga akan dibawa ke tempat-Nya, supaya di tempat Ia berada, mereka pun ada. Sungguh mengerikan tinggal di rumah yang dihuni oleh roh-roh jahat. Bagaimana jadinya kalau harus tinggal bersama mereka sampai selama-lamanya? Perhatikan baik-baik di sini.
                                    Pertama, Kristus menunjukkan adanya satu pribadi yang menjadi penghulu roh-roh jahat, pemimpin komplotan pemberontakan, sedangkan yang lainnya adalah malaikat-malaikatnya, pesuruhnya, dan melalui mereka, pribadi jahat ini mendukung kerajaannya. Pada hari itu, Kristus dan para malaikat-Nya akan mengalahkan naga itu dan malaikat-malaikatnya (Why. 12:7-8).
                                    Kedua, dikatakan bahwa api itu telah disediakan. Tempat itu disediakan bukan terutama untuk orang-orang jahat, seperti Kerajaan Sorga disediakan bagi orang-orang benar, sebab pada mulanya tempat itu dimaksudkan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Bila orang-orang berdosa menjalin persahabatan dengan Iblis dengan menuruti hawa nafsu mereka, mereka patut menyalahkan diri sendiri jika mereka menjadi bagian dari kesengsaraan yang disediakan bagi Iblis dan malaikat-malaikatnya. Calvin membuat catatan mengenai hal ini, Karena itu dikatakan bahwa siksaan bagi orang-orang terkutuk itu telah disediakan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya, untuk memutuskan semua harapan mereka untuk melarikan diri dari tempat itu. Iblis dan malaikat-malaikatnya telah dijadikan tawanan di dalam jurang maut, jadi mampukah si cacing-cacing tanah ini berharap bisa melarikan diri?
                            (2) Alasan bagi rancangan hukuman ini. Seluruh penghakiman Allah pasti adil, dan seluruh keputusan-Nya akan dibenarkan. Ia sendirilah Hakim, dan karena itu langit memberitakan keadilan-Nya.

Sekarang:
[1] Semua yang didakwakan kepada mereka dan yang digunakan sebagai dasar penjatuhan hukuman adalah kelalaian untuk melakukan kewajiban. Sama seperti yang terjadi sebelumnya, hamba yang jahat itu dihukum, bukan karena ia telah memboroskan harta tuannya, tetapi karena ia menyembunyikan talentanya di dalam tanah. Maka di sini, Ia tidak berkata, "Aku menderita kelaparan dan kehausan, karena kamu merampas makanan dan minuman-Ku; Aku menjadi seorang asing, karena kamu mengasingkan Aku; Aku telanjang, karena kamu merampas pakaian-Ku; Aku dipenjara, karena kamu menjebloskan Aku ke sana," tetapi Ia berkata, "Saat Aku menanggung semua kesusahan ini, kamu begitu mementingkan dirimu sendiri dan begitu sibuk dengan urusan dan kesenanganmu sendiri, menyita begitu banyak upayamu, dan juga sebagian besar uangmu, sehingga kamu tidak melayani seperti seharusnya untuk melepaskan dan menolong Aku. Kamu sama seperti orang-orang pelahap yang merasa aman di Sion, dan tidak berduka karena hancurnya keturunan Yusuf" (Am. 6:4-6). Kelalaian merupakan kehancuran bagi banyak orang.

[2] Yang dituduhkan adalah lalai melakukan pekerjaan kasih bagi orang-orang miskin. Mereka bukan dihukum karena mengabaikan pengorbanan dan korban bakaran mereka (mereka sangat giat dan berlimpah dalam kegiatan ini [Mzm. 50:8]), tetapi karena mengabaikan yang terpenting dalam hukum Taurat, yaitu: keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan. Orang Amon dan orang Moab tidak boleh masuk sebagai jemaah Tuhan, karena mereka tidak menyongsong bangsa Israel dengan roti dan air (Ul. 23:3-4). Perhatikanlah, tidak bermurah hati kepada orang-orang miskin merupakan dosa yang terkutuk. Bila harapan untuk mendapat pahala tidak bisa menggerakkan hati kita untuk melakukan perbuatan amal, maka baiklah bila rasa gentar akan hukuman Allah menggerakkan kita, sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Perhatikanlah, Ia tidak berkata, "Aku sakit, tetapi kamu tidak menyembuhkan Aku; Aku berada di dalam penjara, tetapi kamu tidak membebaskan Aku" (mungkin hal itu tidak sanggup mereka lakukan); tetapi Ia berkata, "Kamu tidak melawat Aku, sesuatu yang seharusnya mampu kaulakukan." Perhatikanlah, pada hari yang mulia itu, orang-orang berdosa akan dihukum karena mengabaikan kebaikan yang sebenarnya mampu mereka lakukan. Jika hukuman yang dijatuhkan kepada orang-orang yang tidak bermurah hati saja sudah begitu mengerikan, terlebih lagi hukuman yang akan dijatuhkan kepada orang-orang yang kejam, hukuman bagi para penganiaya!

                                Sekarang kita lihat alasan atas hukuman ini:

                                    Pertama, hukum itu ditentang oleh orang-orang terhukum ini (ay. 44), Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus? Orang-orang berdosa yang telah dihukum, meskipun tidak memiliki pembelaan yang dapat membebaskan mereka, tetap saja mengajukan dalih yang sia-sia.

                                    Sekarang:

                                        . Cara mereka mengajukan dalih pembelaan menunjukkan sikap mereka yang gegabah dan tergesa-gesa ketika itu. Mereka menyela pembicaraan, seperti orang yang sedang tergesa-gesa, Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau telanjang? Mereka tidak berani menyinggung dakwaannya, karena menyadari kesalahan diri sendiri dan tidak mampu menanggung kedahsyatan penghukuman itu. Mereka juga tidak diberikan waktu untuk bersikeras dengan pembelaan mereka yang sia-sia itu, karena semuanya itu (seperti istilah kita) hanyalah "mengolok-olok pengadilan."
                                        . Isi dalih mereka menunjukkan sikap ketidakpedulian mereka terhadap hal-hal masa lalu yang mungkin bisa saja mereka ketahui, tetapi yang baru sekarang mereka sadari ketika semuanya sudah terlambat. Mereka yang telah meremehkan dan menganiaya orang-orang Kristen yang miskin tidak akan mengakui bahwa mereka telah melakukan demikian terhadap Kristus. Tidak, mereka tidak pernah bermaksud melakukan hal-hal itu kepada Dia, juga tidak pernah menyangka bahwa urusan itu akan berkembang menjadi besar. Mereka membayangkan bahwa orang-orang malang itu hanyalah kumpulan orang lemah, bodoh, dan dapat dilecehkan, orang-orang yang hanya membawa lebih banyak kesulitan daripada yang diperlukan dalam hidup keagamaan mereka, sehingga dapat diremehkan begitu saja. Tetapi kelak perbuatan mereka itu akan disingkapkan di hadapan banyak orang, apakah pada hari pertobatan mereka, seperti Paulus, atau pada saat penghakiman, seperti yang digambarkan di sini, bahwa Yesus-lah yang mereka aniaya itu. Bila mereka berkata, "Sungguh, kami tidak tahu hal itu!" maka jawabannya adalah, "Apakah Dia yang menguji hati tidak tahu yang sebenarnya?" (Ams. 24:11-12).
                                    Kedua, alasan atas hukuman itu dibenarkan oleh Sang Hakim, yang akan membuktikan kepada semua orang fasik perihal kata-kata nista yang diucapkan terhadap Dia yang berada dalam diri orang-orang yang menjadi milik-Nya (Yud. 15). Ia menegaskan hukum ini (ay. 45), sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Perhatikanlah, apa yang dilakukan terhadap para murid dan pengikut Kristus yang setia, bahkan terhadap salah seorang yang paling hina saja, akan diperhitungkan Tuhan sebagai dilakukan terhadap diri-Nya sendiri. Ia dihina dan dianiaya di dalam diri mereka, karena mereka dihina dan dianiaya demi kepentingan-Nya, dan di dalam segala penderitaan mereka, Dialah yang menderita. Orang yang menjamah umat-Nya, berarti menjamah Dia sama kerasnya seperti yang mereka lakukan terhadap biji mata-Nya.
                                    Terakhir, inilah pelaksanaan kedua hukuman yang dijatuhkan itu (ay. 46). Pelaksanaan hukuman adalah nyawa hukum itu sendiri, dan Kristus akan memastikan bahwa semua akan dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkan.
                                        . Orang-orang jahat ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal. Hukuman akan dilaksanakan dengan cepat, tanpa penangguhan lagi, juga tidak diberi waktu untuk dimasukkan dalam tahanan pengadilan terlebih dahulu. Pelaksanaan hukuman terhadap orang-orang jahat disebutkan pertama, karena yang dikumpulkan dan dibakar terlebih dahulu adalah lalang.

                                        Perhatikanlah:

                                            (1) Keadaan hukuman bagi orang-orang jahat di kemudian hari akan berupa hukuman kekal, karena keadaan hukuman itu tidak dapat diubah lagi. Jangan pula menyangka bahwa orang-orang berdosa akan mengubah watak mereka, atau bahwa Allah akan memberikan anugerah-Nya untuk mengubah mereka. Ketika masih di dunia ini, mereka telah menyia-nyiakan masa anugerah, Roh anugerah ditentang, dan tujuan anugerah disalahgunakan dan dikacaukan mereka.
                                            (2) Orang-orang jahat itu disuruh masuk ke dalam hukuman, bukan karena mereka bersedia masuk dengan sukarela. Tidak, mereka diusir dari tempat terang ke dalam kegelapan. Hal itu menunjukkan adanya rasa bersalah yang kuat dan tidak dapat dilawan serta hilangnya harapan akan datangnya belas kasihan.
                                        . Orang benar akan masuk ke dalam hidup yang kekal. Artinya, mereka akan menerima Kerajaan itu (ay. 34).

                                        Perhatikanlah:

                                            (1) Sorga adalah kehidupan, hanya ada kebahagiaan semata. Kehidupan jiwa merupakan hasil dari persekutuannya dengan Allah melalui perantaraan Yesus Kristus, sama seperti kehidupan tubuh berasal dari persekutuannya dengan jiwa melalui nafas. Kehidupan sorgawi terdapat dalam pandangan dan harapan terhadap Allah, dalam keselarasan sempurna dengan Dia, dan persekutuan langsung tanpa halangan dengan Dia.
                                            (2) Itu adalah kehidupan kekal. Tidak akan ada kematian di masa kehidupan itu, juga tidak akan ada usia lanjut di masa penghiburan itu, atau dukacita yang memahitkan. Dengan demikian, kehidupan dan kematian, keberuntungan dan kecelakaan, berkat dan kutuk, diperhadapkan kepada kita, sehingga kita dapat memilih jalan kita, dan begitulah nantinya akhir hidup kita. Bahkan orang-orang kafir pun mempunyai suatu gagasan tentang perbedaan di antara orang baik dan jahat di dunia lain. Cicero (seorang pemikir Romawi kuno -- pen.) dalam tulisannya Tusculan Questions (lib. 1), mengutip perkataan Socrates, Duae sunt viae, duplicesque cursus è corpore exeuntium: nam qui se vitiis humanis contaminarunt, et libidinibus se tradiderunt, iis devium quoddam iter est, seclusum à consilio deorum; qui autem se integros castosque servarunt, quibusque fuerit minima cum corporibus contagio, suntque in corporibus humanis vitam imitati deorum, iis ad illos a quibus sunt profecti facile patet reditus -- Dua jalan terbentang di hadapan mereka yang meninggalkan tubuh jasmani. Mereka yang telah mencemari diri dengan kejahatan manusia, dan menyerahkan diri pada hawa nafsu mereka, mengambil jalan yang membawa mereka jauh dari perhimpunan dan tempat para dewa. Tetapi, mereka yang jujur dan suci, orang-orang yang tidak dicemari oleh kedagingan, dan sementara tinggal di dalam tubuh ini telah meneladani para dewa, orang-orang ini dengan mudahnya akan menemukan jalan untuk kembali pada keadaan yang mulia, tempat asal mereka.


* Pemisahan kekal.
Pengikut Yesus sejati dan pengikut palsu sulit dibedakan. Jangankan itu, membedakan antara Kristen dan bukan Kristen saja pun sulit. Ada Kristen yang jahatnya ampun-ampun dibandingkan yang tidak mengaku Kristen. Ada pula bukan Kristen yang kebaikannya boleh diadu dengan Kristen serius mana pun.  Akan tiba saatnya Tuhan sendiri memisahkan manusia ke dalam dua kelompok. Mereka yang beroleh perkenan-Nya dan mereka yang ditolak-Nya.
Tempat bagi perbuatan baik. Tahun lalu hati kita tersentuh oleh amal bakti dua wanita teladan: Putri Diana dan Ibu Teresa. Di sini Tuhan menyatakan bahwa perbuatan baik orang terhadap yang lapar, yang miskin, yang telanjang menyebabkan mereka disambut Tuhan ke dalam kebahagiaan kekal. Hidup kekal karena amal dan perbuatan; itukah yang sedang Tuhan ajarkan? Tidak! Tak seorang pun dibenarkan oleh perbuatannya. Tak seorangpun mampu menghasilkan perbuatan baik dan benar terus menerus tanpa cacat. Maksud Tuhan, orang yang sungguh beriman pasti menghasilkan ibadah. Kebaikan itu dilakukan bukan supaya diselamatkan, tetapi syukur kepada Tuhan sendiri.




Lagu Natal (Christmas)
Latest Christian Song





December 1-7 (Week 49) - Esther 7-10; Revelation 3 || Ezra 7-10; Psalm 97; Rev 4 || Nehemiah 1-3; Rev 5 || Neh 4-6; Psalm 98; Rev 6 || Neh 7-9; Psalm 140; Rev 7

Hari ini, 7 Desember - Efesus 1-3

Hari ini, 7 Desember - Maz 137:9-138:6, Dan 11-12, 1 Yoh 5, Ams 30:13-14

Hari ini, 7 Desember - Yohanes 16:1-11, Wahyu 4, Ayub 30, Yoel 2-3

BACAAN ALKITAB SETAHUN:



Arsip Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM 2017..

Register   Login  

contoh kj 424 bukan kj.424



Latest Christian Song
** Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 31 JANUARI 2020 - ORANG YANG MENANG ADALAH ANAK ALLAH - Wahyu 21:6-8 - MINGGU II SESUDAH EPIFANI Wahyu 21:6-8 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Alfa dan Omega, di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang // bagian mereka, Kebenaran dan kepastian dari keadaan yang membahagiakan ini disahkan oleh firman dan janji Allah, YESUS ADALAH SUMBER PENGHARAPAN DAN KEKUATAN
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 30 JANUARI 2020 - YESUS: RAJA DARI SEGALA RAJA DAN TUHAN DARI SEGALA TUHAN - Wahyu 19:14-16 - MINGGU II SESUDAH EPIFANI Wahyu 19:14-16 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

Khotbah Ibadah GPIB RABU, 29 JANUARI 2020 - YESUS ADALAH SOLUSI - Lukas 8:22-25 SGDK) -MINGGU II SESUDAH EPIFANI Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Marilah kita bertolak ke seberang danau, Yesus tertidur // Taufan // Perahu itu kemasukan air dan mereka dalam bahaya, Kita binasa // Ia pun bangun, lalu menghardik air dan angin yang mengamuk itu, Kristus memerintahkan murid-murid-Nya untuk bertolak ke seberang danau, LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN SAMA 0| MATATUHAN
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 28 JANUARI 2020 - BESAR DAN AJAIB - Wahyu 15:1-4 - MINGGU II SESUDAH EPIFANI Wahyu 15:1-4 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Tujuh Cawan Penghukuman, telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya // nyanyian Musa, hamba Allah dan nyanyian Anak Domba, Pekerjaan penumpahan tujuh cawan, yang dipercayakan kepada tujuh malaikat, Patutlah Allah dipuji dan disembah sepanjang abad, BESAR DAN AJAIB
Khotbah Ibadah GPIB - SENIN, 27 JANUARI 2020 - JANJI PENYERTAAN TUHAN - Wahyu 1:17-20 - MINGGU II SESUDAH EPIFANI Wahyu 1:17-20 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat // Efesus // Smirna // Pergamus // Tiatira, Sardis, Filadelfia, // Laodikia // Iblis, tujuh kaki dian dari emas, // Anak Manusia, // Yang Awal dan Yang Akhir // Yang Hidup; // kunci maut dan kerajaan maut // apa yang telah kaulihat // yang terjadi sekarang // yang akan terjadi sesudah ini // sesudah

Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 31 Desember 2019 - TETAP SEMANGAT KARENA TUHAN SELALU BERI BERKAT - Yesaya 61:10-11 (SGD) - MALAM TAHUN BARU Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Orang percaya yang telah lahir baru dengan sukaria menanggapi janji-janji mulia ini., Kemakmuran Jemaat . BERSYUKUR BERSAMA TUHAN
Khotbah Ibadah GPIB Senin, 30 Desember 2019 - PUJILAH NAMA TUHAN - Senin, 30 Desember 2019 - MINGGU SESUDAH NATAL Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Ajakan kepada bumi, Pujilah Tuhan di bumi, Sebuah Undangan untuk Memuji,
Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 29 Desember 2019 - MENSYUKURI PENYERTAAN ALLAH - Yesaya 52:1-10 (SGD) - HARI MINGGU SESUDAH NATAL Yesaya 52:1-10 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Dorongan bagi Yerusalem,
Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Desember 2019 - MENGENAL DlA - 1 Yohanes 1:3-6 - MINGGU SESUDAH NATAL 1 Yohanes 1:3-6 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar // persekutuan. Kamu juga , Supaya sukacita kami menjadi sempurna , Allah adalah terang, Hidup di dalam kegelapan // Tidak melakukan kebenaran, Kesaksian Rasuli
Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 27 Desember 2019 - HIDUP DI DALAM TERANG - 1 Yohanes 1:5-10 - MINGGU SESUDAH NATAL 1 Yohanes 1:5-10 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)







Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH NATAL 2019 dan TAHUN BARU 2020 GPIB
TATA IBADAH KELUARGA MALAM NATAL 2019, TATA IBADAH MALAM NATAL 2019, TATA IBADAH HARI NATAL 2019, TATA IBADAH SESUDAH NATAL 26 DES 2019, TATA IBADAH KELUARGA MALAM AKHIR TAHUN 31 DES 2019, TATA IBADAH MALAM AKHIR TAHUN 2019, TATA IBADAH TAHUN BARU 2020




New Submit
KAMIS, 2 JANUARI 2020
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 2 JANUARI 2020 - HADIAH DARI SORGA - Filipi 3:12-16 - MINGGU SESUDAH NATAL


TATA IBADAH KELUARGA MALAM AKHIR TAHUN 31 DES 2019 (bisa dilihat di HP)


TATA IBADAH KELUARGA MALAM NATAL 2019 (bisa dilihat di HP)

Jumat, 06 Desember 2019
Zie De Maan Schijnt Door De Bomen

Friday, December 06, 2019
John Schneider Scores First Number One Christian Country Single

Friday, December 06, 2019
End of journey as gospel star Zimu loses battle against cancer

Friday, December 06, 2019
‘A wakeup call:‘ British theologian N.T. Wright on the prosperity gospel, climate change and Advent

Kamis, 05 Desember 2019
When Christmas Comes Around - Caitie Hurst

Wednesday, December 04, 2019
Seek the light during busy Advent season, advises NAU chaplain

Wednesday, December 04, 2019
Seek the light during busy Advent season, advises university chaplain

Wednesday, December 04, 2019
Early Rain Church Elder Sentenced to Four Years in Prison for Having Christian Literature

Wednesday, December 04, 2019
Lighthouse Christian School Contributes to Christmas Spirit

Selasa, 03 Desember 2019
Materi Rancangan Dasar (Randas) Akta Gereja


Kalender GKJ Desember 2020


Kalender GKJ Nopember 2020


Kalender GKJ Oktober 2020


Kalender GKJ September 2020


Kalender GKJ Agustus 2020


Kalender GKJ Juli 2020


Kalender GKJ Juni 2020

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, Khotbah Ibadah GPIB 2020, Lagu Natal (Christmas), TATA IBADAH NATAL 2019 dan TAHUN BARU 2020 GPIB,



Renungan mikha 4:6-14,   tata cara ibadah GERMITA,   lirik lagu tuhan pelita hidupku,   kotbah Yohannes 1:14-18,   kotbah yesaya 43 1-4,   Renungan harian Johannes 1:14-18,   Santapan harian Johannes 1:14-18,   lagu vetri kumase rohani,   hothbah yesaya 40:1-8,   eksposisi yakobus 1:17,   TEMA NATAL GEREJA PROTESTAN MALUKU 2019/2020,   TEMA NATAL GEREJA PROTESTAN MALUKU 2019/2020,   chord O Allagku.jenguklah diriku,   kata sambutan natal,   Santapan Harian Johannes 1:14-18,   ilustrasi kasih allah terbukti untuk sekolah minggu,   sentosa dalam yesus chord,   musik mazmur 72,   not nkb 166,   kabar gembira lagu natal,   partitur SATB Hai Mari Berhimpun,   renungan Lukas 3: 1-20,   ucapan selamat natal untuk persekutuan,   lagu kidung ceria syair ibu,   lagu kidung ceria syair ibu,   partitur lagu paduan suara tema hari ibu,   khotbah mazmur 91,   lirik lagu dunia gemar dan soraklah,   pesan dan kesan natal kaum bapak,   contoh liturgi ibadah natal GPM,   contoh liturgi ibadah natal GPM,   siapa gerangan sang raja not angka,   KHOTBAH YOHANES 1:14-18 (ADVENT II),   KHOTBAH YOHANES 1:14-18 (ADVENT II),   kotbah natal 2017,   Lirik lagu natal Gloria Gloria,   Kumpulan penjabaran yohannes 1:14-18,   lirik lagu kj 376 versi toraja,   ucapan selamat natal untuk persekutuan,   +hotbah yesaya 60:1-7,   download mp3 kidung jemaat 69,   lagu natal untuk persembahan syukur,   lagu masa adven 2019,   lagu masa adven 2019,   lagu masa adven 2019,   bahan khotbah Adven Gmit 2019,   gits bakti 324,   download lagu GEREJA,   download lagu GEREJA,   lirik lagu tuhan pelita hidupku,   khotbah masa adventus yesaya12:1-6,   lirik lagu surya bersinar,   download lagu rohani mp3 gratis,   download lagu rohani mp3 gratis,   khotbah 1 tim. 4:1-16,   kalender liturgi 2020,   sambutan pranatal gmim,   contoh lagu komuni minggu advent ketiga tahun A 2019,   liturgi perayaan ekaristi 15 desember 2019 tahun a,   lagu mazmur untuk tahun a 15 desember 2019 minggu advent III,   kalender katolik desember 2019,   kalender katolik desember 2019,   kalender katolik desember 2019,   kalender katolik desember 2019,   &rct=j,   Lirik lagu natal praise and worship ibadah natal 25 desember,   nyanyian rohani no 97,   lagu berita anugerah,   doa persembahan katolik,   pidato radio menjelang natal,   kalender liturgi 2020,   lagu persembahan,   khotbah maz 72:1-7,   khotbah maz 72:1-7,   pujian untuk persembahan,   khotbah lukas 16 : 19-31 minggu biasa,   khotbah lukas 16 : 19-31 minggu biasa,   khotbah Yohannes 1:14-18,   contoh kata sambutan di acara natal,   lagu wartakanlah kabar gembira tek,   khotbah Matius 24:3-8,   kalender liturgi oktober 2020,   kalender liturgi 2019,   DSL NO 218 SAMBUTLAH,   materi adven ke1,   lirik lagu rohani pujian bukan setiap orang yang berseru Tuhan Tuhan masuk kerajaan Allah,   renungan Zakaria 9 ; 9-10,   matius 10 :34-42,   khotbah kisah para rasul 13:13-25,   contoh liturgi natal gpib,   not angka lagu bagimu damai sejahtera,   kalender liturgi desember 2019,   lagu persembahan,   pengertian tanah,kayu,perak,emas dalam konteks 2 timotius 2: 20,21,   sambutan natal sesuai tema yesus datang untuk pembaharuan,   lagu rohani o genta malam,   surat penitipan pemberkatan nikahgereja,   renungan mazmur 97 11 12,   Sabda Bina Pemuda 7 Desember 2019,   lagu rohani pakai hidupku sebagai alatmu,   kubawah kepadamu oh tuhan,   lagu kj tentang memuji tuhan,   tema natal 25 desember se gbkp 2019,   tema natal 25 desember se gbkp 2019,   ppt yohanes 15: 9 - 17,   ppt yohanes 15: 9 - 17,   Rngn kisah para rasul 8:1-25,   kata sambutan kepala sekolah,   khotbah 1 tesalonika 3 7 - 13,   kotbah yesaya 43: 1-7,   Renungan harian 2 samuel 4,   MAZMUR 146:5-10 JUSWANTORI LIRIK,   partitur koor terpujilah allah hikmatnya besar,   partitur koor terpujilah allah besar kuasanya,   renungan tentang serigala akan tinggal dengan domba,   kalender liturgi 2020,   gambar kalender katolik 2020,   kalender Liturgi 2019,   lagu misa angkatlah hatimu madahkan lagu,   renungan yesaya 11:6-9,   lagu mankind,   &rct=j,   &rct=j,   lagu pengantar pernikahan digerja,   lagu sebelum doa syafaat,   renunngan ulangan 18:15-19,   renunngan ulangan 18:15-19,   not angka lagu seribu lilin nyalakan,   not angka lagu seribu lilin nyalakan,   not angka lagu seribu lilin nyalakan,   contoh liturgi malam natal gkp,   contoh liturgi malam natal gkp,   contoh khotbah ibadah raya,   kunci lagu bagi allah yang mulia,   LIRIK mazmur gb 114,   kalender liturgi 2019,   LIRIK mazmur 146 5-10 juswantori,   Renungan Roma 15:1-13 Kaitan dengan Minggu Adven,   Berharap pada Tuhan dalam Mikha 7:7-13,   Khotbah tentang berharap pada Tuhan dalam Mikha 7:7-13,   Khotbah tentang berharap pada Tuhan dalam Mikha 7:7-13,   pakailah waktu anugrah tuhanmu lagu,   materi khotbah natal 2019,   khotbah yesaya 55:6-11,   PKJ no 72,   tata ibadah natal gbi 2019,   DAWNLOAD MP3 MULIAKANLAH,   kalender liturgi 2019,   kalender liturgi 2019,   TAFSIRAN YOHANES 1:14-18,   TAFSIRAN YOHANES 1:14-18,   Renungan untuk ibadah minggu tgl 8 desember 2019,   Renungan untuk ibadah minggu tgl 8 desember 2019,   kalender liturgi 2019,   Renungan untuk ibadah minggu tgl 8 desember 2019,   Renungan untuk ibadah minggu tgl 8 desember 2019,   lagu worship terbaru mau khotbah,   renungan matius 3:10,   hari raya katolik 2020,   LIRIK LGU MULIA SEMBAH RAJA MULIA,   teks koor lagu natal katolik,   kata kata sambutan natal kristen,   kalender liturgi katolik 2019,   judul tata ibadah gereja,   renungan dari bacaan roma 15:4-9,   liturgi katolik desember 2019,   liturgi katolik desember 2019,   teks lagu misa hari anak misioner se dunia,   Khotbah Yesaya 9:1-6,   jamita minggu 8 desember 2019, sian Johannes 1:14-18,   Yesaya 9:1-6,