c59shop.com
   
Save Page
Minggu, 10 Desember 2017  
2 Petrus 3:8-15a 
3:8 Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. 3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. 3:10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. 3:11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup 3:12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. 3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. 3:14 Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia. 3:15 Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.

Penjelasan:
* Pikiran tentang Kekekalan (3:8)
Dalam perkataan ini, Rasul Petrus hendak mengajar dan memantapkan orang-orang Kristen dalam kebenaran tentang kedatangan Tuhan. Di situ kita dengan jelas bisa merasakan kelembutan dan kasih sayangnya dalam berbicara kepada mereka, dengan menyebut mereka kekasih. Ia mempunyai kepedulian yang penuh belas kasihan dan kasih yang disertai kehendak baik terhadap orang-orang kafir yang malang yang menolak untuk mempercayai wahyu ilahi. Tetapi ia memiliki rasa hormat yang istimewa terhadap orang yang sungguh sungguh percaya, sehingga ia turut merasa prihatin dengan ketidaktahuan serta kelemahan yang dilihatnya masih tersisa dalam diri mereka. Karena itulah ia terdorong untuk memperingatkan mereka. Di sini kita dapat memperhatikan,
I. Kebenaran yang ditegaskan Rasul Petrus, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. Walaupun, di mata manusia ada perbedaan besar antara satu hari dan satu tahun, dan perbedaan yang jauh lebih besar lagi antara satu hari dan seribu tahun, namun di mata Allah, yang berdiam dalam kekekalan, di mana tidak ada pergantian, tidak ada perbedaan. Sebab semua hal yang telah lalu, kini, dan akan datang, selalu ada di hadapan-Nya, dan penundaan seribu tahun tidak begitu berarti banyak bagi-Nya bagaikan satu hari atau satu jam bagi kita.
II. Pentingnya kebenaran ini: Untuk yang satu ini, Rasul Petrus tidak ingin kita tidak mengetahuinya. Ketakjuban yang kudus dan ketakutan yang penuh hormat terhadap Allah adalah penting bagi kita dalam menyembah dan memuliakan Dia. Dan kepercayaan bahwa terbentang jarak yang tak terbayangkan antara Dia dan kita sangatlah sesuai untuk melahirkan dan menjaga perasaan takut akan Allah, yang merupakan permulaan hikmat. Inilah kebenaran yang membawa damai sejahtera bagi kita, dan karena itu Rasul Petrus berusaha supaya kebenaran itu tidak tersembunyi dari mata kita. Seperti dalam bahasa aslinya, janganlah hal yang satu ini tersembunyi darimu. Jika orang tidak memiliki pengetahuan atau kepercayaan akan Allah yang kekal, mereka akan sangat cenderung membayangkan Dia seperti diri mereka sendiri. Namun, betapa sulitnya memahami apa itu kekekalan! Oleh sebab itu bukan hal yang amat mudah untuk mencapai pengetahuan tentang Allah sebagaimana yang mutlak diperlukan.

* 2Ptr 3:8-9 - Di hadapan Tuhan ... satu hari // Supaya semua orang berbalik dan bertobat
Di hadapan Tuhan ... satu hari. Petrus sekarang tiba pada tujuan pembahasannya, yaitu bahwa penundaan kedatangan kembali Kristus yang menjadi bahan ejekan bukanlah dasar yang kuat untuk meragukan kedatangan-Nya. Hal ini sudah disinggung sekilas ketika membahas air bah di zaman Nuh. Peristiwa itu juga terjadi lama sesudah saat diberitakan sehingga dianggap orang waktu itu sebagai tidak masuk akal: tetapi penghakiman tersebut akhirnya tiba juga sebagaimana dikemukakan oleh Allah sebelumnya. Pembahasan ini merupakan penyebutan Nuh yang ketiga kali oleh Petrus (I Ptr. 3:20: II Ptr. 2:5), suatu petunjuk lain tentang kesatuan kedua surat ini. Pembandingan satu hari dengan seribu tahun di hadapan Allah merupakan suatu pernyataan yang indah tentang keabadian Allah, yaitu keunggulan-Nya alas keterbatasan dari ruang dan waktu (bdg. Mzm. 90:4). Menarik untuk dipikirkan bahwa konsep semacam itu membantu kita di dalam menantikan kedatangan-Nya kembali. Kita akan menyelesaikan tahun-tahun pengembaraan kita di bumi ini dengan cepat. Tetapi sesudah itu, "bersama dengan Tuhan dan dibebaskan dari segala keterbatasan ruang waktu, hanya sehari atau dua hari saja - ditinjau dari zaman rasuli sekalipun - sebelum saat kerajaan-Nya tiba dengan segenap kemuliaan. Supaya semua orang berbalik dan bertobat. Masa penantian Allah ini bertujuan untuk menebus orang: kehendak-Nya yang mendasar ialah agar semua orang dapat berbalik kepada diri-Nya.

* Kehancuran Dunia (3:9-10)
Di sini kita diberi tahu bahwa Tuhan tidak lalai. Ia tidak menunda-nunda melebihi waktu yang ditentukan. Seperti halnya Allah menepati waktu yang sudah ditentukan-Nya untuk membebaskan kaum Israel dari Mesir pada suatu hari (Kel. 12:41), demikian pula Ia akan menepati waktu yang sudah ditentukan untuk datang menghakimi dunia. Betapa jauh berbeda pertanggungjawaban yang diberikan Allah dan pertanggungjawaban yang diberikan manusia! Orang baik cenderung berpikir bahwa Allah diam saja melewati waktu yang ditentukan, yaitu waktu yang telah mereka tetapkan untuk membebaskan diri mereka sendiri dan jemaat. Tetapi mereka menetapkan satu waktu dan Allah menetapkan waktu lain, dan Ia tidak akan gagal menepati hari yang telah ditentukan-Nya. Orang-orang fasik berani menuduh dan mempersalahkan Allah lalai, seolah-olah Ia telah melewatkan waktu, dan tidak jadi datang. Tetapi Rasul Petrus meyakinkan kita,
I. Bahwa apa yang dianggap orang sebagai kelalaian sebenarnya merupakan kesabaran, dan itu adalah terhadap kita. Ia memberikan lebih banyak waktu kepada umat-Nya sendiri, yang telah dipilih-Nya sebelum dunia dijadikan, yang banyak di antaranya masih belum bertobat. Dan mereka yang beroleh anugerah dan perkenanan Allah harus bertumbuh dalam pengetahuan dan kekudusan, dan dalam melatih iman dan kesabaran. Mereka harus berlimpah-limpah dalam perbuatan baik, berbuat dan menderita sesuai panggilan mereka, supaya mereka membawa kemuliaan bagi Allah, dan semakin layak bagi sorga. Sebab Allah tidak menghendaki seorang pun dari mereka ini binasa, tetapi supaya mereka semua bertobat. Di sini perhatikanlah,
1. Pertobatan mutlak diperlukan untuk keselamatan. Jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa (Luk. 13:3, 5).
2. Allah tidak senang dengan kematian orang-orang berdosa. Karena hukuman bagi para pendosa merupakan siksaan terhadap makhluk-Nya, maka Allah yang penyayang tidak senang dengannya. Dan meskipun maksud utama Allah dalam bersabar adalah demi memberi kebahagiaan bagi orang-orang yang dari mulanya telah Dia pilih untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan mereka dan dalam kebenaran yang mereka percayai, namun kebaikan dan kesabaran-Nya pada hakikatnya mengundang dan memanggil orang-orang untuk bertobat. Jika manusia tetap tidak mau bertobat setelah Allah memberikan ruang untuk bertobat, maka Ia akan memperlakukan mereka dengan lebih keras lagi, meskipun alasan kuat mengapa Ia tidak segera datang adalah karena Ia belum menggenapi jumlah orang pilihan-Nya. ”Oleh sebab itu, janganlah menyalahgunakan kesabaran Allah, dengan membiarkan dirimu berjalan di jalan kefasikan. Jangan coba-coba terus berjalan di jalan para pendosa, atau duduk dengan perasaan aman dalam keadaan tidak bertobat, seperti orang yang berkata (Mat. 24:49), tuanku tidak datang-datang, supaya jangan Ia datang dan mengejutkan kamu." Sebab,
II. Hari Tuhan akan tiba seperti pencuri (ay. 10). Di sini kita dapat mencermati,
1. Pastinya kedatangan hari Tuhan. Meskipun sekarang sudah lebih dari seribu enam ratus tahun berlalu sejak surat ini ditulis, dan harinya masih belum tiba juga, hari itu pasti akan tiba. Allah telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia dalam kebenaran, dan Ia akan menepati janji-Nya. Sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi (Ibr. 9:27). ”Oleh sebab itu, mantapkanlah hatimu bahwa hari Tuhan pasti akan datang, dan kamu pasti akan dipanggil untuk mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang kamu lakukan di dalam tubuh, entah baik atau jahat. Dan hendaklah hidupmu yang benar di hadapan Allah, dan seringnya kamu menilai dirimu sendiri, menjadi bukti akan keyakinanmu yang teguh mengenai adanya sebuah penghakiman di masa depan, ketika banyak orang hidup seolah-olah mereka tidak akan pernah memberikan pertanggungjawaban sama sekali."
2. Tiba-tibanya kedatangan hari Tuhan ini: Hari itu akan tiba seperti pencuri di malam hari, pada waktu orang sedang tertidur dan merasa aman, dan sama sekali tidak menyadari atau mengharapkan kedatangan hari Tuhan, seperti halnya orang kedatangan pencuri ketika mereka sedang tidur nyenyak, di malam yang gelap dan sunyi. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! (Mat. 25:6), dan pada saat itu bukan hanya gadis-gadis yang bodoh, melainkan juga gadis-gadis yang bijaksana mengantuk dan tertidur. Tuhan akan datang pada hari yang tidak kita sangkakan, dan pada saat yang tidak kita ketahui. Waktu yang dianggap orang paling tidak tepat dan tidak mungkin, dan karena itu ketika mereka merasa sangat aman, itulah yang akan menjadi waktu kedatangan Tuhan. Maka dari itu, hendaklah kita waspada supaya dalam pikiran dan bayangan kita, kita tidak menganggap hari itu masih jauh. Sebaliknya, anggaplah hari itu sudah semakin dekat pada kenyataannya, berdasarkan masih jauhnya hari itu menurut pendapat dunia yang fasik.
3. Khidmatnya kedatangan hari Tuhan ini.
(1) Langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat. Langit yang terlihat, karena tidak mampu bertahan ketika Tuhan datang dalam kemuliaan-Nya, akan berlalu. Langit akan mengalami perubahan besar-besaran, dan ini akan terjadi secara sangat tiba-tiba, dan dengan gemuruh yang sedemikian kencang sebagaimana yang pasti akan terjadi dalam kehancuran dan keruntuhan tatanan yang sedemikian besar.
(2) Unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api. Pada kedatangan Tuhan ini, tidak hanya akan bertiup badai yang dahsyat di sekeliling-Nya, sehingga langit itu sendiri akan berlalu seperti tertiup badai yang kencang, tetapi juga di hadapan-Nya ada api menjilat, yang akan menghanguskan unsur-unsur yang membentuk makhluk hidup.
(3) Dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Bumi, beserta para penghuninya, dan segala karya yang ada di dalamnya, akan dihanguskan. Bumi, beserta para penghuninya, dan segala karyanya, entah yang alami atau buatan, akan dimusnahkan. Istana-istana dan taman-taman megah, dan semua hal yang diinginkan, yang dicari-cari manusia-manusia duniawi dan di dalamnya mereka menempatkan kebahagiaan mereka, semuanya akan dihanguskan. Segala macam makhluk hidup yang telah diciptakan Allah, dan semua karya manusia, harus tunduk, harus melewati api, yang akan menjadi api yang menghanguskan bagi segala sesuatu yang telah dibawa ke dalam dunia oleh dosa, meskipun mungkin akan menjadi api yang memurnikan bagi karya-karya tangan Allah, sehingga karena cermin penciptaan dibuat jauh lebih terang, maka orang-orang kudus dapat melihat kemuliaan Tuhan di dalamnya dengan jauh lebih baik.
Sekarang, siapa yang tidak bisa melihat perbedaan antara kedatangan Kristus yang pertama dan yang kedua! Walaupun begitu, kedatangan Kristus yang pertama disebut sebagai hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu (Mal. 4:5). Jadi betapa jauh lebih mengerikan penghakiman yang akan datang ini! Semoga kita menjadi bijak sehingga mempersiapkan diri untuk itu, supaya hari itu tidak menjadi hari pembalasan dan kehancuran bagi kita. Oh! apa yang akan terjadi pada kita, jika hati kita terpatri pada bumi ini, dan menjadikannya sebagai bagian kita, padahal semuanya ini akan dihanguskan? Oleh karena itu waspadalah, dan pastikanlah mencari kebahagiaan di luar dunia yang terlihat ini, yang pasti akan hancur lebur seluruhnya.

* 2Ptr 3:10 - Hari Tuhan akan tiba seperti pencuri // Langit akan lenyap ... unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api
Hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Sekalipun tampaknya tertunda. Firman Allah kembali akan terbukti sebagai benar. Hari itu akan tiba. Kunjungan pencuri yang tiba-tiba, dan tidak terduga pada malam hari merupakan perumpamaan favorit Kristus, dan kini diangkat kembali oleh para rasul. Langit akan lenyap ... unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api. Mungkin di sini kembali kitab Enoch disinggung sedikit, sebab di dalamnya terdapat sebutan tentang "gunung-gunung dari tujuh logam" serta kehancurannya. Rupanya di kalangan Yahudi secara umum ada harapan bahwa bumi akan dibersihkan dengan api. Pengharapan ini tentu saja ada di luar acuan Alkitab tentang kerajaan seribu tahun.

* 2Ptr 3:11-12 - Betapa suci dan salehnya kamu harus hidup // Menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah // Mempercepat kedatangan hari Allah
11, 12. Betapa suci dan salehnya kamu harus hidup. Sebagaimana di surat pertamanya (1:14-16) di sini Petrus memakai pengharapan apokaliptik Kristen sebagai suatu pendorong yang kuat untuk hidup suci. Menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Bukankah suatu gambaran yang indah bagi mereka "yang merindukan kedatangan-Nya"? (bdg. II Tim. 4:8). Berbeda dengan mereka yang takut menghadapi saat tersebut. yang ketika mengalaminya secara tiba-tiba bahkan memohon agar batu dan gunung roboh menimpa mereka (Why. 6:15-17), orang Kristen dengan penuh semangat menantikan saat itu. Mempercepat kedatangan hari Allah. Mereka yang ikut membantu di dalam karya penebusan Allah tentu dapat merasakan ikut serta dalam kesudahannya.

* 2Ptr 3:13 - Menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran // sesuai dengan janji-Nya
13. Menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. Pokok ini telah merupakan pokok pembahasan dari para nabi (mis. Yes. 2:4; 11:6-9; Mik. 4:1-5): itu adalah sesuai dengan janji-Nya. Saat tersebut merupakan pengharapan dan visi yang dimiliki oleh Abraham dan para leluhur Israel lainnya (Ibr. 11:10). Itulah hal yang menjadikan orang Kristen sepanjang zaman sebagai "perantau dan pendatang." Bandingkan dengan apa yang dikatakan Paulus tentang hal ini di dalam Roma 8:19-25. Seperti halnya Lot di Sodom, seorang Kristen mau tidak mau akan meratap atas berkuasanya dosa serta segenap akibatnya. Nama yang diberikan kepada Yehovah oleh Israel kerajaan seribu tabun adalah Yehovah-Tsidkenu. "Tuhan kebenaranku."

* 2Ptr 3:14 - Sambil menantikan semuanya itu kamu harus berusaha // Berusaha // Perdamaian
14. Sambil menantikan semuanya itu kamu harus berusaha. Desakan yang diulang kembali bagi pengharapan kristiani sebagai motivasi untuk hidup waspada dan kudus. Berusaha dapat diterjemahkan dengan biasakan dirimu. Perdamaian dan kekudusan dihubungkan dalam Ibrani 12:14.

* 2Ptr 3:15 - Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat // Seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu // saudara kita yang kekasih
15. Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat. Petrus memberikan semangat kepada para pembacanya dengan menunjukkan alasan dari penundaan Allah, sebuah pokok yang sudah dibahas sebelumnya, di ayat 9. Allah menunda agar tampak kasih karunia-Nya.
Seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu. Petrus mengetahui tentang adanya surat-surat Paulus, sekalipun surat-surat tersebut ditulis hampir bersamaan dengan kedua suratnya sendiri. Rupanya tidak ada alasan untuk menafsirkan pernyataan ini sebagai menunjukkan bahwa kanon Perjanjian Baru sudah diakui secara formal ketika surat ini ditulis. Ungkapan saudara kita yang kekasih jelas mengacu kepada orang yang sezaman.

* Nasihat-nasihat yang Khidmat (3:11-18)
Setelah mengajarkan kepada mereka ajaran tentang kedatangan Kristus yang kedua, Rasul Petrus,
I. Mengambil kesempatan dari situ untuk menasihati mereka supaya murni dan saleh dalam segenap perilaku hidup mereka. Semua kebenaran yang diwahyukan dalam Kitab Suci harus dimanfaatkan untuk kemajuan kita dalam menjalani hidup yang saleh. Ini merupakan dampak yang seharusnya dihasilkan oleh pengetahuan kita akan Kitab Suci, sebab kalau tidak, kita tidak pernah menjadi lebih baik karenanya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kita harus hidup. Kita yang yakin akan hal itu, dengan meninggalkan dosa dan mati bagi dosa, yang telah sedemikian merusakkan dan menajiskan semua ciptaan yang terlihat, sehingga ada kebutuhan mutlak untuk meleburkan atau menghancurkan semua ciptaan itu! Semua yang dibuat untuk kegunaan manusia akan rentan menjadi sia-sia oleh dosa manusia. Jika dosa manusia telah membuat langit yang terlihat, dan unsur-unsur bumi, berada di bawah kutuk, yang darinya semua itu tidak dapat dibebaskan tanpa menghancurkannya, maka betapa jahat dan kejinya dosa itu, dan betapa dosa harus kita benci! Melihat bahwa kehancuran ini diperlukan supaya segalanya kembali pada keindahan dan keluhurannya yang mula-mula, maka betapa murni dan kudusnya kita harus hidup, supaya kita pantas bagi langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran! Kekudusan yang sebenar-benarnya dan menyeluruh, itulah yang ia nasihatkan, tidak berpuas diri dengan ukuran atau tingkat yang lebih rendah, tetapi berusaha menjadi unggul melampaui apa yang biasanya dicapai, yaitu kudus di rumah Allah dan di rumah kita sendiri, kudus dalam menyembah Allah dan dalam bergaul dengan manusia. Seluruh perilaku kita, entah dengan kalangan tinggi atau rendah, kaya atau miskin, baik atau buruk, kawan atau lawan, haruslah kudus. Kita harus menjaga supaya diri kita sendiri tidak dicemarkan oleh dunia dalam seluruh pergaulan kita dengannya. Kita harus menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah, dan dalam kasih terhadap Allah juga. Kita harus melatih diri kita beribadah, dalam segala macam ibadah, dan dalam semua bagiannya, dengan percaya kepada Allah dan bersuka karena Allah saja, yang tetap sama ketika seluruh ciptaan yang terlihat ini akan hancur, dengan mengabdikan diri untuk melayani Allah, dan berniat untuk memuliakan dan menikmati Allah, yang kekal untuk selama-lamanya. Sementara apa yang disukai dan dikejar oleh manusia duniawi pasti akan hancur semuanya. Hal-hal yang sekarang kita lihat pasti sebentar lagi akan berlalu, dan tidak akan ada lagi seperti sekarang. Oleh sebab itu, marilah kita melihat pada apa yang akan tetap ada, yang walaupun belum hadir, sudah pasti ada dan tidak terlalu jauh. Menantikan kedatangan hari Allah ini adalah satu dari perintah-perintah yang diberikan Rasul Petrus kepada kita, supaya kita secara unggul menjadi kudus dan saleh di dalam seluruh hidup kita. ”Nantikanlah hari Allah sebagai apa yang kamu yakini dengan teguh akan datang, dan apa yang sungguh-sungguh kamu rindukan." Kedatangan hari Allah adalah apa yang harus diharapkan dan sungguh-sungguh dinantikan oleh setiap orang Kristen. Karena hari itu adalah hari ketika Kristus tampil dalam kemuliaan Bapa, dan membuktikan Keilahian dan Ketuhanan-Nya bahkan kepada mereka yang menganggap-Nya hanya manusia biasa. Kedatangan yang pertama kali dari Yesus Kristus Tuhan kita, ketika Ia mengambil rupa seorang hamba, adalah apa yang dengan sungguh-sungguh ditunggu dan dinantikan oleh umat Allah. Kedatangan yang pertama itu adalah untuk penghiburan bagi Israel (Luk. 2:25). Betapa mereka harus terlebih lagi menantikan kedatangan-Nya yang kedua dengan pengharapan dan kesungguhan, yang akan menjadi hari penebusan mereka secara utuh, dan penyataan-Nya yang paling mulia! Ia akan datang pada hari itu untuk dimuliakan di antara orang-orang kudus-Nya dan untuk dikagumi oleh semua orang yang percaya. Sebab meskipun hari itu tidak bisa tidak pasti akan membuat orang-orang fasik ngeri dan takut, melihat langit yang terlihat seluruhnya terbakar api, dan unsur-unsur menjadi hancur lebur, namun orang percaya, yang imannya merupakan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat, dapat bersukacita dalam harapan akan langit yang lebih mulia. Langit itu akan datang setelah langit yang sekarang ini hancur lebur dan dimurnikan oleh api yang mengerikan itu, yang akan membakar semua ampas dari ciptaan yang terlihat ini. Di sini kita harus memperhatikan,
1. Apa yang dinantikan oleh orang-orang Kristen sejati: langit yang baru dan bumi yang baru, di mana hikmat, kuasa, dan kebaikan Allah dan Yesus Kristus Juruselamat kita yang agung akan jauh terlihat dengan lebih jelas daripada yang mampu kita ketahui dalam apa yang kita lihat sekarang. Sebab di dalam langit dan bumi yang baru ini, yang bebas dari kesia-siaan yang menguasai langit dan bumi yang lama, dan dosa yang dengannya mereka tercemar, hanya kebenaran yang akan tinggal. Langit dan bumi yang baru ini akan menjadi tempat kediaman orang-orang benar yang melakukan kebenaran, dan yang bebas dari kuasa dan kecemaran dosa. Semua orang fasik akan dicampakkan ke dalam neraka. Hanya orang-orang yang mengenakan kebenaran Kristus, dan disucikan oleh Roh Kudus, yang akan diterima untuk berdiam di tempat yang kudus ini.
2. Apa alasan dan dasar dari penantian dan pengharapan ini, yaitu janji Allah. Menantikan apa yang tidak pernah dijanjikan Allah merupakan perbuatan yang tidak pantas. Sebaliknya, jika harapan-harapan kita sesuai dengan janji, baik berkenaan dengan hal-hal yang kita nantikan maupun waktu dan cara penggenapannya, maka kita tidak akan kecewa, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. ”Oleh karena itu, pastikan bahwa kamu mengangkat dan mengatur harapan-harapanmu tentang semua perkara besar yang akan datang sesuai dengan firman Allah. Berkenaan dengan langit yang baru dan bumi yang baru, nantikanlah itu sebagaimana yang sudah diperbolehkan dan diarahkan Allah melalui bacaan-bacaan yang kita dapati dalam bagian Kitab Suci di hadapanmu sekarang ini, dan dalam Yesaya 65:17; 66:22, yang kemungkinannya dirujuk oleh Rasul Petrus di sini."
II. Seperti halnya dalam ayat 11 ia menasihatkan kita untuk hidup kudus berdasarkan pertimbangan bahwa langit dan bumi akan hancur, demikian pula dalam ayat 14 ia melanjutkan nasihatnya berdasarkan pertimbangan bahwa langit dan bumi itu akan diperbaharui lagi. ”Karena kamu mengharapkan kedatangan hari Allah, ketika Yesus Kristus Tuhan kita tampil dalam keagungan-Nya yang mulia, dan langit dan bumi ini akan hancur lebur, dan sesudah disucikan dan dimurnikan, akan ditegakkan dan dibangun kembali, maka bersiap-siaplah untuk menemui-Nya. Sudah menjadi kepedulian kamu untuk melihat bagaimana keadaanmu nanti ketika Sang Hakim atas seluruh dunia menjatuhkan hukuman atas manusia, dan menentukan bagaimana keadaan mereka nanti sepanjang segala kekekalan. Ini merupakan sidang pengadilan yang tidak menerima banding. Apa pun hukuman yang dijatuhkan di sini oleh Sang Hakim Agung ini tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu bersiap-siaplah untuk menghadap takhta pengadilan Kristus. Dan pastikanlah,"
1. ”Supaya kamu kedapatan dalam perdamaian dengan Dia, dalam keadaan damai dan diperdamaikan dengan Allah melalui Kristus, yang di dalam Dia saja Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya. Semua orang yang di luar Kristus ada dalam keadaan bermusuhan, dan menolak serta menentang Tuhan dan Dia yang diurapi-Nya, dan karena itu akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya. Hanya orang yang dosa-dosanya sudah diampuni dan berdamai dengan Allah yang akan aman dan berbahagia. Oleh karena itu, kejarlah perdamaian, perdamaian dengan semua."
(1) Damai dengan Allah melalui Yesus Kristus Tuhan kita.
(2) Damai dalam hati nurani kita sendiri, melalui Roh anugerah yang bersaksi bersama roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah.
(3) Damai dengan manusia, dengan memiliki hati yang tenang dan cinta damai dalam diri kita, yang menyerupai Tuhan kita yang terpuji.
2. Pastikan supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan Kristus. Kejarlah kekudusan dan juga perdamaian, bahkan sampai tidak bercela dan sempurna. Kita tidak hanya harus waspada terhadap semua cela yang bukan merupakan cela anak-anak Allah (ini hanya mencegah kita didapati sebagai orang yang tercela), tetapi juga kita harus mengejar kemurnian yang tak bercela, kesempurnaan mutlak. Orang-Orang Kristen harus menyempurnakan kekudusan, supaya mereka tidak bercela bukan hanya di hadapan manusia, melainkan juga di hadapan Allah. Semua ini menuntut dan memerlukan ketekunan yang sebesar-besarnya. Siapa yang melakukan pekerjaan ini dengan lalai tidak akan pernah melakukannya dengan berhasil. ”Jangan pernah berharap bahwa kamu akan didapati dalam keadaan damai pada hari Allah itu, jika kamu bermalas-malasan dan berleha-leha di waktu yang sekarang ini, saat di mana kita harus menyelesaikan pekerjaan yang diberikan kepada kita. Hanya orang-orang Kristen yang rajin yang akan berbahagia di hari Tuhan. Tuhan kita akan datang kepada kita secara tiba-tiba, atau akan segera memanggil kita kembali kepada-Nya. Jadi apakah kamu mau Dia mendapatimu sedang bermalas-malasan?" Ingatlah, ada kutukan yang diberikan terhadap orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai (Yer. 48:10). Sorga akan menjadi ganti rugi yang memadai atas segala ketekunan dan kerajinan kita. Oleh karena itu, marilah kita berusaha dan berjerih payah dalam pekerjaan Tuhan. Ia pasti akan memberi kita hadiah jika kita tekun dalam pekerjaan yang sudah diberikan-Nya kepada kita. Nah, supaya kamu rajin, anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat. ”Apakah Tuhanmu menunda kedatangan-Nya? Janganlah berpikir ini untuk memberikan lebih banyak waktu supaya kamu bisa leluasa memuaskan hawa nafsumu. Sebaliknya, itu untuk memberi kesempatan dan waktu yang besar untuk bertobat dan mengerjakan keselamatanmu. Itu tidak timbul dari tidak adanya kepedulian atau belas kasihan terhadap hamba-hamba-Nya yang menderita, juga tidak dimaksudkan untuk membiarkan dan memberikan dorongan kepada dunia yang fasik, tetapi supaya manusia mempunyai waktu untuk mempersiapkan diri bagi kekekalan. Jadi belajarlah untuk memanfaatkan dengan benar kesabaran Tuhan kita, yang sampai sekarang menunda kedatangan-Nya. Kejarlah perdamaian dan kekudusan, atau kedatangan-Nya akan mengerikan bagi kamu." Dan karena sulit untuk mencegah manusia menyalahgunakan kesabaran Allah, dan menggugah mereka untuk memanfaatkannya dengan benar, maka rasul kita mengutip Rasul Paulus yang juga mengarahkan manusia untuk memanfaatkan dengan baik kesabaran ilahi, supaya dengan mulut, atau dari pena, dua orang rasul, kebenaran tidak disangsikan. Di sini kita dapat mengamati bagaimana penghargaan dan perasaan Rasul Petrus ketika berbicara tentang Rasul Paulus, yang sebelumnya sudah menentang dan menegurnya dengan tajam di depan orang banyak. Jika orang benar memukul seseorang yang betul-betul saleh, maka itu akan diterima sebagai suatu kebaikan hati. Hendaklah ia menegur, maka itu akan seperti minyak yang baik, yang akan melembutkan dan mempermanis orang baik yang ditegur ketika ia berbuat salah. Betapa tingginya penghormatan yang diungkapkan oleh rasul untuk orang bersunat ini kepada orang yang sudah secara terbuka di hadapan semua orang, menegur dia, karena tidak berlaku lurus sesuai kebenaran Injil!
(1) Rasul Petrus menyebutnya saudara, yang berarti bahwa ia tidak hanya menjadikan Rasul Paulus sebagai sesama orang Kristen (yang dalam arti itu kata saudara digunakan dalam 1Tes. 5:27), atau sesama pemberita Injil (yang dalam arti itu Paulus menyebut Timotius sang penginjil sebagai saudara [Kol. 1:1]), tetapi juga sesama rasul, orang yang sama-sama diberi mandat yang luar biasa, langsung dari Kristus sendiri, untuk memberitakan Injil di segala penjuru, dan untuk memuridkan semua bangsa. Meskipun banyak guru-guru penyesat menyangkal jabatan kerasulan Paulus, namun Petrus mengakui dia sebagai seorang rasul.
(2) Rasul Petrus menyebutnya yang kekasih. Dan karena mereka berdua diberi mandat, dan kedua-duanya bersatu dalam pelayanan yang sama pada Tuhan yang sama, maka akan sangat tidak pantas jika mereka tidak bersatu di dalam kasih satu terhadap yang lain, untuk menguatkan tangan satu sama lain, saling menginginkan dan bersukacita dalam keberhasilan satu sama lain.
(3) Ia menyebut Rasul Paulus sebagai orang yang diberi hikmat luar biasa. Ia seorang yang unggul dalam pengetahuan tentang rahasia-rahasia Injil, dan dalam hal itu atau hal lain tidak tertinggal dari rasul-rasul lain. Betapa sangat diinginkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil yang sama harus memperlakukan satu sama lain sesuai dengan teladan yang diberikan Rasul Petrus di sini! Pasti sudah menjadi kewajiban mereka untuk berusaha, dengan cara-cara yang benar, mencegah atau menghilangkan segala prasangka yang menghambat kebergunaan hamba-hamba Tuhan. Mereka juga harus berusaha menimbulkan dan meningkatkan penghargaan serta penghormatan dalam pikiran jemaat terhadap hamba-hamba Tuhan, yang dapat memajukan keberhasilan pekerjaan mereka. Dan marilah kita amati juga di sini,
[1] Hikmat luhur yang ada dalam diri Paulus yang dikatakan dikaruniakan kepadanya. Pemahaman dan pengetahuan yang membuat orang memenuhi syarat untuk memberitakan Injil adalah karunia Allah. Kita harus mencari pengetahuan, dan berusaha mendapatkan pemahaman, dengan harapan bahwa itu akan dikaruniakan kepada kita dari atas, sementara kita juga tekun dalam menggunakan cara-cara yang semestinya untuk memperolehnya.
[2] Rasul Petrus menyampaikan kepada orang banyak sesuai apa yang diterimanya dari Allah. Ia berusaha memimpin orang lain sejauh ia sendiri dipimpin ke dalam pengetahuan tentang rahasia-rahasia Injil. Ia tidak lancang ikut campur ke dalam hal-hal yang belum pernah dilihatnya atau yang belum sepenuhnya diyakininya, dan ia tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah (Kis. 20:27).
[3] Surat-surat yang ditulis oleh rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi, dan ditujukan kepada orang-orang bukan Yahudi yang percaya kepada Kristus, dimaksudkan untuk mengajar dan membangun orang-orang dari kalangan Yahudi yang percaya kepada Kristus. Sebab pada umumnya orang berpendapat bahwa apa yang disinggung di sini termuat dalam surat kepada jemaat di Roma (Rm. 2:4), meskipun dalam semua suratnya ada beberapa hal yang merujuk pada satu atau lain hal dari topik-topik yang dibahas dalam pasal ini dan pasal sebelumnya. Bukan hal yang tampak aneh bahwa orang-orang yang ingin mencapai maksud umum yang sama, menegaskan hal-hal yang sama dalam surat-surat mereka. Tetapi Rasul Petrus melanjutkan dengan memberi tahu kita bahwa dalam hal-hal yang dijumpai dalam surat-surat Paulus, ada sebagian hal yang sulit dipahami. Di antara berbagai macam hal yang dibahas dalam Kitab Suci, ada sebagian yang tidak mudah dipahami karena tidak jelas, seperti nubuatan-nubuatan. Sebagian yang lain tidak dapat dipahami dengan begitu mudah karena sifatnya yang luhur dan agung, seperti ajaran-ajaran tentang hal-hal yang rahasia. Dan sebagian lagi sulit dicerna karena kelemahan akal budi manusia, seperti perkara-perkara mengenai Roh Allah, yang disebutkan dalam 1 Korintus 2:14. Dan di sinilah orang-orang yang tidak paham dan tidak teguh imannya berbuat celaka. Sebab mereka memelintir dan memutarbalikkan Kitab Suci, sehingga membuat Kitab Suci mengatakan apa yang tidak diniatkan oleh Roh Kudus. Orang yang tidak mendapat ajaran yang benar dan tidak berakar dengan baik di dalam kebenaran terancam bahaya besar untuk memutarbalikkan firman Allah. Orang yang sudah mendengarkan dan belajar dengan baik tentang Bapa adalah orang yang paling aman untuk tidak salah mengartikan dan salah menerapkan bagian-bagian firman Allah mana pun. Di mana ada kuasa ilahi untuk meneguhkan dan mengajar orang dalam kebenaran ilahi, di situ orang dijamin tidak akan jatuh ke dalam kesesatan. Sungguh merupakan berkat besar bagi kita untuk dapat belajar dengan mengamati akibat yang menyakitkan yang dialami oleh orang-orang yang masa bodoh dan tidak teguh hatinya, yaitu kehancuran mereka. Kesalahan-kesalahan, khususnya mengenai kekudusan dan keadilan Allah, mendatangkan kehancuran luar biasa kepada begitu banyak orang. Oleh karena itu, marilah kita dengan sungguh-sungguh berdoa supaya Roh Allah mengajar kita dalam kebenaran, supaya kita mengenal kebenaran sebagaimana yang ada di dalam Yesus, dan hati kita diteguhkan dengan anugerah, supaya kita dapat berdiri teguh dan tidak goyah, bahkan di masa-masa yang paling bergejolak, ketika orang lain diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran.



Label:   2 Petrus 3:8-15a 





NEXT:
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Minggu 17 Desember 2017 - Mazmur 126:1-6

PREV:
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Minggu 3 Desember 2017 Yesaya 64:1-9

Baca Garis Besar 2 Petrus

Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan


Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ*,
KMM, KJ, PKJ, GB, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI

Pembacaan Alkitab Anggota UEM Oktober 2017
(CRC Cina, GBKB, GKPPD, HKI, GKJTU, GKJW, GKKPA, GBKP, GKPI, BNKP, GKPM, GKPS, HKBP, GKITP, UCPP Filipina, dan MC-SL Srilangka)


Minggu 31 Desember 2017
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Minggu 31 Desember 2017 - Galatia 4:4-7
Penjelasan Ayat

Selasa, 26 Desember 2017
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Selasa, 26 Desember 2017 Mazmur 98:2-9 - Natal-2
Penjelasan Ayat

Senin, 25 Desember 2017
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Senin, 25 Desember 2017 - Yesaya 52:7-10 - Natal
Penjelasan Ayat

Minggu 24 Desember 2017
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Minggu 24 Desember 2017 - Lukas 1:26-38
Penjelasan Ayat

Minggu, 24 Desember 2017
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Minggu, 24 Desember 2017 - Malam Natal
Penjelasan Ayat

Minggu 17 Desember 2017
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Minggu 17 Desember 2017 - Mazmur 126:1-6
Penjelasan Ayat

Minggu, 10 Desember 2017
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Minggu 10 Desember 2017 - 2 Petrus 3:8-15a
Penjelasan Ayat
Khotbah Gereja CRC Cina, GBKB, GKPPD, HKI, GKJTU, GKJW, GKKPA, GBKP, GKPI, BNKP, GKPM, GKPS, HKBP, GKITP, UCPP Filipina, dan MC-SL Srilangka


2 Petrus 3:8-15a (1)
Galatia 4:4-7 (1)
Lukas 1:26-38 (1)
Matius 25:1-13 (1)
Mazmur 126:1-6 (1)
Mazmur 96:1-9 (1)
Mazmur 98:2-9 (1)
Roma 16:25-27 (1)
Yesaya 52:7-10 (1)
Yesaya 64:1-9 (1)
Zefanya 1:7,12-18 (1)


Arsip Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM 2017..


rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


MINGGU, 31 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 31 DESEMBER 2017 - IMAN YANG TETAP HIDUP - Matius 25:1-10 - MALAM AKHIR TAHUN
Penjelasan Ayat Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

MINGGU, 31 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 31 DESEMBER 2017 - JANGAN TELEDOR... ELING LAN WASPODO - Matius 25:11-13 - AKHIR TAHUN
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SABTU, 30 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 30 DESEMBER 2017 - MENGGUGAH KESADARAN - Ulangan 5:32-33 - MINGGU NATAL
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

JUMAT, 29 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 29 DESEMBER 2017MEMAKNAI KETIDAKSEMPURNAAN Ulangan 5:23-27 - MINGGU NATAL
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

KAMIS, 28 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 28 DESEMBER 2017 - JEJAK PASANG TAPAK KETAATAN - Ulangan 5:6-21 - MINGGU NATAL
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

RABU, 27 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 27 DESEMBER 2017 - BERPEGANGLAH PADA JANJI TUHANMU - Ulangan 4:30-40 - MINGGU NATAL
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SELASA, 26 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 26 DESEMBER 2017 - MENCINTAI KELUARGA ALLAH - Lukas 3:23-38 - HARI NATAL II
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SENIN, 25 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 25 DESEMBER 2017 - PERSIAPKAN JALAN UNTUK TUHAN - Lukas 3:1-9 - SELAMAT NATAL
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

MINGGU, 24 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 24 DESEMBER 2017 - SIAP DITOLAK DAN TIDAK DIHORMATI - Lukas 2:1-7 - MINGGU, 24 DESEMBER 2017
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SABTU, 23 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 23 DESEMBER 2017 - TERUS D|PEDUL|KAN ALLAH KEMBALI - Yesaya 65:24-25 - MINGGU ADVEN III
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

JUMAT, 22 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 22 DESEMBER 2017 - PERUBAHAN AJAIB - Yesaya 65:15-16 - MINGGU ADVEN III
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

KAMIS, 21 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 21 DESEMBER 2017 - UPAH BAGI YANG TIDAK SETIA - Yesaya 65:11-12 - MINGGU ADVEN III
Sabda Bina Umat (SBU)

RABU, 20 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 20 DESEMBER 2017 - SIKAP TUHAN TERHADAP PERILAKU UMAT-NYA - Yesaya 65:6-7 - MINGGU ADVEN II
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SELASA, 19 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 19 DESEMBER 2017 - AKIBAT HUKUMAN TUHAN - Yesaya 13:9-22 - MINGGU ADVEN III
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SENIN, 18 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 18 DESEMBER 2017 - ALLAH YANG SEDIAKAN JALAN - Yesaya l1:15-16 - MINGGU ADVEN III
Sabda Bina Umat (SBU)

MINGGU, 17 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 17 DESEMBER 2017 - TIDAK ADA LAGI PERMUSUHAN - Yesaya 11:6-10 - HARI MINGGU ADVEN III
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SABTU, 16 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 16 DESEMBER 2017 - WAKTU YANG DINANTI PASTI TIBA - Daniel 12:8-13 - MINGGU ADVEN II
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

JUMAT, 15 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 15 DESEMBER 2017 - SEBARKANLAH KABAR SUKACITA - Daniel 11:40-45 - MINGGU ADVEN II
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

KAMIS, 14 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 14 DESEMBER 2017 - KEJUJURAN SEBAGAI POLA HIDUP - Daniel 11:20-28 - MINGGU ADVEN II - MINGGU ADVEN II
Sabda Bina Umat (SBU)

RABU, 13 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 13 DESEMBER 2017 - ALLAH MENGETAHUI APA YANG AKAN TERJADI - Daniel 11:2-9 - MINGGU ADVEN II
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SELASA, 12 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 12 DESEMBER 2017 - ENGKAU ORANG YANG D|KASlHl - Daniel 10:10-14 - MINGGU ADVEN II
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SENIN, 11 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 11 DESEMBER 2017 - DOA MENGQBATI RASA RINDU - Daniel 9:20-24 - MINGGU ADVEN II
Sabda Bina Umat (SBU)

MINGGU, 10 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB - MINGGU, 10 DESEM BER 2017 - DIMANAKAH TUHAN? - Daniel 5:1-13 - HARI MINGGU ADVEN II
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SABTU, 9 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 9 DESEMBER 2017 - AYO BERTOBAT SEBELUM TERLAMBAT - Maleakhi 4:4-6 - MINGGU ADVEN I
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

JUMAT, 8 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 8 DESEMBER 2017 - MEMANG ENAK JADI ORANG BENAR? - Maleakhi 3:16-18 - MINGGU ADVEN I
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

KAMIS, 7 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 7 DESEMBER 2017 - BERKAT DALAM PERSEMBAHAN - Maleakhi 3:6-12 - MINGGU ADVEN I
Sabda Bina Umat (SBU)

RABU, 6 DESEMBERv2017
Khotbah Ibadah GPIB - RABU, 6 DESEMBERv2017 - PEMBARUAN SEBAGAI UMAT ALLAH - Maleakhi 2:17 - MINGGU ADVEN I
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SELASA, 5 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 5 DESEMBER 2017 - BERSAKSI DALAM KATA DAN TELADAN - Maleakhi 2:6-9 - MINGGU ADVEN I
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SENIN, 4 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 4 DESEMBER 2017 - PERSEMBAHAN JUJUR DI HADAPAN TUHAN - Maleakhi 1:12-14 - MINGGU ADVEN I
Sabda Bina Umat (SBU)

MINGGU, 3 DESEMBER 2017
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 3 DESEMBER 2017 MENANTIKAN KARYA BESAFI TUHAN - Maleakhi 1:1-5 - HARI MINGGU ADVEN I
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)




Sabtu, 09 Desember 2017
Jangan Takut


Jumat, 08 Desember 2017
CUKUP .....???


Senin, 23 Oktober 2017
Belajar Dari Seorang Anak Kecil


20 Oktober 2017
JANGAN PERNAH MENYALAHKAN RENCANA TUHAN


Jumat, 06 Oktober 2017
AIR MINUM DI GURUN




Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)