Save Page
Daniel 5:1-13
Tulisan di dinding
5:1 Raja Belsyazar mengadakan perjamuan yang besar untuk para pembesarnya, seribu orang jumlahnya; dan di hadapan seribu orang itu ia minum-minum anggur. 5:2 Dalam kemabukan anggur, Belsyazar menitahkan orang membawa perkakas dari emas dan perak yang telah diambil oleh Nebukadnezar, ayahnya, dari dalam Bait Suci di Yerusalem, supaya raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu. 5:3 Kemudian dibawalah perkakas dari emas dan perak itu, yang diambil dari dalam Bait Suci, Rumah Allah di Yerusalem, lalu raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu; 5:4 mereka minum anggur dan memuji-muji dewa-dewa dari emas dan perak, tembaga, besi, kayu dan batu. 5:5 Pada waktu itu juga tampaklah jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja, di depan kaki dian, dan raja melihat punggung tangan yang sedang menulis itu. 5:6 Lalu raja menjadi pucat, dan pikiran-pikirannya menggelisahkan dia; sendi-sendi pangkal pahanya menjadi lemas dan lututnya berantukan. 5:7 Kemudian berserulah raja dengan keras, supaya para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum dibawa menghadap. Berkatalah raja kepada para orang bijaksana di Babel itu: "Setiap orang yang dapat membaca tulisan ini dan dapat memberitahukan maknanya kepadaku, kepadanya akan dikenakan pakaian dari kain ungu, dan lehernya akan dikalungkan rantai emas, dan di dalam kerajaanku ia akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga." 5:8 Tetapi semua orang bijaksana dari raja, yang telah datang menghadap, tidak sanggup membaca tulisan itu dan tidak sanggup memberitahukan maknanya kepada raja. 5:9 Sesudah itu sangatlah cemas hati raja Belsyazar dan ia menjadi pucat; juga para pembesarnya terperanjat. 5:10 Karena perkataan raja dan para pembesarnya itu masuklah permaisuri ke dalam ruang perjamuan; berkatalah ia: "Ya raja, kekallah hidup tuanku! Janganlah pikiran-pikiran tuanku menggelisahkan tuanku dan janganlah menjadi pucat; 5:11 sebab dalam kerajaan tuanku ada seorang yang penuh dengan roh para dewa yang kudus! Dalam zaman ayah tuanku ada terdapat pada orang itu kecerahan, akal budi dan hikmat yang seperti hikmat para dewa. Ia telah diangkat oleh raja Nebukadnezar, ayah tuanku menjadi kepala orang-orang berilmu, para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum, 5:12 karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi, sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan, yakni pada Daniel yang dinamai Beltsazar oleh raja. Baiklah sekarang Daniel dipanggil dan ia akan memberitahukan maknanya!" 5:13 Lalu dibawalah Daniel menghadap raja. Bertanyalah raja kepada Daniel: "Engkaukah Daniel itu, salah seorang buangan yang telah diangkut oleh raja, ayahku, dari tanah Yehuda?


Penjelasan:

* Dan 5:1 - Belsyazar // Perjamuan yang besar // Di hadapan seribu orang itu ia minum-minum anggur
Belsyazar. Sebelumnya tidak dikenal kecuali melalui pasal ini, sekarang raja itu sangat banyak didukung oleh dokumen-dokumen kuno (R. P. Dougherty, Nabonidus and Belshazzar). Perjamuan yang besar. Suatu acara yang melibatkan seks, sebagaimana ditunjukkan oleh kehadiran wanita di antara laki-laki, yang tidak lazim di Timur (bdg. Est. 1:9). Di hadapan seribu orang itu ia minum-minum anggur. Bahkan dalam jamuan-jamuan umum, raja-raja dari Timur (setidaknya pada zaman Persia) disembunyikan dari pandangan publik. Ini adalah kebebasan yang tidak dibatasi oleh peraturan.

*  Dan 5:2 - Menitahkan orang membawa perkakas
Menitahkan orang membawa perkakas. Perbuatan Nebukadnezar mengambil perkakas-perkakas ini keluar dari Bait Suci Yerusalem (1:1-3) adalah praktik yang bisa diterima dalam keadaan perang. Memindahkannya dari penyimpanan nasional untuk sebuah pesta mabuk-mabukan berarti pencemaran. Nebukadnezar, sang raja agung, melakukan tindakan militer yang benar-benar luar biasa bagi kehormatannya, dan sampai tingkat tertentu Nabonidus, ayah Belsyazar melakukan tindakan luar biasa dalam usaha-usaha perdamaian bagi kehormatannya. Raja Belsyazar yang lemah itu hanya bisa melakukan tindakan-tindakan cemar yang bodoh untuk memperoleh kehinaan, bukan nama baik. 4. Perilaku Belsyazar adalah sensual, tidak terkendali, liar, dan bersifat menghujat. Juga bodoh. Pasukan Gobryas sudah berada di dalam kota.

* Dan 5:5 - Pada waktu itu juga // Jari-jari tangan manusia // Pada kapur dinding // Raja melihat
Pada waktu itu juga. Allah tiba-tiba berbicara. Waktu telah berakhir. Jari-jari tangan manusia. Tanda itu misterius. Sesuatu yang adikodrati sedang terjadi. Pada kapur dinding. Di dinding di mana peringatan-peringatan kebangsaan biasanya ditulis. Tindakan yang kejam! Allah tidak peduli dengan bualan-bualan patriotik kita. Raja melihat. Tanda itu jelas terlihat.

* Dan 5:7 - Para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum // Kain ungu // Rantai emas // Orang ketiga // orang ketiga
Para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum. Sekali lagi (bdg. 2:2-14; 3:8; 4:6,7) pembohong-pembohong besar ini muncul. Mereka bukan hanya "tidak mengenal Allah" (I Kor. 1:21) dalam "hikmat" mereka, tetapi mereka hanya tahu sedikit hal saja (bdg. Dan. 5:8). Kain ungu (AV. Scarlet). Ungu adalah warna untuk raja di antara beberapa bangsa-bangsa kuno dan mungkin bagi orang-orang Babel juga. Rantai emas. Bandingkan Kejadian 41:42. Orang ketiga. Maknanya tidak jelas. Beberapa ahli mengenalinya sebagai sebuah kata yang bermakna "pembantu" atau "pegawai." Namun, kata talti hampir pasti berasal dari kata Aram tlat (bdg. BDB), dan mungkin berarti ketiga (penguasa atau bagian). Biasanya, hanya ayah Belsyazar, Nabonidus yang terkepung, yang memiliki kuasa untuk menetapkan orang ketiga. Tetapi selama satu atau dua jam Belsyazar merupakan penguasa tertinggi secara de facto, bukan de jure, dan merasa bahwa dia bisa menganugerahkan kehormatan ini. Dengan demikian tidak ada orang Yahudi di Palestina pada zaman Makabe (abad kedua SM) yang bisa dengan tepat merekonstruksi situasi historis itu, sebagaimana dinyatakan oleh para kritikus tertentu bahwa penulis Kitab Daniel melakukan hal tersebut.

* Dan 5:10 - Permaisuri
Permaisuri. Bukan istri raja, tetapi ibunya. Dalam keluarga poligami, wanita yang luar biasa itu adalah ibu sang suami (bdg. catatan tentang ibu-ibu para raja Yahudi dalam PL). Permaisuri ini kemungkinan adalah istri Nabonidus. Mungkin dia juga pernah menjadi istri muda Nebukadnezar yang terkemuka (bdg. Boutflower, in loco).

* Dan 5:11 - Nebukadnezar, ayah tuanku
Nebukadnezar, ayah tuanku. Nebukadnezar tentu saja bukan ayah langsung sang raja. Juga tidak mungkin bahwa Nebukadnezar adalah kakeknya. Barangkali ayah dalam pengertian hukum saja, karena Nabonidus telah menyatukan dirinya melalui pernikahan dengan keluarga Nebukadnezar agung (Boutflower, in loco). Pernyataan berulang-ulang dari permaisuri tentang hubungan - "ayah" menunjukkan bahwa ini merupakan tata cara di istana, bukan fakta yang sesungguhnya. Tata cara semacam ini dikenal juga dalam bagian lain di Alkitab (mis., I Taw. 3:17, di mana Sealtiel, anak Neri, keturunan Daud melalui Natan disebut "anak" Yekhonya).



SGDK
HARI MINGGU ADVEN II
MINGGU, 10 DESEM BER 2017
DIMANAKAH TUHAN?
Daniel 5:1-13

PENDAHULUAN
Apa yang timbul dalam hati seorang yang beriman ketika me-
nyadari bahwa lingkungan dimana ia berada menerapkan pola
hidup yang berbeda dengan dirinya. Bahkan dirinya dituntun untuk
menjadi serupa dengan lingkungannya? Kitab Daniel adalah kitab
yang mengungkapkan kehadiran TUHAN Allah, di tengah-tengah
pergumulan bangsa Yehuda (Israel Selatan) yang berada di tanah
asing, bangsa Babel. Berada di luar tanah Perjanjian, bukanlah
rencana kehidupan yang TUHAN Allah maksudkan bagi umat-
Nya. Namun, pada kenyataannya itulah yang dialami oleh umat
Allah, apapun alasannya, belum pernah terpikir oleh umat Israel
bahwa suatu saat mereka akan benar-benar tercabut dari Tanah
yang diberikan secara ekslusif oleh TUHAN Allah bagi mereka.
Pertanyaan yang mengemuka adalah, jika TUHAN Allah benar-
benar memilih dan memberikan Tanah Perjanjian (Kanaan) se-
bagai milik umat-Nya, mengapa umat Allah bisa tercabut dan
dibuang ke tanah asing (Babel)? Apakah TUHAN tidak lagi ber-
peran dalam kehidupan bangsa Israel? Bukankah semasa raja-
raja pendahulu memerintah umat Allah selalu diampuni dan
ditolong. Mereka sering berbuat dosa, tetapi pengampunan dan
pemulihan kerajaan pasti terjadi. Jika pembuangan sudah terjadi,
apakah artinya bagi bangsa yang dipilih TUHAN Allah sendiri?
Benarkah TUHAN Allah sudah menlnggalkan mereka? Kitab
Daniel melihat kondisi umat di Kerajaan Yehuda dan menyingkap-
kan kepada pembacanya apa yang sesungguhnya sedang terjadi!

KONTEKS
Walaupun kitab Daniel menceritakan tentang masa pembuangan
umat di Yehuda di Babel. Beberapa ahli ada yang mengang-
gapnya sebagai tulisan Kitab yang disusun saat Yehuda di kuasai
oleh bangsa Yunani antara abad ke-4 SM dan ke-2 SM. Yaitu
khususnya pada masa-masa penindasan di zaman pemerintahan
Yunani dari Kaum Seleukus, Yaitu Raja Antiokhus IV Epifanes.
Salah satu alasannya adalah sebagian besar kitab Daniel ditulis
menggunakan bahasa Aram (Daniel 2:4 - 7 : 28), yaitu salah
satu bahasa yang resmi digunakan saat Yehuda berada dalam
masa penjajahan bangsa Yunani.

Akan tetapi apapun alasannya, kitab Daniel sangat kuat men0njo|-
kan:
1. Semangat iman orang-orang dalam pembuangan
(diwakili oleh Daniel, Hananya, Misael danAzarya) atau
umat dalam penindasan di zaman penjajahan bangsa
Yunani. Semangat iman yang tidak kendor dan redup
meskipun tercabut dari asalnya dan tertindas di negeri
yang asing.
2. Kitab Daniel secara perlahan tapi pasti telah menam-
pilkan fakta kehadiran TUHAN Allah pada saat dimana
realitas kehidupan menampilkan drama kejahatan,
kekejian dan penyembahan berhala sepertinya telah
menjadi pemenang dalam pertarungan dan pertaruhan
kehidupan dengan kebenaran dan keadilan dari TUHAN
Allah (Mis. Makanan Daniel yang sederhana (1: 6-17;
Melalui mimpi Nebukadnezar, Pasal 2; atau Perapian
yang menyala, pasal 3; dll).

TEKS
Ayat 1 - 4, ada sekitar 66 tahun antara pemerintahan Raja
Nebukadnezar dan Raja Belsyazar. Raja Belsyazar menampil-
kan pemerintahan yang "menghina" TUHAN Allah orang Israel
dengan menggunakan perkakas dari BaitAllah (yang diambil oleh
pendahulunya Raja nebukadnezar dari Yerusalem). Perkakas
yang seharusnya digunakan dalam kegiatan keagamaan, justru
digunakan dalam pesta pora dan kemabukan. Penggunaan per-
kakas Bait Allah yang tidak pada tempatnya, tentu menampilkan
penghinaan dan perendahan kepada bangsa Israel Selatan
(Yehuda), sekaligus penghinaan bagi TUHAN Allah.
Pertanyaan yang muncul adalah, setelah waktu yang berjalan
puluhan tahun dan penindasan selama puluhan tahun bagi umat
Allah di Babel, dimanakah TUHAN Allah? Mengapa TUHAN Allah
diam saja? Apakah kejahatan dan ketidakadilan sudah me-
menangkan segala-galanya di dunia ini?
Ayat 5 - 6. Sejenak kekejian dan penghinaan dalam ayat 1 - 4,
adalah kejadian yang tidak dapat dibantahkan atau dihentikan.
Siapakah manusia yang berani menghentikannya? Selama enam
puluh tahun belum ada yang menghentikan perbuatan yang keji
tersebut. Lalu, tibalah suatu waktu yang tidak seorangpun pernah
memikirkannya. Sekonyong-konyong ada sebuah tangan yang
menulis didinding istana dimana pesta pora dan kemabukan
sedang berlangsung dengan liarnya.

Bukan hanya para tamu, raja Belsyazar sendiri menyadari dan
menyaksikan sendiri tangan yang menulis di dinding istananya.
Pesta pora dan kemabukan dan penghinaan terhadap TUHAN
Allah, sejenak terhenti dan terdiam. Beralih kepada tangan yang
penuh kuasa menulis di dinding islana. Sejenak waktu puluhan
tahun kejahatan dan ketidakadilan terhenti dan tak mampu untuk
melanjutkan aksinya.

Raja yang tadinya penuh sukacita pesta pora, berubah menjadi
Raja yang kebingungan dan gemetar ketakutan. Seorang raja
hanya akan gemetar dan ketakutan kalau kekuasaan dan
kekuatan yang ada padanya tidak mampu menjelaskan atau
digunakan untuk menghentikan tangan yang sedang menulis.
Raja sedang berhadapan dengan kekuasaan dan kekuatan yang
datangnya bukan dari manusia dan dunia.

Kenapa kekuasaan dan kekuatan yang bukan dari dunia dan
bukan buatan manusia, baru ada dan terjadi pada saat itu? Tidak
dijelaskan dalam Kitab Daniel, akan tetapi Kitab Daniel menunjuk-
kan kepada para pembacanya bahka kekuatan dan kekuasaan
yang bukan dari dunia, tidak pernah hilang dan habis ditelan
oleh waktu. Tangan itu adalah tangan yang berasal dari TUHAN
Allah yang penuh kuasa (Daniel 5:24). TUHAN Allah tidak pernah
tinggal diam atas segala perlakuan jahat dan keji manusia.
TUHAN ALLAH hadir dan pasti bertindak pada waktu yang tepat!
Ayat 7, Raja Belsyazar kebingungan dan panik karena tidak
mengerti arti tulisan di dinding. la berseru kepada para ahli jampi
(peramal/tukang tenung), ahli nujum (ahli astrologi/perbintangan)
dan para kasdim (orang bijak). Yang bekerja untuk raja karena
berharap akan imbalan harta benda. Raja tidak paham tentang
kuasa TUHAN Allah. Pikirnya para ahli di kerajaan dapat meme-
cahkan misteri tulisan di dinding. Raja Belsyazar sangat tidak
mengerti tentang kehadiran TUHAN Allah, ia hanya mengenal
kuasa-kuasa yang bukan dari Tuhan Allah.

Ayat 8 - 10, hasil dari kegagalan mengenal Kehadiran TUHAN
Allah adalah tidak dapat mengerti maksud TUHAN Allah dalam
kehidupan sehari-hari. Orang-orang bijak bukanlah orang yang
tahu maksud TUHAN Allah. Meminta pendapat kepada orang
yang tidak mengenal Tuhan Allah, maka Raja Belsyazar dan para
pembesar akan semakin jauh dari mengetahui maksud TUHAN.
Wajah mereka berubah menjadi cemas dan pucat (ayat 9 dan 10).
Ayat 11 - 13, pemahaman dan pengertian yang benar hanya
datang dari Roh Allah yang berkuasa dan penuh hikmat. Orang-
orang bijak yang dipanggil Raja Belsyazar memberi masukkan
bagi Raja. Bahwa masih ada harapan untuk mengerti tulisan di
dinding. Seseorang bernama Daniel di liputi oleh roh, seperti
"roh para dewa." Daniel inilah harapan satu-satunya. Memang
orang-orang bijaksana di kerajaan Babel, tidak mengenal TUHAN
Allah. Akan tetapi mereka mengenalnya sebagai "roh penuh
kuasa" seperti "roh para dewa". Meskipun tidak mengenali Roh
Allah, tetapi mereka mengakui dan mengenal bahwa ada Roh
yang lebih berkuasa dari roh-roh yang mereka kenal. Para bijak
itu mengakui dan yakin Roh yang ada dalam diri Daniel mampu
mengatasi dan membaca tulisan di dinding. Yang perlu diperhati-
kan:

* Meskipun tidak mengenal Roh Allah tetapi para bijak
mengakui bahwa Roh yang menguasai Daniel (orang
Israel) adalah pengharapan satu-satunya bagi Raja dan
para pembesar, bahkan pengharapan bagi mereka.

* Bangsa Babel tidak mengenal TUHAN Allah, tetapi
TUHAN Allah tetap ada dan hadir di Babel.

MAKNA TEOLOGIS
1. TUHAN Allah tetap hadir dan ada, meskipun kejahatan
dan kekejian dan ketidakadilan sepertinya telah menang,
tetapi sesungguhnya kuasa TUHAN Allah tidak pernah
dikalahkan dan dilenyapkan oleh kekuasaan manusia
yang jahat dan keji.
2. Kekuasaan TUHAN Allah tidak akan pernah dihalangi
oleh waktu dan tempat. Meskipun puluhan tahun masa
kejahatan berlangsung, dan berada jauh dari tanah
perjanjian dan Bait Allah. Tetapi kehendak Allah akan
tetap terlaksana sesuai Firman-Nya.
3. Kondisi umat Allah akan berubah, sang penguasa di
dunia akan gemetar dan lemah. Sedangkan umat Allah
akan menjadi kuat karena dilindungi oleh tangan TUHAN
Allah.
4. Keinginan umat Israel agar segera diselamatkan, pasti
terjadi dengan cara TUHAN Allah menyelamatkan umat-
nya. Jika memperhatikan waktu sepertinya berjalan
sangat lambat dan lama. Jika memperhatikan hasil maka
kita akan melihat keselamatan umat Allah merupakan
sebuah kepastian dan bukan janji palsu.
5. Kehadiran TUHAN Allah hanya dapat dialami dan
disadari jika kita mengenal dan memahami dengan benar
cara TUHAN Allah menyatakan diri-Nya.
6. Kuasa Roh yang menguasai hidup Daniel, itulah kuasa
TUHAN.Allah yang sesungguhnya. Serta bukti bahwa
kuasa Allah mengalahkan kuasa "para dewa."

APLIKASI
0 Kejahatan, ketidakadilan dan kegagalan dapat menjadi
pengalaman hidup setiap orang yang menjadi persdalan
adalahjika kejahatan, ketidakadilan dan kegagalan justru
mengendalikan hidup kita. Kita terbawa arus menjadi
sepakat untuk bekerjasama dengan si jahat, kehilangan
iman dan pengharapan. Melalui bacaan Alkitab, Kitab
Daniel mengajak kita untuk waspada atas kekuasaan
kejahatan dan ketidakadilan yang semu. Kekuasaan yang
sesungguhnya tetap acia pada TUHAN Allah yang penuh
kasih, benar dan adil.

o Umat yang tidak mau sadar dan tidak mau percaya
kepada TUHAN Allah justru akan terjebak kepada
keinginannyasendiri. Seperti Raja Belsyazar, yang
merancang kehidupannya dengan menghina kemuliaan
TUHAN Allah justru menjadi gemetar dan kehilangan
masa depan. Sebab masadepan hanya ada bagi orang
yang percaya dan berharap kepada TUHAN Allah yang
hidup.

o Kejahatan dan kekejian yang merajalela, waktu yang
lama, dan kegagalan yang menghantui bukanlah indi-
kator ketidakhadiran TUHAN Allah. Melalui kitab Daniel
kita diajar dan dituntun untuk tetap teguh dan terus
berharap kepada TUHAN Allah. Sebab meskipun berbeda
dengan keinginan kita, tetapi waktu TUHAN berkarya
untuk menyelamatkan umat-Nya, pasti merupakan waktu
yang terbaik dan saat yang tepat bagi kita mengalami
keselamatan yang sesungguhnya.

RANCANGAN KHOTBAH
Sepanjang tahun 2017, bisa saja menjadi tahun yang berat bagi
kita sebagai umatAllah.pekerjaan kita tidak mam pu menghasilkan
keuntungan untuk menjalani kehidupan. Biaya kehidupan se-
makin tinggi dan menekan tenaga dan pikiran. Rencana yang
sudah dipersiapkan dari awal tahun ternyata tidak ten/vujud meski-
pun sudah memasuki penghujung tahun 2017. Bahkan pen-
capaian yang luarbiasa bagus diawal tahun malah berubah men-
jadi kemunduran mungkin gagal diakhirtahun 2017. Kita merasa
tahun ini kita kalah dan kehilangan harapan dimasa mendatang.
Pertanyaan yang muncul kemudian dimanakah TUHAN Allah
yang selalu menjadi tujuan doa-doa kita? Tidakkah la mendengar-
kan dan menolong kita? Masih kuatkah kita menghadapi dan
memasuki tahun yang mendatang?

Bacaan dari Kitab Daniel, memberikan sebuah pengharapan yang
penuh semangat dan keyakinan yang kuat. Bahwa siapapun yang
berharap kepada TUHAN Allah akan menyaksikan bagaimana
TUHAN Allah hadir dalam kehidupannya. Waktu yang kita lalui
bukanlah sebuah kriteria atau acuan untuk mengatakan TUHAN
Allah tidak ada dan la tidak mendengarkan doa-doa kita. Jarak
66 tahun pemerintahan Nebukadnezar dan Belsyazar bukanlah
indikator bahwa TUHAN Allah telah meninggalkan bangsa Israel
Selatan (Yehuda). Pesta pora para pengikut berhala yangjahat
dan keji bukanlah tanda kebenaran dan keadilan telah kalah.
Pengalaman hidup yang susah dan berat bukanlah tanda TUHAN
Allah tidak ada untuk memperhatikan.

Kitab Daniel mengajak kita semua untuk yakin bahwa penga-
laman kehidupan disepanjang tahun 2017 adalah pengalaman
kehidupan bersama dengan TUHAN Allah. Bukankah berbagai
kesusahan dan kesulitan yang kita alami tidak menjadi peng-
halang dan penghambat untuk kita bersyukur dapat melewati
tahun 2017 hingga dipenghujung tahun? Dengan menyadari ada
tangan TUHAN Allah yang menjaga dan melindungi kita. Maka
segala beban dan kekecewaan kita akan berubah menjadi
semangat yang kuat menuntun kita untuk memasuki tahun yang
baru. Bahwa sebagaimana beratnya tahun 2017, Tuhan Allah
tetap ada dan melindungi kita. Demikianjuga memasuki tahun
yang baru nantinya, TUHAN Allah tetap ada dan terus menuntun
kita.

Kita patut untuk mengingat bahwa waktu dan tempat, serta situasi
dan kondisi apapun tidak dapat menghalangi kehadiran dan berkat
TUHAN bagi kita. Sabar dan tabahlah seperti Daniel dkk., waktu
dan tempat bisa berubah tetapi janji TUHAN Allah selalu pasti
dan benar. Siapapun yang mau mengikuti kehendak TUHAN Allah
dengan sabar dan tabah akan melihat TUHAN Allah ada untuk
melindungi dan menyelamatkan umat yang dikasihi-Nya. TUHAN
Allah tidak pernah meninggalkan kita, la selalu ADA bagi kita.
Amin. .


SBU

HARI MINGGU ADVEN II
MINGGU, 10 DESEMBER 2017
Renungan Pagi
KJ 417:1. - Berdoa
TUHAN BERKEHENDAK
Daniel 5:1-13

karena pada orang itu terdapat roh yang Iuar biasa dan pengetahuan dan akal
budi....(ay.12)

Hari ini kita memasuki Minggu Adven ll. Tanpa terasa perjalanan
satu tahun di 2017 akan berakhir. Jika kita merenungkan sejenak
perjalanan hidup yang kita jalani sampai saat ini, pertanyaan besar
adalah apakah kita mampu melalui dan melewati perjalanan hidup
ini?

Ketika Raja Belsyazar memakai dan mencemarkan segala per-
kakas yang kudus dari Bait Suci di Yerusalem dengan memakainya
dalam perjamuan yang besar bagi para pembesar, para isteri dan
gundiknya untuk meminum anggur sampai mabuk dan memuji-muji
dewa-dewa mereka, Allah mengingatkan dan menghukum Raja
Belsyazar melalui tulisan di dinding istana raja, di depan kaki dian
(ay.1-5). Banyak para ahli jampi, para Kasdim dan ahli nujum tidak
mampu membaca dan mengartikan makna tulisan tersebut. Dalam
kecemasan raja, permaisuri menyampaikan bahwa ada seorang yang
mampu untuk membaca dan mengartikan makna tulisan yang men-
jadi kegelisahan raja. la memiliki roh para dewa yang kudus, kecerah-
an, akal budi dan hikmat seperti hikmat para dewa (ay.11-12). Akhir-
nya, Daniel dipanggil menghadap raja. Dengan pertolongan Tuhan,
Daniel mampu membaca dan mengartikan makna tulisan. Sebagai
hadiah bagi Daniel, rajaimemberikan posisi kedudukan dan jabatan
yang tinggi. la mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga dalam
kerajaan (lih.ay.16, 29).

Segala sesuatu yang diperoleh dalam hidup ini tidak lepas dari
kehendak Tuhan. Kalau Tuhan berkenan, pasti tidak ada kekuatan
dan siapa pun yang mampu menghalanginya. Belajar dari Daniel,
dalam kesetiaan dan ketaatannya, Tuhan membuat kehidupan Daniel
menjadi baik. Tanggungjawab dan hikmat diberikan kepada Daniel.
Mari kita renungkan kembali perjalanan hidup yang sudah dilewati
agar perjalanan di hari selanjutnya sungguh berkenan dan memulia-
kan Tuhan. Tuhan memberikan yang terbaik dan pasti. Tuhan ber-
kehendak atas kehidupan kita jika kita hidup dalam kebenaran-Nya.
Selamat memasuki Minggu Adven ll.

KJ 417:2.
Doa : (Hamba bersyukur, Tuhan untuk perjalanan hidupku di waktu lalu.
Untuk seterusnya, hamba hanya mengandalkan-Mu, saja)


HARI MINGGU ADVEN II
MINGGU, 10 DESEMBER 2017
Renungan Malam
KJ.19 : 1- Berdoa
BERTANYA AKAN MENYELAMATKAN
Daniel 9 : 14 - 19

Oleh sebab itu, dengarkanlah, ya Allah kami, doa hamba-Mu ini dan
permohonannya.... (ay. 17)

Malu bertanya sesat di jalan", kita semua sering mendengar
atau bahkan menggunakan peribahasa tersebut, yang berati: jika
tidak mengetahui jangan ragu bertanya kepada orang. Peri-
bahasa yang sederhana tetapi memiliki makna yang Iuas,
khususnya bagi kita yang ingin melangkah maju tetapi tidak
mengerti apa yang akan dihadapi dan bagaimana cara meng-
hadapinya. Peribahasa ini juga mau menyatakan, bahwa ber-
tanya kepada orang lain tidak pernah membuat kita menjadi
seseorang yang rendah atau lemah. Bertanya justru membuat
kita makin berhikmat dan bijaksana untuk melangkah maju.
Daniel pun demikian, ia tidak mengerti bagaimana bangsa
Israel dapat melewati 70 tahun masa pembuangan (ay. 2). Pada
saat itu umur Daniel sudah lanjut usia (diatas 70 tahun). Sebagai
seseorang yang dipandang paling bijaksana di kerajaan Babi-
lonia (lih. 2:48), Daniel tidak mengandalkan kepandaiannya un-
tuk memecahkan isi kitab yang dibacanya. Dalam ketidak-me-
ngertiannya Daniel mengarahkan perhatian kepada Tuhan Allah:
berdoa dan memohon. Supaya kekuatan dari Tuhan Allah ber-
tindak dengan segera, memampukan bangsa Israel melewati 70
tahun masa pembuangan di Babel (ay. 19).

Pada minggu-minggu Adven ini, kita belajar dari Kitab Daniel
bagaimana cara mengatasi kecemasan melewati Tahun 2017.
Ada pergumulan dan harapan yang belum terjawab atau terse-
lesaikan. Jangan malu bertanya kepada keluarga, kepada orang-
tua atau kepada presbiter. Namun, yang terpenting marilah be-
lajar dari Daniel, tidak mengandalkan kekuatan dan kebijaksa-
naannya. Melainkan mengarahkan pandangan, pikiran dan hati
bertanya kepada Tuhan Allah dalam doa dan permohonan. Sikap
seperti itu yang harus dilakukan oleh orang percaya. Pasti kita
diberkati dengan hikmat dan kekuatan baru, agar bijak melewati
penghujung tahun 2017.

KJ.19 : 2 _
Doa : (Bapa di Sorga kami datang memohon kiranya Engkau
memperhatikan dan bertindak bagi kami yang lemah ini)


Label:   Daniel 5:1-13 




Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan



rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke



JUMAT, 30 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 30 NOVEMBER 2018 - BELAJAR BUAK DARI KEHIDUPAN - 2 Timotius 2:1-7 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Hari ketujuh, Demikianlah riwayat langit dan bumi // TUHAN Allah, Ada kabut naik ke atas ... dan membasahi // kabut, Tuhan Allah membentuk // manusia itu dari debu tanah // membentuk // manusia itu dari debu tanah ... menghembuskan // napas hidup ke
RABU, 28 NOVEMBER 2018
RABU, 28 NOVEMBER 2018 - MENDERITA DALAM KEBENARAN, BERBAHAGIALAH - 1 Petrus 2:18-25 (SGDK) - MlNGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SELASA, 27 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 27 NOVEMBER 2018 - MEMBERLAKUKAN APA YANG DIBERLAKUKAN TUHAN - 1 Petrus 2:7-10 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SENIN, 26 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 26 NOVEMBER 2018 - HIDUP ADALAH UCAPAN SYUKUR - 1 Petrus 1:17-25 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Jika kamu menyebut-Nya Bapa // Hidup dalam ketakutan, Kamu telah ditebus ... bukan dengan barang yang fana // Dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus // yang mahal, Rasul Petrus menasihati mereka supaya menjalin kasih persaudaraan, Sia-sianya Ma
MINGGU, 25 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 25 NOVEMBER 2018 - BERHIKMAT DALAM HIDUP - 1 Korintus 10:12-13 - HARI MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)



Minggu, 04 November 2018
Tata Ibadah Hari Minggu Syukur HUT ke-8 PKLU GPIB - Minggu, 04 November 2018

JUKLAK HUT KE-8 PKLU GPIB, PESAN MS GPIB HUT ke-8 PKLU, surat pengantar hut 8 pklu, TATA IBADAH PKLU GPIB HUT Ke-8 PKLU
7 OKTOBER 2018
KOREKSI LAGU DALAM TATA IBADAH 7 OKTOBER 2018 DAN PETUNJUK PELAKSANAAN IBADAH MINGGU SELAMA BULAN OKTOBER 2018


Minggu, 07 Oktober 2018
Tata Ibadah HARI PERJAMUAN KUDUS se-DUNIA dan HARI PEKABARAN INJIL INDONESIA (HPKD/HPII) Minggu, 07 Oktober 2018

Menggunakan Tata Ibadah GEREJA KRISTEN JAWA (GKJ)



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)

SABTU, 12 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 12 JANUARI 2019 - PERGANTIAN NAMA - Yesaya 65:15-16 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
KESALEHAN DAN KESALAHAN, Dalam hal kehormatan dan nama baik
JUMAT, 11 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 11 JANUARI 2019 - BERPALING DARI DOSA DAN KEMBALI KEPADANYA - Yesaya 65:1-7 - MINGGU EPIFANIA
Sabda Bina Umat (SBU)
Pertobatan Bangsa-bangsa Bukan Yahudi; Kefasikan Orang-orang Yahudi; Penolakan terhadap Orang-orang, BERKAT TUHAN UNTUK MEREKA YANG SETIA
KAMIS, 10 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 10 JANUARI 2019 - ANGKAT HATI PADA ALLAH - Yesaya 64:7-12 - HARI EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ALLAH TIDAK TURUN TANGAN ,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 (SGDK) - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
Permohonan Sepenuh Hati,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Permohonan Sepenuh Hati, ALLAH PENYELAMAT TUNGGAL