Save Page
Yesaya 65:6-7
65:6 Sesungguhnya, telah ada tertulis di hadapan-Ku: Aku tidak akan tinggal diam, malah Aku akan mengadakan pembalasan, ya, pembalasan terhadap diri mereka, 65:7 atas segala kesalahan mereka sendiri, maupun atas kesalahan nenek moyangnya, semuanya serentak, firman TUHAN. Sebab mereka telah membakar korban di atas gunung-gunung dan mengaibkan Aku di atas bukit-bukit. Memang Aku akan menakar ke dalam jubah mereka upah untuk perbuatan-perbuatan mereka yang dahulu!

Penjelasan:

* Yes 65:1-7
Dalam ayat-ayat ini Allah menanggapi doa Yesaya dengan menerangkan imbauan-Nya yang terus-menerus kepada bangsa pemberontak untuk kembali kepada-Nya. Karena kejahatan mereka, Allah akan menghajar mereka dengan hukuman (ayat Yes 65:6-7), sebagian besar terlaksana melalui serbuan pasukan Asyur (pasal Yes 1:1-37:38) dan pembuangan di Babel (pasal Yes 38:1-66:24).:

* Yes 65:7 - segala kesalahan // nenek moyangnya // atas bukit-bukit // mereka upah
segala kesalahan: Yes 22:14; [Lihat FULL. Yes 22:14]
nenek moyangnya: Kel 20:5; Yer 32:18
atas bukit-bukit: Yes 57:7; [Lihat FULL. Yes 57:7]
mereka upah: Ams 10:24; [Lihat FULL. Ams 10:24]; Yes 10:12; [Lihat FULL. Yes 10:12]

* Tidak menghargai berkat.
Seorang ibu bekerja keras untuk membiayai pendidikan anaknya. Sementara si anak, mahasiswa semester IV, mengisi hidupnya dengan sikap santai, main judi, dan untuk kesekian kalinya gagal dalam ujian. Saat uangnya habis, barulah ia teringat ibunya. Wajarkah bila si ibu mengeluh? Terlebih Tuhan yang begitu mengasihi umat-Nya: "Sepanjang hari Aku mengulurkan tangan-Ku kepada suku bangsa ... yang menyakitkan hati-Ku" (ay. 2-3). Bangsa Israel menyakiti hati Tuhan dengan menyembah allah lain, melakukan perbuatan jahat dan dengan kesombongan menganggap diri lebih "religius" dari orang lain. Bagaimana dengan kita? Adakah sikap hidup kita yang menyakitkan hati Allah? Bagaimana respons kita, bila kita disadarkan akan dosa-dosa kita?

Keadilan Allah. Pada hari penghakiman manusia akan dipisahkan yaitu: "hamba-hamba-Ku" dan "kamu yang telah meninggalkan Tuhan". Para hamba akan makan, minum, dan bersukacita. Mereka dihargai Allah, diberikan identitas baru, dan diterima dengan baik oleh orang lain. Sebaliknya, "kamu yang telah meninggalkan Tuhan" akan haus, lapar, malu, dan menangis.


SGDK
MINGGU ADVEN III
RABU, 20 DESEMBER 2017
SIKAP TUHAN TERHADAP PERILAKU UMAT-NYA
Yesaya 65:6-7

CATATAN PENDAHULUAN
Pada pasal 65 ini dengan tidak segan dipertentangkan Yesaya
antara terang dan gelap, yakni antara yang setia dengan yang
tidak setia, baik itu orang Yahudi maupun yang bukan Yahudi.
Dengan demikian pikiran mereka yang merasa memiliki hak
lstimewa disisihkan. Keistimewaan Israel sebagai bangsa pilihan
tidak menjadl penghalang bagi Allah untuk menghukum mereka
bila melakukan pelanggaran dan apablla tidak setia melakukan
ajaran/firman Tuhan. Dan kepada orang yang tidak menanyakan
Tuhan kepada mereka diberi petunjuk, kepada orang yang tidak
mencari Tuhan menemukan Tuhan. Dengan demikian orang-
orang bukan Yahudi akan dibawa masuk ke dalam persekutuan
dengan Tuhan dan orang Yahudi yang tidak setia ditolak. Dan
garis pemisah seseorang dari Allah bukanlah karena Yahudi dan
bukan Yahudi, melainkan orang yang mencari Allah dan yang
meninggalkan Allah.Yang mencari diberkati, dan yang meninggal-
kan dihukum.

PEMAHAMAN NAS
Ay. 6 : Perbuatan umat-Nya yang meninggalkan dan menyim-
pang dari Tuhan membuat Tuhan sakit hati. Dengan perbuatan
itu, mereka tidak lagl mengakui akan kemurahan Tuhan yang
setia mengulurkan tangan-Nya menolong. Umat Tuhan menem-
puh jalan yang tidak baik dan mengikuti rancangannya sendiri.
Menghadapi perbuatan umat-Nya yang tidak baik itu, Tuhan tidak
berdiam atau menganggap hal itu sesuatu yang tidak berpengaruh
apa-apa. Perbuatan yang tidak baik tidak disukai Tuhan dan
Tuhan tidak mau kompromi dengan perbuatan yang menyakiti
hati-Nya. la tidak menghendaki perbuatan tidak baik itu terus
berlangsung yang pada gilirannya menyeret banyak orang. Oleh
karena itu, Tuhan membuat perhitungan untuk membalas per-
buatan tidak baik itu. Tuhan melakukannya karena pembalasan
terhadap orang yang salah adalah hak Tuhan. Hal itu menyatakan
bahwa yang berhak dan menentukan atas hiqup dan perbuatan
manusia hanya Tuhan sendiri. Sebab Allah itu benar dan tidak
pernah bersalah. Kepada orang yang melakukan perbuatan yang
tidak baik kepada-Nya harus dilakukan pembalasan agar me-
nyadari perbuatannya itu salah.Yang berhak melakukan pem-
balasan adalah Tuhan.
Ay. 7 : Kesalahan yang pernah dilakukan oleh nenek moyang
umat itu dilakukan lagi oleh mereka. Perbuatan tidak baik yang
merupakan kesalahan umat itu yakni membakar korban di atas
gunung yang berarti mereka membakar korban persembahan
untuk para dewa bukan untuk Tuhan Allah lagi. Kedua, mengaib-
kan nama Tuhan di atas bukit-bukit. Nama Tuhan disebut tetapi
dihinakan, bahwa Tuhan Allah Yang Maha Kuasa tidak mampu
menolong mereka.
Atas perbuatan tidak baik itu, Tuhan akan menghukum mereka
sebagai balasan atas kesalahan itu. Tindakan Penghukuman akan
ditimpakan kepada mereka sesuai perbuatan mereka.
PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN :
1. Menurut Saudara, tindakan apa yang serlng kita lakukan
yang menyakit hati Tuhan?
2. Menurut Saudara, di masa sekarang ini, perbuatan yang
bagaimana yang menghinakan nama Tuhan?
3. Apa pendapat Saudarajika disebut Tuhan mengadakan
pembalasan?


SBU

MINGGU ADVEN III
RABU, 20 DESEMBER 2017
Renungan Pagi
KJ.354 : 1 - Berdoa
JANGAN TOLAK KASIH TUHAN
Yesaya 65:1-5

Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku... (ay.2)

Bacaan pagi ini merupakan jawaban Tuhan terhadap keluhan
yang diutarakan umat Israel kepada Tuhan Allah. Mereka
mengeluh bahwa keadaan mereka tidak pernah diperhatikan Allah
dan doa mereka tidak didengar Tuhan Allah (ps. 63:19), juga
mereka mengatakan dengan rasa kecewa bahwa tidak ada lagi
yang mau memanggil nama Tuhan dan berpegang kepada Tuhan
Allah. Mereka mencari pertolongan kepada kuasa lain. Alasan
mereka adalah Tuhan menyembunyikan wajah-Nya terhadap
umat dan menyerahkan mereka kepada kekuasaan dosa kami
(ps.64:7). Karena merasa tidak dipedulikan Allah, mereka
memberontak terhadap Allah. Mereka menuduh Allah tidak peuuli
dan tidak lagi melindungi mereka. Suara dan panggilan Tuhan
tidak lagi mereka dengarkan dan taati. Mereka ceburkan diri
kepada penyembahan yang dilarang Tuhan. Yang sangat me-
nyedihkan lagi, ketika mereka menjauh dan menolak petunjuk
dan uluran tangan Tuhan, mereka menganggap bahwa mereka
lebih kudus dan lebih benar dari Tuhan Allah.

Perilaku Israel itu menyakitkan hati Tuhan dan menyedihkan
hati Tuhan (ps.65:3).. Walaupun mereka memberontak dan me-
nempuh jalan yang tidak balk serta mengikuti rancangan hatinya
sendiri, Tuhan tetap mengulurkan tangan-Nya kepada mereka.
Ternyata mereka tetap memberontak. Petunjuk Tuhan itu dia-
baikan umat pilihan-Nya, diterima oleh orang yang sebelumnya
tidak percaya Tuhan. Kepada mereka Allah berkenan dan Allah
menuntun-Nya. Kasih Tuhan ditolak oleh umat-Nya, dinikmati
oleh mereka yang mencari Tuhan.

Saudaraku, pada Minggu Adven Ill kita syukuri kasih Tuhan
yang dilimpahkan kepada kita dan uluran tangan-Nya yang selalu
menuntun kita. Walaupun ada keluhan karena tantangan hidup
yang kita masing-masing hadapi mari kita tidak meninggalkan
Tuhan, jangan tolak kasih-Nya.

KJ.354 : 2
Doa : (Ya Tuhan, ampunilah kami yang sering meninggalkan dan menolak
kasih-Mu)



MINGGU ADVEN III
RABU, 20 DESEMBER 2017
Renungan Malam
KJ.432 : 1 - Berdoa
SIKAP TUHAN TERHADAP PERILAKU UMAT-NYA
Yesaya 65 : 6 - 7

....Aku akan mengadakan pembalasan...terhadap diri mereka, atas segala
kesalahan mereka sendiri (ay.6b-7a)

P erilaku umat dengan melakukan upacara yang dilarang Tuhan
yang bersifat tindakan tak bermoral makin berkembang bersifat
menghinakan dengan menyisihkan mezbah-mezbah Allah.
Bahkan selanjutnya, mereka menceburkan diri percaya kepada
roh orang mati dan menantang Allah dengan memakan makanan
yang dilarang (ay.4b). Dosa makin bertambah dan merajalela.
Hati Tuhan dilukai dan disakiti oleh perilaku umat-Nya.

Nabi Yesaya menyatakan bahwa perbuatan umat yang selalu
dituntun dan disayangi itu menyakiti hati Tuhan. Dan Allah tidak
pernah mau kompromi dengan dosa dan kesalahan. Kita tahu
Allah Maha Pengasih dan Maha Pengampun sekaligus Dia adalah
Maha Suci.

Atas kesucian Allah maka kesalahan tidak berkenan di hati-Nya.
Allah tidak tinggal diam dan tidak pernah berpura-pura tidak tahu
akan kesalahan yang dilakukan oleh umat manusia. Dia menga-
dakan pembalasan terhadap dosa, yaitu terhadap diri setiap orang
yang melakukan kesalahan. Tuhan membalaskan kepada setiap
orang sesuai dengan takaran perbuatan masing-masing. Oleh
karena itu, hukuman Tuhan terhadap setiap orang adalah sesuai
kesalahan orang itu sendiri.

Sikap Allah terhadap umat pilihan-Nya yang menyimpang dari
ajaran Tuhan bahkan berperilaku buruk dalam hidupnya kiranya
membuka hati dan pikiran kita dalam kehidupan dan pelayanan
kita. Jika kita melakukan penyimpangan dari yang seharusnya
kita lakukan selaku pengikut Tuhan Yesus, perbuatan kita itu tidak
tersembunyi di hadapan Tuhan. Sikap Tuhan terhadap kita ditakar
sesuai perbuatan kita.

KJ.432 = 2
Doa : (Ya Tuhan Yesus, bimbinglah kami untuk selalu memperhatikan
perilaku kami sehingga kami tidak menyimpang dari tuntunan Tuhan)


Label:   Yesaya 65:6-7 




Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan



rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke



JUMAT, 30 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 30 NOVEMBER 2018 - BELAJAR BUAK DARI KEHIDUPAN - 2 Timotius 2:1-7 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Hari ketujuh, Demikianlah riwayat langit dan bumi // TUHAN Allah, Ada kabut naik ke atas ... dan membasahi // kabut, Tuhan Allah membentuk // manusia itu dari debu tanah // membentuk // manusia itu dari debu tanah ... menghembuskan // napas hidup ke
RABU, 28 NOVEMBER 2018
RABU, 28 NOVEMBER 2018 - MENDERITA DALAM KEBENARAN, BERBAHAGIALAH - 1 Petrus 2:18-25 (SGDK) - MlNGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SELASA, 27 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 27 NOVEMBER 2018 - MEMBERLAKUKAN APA YANG DIBERLAKUKAN TUHAN - 1 Petrus 2:7-10 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SENIN, 26 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 26 NOVEMBER 2018 - HIDUP ADALAH UCAPAN SYUKUR - 1 Petrus 1:17-25 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Jika kamu menyebut-Nya Bapa // Hidup dalam ketakutan, Kamu telah ditebus ... bukan dengan barang yang fana // Dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus // yang mahal, Rasul Petrus menasihati mereka supaya menjalin kasih persaudaraan, Sia-sianya Ma
MINGGU, 25 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 25 NOVEMBER 2018 - BERHIKMAT DALAM HIDUP - 1 Korintus 10:12-13 - HARI MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)



Minggu, 04 November 2018
Tata Ibadah Hari Minggu Syukur HUT ke-8 PKLU GPIB - Minggu, 04 November 2018

JUKLAK HUT KE-8 PKLU GPIB, PESAN MS GPIB HUT ke-8 PKLU, surat pengantar hut 8 pklu, TATA IBADAH PKLU GPIB HUT Ke-8 PKLU
7 OKTOBER 2018
KOREKSI LAGU DALAM TATA IBADAH 7 OKTOBER 2018 DAN PETUNJUK PELAKSANAAN IBADAH MINGGU SELAMA BULAN OKTOBER 2018


Minggu, 07 Oktober 2018
Tata Ibadah HARI PERJAMUAN KUDUS se-DUNIA dan HARI PEKABARAN INJIL INDONESIA (HPKD/HPII) Minggu, 07 Oktober 2018

Menggunakan Tata Ibadah GEREJA KRISTEN JAWA (GKJ)



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)

SABTU, 12 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 12 JANUARI 2019 - PERGANTIAN NAMA - Yesaya 65:15-16 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
KESALEHAN DAN KESALAHAN, Dalam hal kehormatan dan nama baik
JUMAT, 11 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 11 JANUARI 2019 - BERPALING DARI DOSA DAN KEMBALI KEPADANYA - Yesaya 65:1-7 - MINGGU EPIFANIA
Sabda Bina Umat (SBU)
Pertobatan Bangsa-bangsa Bukan Yahudi; Kefasikan Orang-orang Yahudi; Penolakan terhadap Orang-orang, BERKAT TUHAN UNTUK MEREKA YANG SETIA
KAMIS, 10 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 10 JANUARI 2019 - ANGKAT HATI PADA ALLAH - Yesaya 64:7-12 - HARI EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ALLAH TIDAK TURUN TANGAN ,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 (SGDK) - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
Permohonan Sepenuh Hati,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Permohonan Sepenuh Hati, ALLAH PENYELAMAT TUNGGAL