Save Page
Ulangan 4:30-40
4:30 Apabila engkau dalam keadaan terdesak dan segala hal ini menimpa engkau di kemudian hari, maka engkau akan kembali kepada TUHAN, Allahmu, dan mendengarkan suara-Nya. 4:31 Sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah Penyayang, Ia tidak akan meninggalkan atau memusnahkan engkau dan Ia tidak akan melupakan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu. 4:32 Sebab cobalah tanyakan, dari ujung langit ke ujung langit, tentang zaman dahulu, yang ada sebelum engkau, sejak waktu Allah menciptakan manusia di atas bumi, apakah ada pernah terjadi sesuatu hal yang demikian besar atau apakah ada pernah terdengar sesuatu seperti itu. 4:33 Pernahkah suatu bangsa mendengar suara ilahi, yang berbicara dari tengah-tengah api, seperti yang kaudengar dan tetap hidup? 4:34 Atau pernahkah suatu allah mencoba datang untuk mengambil baginya suatu bangsa dari tengah-tengah bangsa yang lain, dengan cobaan-cobaan, tanda-tanda serta mujizat-mujizat dan peperangan, dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan dengan kedahsyatan-kedahsyatan yang besar, seperti yang dilakukan TUHAN, Allahmu, bagimu di Mesir, di depan matamu? 4:35 Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. 4:36 Dari langit Ia membiarkan engkau mendengar suara-Nya untuk mengajari engkau, di bumi Ia membiarkan engkau melihat api-Nya yang besar, dan segala perkataan-Nya kaudengar dari tengah-tengah api. 4:37 Karena Ia mengasihi nenek moyangmu dan memilih keturunan mereka, maka Ia sendiri telah membawa engkau keluar dari Mesir dengan kekuatan-Nya yang besar, 4:38 untuk menghalau dari hadapanmu bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari padamu, untuk membawa engkau masuk ke dalam negeri mereka dan memberikannya kepadamu menjadi milik pusakamu, seperti yang terjadi sekarang ini. 4:39 Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain. 4:40 Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk selamanya."

Penjelasan:

* Dalam ayat 9-31 kebodohan dari penyembahan berhala dinyatakan. Ketika Musa menghadapkan angkatan yang baru itu dengan tantangan untuk menegaskan kembali kesetiaan mereka sebagaimana telah dilakukan ayah-ayah mereka di Sinai, ia jelas ingat akan dosa para leluhur itu yakni pembuatan anak lembu emas melalui mana, bangsa tersebut mengkhianati perjanjian nyaris langsung sesudah perjanjian tersebut dimeteraikan (bdg. 9:7 dst.; Kel. 32). Karena itu dia menekankan larangan yang dikemukakan dalam perintah kedua ketika ia membedakan jalan hidup bijaksana dan kehidupan dengan jalan hidup kebodohan dan kehancuran (4:1-8).

* Ul 4:29-31 - Engkau mencari Tuhan, Allahmu, dan menemukan-Nya // tidak ada yang lain
Engkau mencari Tuhan, Allahmu, dan menemukan-Nya. Sekalipun demikian, perjanjian Allah adalah perjanjian keselamatan, dan penggenapannya dijamin dengan sumpah Allah kepada para leluhur. Oleh karena itu, sesudah kebodohan Israel dan hukuman atasnya Allah akan menerima pertobatan sehingga di balik kutukan berupa pengasingan terdapat berkat pemulihan (bdg. 30:1 dst.).

Ayat 32-40 mengemukakan tanda-tanda agama yang sejati. Identitas Tuhan sebagai satu-satunya Allah - tidak ada yang lain (ay. 35) - Pencipta tertinggi langit dan bumi, dibuktikan melalui penyataan diri-Nya yang menakjubkan dalam teofani dan mukjizat penebusan (ay. 35, 39; bdg. Kel. 10:2).

* Ul 4:32 - Cobalah tanyakan ... apakah ada pernah terdengar sesuatu seperti itu
Cobalah tanyakan ... apakah ada pernah terdengar sesuatu seperti itu. Tindakan-tindakan-Nya yang cemerlang di Horeb dan di Mesir merupakan tanda-tanda yang tidak ada tandingannya; tidak ada dewa manapun yang pernah memperkenalkan diri dengan cara itu. Jika tujuan dari panggilan Israel ialah membawa bangsa itu kepada sikap takut karena hormat (ay. 36) dan pengenalan akan Tuhan sebagai Allah (ay. 35, 39), maka sumber dari panggilan itu terdapat didalam kasih karunia Allah yang diberikan dengan cuma-cuma (bdg. 9:5).

* Ul 4:37-38 - Karena Ia mengasihi nenek moyangmu
Karena Ia mengasihi nenek moyangmu. Musa menelusuri peristiwa pelepasan dari Mesir dan pemilikan perhentian yang dijanjikan (yang kesungguhannya sudah tampak dari penaklukan Trans-Yordan) kepada kasih Allah terhadap para leluhur, terutama, Abraham.

*  Ul 4:39 - Tuhanlah Allah
Tuhanlah Allah. Musa kemudian menunjuk kepada keseluruhan kemurahan yang ajaib pada masa lalu dan pengesahan pengharapan masa depan dalam perjanjian itu (ay. 40) sebagai alasan untuk menghadapi secara hati-hati berbagai klaim tentang keilahian eksklusif Tuhan.



SGDK
MINGGU NATAL
RABU, 27 DESEMBER 2017
BERPEGANGLAH PADA JANJI TUHANMU
Ulangan 4:30-40

PENGANTAR
Kitab Ulangan berisi wejangan Musa sebagai amanat per-
pisahan dengan umat Israel sebelum kepemimpinannya diserah-
kan kepada Yosua menghantar umat itu memasuki Kanaan.
Dataran Araba di Moab sebelah timurYerikho dan Sungai Yordan
menjadi tempat dimana slmpul-simpul peristiwa selama masa
40 tahun pengem baraan di padang gurun kembali direkonstruksi
Musa kepada generasi Israel yang tidak mengalami dan
mengingat Paskah pertama dalam peristiwa keluarnya mereka
sebagai umat dari perhambaan di Mesir, penyeberangan Laut
Merah, dan pemberian Dasa Firman dalam peristiwa pemberian
prasasti dwi-tunggal tersebut di Sinai. Dengan penuh kharisma
sebagai "Pemimpin Religius sekaligus Penata Kemaslahatan
Umat",

Musa menyampaikan homili kepada segenap umat Israel.
Gema tentang kesetiaan dalam bingkai ketaatan kepada Sabda
Tuhan, menerjemahkan Sabda Tuhan itu dalam setiap peristiwa
perjumpaan, rajutan sentuhan kemanusiaan dan ragam pe-
ngalaman rasa memaknai pergumulan sebagai umat dalam pe-
ziarahannya, dinarasikannya melalui homili itu dengan sebuah
penegasan ujaran pengalaman iman tentang penyertaan janji
setia Tuhan yang telah dinyatakan-Nya kapada moyang Israel
sampai dan dengan generasi yang akan menapakkan babak baru
ziarah hidup di Negeri Terjanji. Setelah memadahkan gita
kesetiaan Tuhan, memberikan berkat atas suku-suku Israel, dan
dengan seizin Tuhan menatap panorama Sungai Yordan untuk
memandang hamparan Tanah Terjanji, Musa pun tutup usia di
Bukit Nebo.

PENJELASAN NAS
Karya Tuhan yang mulia sebagai pemenuhan janji-janji-Nya,
panggilan kesetiaan dan ketaatan Israel sebagai umat Tuhan
dalam beriman dituntun Sabda Tuhan, serta menakzimkan-Nya
dengan sumarah pada Janji Setia Tuhan dengan sepenuh hati,
segenap jiwa dan kekuatan mereka menjadi butir-butir refleksi
dari homili Musa sebelum kepemimpinannya diserahkan kepada
Yosua.

Generasi umat Israel yang akan menapakkan babak baru
kehidupan di Kanaan direngkuh untuk merasakan betapa kasih
setia Tuhan telah dinyatakan-Nya dalam setiap simpul sejarah
keselamatan yang dibentangkan sejak hari ketika Tuhan
mencipta manusia di bumi (ay. 32 BIMK:LAI "SelidikiIah masa
lampau, jauh sebelum kamu lahir, mulai dari hari ketika Allah
menciptakan manusia di bumi ini. . . ). Umat Israel dicintai Tuhan
sebagai bangsa yang hidup dalam panggilan bahwa "Muruah"
(kehormatan diri; harga diri; nama baik) sebagai komunitas
penerima "Janji-Janji-Nya" sejak moyang mereka (ay.31), se-
mata-mata pemberian Tuhan untuk kemudian sebagai bangsa
dipanggil membawa "KemasIahatan" (kegunaan; kebaikan;
manfaat; kepentingan) bagi umat manusia dalam bingkai
keutuhan ciptaan (ay. 32, 33, 34 BlMK.'LAl...pernahkah ada
orang yang mendengar  ? pernahkah ada bangsa yang tetap
hidup... ? pernahkah ada suatu i/ah yang berani mengambil. .).
Kehormatan, harga diri dan nama baik umat merupakan lam-
bang Supremasi Tuhan sendiri yang memungkinkan Israel
sebagai bangsa dalam panggilan menapakkan babak baru
kehidupan di Kanaan secara total menyerahkan segenap hidup
dan karya mereka (personal/komunal) untuk keagungan
Tuhan. 'Ad Maiorem Dei G/oriam'yang arfinya Demi Kemulia-
an Allah yang lebih Besar (ay.35).

Generasi umat Israel yang akan menapakkan babak baru
kehidupan di Kanaan dirangkul untuk menerjemahkan kembali
narasi panjang rekam jejak mereka sebagai umat Tuhan
dalam 40 tahun pengembaraan di padang gurun ke dalam
bahasa dokumen hidup sehari-hari yang akan dimaknai dalam
asa hidup di Tanah Terjanji. Bagaikan melihat kembali isi rapor
(setelah masuk dalam pembelajaran sekolah kehidupan 40
tahun peziarahan), umat Israel sebagai "para murid" diminta
membuka sebuah dialog kasih dalam semangat ketaatan
kepada Tuhan sebagai "Guru Agung" yang telah menuntun
pembelajaran hidup selama dalam 40 tahun pengembaraan
(ay.40). Ragam peristiwa dirajut-simpulkan bagai melihat
rumpun mata pelajaran mulai dari pemilihan Tuhan atas le-
Iuhur Israel yang dicintai-Nya, Paskah pertama hingga per-
jumpaan di Sinai (ay.37). Gumul-juang dalam perjumpaan
dengan bangsa-bangsa selama dalam pengembaraan dimana
kemenangan diberikan kepada umat Tuhan, hingga jelang
menapakkan babak baru kehidupan di Kanaan (ay. 38). Tuhan
telah menerapkan seni berdialog dengan umat yang dicintai-
Nya dalam memaknai ragam gumul-juang selama pengem-
baraan. Dengan menerjemahkan setiap peristiwa, mengarti-
kulasikan proses pendam pingan Tuhan atas ragam pengalam-
an mereka dimana Janji.dan Pemenuhannya menjadi sebuah
kesimpulan, telah membawa umat Israel dalam sikap ketaatan
untuk tetap setia berpegang juga pada Janji Tuhan itu (ay 39,
40 bdk. Ulangan 7:9 BIMK : LAI "/ngatlah bahwa TUHAN
A//ahmu adalah satu-saturya Allah, dan la Allah yang setia.
TUHAN memenuhijanji-Nya dan menunjukkan kasih-Nya yang
tetap sampai seribu keturunan kepada orang yang mencintai
Dia dan taat kepada perintah-perintah-Nya')

PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN
1. Bagaimanakah sebuah upaya reka - ulang ragam peris-
tiwa dan pengalaman masa lalu menjadi kekuatan dan
pengakuan bahwa ada campur-tangan Tuhan didaIam-
nya?
2. Bagaimanakah sebuah upaya menemukan Janji Tuhan
dalam ragam peristiwa dan pengalaman masa kini
menjadi kekuatan kita menghadapi hari esok ?
3.. Apakah peristiwa dan pengalaman masa lalu, masa kini
Saudara menginspirasi sesama mengantisipasi masa
depan dalam taat, setia dan bertekad yang bulat sembari
tetap berpegang pada Janji Tuhan ? Berbagilah kisah
peristiwa dan pengalaman itu !


SBU

MINGGU NATAL
RABU, 27 DESEMBER 2017
Renungan Pagi
GB.78 :1,2,3 - Berdoa
DOKUMEN HIDUP
Ulangan 4 : 1 - 29

"...yakni Kesepuluh Firman dan la menuliskannya pada dua loh batu". (ay.13)

Sebuah prasasti berukuran 45 cm x 35 cm telah menyatu dengan
tembok dinding depan gedung gereja GPIB Immanuel Pare Pare
bertuliskan : PARE PARE 22-12-1931 GR: D|M'l: W.W. DE
COSTA. Hanya tercitra 37 gabungan karakter huruf, angka dan tanda
baca pada prasasti ini, namun mengandung sejarah yang bernilai
bagi setiap anak-anak yang lahir dan dibesarkan oleh 'Sang lbu'
("Gereja A yam" ini) lewat Persekutuan, Pelayanan dan Kesaksiannya
di sekitar alun-alun Kota Pare Pare. Merekonstruksi sejarah dalam
bingkai konteks dinamika angkatan demi angkatan lewat rajutan
keteladan, inspirasi, dan cita-cita hidup yang beragam dalam setiap
musimnya dengan semangat ketaatan.

Dalam wejangan Musa kepada umat yang dipimpinnya jelang
memasuki babak baru dan mendiami rumah bersama di "Negeri yang
Dijanjikan", didokumentasikanlah ketetapan dan peraturan yang telah
diajarkan untuk dilakukan supaya hidup selalu direkonstruksi angkatan
demi angkatan dalam semangat ketaatan sebagai Umat Allah.
Sebuah Dokumen Hidup dalam patri perjanjian dengan Allah telah
mewujud dengan hadirnya Prasasti Kesepuluh Firman. Kanon yuridis
formal ini menghadirkan kembali semangat hidup dalam kepenuhan-
nya kala umat berkomitmen memaknainya dengan rasa kemanusiaan
dimana Allah sendiri telah membesarkan mereka sebagai anak-anak
yang dilahirkan-Nya. Dalam Janji Keseiamatan-Nya itu angkatan demi
angkatan berkomitmen untuk terus menghidupkan secara baru makna
huruf-huruf pada Prasasti yang sejatinya bermuara pada ketaatan
dalam realitas hidup.

Dalam memaknai masa Natal sebuah Karya Kasih yang monu-
mental telah terjadi di Betlehem. "Pa|ungan" di Rumah Roti dan
"Pa|ang sa|ib" di Bukit Tengkorak bagaikan goreťan kasih Allah yang
terpatri dalam sejarah kemanusiaan untuk menyatakan kasih dan
pengasihanNya. Rajutan huruf dan simpul kata seakan tidak dapat
melukiskan kasih-Nya yang agung dan mulia itu. Dibutuhkan dokumen
hidup kita yang diteguhkan melalui ragam peristiwa dan pengalaman
bagai Puisi Kehidupan tentang Kasih yang tak bertepi, Harapan yang
selalu baru, dan lman yang terus bertumbuh.

GB.390
Doa : (Beri kami hikmat menoreh taat dan setia dalam hidup bermakna)




MINGGU NATAL
RABU, 27 DESEMBER 2017
Renungan Malam
GB252 I 1,2- Berdoa
BERPEGANGLAH PADA JANJI TUHANMU
Ulangan 4 : 30 - 40

".....la tidak akan melupakan perjanjian yang diikrarkan-Nya..." (ay.31)

Berpeganglah pada janji Tuhanmu. Di sepanjang masa la
beserta. Angkatlah pujian, puji nama-Nya,berpegang|ah pada janji-
Nya. Jangan bimbang, berpeganglah padajanji Jurus'lamat. Jangan
bimbang, percaya pada janji Tuhanmu...".Kutipan bait 1 dari Buku
Nyanyian lbadah Gita Bakti 252 ini senantiasa menggemakan
semangat daya juang dalam menziarahi asa yang dikobarkan para
insan kala meretas kekusutan hidup dan yakin bahwa tangan Tuhan
sedang merajut kembali suatu karya yang akan mengundang decap
kagum setelah dengan rendah hati menanti rajutan akhir yang
memesona itu.

Dalam wejangan Musa kepada umat yang dipimpinnya memasuki
Kanaan, suatu dialog pribadi dijadikan model berefleksi untuk melihat
dengan jujur bahwa jalan hidup terbentang tidak akan selalu mulus
seiring hadirnya beragam soal dan gumul yang merintangi silih ber-
ganti. Maksud hati merajut cinta ada kala kusut berujung benci.
Maksud hidup rindu setia ada kala bersua khianat. Maksud tangan
menabur buah karya mulia ada kala menuai caci. Tetapi, dengan
sentuhan manusiawi untuk belajar bercermin diri Musa mengajak
untuk melihat tentang jejak-jejak cinta, berani menapak tilas me-
nelujuri jalan bersama yang telah terekam indah bersama Allah.

Rekonstruksi sejarah kembali dibentangkan untuk melihat potongan-
potongan gambar dalam galeri hidup umat, sehingga bagai kepingan
mozaik dengan dibimbing tangan Allah pada waktunya umat melihat
sendiri hasil akhir konfigurasi gambar hidup yang memesona.
Semoga adalah kita yang belajar bersenandung tentang indah-
nya hari-hari, mulianya perjumpaan tulus antar kita, ikhlasnya syukur
hati kita dan agungnya bakti hidup kita bersama-sama dengan kasih
setia Tuhan. Semoga syukur selalu menghiasi hari-hari yang hadir
dalam ragam pengalaman untuk kita madahkan : "Berpeganglah pada
janji Tuhanmu, hidupmu tambatkan pada kasih-Nya. Roh Kudus
menuntunjalan hidupmu berpeganglah padajanji-Nya...kau tak akan
jatuh dalam susahmu, di setiap hal dengar panggilan-Nya,
berpeganglah pada janji-Nya".

GB.252 : 3,4,5
Doa : (Ya Yesus, bantu kami berpegang pada Janji-Mu dalam jalani hidup)











Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan



rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke



JUMAT, 30 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 30 NOVEMBER 2018 - BELAJAR BUAK DARI KEHIDUPAN - 2 Timotius 2:1-7 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Hari ketujuh, Demikianlah riwayat langit dan bumi // TUHAN Allah, Ada kabut naik ke atas ... dan membasahi // kabut, Tuhan Allah membentuk // manusia itu dari debu tanah // membentuk // manusia itu dari debu tanah ... menghembuskan // napas hidup ke
RABU, 28 NOVEMBER 2018
RABU, 28 NOVEMBER 2018 - MENDERITA DALAM KEBENARAN, BERBAHAGIALAH - 1 Petrus 2:18-25 (SGDK) - MlNGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SELASA, 27 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 27 NOVEMBER 2018 - MEMBERLAKUKAN APA YANG DIBERLAKUKAN TUHAN - 1 Petrus 2:7-10 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SENIN, 26 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 26 NOVEMBER 2018 - HIDUP ADALAH UCAPAN SYUKUR - 1 Petrus 1:17-25 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Jika kamu menyebut-Nya Bapa // Hidup dalam ketakutan, Kamu telah ditebus ... bukan dengan barang yang fana // Dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus // yang mahal, Rasul Petrus menasihati mereka supaya menjalin kasih persaudaraan, Sia-sianya Ma
MINGGU, 25 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 25 NOVEMBER 2018 - BERHIKMAT DALAM HIDUP - 1 Korintus 10:12-13 - HARI MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)



Minggu, 04 November 2018
Tata Ibadah Hari Minggu Syukur HUT ke-8 PKLU GPIB - Minggu, 04 November 2018

JUKLAK HUT KE-8 PKLU GPIB, PESAN MS GPIB HUT ke-8 PKLU, surat pengantar hut 8 pklu, TATA IBADAH PKLU GPIB HUT Ke-8 PKLU
7 OKTOBER 2018
KOREKSI LAGU DALAM TATA IBADAH 7 OKTOBER 2018 DAN PETUNJUK PELAKSANAAN IBADAH MINGGU SELAMA BULAN OKTOBER 2018


Minggu, 07 Oktober 2018
Tata Ibadah HARI PERJAMUAN KUDUS se-DUNIA dan HARI PEKABARAN INJIL INDONESIA (HPKD/HPII) Minggu, 07 Oktober 2018

Menggunakan Tata Ibadah GEREJA KRISTEN JAWA (GKJ)



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)

SABTU, 12 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 12 JANUARI 2019 - PERGANTIAN NAMA - Yesaya 65:15-16 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
KESALEHAN DAN KESALAHAN, Dalam hal kehormatan dan nama baik
JUMAT, 11 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 11 JANUARI 2019 - BERPALING DARI DOSA DAN KEMBALI KEPADANYA - Yesaya 65:1-7 - MINGGU EPIFANIA
Sabda Bina Umat (SBU)
Pertobatan Bangsa-bangsa Bukan Yahudi; Kefasikan Orang-orang Yahudi; Penolakan terhadap Orang-orang, BERKAT TUHAN UNTUK MEREKA YANG SETIA
KAMIS, 10 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 10 JANUARI 2019 - ANGKAT HATI PADA ALLAH - Yesaya 64:7-12 - HARI EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ALLAH TIDAK TURUN TANGAN ,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 (SGDK) - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
Permohonan Sepenuh Hati,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Permohonan Sepenuh Hati, ALLAH PENYELAMAT TUNGGAL