Save Page
Maleakhi 3:16-18
3:16 Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya." 3:17 Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia. 3:18 Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

Penjelasan:

* Masyarakat yang tak mengenal Allah dengan percakapan yang anti-Allah, mendorong orang-.orang percaya untuk berkumpul bersama guna saling membangkitkan semangat dan menyatukan kesaksian. Orang-orang yang takut. Di Israel masih ada orang-orang percaya sejati. Sebuah kitab peringatan. Di surga, dibuat catatan mengenai orang-orang yang menghormati TUHAN. Untuk penjelasannya lihat Ester 2:23; 6:1-3; Keluaran 32:32; Mazmur 56:8; 69:28; Lukas 10:20; Wahyu 20:12; 21:27.

* Mal 3:17 - Milik kesayangan-Ku sendiri // Pada hari yang Kusiapkan // Aku akan mengasihani mereka
Milik kesayangan-Ku sendiri. Bagian pertama kalimat ini seharusnya berbunyi, Dan mereka akan menjadi milik-Ku, milik yang berharga (bdg. Tel. 19:5). Pada hari yang Kusiapkan. Hari Tuhan (bdg. 3:1, 2). Orang dapat menerjemahkannya: "pada hari Aku bertindak." Akan datang harinya ketika Allah akan bertindak, ketika keadilan akan dibagikan. Aku akan mengasihani mereka. Hari Tuhan akan merupakan hari yang menakutkan (Zef. 1:15-18), namun orang benar memiliki jaminan yang menenangkan bahwa Dia yang memiliki hari itu akan melepaskan orang-orang milik-Nya (bdg. Mzm. 91:7).

* Mal 3:18 - Kembali
Kembali. Diterjemahkan sebagai "lagi," dan kalimatnya berbunyi: "Dan kamu akan melihat lagi." Sejarah telah menghasilkan sejumlah besar kesaksian tentang fakta bahwa "apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya" (Gal. 6:7); hal itu akan terus demikian. Hanya mata yang buta atau sifat keras kepala yang bandel yang dapat menyimpulkan bahwa Allah tidak membedakan antara orang benar dan orang jahat dalam membagi berkat.

* Mayoritas berwawasan dagang.
"Mengapa orang yang tidak mengindahkan Tuhan justru lebih enak hidupnya dibandingkan kami, yang rajin beribadah!". Inilah pergumulan manusia dari zaman ke zaman (bdk. Mzm. 73). Akar pergumulan itu adalah persepsi yang menyamakan hubungan dengan Tuhan sebagai hubungan dagang benarkah Tuhan baik dan adil? Kalau Tuhan baik dan adil, mengapa orang baik menderita, dan orang yang jahat makin hari makin makmur. Setiap orang yang menganut paham ini, akhirnya akan dikecewakan. Hal ini sering menjadi alasan, untuk mencari allah lain, yang dianggap lebih mampu memberikan keuntungan.
Minoritas berwawasan kekal. Dalam suasana perhitungan untung rugi diterapkan dalam hubungan dengan Alah, ternyata terselip minoritas yang masih menghormati Tuhan. Mereka tetap setia mempertahankan penghayatan iman melalui ibadah dan sikap saling mendorong dalam iman (bdk. Ibr. 10:24, 25). Bagi orang beriman, Allahlah yang akan memperhatikan dan menghargai mereka sebagai "milik kesayangan-Nya", bahkan bertindak mengasihi dan mewarisi kekekalan kepada mereka (bdk. Mzm. 73:26, 27).



SBU


MINGGU ADVEN I
JUMAT, 8 DESEMBER 2017
Renungan Pagi
GB.226 : 1 - Berdoa
PILIHAN SIKAP TERHADAP KEJAHATAN
Maleakhi 3 : 13 - 15

Oleh sebab itu kita menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah : Bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allah pun, mereka luput juga (ay.15)

Alkitab sebagai firman Allah menyatakan dengan tegas agar kita sebagai umat Allah menjauhkan diri dari tindakan kejahatan, baik terhadap Allah maupun sesama ciptaan. Apabila kita melakukan kejahatan, maka itu membuat kita jatuh dalam dosa dan Allah takkan segan untuk menghukum.

Saat melihat kenyataan di dalam dunia, takjarang kita justru menyaksikan kehidupan orang-orang yang melakukan kejahatan itu jauh dari hukuman Allah. Ada yang tetap bersukaria dalam kemewahan dari hasil harta kejahatan dan ada juga orang kemudian jadi terkenal. Apakah lni berarti Allah berkompromi
dengan orang-orang yang melakukan kejahatan itu? Jelas tidak! Ketika berhadapan dengan orang-orang Israel di Yerusalem yang juga memikirkan pendapat yang sama, nabi Maleakhi menyanggahnya dengan mengatakan itu sesuatu yang gegabah.

Allah tidak pernah akan berkompromi dengan kejahatan. Sebuah pendapat yang kemudian dikuatkan Tuhan Yesus ketika berbicara tentang kemustahilan terang yang mewakili kebaikan dari Allah dapat bersatu dengan gelap yang mewakili kejahatan. ltulah sikap yang seharusnya juga dipegang kita sebagai umat Allah. Lalu bagaimana dengan orang-orang jahat yang sepertinya jauh dari hukuman Allah itu? Hal lni tentu tidak mudah dipahami. Namun mari kita melihat hal ini dari sudut pandang Allah. Ada kalanya Allah membiarkan kejahatan terjadi dalam hidup manusia karena Allah ingin menempatkan umat-Nya yang hidup dalam kebenaran untuk tetap tegak menentang kejahatan. Dengan kata lain, jangan hanya terpaku pada mempertanyakan mengapa orang-orang jahat tidak dihukum Allah, tapi pertanyakan juga pada diri sendiri apa sikap dan tindakan kita sebagai umat Allah terhadap kejahatan. Allah sudah jelas menentukan sikap bahwa Ia menentang tiap kejahatan, lalu bagaimana dengan kita?

GB.226 : 2
Doa : (Tuhan, janganlah aku dibiarkan hidup sebagai orang fasik, tapi bimbing aku untuk hidup benandalam kasih setia-Mu)



MINGGU ADVEN I
JUMAT, 8 DESEMBER 2017
Renungan Malam
GB.6 : 1 - Berdoa
MEMANG ENAK JADI ORANG BENAR?
Maleakhi 3:16-18

Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam,
pada hari yang Ku-siapkan (ay.17a)

Hidup sebagai orang benar berarti sungguh-sungguh ber-
sandar pada pengajaran firman Tuhan yang dinyatakan dalam
keteguhan iman bersama Tuhan dan kesediaan untuk membawa
kesaksian yang baik dalam hidup sehari-hari. Kalimat ini seperti-
nya mudah untuk diucapkan, namun pada kenyataannya sangat
berat dijalani. Dibenci, dihina, disakiti secara fisik, bahkan dibunuh
menjadi risiko yang bisa terjadi karena berani mengambil risiko
untuk mengambil pilihan yang berbeda dari kebanyakan orang
lain. Jika melihat risiko yang dihadapi orang benar, maka wajar
tidak banyak orang mau menjalaninya dan memilih bermain aman
dalam hidupnya.

Ketidakberanian untuk hidup sebagai orang benar itulah yang
dijalani orang-orang Israel di Yerusalem. Mereka merasa lebih
nyaman hidup sebagai orang berdosa. Namun nabi Maleakhi
mengingatkan bahwa itu bukan hal yang dikehendaki Tuhan.
Tuhan ingin mereka hidup dalam kebenaran sesuai dengan
firman-Nya. Apabila mereka mau hidup sebagai orang benar
dalam Tuhan, maka nabi Maleakhi menyatakan Tuhan akan
mengingat mereka sebagai milik kepunyaan-Nya yang akan
dikasihi senantiasa.

Di sini orang-orang Israel di Yerusalem diingatkan bahwa
mereka tidak dapat hidup sebagai orang berdosa, namun me-
nyebut diri sebagai umatTuhan. Jika mereka adalah umat Tuhan,
maka seharusnya mereka bisa membuktikannya dalam sikap
hidup sebagai orang benar. Perkataan nabi Maleakhi ini seharus-
nya juga memotivasi kita untuk tidak setengah-setengah dalam
menjalani hidup sebagai umat Tuhan. Mari hidup sebagai orang
benar dengan sepenuh hati karena itulah panggilan Tuhan yang
kita terima saat la datang menebus dosa kita.

GB.6 : 2
Doa : (Tuhan, kuserahkan hidupku untuk menjadi bagian dari milik-Mu
agar kebenaran-Mu nyata melalui hidupku)

Label:   Maleakhi 3:16-18 




Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan



rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke



JUMAT, 30 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 30 NOVEMBER 2018 - BELAJAR BUAK DARI KEHIDUPAN - 2 Timotius 2:1-7 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Hari ketujuh, Demikianlah riwayat langit dan bumi // TUHAN Allah, Ada kabut naik ke atas ... dan membasahi // kabut, Tuhan Allah membentuk // manusia itu dari debu tanah // membentuk // manusia itu dari debu tanah ... menghembuskan // napas hidup ke
RABU, 28 NOVEMBER 2018
RABU, 28 NOVEMBER 2018 - MENDERITA DALAM KEBENARAN, BERBAHAGIALAH - 1 Petrus 2:18-25 (SGDK) - MlNGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SELASA, 27 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 27 NOVEMBER 2018 - MEMBERLAKUKAN APA YANG DIBERLAKUKAN TUHAN - 1 Petrus 2:7-10 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SENIN, 26 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 26 NOVEMBER 2018 - HIDUP ADALAH UCAPAN SYUKUR - 1 Petrus 1:17-25 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Jika kamu menyebut-Nya Bapa // Hidup dalam ketakutan, Kamu telah ditebus ... bukan dengan barang yang fana // Dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus // yang mahal, Rasul Petrus menasihati mereka supaya menjalin kasih persaudaraan, Sia-sianya Ma
MINGGU, 25 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 25 NOVEMBER 2018 - BERHIKMAT DALAM HIDUP - 1 Korintus 10:12-13 - HARI MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)



Minggu, 04 November 2018
Tata Ibadah Hari Minggu Syukur HUT ke-8 PKLU GPIB - Minggu, 04 November 2018

JUKLAK HUT KE-8 PKLU GPIB, PESAN MS GPIB HUT ke-8 PKLU, surat pengantar hut 8 pklu, TATA IBADAH PKLU GPIB HUT Ke-8 PKLU
7 OKTOBER 2018
KOREKSI LAGU DALAM TATA IBADAH 7 OKTOBER 2018 DAN PETUNJUK PELAKSANAAN IBADAH MINGGU SELAMA BULAN OKTOBER 2018


Minggu, 07 Oktober 2018
Tata Ibadah HARI PERJAMUAN KUDUS se-DUNIA dan HARI PEKABARAN INJIL INDONESIA (HPKD/HPII) Minggu, 07 Oktober 2018

Menggunakan Tata Ibadah GEREJA KRISTEN JAWA (GKJ)



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)

SABTU, 12 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 12 JANUARI 2019 - PERGANTIAN NAMA - Yesaya 65:15-16 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
KESALEHAN DAN KESALAHAN, Dalam hal kehormatan dan nama baik
JUMAT, 11 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 11 JANUARI 2019 - BERPALING DARI DOSA DAN KEMBALI KEPADANYA - Yesaya 65:1-7 - MINGGU EPIFANIA
Sabda Bina Umat (SBU)
Pertobatan Bangsa-bangsa Bukan Yahudi; Kefasikan Orang-orang Yahudi; Penolakan terhadap Orang-orang, BERKAT TUHAN UNTUK MEREKA YANG SETIA
KAMIS, 10 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 10 JANUARI 2019 - ANGKAT HATI PADA ALLAH - Yesaya 64:7-12 - HARI EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ALLAH TIDAK TURUN TANGAN ,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 (SGDK) - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
Permohonan Sepenuh Hati,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Permohonan Sepenuh Hati, ALLAH PENYELAMAT TUNGGAL