Save Page
Ulangan 5:23-27
Orang Israel takut menghadapi kedatangan TUHAN
5:23 "Ketika kamu mendengar suara itu dari tengah-tengah gelap gulita, sementara gunung itu menyala, maka kamu, yakni semua kepala sukumu dan para tua-tuamu, mendekati aku, 5:24 dan berkata: Sesungguhnya, TUHAN, Allah kita, telah memperlihatkan kepada kita kemuliaan dan kebesaran-Nya, dan suara-Nya telah kita dengar dari tengah-tengah api. Pada hari ini telah kami lihat, bahwa Allah berbicara dengan manusia dan manusia itu tetap hidup. 5:25 Tetapi sekarang, mengapa kami harus mati? Sebab api yang besar ini akan menghanguskan kami. Apabila kami lebih lama lagi mendengar suara TUHAN, Allah kita, kami akan mati. 5:26 Sebab makhluk manakah yang telah mendengar suara dari Allah yang hidup yang berbicara dari tengah-tengah api, seperti kami dan tetap hidup? 5:27 Mendekatlah engkau dan dengarkanlah segala yang difirmankan TUHAN, Allah kita, dan engkaulah yang mengatakan kepada kami segala yang difirmankan kepadamu oleh TUHAN, Allah kita, maka kami akan mendengar dan melakukannya.


Penjelasan:

* Ul 5:23-27 - Mendekatlah engkau dan dengarkanlah (5:27)
(dalam Alkitab Ibrani 20-24). Melanjutkan kisah tentang pembuatan perjanjian di Sinai, Musa mengingatkan bangsa Israel tentang janji mereka sebelumnya untuk menaati apa yang difirmankan Allah (bdg. Kel. 20:18-21). Sesungguhnya, demikian nyata ketakutan mereka menyaksikan kemuliaan-Nya sehingga mereka meminta agar Musa saja yang menerima penyataan selanjutnya dari Allah - Mendekatlah engkau dan dengarkanlah (5:27). Keengganan untuk mengalami kehadiran Allah semacam itu berbeda sekali dengan kebahagiaan semula manusia ketika bersekutu dengan Khaliknya di Taman. Dan di sini terlihat hebatnya kengerian dari kutukan atas dosa. Tentu saja ada batas-batas maksimum kemampuan manusia melihat Allah (bdg. Kel. 33:20). Namun sekalipun dalam batas-batas itu, kasih karunia penebusan memungkinkan manusia menikmati penglihatan tentang Allah, manusia berdosa menganggap pengalaman itu sebagai ancaman terhadap hidupnya (mis, Kej. 32:30; Hak. 6:22, 23). Di dalam hadirat Allah yang kudus di Sinai, bangsa Israel demikian menyadari kenajisan mereka sehingga mereka tidak berani melangkah lebih jauh dengan hak istimewa unik mereka (bdg. Ul. 4:33). Sekalipun demikian, ketakutan mereka merupakan tindakan yang saleh sebab mereka mengakui Allah yang tampil demikian dahsyat di gunung itu sebagai Allah mereka dan mereka berjanji untuk melaksanakan kehendak-Nya.

* Seruan serius dari Allah.
Kitab Ulangan ini ditulis pada akhir masa pelayanan Musa, ketika ia berada di daerah Moab sebelum menyeberangi sungai Yordan dan akan segera menyerahkan kepemimpinannya kepada Yosua (ayat 1:5). Musa sebagai perantara yang telah dipilih untuk menyampaikan Firman Tuhan (ayat 23-27; 30-31) bertekad untuk mempersiapkan Israel memasuki Kanaan dengan mengingatkan mereka akan peristiwa khusus ketika perjanjian Tuhan diberikan.
Musa mengingatkan, bahwa pada saat itu mereka mendengar firman itu disampaikan dengan dahsyat: [1] yang secara langsung bersumber dari Tuhan; [2] berotoritas atas seluruh Israel; [3] dinyatakan dengan kemegahannya; [4] diberikan secara menyeluruh dan tuntas; serta [5] dituliskan dalam bentuknya yang stabil dan permanen (ayat 5:22). Pada peristiwa itu Israel takut dan menghormati Tuhan (ayat 23-26,28), serta berjanji untuk mendengar dan melakukan firman Tuhan (ayat 27).

SBU

MINGGU NATAL
JUMAT, 29 DESEMBER 2017
Renungan Pagi
GB.304:1,2 - Berdoa
PESAN PLAKAT
Ulangan 5 : 22
"Firman itulah yang diucapkan TUHAN....
Ditulis-Nya semuanya pada dua loh batu...." (ay.22)

Pemerintah Kota Pare Pare melalui Dinas Olahraga, Pemuda dan
Pariwisata pada bulan Desember 2016 yang lalu mengajukan
permintaan ijin untuk memasang Marka Cagar Budaya di lokasi
Gedung Gereja GPIB Immanuel Pare Pare sehubungan proses
pengkajian dan dugaan bahwa Gedung Gereja saat ini sebagai
'Bangunan Cagar Budaya'. Sebelum mendapat penetapan definitif
statusnya sebagai bagunan cagar budaya saat ini dipasang sebuah
plakat berukuran 40 cm x 30 cm berbahan metal pada dinding luar
depan gedung gereja. Tertulis sebagai prolog pada plakat yang dibuat
Pemerintah Kota dimaksud: "GPIB IMMANUEL merupakan Gereja
Protestan Pertama di Pare Pare yang diresmikan pada tanggal 22
Desember 1931 oleh Pendeta W.W.De Costa "Jaga, Llndungi,
Lestarikan" Status : Bangunan cagar Budaya (Dugaan/-Kajian)...".
Menuju penetapan definitifnya dalam ketulusan perlu secara
kontekstual didalami makna kehadiran Gereja ini ditengah per-
jumpaannya dengan realitas sosial dan ruang terbuka publik di Kota
Pare Pare. Merekonstruksi 'pesan plakat' seiring kenyataan bahwa
gereja secara baru terus-menerus menerjemahkan ragam wujud
kearifan memadu-menata Persekutuan, Pelayanan dan Kesaksian-
nya.

Terdokumentasikannya Dekalog sebagai 'Kanon Yuridis Formal'
dalam wujud prasasti bagi Israel sebagai umat yang dicintai Allah
merupakan karya monumental dimana Allah sendiri dalam rancang-
bangun jalan Keselamatan-Nya mematri janji-Nya dengan moyang
Israel menuju pemenuhannya di Tanah Terjanji. Dalam bingkai
ketaatan dan kesetiaan, umat Israel diamanatkan menata pesan
mendalam dari Isl "Dua Loh Batu" ini dan menerjemahkannya dalam
ruang kehidupan secara kontekstual dan bermartabat.
Memulai mengisi hari ini marilah melangkah dengan mengasah
kepekaan atas apa yang tersurat dan yang tersirat dari setiap
perjumpaan kita dengan ragam peristiwa sebagai sebuah pesan.
Slmpul-simpul nlat hati yang tulus berbakti moga dirajut indah dalam
pengabdian se- entang kasih setia Allah yang tak bertepi.

GB.304 : 3
Doa : (Ya Yesus, kami mendamba bakti hidup yang bermakna mensyukuri
ragam peristiwa membawa pesan' setia janji penyertaan-Mu selalu)



MINGGU NATAL
JUMAT, 29 DESEMBER 2017
Renungan Malam
GB.307 : 1,2 - Berdoa
MEMAKNAI KETIDAKSEMPURNAAN
Ulangan 5:23-27

"....bahwa Allah berbicara dengan manusia dan manusia itu tetap hidup. Tetapi
sekarang...." (ay.24,25)

Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun yang diresmikan 12 Mei 2015
yang lalu oleh Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf
Habibie kini menjadi 'lkon' Kota Pare Pare. Lokasi monumen sekitaran
alun-alun Andi Makassau dengan berdiri tegak patung berbahan
perunggu Sepasang Kekasih setinggi kurang Iebih 4 meter (Bapak
Habibie merangkul mendiang lbu Ainun) kini menjadi titik berkum pul
warga di ruang terbuka publik. Monumen yang akan menginspirasi
warga seiring keteladan sosok Bapak Habibie dan mendiang lstri
yang dikasihinya. Penggalan relief tulisan di kaki patung : 'Cinta Sejati'
dari kalimat utuh "Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun" menjadi
pesan universal untuk mengkonstruksi kehidupan dengan semangat
cinta dan realitas perjumpaannya dengan kerapuhan yang hadir dalam
ragam ketidaksempurnaan. "Tak perlu seseorang yang sempurna,
cukup temukan orang yang selalu membuatmu bahagia dan
membuatmu berarti Iebih dari siapapun" - " demikian butir tulisan
refleksi B. J. Habibie. Memaknai ketidaksempurnaan untuk tetap
menemukan kebahagiaan dan kepenuhan hidup melalui kehadiran
"Cinta Sejati".

Dalam wejangan kepada umat Israel yang akan memasuki Tanah
Terjanji, Musa merefleksikan kembali momen perjumpaan umat
dengan kedahsyatan kehadiran Allah hingga sampai pada pe-
ngakuan akan kerapuhan dan ketidaksempurnaan mereka berha-
dapan dengan kedahsyatan kehadiran Allah itu. Semata-mata be-
laskasihan Allah kala dalam hadirat-Nya manusia berkenan dijum-
pai-Nya. Lautan rahmat kerahiman-Nya memungkinkan kerapuhan
dan ketidaksempurnaan menemukan makna baru ditengah-tengah
manusia membangun kembali konstruksi cinta yang telah hancur
berkeping atau puing-puing asa kehidupan yang dicoba ditata kem-
bali untuk menemukan kebahagiaan berarti.

Kehidupan dalam ragam peristiwa bisa hadir dalam kondisi-kondisi
tidak ideal. ldealisme yang kita bangun pun tidak pernah 'berdiri
tunggal', betapa natur kita perlu terus belajar dari yang Sempurna
yaitu Allah sendiri Yang Maha Sempurna.

'GB.307 : 3
Doa : (Bantu kami, melalui ketidaksempurnaan dan kerapuhan belajar
menemukan maksud-Mu dalam berjalan pada jalan yang Engkau tuju)

Label:   Ulangan 5:23-27 




Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan



rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke



JUMAT, 30 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 30 NOVEMBER 2018 - BELAJAR BUAK DARI KEHIDUPAN - 2 Timotius 2:1-7 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Hari ketujuh, Demikianlah riwayat langit dan bumi // TUHAN Allah, Ada kabut naik ke atas ... dan membasahi // kabut, Tuhan Allah membentuk // manusia itu dari debu tanah // membentuk // manusia itu dari debu tanah ... menghembuskan // napas hidup ke
RABU, 28 NOVEMBER 2018
RABU, 28 NOVEMBER 2018 - MENDERITA DALAM KEBENARAN, BERBAHAGIALAH - 1 Petrus 2:18-25 (SGDK) - MlNGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SELASA, 27 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 27 NOVEMBER 2018 - MEMBERLAKUKAN APA YANG DIBERLAKUKAN TUHAN - 1 Petrus 2:7-10 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SENIN, 26 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 26 NOVEMBER 2018 - HIDUP ADALAH UCAPAN SYUKUR - 1 Petrus 1:17-25 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Jika kamu menyebut-Nya Bapa // Hidup dalam ketakutan, Kamu telah ditebus ... bukan dengan barang yang fana // Dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus // yang mahal, Rasul Petrus menasihati mereka supaya menjalin kasih persaudaraan, Sia-sianya Ma
MINGGU, 25 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 25 NOVEMBER 2018 - BERHIKMAT DALAM HIDUP - 1 Korintus 10:12-13 - HARI MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)



Minggu, 04 November 2018
Tata Ibadah Hari Minggu Syukur HUT ke-8 PKLU GPIB - Minggu, 04 November 2018

JUKLAK HUT KE-8 PKLU GPIB, PESAN MS GPIB HUT ke-8 PKLU, surat pengantar hut 8 pklu, TATA IBADAH PKLU GPIB HUT Ke-8 PKLU
7 OKTOBER 2018
KOREKSI LAGU DALAM TATA IBADAH 7 OKTOBER 2018 DAN PETUNJUK PELAKSANAAN IBADAH MINGGU SELAMA BULAN OKTOBER 2018


Minggu, 07 Oktober 2018
Tata Ibadah HARI PERJAMUAN KUDUS se-DUNIA dan HARI PEKABARAN INJIL INDONESIA (HPKD/HPII) Minggu, 07 Oktober 2018

Menggunakan Tata Ibadah GEREJA KRISTEN JAWA (GKJ)



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)

SABTU, 12 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 12 JANUARI 2019 - PERGANTIAN NAMA - Yesaya 65:15-16 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
KESALEHAN DAN KESALAHAN, Dalam hal kehormatan dan nama baik
JUMAT, 11 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 11 JANUARI 2019 - BERPALING DARI DOSA DAN KEMBALI KEPADANYA - Yesaya 65:1-7 - MINGGU EPIFANIA
Sabda Bina Umat (SBU)
Pertobatan Bangsa-bangsa Bukan Yahudi; Kefasikan Orang-orang Yahudi; Penolakan terhadap Orang-orang, BERKAT TUHAN UNTUK MEREKA YANG SETIA
KAMIS, 10 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 10 JANUARI 2019 - ANGKAT HATI PADA ALLAH - Yesaya 64:7-12 - HARI EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ALLAH TIDAK TURUN TANGAN ,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 (SGDK) - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
Permohonan Sepenuh Hati,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Permohonan Sepenuh Hati, ALLAH PENYELAMAT TUNGGAL