Save Page
Natal-2 26 Desember 2017
Mazmur 98:2-9
Heber 1: 1-3a

Mazmur 98:2-9
98:2 TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. 98:3 Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita. 98:4 Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah! 98:5 Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring, 98:6 dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni TUHAN! 98:7 Biarlah gemuruh laut serta isinya, dunia serta yang diam di dalamnya! 98:8 Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama-sama 98:9 di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kebenaran.

Penjelasan:

* Ajakan untuk Menaikkan Puji-pujian (98:1-3)
Di sini kita diajak sekali lagi untuk menyanyikan nyanyian baru bagi TUHAN, sebagaimana sebelumnya ( 96:1). ”Nyanyikan lagu yang terindah, lagu terbaik yang kamu punya." Biarlah nyanyian mengenai kasih Kristus seperti nyanyian cinta Salomo, yaitu Kidung Agung. Lagu pujian mengenai kasih yang membawa penebusan adalah nyanyian baru karena lagu seperti itu tidak pernah dinyanyikan sebelumnya. Sebab, kasih seperti ini merupakan misteri yang sudah lama disembunyikan dari banyak angkatan selama berabad-abad. Orang-orang yang bertobat menyanyikan nyanyian baru, lagu yang berbeda dari yang telah mereka nyanyikan sebelumnya. Kekaguman mereka berubah, begitu pula sukacita mereka. Karena itulah mereka pun mengubah nadanya. Jika anugerah Allah menempatkan hati yang baru di dada kita, maka anugerah itu juga akan menaruh nyanyian baru di mulut kita. Di Yerusalem baru akan ada lagu-lagu baru, yang akan senantiasa baru selama-lamanya dan tidak akan pernah menjadi usang. Biarlah nyanyian baru ini disenandungkan untuk memuji Allah, dengan menimbang keempat hal di bawah ini:

    I. Hal-hal ajaib yang telah Ia kerjakan: Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib(ay. 1). Perhatikanlah, karya keselamatan yang dikerjakan Kristus merupakan perbuatan ajaib. Jika kita melihat jalinan langkah-langkah karya tersebut, dari rancangan ilahi mengenainya sebelum waktu dibentuk sampai ke pelaksanaannya, serta akibat kekal yang ditimbulkannya setelah itu, maka kita pun dapat berkata bahwa melalui semua itu Allah telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib. Semuanya itu adalah perbuatan-Nya sendiri yang begitu ajaib di mata kita. Semakin tersingkap, semakin dikagumi pulalah hal itu.
    II. Kemenangan-kemenangan yang telah diraih-Nya: keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus. Sang Penebus kita telah mengatasi segala kesukaran yang merintangi jalan penebusan kita, mematahkan semuanya, dan tidak menyerah kepada segala pelayanan dan penderitaan yang harus Ia tanggung dan kerjakan. Dia telah melumpuhkan semua lawan yang menentang penebusan itu, telah meraih kemenangan atas Iblis, melucutinya dan melemparkannya dari bentengnya yang kuat. Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa(Kol. 2:15), telah merebut kembali jarahan dari pahlawan (Yes. 49:24), dan menaklukkan maut. Dia telah berhasil meraih kemenangan yang bulat dan utuh, bukan hanya bagi diri-Nya sendiri, melainkan juga bagi kita, sebab melalui Dia, kita lebih dari pemenang. Dia meraih kemenangan ini dengan kuasa-Nya sendiri. Tidak ada yang menolong, tidak ada yang membantu, tidak ada yang berani mempertaruhkan diri untuk terlibat di dalamnya. Hanya tangan kanan-Nya dan lengan-Nya yang kudus, yang selalu teracung dan berhasil, sebab tangan dan lengan-Nya itu tidak pernah teracung tanpa ada sebab alasan yang baik. Dengan kuasa dan kekuatan-Nya sendiri Ia telah mendapat kemenangan, mendatangkan kelegaan dan keselamatan bagi diri-Nya sendiri. Kuasa dan kesetiaan Allah, yang di sini disebut dengan tangan kanan-Nya dan lengan-Nya yang kudus, mendatangkan kelegaan bagi Tuhan Yesus, ketika Ia diangkat dari lembah maut dan ditinggikan secara pribadi di sebelah kanan Allah, demikianlah penafsiran Dr. Hammond.
    III. Penyingkapan yang dibuat Allah kepada dunia mengenai karya penebusan. Pekerjaan yang telah dilakukan-Nya bagi kita juga dinyatakan kepada kita, dan keduanya dilakukan melalui Anak-Nya. Pewahyuan Injil merupakan dasar pendirian kerajaan Injil, yaitu firman yang Ia suruh sampaikan (Kis. 10:36). Pembukaan kitab yang dimeteraikan itu merupakan dasar perayaan yang dilakukan dengan menaikkan nyanyian puji-pujian (Why. 5:8), sebab peristiwa itu membukakan rahasia yang sebelumnya telah lama terselubung di dalam diri Allah.
        Perhatikanlah:
        1. Inti dari penyingkapan rahasia tersebut, yaitu keselamatan-Nya dan keadilan-Nya (ay. 3). Keadilan dan keselamatan sering kali dipadukan bersama-sama (Yes. 61:10; 46:13; 51:5-6, 8). Keselamatan menunjukkan penebusan itu sendiri, dan keadilan menunjukkan cara yang ditempuhnya, yaitu melalui keadilan Kristus. Atau keselamatan mencakup semua hak-hak istimewa Injil yang kita miliki dan keadilan mencakup segenap kewajiban Injili kita. Keduanya dinyatakan, sebab Allah telah menggabungkan keduanya bersama-sama dan kita tidak boleh menceraikannya. Atau, keadilan di sini dimaksudkan sebagai jalan pembenaran kita oleh Kristus, yang dinyatakan di dalam Injil sebagai iman (Rm. 1:17).
        2. Kejelasan pernyataan ini. Dia telah menunjukkannya secara terang-terangan, tidak melalui gambaran dan pelambangan seperti dalam hukum Taurat, tetapi dituliskan dengan begitu nyata, seterang sinar matahari, sehingga orang yang berlari pun masih dapat membacanya. Para hamba Allah diharuskan memberitakannya dengan cara yang sederhana dan mudah dimengerti.
        3. Cakupan pernyataan ini. Pernyataan ini dibukakan bagi segala bangsa, bukan hanya kepada orang-orang Yahudi saja: segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita, sebab kepada orang-orang bukan-Yahudilah firman keselamatan dihantarkan.
    IV. Penggenapan nubuatan-nubuatan dan janji-janji dalam Perjanjian Lama melalui peristiwa ini (ay. 3): Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel. Allah menyediakan belas kasihan bagi keturunan Abraham dan telah memberi mereka banyak sekali peneguhan yang kuat bahwa Ia telah merancang kebaikan bagi mereka di kemudian hari. Dan, untuk menggenapi semuanya itu, Ia pun membangkitkan Anak-Nya Yesus bukan saja untuk menjadi terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain, tetapi juga menjadi kemuliaan bagi umat-Nya Israel. Sebab Allah mengutus-Nya kepada mereka, pertama-tama, untuk memberkati mereka. Dengan mengutus Kristus, Allah dikatakan menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus (Luk. 1:72). Itulah alasan utama mengapa Ia melakukan semua itu, dan bukan karena jasa mereka.

* Ajakan untuk Menaikkan Puji-pujian (98:4-9)
Di sini, pendirian kerajaan Kristus diketengahkan sebagai pokok sukacita dan pujian.

    I. Biarlah semua anak-anak manusia bersorak-sorai karenanya, sebab mereka semua memiliki, atau dapat memiliki, keuntungan di dalamnya. Di sini, lagi dan lagi, kita dipanggil untuk mengungkapkan sukacita kita melalui segala cara dan sarana yang mungkin dan untuk memuji Allah karenanya: Bersorak-sorailah, sebagaimana sebelumnya (95:1-2). Bersorak-sorailah, sebagaimana orang-orang yang hatinya melonjak oleh karena kabar gembira dan begitu rindu mengajak orang lain demikian juga dengan kabar gembira itu. Bergembiralah dan bermazmurlah, nyanyikan Hosana (Mat. 21:9), nyanyikan Haleluya(Why. 19:6). Sambutlah Dia di takhta-Nya, sebagaimana raja-raja baru biasanya disambut, dengan seruan-seruan penuh sukacita dan sorak-sorai, sampai bumi ramai lagi, sama seperti waktu Salomo ditahbiskan (1 Raj. 1:40). Dan biarlah sorak-sorai khalayak ramai diiringi oleh penyanyi-penyanyi dan pemetik-pemetik kecapi ( 87:7; 68:26), sebagaimana yang biasanya dilakukan di acara khidmat seperti itu.
        1. Biarlah lagu-lagu suci dimainkan bagi Sang Raja baru: ”Bermazmurlah bagi TUHAN dengan lagu yang nyaring. Ungkapkan sukacitamu. Kumandangkan sukacitamu dengan cara seperti itu sehingga sukacita itu semakin melimpah-limpah dan menular kepada orang lain."
        2. Biarlah semuanya ini diiringi dengan musik yang kudus, bukan hanya dengan nada-nada lembut dan merdu dari kecapi, tetapi juga biarlah suara nafiri dan sangkakala yang nyaring (ay. 6) membahana untuk mengelu-elukan Sang Raja Pemenang yang kemuliaan-Nya layak dirayakan, yang maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan. Biarlah seluruh sukacita ini diarahkan kepada Allah dan diungkapkan dengan cara yang khidmat: Bersorak-soraklah bagi TUHAN(ay. 4). Bermazmurlah bagi TUHAN(ay. 5). Lakukan itu di hadapan Raja, yakni TUHAN(ay. 6). Kenikmatan daging merupakan musuh sukacita yang kudus ini. Saat Daud menari-nari di depan tabut, dia membela diri dengan berkata bahwa ia melakukannya di hadapan TUHAN. Dan kesalehan serta bakti dari tujuan itu tidak hanya membenarkan apa yang ia lakukan, tetapi juga mendatangkan pujian baginya. Kita harus bersukaria di hadapan TUHAN ketika kita datang mendekati-Nya (Ul. 12:12). Di hadapan Tuhan Yesus, dan di hadapan-Nya, bukan hanya sebagai Juruselamat, tetapi juga sebagai Raja, Raja di atas segala raja, Raja jemaat, dan Raja kita.
    II. Biarlah ciptaan-ciptaan lainnya juga bersukaria karenanya (ay. 7-9). Inti bagian ini sama dengan yang telah kita dapati sebelumnya (96:11-13): biarlah gemuruh laut, dan biarlah gemuruh itu tidak lagi disebut sebagai bunyi yang dahsyat, seperti sebelumnya, melainkan sorak-sorai. Sebab, kedatangan Kristus dan keselamatan yang Ia kerjakan telah mengubah kesukaran dan ancaman dunia ini sehingga ketika sungai-sungai telah mengangkat suaranya, mengangkat bunyi hempasannya, kita tidak boleh beranggapan bahwa lautan bergemuruh hendak melawan kita, melainkan bahwa lautan itu bersorak bersama-sama kita. Biarlah sungai-sungai mengungkapkan sukacita mereka sebagaimana manusia melakukannya saat mereka bertepuk tangan. Dan biarlah gunung-gunung, yang gemetar di hadapan Allah ketika Dia turun untuk memberikan hukum Taurat di Gunung Sinai, menari-nari gembira di hadapan-Nya saat Injil-Nya diberitakan. Dan biarlah firman Tuhan terus melaju dari Sion melalui angin sepoi-sepoi basa: biarlah gunung-gunung bersorak-sorai bersama-sama di hadapan TUHAN. Hal ini menegaskan bahwa kerajaan Kristus akan menjadi berkat bagi segala ciptaan. Demikianlah, ketika ciptaan-ciptaan itu mengumandangkan kemuliaan Sang Pencipta, mereka juga mengumandangkan kemuliaan Sang Penebus, sebab melalui Dialah semua ciptaan itu bukan saja ada, tetapi juga ditata dengan teratur. Hal itu juga menegaskan bahwa anak-anak manusia kurang menghormati Sang Penebus, sehingga Dia pun harus mendapatkan kehormatan itu dari laut dan sungai-sungai. Hal itu menunjukkan kebebalan dan sikap tidak tahu berterima kasih umat manusia. Dan mungkin juga semua ini terkait dengan langit yang barudan bumi yang baru, yang masih kita nanti-nantikan berdasarkan janji-Nya (2Ptr. 3:13). Penyebutan yang kedua kali mengenai kedatangan-Nya (setelah sebelumnya disebutkan di pasal 96) juga mungkin merujuk kepada kedatangan-Nya yang kedua, saat hal-hal tersebut akan melebur dan disempurnakan, lalu Dia akan datang untuk menghakimi dunia dengan keadilan. Dengan mata yang tertuju pada hari itulah semua orang yang telah disucikan bersukaria, dan bahkan lautan, sungai-sungai, dan gunung-gunung pun akan ikut bersukaria sekiranya mereka bisa. Orang bisa saja akan menduga bahwa pikiran Virgil (penulis puisi dari zaman Romawi -- pen.) dipenuhi dengan ayat-ayat mazmur ini ketika ia menulis puisi keempatnya, seperti tampak dalam ramalan-ramalan si wanita peramal Cumean Sibyl. Di sana, entah karena tidak tahu atau malah sengaja, ia merujuk kepada ramalan-ramalan kuno Asinius Pollio, yang pada zaman itu sedang dinanti-nantikan akan tergenapi. Dia berbuat demkian sebab dia hidup pada masa pemerintahan Kaisar Agustus, tidak lama sebelum kelahiran Juruselamat kita. Dia mengakui bahwa mereka menantikan kelahiran seorang anak dari sorga yang akan menjadi berkat besar bagi dunia dan memulihkan kembali masa-masa keemasan:

        Jam nova progenies cúlo demittitur alto
        Angkatan baru turun dari langit yang tinggi.
        Dan itu akan menghapuskan dosa:
        Te duce, si qua manent sceleris vestigia nostri,
        Irrita perpetua solvent formidine terras
        Pengaruh-Mu akan menghapuskan setiap noda kebejatan
        Dan membebaskan dunia dari rasa was-was akan bahaya.

        Masih banyak lagi yang dikatakan Virgil mengenai anak yang dinanti-nantikan itu, yang menurut Ludovicus Vives, dalam catatannya mengenai puisi itu, dapat diterapkan kepada Kristus. Dan Virgil pun mengakhirinya, seperti sang pemazmur di sini, dengan pengharapan akan rasa sukacita dari seluruh ciptaan karena peristiwa itu:

        Aspice, venturo lætentur ut omnia sæclo -
        Lihatlah betapa masa yang dijanjikan ini akan membuat semua orang bersukaria.

        Dan, jika semua orang bersukaria, mengapa kita tidak ikut bersukaria juga.

Label:   Mazmur 98:2-9 





NEXT:
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Minggu 31 Desember 2017 - Galatia 4:4-7

PREV:
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Senin, 25 Desember 2017 - Yesaya 52:7-10 - Natal

Baca Garis Besar Mazmur

Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan


Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns*, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ, ADV (Himnario Adventista)*,
JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI


2 Petrus 3:8-15a (1)
Galatia 4:4-7 (1)
Lukas 1:26-38 (1)
Matius 25:1-13 (1)
Mazmur 126:1-6 (1)
Mazmur 96:1-9 (1)
Mazmur 98:2-9 (1)
Roma 16:25-27 (1)
Yesaya 52:7-10 (1)
Yesaya 64:1-9 (1)
Zefanya 1:7,12-18 (1)


Arsip Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM 2017..


rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke








Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)