Save Page
Malam Natal Minggu, 24 Desember 2017
Roma 16:25-27
Mazmur 147: 1-6

Roma 16:25-27
Segala kemuliaan bagi Allah
16:25 Bagi Dia, yang berkuasa menguatkan kamu, -- menurut Injil yang kumasyhurkan dan pemberitaan tentang Yesus Kristus, sesuai dengan pernyataan rahasia, yang didiamkan berabad-abad lamanya, 16:26 tetapi yang sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman -- 16:27 bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.


Penjelasan:

* Gambaran mengenai Injil; Pujian Rasul bagi Allah (Roma 16:25-27)

    Dengan khidmat di sini Rasul Paulus mengakhiri suratnya dengan menaikkan segala kemuliaan kepada Allah yang kepada-Nya segala pujian dan kemuliaan ditujukan dan dikembalikan. Ia mengembalikan segalanya kepada Dia karena segala sesuatu adalah kepunyaan-Nya dan berasal dari Dia. Paulus seakan-akan mengembuskan jiwanya kepada orang-orang Kristen di Roma melalui pujian kepada Allah, dan memilih untuk menjadikan akhir surat ini sebagai akhir hidupnya juga. Amatilah di sini,
        I. Penggambaran Injil Allah yang disisipkannya di sini. Ia telah memperoleh kesempatan untuk berbicara mengenai Injil sebagai sarana bagi kuasa Allah untuk mengukuhkan jiwa-jiwa dan sebagai kaidah untuk pengukuhan jiwa-jiwa itu: untuk menguatkan kamu, menurut Injil yang kumasyhurkan. Paulus menyebutnya sebagai Injilnya, sebab dialah yang memberitakan Injil itu dan memberikan kemuliaan begitu besar atasnya. Beberapa orang berpendapat bahwa yang terutama dimaksudkan olehnya adalah pernyataan, penjelasan, dan penerapan pengajaran tentang Injil, yang ditulisnya di dalam surat ini. Namun, sebenarnya hal ini mencakup seluruh khotbah dan tulisan para rasul, dan di antara mereka Paulus merupakan pekerja utamanya. Melalui perkataan mereka (Yoh. 17:20), yaitu firman yang dipercayakan kepada mereka. Para pelayan Tuhan adalah duta-duta, sedangkan Injil adalah kedutaannya. Pikiran dan hati Paulus begitu penuh dengan Injil hingga dia hampir-hampir tidak bisa melewatkan kesempatan untuk menyampaikan sifat dan kehebatan Injil itu ketika sedang membicarakannya, yaitu
            1. Pemberitaan tentang Yesus Kristus. Kristus sendirilah pemberita Injil itu. Injil mulai diberitakan oleh Tuhan (Ibr. 2:3). Kristus begitu senang dengan karya penyelamatan kita hingga Dia sendiri bersedia menjadi pemberitanya. Atau, Kristus adalah pokok pemberitaan Injil. Inti sari seluruh Injil adalah tentang Yesus Kristus dan penyaliban-Nya. Paulus berkata bahwa bukan merekalah yang menjadi pokok pemberitaan Injil, melainkan Tuhan Yesus Kristus. Pemberitaan tentang Yesus Kristuslah yang mengukuhkan jiwa-jiwa.
            2. Penyingkapan rahasia, yang didiamkan berabad-abad lamanya, dan yang telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi. Inti Injil merupakan rahasia. Penebusan dan penyelamatan kita oleh Yesus Kristus, awal mulanya, cara, dan buah-buah yang dihasilkan, tidak dapat disangkal lagi merupakan rahasia ibadah (1Tim. 3:16). Hal ini memperlihatkan kehormatan Injil. Injil bukanlah hal yang umum dan biasa-biasa saja, yang disusun oleh akal manusia, melainkan hasil mengagumkan dari hikmat dan rencana Allah yang kekal. Begitu tingginya hingga tidak terpahami, begitu dalamnya hingga tidak terukur, dan melebihi semua pengetahuan. Injil adalah rahasia yang ingin dilihat oleh para malaikat tetapi yang tidak dapat mereka lihat dasarnya. Namun, terpujilah Allah, rahasia ini diungkapkan sedemikian rupa hingga dapat membawa kita ke sorga, asalkan kita tidak dengan sengaja menyia-nyiakan keselamatan sebesar itu. Nah,
                (1) Rahasia ini tetap disimpan sejak dunia mulai dibentuk: chronois aiōniois sesigēmenou. Dunia dibungkus dalam kesunyian sejak kekekalan, demikianlah menurut beberapa orang - a temporibus aternis. Ini bukanlah pengertian yang baru muncul ataupun penemuan mutakhir, melainkan timbul sejak kekekalan dan merupakan rencana kasih Allah yang abadi. Sebelum dasar dunia diletakkan, rahasia ini tersembunyi dalam Allah (Ef. 3:9). Atau, sejak dunia dijadikan, yang di sini diterjemahkan berabad-abad lamanya. Sepanjang masa Perjanjian Lama, rahasia ini disembunyikan dalam berbagai perlambang dan bayangan hukum upacara dan nubuat-nubuat para nabi yang gelap yang menunjuk kepadanya, hanya supaya mereka tidak dapat melihat akhirnya (2Kor. 3:13). Demikianlah rahasia ini tersembunyi selama sekian abad dan angkatan, bahkan di antara orang Yahudi, apa lagi di antara orang-orang bukan Yahudi yang tinggal dalam kegelapan dan tidak tahu sedikit pun tentang Injil. Bahkan para murid Kristus sendiri, sebelum Dia bangkit dan naik ke sorga, masih tidak tahu banyak perihal penebusan. Pengertian mereka tentang Injil masih sangat kabur dan membingungkan. Begitu dalamnya rahasia Injil yang tersimpan selama berabad-abad. Namun,
                (2) Sekarang Injil telah dinyatakan. Tirai telah terkoyak, bayang-bayang gelap malam telah disingkirkan, dan hidup serta kekekalan dibawa ke dalam terang oleh Injil. Surya kebenaran itu telah menyinari dunia. Paulus tidak berlagak bahwa hanya dialah yang menemukan hal ini, seolah-olah dia sajalah yang mengetahuinya. Tidak, kebenaran ini telah dinyatakan kepada banyak orang juga. Tetapi bagaimanakah rahasia itu telah dinyatakan melalui kitab para nabi? Tentu saja demikian halnya, sebab sekarang penyingkapan itu telah menjelaskan nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama. Setelah digenapi, semuanya itu menjadi jelas. Pemberitaan para nabi, sejauh yang berkaitan dengan rahasia ini, masih sangat gelap dan sulit dipahami pada masa hidup mereka. Namun, kitab para nabi, yakni hal-hal yang mereka tinggalkan secara tertulis, sekarang tidak saja menjadi jelas dengan sendirinya, tetapi melalui tulisan-tulisan itu rahasia ini pun terungkap bagi segala bangsa. Perjanjian Lama tidak saja meminjam terang dari, tetapi juga mengembalikan terang itu kepada penyingkapan Perjanjian Baru. Jika Perjanjian Baru menjelaskan Perjanjian Lama, maka sebagai gantinya, Perjanjian Lama memberikan banyak gambaran bagi Perjanjian Baru. Demikianlah para nabi Perjanjian Lama dahulu bernubuat, dan sekarang nubuat-nubuat mereka digenapi di hadapan banyak bangsa dan kaum dan bahasa. Saya mengacu kepada Wahyu 10:11 yang menjelaskan hal ini. Sekarang tampaklah bahwa Kristus adalah harta yang tersembunyi di ladang Perjanjian Lama. Tentang Dialah semua nabi bersaksi (Lihat juga Luk. 24:27).
                (3) Injil dinyatakan menurut perintah Allah yang abadi, yakni tujuan, rencana, dan keputusan Allah sejak kekekalan, serta pengutusan dan pengangkatan yang dalam kegenapan waktu pertama-tama diberikan kepada Kristus, kemudian kepada para rasul. Mereka menerima perintah dari sang Bapa untuk melakukan apa yang mereka kerjakan dalam memberitakan Injil. Agar tidak ada yang mengeluh ”Mengapa rahasia ini disembunyikan selama, dan mengapa baru dinyatakan sekarang?", maka Paulus menyebutnya sebagai kehendak Allah yang memiliki kedaulatan tertinggi, dan ia tidak bercerita perihal dirinya sendiri. Perintah dari Allah yang kekal sudah cukup untuk mendukung para rasul dan pelayan Injil dalam pemberitaan mereka. Allah yang abadi. Kata abadi di sini diberikan kepada Allah dengan penekanan khusus.
                    [1] Dia berasal dari kekekalan, yang menyiratkan bahwa meskipun telah menyembunyikan rahasia ini sejak dahulu kala dan baru belakangan menyingkapkannya, Dia telah menyusun dan merencanakannya sejak kekekalan, bahkan sebelum alam semesta diciptakan. Sumpah dan perjanjian yang tertulis hanyalah merupakan salinan saja dari sumpah serta perjanjian di antara Bapa dan Anak sejak kekekalan. Yang pertama merupakan inti sarinya, sedangkan yang disebut terakhir tadi adalah yang aslinya. Selain itu,
                    [2] Allah ada sampai selama-lamanya, yang menyiratkan kesinambungan yang kekal kepada kita. Kita jangan pernah mencari pewahyuan baru tetapi berpegang pada yang satu ini, sebab hal ini sesuai dengan perintah Allah yang kekal. Menurut Injil, Kristus tetap sama, baik dahulu, sekarang, dan selamanya.
                (4) Injil telah diberitakan kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman. Paulus sering memperhatikan jangkauan pewayuan ini. Sementara sampai ketika itu hanya Allah yang dikenal di Yehuda, sekarang Kristus membawa keselamatan bagi orang-orang di seluruh dunia, bagi semua bangsa. Tujuannya dapat dilihat dengan mudah, yakni demi ketaatan iman, supaya mereka dapat memercayai dan menaatinya, menerima dan dikendalikan olehnya. Injil dinyatakan bukan sekadar untuk dibicarakan atau diperdebatkan, melainkan untuk ditaati. Ketaatan iman merupakan ketaatan yang percaya kepada firman-Nya (Kis. 6:7), dan yang dihasilkan oleh kasih karunia iman. Lihatlah di sini seperti apa iman yang benar itu, yaitu iman yang bekerja dalam ketaatan. Sedangkan ketaatan yang benar adalah ketaatan yang timbul dari iman. Tujuan Injil adalah untuk membawa kita kepada keduanya.
        II. Pujian kepada Allah yang memiliki Injil itu, dengan memberikan kemuliaan kepada-Nya sampai selama-lamanya (ay. 27) dan mengakui bahwa Dialah Allah yang agung. Juga untuk memuja Dia dengan sepenuh hati yang teramat dalam, rindu memuji-muji Dia bersama para malaikat kudus sampai selamanya. Inilah yang dimaksud dengan memuji Allah, yakni memberikan kemuliaan kepada-Nya sampai selama-lamanya. Amatilah,
            1. Isi pujian ini. Dengan menaikkan syukur kepada Allah, hati kita terpatri pada segala kebaikan-Nya kepada kita. Dengan memuji dan memuja Allah, hati kita terpatri pada kesempurnaan dalam diri-Nya. Di sini diberikan perhatian kepada dua dari sifat-sifat utama-Nya:
                (1) Kuasanya (ay. 25): Bagi Dia, yang berkuasa menguatkan kamu. Artinya, hanya kuasa ilahi saja yang menguatkan orang-orang kudus. Mengingat adanya kecenderungan mereka untuk jatuh, kegigihan musuh-musuh rohani yang berusaha menjatuhkan mereka, dan masa-masa sulit yang mereka hadapi, maka hanya kuasa ilahi sajalah yang mampu menguatkan mereka. Kuasa Allah yang dilancarkan untuk menguatkan orang-orang kudus merupakan dan harus menjadi isi pujian kita. Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung (Yud. 24). Dengan memberikan kemuliaan kuasa ini kepada Allah, kita boleh dan pasti akan menerima penghiburan darinya, sehingga sebesar apa pun kebimbangan, kesukaran, dan ketakutan kita, Allah yang kita layani berkuasa menguatkan kita (1Ptr. 1:5; Yoh. 10:29).
                (2) Hikmat-Nya (ay. 27): bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat. Kuasa untuk mempengaruhi orang lain tidak akan berhasil tanpa hikmat bagaimana melakukannya. Sebaliknya, hikmat untuk bertindak tidak akan berhasil bila tanpa kuasa untuk berbuat. Tetapi, bila keduanya digabungkan tanpa batas, maka hasilnya sempurna. Dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya, Dialah satu-satunya yang penuh hikmat. Bukan Bapa seorang, terpisah dari Anak, melainkan Bapa, Anak, dan Roh Kudus, tiga pribadi dan Allah yang Esa, satu-satunya yang penuh hikmat. Sebagai makhluk ciptaan yang paling berhikmat di dunia bawah ini, manusia lahir seperti anak keledai liar. Bahkan para malaikat pun dikatakan bodoh, dibandingkan dengan Allah. Hanya Dia sajalah yang penuh dengan hikmat yang sempurna dan mutlak tanpa kesalahan. Dia sajalah yang penuh hikmat sejak semula, baik di dalam maupun dari diri-Nya sendiri. Sebab Dialah mata air dan sumber segala hikmat makhluk-makhluk ciptaan. Bapa segala terang hikmat yang tidak dapat dipermainkan oleh makhluk ciptaan mana pun (Yak. 1:17). Di dalam diri-Nya terdapat kuasa dan hikmat. Baik yang ditipu maupun yang menipu ada dalam pengetahuan-Nya.
            2. Pengantara pujian ini: Oleh Yesus Kristus. Bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat, oleh Yesus Kristus. Di dalam dan melalui Kristus-lah Allah dinyatakan kepada dunia sebagai satu-satunya Allah yang penuh hikmat. Sebab Dialah hikmat Allah dan kuasa Allah. Atau lebih tepat, seperti yang kita baca, segala kemuliaan oleh (melalui) Yesus Kristus. Seluruh kemuliaan yang dinaikkan dari manusia yang jatuh kepada Allah agar dapat diterima oleh-Nya, harus melalui tangan Tuhan Yesus. Hanya di dalam diri-Nyalah kepribadian dan perbuatan kita dapat menyenangkan hati Allah. Oleh sebab itu kita harus memberitakan tentang kebenaran-Nya, bahkan tentang Dia saja, yang adalah sang Pengantara bagi semua doa kita. Demikianlah Dia itu Pengantara kita, dan saya percaya akan demikian adanya sampai selam-lamanya, menjadi Pengantara bagi semua puji-pujian kita juga.


Label:   Roma 16:25-27 





NEXT:
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Senin, 25 Desember 2017 - Yesaya 52:7-10 - Natal

PREV:
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Minggu 24 Desember 2017 - Lukas 1:26-38
Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan


Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns*, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ, ADV (Himnario Adventista)*,
JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI


2 Petrus 3:8-15a (1)
Galatia 4:4-7 (1)
Lukas 1:26-38 (1)
Matius 25:1-13 (1)
Mazmur 126:1-6 (1)
Mazmur 96:1-9 (1)
Mazmur 98:2-9 (1)
Roma 16:25-27 (1)
Yesaya 52:7-10 (1)
Yesaya 64:1-9 (1)
Zefanya 1:7,12-18 (1)


Arsip Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM 2017..


rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke








Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)