Save Page
Mazmur 66:1-7
Nyanyian syukur karena orang Israel tertolong
66:1 Untuk pemimpin biduan. Nyanyian Mazmur. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, 66:2 mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian! 66:3 Katakanlah kepada Allah: "Betapa dahsyatnya segala pekerjaan-Mu; oleh sebab kekuatan-Mu yang besar musuh-Mu tunduk menjilat kepada-Mu. 66:4 Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, memazmurkan nama-Mu." Sela 66:5 Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia: 66:6 Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang-orang itu berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia, 66:7 yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya, yang mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa. Pemberontak-pemberontak tidak dapat meninggikan diri. Sela

Penjelasan:

* Mazmur 66. Nyanyian Kelepasan
Mazmur 66 menyajikan ucapan syukur yang bisa dipakai untuk bangsa maupun untuk individu. Ayat 1-12 berhubungan dengan bangsa itu, tetapi juga menjangkau dunia, sementara ayat 13-20 merujuk pada kehidupan pribadi pemazmur. Beberapa penafsir melihat di sini ada penggabungan dua mazmur berbeda. Tetapi, pengalaman bersama (kolektif) bangsa itu merupakan latar belakang yang bagus bagi pengalaman individu penulis mazmur.

* Mzm 66:1-4 - Bersorak-sorailah ... muliakanlah Dia dengan puji-pujian!
Ajakan untuk Memuji Allah. Bersorak-sorailah ... muliakanlah Dia dengan puji-pujian! Pemazmur melihat seluruh dunia dalam selayang pandang, sementara dia menyuarakan ajakan dan memberikan perkataan-perkataan yang tepat untuk mengekspresikan pujian tulus itu.

* Mzm 66:5-12 - Pergilah dan lihatlah
Kesaksian sejarah. Pergilah dan lihatlah. Peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Mesir dan sejarah awal Israel cukup membangkitkan kekaguman sehingga menimbulkan pujian kepada Allah oleh bangsa-bangsa di bumi. Bukti-bukti yang lebih baru mengenai kelepasan itu juga termasuk yang memberikan pembenaran terhadap ajakan universal untuk memuji Tuhan.

* Mazm 66:1-7 - Seluruh Umat Manusia Diimbau untuk Memuji Allah
Mazmur ini adalah mazmur ucapan syukur, dan dapat digunakan serta diterapkan secara begitu umum sehingga kita tidak perlu menduga-duga pada kesempatan apa mazmur ini ditulis. Semua orang di sini diimbau untuk memuji Allah,

I. Karena bukti-bukti mengenai kekuasaan-Nya yang berdaulat dan kuasa-Nya secara umum tampak di seluruh ciptaan (ay. 1-7).
II. Karena pertanda-pertanda khusus dari kebaikan-Nya kepada jemaat, umat-Nya secara istimewa (ay. 8-12). Dan kemudian,
III. Sang pemazmur memuji Allah karena apa yang dialaminya sendiri mengenai kebaikan Allah kepada dia secara khusus, terutama dalam menjawab doa-doanya (ay. 13-20).

Apabila kita sudah belajar mengucap syukur dalam segala hal atas belas kasihan-Nya baik dulu maupun sekarang, baik kepada orang banyak maupun kepada diri sendiri, maka kita akan tahu bagaimana menyanyikan mazmur ini dengan penuh rasa syukur dan peresapan.

Seluruh Umat Manusia Diimbau untuk Memuji Allah (66:1-7)
I. Dalam perikop di atas sang pemazmur berseru kepada semua orang untuk memuji Allah, kepada seluruh negeri, seluruh bumi, seluruh penduduk dunia yang mempunyai kemampuan untuk memuji Allah (ay. 1).
1. Ini berbicara tentang kemuliaan Allah, bahwa Ia layak dipuji oleh semua orang, sebab Ia baik kepada semua dan menyediakan segala bangsa dengan pokok pujian.
2. Kewajiban manusia, bahwa semua diwajibkan untuk memuji Allah. Memuji Allah merupakan bagian dari hukum ciptaan, dan oleh sebab itu diwajibkan atas semua makhluk.
3. Nubuatan tentang berbaliknya bangsa-bangsa bukan Yahudi kepada iman akan Kristus. Akan datang saatnya ketika seluruh bumi memuji Allah, dan korban ini akan dibakar dan dipersembahkan di setiap tempat bagi-Nya.
4. Itikad baik dalam diri sang pemazmur untuk mengerjakan pekerjaan baik memuji Allah ini dengan sepenuh hatinya. Dia sendiri akan mengerahkan segenap tenaga untuk melakukannya, dan berharap agar Allah mendapatkan penghormatan dari segala bangsa di bumi, dan bukan hanya dari tanah Israel saja. Dia menggugah seluruh bumi,
(1) Untuk bersorak-sorai bagi Allah. Sukacita yang kudus merupakan perasaan saleh yang harus menghidupkan semua puji-pujian kita. Dan, meskipun bukan sorak-sorai dalam ibadah itu sendiri yang akan diterima Allah (orang-orang munafik dikatakan berusaha membuat suara mereka didengar di tempat tinggi, Yes. 58:4), namun, dalam memuji Allah,
[1] Kita harus melakukannya dengan sepenuh hati dan bersemangat, dan harus melakukan apa yang kita lakukan dengan segenap kekuatan kita, dengan sepenuh jiwa raga kita.
[2] Kita harus melakukannya dengan terbuka dan terang-terangan, seperti hamba yang tidak malu akan tuannya. Kedua hal ini tersirat dalam bersorak-sorai, sorak-sorai sukacita.
(2) Untuk bernyanyi dengan gembira, dan memazmurkan kemuliaan nama-Nya, demi membangun orang lain. Kemuliaan ini adalah kemuliaan segala hal yang dipakai-Nya untuk menyatakan diri-Nya (ay. 2). Apa yang mendatangkan kehormatan bagi nama Allah haruslah menjadi pokok pujian kita.
(3) Untuk memuliakan Dia dengan puji-pujiansejauh kita mampu. Dalam memuji Allah, kita harus melakukannya untuk memuliakan Dia, dan ini haruslah menentukan dan mengarahkan semua puji-pujian kita. Pandanglah memuji Allah sebagai kemuliaanmu yang terbesar, begitu menurut sebagian orang. Adalah kehormatan tertinggi yang mampu dicapai oleh makhluk ciptaan untuk menjadi kenamaan dan kepujian bagi Penciptanya.

II. Ia telah berseru kepada seluruh bumi untuk memuji Allah (ay. 1), dan bernubuat (ay. 4) bahwa mereka akan melakukannya: Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu; sebagian orang di seluruh penjuru bumi, bahkan di daerah-daerah paling terpencil akan memuji Allah, sebab Injil yang kekal akan diberitakan kepada semua bangsa dan suku. Dan inilah tujuannya, yaitu untuk menyembah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi(Why. 14:6-7). Karena sudah diberitakan dengan cara demikian, Injil tidak akan kembali dengan sia-sia, tetapi akan membawa seluruh bumi, sedikit banyak, untuk menyembah Allah, dan bermazmur bagi-Nya. Pada masa Injil, Allah akan disembah dengan nyanyian Mazmur. Mereka akan bermazmur bagi Allah, yaitu, bermazmur bagi nama-Nya, sebab hanya untuk kemuliaan-Nya yang tampak, yang dengannya Dia telah menyatakan diri-Nya, dan bukan untuk kemuliaan-Nya yang tersembunyi, kita menaikkan puji-pujian kita.

III. Agar kita dilengkapi dengan pokok pujian, di sini kita diimbau untuk pergi dan melihat pekerjaan-pekerjaan Allah. Sebab, pekerjaan-pekerjaan-Nya sendiri memuji Dia, entah kita memuji-Nya atau tidak. Karena itu, alasan mengapa kita tidak memuji-Nya dengan lebih sering dan lebih baik adalah karena kita tidak memperhatikan pekerjaan-pekerjaan itu dengan sepantasnya dan sepenuhnya. Oleh sebab itu, marilah kita melihat pekerjaan-pekerjaan Allah dan memperhatikan contoh-contoh hikmat, kuasa, dan kesetiaan-Nya dalam kesemuanya itu (ay. 5), dan kemudian berkata-kata tentangnya, dan mengatakannya kepada-Nya (ay. 3): Katakanlah kepada Allah:“Betapa dahsyatnya segala pekerjaan-Mu!”

1. Pekerjaan-pekerjaan Allah itu memang ajaib, dan merupakan pekerjaan yang, apabila dipandang dengan benar, sudah sewajarnya membuat kita terkagum-kagum. Allah itu dahsyat (maksudnya, mengagumkan) dalam pekerjaan-pekerjaan-Nya, melalui kebesaran kuasa-Nya yang sedemikian rupa, dan bersinar dengan begitu terang, begitu kuat, dalam semua perbuatan-Nya, sehingga tepatlah untuk mengatakan bahwa tidak ada pekerjaan lain seperti apa yang dikerjakan-Nya. Karena itulah Dia dikatakan menakutkan karena perbuatan-Nya yang masyhur (Kel. 15:11). Dalam segala perbuatan-Nya terhadap anak-anak manusia, Dia dahsyat, dan harus dipandang dengan rasa hormat yang kudus. Sebagian besar agama berkenaan dengan rasa hormat terhadap Pemeliharaan ilahi.
2. Pekerjaan-pekerjaan itu menakutkan bagi musuh-musuh-Nya, dan sudah sering kali memojokkan dan menggentarkan mereka sehingga terpaksa berpura-pura tunduk (ay. 3): Oleh sebab kekuatan-Mu yang besar, yang di hadapannya tidak ada orang yang dapat tahan, musuh-Mu tunduk menjilat kepada-Mu. Mereka akan tergeletak di hadapan-Mu (begitulah arti kata itu), yakni, mereka akan terpaksa, dengan berat hati melawan kehendak mereka sendiri, berdamai dengan-Nya dengan syarat apa saja. Penyerahan diri yang timbul dari rasa takut kerap kali tidaklah tulus, dan oleh sebab itu, paksaan bukanlah sarana yang pantas untuk menyiarkan agama, dan orang-orang yang masuk menjadi anggota jemaat dengan cara dipaksa tidak akan mendatangkan banyak sukacita, sebab pada akhirnya mereka akan didapati sebagai pendusta (Ul. 33:29, kjv).
3. Pekerjaan-pekerjaan-Nya itu menghibur dan bermanfaat bagi umat-Nya (ay. 6). Ketika Israel keluar dari Mesir, Ia mengubah laut menjadi tanah keringdi hadapan mereka, yang mendorong mereka untuk mengikuti bimbingan Allah melalui padang gurun. Dan, ketika mereka hendak memasuki tanah Kanaan, untuk mendorong semangat mereka dalam berperang, air sungai Yordan terbelah di hadapan mereka, dan mereka berjalan kaki menyeberangi sungai. Semestinya mereka memakai pasukan berkuda daripada pasukan infanteri atau pasukan jalan kaki. Tetapi kaki-kaki yang menyeberangi sungai Yordan inilah yang sungguh diakui oleh sorga dalam berperang bagi Tuhan. Di sana musuh-musuh mereka gemetar di hadapan mereka (Kel. 15:14-15; Yos. 5:1), tetapi di sana kita bersukacita karena Dia, baik karena percaya kepada kuasa-Nya (sebab mengandalkan Allah sering kali diungkapkan dengan bersukacita di dalam Dia) maupun karena menyanyikan puji-pujian kepada-Nya ( 106:12). Di sanalah kita bersukacita; nenek moyang kita bersukacita, dan kita pun bersukacita sebagai keturunan mereka. Sukacita bapa-bapa leluhur kita adalah sukacita kita juga, dan kita harus ikut berbagi di dalam sukacita mereka.
4. Pekerjaan-pekerjaan-Nya itu berkuasa atas semua. Allah dengan pekerjaan-pekerjaan-Nya mempertahankan kekuasaan-Nya di dunia (ay. 7): Dia memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya, dan mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa.

(1) Allah mempunyai mata yang berkuasa. Dari ketinggian sorga mata-Nya memerintah semua penduduk bumi, dan Dia melihat mereka semua dengan jelas dan utuh. Mata-Nya menjelajah seluruh bumi. Bangsa-bangsa yang paling terpencil dan tidak ternama tidaklah luput dari pengawasan-Nya.
(2) Dia mempunyai lengan yang berkuasa. Kuasa-Nya memerintah, memerintah untuk selama-lamanya, dan tidak pernah menjadi lemah atau terhalang. Kuatlah tangan-Nya, dan tinggilah tangan kanan-Nya. Dari sini ia menyimpulkan, Pemberontak-pemberontak tidak dapat meninggikan diri. Janganlah orang-orang yang berjiwa pemberontak dan pembelot berani bangkit secara terang-terangan untuk memberontak melawan Allah, seperti Adonia yang meninggikan diri dengan berkata: “Aku ini mau menjadi raja.” Janganlah orang-orang yang memberontak melawan Allah meninggikan diri seolah-olah ada kemungkinan mereka akan berhasil. Tidak. Biarlah mereka diam, sebab Allah telah berkata, Aku akan ditinggikan, dan manusia tidak dapat menyangkalnya.


SBU

Renungan Pagi
Bersorak bagi Tuhan (Mazmur 66:1-4)

“Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian!” (ayat 1b-2)

Kesenangan dan kegirangan hati direfleksikan sebagai jawaban suatu hal atau kegiatan yang datang dari luar dengan gerakan spontan (dorongan hati sendiri).  Bersorak biasanya dihubungkan dengan kondisi alam (lingkungan manusia hidup dan menetap) atau perasaan hati tiap orang yang mengalami kedamaian dan kesenangan.  Sorak-sorai akan menjadi gegap gempita ketika diserukan oleh banyak orang secara bersamaan, dan itu terjadi kalau tiap-tiap orang merasakan kesenangan dan untuk alasan yang sama.

Pemazmur menyerukan kepada sekalian bangsa dan alam semesta memuji Allah dengan sorak sorai, karena Dia telah melakukan pekerjaan dahsyat dengan kekuatan-Nya yang besar (ay.3).  Kalau dahulu Tuhan melalui Musa melakukan perbuatan-perbuatan ajaib dan dahsyat disaksikan bangsa atau seluruh umat-Nya (Kel. 34:10), demikian juga sekarang Ia melakukan perbuatan-Nya yang dahsyat kepada masing-masing orang dalam lingkup umat-Nya.  Seluruh bumi yang melihatnya, mengaku: “Pekerjaan Tuhan sungguh mengagumkan, karena itu kemuliaan-Nya patut dipuji”.  Dengan kekuatan Allah itu seluruh bumi akan sujud menyembah kepada-Nya.  Sujud menyembah berarti mengakui kuasa Allah, sebab Dialah yang menata segala yang ada di bumi ini.  Dialah yang menjadikan langit, bumi, laut dan segala isinya.  Yang mengerjakan keselamatan dan berkenan menyenangkan segala yang hidup, penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.

Mari lihat dan perhatikan kehidupan kita sepanjang hari ini.  Kita mengalami peristiwa-peristiwa yang luar biasa, bukan saja karena apa yang terjadi dalam hidup kita, tetapi juga alam semesta di lingkungan kita.  Apa yang kita nyatakan dengan peristiwa yang luar biasa itu?  Bukankah itumembuktikan ada kekuatan di luar diri kita?  Apakah kekuatan itu kita aminkan sebagai perbuatan Tuhan atas diri kita?  Ataukah karena kekuatan kita?

Mari bersama menyerukan kemuliaan bagi-Nya, bersoraklah bagi Tuhan karena Dialah yang telah mengerjakan keselamatan bagi kita.


Renungan Malam
Tangan Perkasa (Mazmur 66:5-7)

    “Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang-orang itu berjalan kaki menyeberangi sungai.  Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia” (ayat 6)

Renungan pagi menghantar kita semua untuk melihat dan memperhatikan, adakah sepanjang hari ini kita mengalami “perbuatan” Tuhan yang ajaib?  Apakah kita dapat mengakui bahwa “perbuatan” ajaib itu sebagai kekuatan Allah?  Perbuatan mengubah laut menjadi tanah kering dan orang-orang berjalan kaki menyeberangi sungai itu (ay.6a).  Inilah yang menjadi  pokok pujian umat Israel.  Peristiwa iman ini tidak pernah dapat dilupakan, karena seluruh keberadaan Israel menceritakan keperkasaan Tuhan ini.  Peristiwa mengubah laut mejadi tanah kering yang dikerjakan “tangan perkasa Allah” melekat pada hidup orang Israel dan hal ini menjadi warisan yang harus diteruskan kepada anak cucu Israel di setiap generasi.

Karena Tuhan hadir di tengah ibadah dan hidup umat-Nya, maka apa yang dikerjakan-Nya dahulu, kini menjadi pokok suka-cita dengan kesadaran bahwa kinipun Tuhan hadir terus dan selamanya memerintah serta memimpin.  Tuhan mengawasi dan membatasi perbuatan jahat orang-orang yang merancang kejahatan.  Tangan perkasa Allah itu memerintah dan memimpin selamanya, sehingga mereka yang memberontak, menindas dan meniadakan kemerdekaan umat-Nya, dikalahkan-Nya.

Malam ini, mari mensyukuri “kehadiran Tangan Perkasa” itu, yang telah dan selalu membuat kita ada, sebagaimana kita ada.  Kita terhindar dari laut-laut kehidupan membahayakan jiwa, yang dikeringkan-Nya, sehingga kita dapat berjalan lurus, melalui dan melewatinya dalam kekuatan tangan-Nya yang perkasa.


Label:   Mazmur 66:1-7 



Khotbah Ibadah GPIB 2018

Khotbah Ibadah GPIB - Minggu, 18 Maret 2018 - SORAK SORAI KARENA SELAMAT - Mazmur 66:1-7 (SGDK)





[isi halaman tidak ditampilkan]

Halaman Khusus Member Pemberi Donasi.
Silakan Login Terlebih Dahulu!

Belum menjadi member? Silakan Register







Halaman Bebas Akses untuk Member Donasi:



NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Senin, 25 Januari 2018 - Syukurku (Mazmur 66:13-15)

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 17 Maret 2018 BERITA INJIL: PENGAMPUNAN ALLAH - 1 Yohanes 1:8-10

Baca Garis Besar Mazmur

Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan


Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns*, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ, ADV (Himnario Adventista)*,
JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI


1 Korintus 15:10-11 (1)
1 Petrus 3:18-22 (1)
1 Petrus 3:8-12 (1)
1 Petrus 4:12-19 (1)
1 Petrus 5:5-11 (1)
1 Raja-Raja 19:9-12 (1)
1 Samuel 1:19-28 (1)
1 Samuel 20:18-23 (1)
1 Samuel 20:35-42 (1)
1 Samuel 24:17-23 (1)
1 Tawarikh 22:1-13 (1)
1 Yohanes 1:8-10 (1)
1 Yohanes 2:3-6 (1)
1 Yohanes 3:16-18 (1)
1 Yohanes 4:7-21 (1)
1 Yohanes 5:3-5 (1)
2 Korintus 10:12-18 (1)
2 Korintus 3:7-11 (1)
2 Korintus 4:1-6 (1)
2 Korintus 4:13-15 (1)
2 Raja-Raja 19:4-7 (1)
2 Raja-Raja 22:12-20 (1)
2 Raja-Raja 23:15-23 (1)
2 Raja-Raja 4:25-37 (1)
2 Raja-Raja 4:44 (1)
2 Raja-Raja 4:8-24 (1)
2 Raja-Raja 5:8-14 (1)
2 Samuel 12:18-23 (1)
2 Tawarikh 30:10-27 (1)
2 Tesalonika 3:6-15 (1)
Amos 1:11-12 (1)
Amsal 17:8 (1)
Amsal 3:5-8 (1)
Ayub 21:1-15 (1)
Ayub 21:27-34 (1)
Ayub 22:27-30 (1)
Ayub 2:9-13 (1)
Ayub 40:1-9 (1)
Ayub 7:11-21 (1)
Bilangan 14:11-19 (1)
Bilangan 6:24-26 (1)
Daniel 3:28-30 (1)
Efesus 1:19-23 (1)
Efesus 4:25-32 (1)
Efesus 5:15-21 (1)
Efesus 5:32-33 (1)
Ester 5:1-8 (1)
Ester 6:12-13 (1)
Ezra 9:10-15 (1)
Filipi 1:12-26 (1)
Filipi 3:12-16 (1)
Filipi 4:2-9 (1)
Hakim-Hakim 4:11-24 (1)
Hakim-Hakim 5:24-31 (1)
Ibrani 10:23-25 (1)
Imamat 23:9-14 (1)
Kejadian 12:7-9 (1)
Kejadian 16:7-16 (1)
Kejadian 1:14-19 (1)
Kejadian 1:26-31 (1)
Kejadian 1:29-31 (1)
Kejadian 21:4-7 (1)
Kejadian 28:20-22 (1)
Kejadian 2:15-17 (1)
Kejadian 2:21-25 (1)
Kejadian 2:4b-7 (1)
Keluaran 13:11-16 (1)
Keluaran 13:17-22 (1)
Keluaran 14: 15 - 25 (1)
Keluaran 20:18-21 (1)
Keluaran 3:15-22 (1)
Kisah Para Rasul 17:16-21 (1)
Kisah Para Rasul 17:29-34 (1)
Kisah Para Rasul 18:9-17 (1)
Kisah Para Rasul 1:12-14 (1)
Kisah Para Rasul 9:25-31 (1)
Kolose 1:15-23 (1)
Kolose 2:1-5 (1)
Kolose 2:15-17 (1)
Lukas 23:44-49 (1)
Lukas 23:55-56a (1)
Lukas 7:41-50 (1)
Lukas 9:51-56 (1)
Markaus 1:9-11 (1)
Markus 14:10-11 (1)
Markus 14:47-51 (1)
Markus 2:13-17 (1)
Markus 5: 25-34 (1)
Markus 6:51-52 (1)
Matius 14:22-26 (1)
Matius 14:30-31 (1)
Matius 15:25-28 (1)
Matius 16:24-28 (1)
Matius 19:23-26 (1)
Matius 25:1-13 (1)
Matius 25:19-30 (1)
Matius 7:24-27 (1)
Mazmur 107:25-27 (1)
Mazmur 11 (1)
Mazmur 122:6-9 (1)
Mazmur 136:23-26 (1)
Mazmur 136:7-13 (1)
Mazmur 40:12-18 (1)
Mazmur 42:7-12 (1)
Mazmur 51:1-15 (1)
Mazmur 63:7-12 (2)
Mazmur 66:1-7 (1)
Mazmur 66:13-15 (1)
Mazmur 74:18-23 (1)
Mazmur 77:17-21 (1)
Mazmur 78:17-31 (1)
Mazmur 78:39-43 (1)
Mazmur 85:5-8 (1)
Nehemia 12:44-47 (1)
Nehemia 1:1-11 (1)
Nehemia 2:6-10 (1)
Nehemia 3:1-15 (1)
Nehemia 4:1-14 (1)
Nehemia 5:1-13 (1)
Nehemia 6:1-10 (1)
Nehemia 9:26-31 (1)
Pengkhotbah 9:7-12 (1)
Ratapan 1:10-14 (1)
Ratapan 1:18-22 (1)
Roma 12:19-21 (1)
Roma 14:13-23 (1)
Roma 1:18-32 (1)
Roma 2:12-16 (1)
Roma 5:1-5 (1)
Roma 8:26-35 (1)
Rut 2:1-7 (1)
Rut 4:1-6 (1)
Rut 4:13-17 (1)
Ruth 1:15-22 (1)
Titus 1:1-4 (1)
Titus 1:13-16 (1)
Titus 2:9-10 (1)
Titus 3:12-14 (1)
Titus 3:4-7 (1)
Wahyu 20:7-15 (1)
Yeremia 17:9-10 (1)
Yeremia 31:31-34 (1)
Yesaya 29:1-8 (1)
Yesaya 2:1-5 (1)
Yesaya 45:18-19 (1)
Yesaya 45:22-25 (1)
Yesaya 45:9-13 (1)
Yesaya 48:14-19 (1)
Yesaya 50:10-11 (1)
Yesaya 51:9-16 (1)
Yesaya 52:13-15 (1)
Yesaya 53:8-12 (1)
Yesaya 55:6-13 (1)
Yesaya 58:6-12 (1)
Yohanes 10:1-21 (1)
Yohanes 12:29-36 (1)
Yohanes 13:36-38 (1)
Yohanes 14:15-31 (1)
Yohanes 15:15-17 (1)
Yohanes 1:1-13 (1)
Yohanes 20:26-29 (1)
Yohanes 21:20-23 (1)
Yohanes 21:9-14 (1)
Yohanes 2:9-11 (1)
Yohanes 3:31-36 (1)
Yohanes 4:19-30 (1)
Yohanes 5:9b-18 (1)
Yohanes 8:33-36 (1)
Yohanes 9:8-11 (1)
Yosua 14:6-15 (1)
Yosua 18:8-10 (1)
Yosua 24:16-28 (1)
Yosua 4:14-24 (1)
Yosua 4:8-10 (1)
Yosua 5:7-12 (1)
Yunus 4:1-11 (1)


Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..


rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke








Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)