Save Page
Mazmur 77:17-21
(#77-#17) Air telah melihat Engkau, ya Allah, air telah melihat Engkau, lalu menjadi gentar, bahkan samudera raya gemetar. 
(#77-#18) Awan-awan mencurahkan air, awan-gemawan bergemuruh, bahkan anak-anak panah-Mu beterbangan. 
(#77-#19) Deru guntur-Mu menggelinding, kilat-kilat menerangi dunia, bumi gemetar dan bergoncang. 
(#77-#20) Melalui laut jalan-Mu dan lorong-Mu melalui muka air yang luas, tetapi jejak-Mu tidak kelihatan. 
(#77-#21) Engkau telah menuntun umat-Mu seperti kawanan domba dengan perantaraan Musa dan Harun.

Penjelasan:


* Mzm 77:10-15 - Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan Tuhan
Jawabannya dalam Sejarah. Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan Tuhan. Dengan mengingat perbuatan-perbuatan ajaib Allah pada masa lalu harapan pemazmur bangkit. Allah membuktikan bahwa Dialah yang melakukan perbuatan-perbuatan mulia; dia telah mempertunjukkan kekuatan-Nya dan telah menebus bani Israel. Di sini tersirat permohonan agar Allah melakukan hal itu lagi sekarang.

* Mzm 77:16-19 - Air telah melihat Engkau ... lalu menjadi gentar
17-20. Keyakinannya pada Kuasa Allah. Air telah melihat Engkau ... lalu menjadi gentar. Ayat-ayat ini, yang berfungsi sebagai nyanyian dalam nyanyian, mempunyai suasana dan bentuk sangat berbeda dengan syair yang selebihnya. Kendati nada yang menonjol dari bagian ini ialah kuasa Allah atas alam secara umum, kedudukan bagian ini, antara ayat 16 dan 21, mengaitkannya dengan kelepasan di Laut Teberau (Laut Merah).

* Mzm 77:20 - Engkau telah menuntun umat-Mu
Keyakinannya akan Pimpinan Allah. Engkau telah menuntun umat-Mu. Ayat ini menyuarakan kembali gagasan dari ayat 16, dengan implikasi yang kuat bahwa Allah dapat melakukannya lagi.

* Ia membelah Laut Teberau di hadapan mereka (ay. 17): Airmemberi jalan, dan sebuah lorong pun segera terbentuk bagi rombongan itu, seolah-olah mereka melihat Allah sendiri sebagai kepala pasukan Israel, dan mundur karena takut pada-Nya. Bukan hanya permukaan air tetapi juga bahkan samudera raya gemetar, dan melebar ke kanan dan ke kiri, dalam kepatuhan terhadap perintah-Nya.
(3) Ia membinasakan orang-orang Mesir (ay. 18): Awan-awan mencurahkan air ke atas mereka, sementara tiang api, seperti payung yang menaungi kemah Israel, melindunginya dari hujan, yang di dalamnya, seperti dalam air bah, air di atas langit bersatu padu dengan air di bawahnya untuk memusnahkan kaum pemberontak. Lalu awan-gemawan bergemuruh, bahkan anak-anak panah-Mu beterbangan, yang dijelaskan dalam ayat 19: Deru guntur-Mu menggelinding (itulah gemuruh yang terdengar dari awan-gemawan). Kilat-kilat menerangi dunia– itulah anak-anak panah yang beterbangan, yang dengannya pasukan Mesir dipukul mundur, dengan kengerian yang begitu besar sampai-sampai bumi di sekitar laut itu gemetar dan bergoncang. Demikianlah jalan Allah melalui laut, untuk menghancurkan musuh-musuh-Nya, dan pada saat yang sama untuk menyelamatkan umat-Nya. Namun ketika air kembali ke tempatnya, jejak-Nya tidak kelihatan (ay. 20). Tidak ada satu tanda pun yang tertinggal di tempat itu, seperti yang ada sesudahnya di Yordan (Yos. 4:9). Dalam kisah umat Israel yang menyeberangi Laut Teberau, kita tidak membaca adanya guntur dan kilat, dan gempa bumi. Tetapi, itu mungkin saja ada, dan Yosefus [sejarawan Yahudi – pen.] berkata memang ada penampakan-penampakan kengerian ilahi seperti itu pada peristiwa itu. Namun mungkin ini merujuk pada guntur, kilat, dan gempa bumi yang terjadi di Gunung Sinai ketika hukum Taurat diberikan.
(4) Ia membawa umat-Nya Israel di bawah bimbingan dan perlindungan-Nya sendiri (ay. 21): Engkau telah menuntun umat-Mu seperti kawanan domba. Karena mereka lemah dan tidak berdaya, dan mudah berkeliaran seperti kawanan domba, dan rentan terhadap binatang-binatang liar, maka Allah pergi mendahului mereka dengan segala perhatian dan kelembutan seorang gembala, agar mereka tidak tersesat. Tiang awan dan api menuntun mereka. Namun hal itu tidak disebutkan dalam mazmur di sini, kecuali pengantaraan Musa dan Harun, yang melalui tangan mereka Allah menuntun umat Israel. Mereka tidak dapat melakukannya tanpa Allah, tetapi Allah melakukannya dengan dan melalui mereka. Musa adalah pemimpin mereka, Harun adalah imam besar mereka. Kedua orang ini adalah para pembimbing, penilik, dan pemimpin Israel, dan melalui merekalah Allah menuntun umat Israel. Jika dua ketetapan agung, yaitu penghakiman dan pelayanan, dijalankan dengan benar dan baik, maka, walaupun bukan merupakan mujizat yang begitu besar, kedua hal ini bisa menjadi belas kasihan yang sama besarnya bagi umat mana pun seperti tiang awan dan api bagi umat Israel di padang gurun.

SBU

Sabda Bina Umat
Rabu, 21 Maret 2018
Reungan Pagi
Ingatlah Kebaikan-Nya (Mazmur 77:12-16)

"Aku hendak mengingatkan perbuatan-perbuatan Tuan, ya aku hendak mengingatkan keajaiban-keajaiban-Mu dari purbakala" (ayat 12)

Mengingat kembali kebaikan Tuhan dalam hidup ini merupakan sikap hidup beriman yang benar.  Namun, sejauh mana kita sudah melakukan itu dalamseluruh hidup di tengah berbagai kesibukan dengan masalah-masalah dan pergumulan-pergumulannya?  Bukankah mengingat segala kebaikan Tuhan hanya dilakukan saat mengalami kesukacitaan, keberhasilan, pada hari-hari yang menggembirakan?  Pemazmur mengungkapkan bahwa umat-Nya pada waktu itu mengalami kesesakan dan penderitaan hidup yang berat.  Oleh sebab itu, kataku”: “Inilah yang menikam hatiku, bahwa tangan kanan Yang Mahatinggi berubah”.  Kapan saja kelemahan itu bekerja di dalam diri kita, kita harus menekannya sedemikian rupa, sehingga ia tidak berkembang, dan janganlah kita biarkan roh jahat berbicara.  Kita harus melawan dan mengalahkan semua gejolak ketidak-percayaan seperti yang dibuat oleh sang pemazmur di sini.

Janganlah kita membuka pintu terhadap segala pemikiran yang melemahkan kita.  Jika ketakutan dan kesedihan terungkap melalui pertanyaan yang penuh keluh kesah seperti ini, biarlah iman menjawabnya dari Kitab Suci, "Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala
" (ay.12).  Berada dalam penderitaan dan masalah adalah kesempatan untuk merenungkan pertolongan-Nya di masa lampau.  Tatkala kita menuruni jurang derita, ingatlah kedalaman keterlibatan Allah dalam Yesus Kristus.  Jadikan derita-Nya dasar keteguhan iman kita bahwa di balik semua keraguan tetap ada harapan; sesungguhnya Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.  Kebaikan Tuhan senantiasa tetap berlangsung dalam sejarah.  Semua kebaikan-Nya dalam bentuk penyertaan-Nya, berkat-berkat-Nya, kemenangan atas bangsa-bangsa, jalan-Nya yang kudus dan adil, bahkan penebusan-Nya dari kuasa dosa dan maut, merupakan anugerah yang luar biasa (ay. 12-16).  Nah, semua kebaikan Tuhan yang telah dilakukan pada masa lampau dipakai oleh pemazmur sebagai kaca mata untuk melihat kesusahan umat-Nya.  Hasilnya, dia dan umat-Nya diberi kekuatan iman dan pengharapan yang kokoh menghadapi berbagai tantangan danpergumulan-pergumulannya.

Marilah kita selalu berkomitmen mengingat perbuatan-perbuatan Tuhan yang ajaib.  Mengingat di sini dalam arti luas dan dalam yaitu menghayati firman-Nya, melakukan, dan menjadikannya kekuatan yang menopang perjalanan hidup.



Sabda Bina Umat
Rabu, 21 Maret 2018
Reungan Malam

Percayalah, Ia Akan Menolong (Mazmur 77:17-21)

"Engkau telah menuntun umat-Mu, seperti kawanan domba dengan perantaraan Musa dan Harun" (ayat 21)

Pernahkah saudara meragukan tidak percaya terhadap penyertaan dan pertolongan Tuhan saat menghadapi berbagai pergumulan, penderitaan penyakit, kesesakan hidup yang berat, atau masalah-masalah dilematis yang tak kunjung selesai?  Mungkin sudah tekun berdoa, tetapi tak ada jawaban dari Tuhan; sudah menggantungkan hidup sepenuhnya kepada-Nya, tetapi tidak mendapat jalan keluar.  Dalam keadan demikian, mudah muncul anggapan bahwa Tuhan tidak lagi melakukan hal-hal ajaib dalam hidup ini.  Lalu kita tidak peduli lagi pada iman kita “I am done with God” (saya selesai/tidak peduli dengan Tuhan).  Sejarah penyelamatan Allah yang ajaib di masa lalu sudah dianggap menjadi barang antik.

Pemazmur mengalami pergumulan berat dalam hidupnya.  Pembuangan ke Babel membawa banyak penderitaan dan kesesakan.  Dulu umat-Nya pernah mengalami betapa Tuhan melakukan perbuatan-perbuatan ajaib yang membebaskan, tetapi sekarang ketika dalam kesusahan dan merenungkan kembali segala perbuatan-Nya yang ajaib, sepertinya dia bingung, kecewa dan putus asa.  Pemazmur gagal menemukan Tuhan, walaupun hanya untuk jejak-jejak langkah-Nya (ay. 20).  Namun, ia terus mengingat dan merenungkan perbuatan Allah, hingga ia menyadari bahwa jejak-jejak Allah yang tak mampu dilihat inilah yang telah menuntun kawanan domba Allah melintasi lorong mata air yang luas (ay. 20, 21).  Walaupun Allah dengan segala jalan-Nya tak terpahami, namun Dialah yang menaklukkan kekuatan-kekuatan dunia yang menakutkan dan menuntun umat-Nya melintasi semuanya itu.  Orang yang sedang bersedih hati karena alasan apapun, tidak hanya menyakiti diri sendiri, tetapi juga menentang Allah jika enggan dihibur.

Marilah kita tetap meyakini Tuhan yang telah menyatakan klimaks (puncak akhir) perbuatan ajaib-Nya yang menyelamatkan itu, walaupun jejak pertolongan-Nya tak terlihat secara kasat mata.  Ketika kita berhenti mengeluh dan berpaling pada-Nya, kita akan dikaruniai kekuatan untuk melihat sekali lagi karya ajaib Tuhan dalam hidup kita.  Sepanjang hari ini, tentu saja kita melihat dengan mata fisik (kedua mata kita) dan mata iman kita bahwa Allah menuntun hidup kita, jika tidak, tentu kita tidak akan sampai pada waktu malam ini dan disini.


Label:   Mazmur 77:17-21 



Khotbah Ibadah GPIB 2018

Rabu, 21 Maret 2018 - ALAM SEMESTA DALAM KENDALI DAN KUASA ALLAH - Mazmur 77:17-21 (SGDK)





[isi halaman tidak ditampilkan]

Halaman Khusus Member Pemberi Donasi.
Silakan Login Terlebih Dahulu!

Belum menjadi member? Silakan Register







Halaman Bebas Akses untuk Member Donasi:



NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Kamis, 22 Maret 2018 - Allah MengIngat (Mazmur 78:39-43)

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 20 Maret 2018 - Permintaan (Mazmur 74:18-23)
Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan



rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke



JUMAT, 30 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 30 NOVEMBER 2018 - BELAJAR BUAK DARI KEHIDUPAN - 2 Timotius 2:1-7 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Hari ketujuh, Demikianlah riwayat langit dan bumi // TUHAN Allah, Ada kabut naik ke atas ... dan membasahi // kabut, Tuhan Allah membentuk // manusia itu dari debu tanah // membentuk // manusia itu dari debu tanah ... menghembuskan // napas hidup ke
RABU, 28 NOVEMBER 2018
RABU, 28 NOVEMBER 2018 - MENDERITA DALAM KEBENARAN, BERBAHAGIALAH - 1 Petrus 2:18-25 (SGDK) - MlNGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SELASA, 27 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 27 NOVEMBER 2018 - MEMBERLAKUKAN APA YANG DIBERLAKUKAN TUHAN - 1 Petrus 2:7-10 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SENIN, 26 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 26 NOVEMBER 2018 - HIDUP ADALAH UCAPAN SYUKUR - 1 Petrus 1:17-25 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Jika kamu menyebut-Nya Bapa // Hidup dalam ketakutan, Kamu telah ditebus ... bukan dengan barang yang fana // Dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus // yang mahal, Rasul Petrus menasihati mereka supaya menjalin kasih persaudaraan, Sia-sianya Ma
MINGGU, 25 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 25 NOVEMBER 2018 - BERHIKMAT DALAM HIDUP - 1 Korintus 10:12-13 - HARI MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)



Minggu, 04 November 2018
Tata Ibadah Hari Minggu Syukur HUT ke-8 PKLU GPIB - Minggu, 04 November 2018

JUKLAK HUT KE-8 PKLU GPIB, PESAN MS GPIB HUT ke-8 PKLU, surat pengantar hut 8 pklu, TATA IBADAH PKLU GPIB HUT Ke-8 PKLU
7 OKTOBER 2018
KOREKSI LAGU DALAM TATA IBADAH 7 OKTOBER 2018 DAN PETUNJUK PELAKSANAAN IBADAH MINGGU SELAMA BULAN OKTOBER 2018


Minggu, 07 Oktober 2018
Tata Ibadah HARI PERJAMUAN KUDUS se-DUNIA dan HARI PEKABARAN INJIL INDONESIA (HPKD/HPII) Minggu, 07 Oktober 2018

Menggunakan Tata Ibadah GEREJA KRISTEN JAWA (GKJ)



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)

SABTU, 12 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 12 JANUARI 2019 - PERGANTIAN NAMA - Yesaya 65:15-16 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
KESALEHAN DAN KESALAHAN, Dalam hal kehormatan dan nama baik
JUMAT, 11 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 11 JANUARI 2019 - BERPALING DARI DOSA DAN KEMBALI KEPADANYA - Yesaya 65:1-7 - MINGGU EPIFANIA
Sabda Bina Umat (SBU)
Pertobatan Bangsa-bangsa Bukan Yahudi; Kefasikan Orang-orang Yahudi; Penolakan terhadap Orang-orang, BERKAT TUHAN UNTUK MEREKA YANG SETIA
KAMIS, 10 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 10 JANUARI 2019 - ANGKAT HATI PADA ALLAH - Yesaya 64:7-12 - HARI EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ALLAH TIDAK TURUN TANGAN ,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 (SGDK) - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
Permohonan Sepenuh Hati,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Permohonan Sepenuh Hati, ALLAH PENYELAMAT TUNGGAL