Save Page
Matius 14:22-26
Yesus berjalan di atas air
14:22 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. 14:23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. 14:24 Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. 14:25 Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. 14:26 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut.

Penjelasan:


* Mat 14:22 - Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya
Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya. Sangat perlunya tindakan ini adalah karena orang banyak berusaha memaksa Yesus menjadi raja mereka (Yoh. 6:15).

* Mat 14:23 - Bukit // bukit // Sudah malam
Bukit. Tempat terpencil untuk berdoa, bebas dari gangguan kerumunan orang yang tidak rohani. Pentingnya situasi ini, mirip dengan situasi ketika pencobaan ketiga oleh Iblis (4:8, 9), memaksa Yesus untuk berdoa agar maksud-Nya tidak goyah. Dari bukit ini Kristus juga dapat mengamati para murid di dalam perahu mereka (Mrk. 6:48). Sudah malam. Bandingkan dengan tafsiran atas ayat 15.

* Mat 14:24 - di tengah-tengah danau // beberapa mil jauhnya dari pantai
Naskah-naskah kuno berbeda-beda di antara di tengah-tengah danau dan beberapa mil jauhnya dari pantai. Yohanes 6:19 menunjukkan bahwa jarak dari pantai adalah sekitar tiga atau tiga setengah mil.

* Mat 14:25 - Jam tiga malam
Jam tiga malam. Maksudnya, di antara jam 3 hingga jam 6 pagi. Mereka sudah mendayung sejak matahari terbenam dan hampir kehabisan tenaga. Laut yang bergolak dan angin sakal menghalangi mereka untuk maju. Sekalipun para murid sudah menyaksikan kuasa Yesus atas badai (Mat. 8:23-27), kali ini Dia tidak bersama dengan mereka. Pelajaran baru bagi mereka ialah bahwa kuasa Kristus akan tetap menyokong mereka di dalam melaksanakan setiap tugas yang mereka terima, tak peduli Dia hadir secara jasmaniah atau tidak.

* Kebutuhan untuk berdoa. 
Yesus mengambil waktu untuk berdoa secara pribadi kepada Allah. Yesus naik ke atas bukit seorang diri (ayat 23). Jika Yesus merasa doa merupakan bagian penting dalam pelayanan-Nya, siapakah kita sehingga masih memandang remeh doa?
Murid-murid berada beberapa mil jauhnya dari pantai. Malam gelap. Meski berada di bukit tidak ada kemungkinan Yesus melihat dengan jelas situasi murid-murid. Tetapi, apakah Yesus tidak tahu keadaan murid-murid yang sedang diombang-ambing gelombang? Yesus tahu. Itulah sebabnya Ia segera mendatangi murid-murid yang sedang berjuang melawan gelombang. Ketika melihat ada manusia berjalan di atas air, wajar saja jika murid-murid berteriak hantu. Yesus menyatakan diri-Nya dengan ungkapan penting Allah dalam PL yakni 'Inilah Aku' (ego eimi 27). Istilah ini bukan hanya identifikasi diri tetapi penyingkapan ke-Allah-an Yesus.

Untuk memastikan bahwa Yesuslah yang dilihat murid-murid, Petrus memberanikan diri menyapa-Nya (ayat 28). Petrus meminta Yesus memerintahkannya untuk datang kepada-Nya dengan berjalan di atas air. Permintaan Petrus dikabulkan Yesus (ayat 29), Petrus berjalan di atas air mengalami kuasa Yesus. Petrus berjalan di atas air bergelombang. Sesaat kemudian timbul ketakutannya. Petrus meragukan perintah Yesus dan kuasa Yesus yang sudah dialaminya, meski sesaat. Dalam situasi demikian tidak ada cara lain kecuali berteriak memohon pertolongan Yesus. 'Tuhan, tolonglah aku!'
Inilah doa Petrus. Singkat dan mendesak. Uluran tangan Yesus menyelamatkan Petrus. Yesus menegur Petrus yang sesaat menjadi goyah iman (ayat 31), gelombang menjadi reda, murid-murid menyembah-Nya. Goncangan dan gelombang kehidupan adalah latihan iman dan kesempatan untuk berdoa. Tak satu kejadian pun dalam hidup kita luput dari perhatian dan kasih-Nya.

SBU


Renungan Pagi
Membangun Relasi dan Fokus (Matius 14:22-24)

"Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit unutk berdoa seorang diri.  Ketika hari sudah malam, ia sendirian di situ" (ayat 23)

Sebagian orang apabila dipuji atau dielu-elukan jadi lupa diri dan sombong serta menuntut orang lain memperlakukannya istimewa.  Hal ini berbeda dengan sikap Yesus yang baru saja selesai memberi makan 5.000 orang.  Setelah memberi makan orang-orang itu, mereka begitu bersemangat mendukung Yesus dan mau menjadikan Dia sebagai pemimpin.  Di sini Yesus tidak tergoda atau terpengaruh dengan pujian dan dukungan orang banyak.  Tuhan Yesus malah menyuruh mereka pulang.

Yesus tidak hanya menyuruh orang banyak pulang.  Para murid pun disuruh berangkat lebih dulu ke seberang danau Galilea sebagaimana yang diungkapkan dalam ay. 22 & 23.  Kemudian Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri.  Apa yang dilakukan Yesus dapat dipahami dalam 2 hal.  Pertama, pentingnya doa dalam kehidupan Yesus di tengah-tengah kesibukan pelayanan, dengan mengambil waktu dan tempat yang khusus.  Kedua, dengan doa Yesus senantiasa menjaga relasi dan kesatuan-Nya dengan Bapa, dalam hubungan yang erat dan tak terpisahkan, sehingga dalam seluruh karya pelayanan-Nya tetap konsisten dan fokus dalam rangka melaksanakan kehendak Bapa.

Saudara-saudari terkasih adakalanya kita sebagai pengurus atau presbiter sangat mengharapkan adanya pujian serta sanjungan, bahkan mengukur serta menilai diri dari pujian dan sanjungan orang lain.  Tanpa disadari hal ini membuat kita menjadi sombong dan lupa diri.  Di sinilah kita diingatkan sebagai pelayan-pelayan atau murid-murid Tuhan Yesus, agar tetap fokus pada tugas pelayan yang dipercayakan di tengah-tengah segala kesibukan tugas, agar jangan sekali-kali mengabaikan kesediaan membangun relasi dengan Allah di dalam Kristus.  Bukan saja agar kita tetap fokus pada pelaksanaan misi Allah, tapi juga dalam rangka beroleh kemampuan atau kekuatan dalam mengembangkan misi Allah lewat pelayanan dan kesaksian hidup sebagaimana yang dipercayakan Tuhan bagi kita.



Minggu, 25 Maret 2018
Renungan Malam
Kehadiran-Nya pada Situasi dan Waktu yang Tepat (Matius 14:25-26)

"Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “itu hantu!”, lalu berteriak-teriak karena takut" (ayat 26)

Seorang pelaut yang handal sekalipun tidak luput dari rasa yang takut dan panik saat datang badai menghantam tanpa peringatan atau tanda-tanda sama sekali.  Dalam kondisi takut dan panik, biasanya diikuti pusing kepala, penglihatan kabur, bahkan bisa kehabisan napas.  Ancaman kehilangan kendali penuh sangat nyata dan dapat berdampak buruk.  Hal-hal seperti inilah yang dapat kita pahami saat perahu murid-murid Yesus dihantam badai ketika menyeberangi danau Galilea dan hampir tenggelam.

Demikianlah murid-murid Yesus yang merasa takut dan panik saat perahu mereka diombang-ambingkan badai, di tengah kegelapan malam.  Pertanyaan adalah, apakah dalam keberadaan-Nya di atas bukit, Yesus dapat mengetahui keadaan murid-murid yang sedang diombang-ambing gelombang?  Tentulah Yesus tahu.  Itulah sebabnya Ia segera mendatangi murid-murid yang sedang berjuang melawan gelombang.  Namun kehadiran Yesus justru membuat mereka tambah terkejut dan takut, karena melihat seorang berjalan di atas air, dan tak seorang pun mengenali-Nya.  Dapat kita bayangkan bagaimana takutnya murid-murid pada saat itu.  Terjangan badai saja sudah membuat mereka panik, lalu ditambah dengan sosok tubuh yang terlihat berjalan di atas air.  Hal-hal itu yang membuat mereka lalu berteriak ketakutan.

Seperti halnya murid-murid, demikian juga kita takala menghadapi tantangan berat, seperti gelombang fitnah dan cercaan dari orang-orang di sekitar kita.  Situasi ini membuat kita tidak tenang dan mulai terpikir akan hal-hal yang buruk.  Itu karena fokus pada berat dan sakitnya beban yang kita hadapi.  Sesungguhnya Yesus telah membuktikan bahwa segala kesulitan yang kita alami bahkan sebesar angin sakal sekalipun tidak menjadi penghambat.  Ia menunjukkan diri sebagai simbol pernyataan Allah sendiri.  Dia adalah Allah yang berkuasa atas seluruh ciptaan, untuk datang menenangkan bahkan memberi pertolongan pada situasi dan waktu yang tepat.  Ya, Dia sanggup!

Label:   Matius 14:22-26 





NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Senin, 26 Maret 2018 - Kenapa Bimbang? - Matius 14:30-31

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 24 Maret 2018 - Ingatan Allah (Mazmur 136:23-26)

Garis Besar Matius

Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan





  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    Lagu Kotbah




    songbatak.com-karaoke



    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ, ADV (Himnario Adventista)*, HC*,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI



    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)






    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)


    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,