Save Page
Markus 14:10-11
Yudas mengkhianati Yesus
14:10 Lalu pergilah Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua belas murid itu, kepada imam-imam kepala dengan maksud untuk menyerahkan Yesus kepada mereka. 14:11 Mereka sangat gembira waktu mendengarnya dan mereka berjanji akan memberikan uang kepadanya. Kemudian ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

Penjelasan:

* Mrk 14:10 - imam-imam kepala // Iblis masuk
Reaksi Yudas terhadap teguran Yesus adalah dengan mengkhianatiNya. Suatu penelitian yang lengkap tentang motivasi orang ini untuk pergi kepada imam-imam kepala tidak dimungkinkan karena pengetahuan kita yang terbatas. Lukas menjelaskannya dengan mengatakan bahwa Iblis masuk ke dalam Yudas (22:3). Kita mengetahui bahwa cintanya akan uang merupakan sebagian dari penyebab pengkhianatan itu (Mat. 26:14, 15). Adalah juga mungkin bahwa dia menjadi kecewa dengan kegagalan Kristus untuk bangkit melawan Roma dan mendirikan kerajaan Yahudi yang merdeka.

* Mrk 14:11 - berjanji // memberikan uang kepadanya // Ia mencari // menyerahkan Yesus
Para imam kepala berjanji untuk memberikan uang kepadanya sejumlah tiga puluh uang perak (Mat. 26:15), yang bernilai di antara dua puluh hingga dua puluh lima dolar. Ia mencari. Tindakan berkesinambungan (bentuk waktu imperfect Yunani). Sejak saat ini Yudas terus mencari saat yang tepat untuk menyerahkan Yesus.

* Jangan mengkhianati Yesus
Walau seorang wanita, yang tidak termasuk kedua belas murid, telah menunjukkan penghormatan tertinggi kepada Yesus, Yudas melakukan hal sebaliknya. Yudas mengkhianati Yesus. Ia menjalin persepakatan dengan para pemimpin agama Yahudi, yang ingin menangkap Yesus dengan imbalan sejumlah uang (ayat 10-11).
Apakah Yesus mengetahui permufakatan keji itu? Ya. Saat perjamuan malam yang dilakukan bersama murid-murid-Nya, Yesus menyatakan hal itu (ayat 17-18). Tentu saja para murid terkejut dan menanyakan apakah mereka adalah orang yang dimaksud. Tampaknya mereka tidak yakin pada kekuatan iman mereka sendiri. Namun Yesus telah memberikan petunjuk mengenai identitas si pengkhianat itu: ia adalah salah seorang dari kedua belas murid dan saat itu ia sedang makan bersama mereka. Ada juga petunjuk ketiga: si pengkhianat mencelupkan roti ke dalam satu mangkuk dengan Yesus (ayat 18). Petunjuk ini memang tidak secara khusus menyatakan siapa orang yang dimaksud. Namun Yesus ingin menekankan bahwa ia adalah orang yang telah menikmati hubungan dan kedekatan dengan Yesus. Ternyata intensitas pertemuan dengan Yesus tidak membuat Yudas menjadi murid sejati. Ini menjadi peringatan bagi kita bahwa pengetahuan, profesi, keanggotaan gereja, kehadiran dalam ibadah, atau aktivitas pelayanan adalah hal yang sia-sia jikalau hati kita tidak bertobat.
Menurut Yesus, penderitaan yang akan Dia alami memang sudah dinubuatkan sejak zaman dahulu kala (Yes. 53:12). Walau demikian, Yudas tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab atas pengkhianatan terhadap Gurunya. Mengapa? Karena ia tidak ditakdirkan untuk melakukan hal itu. Ia sendiri yang memilih untuk berbuat demikian. Dan memang Tuhan tidak pernah menakdirkan orang untuk berbuat jahat. Karena itu jangan pernah menyalahkan Tuhan ketika kita jatuh ke dalam dosa. Walau Tuhan melihat kita bukan berarti bahwa Dia mengizinkan kita melakukannya. Yang penting adalah segera bertobat!


SBU

Rabu, 28 Maret 2018
Renungan Pagi
Tulus dan Menjadi Teladan (Markus 14:1-2)

"Hari raya Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi akan mulai dua hari lagi.  Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan untuk menangkap dan membunuh Yesus dengan tipu muslihat" (ayat 1)

Beberapa waktu lalu, kita sering menyaksikan demonstrasi dari sekelompok orang memakai jubah lengkap dengan aksesorisnya.  Mereka jelas mencirikan sebagai orang-orang saleh.  Yang mengherankan dan tak terduga adalah, seruan atau ujaran-ujaran mereka yang menghina, dan menyebarkan kebencian terhadap pihak tertentu.  Mereka memprovokasi atau menyerukan untuk melakukan tindak kekerasan.  Sungguh memprihatinkan.  Padahal selaku umat terlebih sebagai pemimpin agama, sudah semestinya memuliakan Tuhan lewat kata dan perbuatan yang baik, serta menjadi teladan.

Tidak jauh beda dengan para Imam yang dikenal sebagai pemimpin agama dan ahli-ahli Taurat yang menguasai isi kitab Taurat, tapi bermaksud untuk membunuh Yesus.  Lebih tragis lagi, mereka berusaha memberikan kesan bahwa kematian itu terjadi dalam sebuah kecelakaan, atau dalam sebuah peristiwa yang tidak direncanakan sebelumnya.  Hal itu karena hati mereka yang penuh kebencian.  Kritikan dan popularitas Yesus telah membuat para imam kehilangan akal sehat.  Mereka merancang upaya pembunuhan Yesus dengan cara licik sebelum perayaan Hari Raya Paskan dan Hari Raya Roti tak Beragi.  Mengapa demikian?  Sebab kalau dilakukan pada perayaan-perayaan itu, mereka takut kepada reaksi masyarakat.  Jelas dapat dikatakan bahwa ibadah-ibadah mereka penuh dengan kepalsuan oleh karena kelicikannya.

Bacaan ini mengingatkan kita bahwa dalam pelayanan, yang katanya berjalan bersama, adakalanya timbul persaingan yang tidak sehat dan keinginan untuk menjadi yang terkemuka di antara sesama pelayan, sehingga muncul iri hati dan dengki satu dengan yang lain.  Sungguh hal ini demikian tidak pantas dan jadi batu sandungan bagi umat lainnya.  Di sinilah kita memahami bagaimana sikap hati yang pantas dan sebaiknya dalam kapasitas sebagai pelayan, khususnya yang dipanggil untuk mengabdi dalam pekerjaan mulia dan terhormat, seperti halnya para pejabat gereja.  Mereka sudah sepatutnya memiliki ketulusan hati dan menjadi teladan bagi umat.



Rabu, 28 Maret 2018
Renungan Malam
Harga Sebuah Pengkhianatan (Markus 14:10-11)

"Mereka sangat gembira waktu mendengarnya dan mereka berjanji akan memberikan uang kepadanya.  Kemudian ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus" (ayat 11)

Ada ungkapan yang patut kita simak mengatakan: "Kesetiaan itu mahal.  Ia tak bisa dibeli dengan uang, sebab hanya bisa diberi dan diterima dengan iman.  Pengkhianatan itu murah".  Berdasarkan ungkapan ini memang diakui bahwa tidak mudah untuk setia.  Dibutuhkan usaha dan iman yang nyata.  Sementara itu, berapapun besarnya bayaran untuk sebuah pengkhianatan, membuat harga diri seseorang jatuh atau tidak berharga sama seklai.  Itulah juga yang kita lihat dalam diri Yudas.

Sungguh sangat ironis apa yang dilakukan seorang wanita yang bukan murid Yesus, tapi telah memberi penghormatan tinggi pada Yesus dengan mencurahkan minyak narwastu murni yang mahal ke atas kepala-Nya.  Berbanding terbalik dengan Yudas, murid Yesus yang malah mengkhianati dan menyerahkan Yesus kepada para pemimpin agama Yahudi, yang ingin menangkap Yesus.  Yudas lakukan demi mendapatkan sejumlah uang.  Padahal sebagai seorang murid yang dipilih dan dipanggil khusus, ia telah menjalani kebersamaan dalam pelayanan dan pengajaran Yesus.  Inilah juga yang membuat para imam kepala terkejut sekaligus gembira ketika melihat seorang murid yang dekat dengan Yesus sedia membantu mereka, untuk menghentikan langkah Yesus yang telah membuat mereka kehilangna pengaruh dan popularitas sebagai pemimpin agama.

Di sini kita menyaksikan, betapa luar biasanya kejatuhan oleh karena godaan uang yang membuat orang kehilangan kasih, melupakan kebersamaan dan pengajaran Yesus.  Tidak jarang kita menyaksikan, demi mendapatkan dan mempertahankan uang atau harta, orang mengesampingkan bahkan mengabaikan firman Tuhan. Dalam hal ini, seluruh manfaat uang dan kekayaan yang dimiliki hanya digunakan memuaskan kepentingan dan keinginan diri sendiri belaka.  Lupa, bahwa uang dan harta, yang sesungguhnya merupakan berkat Tuhan, mestinya dipakai memuliakan-Nya.

Label:   Markus 14:10-11 



Khotbah Ibadah GPIB 2018

Khotbah Ibadah GPIB - Rabu, 28 Maret 2018 - HARGA SEBUAH PENGHIANATAN - Markus 14:10-11 (SGDK)





[isi halaman tidak ditampilkan]

Halaman Khusus Member Pemberi Donasi.
Silakan Login Terlebih Dahulu!

Belum menjadi member? Silakan Register







Halaman Bebas Akses untuk Member Donasi:



NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Kamis, 29 Maret 2018 - Yang Luar Biasa Itu Tetap Mengasihi (Markus 14:47-51)

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 27 Maret 2018 - Akibat Kedegilan, Ya Gagal Paham (Markus 6:51-52)
Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan



rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke



JUMAT, 30 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 30 NOVEMBER 2018 - BELAJAR BUAK DARI KEHIDUPAN - 2 Timotius 2:1-7 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Hari ketujuh, Demikianlah riwayat langit dan bumi // TUHAN Allah, Ada kabut naik ke atas ... dan membasahi // kabut, Tuhan Allah membentuk // manusia itu dari debu tanah // membentuk // manusia itu dari debu tanah ... menghembuskan // napas hidup ke
RABU, 28 NOVEMBER 2018
RABU, 28 NOVEMBER 2018 - MENDERITA DALAM KEBENARAN, BERBAHAGIALAH - 1 Petrus 2:18-25 (SGDK) - MlNGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SELASA, 27 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 27 NOVEMBER 2018 - MEMBERLAKUKAN APA YANG DIBERLAKUKAN TUHAN - 1 Petrus 2:7-10 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SENIN, 26 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 26 NOVEMBER 2018 - HIDUP ADALAH UCAPAN SYUKUR - 1 Petrus 1:17-25 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Jika kamu menyebut-Nya Bapa // Hidup dalam ketakutan, Kamu telah ditebus ... bukan dengan barang yang fana // Dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus // yang mahal, Rasul Petrus menasihati mereka supaya menjalin kasih persaudaraan, Sia-sianya Ma
MINGGU, 25 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 25 NOVEMBER 2018 - BERHIKMAT DALAM HIDUP - 1 Korintus 10:12-13 - HARI MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)



Minggu, 04 November 2018
Tata Ibadah Hari Minggu Syukur HUT ke-8 PKLU GPIB - Minggu, 04 November 2018

JUKLAK HUT KE-8 PKLU GPIB, PESAN MS GPIB HUT ke-8 PKLU, surat pengantar hut 8 pklu, TATA IBADAH PKLU GPIB HUT Ke-8 PKLU
7 OKTOBER 2018
KOREKSI LAGU DALAM TATA IBADAH 7 OKTOBER 2018 DAN PETUNJUK PELAKSANAAN IBADAH MINGGU SELAMA BULAN OKTOBER 2018


Minggu, 07 Oktober 2018
Tata Ibadah HARI PERJAMUAN KUDUS se-DUNIA dan HARI PEKABARAN INJIL INDONESIA (HPKD/HPII) Minggu, 07 Oktober 2018

Menggunakan Tata Ibadah GEREJA KRISTEN JAWA (GKJ)



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)

SABTU, 12 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 12 JANUARI 2019 - PERGANTIAN NAMA - Yesaya 65:15-16 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
KESALEHAN DAN KESALAHAN, Dalam hal kehormatan dan nama baik
JUMAT, 11 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 11 JANUARI 2019 - BERPALING DARI DOSA DAN KEMBALI KEPADANYA - Yesaya 65:1-7 - MINGGU EPIFANIA
Sabda Bina Umat (SBU)
Pertobatan Bangsa-bangsa Bukan Yahudi; Kefasikan Orang-orang Yahudi; Penolakan terhadap Orang-orang, BERKAT TUHAN UNTUK MEREKA YANG SETIA
KAMIS, 10 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 10 JANUARI 2019 - ANGKAT HATI PADA ALLAH - Yesaya 64:7-12 - HARI EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ALLAH TIDAK TURUN TANGAN ,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 (SGDK) - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
Permohonan Sepenuh Hati,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Permohonan Sepenuh Hati, ALLAH PENYELAMAT TUNGGAL