Save Page
Bilangan 14:11-19
14:11 TUHAN berfirman kepada Musa: "Berapa lama lagi bangsa ini menista Aku, dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepada-Ku, sekalipun sudah ada segala tanda mujizat yang Kulakukan di tengah-tengah mereka! 14:12 Aku akan memukul mereka dengan penyakit sampar dan melenyapkan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari pada mereka." 14:13 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Jikalau hal itu kedengaran kepada orang Mesir, padahal Engkau telah menuntun bangsa ini dengan kekuatan-Mu dari tengah-tengah mereka, 14:14 mereka akan berceritera kepada penduduk negeri ini, yang telah mendengar bahwa Engkau, TUHAN, ada di tengah-tengah bangsa ini, dan bahwa Engkau, TUHAN, menampakkan diri-Mu kepada mereka dengan berhadapan muka, waktu awan-Mu berdiri di atas mereka dan waktu Engkau berjalan mendahului mereka di dalam tiang awan pada waktu siang dan di dalam tiang api pada waktu malam. 14:15 Jadi jikalau Engkau membunuh bangsa ini sampai habis, maka bangsa-bangsa yang mendengar kabar tentang Engkau itu nanti berkata: 14:16 Oleh karena TUHAN tidak berkuasa membawa bangsa ini masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah kepada mereka, maka Ia menyembelih mereka di padang gurun. 14:17 Jadi sekarang, biarlah kiranya kekuatan TUHAN itu nyata kebesarannya, seperti yang Kaufirmankan: 14:18 TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, bahkan Ia membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat. 14:19 Ampunilah kiranya kesalahan bangsa ini sesuai dengan kebesaran kasih setia-Mu, seperti Engkau telah mengampuni bangsa ini mulai dari Mesir sampai ke mari."

Penjelasan:

* Kisah Tentang Pengintai (13:1-14:45).
Para pengintai dikirimkan atas perintah Musa untuk melihat apakah Kanaan baik atau tidak, subur atau tandus, apakah penduduknya banyak atau sedikit, apakah mereka galak ataukah ramah, dan apakah mereka hidup seperti pengembara di dalam perkemahan ataukah sudah mapan dengan benteng-benteng yang kokoh. Sesudah mengadakan penelitian selama empat puluh hari, dari Negeb hingga perbatasan Hamat, kembalilah para pengintai itu. Semua setuju bahwa negeri itu berlimpah "susu dan madu," namun sepuluh di antara mereka demikian terkesan oleh benteng-benteng serta bentuk badan penduduk yang tegap di sana sehingga mereka mempengaruhi orang Israel yang lainnya agar tidak berpikir untuk menyerbu daerah itu. Hanya Yosua dan Kaleb yang berani mengatakan, "Jika Tuhan berkenan kepada kita, maka ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan memberikannya kepada kita." Penampakan kemuliaan Tuhan yang tiba-tiba menyelamatkan kedua pengintai tersebut dari dilempari batu. Tuhan mengemukakan kepada Musa bahwa Ia akan memusnahkan bangsa itu dan menjadikan nabi itu sendiri bangsa yang besar. Namun Musa secara efektif bersyafaat bagi Israel. Dia mengemukakan perlunya mempertahankan kehormatan Allah di hadapan bangsa-bangsa kafir yang pasti akan mengatakan, "Tuhan tidak berkuasa." Musa memohon panjang sabar dan kemurahan Allah yang besar. Tuhan mengampuni bangsa itu namun Dia juga menghajar mereka sambil mengatakan bahwa angkatan yang bersungut-sungut dan memberontak kepada Allah tidak akan melihat Negeri yang Dijanjikan. Bangsa Israel, yang bersyukur atas pengampunan mereka tetapi tidak bisa menangkap arti sepenuhnya dari penghajaran yang dikemukakan itu, kini berketetapan untuk menaati soal yang sebelumnya tidak mereka taati. Sekalipun sudah diingatkan Musa, mereka berangkat juga untuk menyerang bangsa Amalek dan Kanaan. Mereka kemudian dikalahkan dan berhasil digiring balik sampai ke Horma.

* Bil 14:15-16 - Bangsa-bangsa ... nanti berkata ... Tuhan tidak berkuasa
Bangsa-bangsa ... nanti berkata ... Tuhan tidak berkuasa. Keindahan dari nas ini terletak pada fakta bahwa Musa bersemangat untuk mempertahankan kehormatan Tuhan dan bukan kehormatan dirinya. Sekalipun demikian, argumentasi yang dikemukakan olehnya hanya benar sebagian. Andaikata Allah bertindak sesuai dengan anjuran Musa, Dia tidak akan pernah menghajar umat-Nya sebab khawatir akan disalahpahami oleh bangsa-bangsa kafir. Unsur yang benar dari argumentasi itu ialah keyakinan Musa bahwa Allah mampu mewujudkan janji-janji-Nya.

* Bil 14:18 - TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah
TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah. Bagian ini dari permohonan Musa ialah bagi bangsa itu. Argumen itu kini sepenuhnya benar sebab dia telah mengemukakan seluruh alasan kepada Allah. Allah bukan hanya besar kemurahan-Nya, tetapi juga merupakan Orang Benar, sehingga tidak mungkin Ia mengabaikan orang yang bersalah, yaitu membiarkan perbuatan salah tidak dihukum. Kebenaran dasar bagi ajaran tentang pendamaian dengan darah pengganti ini terbentang di seluruh Alkitab. Allah itu murah hati dan mengampuni, bukan dengan mengabaikan perbuatan salah, tetapi dengan menyediakan pengganti sehingga Dia bisa merupakan Orang Benar dan juga Yang Membenarkan bagi orang yang percaya (Rm. 3:21-26).

* Bil 14:19 - Seperti Engkau telah mengampuni
Seperti Engkau telah mengampuni. Arti pokok dari kata mengampuni, "mengangkut atau membawa," mendukung aspek penggantian dari pengampunan ini. Bagi Allah mengampuni berarti harus ada penanggung dosanya.


SBU

MINGGU I SESUDAH EPIFANIA
JUMAT, 12 JANUARI 2018
Renungan Pagi
KJ.412 : 1,2 -Berdoa
MERAGUKAN KEPEMIMPINAN TUHAN

Bilangan 14:1-10
maka Ia akan membawa kita masuk ke negerl itu... suatu negerl yang berlimpah-limpah susu dan madunya (ay.8).

Bacaan kita diawali dengan protes kepada Musa dan Harun.
Mereka rnenganggap bahwa umat Israel tidak akan mampu merebut
tanah Kanaan. Anggapan ini berawal dari laporan 10 dari 12 orang
pengintai yang menyelidiki keadaan di Kanaan. Laporan mereka
sesuai kenyataan bahwa bangsa-bangsa itu lebih maju (13:23).
Benar, bahwa tanah itu berlimpah susu dan madu tetapi tidak
mungkin direbut oleh bangsa pengembara seperti Israel. Karena
itu mereka bersungut-sungut. Bahwa lebih balk mereka mati di
Mesir atau di padang gurun dari pada binasa oleh pedang lawan di
Kanaan.

Mereka temyata telah keliru menilai kuasa Ailah. Mereka tidak
memahami rencana Allah untuk keselamatan di masa depan. Terlalu
dangkal menilai rencana Allah yang sebatas memenuhi kebutuhan
sesaat seperti : sandang, pangan dan papan. Allah sesungguhnya
bertindak sesuai janji-Nya kepada leluhur Israel. Mereka tidak
menyadari bahwa keselamatan yang disediakan Tuhan, termasuk
mempersiapkan bangsa-bangsa yang telah menduduki Kanaan
untuk menerima kehadiran mereka. Karena itu laporan dua pengintai
lainnya (Kaleb dan Yosua) yang membenarkan bahwa bangsa~
bangsa lersebut lebih unggul, tetapi Allah akan menuntun mereka
masuk ke Kanaan. Kesaksian keduanya dianggap tidak benar,
sehingga diancam dengan lontaran batu. Pada saat yang sama
Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya di Kemah Pertemuan.

Bacaan ini membuat kita rnerenungkan bahwa Tuhan itu
mengasihi umat-Nya. la hadir menyertai kita dalam Yesus Kristus
dengan kuasa Roh-Nya yang memampukan kita berjuang meraih
apa yang Tuhan siapkan untuk kita.

KJ.412:3
Doa : (Ya Tuhan, kuatkanlah kaml untuk mengandalkan Tuhan di
dalam hidup dan rencana-rencana kami)


MINGGU I SESUDAH EPIFANIA
JUMAT, 12 JANUARI 2018
Renungan Malam
KJ.39:1,2 -Berdoa
PENGAMPUNAN MENUNTUT PERTOBATAN

Bilangan 14:11-19
Ampuniiah klranya kesalahan bangsa ini sesual dangan kebesaran kaslh satia-Mu..... (ay.19).

Tuhan merasa dinista oleh kelakuan umat-Nya, padahal Tuhan
hadir bersama umat di dalam perjalanan dengan tiang awan di
waktu siang dan tiang api di waktu malam. Tiang awan sebagai
pelindung di bawah teriknya panas dan tiang api sebagai penerang
yang menghangaikan saat gelap dan dinginnya cuaca. Lalu amarah
Tuhan dilampiaskan dengan hukuman penyakit sampar. Bangsa
itu akan dienyapkan dari muka bumi kecuali Musa. Tuhan berjanji
kepada Musa untuk menjadikannya sebagai satu bangsa yang
besar.

Daiam keadaan kritis ini Musa tampil sebagai gembala yang
membela umat. la memohon belas kasihan Tuhan. Bahwa hukuman
Tuhan akan membuat bangsa-bangsa (baik Mesir maupun di
Kanaan), mengejek Tuhan sebab menurut mereka Tuhan tidak
mampu menuntun umat ke Kanaan. Padahal Tuhan mampu me-
lakukan hal itu. Karena itu atas nama umat, Musa memohon
pengampunan. Dasarnya ialah bahwa Tuhan itu penuh kasih setia,
panjang sabar dan telah mengampuni bangsa ini sejak awal.
Akhirnya Tuhan bersedia mengampuni. Akibatnya bahwa seluruh
umat ini harus mengembara lagi 40 tahun lamanya di padang gurun.
Semua orang yang berusia 20 iahun ke atas yang bersungut-sungut
tidak akan memasuki tanah Kanaan kecuali Kaleb dan Yosua (ayat
29 dan 30).

Meragukan kepemimpinan Tuhan di daiam hidup ini berakibat
fatal. Kita bersyukur bahwa Tu han itu panjang sabar terhadap kita
yang sering memilukan hati Tuhan. Yesus Kristus telah diutusnya
untuk menanggung kekerasan hati kita. Ia dengan kasih-Nya me-
rangkul kita supaya kita tegar dalam menghadapi berbagai per-
masalahan.

KJ.39:3
Doa : {Ya Kristus, buatlah kami hidup berpengharapan)

Label:   Bilangan 14:11-19 



Khotbah Ibadah GPIB 2018





[isi halaman tidak ditampilkan]

Halaman Khusus Member Pemberi Donasi.
Silakan Login Terlebih Dahulu!

Belum menjadi member? Silakan Register







Halaman Bebas Akses untuk Member Donasi:



NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB - SABTU, 13 JANUARI 2018 - BERIBADAH DAN MENDENGAR FIRMAN - Yosua 24:16-28

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB - KAMIS,11 JANUAR1 2018 - TUHAN MENGACUNGKAN TANGAN - Keluaran 3:15-22

Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan


Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ,
KMM, KJ, PKJ, GB, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI


1 Raja-Raja 19:9-12 (1)
1 Tawarikh 22:1-13 (1)
2 Raja-Raja 5:8-14 (1)
Ayub 21:1-15 (1)
Ayub 21:27-34 (1)
Bilangan 14:11-19 (1)
Efesus 4:25-32 (2)
Kejadian 12:7-9 (1)
Kejadian 1:14-19 (1)
Kejadian 1:26-31 (1)
Kejadian 1:29-31 (1)
Kejadian 28:20-22 (1)
Kejadian 2:15-17 (1)
Kejadian 2:21-25 (1)
Kejadian 2:4b-7 (1)
Keluaran 13:17-22 (1)
Keluaran 20:18-21 (1)
Keluaran 3:15-22 (1)
Lukas 9:51-56 (1)
Markaus 1:9-11 (1)
Markus 14:10-11 (1)
Matius 14:22-26 (1)
Mazmur 11 (1)
Mazmur 66:1-7 (1)
Mazmur 77:17-21 (1)
Mazmur 78:17-31 (1)
Pengkhotbah 9:7-12 (1)
Roma 1:18-32 (1)
Roma 2:12-16 (1)
Ruth 1:15-22 (1)
Wahyu 20:7-15 (1)
Yesaya 29:1-8 (1)
Yesaya 45:18-19 (1)
Yesaya 45:22-25 (1)
Yesaya 45:9-13 (1)
Yohanes 10:1-21 (1)
Yohanes 1:1-13 (1)
Yohanes 2:9-11 (1)
Yohanes 4:19-30 (1)
Yohanes 5:9b-18 (1)
Yohanes 8:33-36 (1)
Yohanes 9:8-11 (1)
Yosua 24:16-28 (1)


Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..


rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke






Sabtu, 20 Januari 2018
APA YANG ADA PADAMU


18 Januari 2018
JANGAN MERASA KUAT


15 Januari 2018
HAL TAK MASUK AKAL


14 Januari 2018
DIBALIK TOPENG


13 Januari 2018
TUHANLAH PENOLONGKU




Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)