Save Page
Yohanes 14:15-31
Yesus menjanjikan Penghibur
14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. 14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, 14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. 14:18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. 14:19 Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup. 14:20 Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. 14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." 14:22 Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?" 14:23 Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. 14:24 Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. 14:25 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; 14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. 14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. 14:28 Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. 14:29 Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi. 14:30 Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku. 14:31 Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini."


Penjelasan:


* Kata-kata Penghiburan Kristus (14:15-17)

    Kristus bukan saja mengemukakan hal-hal di atas sebagai penghiburan bagi mereka, tetapi di sini Ia juga berjanji untuk mengirimkan Roh yang bertugas sebagai Penolong mereka, untuk menanamkan hal-hal tersebut pada diri mereka.

    I. Kristus memberi syarat ini sebagai kewajiban (ay. 15): Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Di sini, menuruti perintah-perintah Kristus dipandang sebagai ibadah kesalehan secara umum, dan sebagai tugas mereka sebagai rasul yang harus dilakukan dengan setia dan tekun.

    Sekarang perhatikanlah:

        . Ketika Kristus sedang menghibur mereka, Ia menyuruh mereka menuruti segala perintah-Nya, karena kita tidak boleh mengharapkan penghiburan kecuali kita sedang dalam melaksanakan tugas. Istilah yang sama (parakaleo) berarti menasihati dan juga menghibur.
        . Ketika mereka sedang mengkhawatirkan apa yang harus mereka lakukan karena Guru mereka akan meninggalkan mereka, dan bagaimana nasib mereka sekarang, Ia menyuruh mereka menuruti segala perintah-Nya, supaya tidak ada yang salah dengan mereka nantinya. Di masa-masa sulit, kekhawatiran kita mengenai peristiwa-peristiwa yang akan terjadi haruslah digantikan dengan perhatian atas tugas-tugas yang akan dilaksanakan.
        . Ketika mereka menunjukkan kasih mereka kepada Kristus dengan sikap sedih karena memikirkan kepergian-Nya, dan juga dukacita yang memenuhi hati karena membayangkan hal itu, Kristus menyuruh mereka untuk tidak menyatakan kasih mereka kepada-Nya melalui sikap lemah dan cengeng seperti ini, melainkan melalui kesungguhan dalam menjalankan sikap percaya mereka, dan juga melalui ketaatan menyeluruh terhadap perintah-perintah-Nya. Ini lebih baik daripada korban, lebih baik daripada air mata. Apakah engkau mengasihi Aku? Gembalakanlah domba-domba-Ku.
        . Ketika Kristus memberikan janji-janji yang mulia, yaitu jawaban atas doa dan kedatangan Sang Penghibur itu, Ia menyampaikan hal berikut sebagai persyaratan guna memperoleh janji-janji itu, "Asalkan engkau menuruti perintah-perintah-Ku, sebagai pernyataan kasih terhadap-Ku." Kristus tidak bersedia menjadi pembela bagi siapa pun selain bagi orang-orang yang bersedia diatur dan dinasihati oleh Dia sebagai penasihat mereka. Ikutilah pimpinan Roh, dan engkau akan mendapatkan penghiburan Roh.
    II. Ia menjanjikan berkat besar dan tidak terkatakan bagi mereka (ay. 16-17).
        . Dijanjikan bahwa mereka akan menerima Penolong yang lain.

        Ini adalah janji Perjanjian Baru yang agung (Kis. 1:4), sama seperti janji yang ada dalam Perjanjian Lama mengenai Sang Mesias: sebuah janji yang disesuaikan dengan kegundahan sekarang ini yang dialami para murid, yang sedang bersedih dan membutuhkan seorang penghibur.
        Perhatikanlah di sini:

            (1) Berkat yang dijanjikan: allon parakleton. Perkataan ini hanya digunakan dalam percakapan-percakapan Kristus di sini, dan di dalam 1 Yohanes 2:1, yang diterjemahkan dengan pengantara. Dr. Hammond, tetap mempertahankan istilah Yunani, yakni Paraclete. Kita membaca di dalam Kisah Para Rasul 9:31 mengenai paraklesis tou hagiou pneumatos, penghiburan Roh Kudus, termasuk juga seluruh tugas-Nya sebagai Penghibur.
                [1] Engkau akan menerima seorang pengantara lain. Tugas Roh adalah menjadi pengantara Kristus dengan mereka dan juga orang lain, untuk mengadakan pembelaan bagi-Nya dan mengurus perkara-perkara-Nya di bumi. Untuk menjadi vicarius Christi -- wakil Kristus, demikianlah salah seorang penulis dari zaman dahulu menyebut-Nya, dan untuk menjadi pengantara mereka dalam menghadapi para penentang mereka. Waktu Kristus berada bersama mereka, Ia berbicara untuk mereka bila diperlukan, tetapi sekarang, saat Ia hendak meninggalkan mereka, mereka tidak akan dibiarkan begitu saja, sebab Roh Bapa akan berkata-kata di dalam mereka (Mat. 10:19-20). Dan perkara yang dibela oleh pengantara semacam itu pasti tidak akan gagal.
                [2] Engkau akan menerima seorang guru, pengajar, atau penasihat lain. Sementara Kristus berada bersama mereka, Ia mendorong dan menasihati mereka untuk melakukan tugas mereka. Namun, sekarang, ketika Dia harus pergi, Dia meninggalkan Seseorang bagi mereka, yang akan mengerjakan hal ini dengan sama baiknya, walaupun tanpa suara. Jansenius berpendapat bahwa istilah yang paling tepat untuk menerjemahkannya adalah patron, seseorang yang memberi petunjuk sekaligus melindungi.
                [3] Seorang penghibur lain. Kristus telah dinantikan sebagai penghiburan bagi umat Israel. Salah satu nama Mesias yang dikenal di antara orang-orang Yahudi adalah Menahem -- Sang Penghibur. Kitab Targum [terjemahan sebagian Perjanjian Lama dalam bahasa Aramaik -- pen.] menyebut masa Sang Mesias itu sebagai tahun-tahun penghiburan. Kristus menghibur murid-murid-Nya ketika Ia masih berada bersama mereka, dan sekarang, ketika Ia hendak meninggalkan mereka, Ia menjanjikan penghibur lain saat mereka paling membutuhkan penghiburan.
            (2) Yang memberikan berkat ini: Bapa akan memberikan Penolong itu, Bapa-Ku dan Bapa-mu. Berkat itu mencakup keduanya. Dia yang memberikan Anak-Nya untuk menjadi Juruselamat kita, juga akan memberikan Roh-Nya untuk menjadi penghibur kita, dengan tujuan yang sama. Anak itu dikatakan akan mengutus Sang Penghibur (15:26), tetapi Bapa-lah pelaku utamanya.
            (3) Bagaimana berkat ini dihasilkan -- melalui perantaraan Tuhan Yesus: Aku akan minta kepada Bapa. Ia berkata (ay. 14) Aku akan melakukannya. Di sini Ia berkata, Aku akan minta, untuk menunjukkan bahwa bukan saja Dia itu Allah sekaligus manusia, tetapi juga raja dan imam. Sebagai imam, Ia ditetapkan untuk menjadi pengantara bagi manusia. Sebagai raja, ia diberi wewenang oleh Bapa untuk menjalankan penghakiman. Ketika Kristus berkata, Aku akan minta kepada Bapa, ini bukan berarti bahwa Bapa merasa enggan atau harus didesak untuk melakukannya, tetapi untuk menyatakan bahwa karunia Roh merupakan hasil dari pengantaraan Kristus, yang didapatkan melalui hasil tindakan-Nya, dan diambil melalui pengantaraan-Nya.
            (4) Kelanjutan berkat ini: Supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.

            Artinya:

                [1] "Menyertai kamu, sepanjang umur hidupmu. Kamu tidak akan pernah tanpa seorang penghibur atau terus meratapi kepergian-Nya, seperti kamu sekarang meratapi kepergian-Ku." Perhatikanlah, bila kita kehilangan penghiburan yang dirancangkan untuk sementara waktu bagi kita, maka ini sungguh menguatkan bagi kita bahwa masih ada penghiburan kekal yang tersedia bagi kita. Tidak akan ada gunanya bila Kristus menyertai mereka selamanya, karena mereka yang sudah ditentukan untuk melayani umum, tidak boleh senantiasa hidup bersama-sama terus dalam kelompoknya. Mereka harus menyebar, dan itulah sebabnya dibutuhkan penghibur yang dapat berada bersama mereka semua di semua tempat sekaligus, di mana pun mereka tersebar dan dalam keadaan sesulit apa pun, sebagai penghibur yang pantas menyertai mereka selamanya.
                [2] "Menyertai para penggantimu setelah kamu sudah tiada, bahkan sampai akhir zaman. Menyertai para penggantimu dalam kekristenan, dalam pelayanan."
                [3] Jika kita mengartikan istilah selama-lamanya dengan seluas-luasnya, janji itu akan digenapi dalam seluruh penghiburan Allah yang akan menjadi sukacita kekal semua orang kudus, nikmat senantiasa.
        . Sang Penolong atau Penghibur ini adalah Roh Kebenaran, dan kamu mengenal Dia (ay. 17). Mereka mungkin berpikir bahwa sungguh mustahil mendapatkan penghibur yang setara dengan Dia yang adalah Anak Allah: "Ya," kata Kristus, "kamu akan menerima Roh Allah, yang setara dengan Anak dalam hal kuasa dan kemuliaan."
            (1) Penolong yang dijanjikan itu adalah Roh, pribadi yang harus melaksanakan pekerjaan-Nya dengan cara rohani, di dalam batin dan tidak terlihat, dengan bekerja di dalam roh manusia.
            (2) "Dia adalah Roh Kebenaran." Dia akan berlaku benar kepadamu, dan dalam pekerjaan-Nya untukmu, yang akan dikerjakannya dengan sepenuhnya. Ia akan mengajarkan kebenaran itu kepadamu. Ia akan menerangi pikiranmu dengan pengetahuan itu, menguatkan dan meneguhkan percayamu dalam kebenaran itu, serta meningkatkan kasihmu terhadap kebenaran itu. Orang-orang bukan Yahudi melakukan kesalahan besar melalui penyembahan berhala mereka, sedangkan orang-orang Yahudi melalui tradisi mereka. Namun, Roh kebenaran itu bukan saja akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran, tetapi juga memimpin orang-orang lain melalui pelayananmu. Kristus adalah kebenaran, dan Dia adalah Roh Kristus, Roh yang mengurapi Kristus.
            (3) Dunia tidak dapat menerima Dia, tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia akan diam di dalam kamu.
                [1] Di sini murid-murid Kristus dibedakan dari dunia, karena mereka telah dipilih dan dipanggil keluar dari dunia yang penuh kejahatan. Mereka adalah anak-anak dan pewaris dunia lain, bukan dunia ini.
                [2] Sungguh merupakan kesengsaraan bagi orang-orang yang teramat mengagungkan dunia, sebab mereka tidak dapat menerima Roh kebenaran itu. Roh dunia dan Roh dari Allah dikatakan saling bertolak belakang (1Kor. 2:12), sebab di mana roh dunia diagungkan, di situlah Roh Allah dikucilkan. Bahkan penguasa-penguasa dunia ini pun tidak cukup beruntung untuk mengetahui hal ini. Walaupun sebagai penguasa dunia mereka banyak memiliki pengetahuan, namun mereka terkungkung dalam prasangka mereka yang berurat akar itu, sehingga mereka tidak mengenal apa yang berasal dari Roh Allah (1Kor. 2:8).
                [3] Itulah sebabnya manusia tidak dapat menerima Roh kebenaran, karena mereka tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Penghiburan Roh adalah kebodohan bagi mereka, seperti halnya salib Kristus. Demikian juga, perkara-perkara agung dari Injil, seperti perkara-perkara hukum Taurat, dianggap mereka sebagai sesuatu yang aneh. Perkara-perkara ini berada jauh di atas pertimbangan mereka. Cobalah berbicara mengenai karya-karya Roh kepada anak-anak dunia ini, dan engkau akan dianggap orang biadab oleh mereka.
                [4] Pengetahuan terbaik mengenai Roh kebenaran adalah yang diperoleh melalui pengalaman: Kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu. Kristus tinggal bersama mereka, dan melalui pergaulan mereka dengan-Nya itulah mereka mengenal Roh kebenaran. Dalam batas-batas tertentu, mereka sendiri telah diperlengkapi dengan Roh itu. Apa yang memampukan mereka untuk meninggalkan segalanya dan mengikut Kristus, serta tetap menyertai-Nya di tengah semua pencobaan yang dialami-Nya? Apa yang memampukan mereka untuk mengabarkan Injil, mengerjakan mujizat, kalau bukan Roh yang berdiam dalam diri mereka? Pengalaman orang-orang kudus merupakan penjelasan bagi janji-janji itu. Pernyataan-pernyataan yang dianggap bertentangan oleh orang lain justru diterima para kudus itu sebagai kaidah-kaidah kebenaran.
                [5] Orang-orang yang bergaul secara pribadi dengan Roh memiliki keyakinan mengenai penyertaan-Nya yang berkesinambungan: Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu, sebab Roh yang mulia itu tidak akan berpindah-pindah tempat kediaman. Orang-orang yang mengenal Dia tahu bagaimana menghargai-Nya, mengundang-Nya, dan menyambut-Nya. Oleh karena itu, Ia akan diam di dalam mereka, seperti terang di langit, seperti sari tumbuhan di dalam pohon, seperti jiwa di dalam tubuh. Persekutuan mereka dengan-Nya akan sangat akrab dan penyatuan mereka dengan Dia tidak terpisahkan.
                [6] Karunia Roh Kudus merupakan karunia istimewa yang dicurahkan kepada murid-murid Kristus dengan cara yang istimewa pula -- hanya kepada mereka, dan tidak kepada dunia. Bagi mereka, ini adalah manna tersembunyi dan batu putih. Tidak ada penghiburan yang dapat dibandingkan dengan penghiburan yang tidak tampak dan tidak terdengar. Inilah anugerah yang dilimpahkan Allah kepada orang-orang pilihan-Nya. Ia memenuhi permintaan orang-orang yang takut akan nama-Nya.

  * Kata-kata Penghiburan Kristus (14:18-24)

    Jika sahabat-sahabat hendak berpisah, sudah menjadi hal yang lumrah bila mereka meminta sesuatu satu sama lain, "Berilah kabar kepada kami sesering mungkin." Kristus berpesan mengenai hal ini kepada murid-murid-Nya, bahwa meskipun jauh di mata, janganlah mereka sampai jauh di hati.

    I. Ia berjanji untuk senantiasa memelihara mereka (ay. 18): "Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu, atau tanpa ayah. Sebab meskipun Aku meninggalkanmu, Aku memberimu penghiburan ini, yaitu bahwa Aku datang kembali kepadamu." Kepergian-Nya itulah yang menyedihkan hati mereka. Namun, ternyata hal itu tidak separah yang mereka duga, karena perpisahan itu tidaklah sepenuhnya dan berakhir sampai di situ saja.
        . Tidak sepenuhnya. "Meskipun Aku akan meninggalkanmu secara lahiriah, Aku tidak meninggalkanmu tanpa penghiburan." Meskipun sebagai anak-anak dan ditinggalkan ketika masih kecil, namun mereka telah diangkat sebagai anak, dan karena itu Bapa-Nya akan menjadi Bapa mereka juga, dan dari-Nyalah orang-orang yang menjadi yatim piatu akan mendapatkan belas kasihan. Perhatikanlah, keadaan orang-orang percaya sejati, meskipun adakalanya menyedihkan, tidak pernah tanpa penghiburan, sebab mereka tidak pernah menjadi anak yatim piatu: karena Allah adalah Bapa mereka, Bapa yang Kekal.
        . Tidak berakhir sampai di situ: Aku datang kembali kepadamu, erchomai -- Aku benar-benar datang.

        Artinya:

            (1) "Aku akan segera datang kepadamu pada hari kebangkitan-Ku. Aku tidak akan pergi lama, tetapi akan segera berada bersamamu lagi." Ia sudah sering berkata, Sesudah tiga hari Aku akan bangkit.
            (2) "Aku akan datang setiap hari kepadamu dalam Roh-Ku," sebagai tanda kasih-Nya dan kunjungan anugerah-Nya, Ia masih datang.
            (3) "Aku pasti akan datang pada akhir zaman. Aku pasti akan segera datang untuk membawamu ke dalam sukacita Tuhan-mu." Perhatikanlah, mengingat-ingat kedatangan Kristus kepada kita akan mencegah kita merasa tanpa penghiburan selama masa keterpisahan-Nya dari kita, sebab kalaupun Ia dipisahkan sejenak, ini adalah supaya kita dapat menerima-Nya untuk selama-lamanya. Biarlah hal ini meringankan kesedihan kita, Tuhan sudah dekat.
    II. Ia berjanji bahwa mereka akan senantiasa berhubungan dengan-Nya dan tetap memiliki kepentingan di dalam Dia (ay. 19-20): Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, artinya, Sekarang Aku tidak berada di dalam dunia lagi. Setelah kematian-Nya, dunia tidak melihat Dia lagi, karena meskipun Dia telah bangkit kembali, Ia tidak pernah menampakkan diri kepada seluruh bangsa (Kis. 10:41). Dunia yang jahat ini berpendapat bahwa mereka sudah tidak mau melihat-Nya lagi, dan mereka pun berteriak, Enyahkan Dia! Salibkan Dia! Dan memang seperti itulah malapetaka yang akan menimpa mereka, mereka tidak akan melihat-Nya lagi. Hanya mereka yang memandang Kristus dengan imanlah yang akan melihat-Nya sampai selamanya. Dunia tidak akan melihat-Nya lagi sampai kedatangan-Nya yang kedua, tetapi selama kepergian-Nya, murid-murid-Nya akan tetap bersekutu dengan-Nya.
        . Kamu melihat Aku, dan akan terus melihat Aku, ketika dunia tidak melihat Aku lagi. Sesudah kebangkitan-Nya, mereka melihat-Nya dengan mata jasmaniah mereka, sebab Ia menampakkan diri kepada mereka dengan banyak tanda untuk membuktikan, bahwa Ia hidup (Kis. 1:3). Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Mereka kemudian melihat Dia dengan mata iman setelah kenaikan-Nya ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah, sebagai Tuhan atas semua orang. Mereka melihat di dalam diri-Nya hal yang tidak terlihat oleh dunia.
        . Sebab Aku hidup, kamu pun akan hidup. Hal yang membuat mereka sedih adalah karena Guru mereka akan mati, dan mereka hanya dapat berpikir bahwa mereka pasti juga akan mati bersama-Nya. "Tidak," kata Kristus:
            (1) "Aku hidup." Di dalam hal inilah Allah yang perkasa itu bermegah. "Aku hidup," kata Tuhan, dan Kristus mengatakan hal yang sama. Bukan sekadar Aku akan hidup, seperti yang dikatakan-Nya tentang mereka, melainkan, Aku benar-benar hidup. Sebab Ia mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, dan hidup sampai selama-lamanya. Kita bukannya tanpa penghiburan, selama kita tahu bahwa Penebus kita hidup.
            (2) Oleh sebab itu kamu pun akan hidup. Perhatikanlah, Kehidupan orang Kristen berhubungan erat dengan kehidupan Kristus. Selama Ia hidup, orang-orang yang dipersatukan dengan-Nya melalui iman akan hidup juga. Mereka akan hidup secara rohani, sebuah kehidupan ilahi dalam persekutuan dengan Allah. Kehidupan ini tersembunyi bersama Kristus. Bila bagian kepala dan akar hidup, maka anggota tubuh lain dan ranting-rantingnya akan hidup juga. Mereka akan hidup selama-lamanya. Tubuh mereka akan dibangkitkan melalui kuasa kebangkitan Kristus, dan mereka akan hidup sejahtera di dunia yang akan datang. Semua orang kepunyaan-Nya tidak bisa tidak pasti akan sejahtera (Yes. 26:19).
        . Kamu akan menerima kepastian mengenai hal ini (ay. 20): Pada waktu itulah, ketika Aku dipermuliakan, ketika Roh itu sudah dicurahkan, kamu akan tahu dengan lebih jelas dan pasti daripada sekarang, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
            (1) Rahasia-rahasia yang mulia ini akan diketahui sepenuhnya di sorga. Pada waktu itulah, saat Aku menyambutmu sendiri, kamu akan mengetahui dengan sempurna hal yang sekarang ini kamu lihat dalam cermin sebagai gambaran yang samar-samar. Sekarang ini belumlah tampak nyata seperti apa keadaan kita kelak, tetapi pada waktu itu akan tampak seperti apa keadaan kita dulu.
            (2) Setelah pencurahan Roh Kudus ke atas rasul-rasul, rahasia-rahasia itu semakin dikenal dengan baik. Pada hari itu, cahaya ilahi itu akan bersinar, dan mata mereka akan mampu melihat dengan lebih jelas, pengetahuan mereka lebih maju dan bertambah, semakin luas, dan semakin jelas, serupa dengan orang buta yang disentuh kedua kalinya oleh tangan Kristus, yang awalnya hanya melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon.
            (3) Rahasia-rahasia itu diketahui oleh semua orang yang menerima Roh kebenaran itu, dengan sangat berlimpah-limpah, sebab berdasarkan pengetahuan akan semua inilah dibangunlah persekutuan mereka dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.

            Mereka tahu:

                [1] Bahwa Kristus di dalam Bapa, satu dengan Bapa, melalui pengalaman mereka tentang apa yang telah dilakukan-Nya bagi mereka dan di dalam mereka. Mereka mendapati bahwa terdapat kesesuaian dan keselarasan yang mengagumkan di antara Kekristenan dan agama alamiah, bahwa hal yang telah dilakukan-Nya itu tertanam di dalam kesatuan ini, sehingga mereka tahu bahwa Kristus di dalam Bapa.
                [2] Bahwa Kristus di dalam mereka. Orang-orang Kristen yang sudah berpengalaman tahu melalui Roh bahwa Kristus diam di dalam mereka (1Yoh. 3:24).
                [3] Bahwa mereka di dalam Kristus, sebab hubungan ini berjalan timbal balik, dan sama-sama dekat dengan kedua belah pihak. Kristus di dalam mereka dan mereka di dalam Kristus, yang berbicara tentang penyatuan yang erat dan tidak terpisahkan. Ini terjadi sebab Dia hidup, mereka pun akan hidup.

                Perhatikanlah:

                    Pertama, kesatuan dengan Kristus adalah kehidupan orang percaya, sedangkan hubungan mereka dengan-Nya dan juga dengan Allah melalui Dia, adalah kebahagiaan mereka.
                    Kedua, pengetahuan akan kesatuan ini memberi sukacita dan kepuasan tidak terkatakan bagi mereka. Ketika itu murid-murid sudah ada di dalam Kristus, dan Dia di dalam mereka, tetapi Ia berbicara mengenai kesatuan itu sebagai tindakan lanjutan dari anugerah-Nya yang akan terjadi kemudian supaya mereka mengetahuinya dan terhibur oleh karenanya. Perhatian kita terhadap Kristus dan pengetahuan kita tentang perhatian kita itu sering kali dipisahkan.
    III. Ia berjanji akan mengasihi mereka dan menyatakan diri kepada mereka (ay. 21-24).

    Perhatikanlah di sini:

        . Siapa saja yang akan dipandang dan diterima Kristus sebagai orang-orang yang dikasihi-Nya. Mereka itu adalah yang memegang perintah-Nya dan melakukannya. Dengan ini Kristus menunjukkan bahwa semua hal yang dikatakan-Nya di sini kepada para murid tidak hanya dimaksudkan bagi orang-orang yang sekarang menjadi pengikut-Nya, tetapi juga bagi semua orang yang percaya kepada-Nya oleh pemberitaan mereka.

        Di sini terdapat:

            (1) Kewajiban orang-orang yang mengaku sebagai murid. Setelah menerima perintah-perintah Kristus, kita harus melakukannya. Sebagai orang yang dipanggil dan mengaku Kristen, kita telah menerima perintah-perintah Kristus, yang kita dengar dan baca. Kita memiliki pengetahuan tentang perintah-perintah-Nya itu. Namun, ini belumlah cukup. Jika kita memang ingin membuktikan diri sebagai orang Kristen, kita harus menuruti perintah-perintah-Nya. Setelah menyimpannya dalam kepala, kita harus menyimpannya juga di dalam hati dan hidup kita.
            (2) Martabat orang-orang yang melakukan kewajiban seorang murid. Kristus memandang mereka sebagai orang yang mengasihi-Nya. Bukan orang yang sangat cerdas dan fasih berbicara bagi Dia, melainkan orang yang menuruti perintah-perintah-Nya. Perhatikanlah, bukti paling pasti mengenai kasih kita kepada Kristus adalah ketaatan kepada perintah-perintah Kristus. Seperti itulah kasih seorang bawahan kepada atasannya, kasih yang patuh, penuh hormat dan taat, sejalan dengan kehendak-Nya, serta merasa puas dalam hikmat-Nya.
        . Balasan apa yang akan diberikan-Nya kepada mereka atas kasih mereka itu. Balasan-Nya berlimpah. Kasih kepada Kritus tidak pernah sia-sia.
            (1) Mereka akan menerima kasih Bapa: Jika seorang mengasihi Aku, Bapa-Ku akan mengasihi dia. Kita tidak mampu mengasihi Allah apabila Ia, karena kehendak baik-Nya kepada kita, tidak memberi kita anugerah untuk mengasihi-Nya. Namun, ada balasan kasih yang mendatangkan kepuasan penuh yang dijanjikan kepada orang-orang yang benar-benar mengasihi Allah (Ams. 8:17). Ia mengasihi mereka, dan memberi tahu mereka bahwa Ia mengasihi mereka. Ia tersenyum kepada mereka dan memeluk mereka. Allah begitu mengasihi Anak-Nya sampai Ia juga mengasihi semua orang yang mengasihi Anak-Nya itu.
            (2) Mereka akan menerima kasih Kristus: Dan Aku pun akan mengasihi dia, sebagai Allah-manusia, sebagai Pengantara.

            Sebagai Bapa, Allah akan mengasihi orang itu, dan Aku akan mengasihinya juga sebagai saudara, sebagai kakak yang sulung. Sang Pencipta akan mengasihinya dan menjadi kebahagiaan baginya. Sang Penebus itu akan mengasihinya, dan menjadi pelindung bagi kesejahteraannya. Di dalam hakikat (natur) Allah, tidak ada yang lebih cemerlang daripada ini, yaitu bahwa Allah adalah kasih. Di dalam karya Kristus, tidak ada yang tampak lebih mulia daripada ini, bahwa Allah telah mengasihi kita. Kedua kasih ini merupakan mahkota dan penghiburan, anugerah dan kemuliaan, yang akan menjadi milik semua orang yang mengasihi Tuhan kita Yesus Kristus dengan kasih yang tidak binasa. Sekarang Kristus akan meninggalkan murid-murid-Nya, tetapi berjanji akan terus mengasihi mereka. Sebab meskipun Ia tidak berada bersama-sama, Ia bukan saja tetap mengasihi orang percaya, tetapi juga melakukannya selama Ia tidak hadir bersama mereka. Ia menyimpan mereka di dalam hati-Nya dan hidup selamanya untuk menjadi pengantara bagi mereka.

            (3) Mereka akan menerima penghiburan dari kasih itu: Aku akan menyatakan diri-Ku kepadanya. Ada sebagian orang yang mengartikan hal ini sebagai peristiwa Kristus menampakkan diri dalam keadaan hidup kepada murid-murid-Nya setelah kebangkitan-Nya. Namun, karena janji ini ditujukan kepada semua orang yang mengasihi Dia dan menuruti perintah-perintah-Nya, hal ini harus ditafsirkan sebagai mencakup semua orang juga. Perwujudan Kristus dan kasih-Nya secara rohani terjadi pada semua orang percaya. Pada waktu Ia membuka pikiran mereka supaya bisa mengenal kasih-Nya dan ukurannya (Ef. 3:18-19), menghidupkan anugerah dan menarik mereka untuk menggunakannya sehingga dengan demikian menambah penghiburan mereka di dalam diri-Nya, pada waktu Ia membuktikan bahwa mereka sungguh memperhatikan Dia, dan karena itu memberi mereka tanda-tanda kasih-Nya, pengalaman akan kelembutan hati-Nya, jaminan akan kerajaan dan kemuliaan-Nya -- saat itulah Ia menyatakan diri kepada mereka. Kristus hanya menyatakan diri kepada orang-orang yang berkenan kepada-Nya.
        . Apa yang terjadi ketika Kristus memberikan janji ini.
            (1) Salah seorang murid mengungkapkan rasa takjub dan herannya atas janji itu (ay. 22).

            Perhatikanlah:

                [1] Siapa yang mengatakannya -- Yudas, yang bukan Iskariot. Yehuda, atau Yudas, adalah nama yang terkenal. Suku Israel yang paling terkenal adalah suku Yehuda. Dua dari antara murid-murid Kristus menyandang nama itu: salah satunya adalah seorang pengkhianat, sedangkan yang satu adalah saudara laki-laki Yakobus (Luk. 6:16), yang masih bersaudara dengan Kristus (Mat. 13:55). Ia disebut Lebeus atau Tadeus, dan menulis surat terakhir dalam Perjanjian Baru, yang disebut dengan Surat Yudas, supaya membedakannya dengan nama lain. Yudas inilah yang sekarang berbicara di sini.

                Perhatikanlah:

                    Pertama, ada seorang yang sangat baik dan seorang yang sangat jahat yang mempunyai nama yang sama. Namun, nama tidak membuat kita dipuji Allah, atau membuat seseorang jadi semakin jahat. Rasul Yudas tidak pernah menjadi jahat. Begitu pula Yudas yang murtad tidak pernah menjadi lebih baik karena menyandang nama yang sama itu. Namun,
                    Kedua, penulis Injil ini membedakan keduanya dengan hati-hati saat menyebut nama Yudas yang saleh ini. Ia menambahkan, yang bukan Iskariot. Berhati-hatilah agar tidak membuat kekeliruan, janganlah kita mengacaukan antara yang berharga dan yang kotor.
                [2] Apa yang dikatakannya -- Tuhan, apakah sebabnya? yang menyiratkan,
                    Pertama, lemahnya pengertiannya, seperti yang menjadi anggapan sebagian orang. Yudas menantikan kerajaan Sang Mesias yang bersifat sementara dan muncul dalam kemegahan dan kebesaran lahiriah, sampai seluruh dunia terkagum-kagum melihatnya. "Kalau begitu," pikirnya, "mengapa pernyataan itu hanya terbatas bagi kita saja?" ti gegonen -- "ada apa sekarang, hingga Engkau tidak mau menyatakan diri secara terbuka seperti yang diharapkan, supaya bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terang-Mu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu?" Perhatikanlah, kita menciptakan masalah bagi diri sendiri ketika kita salah mengartikan hakikat kerajaan Kristus, seakan-akan kerajaan-Nya itu berasal dari dunia ini. Atau,
                    Kedua, sebagai ungkapan kasih sayangnya yang kuat dan sikap rendah hati serta rasa syukurnya kepada Kristus atas perkenanan-Nya yang luar biasa kepada mereka: Tuhan, apakah sebabnya? Ia merasa takjub bahwa anugerah ilahi itu begitu merendah dan dekat sedemikian itu, seperti yang dirasakan Daud (2Sam. 7:18) Apa gerangan yang ada di dalam diri kita hingga layak menerima perkenanan seagung itu?

                    Perhatikanlah:

                        . Cara Kristus menyatakan diri kepada murid-murid-Nya dilakukan dengan istimewa -- kepada mereka, dan tidak kepada dunia yang ada dalam kegelapan. Kepada mereka yang tidak terpandang, dan bukan kepada mereka yang berpengaruh dan terpandang. Kepada orang kecil, dan bukan kepada orang bijak dan orang pandai. Perkenanan yang istimewa sangat mendatangkan kelegaan, ia mengingat siapa saja yang dilewatkan, dan siapa yang terbuang.
                        . Sudah sepantasnya ini sesuatu yang ajaib di mata kita, karena tidak dapat dimengerti apa itu, selain hanya bisa dikatakan sebagai anugerah yang bebas dan ilahi. Ya, Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
            (2) Sebagai jawaban atas hal ini, Kristus menjelaskan dan meneguhkan perkataan-Nya (ay. 23-24). Ia mengabaikan kelemahan ucapan Yudas dan melanjutkan dengan penghiburan-Nya.
                [1] Ia menjelaskan lebih lanjut tentang persyaratan janji itu, yaitu mengasihi Dia, dan menuruti perintah-perintah-Nya. Dalam hal ini, Ia menunjukkan hubungan yang tidak terpisahkan antara kasih dan ketaatan. Kasih merupakan akarnya, sedangkan ketaatan adalah buahnya.
                    Pertama, bilamana terdapat kasih yang murni terhadap Kristus di dalam hati, di situ akan didapati ketaatan: "Jika seorang mengasihi Aku dengan sungguh, kasih itu akan menjadi asas yang memerintah dan membatasi di dalam dirinya, sehingga tidak perlu dipertanyakan lagi, dia akan menuruti firman-Ku." Bilamana terdapat kasih yang sejati terhadap Kristus, di situ akan terdapat penghargaan terhadap perkenanan-Nya, rasa hormat terhadap kewenangan-Nya, dan penyerahan diri seutuhnya kepada bimbingan dan penguasaan-Nya. Bilamana terdapat kasih, kewajiban dengan sendirinya akan mengikuti, dengan mudah dan wajar, mengalir karena asas rasa syukur.
                    Kedua, di sisi lain, bilamana tidak terdapat kasih sejati terhadap Kristus, tidak akan ada kepedulian untuk mematuhi-Nya: Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku (ay. 24). Di sini, terungkap hal mengenai orang-orang yang tidak mengasihi Kristus. Apa pun yang pura-pura mereka lakukan, orang-orang yang tidak mengasihi-Nya pastilah tidak mempercayai kebenaran-kebenaran-Nya dan tidak mematuhi hukum-hukum-Nya. Bagi mereka, perkataan-perkataan Kristus tidak lebih daripada omong kosong yang tidak perlu diindahkan, atau perkataan keras yang tidak mereka sukai. Ini juga merupakan alasan mengapa Kristus tidak mau menyatakan diri kepada dunia yang tidak mengasihi Dia, sebab mereka menghina-Nya dan tidak mau menuruti firman-Nya. Jadi, mengapa Kristus harus bersikap akrab dengan orang-orang yang asing bagi-Nya?
                [2] Ia menjelaskan lebih lanjut perihal janji itu (ay. 23): Barangsiapa mengasihi Aku, Aku akan menyatakan diri-Ku kepadanya.
                    Pertama, Bapa-Ku akan mengasihi dia, seperti yang telah dikatakan-Nya sebelum itu (ay. 21), dan yang diulangi-Nya lagi di sini untuk meneguhkan iman kita. Karena sungguh sulit untuk membayangkan bahwa Allah yang seagung itu mau mengasihi orang-orang yang telah membuat diri mereka menjadi benda-benda kemurkaan-Nya. Yudas bertanya-tanya bagaimana mungkin Kristus hendak menyatakan diri-Nya kepada mereka, tetapi kata-kata ini menjawab pertanyaannya, "Jika Bapa-Ku mengasihi kamu, mengapa Aku tidak bebas menyatakan diri kepadamu?"
                    Kedua, kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Hal ini menjelaskan arti dari Kristus menyatakan diri-Nya, dan juga memperkuat perkenanan-Nya.
                        . Bukan sekadar, "Aku akan," melainkan, "Kami akan," Aku dan Bapa-Ku, yang adalah satu (ay. 9). Terang dan kasih Allah disampaikan kepada manusia dalam bentuk terang dan kasih Penebus, supaya di mana pun Kristus ada, gambar Allah pun diukir pada-Nya.
                        . Bukan sekadar, "Aku akan menyatakan diri-Ku kepadanya dari jauh," melainkan, "Kami akan datang kepadanya, supaya dekat dengannya, dan berada bersamanya." Sekuat itulah pengaruh anugerah dan penghiburan ilahi ke atas jiwa-jiwa yang mengasihi Kristus dengan sungguh.
                        . Bukan sekadar, "Aku akan menampakkan diri sesaat dan berkunjung sejenak kepadanya," melainkan, "Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia," yang menunjukkan kepuasan yang bisa didapatkan di dalam Dia dan keberadaan tetap bersama-Nya. Allah bukan saja mengasihi orang-orang percaya yang taat, tetapi juga berkenan mengasihi mereka, bersukacita dalam kasih-Nya kepada mereka (Zef. 3:17). Ia akan diam bersama mereka seperti dalam rumah-Nya sendiri.
                [3] Ia memberikan alasan yang bagus, baik untuk mengikat kita supaya memperhatikan persyaratan itu, maupun untuk mendorong kita supaya bersandar pada janji itu. Firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku (ay. 24). Ia sudah sering menyebut pokok ini (7:16; 8:28; 12:44), dan di sini hal tersebut sangat ditekankan.
                    Pertama, penekanan perihal kewajiban diletakkan di atas aturan Kristus sebagai pedoman kita, dan memang sudah seharusnya, karena perkataan Kristus yang harus kita turuti adalah firman Allah, dan kehendak Kristus adalah kehendak Bapa.
                    Kedua, penekanan perihal penghiburan kita diletakkan di atas janji Kristus. Namun, mengingat bahwa dalam mengandalkan janji itu kita harus menyangkal diri, memikul salib kita, dan meninggalkan segalanya, maka wajar saja bagi kita untuk bertanya-tanya apakah ada jaminan yang cukup bagi kita untuk mempertaruhkan segalanya itu. Tetapi kita boleh merasa puas, karena memang ada jaminan bagi kita, bahwa janji itu bukan sekadar perkataan Kristus semata, melainkan itu adalah firman Allah yang mengutus-Nya, dan itulah sebabnya kita dapat mengandalkan perkataan-Nya itu.

* Kata-kata Penghiburan Kristus (14:25-27)

    Ada dua hal yang digunakan Kristus untuk menghibur murid-murid-Nya:

    I. Bahwa mereka harus diajar oleh Roh-Nya (ay. 25-26), di mana kita dapat melihat:
        . Perenungan yang harus mereka buat atas pelajaran-pelajaran yang telah diberikan-Nya kepada mereka: Semuanya itu Kukatakan kepadamu (sambil mengacu pada semua pelajaran baik yang telah diajarkan-Nya kepada mereka sejak mereka menjadi murid-murid-Nya), selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu.

        Hal ini menyiratkan:

            (1) Bahwa apa yang telah dikatakan-Nya tidak ditarik-Nya kembali atau dibatalkan-Nya, melainkan justru disahkan atau diteguhkan-Nya. Apa yang telah dikatakan-Nya, telah diucapkan-Nya dan Ia akan tetap berpegang pada ucapan-Nya itu.
            (2) Bahwa Ia telah memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan berada bersama mereka sepenuhnya: "Selama Aku berada bersamamu, kamu tahu bahwa Aku tidak pernah menyia-nyiakan waktu." Perhatikanlah, saat guru-guru kita hendak pergi meninggalkan kita, kita harus mengingat-ingat apa yang pernah mereka sampaikan, selagi mereka masih berada bersama-sama kita.
        . Dorongan yang diberikan kepada mereka untuk menantikan guru lain, dan bahwa Kristus akan menemukan suatu jalan untuk berbicara kepada mereka setelah Ia meninggalkan mereka (ay. 26). Sebelum itu Ia telah mengatakan kepada mereka bahwa Bapa akan memberikan seorang Penolong lain (ay. 16), dan di sini Ia kembali menyebut hal tersebut. Sebab sama seperti janji mengenai Mesias yang pernah diberikan itu, demikian pula janji mengenai Roh yang sekarang ini diberikan supaya menjadi penghiburan bagi Israel. Selanjutnya, di sini Ia menyampaikan dua hal kepada mereka, berkaitan dengan pengutusan Roh Kudus:
            (1) Atas dasar siapa Penghibur itu akan diutus: "Bapa akan mengutus-Nya dalam nama-Ku. Artinya, demi Aku, atas dorongan dan permintaan khusus-Ku," atau "sebagai perantara dan wakil-Ku." Kristus datang dalam nama Bapa-Nya sebagai utusan-Nya. Roh datang dalam nama Kristus sebagai wakil selama Ia tidak berada di tempat, untuk melanjutkan pekerjaan-Nya dan mempersiapkan kedatangan-Nya yang kedua. Itulah sebabnya Ia disebut Roh Kristus, karena Ia membela perkara-Nya dan melaksanakan pekerjaan-Nya.
            (2) Untuk tugas apa Ia akan diutus. Ada dua hal yang akan dilakukan-Nya:
                [1] Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu, sebagai Roh hikmat dan pewahyuan, menjadi guru seperti Kristus bagi murid-murid-Nya. Jika Ia meninggalkan mereka sekarang, pada saat mereka baru memiliki kecakapan yang begitu sedikit, apa yang akan terjadi dengan mereka? Roh itulah yang akan mengajar mereka dan menjadi guru mereka. Ia akan mengajarkan segala hal yang perlu mereka ketahui, baik untuk diri sendiri, maupun untuk mengajar orang lain. Karena orang-orang yang hendak mengajarkan perkara-perkara dari Allah harus terlebih dulu diajar oleh Allah. Dan hal ini menjadi pekerjaan Roh (Yes. 59:21).
                [2] Dialah yang akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. Sudah banyak pelajaran baik yang diajarkan Kristus kepada mereka, dan yang telah mereka lupakan dan terpaksa dicari dahulu saat mereka membutuhkannya. Ada banyak hal yang tidak mereka ingat lagi, karena mereka tidak memahami artinya dengan benar. Roh itu tidak akan mengajarkan Injil baru kepada mereka, tetapi mengingatkan mereka akan apa yang telah diajarkan kepada mereka, dengan jalan menuntun mereka untuk memahaminya. Semua rasul harus memberitakan Injil, dan beberapa di antara mereka harus menuliskan hal-hal yang dilakukan dan diajarkan Yesus, untuk disebarkan ke bangsa-bangsa lain dan masa-masa berikutnya. Sekarang, seandainya mereka harus melakukannya sendiri, beberapa hal penting mungkin telah terlupakan dan beberapa lagi disampaikan dengan tidak benar, oleh karena lemahnya ingatan mereka. Itulah sebabnya Roh itu dijanjikan untuk sungguh-sungguh memampukan mereka menceritakan dan mencatat semua yang dikatakan Kristus kepada mereka. Kepada semua orang kudus, Roh anugerah itu diberikan untuk menjadi pengingat yang mengingatkan mereka akan segala sesuatu. Karena itu, melalui iman dan doa, kita harus berjanji kepada-Nya untuk melaksanakan apa yang kita dengar dan ketahui.
    II. Bahwa mereka akan berada di bawah pengaruh damai sejahtera-Nya (ay. 27): Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Waktu Kristus hendak meninggalkan dunia, Ia membuat wasiat-Nya. Ia menyerahkan jiwa-Nya kepada Bapa-Nya. Ia mewariskan tubuh-Nya kepada Yusuf dari Arimatea, agar supaya dikuburkan dengan layak. Pakaian-Nya jatuh ke tangan para serdadu. Ia menyerahkan ibu-Nya kepada pemeliharaan Yohanes. Namun, apa yang akan ditinggalkan-Nya bagi murid-murid-Nya yang miskin, yang telah meninggalkan segalanya demi Dia? Emas dan perak tidak Ia miliki, tetapi Ia meninggalkan sesuatu yang jauh lebih berharga, yakni damai sejahtera-Nya. "Aku pergi, tetapi damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Aku bukan saja memberimu hak atasnya, tetapi menjadikan kamu sebagai pemiliknya." Ia tidak pergi dengan marah, melainkan dalam kasih, sebab inilah kata-kata perpisahan-Nya, Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu, bagaikan seorang bapa yang menjelang ajalnya meninggalkan bagian kepada masing-masing anaknya. Dan warisan Kristus yang ditinggalkan ini merupakan bahagian yang pilihan dan terutama.

    Perhatikanlah:

        . Warisan yang di sini ditinggalkan: Damai sejahtera, damai sejahtera-Ku. Damai sejahtera dimaksudkan untuk segala sesuatu yang baik, dan Kristus telah meninggalkan bagi kita segala keperluan yang baik, segala sesuatu yang sunguh-sungguh dan benar-benar baik, sama seperti semua barang yang dibeli dijanjikan pasti baik. Damai sejahtera dimaksudkan untuk pemulihan hubungan dan kasih. Damai sejahtera yang diwariskan adalah damai dengan Allah, damai satu sama lain. Damai sejahtera dalam hati kita sepertinya yang dimaksudkan secara khusus. Suatu ketenangan batin yang muncul dari rasa dibenarkan di hadapan Allah. Damai ini merupakan imbangan atas pengampunan yang kita terima dan ketenangan batin kita. Inilah yang disebut Kristus damai sejahtera-Nya, sebab Dia sendirilah damai sejahtera kita (Ef. 2:14). Inilah damai sejahtera yang dibelikan dan diberitakan oleh-Nya bagi kita. Dan atas damai inilah, para malaikat menyampaikan selamat kepada umat manusia pada saat kelahiran-Nya (Luk. 2:14).
        . Kepada siapa warisan ini ditinggalkan: "Kepadamu, murid-murid dan pengikut-pengikut-Ku, yang akan menghadapi kesukaran dan memerlukan damai sejahtera. Kepadamu yang adalah anak-anak perdamaian, dan yang layak menerimanya." Warisan ini ditinggalkan bagi mereka sebagai wakil-wakil jemaat, bagi mereka dan juga para penerus mereka, bagi mereka dan semua orang Kristen sejati dari segala masa.
        . Dengan cara bagaimana warisan itu ditinggalkan: Apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Artinya:
            (1) "Aku bukan sekadar hendak menyampaikan salam Damai sejahtera bagi kamu. Tidak, ini bukanlah ucapan basa-basi semata, melainkan berkat yang sejati."
            (2) "Damai sejahtera yang Kuberikan ini adalah damai yang senyum dunia pun tidak dapat memberikannya, dan yang sebaliknya tidak dapat dirampas oleh kemarahan dunia ini." Atau,
            (3) "Karunia yang Kuberikan kepadamu bukanlah seperti yang diberikan dunia kepada anak-anak dan para pengagumnya yang menerima kebaikannya." Pemberian dunia hanya berkaitan dengan soal tubuh dan waktu. Pemberian Kristus memperkaya jiwa untuk kekekalan: dunia memberikan kesia-siaan yang mengecoh dan menipu kita. Kristus memberikan berkat-berkat yang sesungguhnya, yang tidak akan pernah mengecewakan kita. Dunia memberi lalu mengambilnya kembali. Kristus memberikan bagian terbaik yang tidak akan diambil dari pada kita.
            (4) Damai sejahtera yang diberikan Kristus tak terhingga, jauh lebih berharga daripada yang diberikan dunia. Damai sejahtera dunia berawal dengan ketidaktahuan, beriring dengan dosa, dan berakhir dengan masalah yang tiada habis-habisnya. Tetapi, damai sejahtera Kristus berawal dengan anugerah, tidak beriring dengan dosa, dan berakhir dalam damai sejahtera abadi. Sama seperti perbedaan yang terdapat antara kelesuan yang mematikan dan tidur lelap yang menyegarkan, demikian pula perbedaan yang ada di antara damai sejahtera dari Kristus dan dari dunia.
        . Manfaat apa yang akan mereka terima dari damai sejahtera itu: Janganlah gelisah dan gentar hatimu, atas semua kejahatan di masa lampau ataupun masa sekarang, janganlah gentar akan kejahatan apa pun yang akan datang. Perhatikanlah, orang-orang yang tertarik pada kovenan anugerah dan berhak menerima damai sejahtera yang diberikan Kristus, tidak boleh menyerah kepada dukacita dan ketakutan yang melandanya. Inilah yang menjadi inti dari seluruh permasalahan ini. Ia telah berkata (ay. 1), "Janganlah gelisah hatimu," dan di sini Ia mengulanginya lagi setelah memberikan alasan yang cukup.



SGDK
MINGGU I SESUDAH  PASKAH
RABU,  11 APRIL 2018

KARYA ROH KUDUS SEMPURNA

Yohanes 14 : 15 - 31
PENGANTAR

Tuhan Yesus mempersiapkan para murid menghadapi tan-tangan yang kelak mereka hadapi. Persiapan yang membantu para murid untuk mengerti misi penyelamatan Allah dan bagai-mana mereka menjadi murid-murid-Nya yang setia dan saling mengasihi. Kematian Yesus menjadi bagian dari karya kese-lamatan Allah bagi masa depan manusia yang lebih baik. Karya keselamatan Allah ini perlu dipahami oleh para murid sehingga mereka tetap hidup sebagai satu persekutuan yang saling me-ngasihi dan bukannya tercerai-berai seperti domba yang ter-sesat.
Murid-murid Yesus mengalami peristiwa yang selama ini tidak pernah mereka dengar dan saksikan. Para murid pada waktunya akan berpisah dengan Tuhan Yesus, yang sudah menyertai mereka selama 3 tahun dalam pelayanan dan kesaksian.  Tuhan tetap menjamin bahwa mereka tidak akan ditinggalkan sepenuhnya. Tuhan Yesus menjanjikan kuasa Roh Kudus yang akan membantu mereka bertumbuh dalam kebenaran firman Tuhan dan memberitakan kasih Allah bagi sesama. Roh Kudus yang menjadikan para murid mengalami penghiburan dan kekuatan baru dalam mengasihi Allah dan sesama serta berkarya mengabarkan Injil Yesus Kistus yang menyelamatkan.

PEMAHAMAN TEKS

Kasih Allah tetap berlanjut bagi manusia dari berbagai latar belakang. Allah yang penuh kasih itu mengutus Anak-Nya yang tunggal menjadi tebusan dosa bagi banyak orang. Kasih Allah itu terus dinikmati murid-murid Tuhan Yesus dengan pemberian janji Roh Kudus. Janji Roh Kudus adalah kebenaran mutlak yang tidak perlu diragukan atau dipertanyakan. Tuhan Yesus sendiri yang meminta kepada Allah Bapa dengan tujuan agar para murid mengalami penyertaan Allah. Para murid akan terhubung dengan Allah selama mereka benar-benar mengasihi-Nya.
Roh Kudus yang berkarya itu dapat dimengerti para murid saat mereka percaya dan hidup dalam ketaatan kepada firman Allah. Percaya dan taat bukan sikap yang berlawanan. Keduanya ibarat dua sisi mata uang logam yang tak terpisahkan. Mereka yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus jelas mereka tidak akan pernah mengalami campur tangan Roh Kudus yang membawa sukacita dan damai sejahtera Allah. Roh Kudus memandu para murid untuk tidak mengandalkan ego pribadi dan kehebatan pribadi mereka. Apa yang mereka miliki tidak dapat membantu para murid menghadapi kebencian orang-orang fasik yang  membenci Tuhan Yesus sebagai Juruselamat.
Karya Roh Kudus itu sempurna bagi murid-murid ketika terhubung dengan Tuhan Yesus setiap hari  sehingga mereka menjadi pelaku firman Allah. Karya Roh Kudus menyatu dalam hidup para murid yang membuat para murid mengasihi Allah Bapa dan Allah Anak.  Dengan mengasihi Allah maka mereka dapat melakukan perintah Tuhan Yesus sebagai saluran berkat bagi kemuliaan Allah. Kasih Allah menjadi otentik dapat dialami manusia dalam kenyataan hidup mereka sehingga siapapun yang percaya kepada Tuhan Yesus pasti dapat menjadi pembawa damai sejahtera Allah bagi sesama.

PERCAKAPKAN

1.    Roh Kudus dijanjikan Tuhan Yesus bagi kita sekalian. Lalu mengapa jika di tengah persekutuan terjadi konflik, masing-masing pihak  tetap dalam kebenarannya masing-masing dan tidak ada bersedia memberikan pengampunan? Bagaimana pendapat saudara terhadap kenyataan yang menyedihkan ini? Apa yang dapat kita lakukan untuk menjadikan damai sejahtera Allah menyatukan dua belah pihak yang bermusuhan hebat?
2.    Apa bedanya mereka yang hidup dalam penyertaan Roh Kudus dengan yang sama sekali mengabaikan kuasa Roh Kudus dalam diri mereka? Dapatkah saudara sebutkan manifestasi dari mereka yang hidupnya  sudah mengalami penyertaan Roh Kudus? Berikan pendapat saudara!


SBU

MINGGU I SESUDAH PASKAH
RABU, 11 APRIL 2018
Renungan Pagi
?GB.313 : 1,2 - Berdoa
RUMAH BAPA SORGAWI

Yohanes 14:1-14
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu
(ay.2)

Peristiwa perpisahan dengan orang terkasih merupakan momen mengharukan yang dapat menguras air mata. Senang atau tidak, hal demikian harus dihadapi sebagai kenyataan yang sangat emosional. Kata-kata sering tidak cukup melukiskan kehilangan yang mendalam khususnya saat kematian datang pada waktunya. Sepatutnya memang tiap-tiap orang dilengkapi dengan pemahaman yang baik bagaimana menghadapi peristiwa kematian itu.
Tuhan Yesus mempercakapkan secara terbuka saat kema-tian-Nya kelak. Kematian Tuhan Yesus bukan sebagaimana kematian para pahlawan bangsa yang dengan heroik mati karena melawan musuh negara. Tidak seperti itu! Kematian Yesus adalah kematian dalam rangka penebusan dosa manusia agar manusia tidak menerima murka Allah yang menyala-nyala dan hidup bahagia dalam Kerajaan Sorga.  Masa depan mereka bukan masa depan yang suram dan menakutkan.

Tuhan Yesus menjamin bahwa masa depan mereka bersama-Nya dalam Kerajaan Sorga. Kepastian keselamatan itu diberikan sebab Tuhan Yesus menjadi jaminan satu-satunya. Hidup bersama di Rumah Bapa Sorgawi adalah kebenaran iman yang mutlak dan tidak perlu diragukan. Kehidupan bersama dengan Tuhan Yesus tidak berhenti dalam dunia fana, tetapi terus berlanjut dalam kekekalan bersama Allah yang menye-diakan tempat bagi banyak orang yang percaya dan mengasihi Tuhan Yesus.

Setiap hari yang kita jalani adalah pemberian Tuhan yang perlu disyukuri dengan segala suka dan dukanya. Ketika datang keberhasilan, kita bersukacita dengan banyak saudara kita. Ketika berita duka datang, kita turut menangis dengan saudara kita yang menangis. Hanya dalam percaya kepada Tuhan Yesus, dukacita kita bukan lagi dukacita yang menyakitkan, tetapi dukacita yang penuh pengharapan akan janji Tuhan Yesus. Kita terima kebenaran firman Tuhan dengan rendah hati dan percaya bahwa pemeliharaan Tuhan senantiasa menyertai kaum keluarga yang dalam suka dan duka kehidupan.

?GB.313 : 3
Doa : (Kami percaya janji-Mu atas hidup kami bahwa kelak kami hidup dalam kebahagiaan sorgawi yang Tuhan Yesus sediakan)


MINGGU I SESUDAH PASKAH
RABU, 11 APRIL 2018
Renungan Malam
?GB.194 : 1,2 - Berdoa
KARYA ROH KUDUS SEMPURNA

Yohanes 14 : 15 - 31
tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu (ay. 26)

Tuhan Yesus dengan terbuka menjelaskan bagaimana masa depan murid-murid yang percaya dan mengasihi-Nya. Tidak hanya diberi jaminan pasti untuk menerima kehidupan yang kekal, tetapi juga pimpinan Allah dengan pertolongan Roh Kudus. Hidup para murid bersama Tuhan Yesus tidak lagi dalam kebimbangan dan ketakutan dalam mengatasi persoalan hidup. Para murid dihibur dan dikuatkan dengan kebenaran Firman Allah sebab Roh Kudus berkarya dalam hati, pikiran dan perbuatan mereka.

Karya Roh Kudus dapat dialami jika kita senantiasa terhu-bung dengan Tuhan Yesus. Kita mengandalkan nama Tuhan Yesus saat berhadapan dengan kuasa kegelapan dan berbagai filsafat kosong yang menyesatkan. Roh Kudus sebagai perwu-judan janji Allah untuk membantu umat Tuhan menghadapi godaan dan cobaan hidup dengan tetap berpegang pada kebe-naran firman Tuhan. Roh Kudus berkarya agar kita menerima firman Tuhan sebagai pelita dan terang yang menuntun pada jalan yang benar. Roh Kudus berkarya sehingga perkataan kita penuh dengan kata-kata berkat dan tidak lagi mengandung hujatan dan kutuk. Roh Kudus membantu kita selalu mengu-capkan kebaikan Tuhan yang tak terhitung banyaknya. Roh Kudus mengendalikan perilaku kita untuk tidak menjadi promotor kebencian dan konflik tetapi menjadi agen perdamaian yang memenangkan hati banyak orang bagi Allah.

Dalam waktu teduh bersama Roh Kudus, biarlah perkataan Tuhan Yesus direnungkan dalam-dalam. Kita membiarkan pi-kiran dan jiwa kita melekat pada janji Tuhan yang indah. Dalam keheningan bersama Roh Kudus, kita mengalami kuasa kasih Allah yang memperbaiki karakter buruk; melimpahkan sukacita dan ungkapan syukur; menyadarkan kita untuk berdamai tanpa syarat.

?GB.194 : 3
Doa : (Ya Roh Kudus bimbing kami untuk dapat melewati badai kehidupan sehingga perahu kami tidak tenggelam, melainkan tetap berjalan sampai tiba pelabuhan akhir)


Label:   Yohanes 14:15-31 



Khotbah Ibadah GPIB 2018

Khotbah Ibadah GPIB RABU, 11 APRIL 2018 - KARYA ROH KUDUS SEMPURNA Yohanes 14:15-31 (SGDK) - MINGGU I SESUDAH PASKAH





[isi halaman tidak ditampilkan]

Halaman Khusus Member Pemberi Donasi.
Silakan Login Terlebih Dahulu!

Belum menjadi member? Silakan Register







Halaman Bebas Akses untuk Member Donasi:



NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 12 APRIL 2018 - HIDUP YANG BERBUAH - Yohanes 15:15-17 - MINGGU I SESUDAH PASKAH

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 10 APRIL 2018 - MENOLAK SIKAP SOMBONG - Yohanes 13:36-38 - MINGGU I SESUDAH PASKAH
Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan



rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke



MINGGU, 30 SEPTEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 30 SEPTEMBER 2018 - JANGAN MENGANDALKAN PIKIRAN KITA - 1 Samuel 13:1-12 (SGDK) - HARI MINGGU XVIII SESUDAH PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
TIDAK PATUH PADA PERINTAH TUHAN ADALAH PERBUATAN BODOH 1 Samuel 13:13-14
SABTU, 29 SEPTEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 29 SEPTEMBER 2018 - SUAM-SUAM KUKU - Wahyu 3:14-22 - MINGGU XVII SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
TUHAN PEMEGANG KUNCI DAUD Wahyu 3:7-13 ||
JUMAT, 28 SEPTEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 28 SEPTEMBER 2018 - BINTANG TIMUR - Wahyu 2:26-29 - MINGGU XVII SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
TERUS BERTUMBUH DALAM KETEKUNAN Wahyu 2:18-25
KAMIS, 27 SEPTEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 27 SEPTEMBER 2018 - AJARAN BILEAM - Wahyu 2:12-17 - MINGGU XVII SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
HENDAKLAH ENGKAU SETIA SAMPAI MATI Wahyu 2:8-11 | AJARAN BILEAM Wahyu 2:12-17
RABU, 26 SEPTEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 26 SEPTEMBER 2018 - IMAN TANPA PERBUATAN ADALAH MATI - Yakobus 2:21-26 (SGDK) - MINGGU XVII SESUDAH PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
Abraham bapa kita, Sahabat Allah, Rahab, KESALEHAN SEMU,


Minggu, 07 Oktober 2018
Tata Ibadah HARI PERJAMUAN KUDUS se-DUNIA dan HARI PEKABARAN INJIL INDONESIA (HPKD/HPII) Minggu, 07 Oktober 2018

Menggunakan Tata Ibadah GEREJA KRISTEN JAWA (GKJ)
Minggu, 16 September 2018
TATA IBADAH HARI MINGGU GPIB Minggu, 16 September 2018 - SYUKUR HUT KE-59 Pelayanan Kategorial Anak

Tema: "Anak GPIB Cinta Damai" Sub-tema: "Berlatih, Berkarya, dan berkompetisi dalam Damai Tuhan"
6 SEPTEMBER 2018
6 SEPTEMBER 2018 - JUKLAK KEGIATAN PRA-HUT KE-60 PELKAT PA GPIB

DALAM RANGKA HUT KE 59 PELKAT PA GPIB - 6 SEPTEMBER 2018



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)

SABTU, 12 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 12 JANUARI 2019 - PERGANTIAN NAMA - Yesaya 65:15-16 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
KESALEHAN DAN KESALAHAN, Dalam hal kehormatan dan nama baik
JUMAT, 11 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 11 JANUARI 2019 - BERPALING DARI DOSA DAN KEMBALI KEPADANYA - Yesaya 65:1-7 - MINGGU EPIFANIA
Sabda Bina Umat (SBU)
Pertobatan Bangsa-bangsa Bukan Yahudi; Kefasikan Orang-orang Yahudi; Penolakan terhadap Orang-orang, BERKAT TUHAN UNTUK MEREKA YANG SETIA
KAMIS, 10 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 10 JANUARI 2019 - ANGKAT HATI PADA ALLAH - Yesaya 64:7-12 - HARI EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ALLAH TIDAK TURUN TANGAN ,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 (SGDK) - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
Permohonan Sepenuh Hati,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Permohonan Sepenuh Hati, ALLAH PENYELAMAT TUNGGAL