Save Page
Minggu 24 Juni 2018,
IV Dob Trinitas     
Mazmur 104:19-30
104:19 Engkau yang telah membuat bulan menjadi penentu waktu, matahari yang tahu akan saat terbenamnya. 104:20 Apabila Engkau mendatangkan gelap, maka haripun malamlah; ketika itulah bergerak segala binatang hutan. 104:21 Singa-singa muda mengaum-aum akan mangsa, dan menuntut makanannya dari Allah. 104:22 Apabila matahari terbit, berkumpullah semuanya dan berbaring di tempat perteduhannya; 104:23 manusiapun keluarlah ke pekerjaannya, dan ke usahanya sampai petang. 104:24 Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu. 104:25 Lihatlah laut itu, besar dan luas wilayahnya, di situ bergerak, tidak terbilang banyaknya, binatang-binatang yang kecil dan besar. 104:26 Di situ kapal-kapal berlayar dan Lewiatan yang telah Kaubentuk untuk bermain dengannya. 104:27 Semuanya menantikan Engkau, supaya diberikan makanan pada waktunya. 104:28 Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang oleh kebaikan. 104:29 Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu. 104:30 Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.

Penjelasan:


* Keagungan Ilahi (104:19-30)
Di sini kita diajar untuk memuji dan membesarkan Allah,

    I. Atas peredaran dan pergantian siang malam yang terus-menerus, dan pemerintahan matahari serta bulan atasnya. Bangsa kafir begitu tergerak oleh cahaya serta pengaruh matahari dan bulan, dan manfaat keduanya bagi bumi, sehingga mereka menyembahnya sebagai ilah-ilah. Oleh sebab itu Kitab Suci memanfaatkan segala kesempatan untuk menunjukkan bahwa ilah-ilah yang mereka sembah adalah makhluk-makhluk dan hamba-hamba dari Allah yang benar (ay. 19): Ia membuat bulan menjadi penentu waktu, untuk mengukur bulan-bulan, mengatur musim-musim untuk kepentingan bercocok tanam, dan mengatur gelombang-gelombang. Kepenuhan dan perubahan, serta pertambahan dan pengurangan bulan tepat mengikuti ketentuan Sang Pencipta. Begitu pula dengan matahari, sebab ia tetap terbenam pada waktu dan tempat yang tepat seolah-olah ia makhluk berakal dan tahu apa yang diperbuatnya. Dalam hal ini Allah mempertimbangkan kenyamanan manusia.
        1. Bayang-bayang senja menemani istirahat di malam hari (ay. 20): apabila Engkau mendatangkan gelap, maka hari pun malamlah, yang meskipun pekat memberikan keindahan pada alam, dan menjadi seperti penghalau terang di siang hari. Di bawah perlindungan malam segala binatang hutan bergerak untuk mencari makan, yang takut mereka lakukan di siang hari, sebab Allah telah membuat segala binatang di bumi takut dan gentar kepada manusia (Kej. 9:2), yang banyak mendatangkan keamanan bagi manusia sama seperti kehormatan bagi Allah. Lihatlah betapa hampir serupa dengan sifat binatang-binatang buas orang-orang yang menunggu senja (Ayb. 24:15) dan yang bersekutu dengan pekerjaan-pekerjaan kegelapan yang tidak berbuah. Dan bandingkanlah dengan ini bahaya dari ketidakacuhan dan kesedihan, yang keduanya seperti kegelapan bagi jiwa. Ketika, dalam kedua hal tersebut, hari mulai malam, maka bergeraklah segala binatang hutan. Pada waktu itulah godaan-godaan Iblis menyerang kita dan mengambil keuntungan melawan kita. Pada waktu itulah singa-singa muda mengaum-aum akan mangsa. Dan, sebagaimana yang dikatakan oleh para ahli ilmu alam, auman mereka membuat takut binatang-binatang jinak sehingga mereka tidak mempunyai kekuatan ataupun keberanian untuk menghindar dari binatang-binatang buas itu, padahal mereka bisa. Dengan demikian mereka menjadi mangsa yang empuk bagi binatang-binatang itu. Dikatakan bahwa mereka menuntut makanannya dari Allah, karena makanan itu tidak dipersiapkan bagi mereka oleh pemeliharaan dan perhitungan manusia, tetapi secara lebih langsung oleh pemeliharaan Allah. Auman singa-singa muda, seperti teriakan burung-burung gagak, ditafsirkan sebagai menuntut makanan dari Allah. Bukankah Allah memberikan tafsiran ini pada apa yang sekadar merupakan bahasa alam, bahkan pada makhluk-makhluk yang berbisa? Dan bukankah Dia akan memberikan tafsiran yang jauh lebih baik lagi pada apa yang merupakan bahasa anugerah dari umat-Nya sendiri, meskipun bahasa itu lemah dan berantakan, meskipun berupa keluhan-keluhan yang tidak terucapkan?
        2. Cahaya pagi menemani pekerjaan di siang hari (ay. 22-23): apabila matahari terbit (sebab, sama seperti ia tahu akan saat terbenamnya, demikian pula, syukur kepada Allah, ia tahu akan saat terbitnya kembali), maka pada waktu itulah binatang-binatang buas kembali ke tempat peristirahatan mereka. Bahkan mereka mempunyai perkumpulan mereka sendiri, sebab mereka berkumpul semuanya dan berbaring di tempat perteduhannya. Dan ini sungguh merupakan kasih setia yang besar bagi anak-anak manusia, sebab ketika mereka sedang berada di luar selama waktu antara matahari terbit dan terbenam, sebagaimana yang biasa dilakukan para pelancong, mereka terhindar dari pertemuan dengan binatang-binatang buas, sebab binatang-binatang itu tidak berkeliaran di luar pada saat itu. Karena itu, para pemalas tidak punya dalih untuk tidak bekerja di siang hari dengan alasan bahwa ada singa di jalan. Oleh sebab itu, pada saat itu manusia pun keluarlah ke pekerjaannya. Binatang-binatang pemangsa bergerak dengan takut. Manusia maju dengan berani, sebagai orang yang berkuasa. Binatang-binatang bergerak untuk merusak dan berbuat jahat. Manusia maju untuk bekerja dan berbuat baik. Ada pekerjaan setiap hari, yang harus dikerjakan pada hari itu, yang harus ditekuni manusia setiap pagi (sebab terang disediakan bagi kita untuk bekerja, bukan bermain). Dan pekerjaan itu harus terus ditekuninya sampai senja hari. Akan ada cukup banyak waktu untuk beristirahat ketika malam tiba, ketika tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.
    II. Atas diisinya lautan (ay. 25-26): sama seperti bumi penuh dengan ciptaan-Nya, banyak dipadati dengan binatang-binatang, dan binatang-binatang itu diberi persediaan dengan baik, sehingga jarang ada makhluk yang mati hanya karena kekurangan makanan, begitu pula dengan laut yang besar dan luas wilayahnya ini, yang tampak sebagai bagian yang tidak berguna dari bola bumi ini, setidak-tidaknya tidak sepadan dengan luasnya di alam raya. Namun Allah telah menetapkan tempat baginya dan membuatnya bermanfaat bagi manusia baik untuk berlayar (di situ kapal-kapal berlayar, yang memuat barang-barang, untuk negeri-negeri nun jauh di sana, dengan cepat dan jauh lebih murah daripada lewat jalur darat) maupun untuk menjadi tempat penampungan bagi ikan-Nya. Tidak sia-sia Allah menjadikan laut, begitu pula dengan bumi. Ia memberikannya sebagai warisan, sebab di situ bergerak, tidak terbilang banyaknya, binatang-binatang yang kecil dan besar, yang bisa dijadikan makanan lezat bagi manusia. Ikan paus disebutkan secara khusus dalam sejarah penciptaan (Kej. 1:21, kjv), dan di sini disebut sebagai Lewiatan, seperti dalam Ayub. 41:1 (kjv). Ia dibuat untuk bermain di laut. Ia tidak mempunyai urusan untuk dilakukan, seperti manusia yang keluar ke pekerjaannya. Ia tidak takut, sebagaimana yang ditakuti binatang-binatang, terhadap apa yang berbaring di sarang mereka. Oleh sebab itu ia bermain-main dengan air. Sangat disayangkan bahwa anak-anak manusia, yang mempunyai kuasa-kuasa yang lebih mulia dan diciptakan untuk tujuan-tujuan yang lebih mulia, harus hidup seolah-olah mereka dikirim ke dunia, seperti Lewiatan ke dalam air, untuk bermain-main di dalamnya, menghabiskan segala waktu mereka untuk bersenang-senang. Lewiatan dikatakan bermain di dalam air, karena ia diperlengkapi dengan sedemikian rupa untuk melawan segala serangan, sampai-sampai ia menantang mereka dan menertawakan desingan lembing (Ayb. 41:20 ).
    III. Atas persediaan yang tepat waktu dan berlimpah yang diberikan kepada semua makhluk (ay. 27-28).
        1. Allah adalah Pemberi yang murah hati bagi mereka: Ia memberi mereka makanan. Ia membuka tangan-Nya, dan mereka kenyang oleh kebaikan. Ia menyokong bala tentara sorga dan juga bumi. Bahkan makhluk-makhluk yang paling hina sekalipun tidak luput dari perhatian-Nya. Tangan-Nya terbuka ketika memberi dari kelimpahan-Nya, dan Ia adalah Tuan rumah yang agung dan baik yang memberikan persediaan bagi keluarga yang begitu besar.
        2. Mereka menantikan dengan sabar pemberian dari-Nya: mereka semuanya menantikan Dia. Mereka mencari makanan mereka, sesuai dengan naluri alamiah yang telah ditempatkan Allah ke dalam diri mereka dan pada masa yang tepat untuk itu, dan tidak menginginkan makanan lain, atau pada waktu lain, selain daripada yang sudah ditetapkan oleh alam. Mereka melakukan bagian mereka untuk memperoleh makanan itu: apa yang diberikan Allah kepada mereka dipungut oleh mereka, dan mereka tidak berharap Allah Sang Pemelihara menyuapkannya ke dalam mulut mereka. Apa yang mereka pungut, mereka puas dengan itu, mereka kenyang oleh kebaikan. Mereka tidak menginginkan apa-apa lagi selain daripada apa yang dipandang cocok oleh Allah bagi mereka. Ini dapat mempermalukan sungut-sungut kita, ketidaksenangan kita, dan ketidakpuasan kita dengan bagian kita.
    IV. Atas kuasa mutlak dan pemerintahan yang berdaulat yang dimiliki-Nya terhadap semua makhluk, yang karenanya setiap jenis makhluk masih terus ada, meskipun individu-individu dari setiap jenis itu mati dan berkurang setiap harinya.
        Lihatlah di sini:
        1. Binasanya semua makhluk (ay. 29): Engkau menyembunyikan wajah-Mu, menarik kuasa-Mu yang menopang, kemurahan-Mu yang menyediakan, maka dengan segera mereka terkejut. Setiap makhluk pasti mempunyai kebergantungan kepada kebaikan-kebaikan Allah sebagaimana yang dirasakan oleh setiap orang kudus, dan oleh sebab itu setiap makhluk berkata bersama Daud ( 30:8), ketika Engkau menyembunyikan wajah-Mu, aku terkejut. Murka Allah terhadap dunia bawah ini atas dosa manusia merupakan penyebab dari semua kesia-siaan dan beban yang di bawahnya segala makhluk mengeluh. Engkau mengambil roh mereka, yang berada di tangan-Mu, setelah itu, dan hanya setelah itu, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu, menjadi seperti semula. Roh binatang, yang turun ke bawah, tunduk kepada perintah Allah, sama seperti roh manusia, yang naik ke atas. Kematian hewan ternak merupakan salah satu tulah Mesir, dan diperhatikan secara khusus dalam peristiwa ditenggelamkannya dunia.
        2. Kendati demikian, semuanya dipelihara, dalam pergantian yang satu oleh yang lain (ay. 30): apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta. Roh yang sama (maksudnya, kehendak dan kuasa ilahi yang sama) yang dengannya mereka pertama-tama diciptakan masih memelihara sejumlah jenis makhluk dalam keberadaan, tempat, dan kegunaan mereka. Karena itu, meskipun satu angkatan dari mereka berlalu, angkatan yang lain datang, dan dari waktu ke waktu mereka terus diciptakan. Angkatan-angkatan yang baru bermunculan menggantikan angkatan-angkatan yang lama, dan ini merupakan penciptaan yang terus berkelanjutan. Demikianlah muka bumi diperbarui dari hari ke hari oleh sinar matahari (yang memperindahnya dan menjadikannya baru setiap pagi), dari tahun ke tahun oleh hasil-hasilnya, yang memperkayanya dan menjadikannya baru setiap musim semi, dan menampilkan wajahnya yang agak berbeda dari penampilannya sepanjang musim dingin. Dunia begitu penuh dengan makhluk seolah-olah tidak ada yang mati, sebab tempat yang ditinggalkan oleh mereka yang mati diisi oleh mereka yang muncul. Hal ini (menurut orang-orang Yahudi) harus diterapkan pada kebangkitan, yang diperlambangkan oleh setiap musim semi, ketika dunia baru muncul dari abu-abu dunia lama.
    Di tengah-tengah perbincangan ini, si pemazmur secara tiba-tiba mencetuskan kekaguman terhadap perbuatan-perbuatan Allah (ay. 24):  Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN.  Perbuatan-Mu banyak, beraneka ragam, banyak macam, dan banyak untuk setiap macamnya. Namun, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan. Ketika manusia menjalankan pekerjaan yang banyak dan bermacam-macam, biasanya sebagian dari antaranya diabaikan dan tidak dilakukan dengan semestinya. Tetapi pekerjaan-pekerjaan Allah, meskipun banyak dan sangat bermacam-macam, semuanya dikerjakan dengan kebijaksanaan dan dengan ketepatan yang teramat sangat. Tidak sedikit pun terdapat cacat cela di dalamnya. Semakin dekat karya-karya seni dilihat dengan mikroskop, semakin kasar tampaknya. Sedangkan karya-karya alam yang dilihat melalui kaca pembesar ini tampak lebih halus dan tepat. Semua itu dijadikan dengan kebijaksanaan, sebab semuanya dijadikan untuk memenuhi tujuan rancangan mereka, yakni kebaikan alam semesta, untuk mendatangkan kemuliaan bagi Raja semesta.

Label:   Mazmur 104:19-30 





NEXT:
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Minggu 1 Juli 2018, V Dob Trinitas - Markus 16:14-20

PREV:
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Minggu 17 Juni 2018, III Dob Trinitas - 2 Petrus 3:1-13

Garis Besar Mazmur

Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan





BACAAN ALKITAB SETAHUN

  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Arsip Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM 2018..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    Lagu Kotbah




    songbatak.com-karaoke



    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ, ADV (Himnario Adventista)*, HC*,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI



    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)






    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)


    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,