Save Page
Minggu 1 Juli 2018,
V Dob Trinitas     
Markus 16:14-20     
 16:14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. 16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. 16:17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 16:18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." 16:19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. 16:20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Penjelasan:

* Mrk 16:14-18 - sebelas orang // ketidakpercayaan dan kedegilan // Siapa yang percaya dan dibaptis
Penampakan kepada sebelas orang murid terjadi langsung sesudah dua orang dari Emaus melaporkannya (Luk. 24:36-49: Yoh. 20: 19-25). Lukas dan Yohanes tidak memberikan kesan bahwa Yesus memarahi mereka atas ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, tetapi bahwa Dia mengetahui betapa sulit bagi mereka untuk percaya. Dan Yesus berusaha menghilangkan kesulitan mereka dengan menawarkan bukti-bukti kebangkitan-Nya. Siapa yang percaya dan dibaptis. Ayat ini telah dipakai oleh sebagian orang untuk mencoba membuktikan bahwa baptisan itu diperlukan untuk memperoleh keselamatan. Pertama-tama, kenyataan bahwa pernyataan ini hanya muncul di dalam bagian penutup yang meragukan dari Injil Markus ini harus merupakan petunjuk bahwa orang harus hati-hati dalam menggunakan ayat ini sebagai ayat untuk membuktikan doktrin. Kemudian, perlu dicatat bahwa di bagian kedua dari ayat ini satu-satunya dasar untuk menghukum adalah ketidaksediaan untuk percaya. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa satu-satunya dasar keselamatan ialah iman. Penafsiran semacam itu sepenuhnya sesuai dengan ajaran Perjanjian Baru secara keseluruhan tentang pokok ini (bdg. Rm. 3:28; Ef. 2:8, 9). Pernyataan tentang pengusiran setan dan berbicara dalam bahasa yang baru (ay. 17) sangat mungkin mengacu kepada berbagai peristiwa di gereja mula-mula sebagaimana yang tercatat di dalam Kitab Kisah Para Rasul. Bahkan kata-kata tentang memegang ular mungkin merupakan petunjuk untuk pengalaman Paulus dalam Kisah Para Rasul 28:1-6. Tidak ada ayat lain dalam Perjanjian Baru yang membahas tentang meminum racun. Meskipun bagian ini sepenuhnya asli, ayat-ayat ini tidak dapat dipakai secara sembarangan sehingga dengan sengaja dan lancang memang ular dan meminum racun seperti yang dilakukan beberapa golongan agama ekstrem.

* Mrk 16:19-20 - sesudah Tuhan Yesus berbicara, // Tuhan meneguhkan Firman itu
Rangkuman terakhir ini berhubungan dengan kenaikan Kristus dan kesinambungan pelayanan oleh para pengikut-Nya. Ungkapan, sesudah Tuhan Yesus berbicara, mungkin menunjukkan bahwa kenaikan Kristus terjadi langsung sesudah menampakkan diri kepada sebelas murid pada sore hari dari hari kebangkitan-Nya (ay. 14-18). Sekalipun demikian, suatu perbandingan dengan Lukas 24:50-53 dan Kisah Para Rasul 1:1-11 menunjukkan bahwa kematian-Nya telah berlalu empat puluh hari. Ayat penutup ini bisa merupakan rangkuman singkat Kitab Kisah Para Rasul. Tuhan meneguhkan Firman itu. Perhatikan kesamaan yang mencolok dengan Ibrani 2:4.

* Penampakan Kristus kepada Kesebelas Murid (16:14-18)
    I. Kristus meyakinkan murid-murid-Nya bahwa Dia sungguh telah bangkit (ay. 14). Dia menampakkan diri langsung kepada mereka sendiri, ketika mereka sedang berada bersama, ketika mereka sedang makan, dan ini memberi-Nya kesempatan untuk makan dan minum bersama mereka, supaya mereka benar-benar puas (Kis. 10:41). Walaupun sudah menampakkan diri kepada mereka, Ia masih mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, sebab bahkan ketika Ia menampakkan diri di hadapan banyak orang di Galilea pun, beberapa orang ragu-ragu, seperti yang kita lihat dalam Matius 28:17. Perhatikanlah, bukti-bukti kebenaran Injil sudah tersedia dengan begitu lengkap, jadi, orang-orang yang tidak mau menerimanya patut dicela atas ketidakpercayaan mereka itu. Hal ini bukan disebabkan karena bukti-bukti itu sendiri yang lemah atau kurang memadai, melainkan karena kedegilan hati mereka, karena ketawaran dan kebodohan hati mereka. Walaupun sebelum ini mereka tidak melihat-Nya sendiri, mereka pantas dipersalahkan karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. Mungkin hal ini sebagian disebabkan oleh keangkuhan hati mereka, sebab mereka berpikir, "Seandainya Ia benar-benar telah bangkit, kepada siapa lagi Ia berkenan memberikan penghormatan menampakkan diri selain kepada kita?" Jadi, jika Ia melewatkan mereka dan menampakkan diri kepada orang lain terlebih dahulu, mereka tidak akan dapat percaya bahwa itu benar-benar Dia. Begitulah, banyak orang menjadi tidak percaya kepada ajaran Kristus sebab mereka menganggap orang yang telah dipilih-Nya untuk menjadi saksi dan pembawa berita kebangkitan-Nya terlalu rendah. Perhatikanlah, pada hari penghakiman, tidaklah cukup bagi kita untuk memberikan dalih atas ketidakpercayaan kita dengan berkata, "Kami tidak melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya," sebab seharusnya kita mempercayai kesaksian orang-orang yang benar-benar telah melihat-Nya.
    II. Amanat yang Ia berikan kepada mereka untuk mendirikan kerajaan-Nya di antara manusia dengan jalan memberitakan Injil-Nya, yakni kabar baik tentang pendamaian dengan Allah melalui seorang Perantara. Sekarang perhatikanlah:
        . Kepada siapa mereka harus memberitakan Injil. Sejauh ini, mereka diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel, dan dilarang menyimpang ke jalan bangsa lain, atau masuk ke dalam kota orang Samaria. Tetapi sekarang amanat mereka diperluas, dan mereka diberi wewenang untuk pergi ke seluruh penjuru dunia, ke semua bagian dunia yang berpenghuni, dan memberitakan Injil Kristus kepada segala makhluk. Kepada baik orang bukan Yahudi maupun orang Yahudi, kepada setiap orang yang mampu menerimanya. "Beritakan kepada mereka tentang Kristus, kisah kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya. Ajarlah mereka tentang makna dan tujuan dari ketiga hal ini, dan tentang manfaat yang didapat, atau yang akan diperoleh anak-anak manusia melaluinya. Ajaklah mereka, tanpa kecuali, untuk datang dan mengambil bagian di dalamnya. Inilah Injil. Biarlah Injil ini diberitakan di mana-mana, kepada semua orang." Kesebelas orang ini tidak bisa sendirian memberitakannya ke seluruh dunia, apalagi kepada segala makhluk di dalamnya. Namun, mereka dan para murid lain, yang berjumlah tujuh puluh orang, bersama orang-orang yang kemudian ditambahkan kepada mereka, harus menyebar ke berbagai arah, dan membawa Injil ke mana pun mereka pergi. Mereka harus mengutus orang-orang lain ke tempat-tempat yang tidak dapat mereka kunjungi sendiri, dan, singkat kata, mengabdikan seluruh hidup mereka untuk memberitakan kabar baik itu ke segala penjuru dunia dengan penuh kesetiaan dan perhatian, bukan sebagai kabar kesenangan atau semacam hiburan, melainkan sebagai kabar mulia dari Allah kepada manusia, yang menjadi suatu jalan yang ditetapkan untuk membuat manusia bahagia. "Sampaikanlah kepada sebanyak mungkin orang, dan suruhlah mereka menyampaikannya kepada orang lain. Ini adalah pesan yang menyangkut seluruh alam semesta, dan oleh karena itu patut disambut oleh seluruh umat manusia, karena pesan itu sendiri merangkum seluruh umat tanpa kecuali."
        . Intisari Injil yang harus mereka beritakan (ay. 16). "Sampaikan kepada dunia tentang kehidupan dan kematian, tentang kebaikan dan kejahatan. Katakan kepada anak-anak manusia bahwa mereka semua berada dalam keadaan sengsara dan bahaya, dihukum oleh penguasa mereka, ditaklukkan dan diperbudak oleh musuh-musuh mereka." Inilah sebabnya mengapa mereka perlu diselamatkan, yang tidak akan mereka butuhkan seandainya mereka tidak tersesat. "Sekarang pergilah dan beritahukanlah kepada mereka":
            (1) "Bahwa jika mereka percaya kepada Injil, dan memberi diri menjadi murid Kristus, dan jika mereka menolak Iblis, dunia, dan kedagingan, dan mengabdi kepada Kristus sebagai Nabi, Imam, dan Raja mereka, serta kepada Allah di dalam Kristus sebagai Allah mereka di dalam perjanjian, dan melakukan semuanya ini dengan tulus hati dan tekun, maka mereka akan diselamatkan dari kesalahan dan kuasa dosa. Kuasa dosa itu tidak akan memerintah dan menghancurkan mereka. Siapa yang sungguh-sungguh mau menjadi orang Kristen yang sejati akan diselamatkan melalui Kristus." Baptisan ditetapkan sebagai upacara pelantikan, artinya, dalam upacara tersebut orang yang menerima Kristus secara resmi mengakui Dia. Namun. yang lebih ditekankan di sini adalah apa yang dilambangkan dalam upacara itu dan bukan lambang itu atau upacaranya sendiri, sebab Simon, tukang sihir dari Samaria percaya dan dibaptis, tetapi tidak diselamatkan (Kis. 8:13). Mengaku dengan mulut dan percaya dalam hati bahwa Yesus adalah Tuhan (Rm. 10:9), sepertinya sangat mirip dengan hal ini. Karena itu, kita harus mengikuti kebenaran Injil dan berjalan sesuai dengan istilah yang dipakai di dalamnya.
            (2) "Tetapi siapa yang tidak percaya, tidak mau menerima pernyataan yang diberikan Allah menyangkut Anak-Nya, maka tidak ada jalan keselamatan lain lagi yang tersedia bagi mereka, selain harus binasa. Mereka akan dihukum, oleh hukuman karena Injil dipandang rendah, dan ditambah lagi dengan hukuman karena melanggar hukum Tuhan." Bahkan yang ini pun merupakan Injil, yaitu kabar baik, bahwa tidak ada hal lain selain ketidakpercayaan yang akan menghukum manusia, sebab ketidakpercayaan merupakan dosa melawan keselamatan yang sebenarnya merupakan obat yang dapat "menyembuhkan" orang dari hukuman itu sendiri. Sehubungan dengan masalah ini, Dr. Whitby mengamati bahwa kalau orang berkesimpulan "bayi seorang percaya tidak dapat dibaptis sebab bayi belum mampu percaya, orang itu juga harus menyimpulkan bahwa seorang bayi tidak dapat diselamatkan, karena iman lebih diperlukan untuk memperoleh keselamatan daripada baptisan. Dalam bagian kedua dari ayat tersebut baptisan tidak disebut lagi sebab bukan ketiadaan baptisan melainkan pengabaikan baptisan itu yang membuat orang bersalah dan patut dihukum. Karena bila tidak demikian, bayi-bayi akan dihukum karena kesalahan atau kecemaran orangtua mereka.
        . Kuasa yang mana akan menyertai orang-orang percaya, untuk meneguhkan pengajaran yang akan mereka beritakan (ay. 17). Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya. Tidak semua orang percaya akan mampu membuat tanda-tanda ini, melainkan hanya beberapa, yaitu mereka yang menyebarkan iman ini dan membawa orang lain kepada iman itu. Sebab tanda-tanda ini ditujukan untuk diperlihatkan kepada orang yang tidak percaya (1Kor. 14:22). Kemuliaan dan bukti kebenaran Injil akan sangat bertambah jika para pemberitanya bukan saja bisa mengadakan mujizat itu sendiri, tetapi juga bisa meneruskan kuasa kepada orang lain untuk melakukan mujizat, yang merupakan kuasa yang menyertai orang percaya ketika memberitakan Injil ke mana pun mereka pergi. Mereka akan melakukan keajaiban dalam nama Kristus, nama yang sama yang di dalamnya mereka dibaptis, berdasarkan kuasa yang berasal dari-Nya dan yang diperoleh melalui doa. Beberapa tanda khusus disebutkan di sini.
            (1) Mereka akan mengusir setan-setan. Kuasa ini lebih lazim dijumpai di kalangan orang Kristen dibandingkan orang lain, dan juga berlangsung lebih lama, sebagaimana tampak dalam kesaksian Justin Martir, Origen, Irenaeus, Tertullian Minutius Felix, dan lain-lain, yang disebutkan oleh Grotius.
            (2) Mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru, yang belum pernah mereka pelajari atau kenali. Hal ini merupakan suatu mujizat (mujizat atas pikiran), guna meneguhkan kebenaran Injil, dan sekaligus juga sebuah sarana untuk menyebarkan Injil di antara bangsa-bangsa yang belum pernah mendengarnya. Hal ini membuat para pengabar Injil tidak perlu bersusah payah mempelajari bahasa-bahasa itu. Tidak diragukan lagi bahwa mereka yang melalui mujizat menjadi ahli-ahli bahasa akan dengan sempurna menguasai bahasa dan segala keindahannya seperti yang dirasakan para penutur aslinya sendiri. Mereka sangat sesuai untuk mengajar maupun untuk menyentuh perasaan pendengarnya, dan ini akan sangat membantu mereka dan apa yang mereka ajarkan.
            (3) Mereka akan memegang ular. Hal ini digenapi dalam diri Rasul Paulus yang tidak celaka oleh ular beludak yang menggigit tangannya, yang diakui sebagai mujizat yang luar biasa oleh penduduk setempat (Kis. 28:5-6). Mereka akan dilindungi dari keturunan ular beludak yang di sekelilingnya mereka tinggal, dan juga dari kebencian si ular tua.
            (4) Kalaupun mereka dipaksa oleh para penganiaya mereka untuk minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka. Beberapa contoh peristiwa yang persis seperti ini ditemukan dalam sejarah gereja.
            (5) Mereka bukan saja akan dipelihara dari celaka itu sendiri, namun juga diberi kemampuan untuk berbuat baik kepada orang lain. Mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh, sama seperti yang dialami banyak orang karena jamahan Guru mereka yang menyembuhkan. Banyak penatua jemaat yang memiliki kuasa ini, seperti tampak dalam Yakobus 5:14, di mana sebagai tanda untuk melakukan kesembuhan yang ajaib ini, mereka dikatakan harus mengoles si sakit dengan minyak dalam nama Tuhan. Jadi, betapa yakin orang-orang ini bahwa mereka akan berhasil saat berkeliling melaksanakan tugas perutusan mereka bila mereka mendapat mandat untuk melakukan hal-hal yang sedemikian ajaib ini!

* Kenaikan Kristus (16:19-20)
        . Kristus terangkat ke sorga (ay. 19). Sesudah Tuhan Yesus berbicara tentang hal-hal yang perlu disampaikan-Nya kepada para murid, Ia pun naik ke sorga, dalam awan, yang bisa kita baca secara khusus dalam Kisah Para Rasul 1:9. Ia bukan saja mendapat izin masuk, melainkan juga sambutan meriah untuk masuk ke dalam kerajaan-Nya di sana. Ia terangkat, dan disambut dalam kemegahan sorak-sorai bala tentara sorgawi. Lalu Ia duduk di sebelah kanan Allah, duduk dalam sikap istirahat, sebab sekarang Ia telah menyelesaikan tugas-Nya, dan Ia juga duduk dalam sikap memerintah, sebab sekarang Ia menguasai kerajaan-Nya. Ia duduk di sebelah kanan Allah, yang melambangkan wibawa kedaulatan yang diberikan kepada-Nya dan kuasa atas segala sesuatu yang dipercayakan kepada-Nya. Apa saja yang dilakukan Allah sehubungan dengan diri kita, apa saja yang diberikan kepada kita atau yang diterima dari kita, semuanya melalui Anak-Nya. Sekarang Ia dipermuliakan dengan kemuliaan yang dimiliki-Nya sebelum dunia ada.
        . Kristus disambut di dunia bawah ini; dipercayai di dalam dunia dan diangkat dalam kemuliaan. Semua ini dicatat dalam 1 Timotius 3:16.
            (1) Dalam ayat-ayat Markus di atas diceritakan tentang para rasul yang bekerja dengan giat bagi-Nya. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru. Walaupun pengajaran yang mereka beritakan bersifat rohani dan sorgawi, dan sangat bertolak belakang dengan roh dan kebijakan dunia, dan meskipun ditentang habis-habisan serta sama sekali tanpa dukungan maupun keuntungan duniawi, namun para pemberita Injil ini tidak takut ataupun malu. Mereka begitu tekun menyebarkan Injil, sehingga dalam waktu beberapa tahun saja gemanya sudah sampai ke ujung bumi (Rm. 10:18).
            (2) Di sini diceritakan bahwa Allah turut bekerja dengan baik bersama mereka dengan kuasa yang memampukan, agar jerih payah mereka membuahkan hasil. Peneguhan Firman itu disertai tanda-tanda, sebagiannya melalui mujizat-mujizat yang terjadi atas tubuh orang, yang secara ilahi memeteraikan pengajaran Kristen, dan sebagian lagi melalui pengaruh Firman itu terhadap pikiran orang, melalui karya Roh Allah (Ibr. 2:4). Tanda-tanda berikut ini dengan semestinya akan menyertai Firman Allah -- pembaruan dunia, pemusnahan penyembahan berhala, pertobatan orang berdosa, dan penghiburan bagi orang-orang kudus. Tanda-tanda ini masih dan terus menyertai Firman itu, dan semoga tanda-tanda ini semakin menyertai dengan lebih hebat dan hebat lagi, demi kemuliaan Kristus dan kebaikan umat manusia; begitulah doa sang pemberita Injil, dan kita diajar untuk berkata "Amin." Bapa di sorga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu.

Label:   Markus 16:14-20 





NEXT:
Minggu 8 Juli 2018, VI Dob Trinitas - Pengkhotbah 5:9-16

PREV:
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Minggu 24 Juni 2018, IV Dob Trinitas - Mazmur 104:19-30

Garis Besar Markus

Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan





  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Arsip Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM 2018..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    Lagu Kotbah




    songbatak.com-karaoke



    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ, ADV (Himnario Adventista)*, HC*,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI



    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)






    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)


    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,