Save Page
1 Yohanes 3:16-18
3:16 Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. 3:17 Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? 3:18 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Penjelasan:

* 1Yoh 3:16
Bandingkan 2:6. Orang percaya harus memiliki kasih yang rela mengorbankan diri.

* 1Yoh 3:17 - Menderita kekurangan // Pintu hati
Tidak banyak orang percaya dipanggil untuk mengorbankan hidupnya bagi orang lain, tetapi setiap orang percaya dapat melaksanakan apa yang diperintahkan ayat ini. Yohanes menunjukkan "bahwa ada bahaya kalau kita memaksa diri untuk mengikuti berbagai pandangan tinggi yang jauh dari pengalaman yang umum. Karena itu kita dapat menguji diri dengan ujian yang jauh lebih sederhana. Yang merupakan persoalan biasanya bukanlah mati bagi orang lain, tetapi memberikan kepada orang lain hal-hal yang diperlukan oleh kehidupan sehari-hari" (Westcott, hlm. 114). Menderita kekurangan. Kebutuhan-kebutuhan hidup yang pokok. Pintu hati. Tempat kasih sayang bertakhta.

* Sebagai yang, dalam kadar tertentu, dikasihi Kristus. Seluruh umat manusia – gens humana, harus dianggap sebagai bangsa yang sudah ditebus, yang berbeda dari malaikat-malaikat yang telah jatuh. Sebagai makhluk yang memiliki Sang Penebus ilahi yang direncanakan, dipersiapkan, dan diberikan kepada mereka. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, bahkan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh. 3:16). Dunia yang begitu dikasihi Allah seharusnya juga kita kasihi. Kasih ini akan menunjukkan dirinya dalam keinginan-keinginan, doa-doa, dan upaya yang sungguh-sungguh untuk pertobatan dan keselamatan dunia yang belum terpanggil dan dibutakan ini. Keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan. Maka barulah kasih ini akan mencakup semua kasih yang semestinya diberikan bahkan kepada musuh-musuh sendiri.
    2. Kasih kristiani mencakup kasih khusus terhadap kumpulan orang Kristen, kepada jemaat yang am, dan itu demi Kepalanya, sebagai tubuh-Nya, sebagai yang ditebus, dibenarkan, dan dikuduskan di dalam dan oleh Dia. Kasih ini terutama bekerja dan tertuju kepada orang-orang dari jemaat yang am itu, di mana kita punya kesempatan untuk mengenal mereka secara pribadi atau tahu betul keadaan mereka. Mereka dikasihi bukan karena diri mereka sendiri, melainkan terlebih karena Allah dan Kristus, yang telah mengasihi mereka. Allah dan Kristuslah, atau lebih tepatnya, kasih Allah dan anugerah Kristuslah yang dikasihi dan dihargai dalam diri mereka dan terhadap mereka. Jadi inilah hasil dari iman kepada Kristus, dan dari situ terlihat perpindahan kita dari dalam maut ke dalam hidup.

II. Kebencian terhadap saudara-saudara kita, sebaliknya, merupakan tanda dari keadaan kita yang mati, tanda bahwa kita terus hidup di bawah hukuman maut: Barangsiapa tidak mengasihi saudaranya (saudaranya di dalam Kristus), ia tetap di dalam maut (ay. 14). Ia sedang berdiri di bawah kutukan dan hukuman. Hal ini ditegaskan oleh Rasul Yohanes melalui penalaran yang jelas: "Kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya. Nah, kalau orang yang membenci saudaranya adalah pembunuh, dan maka pastilah orang yang membenci saudaranya tidak memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya" (ay. 15). Atau, ia tetap di dalam maut, seperti yang diungkapkan dalam ayat 14, setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Sebab kebencian terhadap orang adalah, bila terus berlangsung, kebencian terhadap hidup dan kesejahteraan, dan secara alami cenderung pada keinginan untuk memusnahkan hidup itu. Kain membenci, dan kemudian membunuh, saudaranya. Kebencian akan menutup pintu belas kasihan terhadap saudara-saudara yang malang, dan dengan begitu membukakan mereka pada segala dukacita maut. Sudah jelas bahwa kebencian terhadap saudara-saudara di segala zaman membuat orang menggambarkan saudara-saudara dengan nama-nama yang buruk, sifat-sifat yang menjijikkan, dan fitnah-fitnah, dan menghadapkan mereka pada penganiayaan dan pedang. Maka tidak mengherankan bahwa orang yang sangat mengenal hati manusia, atau yang diajar oleh Dia yang sepenuhnya mengenalnya, yang mengetahui kecenderungan alami dan akhir dari amarah-amarah yang hina dan keji, dan bersama itu pula mengetahui kegenapan hukum ilahi, menyatakan bahwa orang yang membenci saudaranya adalah pembunuh. Nah, orang yang memiliki sikap dan kecenderungan hati sebagai pembunuh tidak dapat memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya. Sebab orang seperti itu pasti mengutamakan keinginan daging, dan keinginan daging adalah maut (Rm. 8:6). Rasul Yohanes, melalui ungkapan memiliki hidup yang kekal di dalam kita, tampaknya bermaksud mengatakan mengenai memiliki kaidah hidup kekal di dalam batin, sesuai dengan kaidah Sang Juruselamat, barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya, tidak akan pernah sepenuhnya kekurangan air. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal (Yoh. 4:14). Dari sini sebagian orang mungkin akan menganggap bahwa peralihan dari dalam maut ke dalam hidup (ay. 14) tidak menandakan perubahan sementara dalam hidup yang dibenarkan, melainkan perubahan nyata dalam pembaharuan diri untuk hidup. Dengan demikian, tinggal di dalam maut seperti yang sudah disebutkan dalam ayat 14 berarti tetap tinggal dalam kematian rohani, seperti yang biasa disebut, atau tinggal dalam sifat alami yang bobrok dan mematikan. Tetapi karena ayat-ayat di atas ini secara lebih wajar menggambarkan keadaan seseorang, entah diputuskan untuk hidup atau mati, maka perubahan dari dalam maut ke dalam hidup bisa dibuktikan atau dibantah dengan dimiliki atau tidak dimilikinya kaidah hidup kekal di dalam batin, karena membasuh diri dari kesalahan dosa tak terpisahkan dengan membasuh diri dari kecemaran dan kuasa dosa. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita (1Kor. 6:11).
III. Teladan dari Allah dan Kristus haruslah mengobarkan kasih yang kudus ini dalam hati kita: Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita (ay. 16). Allah yang besar telah memberikan Anak-Nya untuk mati bagi kita. Tetapi karena rasul ini telah menyatakan bahwa Firman itu adalah Allah, dan bahwa Ia telah menjadi manusia untuk kita, saya tidak melihat alasan mengapa kita tidak dapat menafsirkan ini sebagai Allah Firman. Inilah kasih Allah sendiri, kasih Dia yang secara pribadi adalah Allah, meskipun bukan Bapa, bahwa Ia mengenakan hidup, supaya Ia dapat menyerahkannya bagi kita! Inilah perendahan diri, keajaiban, dan rahasia kasih ilahi, bahwa Allah berkenan menebus jemaat dengan darah-Nya sendiri! Sudah pasti bahwa kita harus mengasihi mereka yang sudah dikasihi Allah, dan dikasihi seperti itu. Dan kita pasti akan mengasihi mereka jika memang kita memiliki kasih kepada Allah.
IV. Setelah mengajukan contoh kasih yang menyala dan mendesak kita untuk menyerahkan diri ini, dan memberikan dorongan untuk memiliki kasih seperti itu, Rasul Yohanes melanjutkan dengan menunjukkan kepada kita apa yang seharusnya menjadi sifat dan dampak dari kasih kristiani kita ini. Dan,

1. Kasih itu haruslah, pada tingkat tertinggi, sedemikian kuat sehingga membuat kita rela menderita bahkan sampai mati demi kebaikan jemaat, demi keamanan dan keselamatan saudara-saudara yang terkasih: Jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita (ay. 16), yaitu dalam pelayanan-pelayanan kita terhadap mereka (tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian – aku akan bersuka karena kebahagiaanmu, Flp. 2:17), atau bersedia menempuh bahaya, apabila kita dipanggil untuk itu, demi keselamatan dan kelangsungan hidup orang-orang yang, dibandingkan dengan kita, lebih berguna bagi kemuliaan Allah dan untuk membangun jemaat. Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi (Rm. 16:4). Betapa seharusnya orang Kristen mati terhadap kehidupan ini! Betapa mereka seharusnya siap untuk berpisah dengannya! Dan betapa mereka seharusnya yakin betul akan kehidupan yang lebih baik!
2. Kasih itu haruslah, pada tingkat berikutnya, penyayang, murah hati, dan peka terhadap kebutuhan saudara-saudara: Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? (ay. 17). Allah berkenan membiarkan sebagian saudara seiman untuk miskin, supaya orang-orang yang kaya dapat beramal dan mengasihi mereka. Allah yang sama juga berkenan memberikan harta duniawi kepada sebagian saudara seiman, supaya mereka dapat mengamalkan anugerah yang mereka miliki kepada orang-orang kudus yang miskin. Mereka yang memiliki harta duniawi harus lebih lagi mengasihi Allah yang baik, dan saudara-saudara mereka yang baik, dan harus bersedia membagikannya demi mereka. Tampak di sini bahwa kasih terhadap saudara-saudara ini didasarkan pada kasih kepada Allah, sebab demikianlah kasih itu disebut di sini oleh Rasul Yohanes: Bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? Kasih kepada saudara-saudara ini adalah kasih kepada Allah di dalam diri saudara-saudara itu. Apabila tidak ada kasih kepada mereka ini, maka tidak ada kasih yang sejati kepada Allah sama sekali.
3. Tadinya saya ingin menunjukkan tingkat ketiga dan terendah dalam ayat berikutnya. Tetapi Rasul Yohanes mencegah saya, dengan menyiratkan bahwa kasih yang terakhir itu, yang berhubungan dengan amal dan perbuatan memberi, pada orang-orang yang mampu, adalah kasih yang terendah yang bisa ada dalam kasih terhadap Allah. Tetapi mungkin ada buah-buah lain dari kasih ini. Dan karena itu Rasul Yohanes menginginkan supaya dalam segala hal kasih itu tidak dibuat-buat dan betul-betul bekerja, bila keadaan memungkinkan: Anak-anakku (anak-anakku yang terkasih di dalam Kristus), marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran (ay. 18).


SBU


Rabu, 25 April 2018
HARI MINGGU III SESUDAH PASKAH
Renungan Pagi
GB 40 -Berdoa
DIPANGGIL HIDUP DALAM KASIH
1 Yohanes 3 : 11-15

"…yaltu bahwa kita harus saling mengasihi"(ay.11)

Inti ajaran Kristen adalah hidup didalam kasih. Ajaran ini merupakan ajaran yang didasarkan pada karya Kristus yang telah memper-sembahkan hidup-Nya untuk keselamatan umat manusia. Karya Kristus adalah karya kasih (bnd. I Yoh 3:16). Karena kasih-Nya kepada manusia, la rela mengorbankan hidup-Nya. Mereka yang percaya kepada-Nya diangkat menjadi anak-anak-Nya (bnd.Yoh 1:12), menjadi anak-Nya berarti menjadi milik-Nya, dan menjadi pengikutNya (murid-Nya), sebagai pengikut Yesus kita dipanggll hidup sesuai dengan ajaran-Nya yakni hidup didalam kasih dengan saling mengasihi. Yang namanya Kristen warga gereja, "sidi jemaat" (yang telah mengaku Iman), orang percaya (orang beriman), harus hidup di-dalam kasih dan saling mengasihi.

Kasih dan hidup saling me-ngasihi harus menjadi "karakter","warna", "identitas","ciri" kehidupan kristiani. Jika seseorang yang menyebut dirinya Kristen, Sidi jemaat, murid Yesus, pelayan Tuhan belum hidup didalam kasih, diragukan kekristenannya. Hidup yang demikian adalah suatu "kebohongan hidup kristiani" (1Yoh 1:8). Dikatakan demikian, karena orang yang hidup didalam kasih, telah berpindah dari maut (hidup yang gelap, tanpa kasih), kepada hidup (hidup dalam terang dan hidup melimpah dengan kasih kepada sesama) (ay.14). Pembacaan kita mengatakan: "jangan seperti Kain yang membunuh adiknya Habel".

Yang dilakukan oleh Kain bukanlah tindakan yang ber-dasarkan kasih melainkan suatu tindakan berdasarkan kejahatan. Karena apa yang diperbuat oleh Kain berasal dari si jahat. Lebih dalam,Yesus dalam injil Matius 5: 21, 22 mengatakan : "seseorang yang melakukan tindakan kasar yang melukai hati se-sama seperti marah, menghina orang lain dengan berkata "kafir", "jahil", perbuatan mereka sama dengan perbuatan Kain. Setiap orang yang membenci saudaranya adalah seorang pembunuh. Dengan demikian semua yang tidak berlandaskan kasih adalah jahat. Ditengah dunia yang sarat dengan berbagai kejahatan, dunia yang telah kehilangan kasih, sebagai anak-anak-Nya, sebagai milik-Nya, sebagai pengikut-Nya, mari hidup dalam kasih dan saling mengasihi.

GB 40
Doa : (Mampukan kami hidup dalam kasih dengan saling mengasihi satu dengan yang lain).


Rabu, 25 April 2018
HARI MINGGU III SESUDAH PASKAH
Renungan Malam
GB 327:1,2 -Berdoa
MENGASIHI DENGAN PERBUATAN
1 Yohanes 3 : 16 - 18

" ... marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran" (ay.18)

Banyak orang telah merumuskan kasih dalam bentuk sanjak yang indah, syair yang indah. Ada pula yang menggubahnya men-jadi nyanyian-nyanyian yang syandu. Semuanya yang indah-indah, syandu, menjadi tidak berguna bila tidak diwujudkan dalam tin-dakan yang nyata. Karena kasih bukan suatu "teori" tentang per-buatan baik, melainkan suatu tindakan nyata sebagai perwujudan dari kasih Kristus. (ay.18). Rasul Paulus pun mengatakan biia kita memiliki apa saja, tapi tanpa kasih yang kongkrit sia-sia adanya. Tindakan yang demikian hanya seperti gong yang berkuman-dang dan canang yang gemerincing (1 Kor.13 :1). Orang yang hidup dalam kasih suka menolong orang lain, khususnya orang-orang yang berada dalam kesulitan(ayat 17).

Didalam diri orang ini ada kuasa (power) yang selalu aktif dan dinamis yang bekerja mendorong orang tersebut untuk berbuat, bertindak keluar untuk menyatakan kasih secara nyata kepada orang lain. Mengapa? Karena orang yang hidup dalam kasih telah berpindah dari maut kepada hidup. Hidup itu adalah hidup yang dari Kristus yang telah memberi hidupNya. Karena itu kehidupan Kristus tidak hanya menjadi teladan untuk berbuat kasih, tetapi juga menghadirkan kuasa kasih yang aktif yang selalu tertuju kepada sasarannya secara kongkrit. Orang-orang yang demikian ini tidak egois, tidak pelit, tidak menutup pintu hati untuk orang berkekurangan, tetapi murah hati, suka memberi tumpangan. Kalau ia menutup pintu terhadap se-sama, bagaimana ia mengasihi Allah. Ini bukan perbuatan baik yang bersifat sosial. Orang yang hidup dalam kasih suka menolong tanpa pamrih. Kasih bukan hanya di bibir (di lidah). Karena lidah memang tak bertulang. Janji tinggal janji, lain dibibir lain dihati tapi dengan perbuatan nyata dan dalam kebenaran. Manusia pada dasarnya sulit untuk mengasihi. Manusia hanya memiliki kasih dan mampu mengasihi bila hidupnya selalu terhu-bung dengan Sumber. Maka hidup didalam kasih dan berbuat kasih adalah suatu perjuangan. Dengan mempersembahkan hidup kita pada kasih Kristus kita dimampukan-Nya.

GB 327:3, 4
Doa: (Tolong kami ya Tuhan agar tidak hanya bicara kasih, tapi mewujudkan kash itu dalam tindakan nyata).


Label:   1 Yohanes 3:16-18 



Khotbah Ibadah GPIB 2018

Khotbah Ibadah GPIB Rabu, 25 April 2018 - MENGASIHI DENGAN PERBUATAN - 1 Yohanes 3:16-18 - HARI MINGGU III SESUDAH PASKAH





[isi halaman tidak ditampilkan]

Halaman Khusus Member Pemberi Donasi.
Silakan Login Terlebih Dahulu!

Belum menjadi member? Silakan Register







Halaman Bebas Akses untuk Member Donasi:



NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Kamis, 26 April 2018 - BERPEGANG PADA PENGHARAPAN - Ibrani 10:23-25 - HARI MINGGU III SESUDAH PASKAH

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 24 April 2018 - ALLAH SUMBER KEKUATAN - 1 Petrus 5:5-11 - HARI MINGGU III SESUDAH PASKAH

Baca Garis Besar 1 Yohanes

Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan


Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns*, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ, ADV (Himnario Adventista)*,
JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI


1 Korintus 15:10-11 (1)
1 Petrus 4:12-19 (1)
1 Petrus 5:5-11 (1)
1 Raja-Raja 19:9-12 (1)
1 Tawarikh 22:1-13 (1)
1 Yohanes 1:8-10 (1)
1 Yohanes 2:3-6 (1)
1 Yohanes 3:16-18 (1)
1 Yohanes 4:7-21 (1)
1 Yohanes 5:3-5 (1)
2 Raja-Raja 23:15-23 (1)
2 Raja-Raja 5:8-14 (1)
2 Tawarikh 30:10-27 (1)
Amos 1:11-12 (1)
Ayub 21:1-15 (1)
Ayub 21:27-34 (1)
Bilangan 14:11-19 (1)
Efesus 4:25-32 (1)
Efesus 5:32-33 (1)
Filipi 1:12-26 (1)
Hakim-Hakim 4:11-24 (1)
Hakim-Hakim 5:24-31 (1)
Ibrani 10:23-25 (1)
Imamat 23:9-14 (1)
Kejadian 12:7-9 (1)
Kejadian 1:14-19 (1)
Kejadian 1:26-31 (1)
Kejadian 1:29-31 (1)
Kejadian 28:20-22 (1)
Kejadian 2:15-17 (1)
Kejadian 2:21-25 (1)
Kejadian 2:4b-7 (1)
Keluaran 13:11-16 (1)
Keluaran 13:17-22 (1)
Keluaran 14: 15 - 25 (1)
Keluaran 20:18-21 (1)
Keluaran 3:15-22 (1)
Kisah Para Rasul 1:12-14 (1)
Kolose 2:1-5 (1)
Lukas 23:44-49 (1)
Lukas 23:55-56a (1)
Lukas 9:51-56 (1)
Markaus 1:9-11 (1)
Markus 14:10-11 (1)
Markus 14:47-51 (1)
Markus 6:51-52 (1)
Matius 14:22-26 (1)
Matius 14:30-31 (1)
Mazmur 107:25-27 (1)
Mazmur 11 (1)
Mazmur 136:23-26 (1)
Mazmur 136:7-13 (1)
Mazmur 66:1-7 (1)
Mazmur 66:13-15 (1)
Mazmur 74:18-23 (1)
Mazmur 77:17-21 (1)
Mazmur 78:17-31 (1)
Mazmur 78:39-43 (1)
Nehemia 1:1-11 (1)
Nehemia 4:1-14 (1)
Nehemia 9:26-31 (1)
Pengkhotbah 9:7-12 (1)
Roma 1:18-32 (1)
Roma 2:12-16 (1)
Roma 5:1-5 (1)
Rut 2:1-7 (1)
Rut 4:13-17 (1)
Ruth 1:15-22 (1)
Titus 1:1-4 (1)
Titus 2:9-10 (1)
Wahyu 20:7-15 (1)
Yeremia 31:31-34 (1)
Yesaya 29:1-8 (1)
Yesaya 45:18-19 (1)
Yesaya 45:22-25 (1)
Yesaya 45:9-13 (1)
Yohanes 10:1-21 (1)
Yohanes 12:29-36 (1)
Yohanes 13:36-38 (1)
Yohanes 14:15-31 (1)
Yohanes 15:15-17 (1)
Yohanes 1:1-13 (1)
Yohanes 20:26-29 (1)
Yohanes 21:20-23 (1)
Yohanes 21:9-14 (1)
Yohanes 2:9-11 (1)
Yohanes 4:19-30 (1)
Yohanes 5:9b-18 (1)
Yohanes 8:33-36 (1)
Yohanes 9:8-11 (1)
Yosua 14:6-15 (1)
Yosua 18:8-10 (1)
Yosua 24:16-28 (1)
Yosua 4:14-24 (1)
Yosua 4:8-10 (1)
Yosua 5:7-12 (1)
Yunus 4:1-11 (1)


Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..


rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke






Senin, 23 April 2018
KITA YANG HARUS BERUBAH


22 April 2018
MENCUKUPKAN DIRI


21 April 2018
Belajarlah taat kepada Tuhan


Jumat, 20 April 2018
Menabur Kebaikan


19 April 2018
Perjalanan Hidup




Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)