Save Page

Minggu 26 Agustus 2018,
X Dob Trinitas     
Yohanes 17:20-23    
17:20 Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; 17:21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. 17:22 Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: 17:23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Penjelasan:


* Yoh 17:20-21 - di dalam kita
Doa itu meluas hingga mencakup orang-orang yang mau percaya karena kesaksian orang-orang ini (bdg. 10:16: Kis. 18:10). iman merupakan syarat yang diperlukan untuk menikmati hidup dari Allah dan karena itu juga untuk memasuki kesatuan yang mula-mula terdapat di dalam ke-Allahan dan kemudian di dalam Tubuh Kristus, yaitu Gereja. Kesatuan itu pada dasarnya bersifat pribadi - di dalam kita. Efeknya ialah mendatangkan iman pada orang-orang yang ada di dunia (bdg. 13:35).

* Yoh 17:22 - Kemuliaan

Kemuliaan. Tidak, diragukan lagi bahwa yang dimaksudkan ialah kedudukan surgawi dari gereja, tetapi juga termasuk hak istimewa untuk melayani dan menderita, sebagaimana Bapa telah memberikan tugas ini kepada Anak. Hak istimewa ini membantu mempersatukan orang-orang kudus ketika hak itu digunakan dalam kaitan dengan Kristus pendahulu kita di belakang tabir.

* Yoh 17:23 - Sempurna menjadi satu
Sempurna menjadi satu. Tidak dapat dicapai dengan usaha manusia, tetapi dengan perluasan penuh kemurahan dari kesatuan ke-Allahan sehingga meliputi orang-orang milik Kristus. Kesatuan ini bukan kesatuan mekanis. Perekatnya ialah kasih Allah yang dicurahkan alas manusia, yaitu kasih yang sama (sangat indah untuk dikisahkan) seperti yang diberikan Bapa untuk Anak.

* Doa Syafaat Kristus (17:20-23)
    Setelah berdoa bagi kekudusan mereka, Kristus pun mendoakan kesatuan mereka. Sebab hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai. Persahabatan itu memang manis jika hal itu seperti minyak urapan di kepala Harun yang kudus, atau seperti embun di bukit Sion yang kudus.
    Perhatikanlah:
    I. Siapa yang termasuk dalam doa ini (ay. 20): "Bukan untuk mereka ini saja, bukan hanya mereka yang kini adalah murid-murid-Ku" (yaitu kesebelas murid, ketujuh puluh pengikut bersama-sama dengan yang lainnya, semua kaum lelaki dan wanita yang mengikuti-Nya sewaktu Dia ada di dunia ini), "tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka, baik yang mereka beritakan langsung selagi mereka masih hidup atau yang mereka tuliskan sebagai warisan bagi generasi mendatang. Aku berdoa untuk mereka semua, supaya mereka semuanya menjadi satu dalam kehendak mereka melalui doa ini, dan sama-sama menerima berkatnya."

    Perhatikanlah di sini:
        . Hanya orang-orang yang tertarik kepada pengantaraan yang dilakukan oleh Kristus saja yang percaya atau akan percaya kepada-Nya. Hal inilah yang dipakai untuk menggambarkan mereka, dan ini sudah mencakup semua perangai dan tugas dari seorang Kristen. Orang-orang yang hidup di zaman itu melihat dan percaya, tetapi orang-orang yang hidup di zaman berikutnya tidak melihat, namun percaya.
        . Melalui pemberitaan firmanlah jiwa-jiwa dibawa untuk percaya kepada Kristus, dan untuk tujuan itulah Kristus memerintahkan supaya firman itu dituliskan. Ia juga memerintahkan supaya pelayanan terus berdiri tegak dan berlanjut di dalam gereja selama gereja ada, artinya selama dunia ini ada, untuk menumbuhkan benih.
        . Kristus benar-benar tahu dengan pasti siapa yang akan percaya kepada-Nya. Di sini Dia tidak berdoa sembarangan saja, tidak hanya bergantung kepada kehendak manusia yang sering kali berkhianat, yang berpura-pura telah bebas, padahal masih hidup dalam perhambaan dengan anak-anak dosa. Tidak begitu, Kristus justru tahu benar-benar siapa yang Ia doakan. Perkara ini diketahui dengan kepastian yang berasal dari tujuan dan pengetahuan ilahi. Kristus tahu siapa yang diberikan kepada-Nya, yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, yang tercatat dalam kitab kehidupan Anak Domba, yang akan menjadi percaya (Kis. 13:48).
        . Yesus Kristus tidak hanya menjadi Pengantara bagi para orang percaya yang hebat dan terpandang, melainkan juga bagi yang terlemah dan termiskin. Bukan hanya bagi orang-orang yang akan dipekerjakan di tempat yang paling tepercaya dan terhormat di dalam kerajaan-Nya, melainkan bagi semuanya, bahkan bagi orang-orang yang tidak dipandang sebelah mata oleh dunia ini. Sebagaimana pemeliharaan ilahi menjangkau sampai ke makhluk yang terendah, begitu pula anugerah ilahi menjangkau orang Kristen yang termiskin. Sang Gembala yang baik memperhatikan juga mereka yang teraniaya di antara kawanan domba.
        . Dalam pengantaraan-Nya, Yesus Kristus benar-benar memperhatikan sisa-sisa terpilih yang bahkan belum terlahir ke dunia ini, yaitu angkatan yang akan datang (Mzm. 22:32), domba-domba lain yang harus Dia tuntun. Sebelum mereka terbentuk dalam kandungan Ia sudah mengenal mereka (Yer. 1:5), dan doa-doa bagi mereka sudah dipanjatkan ke sorga sebelumnya, oleh Dia yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian, dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.
    II. Apa yang dimaksudkan dalam doa ini (ay. 21): supaya mereka semua menjadi satu. Hal yang sama telah dikatakan sebelumnya (ay.11), supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita, dan hal ini diucapkan sekali lagi (ay. 22). Hati Kristus begitu terbeban dengan perkara tersebut. Beberapa orang berpendapat bahwa kesatuan yang didoakan pada ayat 11 terutama ditujukan kepada para murid sebagai hamba dan rasul, supaya mereka menjadi satu dalam kesaksian mereka mengenai Kristus. Menurut mereka yang berpendapat demikian, keserasian di antara para pemberita Injil dan keselarasan dari para pengkhotbah Injil yang mula-mula adalah berkat doa ini. Biarlah mereka tidak hanya menjadi satu hati, tetapi juga satu mulut, untuk membicarakan pokok yang sama. Kesatuan para pelayan Injil menjadi keindahan dan kekuatan perkara Injil itu sendiri. Tetapi jelaslah bahwa kesatuan yang didoakan di ayat 21 ini berlaku bagi semua orang percaya. Itulah doa Kristus bagi semua orang milik-Nya, dan kita boleh merasa yakin bahwa doa itu adalah doa yang terjawab -- supaya mereka semua menjadi satu, satu di dalam Kita (ay. 21), sama seperti Kita adalah satu (ay. 22), dijadikan sempurna menjadi satu (ay. 23). Hal ini mencakup tiga hal:
        . Supaya mereka dipersatukan dalam satu tubuh. "Ya Bapa, pandanglah mereka sebagai satu kesatuan, dan sahkanlah persepakatan agung itu, yang olehnya mereka terpadu menjadi satu jemaat. Meskipun mereka tinggal di tempat-tempat yang berjauhan, dari satu ujung langit ke ujung lainnya, dan di zaman yang berbeda-beda, dari permulaan waktu sampai pada kesudahannya, sehingga mereka tidak saling mengenal atau berhubungan secara pribadi, tetapi biarlah mereka menjadi satu di dalam Aku sebagai pemimpin utama mereka." Saat Kristus mati, Dia juga berdoa seperti itu, untuk mengumpulkan dan mempersatukan mereka (11:52; Ef. 1:10).
        . Supaya mereka semua digerakkan oleh satu Roh. Hal ini tersirat dengan jelas di sini -- supaya mereka menjadi satu di dalam Kita. Kesatuan dengan Bapa dan Anak diperoleh dan dipelihara hanya dengan melalui Roh Kudus. Siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia (1Kor. 6:17). Biarlah mereka semua diberi cap dengan gambaran dan salinan yang sama, serta dipengaruhi oleh kuasa yang sama.
        . Supaya mereka semua bersekutu dalam ikatan kasih sayang, semuanya menjadi satu hati. Supaya mereka semua menjadi satu,
            (1) Dalam pertimbangan dan perasaan. Bukan dalam segala sesuatu sampai ke hal yang kecil-kecil -- sebab ini tidaklah mungkin dan juga tidak perlu, melainkan dalam perkara-perkara besar mengenai Allah, dan di dalam diri mereka sendiri, melalui perantaraan doa ini, mereka semua bersepakat bahwa kebaikan Allah lebih baik daripada hidup. Kemudian bahwa dosa adalah kejahatan yang paling buruk, dan Kristus adalah sahabat yang terbaik. Juga bahwa ada kehidupan lain setelah kehidupan yang sekarang berlalu, dan hal-hal semacam itu.
            (2) Dalam perangai dan kecenderungan bertingkah laku. Semua orang yang telah dikuduskan memiliki sifat dan gambaran ilahi yang sama. Kini mereka semua memiliki hati yang baru, dan hati mereka itu menjadi satu.
            (3) Mereka semuanya menjadi satu dalam segala rencana dan tujuan mereka. Setiap orang Kristen yang saleh, selama mereka memiliki kesalehan itu, selalu memusatkan pandangannya kepada kemuliaan Allah sebagai tujuannya yang tertinggi, dan kemuliaan sorga sebagai tujuan perbuatannya yang utama.
            (4) Mereka semua menjadi satu dalam kerinduan dan doa mereka. Meski perkataan dan cara pengungkapan mereka berbeda-beda, mereka mendoakan hal-hal yang sama, sebab mereka telah menerima Roh sama yang menjadikan mereka anak Allah dan menuruti perintah yang sama.
            (5) Mereka semua menjadi satu dalam kasih dan sayang. Setiap orang Kristen sejati memiliki kecenderungan dalam dirinya untuk mengasihi semua orang Kristen sejati lainnya. Apa yang didoakan Kristus di sini adalah terciptanya persekutuan orang-orang kudus yang kita akui dan percayai: persekutuan yang dimiliki semua orang percaya dengan Allah, dan kesatuan mereka yang erat dengan seluruh orang-orang kudus di bumi dan sorga (1Yoh. 1:3). Akan tetapi, doa Kristus ini belum akan dipenuhi dengan sempurna sampai semua orang kudus masuk sorga, sebab hanya pada saat itulah mereka akan dibuat sempurna menjadi satu (ay. 23; Ef. 4:13).
    III. Apa yang ditegaskan oleh Kristus sebagai dasar untuk memperkuat permohonan tersebut.

    Ada tiga hal:
        . Kesatuan yang ada di antara Bapa dan Anak, yang terus menerus disebutkan (ay. 11, 21-23).
            (1) Memang benar bahwa Bapa dan Anak itu adalah satu, satu dalam kodrat dan hakikat, setara dalam kuasa dan kemuliaan, satu dalam kasih sayang yang timbal balik. Bapa mengasihi Anak, dan Anak selalu menyenangkan hati Bapa. Mereka satu dalam rancangan dan pekerjaan. Keeratan kesatuan mereka digambarkan dalam kata-kata berikut ini, "Engkau di dalam Aku, dan Aku di dalam Engkau." Dia sering menyebutkan hal ini sebagai kekuatan untuk menopang-Nya saat mengalami berbagai penderitaan-Nya di bumi ini, saat musuh-musuh-Nya bersiap-siap menerjang Dia dan kawan-kawan-Nya menjauhkan diri dari-Nya. Tetapi Dia tetap ada di dalam Bapa, dan Bapa di dalam-Nya.
            (2) Kesatuan antara Bapa dan Anak itu ditekankan dalam doa Kristus bagi kesatuan murid-murid-Nya,
                [1] Sebagai pola bagaimana mereka harus menjadi satu. Ini menunjukkan betapa Ia sangat rindu agar mereka bersatu. Orang-orang percaya adalah satu sampai pada batas-batas tertentu sebagaimana Allah dan Kristus adalah satu, sebab,
                    Pertama, kesatuan di antara orang-orang percaya merupakan kesatuan yang sangat erat dan dekat. Mereka dipersatukan oleh suatu sifat ilahi, oleh kuasa anugerah ilahi, sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan ilahi.
                    Kedua, kesatuan itu adalah kesatuan yang kudus di dalam Roh Kudus, untuk tujuan-tujuan yang kudus. Bukan sebuah perkumpulan politik yang bertujuan duniawi.
                    Ketiga, pada akhirnya, kesatuan itu adalah, dan akan, menjadi sempurna. Bapa dan Anak memiliki sifat-sifat (atribut), ciri-ciri dan kesempurnaan yang sama. Begitu pula halnya dengan orang-orang percaya ketika mereka dikuduskan, dan bila anugerah disempurnakan dalam kemuliaan, mereka pun akan saling bersesuaian satu dengan yang lainnya, dan semuanya diubahkan menjadi gambaran yang serupa.
                [2] Sebagai pusat kesatuan itu: supaya mereka satu di dalam Kita, semuanya menjadi satu di dalam kesatuan Kita. Hanya ada satu Allah dan satu Pengantara. Dalam hal ini semua orang percaya adalah satu, yaitu bahwa mereka sepakat untuk mengandalkan kebaikan dari satu-satunya Allah ini sebagai kebahagiaan mereka, serta mengandalkan jasa satu-satunya Pengantara tersebut sebagai kebenaran mereka. Kelompok orang yang tidak berpusat kepada Allah sebagai tujuan, dan Kristus sebagai jalan, bukanlah suatu kesatuan, melainkan persekongkolan. Semua orang yang benar-benar disatukan dengan Allah dan Kristus, yang adalah satu, akan segera dipersatukan satu dengan yang lainnya.
                [3] Sebagai sebuah alasan yang kuat untuk kesatuan itu.

                Sang Pencipta dan Penebus adalah satu dalam kepentingan dan rancangan Mereka. Akan tetapi, untuk apa Mereka menjadi seperti itu jika semua orang percaya tidak menjadi satu tubuh dengan Kristus dan tidak bersama-sama menerima anugerah demi anugerah dari-Nya, padahal Ia telah menerimanya bagi mereka? Rencana Kristus adalah untuk mengurangi umat manusia yang memberontak terhadap Allah. "Ya Bapa," kata-Nya, "biarlah semua orang percaya menjadi satu, supaya di dalam satu tubuh mereka dapat diperdamaikan" (Ef. 2:15-16). Hal ini mengacu pada penyatuan orang Yahudi dan bukan Yahudi di dalam gereja. Inilah misteri agung itu, bahwa orang-orang bukan Yahudi akan turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh (Ef. 3:6). Menurut saya, inilah yang terutama dimaksudkan oleh doa Kristus ini, sebab inilah salah satu hal besar yang menjadi tujuan-Nya melalui kematian-Nya. Dan saya bertanya-tanya mengapa tidak ada seorang penafsir pun yang pernah saya temui mengartikannya demikian. "Ya Bapa, biarkanlah orang-orang bukan-Yahudi yang percaya dipersatukan dengan orang-orang Yahudi yang percaya, dan ciptakanlah keduanya menjadi satu manusia baru." Kata-kata "Aku di dalam mereka, dan Engkau di dalam Aku" menunjukkan betapa perlunya kesatuan itu, bukan saja bagi keindahan, tetapi juga bagi keberadaan gereja-Nya itu sendiri.

                    Pertama, kesatuan dengan Kristus: Aku di dalam mereka. Kristus berdiam di dalam hati orang-orang percaya, dan ini merupakan hidup dan jiwa dari manusia baru itu.
                    Kedua, kesatuan dengan Allah melalui Dia. "Engkau di dalam Aku, perbuatlah demikian juga dengan ada di dalam mereka melalui Aku."
                    Ketiga, kesatuan satu dengan yang lainnya yang ditimbulkan dari hal ini: supaya mereka sempurna menjadi satu oleh karenanya. Kita menjadi lengkap di dalam Dia.
        . Rancangan Kristus dalam menyampaikan terang dan anugerah-Nya kepada mereka (ay. 22): "Kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku, sebagai orang kepercayaan atau saluran penyampaian, telah Kuberikan kepada mereka sesuai dengan kehendak-Mu, dengan tujuan supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu. Dengan demikian, supaya janganlah semua pemberian itu menjadi sia-sia jika mereka tidak menjadi satu." Nah, pemberian-pemberian tersebut adalah:
            (1) Semua yang disalurkan kepada para rasul dan perintis gereja yang pertama. Kemuliaan sebagai utusan Allah bagi dunia ini, kemuliaan dalam mengerjakan mujizat, kemuliaan dalam mengumpulkan sebuah jemaat dari dunia ini, dan mendirikan takhta kerajaan Allah di antara manusia, semua kemuliaan seperti ini diberikan kepada Kristus, dan sebagian kehormatan itu Dia curahkan kepada mereka saat Ia mengutus mereka untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya. Atau,
            (2) Semua yang diberikan tanpa kecuali kepada semua orang percaya. Kemuliaan karena berada di dalam kovenan dengan Allah dan diterima oleh-Nya, didekap di pangkuan-Nya, dan dirancang untuk menempati kedudukan di sebelah kanan-Nya, adalah kemuliaan yang diberikan Bapa kepada Sang Penebus, dan Ia meneguhkan semuanya itu kepada semua orang yang ditebus-Nya.
                [1] Dia berkata bahwa Dia telah memberikan kemuliaan itu kepada mereka, sebab Dia telah memaksudkannya bagi mereka, menyiapkannya dan memastikan bahwa mereka mendapatkannya ketika mereka percaya bahwa janji-janji Kristus merupakan pemberian-pemberian yang benar-benar nyata.
                [2] Kemuliaan itu diberikan kepada-Nya supaya Dia memberikannya lagi kepada mereka. Kemuliaan itu dipercayakan kepada-Nya untuk mereka, dan Kristus setia kepada Dia yang telah menunjuk-Nya untuk melakukan tugas tersebut.
                [3] Dia memberikannya kepada mereka supaya mereka menjadi satu.
                    Pertama, untuk memberi mereka hak istimewa akan kesatuan itu, yaitu supaya melalui hubungan mereka dengan satu-satunya Allah Bapa, dan satu-satunya Tuhan Yesus Kristus, mereka dapat menjadi benar-benar satu. Pemberian Roh, yaitu kemuliaan agung yang diberikan Bapa kepada Anak, harus diberikan oleh-Nya kepada semua orang percaya, supaya dengan begitu mereka semua menjadi satu, sebab Dia mengerjakan semuanya dalam semua orang (1Kor. 12:4, dst.).
                    Kedua, untuk melibatkan mereka supaya bertekun melaksanakan kewajiban bersatu itu. Berdasarkan kesepakatan dan persekutuan mereka untuk percaya akan satu pengakuan iman dan satu kovenan, satu Roh dan satu Alkitab, serta berdasarkan apa yang mereka miliki dalam satu Allah dan satu Kristus, dan atas apa yang mereka harapkan di dalam satu sorga, mereka dapat menjadi satu pikiran dan satu pendapat. Kemuliaan duniawi menimbulkan perselisihan di antara manusia, sebab jika sebagian berhasil, maka yang lainnya merosot. Karena itulah, selama para murid masih memimpikan kerajaan yang bersifat fana, mereka akan terus berselisih. Akan tetapi, kehormatan rohani diberikan dengan merata kepada semua pengikut Kristus, mereka semua dibuat menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah, sehingga tidak ada celah untuk berlomba-lomba atau saling bersaing. Semakin terpesona orang-orang Kristen dengan kemuliaan yang diberikan Kristus kepada mereka, semakin berkurang juga hasrat mereka akan kemuliaan yang fana dan sia-sia. Akibatnya, kecenderungan untuk berselisih pun kurang.
        . Bagi permohonan-Nya itu, Kristus mengemukakan alasan bahwa pengaruh yang akan ditimbulkan oleh kesatuan mereka itu terhadap orang lain akan sangat membahagiakan, dan akan menimbulkan kebaikan bagi orang banyak. Hal tersebut ditekankan-Nya dua kali (ay. 21): supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dan lagi (ay. 23): Agar dunia tahu, sebab tanpa pengetahuan, iman yang sejati tidak akan muncul. Orang-orang percaya harus tahu apa yang mereka percayai dan mengapa atau dengan alasan apa mereka mempercayai hal itu. Orang-orang yang percaya dengan sembarangan saja bisa membahayakan diri mereka sendiri. Nah, di sini Kristus menunjukkan,
            (1) Maksud baik-Nya terhadap dunia umat manusia secara keseluruhan. Dalam hal ini Dia sepikiran dengan Bapa-Nya, sama seperti dalam segala hal lainnya, yaitu Dia menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran (1Tim. 2:4; 2Ptr. 3:9). Karena itulah, sudah menjadi kehendak-Nya supaya segala sarana yang mungkin digunakan dapat dipakai, dan tidak ada yang sia-sia, untuk menyakinkan dunia akan dosa dan mempertobatkannya. Kita tidak tahu siapa saja yang dipilih, tetapi kita harus berusaha semampu kita untuk menyampaikan keselamatan kepada sebanyak mungkin orang, serta berhati-hati supaya tidak melakukan apa pun yang bisa menghalangi keselamatan mereka itu.
            (2) Buah baik yang ditimbulkan oleh kesatuan gereja. Hal itu akan menjadi bukti kebenaran sejati dari Kekristenan dan menjadi sarana untuk membawa banyak orang untuk memeluknya juga.
                [1] Secara umum, kesatuan itu akan menyatakan nama baik Kekristenan kepada dunia, dan menimbulkan pendapat yang baik di dalam pikiran orang-orang yang tidak percaya kepada Kekristenan.
                    Pertama, terbentuknya satu kesatuan tubuh orang-orang Kristen melalui piagam kesepakatan Injil akan sangat mengangkat derajat Kekristenan. Saat dunia melihat betapa banyaknya jumlah anak-anak dunia yang terpanggil keluar dari keluarga mereka, dibedakan dari yang lainnya, dan diubahkan dari keadaan mereka yang sebelumnya, saat mereka melihat perkumpulan ini terangkat tinggi oleh pemberitaan yang mereka anggap kebodohan, serta diteguhkan oleh mujizat dari pemeliharaan dan anugerah ilahi, dan betapa mengagumkannya perkumpulan tersebut terbentuk dan terpelihara, mereka pasti akan berkata, Kami mau mengikuti kamu, sebab telah kami lihat, bahwa Allah menyertai kamu.
                    Kedua, penyatuan orang-orang Kristen di dalam kasih sayang merupakan keindahan pengakuan iman mereka, dan hal itu menarik orang lain untuk bergabung dengan mereka, sebagaimana kasih yang ada di antara orang-orang Kristen yang mula-mula (Kis. 2:42-43; 4:32-33). Bila Kekristenan tidak menimbulkan perseteruan di antara anggota-anggotanya, melainkan meredam segenap perselisihan, atau bila Kekristenan mendinginkan amarah yang panas, dan melembutkan kekasaran, serta menjadikan manusia pengasih dan baik hati, ramah dan murah hati kepada semua orang, giat untuk mempertahankan dan menciptakan kedamaian dalam semua hubungan dan masyarakat, maka hal ini semua akan menjadikan Kekristenan terpandang di mata pemeluk atau pemerhati kepercayaan alamiah.
                [2] Secara khusus, kesatuan gereja akan menimbulkan pemikiran yang baik dalam benak manusia,
                    Pertama, mengenai Kristus: Mereka akan tahu dan percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Melalui kesatuan itu, akan tampak bahwa Kristus diutus oleh Allah, dan bahwa ajaran-Nya itu bersifat ilahi. Melalui kesatuan itu, akan tampak bahwa agama-Nya berhasil menggabungkan banyak orang yang memiliki beragam kecakapan, macam-macam sifat dan ketertarikan yang berbeda-beda, ke dalam satu kesatuan tubuh berdasarkan iman, dengan satu hati yang direkatkan oleh kasih. Tentu saja Dia diutus oleh Allah yang penuh kuasa, yang membentuk hati mereka sekalian. Dialah Allah yang penuh kasih dan damai. Saat para penyembah Allah menjadi satu, tampak jelas bahwa Dia itu satu adanya, dan nama-Nya pun satu.
                    Kedua, mengenai orang-orang Kristen: Mereka akan tahu bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

                    Di sini kita lihat:

                        . Hak istimewa yang dimiliki oleh orang-orang percaya: Bapa sendiri mengasihi mereka dengan kasih yang serupa dengan kasih-Nya terhadap Anak-Nya, sebab mereka semua dikasihi di dalam Dia dengan kasih yang kekal.
                        . Bukti bahwa mereka memang memiliki hak istimewa ini, yaitu dengan menjadi satunya mereka. Akan tampak bahwa Allah mengasihi kita, jika kita mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, sebab bilamana kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati, maka kasih itu akan mengubah hati dengan gambaran yang serupa. Lihatlah betapa baik dampak yang akan ditimbulkan terhadap dunia jika mereka tahu betul betapa semua orang Kristen yang saleh sungguh dikasihi oleh Allah. Orang Yahudi punya sebuah pepatah, Jika saja dunia tahu betapa berharganya orang-orang benar itu, dunia pasti akan memagari mereka dengan mutiara. Jadi, kita harus lebih lagi mengasihi orang-orang yang dikasihi Allah dengan berlimpah-limpah.

Label:   Yohanes 17:20-23 



Christian Songs
Songs on The Blood of Jesus
HEALING WORSHIP SONGS
Jesus Is Risen Song

NEXT:
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Minggu, 2 September 2018, XIV Dob Trinitas - 1 Raja-raja 17:7-16

PREV:
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Minggu 19 Agustus 2018, XII Dob Trinitas - Kejadian 17:15-27

Garis Besar Yohanes

Garis Besar 1 Yohanes

Garis Besar 2 Yohanes

Garis Besar 3 Yohanes




BACAAN ALKITAB SETAHUN:
  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Bacaan Alkitab GMIT 2019
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Arsip Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM 2018..

    songbatak.com- Top of JUDIKA

    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    contoh kj 392 bukan kj.392
    Preview Swing Tradig




    Beli Kaos C59. Klik Disni

    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни) *, SR *, SP *, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate) *,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KPRI, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), Puji Syukur, Madah Bakti,
    Russian Worship Songs
    Chinese Praise and Worship Song
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI
    Greek Worship Songs
    French Worship Songs
    Spanish Worship Songs



    Selasa, 2 Juli 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 2 Juli 2019 - Kisah Para Rasul 5:26-42 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Kisah Para Rasul 5:26-42 Penjelasan Ayat
    Penangkapan dan Pemeriksaan Para Rasul; Nasihat Gamaliel
    Senin, 1 Juli 2019
    Senin, 1 Juli 2019 - HUT ke-38 Yapendik GPIB - Kisah Para Rasul 5:12-16 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat

    Minggu, 30 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 30 Juni 2019 - Kisah Para Rasul 2:41-47 (SGD) - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat
    Cara hidup jemaat yang pertama, Kedatangan Roh Kudus, Persekutuan Murid-murid
    Sabtu, 29 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 29 Juni 2019 - Hakim-Hakim 11:1-11 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hakim-Hakim 11:1-11 Penjelasan Ayat
    Yefta dan Gilead, Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa,
    Jumat, 28 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Juni 2019 - Hosea 7:8-16 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hosea 7:8-16 Penjelasan Ayat
    Efraim // mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik


    Minggu, 03 Maret 2019
    JUKLAK DAN TATA IBADAH HUT KE-54 PELKAT PKP GPIB - Minggu, 03 Maret 2019

    Surat Pengantar, Juklak, Petunjuk Teknis IHMPA di Bulan Khusus-PKP, Tata-Ibadah, Pesan MS HUT 54 PKP, Multimedia Pesan H



    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    Selasa, 2 Juli 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 2 Juli 2019 - Kisah Para Rasul 5:26-42 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Kisah Para Rasul 5:26-42 Penjelasan Ayat
    Penangkapan dan Pemeriksaan Para Rasul; Nasihat Gamaliel
    Senin, 1 Juli 2019
    Senin, 1 Juli 2019 - HUT ke-38 Yapendik GPIB - Kisah Para Rasul 5:12-16 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat

    Minggu, 30 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 30 Juni 2019 - Kisah Para Rasul 2:41-47 (SGD) - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat
    Cara hidup jemaat yang pertama, Kedatangan Roh Kudus, Persekutuan Murid-murid
    Sabtu, 29 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 29 Juni 2019 - Hakim-Hakim 11:1-11 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hakim-Hakim 11:1-11 Penjelasan Ayat
    Yefta dan Gilead, Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa,
    Jumat, 28 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Juni 2019 - Hosea 7:8-16 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hosea 7:8-16 Penjelasan Ayat
    Efraim // mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik

    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,