Save Page
Titus 2:15
2:15 Beritakanlah semuanya itu, nasihatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu. Janganlah ada orang yang menganggap engkau rendah.

Penjelasan:

* Nasihat untuk Berbagai Kewajiban (2:15)
    Rasul Paulus menutup pasal ini (sebagaimana dia memulainya) dengan sebuah petunjuk singkat untuk Titus yang mencakup semua petunjuk tadi, yang di dalamnya kita mendapati pokok dan cara pengajaran hamba-hamba Tuhan, dan sebuah petunjuk khusus untuk Titus berkenaan dengan dirinya sendiri.
        I. Pokok ajaran hamba-hamba Tuhan: semuanya itu, yaitu hal-hal yang sudah disebutkan sebelumnya. Bukan dongeng-dongeng dan adat istiadat bangsa Yahudi, melainkan kebenaran-kebenaran dan kewajiban-kewajiban dari Injil, tentang menghindari dosa, dan hidup bijaksana, adil, dan saleh, di dunia sekarang ini. Perhatikanlah, hamba-hamba Tuhan dalam pemberitaan mereka harus tetap dekat dengan firman Allah. Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah (1Ptr. 4:11), dan bukan rekaan dan hasil khayalan otaknya sendiri saja.
        II. Cara pengajaran: dengan ajaran, dan nasihat, dan teguran dengan segala kewibawaan. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2Tim. 3:16). Artinya, mengajarkan ajaran yang sehat, meyakinkan tentang dosa dan membuktikan kesalahan, memperbaiki hidup, dan terus melakukan hal yang adil dan baik. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah (orang Kristen atau hamba-hamba Tuhan) diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik yang harus dikerjakannya sendiri atau diajarkan kepada orang lain. Inilah yang akan memperlengkapi seluruh bagian kewajibannya, dan pelaksanaannya yang benar. "Beritakanlah semuanya itu, atau ajarkanlah. Janganlah menghindar dari menyatakan seluruh nasihat Allah." Terutama kebenaran-kebenaran dan kewajiban-kewajiban yang sangat baik dan penting dari Injil, beritakanlah dan nasihatkanlah hal-hal ini, parakalei, tegaskan dengan penuh kesungguhan. Hamba-hamba Tuhan tidak boleh dingin dan tanpa semangat dalam menyampaikan ajaran dan perintah-perintah sorgawi, seolah-olah semua itu adalah hal yang biasa-biasa saja atau hanya soal kecil. Sebaliknya, mereka harus menekan-kan semua itu dengan kesungguhan yang sesuai dengan sifat dan pentingnya hal-hal tersebut. Mereka harus mewajibkan orang-orang untuk memperhatikan dan mencamkan, dan bukan menjadi pendengar saja, sehingga menipu diri sendiri, tetapi menjadi pelaku firman, sehingga ia akan berbahagia oleh perbuatannya. Dan yakinkanlah. Yakinkanlah dan tegurlah orang-orang yang membantah atau menyangkal, atau mengabaikan dan tidak menerima kebenaran sebagaimana mestinya, atau terus hidup dalam keberdosaan. Yaitu orang-orang yang mendengarkannya bukan dengan pikiran dan hati yang sungguh-sungguh percaya dan taat seperti yang seharusnya, melainkan justru (bisa saja) hidup dengan perbuatan-perbuatan yang bertentangan, yang menunjukkan diri mereka keras kepala dan tidak mau taat, dan mencela setiap perbuatan baik. Yakinkanlah dengan segala kewibawaanmu, sebagai orang yang datang dalam nama Allah, dan dipersenjatai dengan ancaman-ancaman dan hukuman-Nya, sehingga siapa pun yang meremehkan akan menghadapi risikonya. Hamba-hamba Tuhan adalah orang-orang yang menegur di pintu gerbang.
        III. Inilah petunjuk khusus untuk Titus berkaitan dengan dirinya sendiri. "Janganlah ada orang yang menganggap engkau rendah. Artinya, janganlah memberi kesempatan untuk itu, atau menerima perlakuan seperti itu tanpa menegurnya, karena siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah." Atau seperti ini, "Beritakanlah semuanya itu, nasihatilah, tekankanlah semuanya itu kepada semua orang, karena masing-masing harus diperhatikan. Celalah dosa dengan tegas dan setia, dan awasilah dirimu dan tingkah lakumu sendiri dengan teliti, maka tidak ada seorang pun yang akan merendahkanmu." Cara yang paling tepat bagi hamba-hamba Tuhan untuk melindungi diri mereka dari celaan adalah dengan tetap dekat dengan ajaran Kristus, dan meniru teladan-Nya, yaitu mengajar dan hidup dengan baik, dan melakukan kewajiban dengan bijaksana dan berani. Ini akan betul-betul melindungi nama baik mereka dan juga memberi penghiburan kepada mereka. Mungkin juga ada sebuah peringatan di sini yang bisa saja dimaksudkan untuk jemaat, yaitu bahwa Titus, walaupun masih muda, dan hanyalah seorang pengganti rasul, namun tidak boleh dihina oleh mereka, melainkan harus disegani dan dihormati sebagai seorang hamba Kristus yang setia, dan didorong dan didukung dalam pekerjaan dan jabatannya. "Supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu; dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka (1Tes. 5:12-13). Perhatikanlah pengajaran mereka, hormatilah mereka secara pribadi, dukunglah mereka dalam menjalankan fungsi mereka, dan, dengan apa yang ada padamu, majukanlah jerih payah mereka untuk kemuliaan Allah dan keselamatan jiwa-jiwa."



SBU

Kamis, 31 Mei 2018
Renungan Pagi
KJ: 370: 1,2 - Berdoa
KASIH KARUNIA ALLAH MENYELAMATKAN

Titus 2: 11 - 14
"Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini" (ay.12)

Titus 2:12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini.
Dengan kasih karunia, seseorang tidak lagi punya alasan untuk bermegah (sombong), sebab hidupnya adalah pemberian Allah saja. Ia tidak bodoh hidup seperti itu, tetapi pilihan, sebab jika kita renungkan dengan baik hidup ini akan berujung pada kebinasaan. Paulus merasakan ada dua kekuatan didalam dirinya, yang baik dan yang jahat, tetapi justru yang jahatlah yang sering dilakukannya: "Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat" (Roma 7:19)

Jika mendasarkan diri pada kasih karunia Allah, lalu apakah yang akan kita kerjakan? Paulus menasihatkan agar orang percaya menjadi "murid yang belajar terus", meng-evaluasi dan menyelesaikan proses didikan dari-Nya. Seni menjadi murid ini belakangan kurang diminati oleh orang Kristen, tetapi bagi Paulus dan kita yang merenungkan firman sangatlah penting.

Tuhan mendidik! Sebagai murid, kita bertemu melalui doa dan kehidupan nyata. Dari pertemuan itu kita dituntun-Nya melewati semua rintangan dan dimampukan sebab ketika kita terjatuh, tangan-Nya selalu memegang dan mengangkat. Godaan kefasikan dan keinginan duniawi akan terus menjaid godaaa, tetapi dalam persekutuan dengan-Nya kita dituntun semakin bijaksana, tahu membedakan dan menemukan makna hidup. Bersekutu dengan-Nya membuat kita semakin adil, tidak lagi menghakimi tetapi terus berusaha menghentikan kesalahan; dan semakin beribadah, karena hidup ini bermakna ketika memuliakan-Nya (ibadah ritual) dan berkarya (ibadah aktual).

KJ: 370:3
Doa: (Tuhan, ajarkan untuk menjadi murid-Mu yang baik dan meninggalkan kefasikan dan keinginan duniawi, lalu bersama membangun kehidupan yang bermoral)


Kamis, 31 Mei 2018
Renungan Malam
KJ: 305: 1,3 - Berdoa
KASIH KARUNIA ALLAH MENYELAMATKAN

Titus 2: 15
"Beritakanlah semuanya itu, nasihatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu. Janganlah ada orang yang menganggap engkau rendah." (ay.15)

Percaya Diri (PD) sebagai hamba Allah patutlah diupayakan walaupun ada berbagai kendala, karena memang ada upaya dari lawan untuk menjatuhkannya. Jemaat Kreta dan Asia kecil pada umumnya menghadapi Bidat (ajaran sesat) dengan sangat keras, mereka diserang dari berbagai sisi, termasuk kewibawaan.

Apapun keadaan seorang hamba adalah seorang yang diutus dan dipercaya oleh Tuhan, maka tugas utamanya adalah hidup didalam kasih karunia Allah dan menjalankan tugasnya dengan setia untuk menasihati dan meyakinkan jemaat hidup dengna baik. Memang ajaran Bidat nampak logis=: dengan menjalankan Hukum Taurat akan selamat dan dengan melepaskan jiwa dari belenggu materi (badan) sangat cocok dengan ajaran Plato yang sangat merendahkan dunia ini.

Seorang pelayan tidak perlu penilaian manusia tetapi pada kehormatannya menjalankan tugasnya dengan taat dan setia. Untuk itu, Titus wajib percaya diri!. Godaan untuk dianggap pandai atau diterima oleh semua orang selalu saja membayangi kehidupan seorang pelayan, tetapi perlawanan terhadap Titus haruslah diterima dengan sukacita. Bukan hanya seorang pelayan yang menghadapi perlawanan dan terkadang merasa lemah dan kurang percaya diri. Ketika imannya diserang oleh pihak lain, ada juga warga jemaat yang menyerah dan justru mengikuti penyerangnya agar aman. Injil Pendamaian haruslah kita pegang teguh dan membawa Injil itu kepada yang lain.

Ketika anda lemah karena begitu banyak tekanan, datanglah kepada-Nya, sebab ia akan memberikan kepadamu kemampuan untuk memberitakan dan meyakinkan oranga hidup dalam pendamaian Allah: "Marilah kepada-Ku…, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Mat. 11:28).

KJ: 305: 5,6
Doa: (Tuhan, ajarkan untuk menjadi murid-Mu yang baik dan meninggalkan kefasikan dan keinginan duniawi, lalu bersama membangun kehidupan yang bermoral)




Khotbah Ibadah GPIB 2018

Khotbah Ibadah GPIB Kamis, 31 Mei 2018 - KASIH KARUNIA ALLAH MENYELAMATKAN - Titus 2:15 - MINGGU TRINITAS





[isi halaman tidak ditampilkan]

Halaman Khusus Member Pemberi Donasi.
Silakan Login Terlebih Dahulu!

Belum menjadi member? Silakan Register







Halaman Bebas Akses untuk Member Donasi:



NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 1 JUNI 2018 - BUAH KASIH KARUNIA ALLAH - Titus 3:4-7 - MINGGU TRINITAS

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Rabu, 30 Mei 2018 - PENERAPAN AJARAN YANG BENAR - Titus 2:9-10 (SGDK) - MINGGU TRINITAS
Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan



rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke



JUMAT, 30 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 30 NOVEMBER 2018 - BELAJAR BUAK DARI KEHIDUPAN - 2 Timotius 2:1-7 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Hari ketujuh, Demikianlah riwayat langit dan bumi // TUHAN Allah, Ada kabut naik ke atas ... dan membasahi // kabut, Tuhan Allah membentuk // manusia itu dari debu tanah // membentuk // manusia itu dari debu tanah ... menghembuskan // napas hidup ke
RABU, 28 NOVEMBER 2018
RABU, 28 NOVEMBER 2018 - MENDERITA DALAM KEBENARAN, BERBAHAGIALAH - 1 Petrus 2:18-25 (SGDK) - MlNGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SELASA, 27 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 27 NOVEMBER 2018 - MEMBERLAKUKAN APA YANG DIBERLAKUKAN TUHAN - 1 Petrus 2:7-10 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SENIN, 26 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 26 NOVEMBER 2018 - HIDUP ADALAH UCAPAN SYUKUR - 1 Petrus 1:17-25 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Jika kamu menyebut-Nya Bapa // Hidup dalam ketakutan, Kamu telah ditebus ... bukan dengan barang yang fana // Dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus // yang mahal, Rasul Petrus menasihati mereka supaya menjalin kasih persaudaraan, Sia-sianya Ma
MINGGU, 25 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 25 NOVEMBER 2018 - BERHIKMAT DALAM HIDUP - 1 Korintus 10:12-13 - HARI MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)



Minggu, 04 November 2018
Tata Ibadah Hari Minggu Syukur HUT ke-8 PKLU GPIB - Minggu, 04 November 2018

JUKLAK HUT KE-8 PKLU GPIB, PESAN MS GPIB HUT ke-8 PKLU, surat pengantar hut 8 pklu, TATA IBADAH PKLU GPIB HUT Ke-8 PKLU
7 OKTOBER 2018
KOREKSI LAGU DALAM TATA IBADAH 7 OKTOBER 2018 DAN PETUNJUK PELAKSANAAN IBADAH MINGGU SELAMA BULAN OKTOBER 2018


Minggu, 07 Oktober 2018
Tata Ibadah HARI PERJAMUAN KUDUS se-DUNIA dan HARI PEKABARAN INJIL INDONESIA (HPKD/HPII) Minggu, 07 Oktober 2018

Menggunakan Tata Ibadah GEREJA KRISTEN JAWA (GKJ)



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)

SABTU, 12 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 12 JANUARI 2019 - PERGANTIAN NAMA - Yesaya 65:15-16 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
KESALEHAN DAN KESALAHAN, Dalam hal kehormatan dan nama baik
JUMAT, 11 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 11 JANUARI 2019 - BERPALING DARI DOSA DAN KEMBALI KEPADANYA - Yesaya 65:1-7 - MINGGU EPIFANIA
Sabda Bina Umat (SBU)
Pertobatan Bangsa-bangsa Bukan Yahudi; Kefasikan Orang-orang Yahudi; Penolakan terhadap Orang-orang, BERKAT TUHAN UNTUK MEREKA YANG SETIA
KAMIS, 10 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 10 JANUARI 2019 - ANGKAT HATI PADA ALLAH - Yesaya 64:7-12 - HARI EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ALLAH TIDAK TURUN TANGAN ,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 (SGDK) - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
Permohonan Sepenuh Hati,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Permohonan Sepenuh Hati, ALLAH PENYELAMAT TUNGGAL