Save Page

Efesus 5:1-10
Hidup sebagai anak-anak terang
5:1 Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih 5:2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. 5:3 Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. 5:4 Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono -- karena hal-hal ini tidak pantas -- tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. 5:5 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah. 5:6 Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. 5:7 Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka. 5:8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, 5:9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, 5:10 dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.


Penjelasan:



* Ef 5:1 - Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan // Di dalam Tuhan // Karena haruslah demikian
Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan. Taatilah merupakan istilah yang lebih kuat daripada tunduklah yang dikemukakan sebagai tugas seorang istri. Di dalam Tuhan. "Lingkungan di mana hal ini harus terwujud, yaitu suatu ketaatan kristiani yang digenapi dalam hubungan dengan Kristus" (Salmond). Karena haruslah demikian. Hal ini ditunjukkan sebagai prinsip abadi Allah.

* Ef 5:2 - Hormatilah ayahmu dan ibumu // Suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji
Hormatilah ayahmu dan ibumu. Paulus menunjukkan bahwa hukum Taurat mencantumkan perintah yang sama. Seluruh Dasa Titah terkecuali yang keempat dirumuskan ulang dan dikenakan di bawah kasih karunia. Suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji. Maksudnya, janji bagi mereka yang taat.

* Ef 5:3 - Tetapi percabulan // Disebut saja pun jangan di antara kamu // Sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus
Tetapi percabulan. Istilah umum untuk kedursilaan seksual. Disebut saja pun jangan di antara kamu. Hubungan dengan apa yang sebelumnya tampak jelas. Kasih tidak akan membicarakan dosa orang lain (bdg. I Kor. 13:4-8). Ada bahaya kalau orang menikmati suatu kepuasan yang tidak wajar sewaktu membicarakan kesalahan orang lain. Sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. Kita harus mengetahui apa yang sesuai dan layak dilakukan orang dengan kedudukan setinggi yang kita miliki.

* Ef 5:3 - Supaya kamu berbahagia
Supaya kamu berbahagia. Pernyataan ini harus dianggap sebagai kelanjutan dari kutipan hukum Taurat dan bukan penerapan langsung kepada orang percaya di dalam perjanjian yang sekarang. Sekalipun prinsip ini senantiasa berlaku, harapan utama orang Kristen adalah kedatangan segera Tuhan dan bukan umur panjang.

* Ef 5:4 - Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono
Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono. Kata-kata ini tidak melarang spontanitas kesukacitaan serta rasa humor kristiani, tetapi menunjukkan bahwa orang-orang Kristen jangan sembarangan omong saja. Di dalam bahasa Yunaninya yang dimaksudkan ialah kesembronoan yang tidak senonoh dan kotor. Bagi orang Kristen pencegahnya adalah mengucapkan syukur.

* Ef 5:4 - Dan kamu, bapa-bapa // Tetapi didiklah mereka
Dan kamu, bapa-bapa. Sebagaimana sebelumnya terdapat tanggung jawab dari pihak kedua. Tanggung jawab tersebut pertama-tama dikemukakan secara negatif kemudian dengan cara menegaskan. Tetapi didiklah mereka. Bandingkan Ulangan 6:7. Nas yang paralel adalah Kolose 3:20, 21.

(3) Hamba dengan Tuannya (6:5-9). Jenis hubungan ketiga yang dibahas saat ini ialah hubungan di antara hamba dengan tuannya. Perbudakan ada sebagai sebuah lembaga pada zaman Perjanjian Baru. Fungsi Injil bukan untuk meruntuhkan lembaga ini, sekalipun penghapusan lembaga ini secara bertahap merupakan hasil sampingan dari kekristenan.

* Ef 5:5 - Karena ingatlah ini baik-baik // Atau orang serakah
Karena ingatlah ini baik-baik. Bandingkan I Korintus 6:9, 10. Atau orang serakah. Menarik untuk melihat bahwa jenis orang berdosa ini dimasukkan dalam golongan yang sama dengan orang-orang dursila dam najis. Cara Allah membedakan dosa tidak sama dengan cara kita. Bagi Dia semua dosa harus dibenci. Kita harus belajar memandang dosa seperti Allah memandangnya.

* Ef 5:5 - Hamba-hamba // Dengan tulus hati // Seperti kamu taat kepada Kristus
Hamba-hamba. Harfiahnya, budak-budak. Bagaimanapun juga, prinsip-prinsip ini berlaku untuk setiap jenis hubungan pegawai dengan juragannya. Dengan tulus hati. Dengan sungguh-sungguh - tidak dengan munafik. Seperti kamu taat kepada Kristus. Bandingkan I Petrus 2:18: Kolose 3:22-25.

* Ef 5:6 - Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa // Orang-orang durhaka
Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa. Maksudnya, kata-kata yang tidak ada artinya. Orang-orang durhaka. Harfiah, anak-anak yang tidak taat. Bandingkan 2;2 di mana dipakai ungkapan yang sama.

* Ef 5:6 - Jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang // Ungkapan menyenangkan hati orang // Dengan segenap hati melakukan kehendak Allah
Jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang. Suatu penjelasan dari pernyataan sebelumnya. Ungkapan menyenangkan hati orang dipakai dalam Septuaginta, tetapi di dalam Perjanjian Baru hanya dijumpai di sini dan di Kolose 3:22. Dengan segenap hati melakukan kehendak Allah. Harfiahnya, dari jiwa - yaitu, dengan segenap keberadaan seseorang.

* Ef 5:7 - Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka
Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka. Pemakaian bentuk perintah waktu sekarang dengan bentuk negatif (me) menunjukkan pelarangan sesuatu yang sudah terjadi: harfiahnya, berhentilah menjadi sekawanan dengan mereka.

* Ef 5:7 - Dengan rela menjalankan pelayanannya
Dengan rela menjalankan pelayanannya. Seorang Kristen yang adalah hamba harus menyadari bahwa tanggung jawab utamanya adalah kepada Tuhan Yesus Kristus. Jika dia melaksanakan pekerjaan yang ia diharapkan untuk lakukan dan ia melaksanakannya dengan baik, dia menyenangkan Tuhan.

* Hidup Dalam Terang (5:8-14).
Kasih dan kesucian (sering kali dilambangkan dengan perang di dalam Alkitab) jangan dipisahkan, kata sang rasul. Hidup dalam kasih juga berarti hidup dalam terang.

* Ef 5:8 - Memang dahulu kamu adalah kegelapan // Hiduplah sebagai anak-anak terang
Memang dahulu kamu adalah kegelapan. Sebab ungkapan yang indah tentang kontras antara keadaan kita pada masa lalu dengan keadaan kita pada saat sekarang (bdg. kontras sejenis dalam I Kor. 6:9-11; I Tes. 5:5). Hiduplah sebagai anak-anak terang. Allah senantiasa menempatkan kedudukan kita sebagai dasar dari perilaku kita.

* Ef 5:8 - Kamu tahu // Baik hamba maupun orang merdeka
Kamu tahu. Ini adalah kata penghubung sebab akibat - sebab kamu mengetahui bahwa tersedia upah bagi mereka yang melayani Kristus dengan setia. Baik hamba maupun orang merdeka. Kedudukan. seseorang di dunia ini tidak ada hubungannya dengan kesetiaan dirinya kepada Tuhan dan dengan upah atas kesetiaannya tersebut.

* Ef 5:9 - Terang hanya berbuahkan
Terang hanya berbuahkan. Beberapa naskah menerjemahkannya dengan buah Roh (bdg. Gal. 5:22-23).

* Ef 5:9 - Dan kamu tuan-tuan // Perbuatlah, demikian // mereka // ancaman // Ingatlah // Bahwa ... Tuhan kamu
Dan kamu tuan-tuan. Di sini kewajiban para juragan ditekankan. Perbuatlah, demikian juga kepada mereka. Sisi positifnya, menunjukkan aspek timbal balik dari kewajiban ini. Jauhkanlah ancaman. Hal yang tidak boleh dilakukan oleh para juragan. Ingatlah. Yakni, karena kamu mengetahui. Bahwa ... Tuhan kamu. Para juragan memiliki Juragan mereka sendiri. Yaitu Tuhan (Kurios). Dia tidak memandang muka (bdg. Kol. 4:1). Semua hubungan praktis ini mengalir dari keadaan dipenuhi Roh Kudus sebagaimana dikemukakan dalam 5:18.

* Ef 5:10 - Ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan
Ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. Berkenan kepada Tuhan merupakan kriteria atau patokannya (bdg. II Kor. 5:9 di mana dipakai ungkapan yang sama).

* Ef 5:1-2 - Nasihat untuk Hidup dalam Kasih
Di bagian akhir pasal sebelumnya kita telah membaca beberapa nasihat penting, dan nasihat-nasihat itu dilanjutkan di dalam pasal ini, secara khusus:
        I. Di sini kita membaca sebuah nasihat perihal kasih satu sama lain dan perbuatan kasih (ay. 1-2).
        II. Nasihat terhadap segala bentuk kecemaran, disertai dengan alasan-alasan yang tepat dan jalan keluar yang dianjurkan untuk melawan dosa-dosa semacam itu. Lebih lanjut ditambahkan juga beberapa peringatan serta kewajiban-kewajiban lain yang dianjurkan (ay. 3-20).
        III. Rasul Paulus menasihati supaya kewajiban-kewajiban terhadap sesama di dalam keluarga dilakukan dengan penuh kesadaran hati nurani (ay. 21 dan seterusnya sampai bagian awal pasal berikutnya).

Nasihat untuk Hidup dalam Kasih (5:1-2)
    Di sini kita temukan nasihat mengenai saling mengasihi atau kasih Kristen. Rasul Paulus telah menegaskan hal ini di dalam pasal sebelumnya, khususnya di dalam ayat-ayat terakhir pasal tersebut, yang ditunjukkan dengan penggunaan kata sebab itu yang digunakan sebagai kata sambung untuk menghubungkan apa yang telah ia katakan di dalam pasal sebelumnya dengan apa yang terkandung di dalam ayat-ayat di atas ini, "Sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu, sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, atau penurut-penurut teladan-Nya (TL)." Begitulah arti yang dimaksudkan oleh kata itu. Orang-orang saleh harus meneladani Allah yang mereka sembah, sepanjang Ia telah menyatakan Diri-Nya sebegitu rupa supaya dapat mereka tiru atau teladani. Mereka harus menyelaraskan diri dengan teladan-teladan-Nya, dan memperbarui kembali gambar Allah di atas diri mereka. Hal ini dapat mendatangkan kehormatan bagi hidup beragama kita, bahwa agama itu meneladani Allah. Kita harus menjadi kudus, sama seperti Allah yang kudus, bermurah hati sama seperti Dia yang murah hati, menjadi sempurna seperti Dia yang sempurna. Tetapi tidak ada satu pun sifat Allah yang lebih dianjurkan untuk kita teladani selain kebaikan-Nya. Jadilah kamu penurut-penurut Allah, atau berusahalah menyerupai Dia dalam setiap anugerah, khususnya di dalam kasih-Nya serta di dalam kebajikan-Nya dalam mengampuni. Allah adalah kasih, dan barang siapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah, dan Allah di dalam dia. Dengan demikian Ia telah menyatakan nama-Nya, yaitu Pengasih dan penyayang, dan berlimpah kasih setia. Seperti anak-anak yang kekasih, seperti anak-anak (yang biasa dikasihi dengan berlimpah-limpah oleh orangtua mereka) biasanya menyerupai orangtua mereka di dalam raut muka dan air muka wajah mereka, dan di dalam kecenderungan hati serta sifat-sifat pemikiran mereka. Atau menjadi seperti anak-anak Allah yang dikasihi dan disayangi oleh Bapa sorgawi mereka. Anak-anak diharuskan untuk meneladani orangtua mereka dalam hal yang baik, khususnya ketika anak-anak itu sangat dikasihi oleh mereka. Watak anak-anak Allah yang kita sandang mengharuskan kita untuk dapat menyerupai Dia, khususnya di dalam kasih dan kebaikan-Nya, di dalam belas kasihan dan kesediaan untuk mengampuni. Dan hanya mereka yang menyerupai Dia di dalam hal-hal inilah yang pantas menjadi anak-anak yang kekasih. Selanjutnya dikatakan, dan hiduplah di dalam kasih (ay. 2). Sifat-sifat menarik yang bersifat ilahi ini harus memimpin dan memengaruhi keseluruhan tingkah laku hidup kita, artinya kita harus berjalan di dalamnya. Harus menjadi asas yang mendasari semua tindakan kita, harus memimpin kita menuju tujuan yang ingin kita capai. Kita harus lebih berhati-hati dalam membuktikan ketulusan kasih kita satu sama lain. Sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kita. Di sini Rasul Paulus mengarahkan kita kepada Kristus sebagai contoh yang harus diteladani oleh orang-orang Kristen. Di dalam Dia kita mendapati contoh kasih yang tanpa pamrih dan paling melimpah yang pernah ada, yakni kasih-Nya yang agung yang dengannnya Ia telah mengasihi kita. Kita semua mengambil bagian bersama di dalam kasih itu, dan mendapat bagian dari penghiburan kasih itu. Dan itulah sebabnya mengapa kita harus saling mengasihi satu sama lain, karena Kristus telah mengasihi kita semua dan telah memberikan teladan kasih-Nya yang seperti itu kepada kita. Sebab, Dia telah menyerahkan diri-Nya untuk kita. Rasul Paulus sengaja memperluas pokok bahasan ini, sebab perkara apa lagi yang lebih dapat membawa sukacita ketika direnungkan selain ini? Kristus telah menyerahkan diri-Nya untuk mati bagi kita, dan kematian Kristus merupakan korban penebusan yang agung: sebagai persembahan dan korban bagi Allah. Suatu persembahan, bahkan korban, korban pendamaian, untuk menebus kesalahan kita, yang telah dilambangkan sebelumnya di dalam persembahan dan korban yang sah menurut hukum Taurat. Dan korban-Nya itu adalah persembahan dan korban yang harum. Beberapa orang berpendapat bahwa persembahan untuk penghapus dosa itu tidak pernah dikatakan berbau harum, tetapi ini yang dikatakan, yaitu tentang Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Ketika Ia mempersembahkan diri-Nya dengan suatu maksud supaya dapat diterima oleh Allah, maka Allah menerima-Nya, senang dan dipuaskan dengan korban itu. Perhatikanlah, sebagaimana korban Kristus berhasil untuk diterima oleh Allah, maka begitu jugalah teladan-Nya akan membawa hasil bagi kita, dan kita harus meneladani-Nya dengan hati-hati.

* Perlindungan terhadap Kecemaran (5:3-20)

    Ayat-ayat ini memuat sebuah peringatan terhadap segala bentuk kecemaran dengan disertai jalan keluar dan alasan-alasan tepat yang diajukan. Lebih lanjut, ditambahkan pula beberapa peringatan serta beberapa kewajiban lain yang dianjurkan. Hawa nafsu yang cemar harus dikalahkan, supaya dapat mendukung kasih yang kudus. Hiduplah di dalam kasih, dan hindarilah percabulan dan rupa-rupa kecemaran. Percabulan adalah kebodohan yang dilakukan di antara orang-orang yang belum menikah. Rupa-rupa kecemaran meliputi segala jenis hawa nafsu yang cemar, yang sudah terlampau biasa dilakukan di antara bangsa-bangsa kafir. Atau keserakahan, yang demikian berkaitan dengan kejahatan lainnya, dan dikatakan sebagai suatu hal yang disebut saja pun jangan. Beberapa orang memahaminya sebagai penggunaan dalam gaya bahasa murni kitab suci tentang hawa nafsu yang tidak wajar. Ada juga yang memahami hal itu dengan akal yang lebih sehat, yaitu hasrat yang kuat untuk memperoleh keuntungan atau cinta yang tidak pernah terpuaskan akan kekayaan. Hal seperti ini dianggap sebagai perzinahan rohani. Karena dengan dosa keserakahan ini, jiwa yang sebenarnya telah dipertunangkan dengan Allah, kemudian menjadi tersesat dan meninggalkan Dia, serta mendekap dada perempuan asing. Itulah sebabnya mengapa orang-orang yang sangat tertarik kepada perkara-perkara duniawi dan mementingkan perkara-perkara jasmaniah disebut sebagai orang-orang yang berzinah: Hai kamu yang disifatkan seperti orang berzinah, tiadakah kamu ketahui bahwa persahabatan dengan dunia ini, ialah perseteruan dengan Allah? (Yak. 4:4b, TL). Nah, dosa-dosa seperti ini harus diwaspadai dengan sangat dan dibenci sejadijadinya. Disebut saja pun jangan di antara kamu, harus ditolak dengan rasa jijik, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus, orang-orang suci, yang dipisahkan dari dunia ini dan dipersembahkan kepada Allah. Rasul Paulus tidak saja memperingatkan tentang perbuatan-perbuatan dosa yang besar, tetapi juga dosa-dosa yang cenderung dianggap remeh dan dapat dimaafkan. Demikian juga perkataan yang kotor (ay. 4), yang dapat diartikan sebagai berbagai bentuk isyarat badan dan tingkah laku yang tidak pantas. Yang kosong atau yang sembrono, yaitu percakapan yang cabul dan kotor, atau yang lebih umum dilakukan orang adalah semacam percakapan sia-sia yang menunjukkan banyak kebodohan dan kesembronoan, dan jauh dari mendidik. Kata Yunani yang dipakai, yaitu eutrapelia adalah kata yang sama seperti yang digunakan oleh Aristoteles di dalam karyanya Ethics, yaitu membuat percakapan yang menyenangkan dan bermoral. Tidak diragukan lagi yang tidak dilarang Rasul Paulus di sini adalah senda gurau yang baik dan tidak menyinggung perasaan orang lain. Sebagian orang beranggapan bahwa yang dimaksud Rasul Paulus adalah kata-kata yang tidak senonoh dan kasar yang cenderung membeberkan keadaan orang lain supaya tampak menggelikan. Ini ada benar juga, tetapi dari konteks di sini tampaknya artinya dibatasi pada senda gurau yang kotor dan cabul, yang juga disebutkan oleh Rasul Paulus sebagai percakapan yang kotor, atau buruk dan busuk (4:29). Mengenai hal-hal ini ia berkata, karena hal-hal ini tidak pantas. Memang percakapan demikian banyak tidak pantasnya di situ, bahkan sangat jahat. Percakapan-percakapan itu jauh dari menguntungkan sehingga malah mencemari dan meracuni orang-orang yang mendengarkan. Tetapi yang dimaksudkan sebenarnya adalah, hal-hal itu tidak patut bagi orang-orang Kristen, dan sangat tidak cocok dengan pengakuan iman dan watak mereka. Orang-orang Kristen diperbolehkan bergembira dan bersenang-senang, namun mereka harus bersuka ria dengan bijaksana. Rasul Paulus menambahkan, tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. Biarlah kegembiraan orang Kristen dijauhkan sejauh mungkin dari kejenakaan yang bersifat cabul dan tidak senonoh, supaya ia dapat menggembirakan pikirannya serta membuat dirinya bersuka ria dengan tetap ingat untuk berterima kasih atas kebaikan dan belas kasihan Allah kepadanya, dan memuji dan membesarkan Dia atas hal-hal ini. Perhatikanlah,
        1. Kita harus menggunakan semua kesempatan untuk memberi ucapan syukur dan pujian kepada Allah atas kebaikan dan kemurahan-Nya kepada kita.
        2. Merenungkan kasih karunia dan kebaikan Allah kepada kita, dengan maksud untuk menggairahkan rasa syukur kita kepada-Nya, sangat baik untuk menyegarkan dan menggembirakan pikiran orang Kristen dan membuatnya bersukacita. Dr. Hammond (pujangga gereja di Inggris abad ketujuh belas � pen.) berpendapat bahwa eucharistia umumnya dapat berarti percakapan yang mulia, saleh, dan rohaniah, yang berlawanan dengan apa yang dicela oleh Rasul Paulus itu. Kegembiraan kita tidak boleh meledak menjadi sesuatu yang sia-sia dan penuh dosa serta menodai nama Allah, tetapi harus tampak seperti yang seharusnya menjadi ciri orang Kristen dan dapat memberi kemuliaan bagi-Nya. Apabila orang lebih dipenuhi oleh ungkapan-ungkapan yang baik dan saleh, dengan sendirinya mereka tidak akan mudah mengucapkan kata-kata yang menyakitkan dan tidak pantas. Sebab, bukankah berkat dan kutuk, ketidaksenonohan dan ucapan syukur, keluar dari mulut yang sama?
        I. Untuk membentengi kita terhadap dosa-dosa kecemaran dan sebagainya, Rasul Paulus menegaskan beberapa alasan dan memberikan beberapa penangkal, sebagai berikut,
            1. Ia mendesakkan beberapa alasan, seperti
                (1) Ingatlah bahwa dosa-dosa ini menutup pintu sorga bagi orang-orang yang melakukannya: Karena itu ingatlah ini baik-baik, dan seterusnya (ay. 5). Mereka telah mengetahuinya, karena mereka telah diberi tahu sebelumnya melalui pengajaran agama Kristen. Mengenai orang serakah, beberapa orang memahaminya sebagai orang yang tak bermoral yang penuh nafsu birahi, yang memperturutkan hatinya di dalam hawa nafsu kotor yang biasanya dikaitkan dengan perbuatan orang kafir dan penyembah berhala. Sebagian orang lain lagi memahami perkataan orang serakah itu sesuai apa yang diartikan secara umum. Orang seperti itu dianggap sebagai penyembah berhala karena pada dirinya ada penyembahan berhala secara rohani yang berupa perbuatan mengasihi dunia ini. Sebagaimana orang rakus yang suka makan minum menjadikan perutnya sebagai ilah, begitu jugalah orang yang tamak menjadikan uang sebagai ilahnya. Hati dan perasaannya terpatri pada uang, dan ia menaruh pengharapan, kepercayaan, dan kegembiraan di dalam barang duniawi, yang seharusnya ditujukan hanya kepada Allah saja. Bukannya menyembah Allah, orang-orang seperti itu malah menyembah Mamon. Mengenai orang-orang demikian dikatakan bahwa mereka tidak mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah, artinya, Kerajaan Kristus, yang adalah Allah, atau kerajaan yang pada hakikatnya adalah milik Allah, dan milik Kristus, sebab Dia menjadi Pengantara, yang telah dibeli Kristus dengan pengorbanan-Nya dan yang telah dianugerahkan Allah kepada-Nya. Di sini (seperti juga sering di tempat lain dari Kitab Suci) sorga digambarkan seperti sebuah kerajaan berkenaan dengan keunggulan dan kemuliaannya, kepenuhan dan kecukupannya, dan seterusnya. Di dalam kerajaan ini, orang-orang kudus dan hamba-hamba Allah memiliki bagian harta warisan. Sebab harta itu adalah bagian orang-orang kudus di dalam kerajaan terang. Namun, orang-orang yang tidak mau bertobat, dan membiarkan diri mereka tetap tinggal di dalam nafsu kedagingan atau cinta akan dunia ini, sesungguhnya bukanlah orang-orang Kristen, sehingga mereka tidak menjadi milik kerajaan kasih karunia itu, dan sama sekali tidak akan pernah masuk ke dalam kerajaan kemuliaan itu. Oleh karena itu, marilah kita dengan penuh semangat berjaga-jaga terhadap dosa-dosa yang dapat mencegah dan menghalangi kita masuk ke dalam sorga.
                (2) Dosa-dosa ini mendatangkan murka Allah ke atas orang-orang yang bersalah karena melakukannya: "Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, dan seterusnya (ay. 6). Jangan biarkan siapa pun juga memperdaya kamu, seakan-akan hal-hal seperti itu dapat diterima dan diperbolehkan di antara orang-orang Kristen, atau seakan-akan hal-hal seperti itu tidak terlampau menggusarkan dan menyakiti hati Allah, atau seakan-akan kamu dapat memperturutkan hatimu di dalam dosa-dosa itu serta dapat meluputkan diri dan bebas dari hukuman. Semua ini adalah kata-kata hampa." Amatilah, orang-orang yang menyesatkan diri sendiri dan orang lain dengan harapan dapat membebaskan diri dari hukuman dosa, hanyalah menipu diri sendiri dan orang lain. Dengan cara demikianlah Iblis memperdayai orangtua pertama kita dengan kata-kata hampa ketika ia berkata kepada mereka, Sekali-kali kamu tidak akan mati. Sungguh, itu adalah kata-kata hampa. Sebab siapa yang mempercayai kata-kata itu akan mendapati dirinya diperdayakan secara menyedihkan, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. Mungkin yang dimaksudkan oleh Rasul Paulus dengan orang-orang durhaka itu adalah bangsa-bangsa kafir yang tidak percaya dan menolak untuk menaati dan menyerahkan diri kepada Injil, atau dalam pengertian yang lebih umum, yaitu orang-orang berdosa yang tegar tengkuk, yang tidak mau diperbaiki, tetapi lebih suka menjadi orang-orang durhaka. Kedurhakaan itu merupakan kejahatan dari dosa itu sendiri. Dan menurut ungkapan Ibrani, orang-orang berdosa seperti itu disebut sebagai orang-orang durhaka, dan orang-orang semacam itu memang sudah demikian adanya sejak masa kanak-kanak mereka, tersesat segera setelah dilahirkan. Murka Allah datang ke atas mereka, akibat dosa-dosa mereka. Adakalanya murka itu datang dalam kehidupan di dunia ini, namun lebih khusus lagi murka itu akan mereka alami di dalam kehidupan yang akan datang. Jadi, masih beranikah kita menganggap ringan hal-hal yang akan membawa kita berada di bawah murka Allah? Oh, jangan. Janganlah kamu berkawan dengan mereka (ay. 7). "Jangan mengambil bagian dengan mereka di dalam dosa-dosa mereka, supaya kamu tidak mendapat bagian di dalam hukuman mereka." Kita berkawan dengan orang lain di dalam dosa-dosa mereka, tidak saja ketika kita hidup di dalam dosa yang sama seperti mereka, menyetujui dan mengikuti godaan dan ajakan mereka untuk berbuat dosa, tetapi juga ketika kita mendukung mereka dalam dosa-dosa mereka, mendorong mereka berbuat dosa, dan tidak menghalangi dan menghindari mereka, sejauh kita memiliki kemampuan untuk melakukannya.
                (3) Perhatikan baik-baik bagaimana orang-orang Kristen harus hidup dengan cara yang berbeda dari yang dilakukan oleh orang-orang berdosa semacam itu: Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang, dan seterusnya (ay. 8). Artinya, "Perbuatan-perbuatan semacam itu sangat tidak cocok dengan keadaanmu sekarang, sebab dahulu, sebagai bangsa-bangsa yang belum dilahirbarukan keadaanmu dipenuhi dengan kegelapan, tetapi sekarang kamu telah mengalami suatu perubahan besar." Rasul Paulus menggambarkan keadaan mereka sebelumnya secara kiasan sebagai kegelapan, untuk menyatakan kegelapan besar yang menyelimuti mereka. Mereka menjalani kehidupan yang jahat dan duniawi, tidak mempunyai terang pengajaran, tanpa pencerahan, dan kasih karunia Roh yang mulia di dalam diri mereka. Perhatikan baik-baik, keadaan dosa adalah keadaan kegelapan. Orang-orang berdosa, dapat disamakan seperti orang-orang yang tengah berada di dalam kegelapan, mereka tidak tahu harus pergi ke mana serta tidak tahu harus berbuat apa. Namun, kasih karunia Allah menghasilkan perubahan yang dahsyat di dalam jiwa mereka: Sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan, diterangi oleh firman dan Roh Allah supaya selamat. Sekarang, begitu kamu percaya kepada Kristus dan menerima Injil, Hiduplah sebagai anak-anak terang. Menurut kebudayaan Ibrani, yang dimaksud dengan anak-anak terang adalah orang-orang yang berada di dalam keadaan terang, dilengkapi dengan pengetahuan dan kekudusan. "Sekarang, sesudah kamu menjadi seperti itu, hendaklah perilakumu sesuai dengan keadaan dan kehormatanmu, serta hiduplah sesuai dengan kewajibanmu, seturut pengetahuan dan hak-hak istimewa yang kamu nikmati, dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan (ay. 10), dengan memeriksa dan mencari dengan rajin apa yang telah dinyatakan Allah sebagai kehendak-Nya, dan tunjukkanlah bahwa kamu menyetujuinya dengan menyesuaikan diri dengan keadaan itu." Perhatikan baik-baik, kita tidak boleh hanya merasa gentar dan menghindari apa yang tidak disukai Allah saja, tetapi harus menyelidiki dan memperhatikan juga apa yang berkenan kepada-Nya, dengan menyelidiki Kitab Suci dengan pandangan seperti itu, sehingga kita terus menjauhkan diri dari dosa-dosa ini.
            2. Rasul Paulus menguraikan beberapa penangkal untuk melawan dosa-dosa itu. Seperti,
                (1) Jika kita tidak mau dijerat oleh hawa nafsu kedagingan, kita harus mengeluarkan buah-buah Roh (ay. 9). Hal ini diharapkan dari anak-anak terang, bahwa dengan dicerahkan, mereka juga dikuduskan oleh Roh, dan kemudian mengeluarkan buah-Nya, yaitu buah kebaikan, kecenderungan untuk berbuat baik serta menunjukkan belas kasihan, dan keadilan, yang menunjukkan keadilan di dalam semua urusan. Jadi, dengan ketat mereka diharapkan demikian. Tetapi, pada umumnya agama seluruhnya memang menyangkut kebaikan dan keadilan, dan di dalamnya dan dengannya harus ada kebenaran, atau ketulusan dan kelurusan hati.

Label:   Efesus 5:1-10 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Minggu 30 September 2018 - XVIII Dob Trinitas - Kejadian 39:1-10

PREV:
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Minggu 16 September 2018, XVI Dob Trinitas - Rut 2: 8-16

Garis Besar Efesus





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 23 Juli - Yeremia 13; Mazmur 13,14

Hari ini, 23 Juli - Maz 85:5-11, Ezra 3-4, Kis 23:12-35, Ams 21:8-9

Arsip Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM 2018..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392




Beli Kaos C59. Klik Disni




Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH HUT KE-69 PELKAT GP GPIB & JUKLAK - Minggu, 28 Juli 2019
URAT PENGANTAR JUKLAK HUT KE-69 PELKAT GP, Petunjuk Pelaksanaan HUT GP ke 69 bersama jemaat, JUKLAK SERAGAM-LOGO-MARS PELKAT GP GPIB 2019, TATA IBADAH HUT KE 69 PELKAT GP, Pesan HUT ke 69 Pelkat GP
TATA IBADAH HARI MINGGU dan SYUKUR 38 TAHUN PELKAT PKB GPIB Minggu, 21 Juli 2019
Surat Pengantar Pengiriman Juklak HUT ke 38 PKB, JUKLAK HUT KE-38 Pelkat PKB, JUKNIS BMKB HUT KE-38, JUKNIS IHMPA di Bulan Khusus - HUTPKB 5-Pesan Dewan PKB - HUT ke 38 6-JUKLAK-KBA-pdr Evie 7-TATA IBADAH HUT KE 38 PELKAT PKB
MARS YAPENDIK GPIB | Lirik dan Video Lagu - MINGGU, 14 JULI 2019




Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Senin, 22 Juli 2019
Come As You Are - David Leonard

Senin, 22 Juli 2019
Over and Over - Influence Music, Matt Gilman

Senin, 22 Juli 2019
Bright - Allan Scott

Senin, 22 Juli 2019
Redeemed - Influence Music

Senin, 22 Juli 2019
Dancing on Top of the World - The Afters

Senin, 22 Juli 2019
Fighter - Danny Gokey

Senin, 22 Juli 2019
Misfits - Apollo LTD

Senin, 22 Juli 2019
Step Into Love - Tedashii, Sarah Reeves

Senin, 22 Juli 2019
King of Heaven - Mack Brock

Senin, 22 Juli 2019
Here I Am - North Point InsideOut, Kaycee Hines

Senin, 22 Juli 2019
Every Good Thing - For All Seasons

Senin, 22 Juli 2019
Honest - We Are Messenger

Senin, 22 Juli 2019
New Day - Danny Gokey

Senin, 22 Juli 2019
Just A Vapor - Branan Murphy

Senin, 22 Juli 2019
Perfectly - Branan Murphy

Senin, 22 Juli 2019
For Worse or Better - Stars Go Dim

Senin, 22 Juli 2019
Symphony - Newsboys

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



download lagu bagi yesus kuserahkan hidupku seluruhnya,   lagu-lagu pujian dengan tema pengampunan,   downlosd lagu rohani kidung jemaat vol 363,   downlosd lagu rohani kidung jemaat vol 363,   kunci gitar seindah siang disinari terang,   renungan MAZMUR 119 :17-32,   dowenload buku bahasa arab kelas 12,   jamita epistel minggu tgl 30 september 2018,   lagu kidung jemaat untuk pembuka,   lagu rohani mainoro senja membayg di batas hari,   lagu rohani mainoro senja membayg di batas hari,   lagu kidung jemaat untuk mengumpulkan persembahan,   Kotbah Yohanes 1:5-12,   renungan kejadian 3:19,   renungan kejadian 3:19,   Free Download Mp3 lagu betapa mulianya true worship,   khotbah lukas 6:37-42,   nyanyian rohani 107,   nyanyian rohani 107,   Renungan ft imamat 25:35-55,   lagu rohani untuk persembahan kolekte,   lagu sekolah minggu pengakuan dosa,   lagu sekolah minggu pengakuan dosa,   partitur koor batak natal,   Renungan ft imamat 25:35-55,   galatia 6:1-10 tema: tetap semangat,   lagu persembahan syukur,   khotbah hakim-hakim 7:2-9,   download lagu christ is risen,   kumpulan lagu rohani terbaru 2018 mp3,   kalender gereja 2019,   Jamita. 1 tessalonika 4:13-18,   khotbah mazmur 119:17-32,   khotbah mazmur 119:17-32,   download instrumen keybord lagu ro,   kumpulan lagu pentakosta,   ayat pengantar persembahan,   bahan khotbah 1 timotius 6 2b 10,   tata ibadah gereja gbi,   khotbah kristen wahyu 2 10,   khotbah kristen wahyu 2 10,   renungan kisah para rasul 1 1-5,   renungan imamat 25 8 13,   Tafsiran zakaria 8:9-13,   ayat pengantar persembahan,   lagu rohani hkbp chord,   lagu anak sekolah minggu 2019,   Lagu Kebaktian SATB,   kotbah hakim hakim 7 2 9,   khotbah yoh 5:1-8,   khotba kolose 1:15-28,   Renungan firman yesaya 55:6-13,   renungan kisah rasul 14 8 20,   angka nada lagu disabat yang ceria,   download mp3 kj 429,   lirik lagu Suara gembira nomor 42,   Suara gembira nomor 42,   renungan mazmur 119:17-32,   Free mp3 rohani,   engkaulah darah Dan juga berkat pengorbananmu layakkan ku yesus engkau tuhanku,   pujian syukur,   renungan harian Kristen arti sepadan,   pengkhotbah 7 ayat 11 sampai 12,   khotbah amsal 10 1 7,   instrumen buku ende,   instrumen buku ende,   santapan harian dr mazmur 119:17-32,   santapan harian dr mazmur 119:17-32,   lagu yang cocok untuk penutup ibadah,   www.download lagu rohani nada latuhari.com,   khotbah imamat 26 1-13,   Download lagu apapun yang terjadi didalam hidupku ini selalu ku katakan tuhan yesus baik,   khotbah imamat 26 1-13,   bahan khotbah kristen kisah para rasul 18 1 17,   bahan khotbah kristen kisah para rasul 18 1 17,   renungan imamat 26:1-13,   khotbah amos 7 : 1 - 3,   khotbah yeremia 31 16,   lagu penutup ibadah,   renungan dari Mazmur 29:1-11,   lagu penutup ibadah,   khotbah dalam kolose 1 15 23,   kumpulan kotbah kitah yohanes,   renungan imamat 26:1-13,   renungan Ulangan 6 :16-25,   judul lagu sekolah minggu gki hom hom,   kis 14:21-28,   renungan amsal 4:13-27,   lagu pernikahan Rohani kristen,   bahan khotbah gbkp bekasi - denpasar tgl 28 Juli 2019,   renungan kisah pararasul 8:4-25,   doa berkat penutup ibadah,   songwriter berkatilah keluargaku,   songwriter keluarga hidup indah,   lagu penutup ibadah,   lagu penutup ibadah,   tafsiran alkitab mazmur 36,   not angka pkj 255,   not angka pkj 255,   naot angka pkj 255,   kidung keesaan damai di dunia,   lirik mnr2 76,   kolose 1 15-23,   lirik nr 76 ,   lirik nr 76 ,   kotbah kisah para rasul 18 :24-28,   khotbah kolose 1 18,   lagu rohani bersyukur,   khotba imamat 26;1-13,   materi khotbah ulangan 6:16-25,   lirik nr 76,   materi hotbah ulangan 1:16-25,   Jamita Minggu Panguhum 7:2-9,   lirik nr 76 ,   lirik nr 76 ,   yang kunanti datangmu lagu rohani download gratis,   khotbah ulangan 6 : 6- 9,   khotbah ulangan 6 : 6- 9,   kolose 1 15-23,   lagu rohani tentang teladan,   lagu penutup ibadah,   lagu penutup ibadah,   lagu penutup ibadah,   lagu penutup ibadah,   renungan imamat 26:1-13,   jamita hakim-hakim 7:2-9,   khotbah kejadian 37:12-36,   Baca dan renugan minggu 2019 yohanes 6:1_15 yesus memberi makan lima ribu orang,   Bacaan dan renugan minggu pagi 2019 yohanes 6:1_15,   Bacaan dan renugan minggu pagi 2019 yohanes 6:1_15,   gunung di israel,   gunung di israel,   jamita panguhum 7:2-9 bahasa batak,   jamita panguhum 7:2-9 bahasa batak,   Hakimhakim 7,2-9.,   lagu penutupan ibadah,   kolose 1:7-2:5,   renungan kaum bapak tentang efesus 5:14-17,   lagu rohani pengutusan,   lagu praise gms,   khotbah hut 2019,   lagu praise gms,   download lagu ketika hatiku tlah disakiti mp3,   download lagu ketika hatiku tlah disakiti mp3,   Jamita sian panguhum 7 :2-9,   Jamita sian panguhum 7 :2-9,   Jamita sian panguhum 7 :2-9,   khotbah dari ulangan 6 : 16 - 25,   pujian syukur awal ibadah,   nyanyian rohani,   lagu sudah ku dapat sayang tuhan,   khotbah yakobus 1 2-12,   khotbah roma 3:1-8,   Ilustrasi Hakim-Hakim 7:2-9,   lagu untuk memberikan kolekte kristen,   renungan amos 5 : 24,   Kotbah Imamat 26:1-17,   download musik rohani let shine mp3,   mp3 untuk pkj 163,   dowenload lagu walau hanya sebentar tolong,   dowenload lagu walau hanya sebentar tolong,   download lagu gereja,   gita bakti 244 download mp3,   gita bakti 244 download mp3,   bahan khotbah imamat 26,   doa persembahan dlm perjamuan kudus,   kisah para rasul 14: 26-26,   Ilustrasi Hakim-Hakim 7:2-9,   lagu mars pelkat PA GPIB,   mars pa gpib,   ilusttasi renungan yakobus 12:2-12,