Save Page
2 Timotius 4:1-5
Penuhilah panggilan pelayananmu
4:1 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya: 4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. 4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. 4:4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. 4:5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!


Penjelasan:



* Allah dan Kristus: Para Saksi Tanggung Jawab Timotius (4:1).
Pengertian penugasan atau pemberian perintah untuk melanjutkan kesaksian ditekankan di bagian-bagian Alkitab yang penting: Musa menugaskan Israel (Ul. 29:1, 10; 30:11, 16), Musa menugaskan Yosua (Ul. 31:7, 8, 23). Yosua menugaskan Israel (Yos. 23:2, 6; 24:1, 26, 27), Samuel menugaskan Israel (I Sam. 12:1-25), Daud menugaskan Salomo (I Raj. 2:1-9; I Taw. 28:2-10, 20), Ezra menugaskan Israel (Neh. 8-10), Yesus menugaskan para rasul (Yoh. 13:34; 14-17). Menghakimi. Hak dan kemampuan untuk menghakimi semua orang hanya dimiliki oleh Allah; Kristus dengan jelas mengakui bahwa dirinya memiliki hak dan kemampuan tersebut (Mat. 7:21, 22; Yoh. 5:25-30). Pernyataan-Nya. Sanksi dari penugasan tersebut adalah kedatangan Kristus untuk kedua kalinya. Allah dan Kristus merupakan saksi-saksi ilahi, sehingga kedatangan-Nya kembali dan kerajaan-Nya merupakan perangsang yang sangat penting agar kita tetap setia. Kata pernyataan-Nya dipakai untuk kedatangan-Nya baik yang pertama (1:10) maupun yang kedua (4:1, 8; Tit. 2:13). Kerajaan memiliki berbagai tahapan: penghakiman (Mat. 25:31, 34, 40); kerajaan seribu tahun (I Kor. 15:24, 25); pemerintahan abadi atas langit. baru dan bumi baru (Why. 22:3).

* 2Tim 4:2
Lima perintah pendek dan tepat ini, yang sesuai dengan empat perintah lainnya pada ayat 5, merangkum semua tugas pelayanan: (1) Beritakan. Yang terutama ialah tugas pokok yang penting berupa menyampaikan berita utama sebagaimana dilakukan sendiri oleh Paulus (I Kor. 15:1-11) dan Yesus (Luk. 5:1; 8:11, 21). (2) Siap sedia Senantiasa siaga baik ketika suasana memungkinkan maupun tidak. (3) Nyatakan yang Salah. Terkait erat dengan menegur (3:16; lihat tafsirannya). istilah yang dipakai sama dengan Titus 1:9 ("meyakinkan"), 13 ("tegorlah"); 2:15 ("nasihatilah"); I Tim. 5:20 ("tegor"). (4) Tegorlah di Matius 12:16; Markus 8:30; 10:48, Lukas 9:21. Yang dimaksudkan ialah menilai atau meminta tanggung jawab. Gagasan intinya sering kali menyiratkan tuntutan ganti rugi manakala kesalahan ditunjukkan. (5) Nasihatilah sering kali diterjemahkan dengan hiburlah. Ini merupakan suatu permohonan mendesak yang serius di dalam setiap situasi kehidupan, dan hal itu dimungkinkan karena kehadiran sang Penghibur, yang nama-Nya merupakan bentuk berbeda dari kata yang sama. Frasa dengan segala kesabaran dan pengajaran jangan hanya dihubungkan dengan perintah terakhir saja, tetapi dengan semua lima perintah itu. Mengajar dengan sabar merupakan dasar paling kokoh untuk mencapai keberhasilan tertinggi dalam pelayanan (bdg. 2:25).

* Berbalik dari Kebenaran; Berpaling Kepada Dongeng (4:3, 4).
Desakan untuk mempertahankan kesetiaan da pengajaran yang benar menjadi makin diperlukan mengingat adanya bahaya kemurtadan di dalam gereja. Keinginan telinganya. Orang akan ingin mendengarkan hal-hal yang memuaskan keinginan berdosa mereka saja. Yesaya dengan kuat melukiskan sikap mereka ini pada 30:9-11. Guru-guru. Prinsipnya sama dengan prinsip Hosea: "seperti nasib rakyat demikian nasib imam" (4:9; Yer. 5:30, 31). Mengumpulkan artinya menambah jumlah, memiliki sejumlah besar guru palsu. 4. Kebenaran. Luar biasa orientasi yang terus-menerus dari Alkitab pada kebenaran, sebuah kata komprehensif untuk penyataan Allah yang berpusat pada Yesus Kristus. Dongeng. Dengan meninggalkan satu-satunya landasan hidup, maka pengharapan dan perilaku mereka akan dibangun di atas pasir, yaitu di atas dongeng (lihat tafsiran I Tim. 4:7). Di dalam II Petrus 1:16 dongeng dikontraskan dengan kebenaran Allah yang tertulis. Oleh karena itu, makin mendesaklah kebutuhan akan pengajaran yang besar.

* Empat Perintah (4:5).
Keempat perintah ini mengakhiri perintah Paulus kepada Timotius. (1) Kuasailah diri. Secara harfiah, jauhkan diri dari minum-minuman yang memabukkan, tetapi di semua pemakaian dalam Perjanjian Baru yang ditekankan adalah soal berjaga-jaga dan waspada. Ungkapan-ungkapan serupa yang terkait cukup jelas maksudnya: "berjaga-jaga dan radar" (I Tes. 5:6); "kuasailah dirimu dan jadilah tenang" (I Ptr. 4:7); serta "sadarlah dan berjaga-jagalah" (I Ptr. 5:8). (2) Sabarlah menderita. Ketiga pemakaian ungkapan ini oleh Paulus terdapat di dalam surat ini: "ikutlah menderita" (2:3); "menderita" (2:9). Perhatikan pula pemakaian kata ini pada 1:8; "ikutlah menderita." (3) Lakukanlah pekerjaan pemberita Injil. Jika yang dimaksudkan di sini adalah sebuah jabatan khusus (Kis. 21:8), maka daftar di Efesus 4:11 layak untuk diperhatikan, sebab lebih lengkap dari daftar yang sama di I Korintus 12:28: nabi, pemberita Injil. gembala sidang. pengajar disebutkan dibandingkan dengan hanya nabi, pengajar. Mungkin tugas-tugas ini saling tumpang-tindih: pemberita Injil sangat mungkin memiliki tugas di antara nabi dan 11 pengajar. Pengalaman hidup Timotius sudah mencakup banyak pemberitaan Injil, yang dilaksanakan bersamaan dengan tugas penggembala dan mengajar. (4) Tunaikanlah tugas pelayananmu. Ini adalah perintah untuk mengajar dan memberitakan Injil yang telah diberikan oleh Tuhan, dan dengan begitu ini adalah perintah yang penting dan luas di antara semua rangkaian perintah yang lain (bdg. Kis. 20:24).

* Kewajiban-kewajiban Seorang Hamba Tuhan; Pengharapan Rasul Paulus yang Penuh Sukacita (4:1-5)
    Amatilah,
        I. Betapa dengan sungguh-sungguh perintah ini dimulai (ay. 1): Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya. Perhatikanlah, orang-orang terbaik perlu dibangkitkan rasa hormatnya untuk menjalankan kewajiban mereka. Pekerjaan hamba Tuhan bukanlah suatu hal yang biasa-biasa saja, tetapi mutlak penting. Celakalah ia, jika ia tidak memberitakan Injil (1Kor. 9:16). Supaya bekerja dengan setia, Timotius harus mempertimbangkan,
            1. Bahwa mata Allah dan Yesus Kristus tertuju padanya: Di hadapan Allah dan Kristus Yesus, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu, yaitu "sebagaimana engkau mendambakan perkenanan Allah dan Yesus Kristus. Sebagaimana engkau ingin supaya dirimu berkenan pada Allah dan Yesus Kristus, dengan menjalankan kewajiban-kewajiban agama alami maupun agama wahyu. Sebagaimana engkau ingin membalas budi kepada Allah yang telah menciptakan engkau dan Tuhan Yesus Kristus yang telah menebus engkau."
            2. Ia memberi perintah kepada Timotius sebagaimana Timotius akan mempertanggungjawabkannya pada hari yang agung itu, dengan mengingatkan dia akan penghakiman yang akan datang, yang sudah diserahkan kepada Tuhan Yesus. Ia akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya, yaitu ketika Ia tampil dalam kerajaan-Nya. Sudah menjadi kepedulian semua orang, baik hamba-hamba Tuhan maupun jemaat, untuk memikirkan dengan sungguh-sungguh pertanggungjawaban yang harus segera mereka berikan kepada Yesus Kristus atas segala kepercayaan yang sudah diberikan kepada mereka. Kristus akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, yaitu mereka yang pada akhir zaman akan didapati hidup dan mereka yang akan dibangkitkan dari alam maut. Perhatikanlah,
                (1) Tuhan Yesus Kristus akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Bapa telah menyerahkan penghakiman seluruhnya kepada Anak, dan telah menentukan Dia untuk menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati (Kis. 10:42).
                (2) Ia akan menampakkan diri. Ia akan datang untuk kali kedua, dan itu akan menjadi penampakan yang mulia, seperti yang ditunjukkan dari kata epiphaneia.
                (3) Pada waktu itu kerajaan-Nya akan tampil dalam kemuliaannya: Demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya. Sebab saat itu Ia akan tampil dalam kerajaan-Nya, duduk di atas takhta, untuk menghakimi dunia.
        II. Apa isi perintah itu (ay. 2-5). Timotius diperintahkan,
            1. Untuk memberitakan firman. Ini merupakan pekerjaan hamba-hamba Tuhan. Sebuah wewenang sudah dipercayakan kepada mereka. Bukan gagasan-gagasan atau khayalan-khayalan mereka sendiri yang harus mereka beritakan, melainkan firman Allah yang murni dan jelas. Dan mereka tidak boleh menyelewengkan firman Allah. Sebaliknya, dalam Kristus mereka harus berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya (2Kor. 2:17).
            2. Untuk menegaskan apa yang dia beritakan, dan menekankannya dengan penuh kesungguhan pada para pendengarnya: "Siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah. Lakukanlah ini dengan roh yang menyala-nyala. Peringatkanlah orang-orang yang ada di bawah tanggung jawabmu untuk berjaga-jaga terhadap dosa, untuk menjalankan kewajiban mereka. Peringatkanlah mereka untuk bertobat, percaya, dan hidup kudus, dan lakukanlah ini baik atau tidak baik waktunya. Baik waktunya, yaitu ketika mereka sedang merasa senang untuk mendengarkan engkau, atau ketika datang suatu kesempatan istimewa yang menguntungkan untuk berbincang-bincang dengan mereka. Bahkan, lakukanlah itu meskipun tidak baik waktunya, sekalipun tampak tidak ada kemungkinan untuk menanamkan sesuatu pada mereka, karena siapa tahu Roh Allah akan menanamkan sesuatu pada mereka. Sebab angin bertiup ke mana ia mau. Taburkanlah benih kita pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tangan kita pada petang hari (Pkh. 11:6). Kita harus melakukannya ketika baik waktunya, yaitu jangan biarkan kesempatan berlalu begitu saja. Dan kita harus melakukannya meskipun tidak baik waktunya, yaitu kita tidak boleh mengesampingkan kewajiban dengan alasan waktunya tidak baik.
            3. Ia harus memberi tahu orang apa kesalahan-kesalahan mereka: "Nyatakanlah apa yang salah, tegorlah. Insyafkanlah orang-orang fasik dari kejahatan dan berbahayanya jalan-jalan mereka yang fasik. Berusahalah, dengan menghadapi mereka secara terus terang, untuk menuntun mereka bertobat. Tegurlah mereka dengan kesungguhan dan wewenang, dalam nama Kristus, supaya mereka melihat ketidaksenanganmu terhadap mereka sebagai tanda bahwa Allah marah dengan mereka."
            4. Ia harus membimbing, mendorong, dan menggugah orang-orang yang sudah memulai dengan baik. "Nasihatilah (yakinkanlah mereka untuk berpegang teguh dan bertahan sampai pada akhirnya) dan lakukanlah ini dengan segala kesabaran dan pengajaran."
                (1) Ia harus melakukannya dengan sangat sabar: Dengan segala kesabaran. "Jika engkau tidak segera melihat hasil dari usaha-usahamu, janganlah menyerah. Janganlah jenuh berbicara dengan mereka." Selama Allah menunjukkan segala kesabaran kepada mereka, hendaklah hamba-hamba Tuhan menasihati mereka dengan segala kesabaran.
                (2) Ia harus melakukannya secara masuk akal, bukan dengan perasaan, melainkan dengan pengajaran, yaitu "Untuk membuat mereka melakukan hal-hal yang baik, dan untuk menanamkan dasar-dasar ajaran yang baik pada mereka. Ajarkanlah kepada mereka kebenaran dalam Yesus, tuntun mereka untuk mempercayainya dengan teguh. Maka ini akan menjadi sarana yang baik untuk merebut mereka kembali dari kejahatan maupun untuk membawa mereka kepada kebaikan." Amatilah,
                    [1] Pekerjaan seorang hamba Tuhan terdiri atas macam-macam bagian: ia harus menyatakan apa yang salah, menegor, dan menasihati.
                    [2] Ia harus sangat tekun dan berhati-hati: ia harus siap sedia baik atau tidak baik waktunya. Ia tidak boleh enggan berjerih payah atau bekerja, tetapi justru harus bersegera untuk memperhatikan jiwa-jiwa dan kepentingan kekal mereka.
            5. Ia harus menguasai diri dalam segala hal. "Carilah kesempatan untuk berbuat baik kepada mereka. Janganlah karena lalai, engkau biarkan kesempatan yang baik berlalu begitu saja. Perhatikanlah pekerjaanmu. Berjaga-jagalah terhadap godaan-godaan Iblis, yang dapat mengalihkan kamu dari pekerjaanmu. Jagailah jiwa orang-orang yang dipercayakan di bawah tanggung jawabmu."
            6. Ia harus sadar bahwa penderitaan pasti akan datang, dan ia harus bertahan menghadapinya, dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Kakopathēson, bertahanlah dengan sabar. "Janganlah berkecil hati akibat kesulitan-kesulitan yang engkau hadapi, tetapi tanggunglah itu dengan jiwa yang lapang. Biasakanlah dirimu untuk menghadapi kesulitan."
            7. Ia harus ingat akan pekerjaannya, dan menjalankan kewajiban-kewajibannya: Lakukanlah pekerjaan pemberita Injil. Pekerjaan pemberita Injil adalah, sebagai wakil para rasul, menyirami jemaat-jemaat yang sudah ditanamkan oleh para rasul. Mereka bukanlah gembala yang menetap, tetapi hanya untuk sementara waktu tinggal, dan memimpin, di jemaat-jemaat yang sudah ditanamkan oleh para rasul, sampai mereka mendapatkan pelayanan yang tetap. Inilah pekerjaan Timotius.
            8. Ia harus menggenapi pelayanannya: Tunaikanlah tugas pelayananmu! Itu merupakan suatu kepercayaan yang besar yang diberikan kepadanya, dan karena itu ia harus memenuhinya, dan menjalankan semua bagian dari pekerjaannya dengan tekun dan penuh perhatian. Amatilah,
                (1) Seorang hamba Tuhan harus sadar bahwa penderitaan-penderitaan pasti akan datang ketika ia menjalankan kewajibannya dengan setia.
                (2) Ia harus menanggung penderitaan-penderitaan itu dengan sabar, seperti seorang pahlawan Kristen.
                (3) Penderitaan-penderitaan ini tidak boleh membuatnya berkecil hati dalam pekerjaannya, sebab ia harus melakukan pekerjaannya, dan menggenapi pelayanannya.
                (4) Cara terbaik untuk menunaikan pelayanan kita adalah dengan menggenapinya, dengan memenuhi semua bagiannya dengan pekerjaan yang sebagaimana mestinya.
        III. Alasan-alasan untuk menegaskan perintah itu.
            1. Karena kesalahan dan bidah mungkin akan merambat masuk ke dalam jemaat, yang olehnya pikiran banyak orang pemeluk Kristen akan dirusakkan (ay. 3-4): "Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat. Oleh sebab itu, gunakanlah waktu sekarang, selagi mereka dapat menerimanya. Bersibuk-sibuklah sekarang, sebab sekaranglah waktunya menabur. Apabila ladang-ladang sudah menguning dan matang untuk dituai, ayunkanlah sabit, sebab kesempatan emas saat ini akan segera berlalu. Orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat. Akan ada orang-orang yang mengumpulkan guru-guru menurut kehendak mereka, dan akan memalingkan telinga mereka dari kebenaran. Oleh karena itu, amankanlah sebanyak mungkin orang yang bisa engkau amankan, supaya apabila badai taufan ini melanda, mereka dapat berdiri teguh dan terhindar dari kemurtadan." Jemaat harus mendengar, dan hamba-hamba Tuhan harus mengajar, untuk menghadapi waktu yang akan datang, dan berjaga-jaga melawan segala kejahatan yang mungkin akan timbul nanti, walaupun itu belum muncul sekarang. Mereka akan memalingkan telinga dari kebenaran. Mereka akan jenuh dengan Injil Kristus yang lama dan jelas, dan akan menginginkan dongeng-dongeng dengan tamak, dan senang melahapnya. Lalu Allah akan membiarkan mereka dalam kesesatan-kesesatan itu, karena mereka tidak menerima kebenaran dan mencintainya (2Tes. 2:11-12). Amatilah,
                (1) Guru-guru ini mereka kumpulkan sendiri, dan bukan diutus oleh Allah. Merekalah yang memilih guru-guru itu, untuk memuaskan nafsu dan keinginan telinga mereka yang gatal.
                (2) Orang melakukan ini apabila mereka tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, ajaran yang menuntut pemeriksaan batin, ajaran yang jelas, dan yang tepat sasaran. Mereka akan mengumpulkan guru-guru mereka sendiri.
                (3) Ada perbedaan besar antara firman Allah dan perkataan guru-guru seperti itu. Firman Allah adalah ajaran sehat, perkataan yang benar, sedangkan perkataan guru-guru itu hanyalah dongeng.
                (4) Orang-orang yang membuka diri bagi dongeng pertama-tama memalingkan telinga mereka dari kebenaran, sebab mereka tidak dapat mendengar dan memikirkan kedua-duanya sekaligus, sama seperti mereka tidak dapat melayani dua tuan. Bahkan, terlebih lagi dikatakan, mereka akan diarahkan pada dongeng (KJV). Allah dengan adil membiarkan orang membuka diri bagi dongeng jika mereka jenuh dengan kebenaran, dan membiarkan mereka disesatkan dari kebenaran oleh dongeng.

Label:   2 Timotius 4:1-5 





NEXT:
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM - Minggu 14 Oktober 2018, XX Dob Trinitas - Yosua 1:6-9

PREV:
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Minggu 30 September 2018 - XVIII Dob Trinitas - Kejadian 39:1-10

Garis Besar 2 Timotius

Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan





  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Arsip Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM 2018..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    Lagu Kotbah




    songbatak.com-karaoke



    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ, ADV (Himnario Adventista)*, HC*,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI



    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)






    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)


    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,