Save Page

Titus 3:4-7
3:4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, 3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, 3:6 yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, 3:7 supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.

Penjelasan:



* Memperagakan Doktrin yang Benar: Akar dan Buahnya
Di sini Paulus mengawali sebuah paragraf baru yang membahas cara hidup benar yang menurutnya, harus didorong oleh teladan tentang ketidaklayakan kita dan perlakuan Allah terhadap kita dengan penuh kemurahan dan kasih. Paulus menjelaskan (ay. 8) bahwa tujuan dari doktrin Kristen ialah agar orang-orang percaya dapat menunjukkan perbuatan baik. Kasih karunia Allah merupakan akar, sedangkan perbuatan baik adalah buahnya. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa di sini kita menjumpai sebuah rangkuman doktrin yang menakjubkan (sejalan dengan rangkuman di dalam pasal sebelumnya tentang kasih karunia Allah). Mutiara ini, yaitu lukisan yang cemerlang tentang kemurahan Allah kepada kita ini (ay. 4-7),

*  Dorongan Melakukan Beberapa Kewajiban; Sifat Keadaan yang Belum Diperbarui; Makna dan Asal Keselamat
Di sini terdapat kewajiban-kewajiban umum yang mengikat orang Kristen, beserta alasan-alasannya (ay. 1-8). Apa yang harus dihindari oleh Titus dalam pengajarannya, dan bagaimana dia harus menangani orang yang murtad, dengan beberapa pengarahan (ay. 9- 14), dan salam penutup (ay. 15).

Dorongan Melakukan Beberapa Kewajiban; Sifat Keadaan yang Belum Diperbarui; Makna dan Asal Keselamatan; Kelahiran Kembali; Pembenaran. (3:1-8)

    Inilah pokok pembicaraan keempat dalam surat kepada Titus ini. Rasul Paulus sudah memberi petunjuk kepada Titus bagaimana menjelaskan kewajiban-kewajiban istimewa beberapa macam orang. Kini dia meminta Titus untuk menasihati mereka semua mengenai perkara yang lebih umum yang harus mereka indahkan, yaitu ketaatan dan ketundukan kepada orang-orang yang berkuasa, kesediaan untuk berbuat baik, dan bersikap lemah lembut serta ramah terhadap semua orang. Semua ini merupakan hal-hal yang indah dan baik dalam agama. Karena itulah, Titus harus mengingatkan mereka semua mengenai hal-hal tersebut. Para hamba Tuhan berperan untuk mengingatkan jemaat akan tugas mereka. Sebagaimana mereka mengingatkan umat manusia di hadapan Allah melalui doa (Yes. 62:6), demikian pula mereka adalah mengingatkan manusia mengenai Allah dalam pemberitaan mereka: aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu (2Ptr. 1:12). Melalaikan kewajiban merupakan kelemahan yang sering ditemukan, karena itulah orang-orang perlu diingatkan dan didorong untuk melakukan kewajiban mereka. Inilah kewajiban-kewajiban itu, beserta alasan-alasan yang mendasarinya.
        I. Kewajiban-kewajiban itu sendiri, yang harus diingatkan pada mereka.
            1. Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa. Pemerintahan merupakan ketetapan Allah demi kebaikan semua orang, dan karena itu harus dihormati dan ditaati oleh semua orang, bukan semata karena diancam atau terpaksa, melainkan dengan sukarela dan seturut hati nurani. Pemerintah, dan penguasa, dan orang-orang yang berkuasa, yaitu seluruh penguasa sipil atau negara, baik yang tertinggi, pemimpin, ataupun bawahannya, dalam pemerintahan di mana mereka tinggal, dalam bentuk apa pun, harus mereka taati dan patuhi dalam hal-hal yang sesuai dengan hukum dan yang jujur, serta yang memang diharuskan oleh jabatan para pemimpin itu. Agama Kristen disalahartikan oleh para penentangnya sebagai agama yang merugikan hak-hak penguasa dan pemerintah, cenderung memecah-belah dan menentang, serta ingin memberontak melawan penguasa yang sah. Karena itulah, untuk membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh dan mulut-mulut para musuh yang jahat itu, orang-orang Kristen harus diingatkan untuk menjadi teladan dalam kepatuhan dan ketaatan kepada pemerintah yang berkuasa atas mereka. Keinginan alamiah untuk bebas harus dituntun dan dibatasi oleh akal budi dan Kitab Suci. Hak-hak istimewa rohani tidak membatalkan atau melemahkan kewajiban-kewajiban mereka sebagai warga negara, melainkan justru meneguhkan dan menguatkannya: "Karena itu ingatkanlah mereka supaya tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa." Dan,
            2. Supaya taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik. Sebagian orang mengartikan hal ini sebagai segala pekerjaan baik yang diharuskan oleh para penguasa dan di dalam lingkungan mereka: "Apa pun yang cenderung menyebabkan keteraturan, menggalakkan dan menjamin ketenangan serta ketenteraman umum, janganlah segan untuk menggalakkannya, melainkan siap sedialah selalu untuk melakukannya." Akan tetapi, meskipun hal-hal tadi memang tercakup di dalamnya, jika bukan yang memang dimaksudkan di sini, janganlah pengertiannya dibatasi hanya sampai itu saja. Perintah itu mencakup semua jenis perbuatan baik, dan dalam setiap kesempatan yang tersedia, entah itu ditujukan kepada Allah, diri kita sendiri, atau sesama kita. Apa pun yang membawa kehormatan kepada agama di dunia ini. Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu (Flp. 4:8), untuk melakukan, mengikuti, dan memperdalamnya. Sekadar sikap yang tidak membahayakan, ataupun perkataan yang baik, ataupun maksud baik, tidaklah cukup jika tanpa disertai perbuatan baik. Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga diri sendiri supaya tidak dicemarkan oleh dunia. "Bukan hanya mengambil saja, tetapi juga mencari-cari kesempatan untuk berbuat baik, dan terus siap sedia untuk berbuat seperti itu. Jangan menunda-nunda melakukannya terhadap orang lain, tetapi peganglah dengan teguh dan pertahankanlah selalu dalam dirimu, dan bersukacitalah karenanya. Ingatlah untuk melakukan semuanya ini." Dan,
            3. Janganlah memfitnah: mēdena blasphēmein, jangan mencela, atau mengutuk, atau menghujat siapa pun juga: atau (sebagaimana terjemahan kita yang lebih umum) jangan memfitnah siapa pun juga, dengan kata-kata palsu yang tidak adil, atau tidak perlu, tanpa diminta, yang menyebabkan kerugian dan tidak mendatangkan kebaikan apa pun bagi orang itu sendiri maupun orang lainnya. Jika tak ada hal baik yang dapat diutarakan, lebih baik berdiam diri saja daripada memfitnah sembarangan. Kita tidak boleh gemar mencemarkan nama orang lain atau merancangkan hal-hal buruk dari masalah apa pun, melainkan harus mendatangkan hal-hal yang baik sebisa kita. Kita tidak boleh menyibukkan diri sebagai penyebar gosip, membawa cerita-cerita yang menjelek-jelekkan, yang membuat nama baik sesama kita tercemar dan kasih persaudaraan hancur. Menceritakan orang lain dengan maksud jahat supaya dipandang jelek, atau kemunafikan dalam perilaku, sibuk dengan hal-hal yang berada di luar jangkauan atau tanggung jawab kita, semua ini termasuk dalam cakupan larangan tersebut. Kejahatan ini amat sering terjadi, dan amat membinasakan. Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, maka sia-sialah ibadahnya (Yak. 1:26). Percakapan yang culas seperti itu tidak menyenangkan Allah dan melukai manusia. Amsal 17:9 mengatakan, siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih (yaitu, demi dirinya sendiri melalui kelembutan dan kemurahan hati, atau terlebih demi si pelanggar itu sendiri). Tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, (yang menyiarkan dan memberitakan kesalahan orang lain ke mana-mana) menceraikan sahabat yang karib. Dia memicu pertikaian dan menjauhkan kawannya dari dirinya, dan mungkin dari orang-orang lainnya juga. Inilah salah satu dosa yang harus dilenyapkan (Ef. 4:31), sebab jika dibiarkan, hal ini tidak pantas bagi persekutuan orang-orang Kristen di sini dan kumpulan yang terberkati di sorga nanti (1Kor. 6:10). Karena itu, ingatkanlah mereka untuk menghindari dosa tersebut. Dan,
            4. Janganlah mereka bertengkar, amachous einai – jangan berkelahi, baik dengan tangan ataupun lidah, jangan menjadi orang-orang yang suka bersaing dan bertikai, yang selalu cepat membalas perkataan yang jahat dan membangkit kemarahan. Persaingan kudus hanyalah bagi hal-hal yang baik dan penting, dan dengan cara yang pantas dan layak, bukan dengan murka atau kekerasan yang merugikan. Orang Kristen harus mengikuti hal-hal yang menimbulkan kedamaian, dan dengan cara yang penuh damai. Bukan dengan cara kasar, rusuh, dan membahayakan, tetapi dengan cara yang layak dijalankan oleh para hamba Allah damai sejahtera dan kasih (Rm. 12:19). Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah. Inilah hikmat dan kewajiban orang Kristen. Orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran: itulah tugas seorang yang berakal budi, dan tentu saja merupakan tugas seorang Kristen, yang akal budinya menjadi lebih baik oleh karena agamanya itu. Orang seperti itu tidak boleh, dan tidak akan membalaskan orang yang sudah melukai mereka, tetapi, seperti Allah, akan panjang sabar dan suka mengampuni. Perbantahan dan perselisihan muncul dari nafsu manusia dan hasrat tak terkendali yang berlebihan, yang harus dikekang dan dikendalikan, bukannya diikuti. Orang-orang Kristen harus diingatkan akan hal-hal tersebut, supaya mereka tidak mendukakan dan kurang ajar terhadap Allah, serta mencemarkan agama dengan sifat dan perilaku yang suka berselisih dalam kemarahan, mengobarkan perseteruan di tempat-tempat di mana mereka berada. Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, dan orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota. Selanjutnya,
            5. Hendaklah mereka selalu ramah, epieikeis, adil dan benar, atau tulus dan jujur dalam menyikapi segala hal, tidak mengartikan perkataan atau perbuatan dalam artian terburuk. Memang demi perdamaian terkadang kita harus mengalah dengan mengorbankan hak kita. Dan,
            6. Bersikap lemah lembut terhadap semua orang. Kita harus memiliki sifat yang lembut, bukan hanya memiliki kelemahlembutan itu dalam hati saja, melainkan menunjukkannya juga dalam perkataan dan perbuatan kita. Bersikap lemah lembut sepenuhnya, lemah lembut dalam semua keadaan dan kesempatan, bukan hanya terhadap kawan-kawan kita saja, tetapi terhadap semua orang, meski tetap harus dengan hikmat, sebagaimana yang dinasihatkan Yakobus (Yak. 3:13). "Bedakan antara orang dan dosa, kasihanilah orangnya dan bencilah dosanya. Bedakan antara dosa dan dosa, jangan samakan semuanya, sebab ada selumbar dan juga balok. Bedakan juga antara pendosa dan pendosa: Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api (Yud. 1:22-23). Ingatlah hal-hal ini, hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut. Sifat dan perilaku lemah lembut membuat agama lebih disukai. Inilah teladan besar Kristus yang diwajibkan, dan yang membawa pahala bersamanya, dalam kemudahan dan kenyamanan berlaku seperti itu dan juga dalam berkat yang menyertainya. Orang-orang seperti itu akan berbahagia dan bersukacita, akan diajari dan dibimbing dalam jalan mereka, dan dipuaskan dengan makanan, serta diperindah dengan keselamatan. Begitu jugalah kewajiban-kewajiban itu sendiri, yang harus terus diingatkan Titus kepada jemaat. Dan kepada semua kewajiban itu,
        II. Paulus menambahkan alasan-alasan, yang didasarkan pada,
            1. Keadaan masa lalu mereka. Pertimbangan akan keadaan alamiah manusia merupakan sarana dan alasan yang agung untuk bersikap adil dan baik hati, dan lemah lembut terhadap orang-orang yang masih berada dalam keadaan seperti itu. Pertimbangan ini mampu meluluhkan kesombongan dan membangkitkan rasa belas kasihan serta pengharapan berkenaan dengan orang-orang yang masih belum bertobat: "Kita sendiri pun dulu begitu, bobrok dan berdosa, oleh karena itulah kita tidak boleh hilang kesabaran dan pahit hati, keras dan kejam, terhadap orang-orang yang masih seperti kita dulu. Apakah dulu kita juga mau dipandang rendah serta diperlakukan dengan angkuh dan keras? Tidak, tetapi kita ingin diperlakukan dengan lemah lembut dan baik-baik. Karena itulah kini kita harus berlaku demikian terhadap orang-orang yang belum bertobat, seturut dengan asas keadilan: Quod tibi non vis fieri, alteri ne feceris – Apa yang tidak ingin dilakukan kepadamu, janganlah lakukan itu kepada orang lain." Keadaan alami masa lalu itu diperinci. Dahulu kita juga hidup dalam,
                (1) Kejahilan, tanpa pemahaman dan pengetahuan rohani sejati, buta mengenai hal-hal sorgawi. Perhatikanlah, orang-orang yang ingat betapa banyaknya kebodohan mereka dulu, harus banyak bersabar menghadapi kebodohan orang lain. Mereka harus ramah dan lemah lembut, serta sabar terhadap orang lain, sebab dulu pun mereka membutuhkan dan mengharapkan perlakuan yang sama. Dahulu kita juga hidup dalam kejahilan. Dan,
                (2) Tidak taat, keras kepala dan tegar tengkuk, melawan firman, dan berontak bahkan melawan hukum-hukum alam Allah, dan semua hukum yang dikehendaki oleh masyarakat. Baguslah untuk mempertentangkan kedua hal ini, yaitu jahil dan taat. Sebab kebodohan macam apakah ini, tidak taat pada Allah dan hukum-hukum-Nya, baik secara alami maupun yang diwahyukan? Ini berlawanan dengan akal sehat dan semua kepentingan manusia yang terbesar dan yang sejati. Jadi betapa bodohnya untuk melanggar dan melawan hal-hal tadi.
                (3) Sesat, atau berkeliaran tidak menentu. Artinya, melenceng dari jalan yang benar dan kudus. Manusia yang ada dalam keadaan bobrok ini memiliki sifat sesat, dan oleh karena itulah diumpamakan sebagai seekor domba yang hilang. Orang yang seperti ini harus dicari dan dituntun kembali, serta dibimbing ke jalan yang benar (Mzm. 119:176). Dia lemah dan rentan dipengaruhi oleh tipu daya dan kelicikan Iblis, dan oleh manusia lain yang menunggu kesempatan untuk membujuk dan menyesatkannya.
                (4) Menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan. Artinya, menjadi alat dan budak nafsu dan keinginan. Perhatikanlah, manusia yang tertipu begitu mudahnya terjerat dan terperangkap. Mereka tidak akan begitu saja menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, seandainya mereka tidak dibutakan dan diperdayai ke dalamnya. Perhatikanlah juga di sini, betapa berbedanya pendapat firman mengenai kehidupan yang penuh nafsu kedagingan dari pendapat dunia mengenainya. Manusia berdosa mengira mereka menikmati kesenangan mereka, sedangkan firman menyebutnya perhambaan dan perbudakan: mereka membanting tulang dan terikat sebagai budak di bawahnya, jauh dari kebebasan dan kebahagiaan, dan malah menjadi tawanan dan hanya melayani nafsu dan keinginan itu sebagai tuan dan penguasa mereka yang bengis. Amatilah lebih jauh lagi, betapa sengsaranya orang yang menjadi hamba dosa, karena dia mempunyai banyak tuan, nafsu yang satu mendorong mereka ke sebuah jalan yang satu, sedangkan yang lainnya ke jalan lain. Kesombongan memerintahkan satu hal, sementara keserakahan memerintahkan hal lainnya, yang sering kali berlawanan. Sungguh budak-budak yang jahat para pendosa itu, mereka menyangka diri merdeka. Nafsu menggoda mereka dengan menjanjikan kemerdekaan, padahal dengan menyerahkan diri kepada nafsu itu, mereka malah menjadi hamba perbuatan jahat, karena siapa yang dikalahkan orang, ia adalah hamba orang itu.
                (5) Hidup dalam kejahatan, salah satu dari berbagai nafsu yang menguasai mereka. Kejahatan ingin melukai orang lain dan bersukacita di dalamnya.
                (6) Dan kedengkian, yang menggerutu dan mengeluhkan kebaikan orang lain, marah melihat kemakmuran dan keberhasilan orang lain dalam hal apa saja. Inilah akar kepahitan, dari mana kejahatan muncul: pikiran dan perkataan yang jahat, lidah yang dinyalakan oleh api neraka, mengambil pujian yang layak dan benar yang seharusnya diberikan kepada orang lain, dan merusakkannya. Perkataan mereka adalah pedang, yang mereka pakai untuk membunuh nama baik dan kehormatan sesama mereka. Inilah dosa Iblis, dan dosa Kain yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Sebab, apakah yang membuat dia membunuh adiknya, selain kedengkian dan kejahatan ini, sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar. Itulah sebagian dosa yang kita miliki dalam keadaan alamiah kita. Dan,
                (7) Keji, atau menjijikkan, layak dibenci.
                (8) Dan saling membenci. Perhatikanlah, orang-orang yang berdosa, yang hidup dan mengizinkan dosa di dalam diri mereka, adalah kejijikan bagi Allah dan semua orang benar. Sifat dan cara hidup mereka seperti itu, dan bukan diri mereka saja. Sengsaralah hidup para pendosa itu, karena mereka saling membenci, sementara kewajiban dan kebahagiaan para orang kudus adalah saling mengasihi. Betapa banyaknya perselisihan dan pertengkaran mengalir dari kebobrokan manusia. Begitulah dulu, dalam keadaan sebelum bertobat, sikap orang-orang yang melalui pertobatan kini menjadi baik. Dahulu mereka selalu siap untuk saling hantam bagaikan binatang buas! Ingatan bahwa dulu kita memiliki sifat itu harus menjadikan roh kita rendah hati, dan membuat kita lebih bersedia untuk menjadi setara dan lembut, tenggang rasa dan lunak, terhadap mereka yang masih begitu. Itulah alasan yang diambil berdasarkan keadaan mereka di masa lalu. Dan sekarang Paulus mengemukakan alasan berdasarkan.


SBU



MINGGU TRINITAS
JUMAT, 1 JUNI 2018
Pembukaan Bulan Pelkes
Hari Lahir Pancasila
Renungan Pagi
♪KJ.419 : 1 - Berdoa
BUAH KASIH KARUNIA ALLAH
Mentaati pemerintah

Titus 3:1-4
"Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik" (ay.1)

Seorang ibu datang kepada pendetanya dengan menangis tersedu-sedu. Ia kecewa dan bingung dengan perbuatan anaknya yang menyerahkan ijazah ke lembaga agamanya. Ia memohon agar ijazah yang diserahkan itu segera dikembalikan. Rupa-rupanya anak ibu itu tidak menyadari tujuan dari diambilnya ijazah adalah agar ia tidak melamar pekerjaan di pemerintahan, karena dianggap berasal dari kuasa gelap. Oleh sebagian orang percaya, pemerintahan itu dianggap kotor dan harus dijauhi. Hal ini sama dengan pandangan Bidat (ajaran sesat) yang dihadapi Titus di Kreta. Mereka menganggap semua yang bersifat materi itu rendah dan membelenggu, karena itu sikap yang disampaikan Paulus ini akan membantu menjawab pergumulan bersama.

Dunia ini memang seringkali melawan Allah, tetapi Ia mengasihinya. Status penguasa pemerintahah sendiri adalah hamba untuk mendatangkan kesejahteraan, dan sikap yang kembangkan adalah aktif dan kritis. Tunduk kepada penguasa pemerintahan adalah salah satu buah dari orang Kristen yang menerima karunia Allah. Dengan cara itu, pemerintah akan mampu membangun secara bertanggung jawab: "… setiap pemerintah wajib mempertanggung jawabkan kuasa tersebut kepada Allah" (Lih. Pemahaman Iman GPIB tentang Negara dan Bangsa alinea 1)

Kita menghormati pemerintahan Indonesia, sehingga mereka dengan tenang dan semangat untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur, tetapi juga kreatif membangun. Ada begitu banyak tantangan yang pemerintah hadapi karena itu menghormati dan membantu menciptakan suasana kondusif dalam pembangunan haruslah dilakukan semua anak bangsa.

♪KJ.419 : 3
Doa : (Ya Tuhan, ajarkanlah kami menghormati dengan kritis dan penuh kasih penguasa kami, sehingga mereka semakin kreatif pula membangun negeri dan menjamin kehidupan bersama di Indonesia tercinta)



MINGGU TRINITAS
JUMAT, 1 JUNI 2018
Renungan Malam
♪KJ.343 : 1,2 - Berdoa
BUAH KASIH KARUNIA ALLAH

Titus 3:4-7
"supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita"  (ay.7)

Titus 3:7 "supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita".

Seorang bapak dengan bangga datang kepada Pendeta dan berkata : walau pun saya jarang ke gereja, saya merasa baik-baik saja, sebab isteri sudah menerima Tuhan Yesus. Ia mem-perkenalkan sebagai suami dari seorang ibu, yang menjadi pe-ngurus pelkat PKP. Sang Pendeta tertegun sejenak dan mengajaknya rajin beribadah dan membangun persekutuan yang akrab dengan Kristus. Semua orang percaya memang "berhak menerima hidup yang kekal", tetapi haruslah ada perse-kutuan yang akrab dengan Kristus dan berproses meninggalkan kehidupan lama yang dikuasai dosa. Bapak itu punya alasan untuk bangga dengan keputusan isterinya tetapi dirinya sendiri haruslah menjalin persekutuan yang akrab dengan Tuhan dan berproses semakin baik membangun hidupnya, bukan?

Orang Kristen menerima hidup kekal sekarang ini dan disem-purkan di kehidupan setelah kematian. Pemahaman ini berten-tangan dengan ajaran Bidat (ajaran sesat) yang menganggap dunia itu buruk dan membelenggu jiwa. Bagi kekristenan dunia ciptaan ini baik, namun oleh dosa manusia kehidupan ini men-jadi buruk.

Dengan semangat pembaruan oleh Kristus, kita memasuki bulan Juni ini, bulan Pelayanan dan Kesaksian (Pelkes) GPIB. Kita patut bersyukur, bersama seluruh warga GPIB di kota dan di desa, sebab di bulan ini kita bersama saling melayani. Kita mungkin saja tidak bisa datang ke saudara kita di pedalaman Kalimantan dan Sumatera sekarang ini, tetapi kita akan mem-bantu dalam doa dan dana bagi mereka yang melayani tahun ini. Kita membangun persekutuan akrab dengan Tuhan Yesus dan terus kreatif mengatasi pergumulan bersama. Kita berkarya bagi kemuliaan Tuhan.

♪KJ.343 : 3
Doa : (Ya Tuhan kami, di bulan Juni ini kami bersama warga jemaat GPIB bertekad saling melayani. Terpujilan nama-Mu)

Label:   Titus 3:4-7 




German Christian Songs
Latest Christian Song

NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 2 JUNI 2018 - BELAJAR MELAKUKAN PEKERJAAN YANG BAIK - Titus 3:12-14 - MINGGU TRINITAS

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Kamis, 31 Mei 2018 - KASIH KARUNIA ALLAH MENYELAMATKAN - Titus 2:15 - MINGGU TRINITAS




BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 23 Oktober - Matius 23-25


23 Oktober - Yohanes 7:1-13, 1 Petrus 4:12-19, Kidung 7, Ratapan 2

Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392
Daftar Resmi Susunan Kabinet Jokowi Jilid II
Klik Disini



Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH HARI DOA SEDUNIA 2019 - hari Reformasi, Kamis, 31 Oktober 2019
MARILAH SEGALA SESUATU TELAH TERSEDIA - Lukas 14:15-24
Link VIDEO Pesan Majelis Sinode dalam rangka HUT ke-9 PELKAT PKLU GPIB Minggu, 13 Oktober 2019

Tata Ibadah Syukur HUT ke-9 PKLU GPIB - Minggu, 13 Oktober 2019
1-JUKLAK HUT KE-9 PKLU GPIB, 2-PESAN MS GPIB HUT ke-9 PKLU, 3-SURAT PENGANTAR TATA IBADAH HUT PKLU KE-9, 4-TAIB HUT 9 PKLU




New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 20 Oktober 2019
Joy To The World - David Crowder

Minggu, 20 Oktober 2019
The First Noel - Third Day

Minggu, 20 Oktober 2019
Away in a Manger - Casting Crowns

Minggu, 20 Oktober 2019
Come and Worship - Bebo Norman

Minggu, 20 Oktober 2019
O Come O Come Emmanuel - Casting Crowns

Minggu, 20 Oktober 2019
Hallelujah (Light Has Come) - BarlowGirl

Minggu, 20 Oktober 2019
Hark The Herald Angels Sing - Matt Maher

Minggu, 20 Oktober 2019
O Come All Ye Faithful - Casting Crowns

Minggu, 20 Oktober 2019
Let Us Adore - Hillsong Worship

Jumat, 18 Oktober 2019
Wanted - Danny Gokey

Rabu, 16 Oktober 2019
Oh The Glory of His Presence - Terry MacAlmon

Rabu, 16 Oktober 2019
No Longer Slaves - Jonathan David & Melissa Helser

Rabu, 16 Oktober 2019
In Jesus' Name - Darlene Zschech

Rabu, 16 Oktober 2019
Breakthrough - Red Rocks Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Breathe - Hillsong Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Love Won't Give Up - Elevation Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Here in the Presence - Elevation Worship

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



khotbah matius 7 ayat 15 sampai 23,   renungan zefanya 3:9-20,   renungan zefanya 3:9-20,   renungan zefanya 3:9-20,   tata ibadah hkbp 13 oktober 2019,   lagu persembahan,   Lagu Rohani GitaBakti,   Lagu Rohani GitaBakti,   lagu kristen persembahan,   khotbah untuk pemuda dan remaja Ulangan 7 : 12-14,   lagu KJ penutup,   khotbah untuk pemuda dan remaja Ulangan 7 : 12-14,   kunci gitar yesus nampi nu dosa,   pujian Pkj 35 Suci.suci.suci,   kalender liturgi,   kalender liturgi,   khotbah untuk pemuda dan remaja Ulangan 7 : 12-14,   khotbah untuk pemuda dan remaja Ulangan 7 : 12-14,   kotbah gpib galilea minggu 20 oktober 2019 ,   ayat untuk persembahan,   Rngn 1 kor 4:6-21,   Rngn 1 kor 4:6-21,   kalender.katolik bln oktober .2019,   free mp3 pujiam kristen,   free mp3 pujiam kristen,   renungan yoel 2 28,   download sound of praise - janjiMu Ya dan Amin,   khotbah : Tdk Ada Yg Mustahil Bagi Orang Percaya,   eksposisi zefanya 3:9-20 stemi,   ayat persembahan,   tak usah ku takut renna,   bahan diskusi zefanya 3:9-20,   contoh renungan kejadian 2:21-24 dan ilustrasinya,   epistel minggu 27 oktober 2019,   tampilan nats Amsal 22:8-12,   renungan wahyu 7 13-17,   Renungan Wahyu 7:13-18,   lagu gms,   renungan yosua 2:1-7,   lirik lagu di tengah kesukaran,   partitur satb kidung jemaat,   kunci gitar bila ku ingat cinta Tuhanku,   khotbah dalam matius 10¦1-4,   download lagu rohani kristen mp3 gratis,   kj 384,   kj 384,   gita bakti 47 note,   CONTOH BPJ GKII JEMAAT INDUK DI INDONESIA,   teks lagu puji syukur no 320,   ilustrasi khotbah amsal 22:8-12,   rancangan khotbah amsal 22:8-12,   kalender liturgi oktober 2019,   kalender liturgi oktober 2019,   lagu rohani untuk persembahan ,   lagu penu5up ibadah ,   khotbah amsal 22 : 8-12,   doa persembahan di partangiangan,   chord gitar bri padanya segnap hatimu,   lagu doa gereja singkat,   lagu doa gereja singkat,   lagu dan gerakan anak sekolah minggu umur 3-6 tahun,   gke tata ibadah,   Lagu rohani kuduslah tuhan yg terbaru,   Renungan Wahyu 7:13-18,   lyrics lagu yesus mulia,   lyrics lagu yesus mulia,   kotbah gpib galilea minggu 20 oktober 2019 ,   khotbah Ulangan 7 : 12-14,   khotbah zefanya 3 9 - 20,   renungan ibadah pemuda zefanya 3:9-20,   renungan ibadah pemuda zefanya 3:9-20,   ny rohani 94,   lagu natal ceria,   lagu kidung ceria,   Lagu kur gereja tiberias,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   khotbah amsal 22:8-12,   khotbah amsal 22:8-12,   kalender liturgi katolik 2019,   lagu persembahan,   renungan hagai 1; 12-14,   kalender liturgi katolik 2019,   hagai 1:12-14,   hagai 1:12-14,   kunci lagu senja mulai terbenam lagu rohani,   lagu penutup ibadah,   lagu penutup ibadah,   jamita 1 korintus 6 1-8,   khotbah kristiani kitab 2 timotius 3 : 10 -17,   renungan Melayani Tuhan seumur hidup,   Ambilan minggu bapa gkps 3september 2019 gkps,   khotbah Ulangan 7 : 12-14,   pelita hidup lukas 17:11-19 khotbah,   pelita hidup khotbah lukas 17:11-19,   pelita hidup khotbah lukas 17:11-19,   tafsiran amsal 22 8 12,   renungan zefanya 3:1-20,   renungan umat tuhan menjadi kenamaan dan pujian menurut zefanya 3:9-20,   patitur mazmur 150,   makna lagu burung pipit yang kecil,   Sabda bina pemuda gpib bulan oktober,   sabda bina umat gpib 21 oktober 2019,   khotbah yosua 23:1-28,   khotbah yosua 23:1-28,   rancangan khotbah poda 22:8-12,   rancangan khotbah poda 22:8-12,   lirik tabur tabur mari menabur,   Oneway terbang. Mp3,   renungan matius 12:33,   contoh ilustrasi dari pembacaan kitab Yoel 1:13-20,   chord gitar kidung ceria 265,   chord gitar kidung ceria 265,   chord gitar kidung ceria 265,   yesus nampi nu dosa loril,   Kidung kabungahan no 45 yesus nampi nu dosa lirik,   Kidung kabungahan no 45 yesus nampi nu dosa,   kotbah gpib galilea minggu 20 oktober 2019 ,   lagu yang cocok untik persembahn,   renungan amsal 22:8-12,   kalender liturgi 2019,   Amsal 22; 8-22,   lagu-gereja.com,   renungan dari amsal 22 ,8;12,   khotbah dari amsal 22;8-12,   Penafsiran 1 yoh 4 ; 1 - 6,   dia girangkanku mp3,   download lagu kumasuki gerbangnya mp3 frankie,   download lagu kumasuki gerbangnya,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   LAGU ROHANI PERSEMBAHAN,   lagu gereja baru,   lagu pernikahan dari kj atau nkb,   kotbah amsal 22:8-12,   katekisasi 22,   pembacaan Alkitab GMIM 20 oktober 2019,   slide ezra 4:1-16,   lirik lagu rohani hanya dekat allahku,   almanak HKI,   hari hari besar dalam kalender gerejawi gki,   alkitab johanes 4:21-26,   alkitab johanes 4:21-26,   isi nats johanes 4:21-26,   johanes 4:21-26,   lagu memberi persembahan,   jamita Johannes 4:21-26,   khotbah ibadah GMIT minggu 29 september 2019,   lagu rohani sebelum doa syafaat,   khotbah bilangan 22,   rohani 16,   lagu mazmur 121,   Jamita johanes 4:21-26,   download 40 lagu rohani kristen paling menyentuh hati saat teduh,   warna liturgii 20 oktober 2019,   khotbah tentang 2 timotius 3:14-4:5,   penilik jemaat dan kewajibannya,   doa berkat,   menjadi kenamaan di bumi,   menjadi kenamaan di bumi,   khotbah minggu,20 oktober 2019,   lirik lagu rohani badai prahara,   khotbah johannes 4,21_26,   lirik lagu rohani badai prahara,   lirik lagu rohani badai prahara,   renungan yohanes 4 : 21 - 26,   khotbah bilangan 22,   khotbah bilangan 22,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   Ilustrasi khotbah yohanes 4:21-26,   kumpulan lagu pujian penutup ibadah,   Renungan Wahyu 7:13-17,   you tube karaoke lagu rohani ikut dikau saja tuhan,