Save Page

Matius 7:24-27
Dua macam dasar
7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. 7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. 7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."


Penjelasan:


* Mat 7:24-27 - Batu karang // Perkataan-Ku ini // Melakukannya // batu karang
Sangat penting untuk membangun di atas landasan yang benar. Orang yang rumahnya roboh, bersalah bukan karena kurang giat bekerja, tetapi karena tidak memanfaatkan batu karang. Batu karang. Yesus Kristus (I Kor. 3:11) dan ajaran-Nya. Perkataan-Ku ini. Pasal 5-7. Melakukannya. Menaati pengajaran. Khotbah ini dialamatkan kepada orang-orang percaya dan orang-orang yang diperkirakan percaya kepada Yesus selaku Mesias. Ini bukan legalisme. Tidak ada perbuatan yang dilandaskan pada usaha manusia dapat memiliki nilai rohani, tetapi iman kepada Kristus sang batu karang itu akan menghasilkan kelahiran baru yang nyata dalam kehidupan yang saleh.

*      Ia menunjukkan melalui perumpamaan bahwa sekadar mendengarkan perkataan-Nya ini tidak akan membuat kita berbahagia jika kita tidak melakukannya dengan sepenuh hati. Namun, jika kita mendengar perkataan-Nya dan melakukannya, kita akan berbahagia oleh perbuatan kita (ay. 24-27).
        . Di sini, mereka yang mendengarkan perkataan Kristus dibagi menjadi dua golongan. Mereka yang mendengar dan melakukan apa yang mereka dengar, dan mereka yang mendengar tetapi tidak melakukannya. Sekarang Kristus berkhotbah kepada banyak orang dari berbagai latar belakang, tetapi kemudian Ia memisahkan mereka seorang dari yang lainnya, sebagaimana yang akan dilakukan-Nya pada hari yang agung itu, ketika semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya. Kristus masih berbicara dari sorga melalui firman dan Roh-Nya, melalui para hamba-Nya maupun pemeliharaan-Nya. Orang-orang yang mendengar perkataan-Nya dibagi dalam dua golongan.
            (1) Orang-orang yang mendengar perkataan-Nya dan melakukannya. Terpujilah Allah karena masih ada orang-orang seperti ini, walaupun tidak begitu banyak. Mendengar perkataan Kristus bukanlah berarti untuk sekadar mendengar semata, melainkan juga untuk menaati-Nya. Perhatikanlah, sangatlah penting bagi kita untuk melakukan apa yang kita dengar dari perkataan Kristus. Sungguh merupakan rahmat bila kita boleh mendengar perkataan-Nya. Berbahagialah telinga-telinga yang mendengar seperti ini (13:16-17). Namun, jika kita tidak melakukan apa yang kita dengar, maka sia-sialah kasih karunia Allah yang telah kita terima itu (2Kor. 6:1). Melakukan perkataan Kristus berarti sungguh-sungguh menjauhi dosa-dosa yang dilarang oleh-Nya, dan melakukan tugas yang diwajibkan-Nya. Pikiran dan perasaan kita, perkataan dan perbuatan kita, serta tabiat dan tujuan hidup kita haruslah sesuai dengan Injil Kristus. Itulah perbuatan yang diminta-Nya. Semua perkataan Kristus, bukan saja hukum yang telah ditetapkan-Nya, melainkan juga semua kebenaran yang diungkapkan-Nya, haruslah kita lakukan. Semua ini merupakan terang, bukan saja untuk mata kita, melainkan juga untuk kaki kita, dan dirancang bukan sekadar untuk memberitahukan hukum bagi kita, melainkan juga untuk mengubah hati dan kehidupan kita. Jika kita tidak melaksanakannya, kita sebenarnya tidak memercayainya. Perhatikanlah, belumlah cukup untuk sekadar mendengar perkataan Kristus dan memahami, mengingat, membicarakan, mengulang, dan memperdebatkannya. Kita harus mendengar dan melakukannya. Perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup. Hanya mereka yang mendengarkan Firman Allah dan memeliharanya sajalah yang disebut berbahagia (Luk. 11:28; Yoh. 13:17), dan disebut saudara Kristus (Mat. 12:50).
            (2) Orang-orang yang mendengar perkataan Kristus dan tidak melakukannya. Agama mereka bersandar semata-mata pada pendengaran saja. Seperti anak-anak yang menderita kelainan tulang, kepala mereka membesar, terisi dengan pikiran kosong dan gagasan yang belum dicerna, tetapi persendian mereka lemah sehingga merasa berat dan tidak bersemangat. Mereka tidak dapat dan tidak peduli untuk melakukan kewajiban baik apa pun. Mereka mendengar perkataan Allah, seakan-akan ingin mengenal segala jalan-Nya, bagaikan orang yang melakukan yang benar, tetapi tidak melakukannya (Yeh. 33:30-31; Yes. 58:2). Demikianlah mereka menipu diri sendiri, seperti Mikha yang menganggap dirinya bahagia karena ada orang Lewi yang menjadi imamnya, padahal ia tidak menjadikan Tuhan sebagai Allah-nya. Benih telah ditaburkan, tetapi tidak bertumbuh. Mereka mengamati wajah mereka di cermin firman Tuhan, tetapi melupakannya lagi (Yak. 1:22-24). Demikianlah mereka menipu jiwa mereka sendiri, sebab sudah pasti bahwa bila kita tidak menjadikan pendengaran itu sebagai sarana untuk menjadi taat, maka akan bertambah parahlah ketidaktaatan kita itu. Orang-orang yang hanya mendengar perkataan Kristus tetapi tidak melakukannya, diam di tengah perjalanan menuju sorga, dan ini tidak akan pernah membawa mereka ke akhir perjalanan mereka. Mereka hanya menjadi saudara tiri Kristus, dan karena itu, menurut hukum pun, orang-orang semacam ini tidak bisa menerima warisan.
        . Di sini, kedua macam pendengar ini digambarkan menurut tabiat mereka yang sesungguhnya, sedangkan permasalahan mereka diumpamakan seperti dua orang yang membangun rumah. Yang seorang bijaksana, ia mendirikan rumahnya di atas batu, dan rumahnya tetap berdiri meskipun angin badai menerpanya. Yang seorang lagi adalah orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir, dan rumahnya pun roboh.

        Sekarang:
            (1) Maksud umum perumpamaan ini adalah untuk mengajar kita bahwa satu-satunya cara untuk memastikan keselamatan jiwa kita dalam kekekalan adalah dengan mendengar dan melakukan perkataan Tuhan Yesus, yakni perkataan-Nya dalam Khotbah di Bukit yang sepenuhnya dapat dilakukan. Beberapa dari antaranya terasa keras bagi sifat kedagingan, namun tetap harus dilakukan. Dengan demikian kita telah mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi waktu yang akan datang (1Tim. 6:19). Beberapa orang menyebutnya sebuah jaminan yang baik, suatu perjanjian yang Allah buat yang menjamin keselamatan berdasarkan persyaratan Injil. Ini suatu jaminan yang baik yang bukan rancangan kita sendiri, bukan keselamatan didasarkan angan-angan kita sendiri. Dengan jaminan ini kita menjadi yakin akan bagian kita yang terbaik, seperti Maria, ketika kita mendengar perkataan Kristus, duduk dekat kaki Tuhan dengan patuh: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar.
            (2) Bagian-bagian perumpamaan ini memberi kita berbagai pelajaran yang baik.
                [1] Bahwa kita masing-masing mempunyai sebuah rumah untuk dibangun, dan rumah itu adalah pengharapan kita untuk ke sorga. Kita harus terutama dan selalu memperhatikan agar panggilan dan pilihan kita makin teguh, sehingga dengan demikian kita memastikan keselamatan kita. Kita harus memastikan untuk beroleh hak atas kebahagiaan sorgawi, dan kita harus punya bukti untuk itu. Kita harus meyakinkan diri bahwa ketika kita tidak dapat ditolong lagi, kita akan diterima di dalam kemah abadi. Banyak orang tidak pernah memedulikan hal ini. Mereka nyaris tidak memikirkannya. Mereka membangun rumah di dunia ini seolah-olah akan tinggal di sini selamanya, tetapi tidak mau membangun bagi dunia lain. Semua orang yang memeluk agama seharusnya bertanya-tanya, apa yang harus mereka perbuat supaya selamat, bagaimana mereka akhirnya bisa masuk sorga dan bagaimana mereka bisa punya pengharapan dengan dasar yang pasti mengenai hal itu sementara mereka masih di dunia ini.
                [2] Bahwa disediakan batu bagi kita untuk membangun rumah di atasnya, dan batu karang itu ialah Kristus. Dia diletakkan sebagai dasar, dan tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain (Yes. 28:16; 1Kor. 3:11). Dia adalah dasar pengharapan kita (1Tim. 1:1). Seperti itulah Kristus ada di dalam kita. Kita harus meletakkan dasar pengharapan kita tentang sorga sepenuhnya pada kebaikan Kristus, pada pengampunan dosa, kuasa Roh-Nya, pengudusan tabiat kita, dan perantaraan-Nya yang penuh kuasa, supaya dengan demikian semua apa yang telah ditebus-Nya untuk kita dapat kita terima. Di dalam diri-Nya, yang telah dinyatakan dan dijadikan demikian untuk kita melalui pemberitaan Injil, terdapat segala sesuatu yang cukup untuk menghapus semua dukacita kita dan memenuhi semua keperluan kita, sehingga dengan demikian Dia sanggup menyelamatkan dengan sempurna. Jemaat didirikan di atas batu karang ini, demikian pula setiap orang percaya. Kristus sama kuat dan teguhnya seperti batu karang. Kita dapat mempercayakan diri kita kepada-Nya, dan kita tidak akan dibuat malu dengan pengharapan kita ini.
                [3] Bahwa masih tersisa sekelompok kecil orang yang, dengan mendengar dan melakukan perkataan Kristus, membangun pengharapan mereka di atas batu karang ini. Dan inilah yang menjadi hikmat mereka. Kristus adalah satu-satunya jalan kita menuju Bapa, sedangkan ketaatan iman adalah satu-satunya jalan kita menuju Kristus. Sebab bagi semua yang taat kepada-Nya, dan hanya bagi mereka sajalah, Dia menjadi pokok keselamatan (Ibr. 5:9). Orang-orang yang membangun di atas Kristus, dan sungguh-sungguh menerima Dia sebagai Raja dan Juruselamat mereka, akan senantiasa berusaha menjalankan semua aturan ajaran-Nya yang kudus itu. Mereka sepenuhnya bergantung pada Dia untuk mendapatkan pertolongan dari Allah dan supaya diterima oleh-Nya, dan bagi mereka segala sesuatu dianggap rugi dan sampah, hanya supaya memperoleh Kristus dan berada bersama-Nya. Membangun di atas batu karang membutuhkan jerih payah. Mereka yang membuat panggilan dan pilihan mereka teguh, harus melakukannya dengan tekun. Orang-orang yang membangun dengan bijak adalah mereka yang mulai mendirikan sedemikian rupa hingga sanggup menyelesaikannya (Luk. 14:30); dengan demikian, mereka meletakkan suatu dasar yang kuat.
                [4] Bahwa ada banyak orang yang mengaku berharap pergi ke sorga, namun memandang rendah batu karang ini dan membangun pengharapan mereka di atas pasir. Mereka melakukannya tanpa bersusah payah, dan ini adalah kebodohan mereka. Segala sesuatu selain Kristus adalah pasir. Beberapa orang membangun pengharapan mereka di atas kekayaan duniawi mereka, seakan-akan ini adalah bukti anugerah Allah (Hos. 12:9). Ada pula yang membangunnya di atas dasar pengakuan agama secara lahiriah belaka, atas dasar hak-hak istimewa yang mereka nikmati, dan tindak-tanduk mereka dalam menjalankan agama itu serta nama baik yang mereka peroleh dengan itu. Mereka disebut orang Kristen, dibaptis, ke gereja, mendengarkan perkataan Kristus, berdoa, dan tidak menyakiti siapa pun. Jika mereka binasa, kiranya Allah menolong banyak orang seperti mereka! Ini adalah terang yang berasal dari api yang mereka nyalakan sendiri dan ke dalam api itulah mereka melangkah. Di atasnyalah mereka mempercayakan diri dengan penuh keyakinan, namun semua itu sekadar pasir yang terlampau lemah untuk menanggung beban berat seperti pengharapan tentang sorga.
                [5] Bahwa ada angin badai, yang akan datang untuk menguji apa yang menjadi dasar pengharapan kita; pekerjaan masing-masing orang akan diuji (1Kor. 3:13); ia akan membuka dasarnya (Hab. 3:13). Hujan, banjir, lalu angin akan melanda rumah itu. Adakalanya ujian melanda kita di dunia ini. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, akan terlihat siapa yang hanya mendengar perkataan itu dan siapa yang mendengar serta melakukannya. Maka bila kita telah hidup dalam pengharapan kita, hal ini akan diuji apakah memang benar dan memiliki dasar yang kuat atau tidak. Bagaimanapun, saat maut dan penghukuman tiba, badai itu pun menerjang. Tidak diragukan lagi, badai ini pasti akan datang, tidak peduli seberapa teduhnya keadaan kita sekarang ini. Ketika itu, segala sesuatu kecuali pengharapan ini tidak akan mampu menolong kita, dan setelah itu, pengharapan itu akan diubahkan menjadi buah yang kekal.
                [6] Bahwa semua pengharapan yang didirikan di atas Kristus, Sang Batu Karang itu, akan tetap tegak dan melindungi orang yang mendirikannya saat badai datang. Pengharapan itu akan menjadi tempat perlindungannya, saat ia ditinggalkan dan merasa sangat gelisah. Pengakuan imannya tidak akan memudar dan penghiburan yang diterimanya tidak akan mengecewakan. Pengharapannya akan menjadi kekuatan dan nyanyiannya, seperti sauh yang kuat dan aman bagi jiwa. Saat akhir hidupnya tiba, pengharapan-pengharapan itu akan mengangkat ketakutan terhadap maut dan kubur; ia membawanya melintasi lembah kelam dengan penuh sukacita. Ia akan diterima oleh Sang Hakim, lulus dalam ujian pada hari yang agung itu, dan dimahkotai dengan kemuliaan abadi (2Kor. 1:12; 2Tim. 4:7-8). Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
                [7] Bahwa pengharapan yang dibangun orang bodoh di atas dasar selain Kristus pasti akan roboh diterjang badai. Pengharapan itu tidak akan memberi mereka penghiburan dan kepuasan sejati di tengah kesukaran, saat maut menjelang, dan pada hari penghukuman itu. Pengharapan semu itu tidak akan memagarinya dari godaan kemurtadan selama masa aniaya. Apakah harapan orang durhaka, kalau Allah menghabisinya, kalau Ia menuntut nyawanya? (Ayb. 27:8). Keadaannya seperti sarang laba-laba, dan seperti menghembuskan nafas. Ia akan bersandar pada rumahnya, tetapi rumahnya itu tidak tetap tegak (Ayb. 8:14-15). Rumah itu akan roboh dilanda badai pada saat orang yang membangunnya sangat membutuhkannya dan berharap bisa berteduh di dalamnya. Rumah itu roboh ketika sudah terlambat untuk membangun rumah lagi. Pengharapan orang fasik gagal pada kematiannya. Kemudian, ketika ia menyangka bahwa pengharapan itu akan membuahkan hasil, rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya. Hal ini sangatlah mengecewakan orang itu. Rasa malu dan kerugiannya sangatlah besar. Semakin tinggi manusia meletakkan harapannya, semakin dalam pulalah kejatuhannya. Ini adalah kehancuran yang paling menyakitkan bagi mereka semua yang hanya mengaku dengan bibir semata; lihatlah kehancuran Kapernaum.



SBU

MINGGU III SESUDAH PENTAKOSTA
SENIN, 11 JUNI 2018
RENUNGAN PAGI
GB.156 : 1 - Berdoa
YESUSLAH YANG LAYAK DITINGGIKAN

Yohanes 3 : 22-30
"Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil" (ay.30)

Belakangan ini, dunia televisi marak dengan tayangan-tayangan popular show. Sebut saja Indonesian Idol, KDI, Indonesian‘s Got Talent, the Voice Indonesia dan masih banyak lainnya. Konte-kontes seperti ini sepertinya sangat diminati, sehingga banyak orang berusaha menjadi kontestan di dalamnya, terlebih untuk menjadi pemenangnya. Apa sebenarnya tujuan dari mereka mengikutinya? Satu kata "popularitas". Mereka rela melakukan apapun untuk menjadi tenar dan popular, karena didalamnya ada kebesaran dan kehebatan. Mereka akan dikenal, dielukan dan ditinggikan oleh orang-orang disekitarnya. Sejak diciptakan, masnusia cenderung menjadi yang terbesar dari sesamanya, karena itu persaingan wajar terjadi dimana-mana. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Yohanes Pembaptis. Di dalam perikop pembacaan kita, Yohanes Pembaptis menampakkan kerendahan hati yang luar biasa, meskipun ketenarannya tidak diragukan lagi. Terbukti saat ia membaptis bukan sedikit orang yang datang kepadanya, baik dari Yerusalem, seluruh Yudea, dan daerah sekitar Yordan. (bd. Mat.3: 5-6). Sebenarnya ketenarannya ini bisa menjadi dasar baginya untuk sombong dan meninggikan diri, namun justru menyatakan tentang kesaksian dirinya sangat berbeda. Di ayat 28, ia menyatakan bahwa dirinya hanyalah utusan , seorang pembuka jalan , hamba dan bukan Mesias yang selama ini dinantikan. Yohanes menyadari relasi dirinya dengan Yesus. Baginya, Yesuslah sang Mesias itu, Anak Allah yang harus menjadi isi berita tentang kabar baik. Bagi Yohanes, hanya Yesus yang layak ditinggikan dan dia harus semakin merendah di hadapan Yesus.

Kerendahan hati Yohanes ini kiranya menjadi refleksi kehidupan kita. Seringkali di dalam menjalani hidup ini kita selalu ingin menjadi yang terhebat dan ditinggikan orang lain, dalam pelayanan pun demikian. Pelayanan dilakukan bukan untuk kemuliaan nama Tuhan, melainkan agar orang lebih mengenal dan memuji kita., dibandingkan Sang Pemilik pelayanan itu sendiri. Ia harus semakin besar dan aku semakin kecil. Terpujilah nama Tuhan.

GB.156 : 2,3
Doa : (Ya Yesus Tuhan kami, ajarlah kami agar tidak menyombongkan diri dalam hidup ini, tetapi biarlah melalui karya hidup kami hanya nama-Mu yang dimuliakan)




MINGGU II SES. PENTAKOSTA
SELASA, 12 JUNI 2018
Renungan Malam
KJ.356 : 1 -Berdoa
MEMBANGUN IMAN DENGAN DASAR YANG KUAT

Matius 7:24-27
"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang biiaksana, yang mendiirikan rumahnya di atas batu" (ay.24)

Banyak anggapan atau pandangan yang salah dari orang-orang terhadap kehidupan Kristen, baik dari kalangan non-Kristen ataupun dari orang-orang Kristen sendiri. Banyak yang berpikir menjadi Kristen itu rnudah, gampang dan enak, sehingga "menggampangkan" kehidupan kerohanian sehari-hari. Banyak orang Kristen beranggapan sudah menerima keselamatan, sehingga tidak perlu lagi bersusah payah beribadah agar masuk sorga.

Penulis injil Matius menampiikan pengajaran Yesus yang mengingatkan semua orang percaya agar menjadi manusia yang bijak daiam menjaiani kehidupan rohaninya. Orang yang menggampangkan kehidupan kerohaniannya bagaikan orang bocioh yang rnembangun rumahnya di atas pasir. Rum ah di sini menggambarkan bagaimana kehidupan kita.

Saat bicara tentang rumah, kita pasti manginginkan rumah yang baik, kokoh, aman dan nyaman untuk ditempati. Kita juga pasti mau kehidupan spiritual kita mengaiami kedamaian, kebahagiaan, sukacita, dan keselamatan. Karena itu, dasar yang digunakan haruslah kokoh clan teguh agar apapun masalah, pergumulan dan penderitaan yang menerpa kehiclupan ini, kita terus maju Karena iman yang dibangun di atas dasar yang teguh.

Lalu, bagaimana cara memiliki dasar yang teguh? Yesus mengajarkan di ayat 24, bahwa siapapun yang mendengar perkataan-Nya dan mau rnelakukan-Nya, ia bagaikan mendirikan rumah diatas batu yang akan selalu kokoh dan tidak akan rubuh sekalipun diserang hujan dan banjir. Karena itu, setialah pada Kristus dan lakukaniah setiap ajaran-Nya, maka kita akan memiliki iman yang kokoh dan teguhdan akan membawa kita kepada kedamaian serta sukacita, sekalipun daiam pergumulan. Setia itu tidak sekedar datang beribadah sekali seminggu, tidak sekadar berdoa kalau perlu saja. Setia berarti mau terus bersekutu dengan Tuhan, menemukan kehendak-Nya di daiam firman-Nya serta mau terus bertumbuh  dan berbuah, menjadi berkat.

KJ.356 : 2
Doa : (Ajar kami Tuhan agar mau terua setia hingga kami beroieh iman yang teguh, sehingga pergumulan apapun yang menghampiri, kami dapat kuat melaluinya)

Label:   Matius 7:24-27 


German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB - RABU, 13 JUNI 2018 - BIJAKSANA ATAU BODOH? PILIHLAH! - Matius 25:1-13 - MINGGU II SES. PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Senin, 11 Juni 2018 YESUSLAH YANG LAYAK DITINGGIKAN - Yohanes 3:31-36 - MINGGU II SES. PENTAKOSTA

Garis Besar Matius





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 26 Juni - Yesaya 26-28

Hari ini, 26 Juni - Maz 76:12-77:5, 1 Taw 14-15, Kis 7:44-60, Ams 19:5-7

Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392




Beli Kaos C59. Klik Disni




Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, Nyanyian Pujian, Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH PERJAMUAN KUDUS & SYUKUR HUT KE-25 YADIA GPIB - MINGGU, 14 JULI 2019
1. surat pengantar HUT ke-25 Yadia 2. Juklak HUT ke-25 YADIA GPIB 3. PESAN HUT YADIA KE 25 TAHUN 2019 4 Tata Ibadah HUT YADIA KE 25 TAHUN 2019 5. Rekapitulasi Laporan Keuangan Yadia GPIB Tahun 2018 - 2019. 6. KOLEKTA IBADAH JAN SD DES 2018-319JEMAAT 7. KOLEKTA IBADAH JAN SD MAR 2019-319JEMAAT 8. KONTRIBUSI JAN SD DES 2019 - 319 JEMAAT 9.
TATA IBADAH HARI MINGGU III SESUDAH PENTAKOSTA & SYUKUR HUT KE-38 YAPENDIK GPIB Minggu, 7 JULI 2019

Tata Ibadah Bulan Pelkes GPIB 2019 - Minggu, 09 Juni 2019 sd 30 Juni 2019
Tata Ibadah dan Renungan yang terdiri atas: a. Ibadah Hari Minggu, tanggal 09, 16, 23 dan 30 Juni 2019; b. Ibadah Keluarga, tanggal 05, 12, 19 dan 26 Juni 2019; c. Ibadah Hari Minggu Persekutuan Teruna, tanggal 02, 09, 16, 23 dan 30 Juni 2019; d. Ibadah Pelkat GP, PKP, PKB, dan PKLU, tanggal 05 Juni 2019;



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Selasa, 25 Juni 2019
Behold (Then Sings My Soul) - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
Love So Great - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
I Will Boast In Christ - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
O Praise The Name (Anu00e1stasis) - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
Never Forsaken - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
Behold (Then My Soul Sings) - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
O Come All Ye Faithful - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
So You Would Come - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
When I Think Upon Christmas - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
Lettered Love - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
You Are Life - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
Silent Night - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
Arrival - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
Peace Has Come - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
Through It All - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
All Things New - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
O Praise the Name (Anástasis) - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
My Story - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
One Thing - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
Our Father - Hillsong Worship

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



kotbah roma 1o:4-12,   hotbah kesombongan,   lagu rohani kristen terbaru mp3,   renungan kisah para rasul 13 13 25,   renungan kisah para rasul 13 13 25,   kotbah roma 1o:4-12,   download instrumen rohani,   lagu pengumpula persembahan,   lagu anak-anak sekolah minggu untuk pernikahan,   renungan pengkotbah 11:7,   lirik lagu bapa kami alfa trio,   lagu pernikahan kristen,   khotbah mazmur 127 gpib,   khotbah mazmur 127 gpib,   khotbah mazmur 127 gpib,   renungan keluaran 15:12-18,   Lirik lagu kristen Suplemen Ny Rohani no 99,   kotbah roma 1o:4-12,   keluaran 15 ayat 12-18,   lagu rohani kita dibenarkan karena. iman bersama.chord,   Download Lagu Rohani PikuL Liku ,   daftar lagu rohani kristen untuk paduan suara,   Dawnload lagu rohani tentang kesombongan,   Efesus 2 ayat 13-18,   jamita rom 10 4-12,   download lagu paduan suara gereja,   download lagu paduan suara gereja,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya,   kisah pararasul 17:22-30,   lagu untuk persiapan kotbah rohani,   nats Yesaya 50:7-10,   chord gitar aku bawa dan berikan,   tafsir rom 10 : 4 - 12,   Lagu pembukaan dari kj,   Download lagu rohani lirik kesombongan,   jamita 30 juni 2019,   lirik lagu tuhan adalah gembalaku( hanya dekat mu Tuhan),   khotbah roma 10, 4 - 12,   Download mp3 lagu rohani kuasa darah Yesus,   lagu manado pengucapan,   Download mp3 lagu rohani kuasa darah Yesus,   lagu manado pengucapan,   renungan ibadah keluarga rabu,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya,   khotba 1 yohanes 4:1-6,   refleksi lagu hidup ini adalah kesempatan? reformed,   tata ibadah gke,   downloud lagu 17 agustus,   Khotbah dari Kis 16:13-18,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya ,   download lagu rohani kristen mp3 gratis,   download lagu rohani kristen mp3 gratis,   renungan harian kis para rasul 2: 45,   air hidup kisa para rasul 2:41-47,   khotbah kisa para rasul 2:41-47,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya,   sabda bina umat gpib 2019,   bahan sermon jamita Psalmen 32:1-11,   khotbah mazmir 127 gpib,   khotbah mazmir 127 gpib,   renungan alkitab untuk ibadah kunci bulan,   lagu gereja ,   khotbah akhir bulan juni 2019,   khotbah akhir bulan juni 2019,   khotbah mazmir 127 gpib,   Sabda Bina Umat GPIB JUNI.2019,   khotbah mazmir 127 gpib,   download mp3 rohani kristen,   download mp3 rohani terbaru,   Vidio kidung pg...,   Free download Mp3 rohani kepuasan ku berada di hadiratmu,   menerima damai sejahtera yoh 20:19-23,   Renungan dari Amos 5:25-27,   download lagu rohani kristen mp3 gratis,   khotbah keluaran 15 : 12-18,   bahan renungan hosea 4:7-10,   roma 10:4-12,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya,   lagu rohani pernikahan,   khotbah keluaran 15:12-18,   partitur lagu anak rohani kristen,   khotbahmazmur 127gpib,   khotbahmazmur 127gpib,   tata ibadah api unggun,   Rancangan Khotbah Minggu 7 Juli 2019,   khotbahmazmur 127gpib,   khotbahmazmur 127gpib,   dpwnlpad lagu you are my king (amazing love) w/ lyrics (Christy Nockles),   lagu seruling mas,   lagu rohani kristen mengucap syukur,   renungan mat 7 15-20,   injil matius 7 15 20 beserta kotbahnya,   makna renungan i tesalonika 5:21-22,   bahan kotbah kisahpararasul 13 : 15 - 25,   nyanyian rohani nomor 165,   renungan mat 7 15-20,   renungan mat 7 15-20,   liturgi pernikahan gereja kalimantan evangelis,   renungan mat 7 15-20,   hukuman bagi ketidakadilan amos 5,   download khotbah mp3 bagi yang gelisah,   lagu rohani pertobatan,   lagu rohani suara gembira apk,   download suara gembira,   contoh doa syafaat kristen protestan terbaru,   eksposisi galatia 5:1-15,   Renungan kotbah Kisah para rasul 17:22-30,   renungan pengkhotbah 11:9-10,   penjelasan ttg yehezkiel 11,   kumpulan lagu ende HKBP,   Renungan sgd rabu 26 juni 2019,   khotbah hakim hakim 4:1 - 24,   khotbah dari galatia 3 :1-29,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya,   tenungan mazmur 97,   kotbah mazmur 96,   lagu penutup untuk ibadah,   download lagu rohani yang menyentuh hati,   amsal 23:17 gpdi,   pelayanan yang berbasis pada panggilan kisah para rasul 6; 1-7,   renungan mika 06 : 6-8,   renungan mika 06 : 6-8,   khotbah Wahyu 22 : 12-17,   khotbah Wahyu 22 : 12-17,   khotbah Wahyu 22 : 12-17,   khotbah roma 10:4-12,   khotbah roma 10:4-12,   doa persembahan pada ibadah hari minggu,   Renungan harian kis para rasul 2: 45,   khotbah galatia 3,   satb koor,   isi khotbah kisah para rasul 2:41-47,   lagu penyembahan pantemosata,   kotbah matius 7 15 20,   download suara gembira,   lagu pujian untuk pemberkatan pernikahan,   lagu rohani pernikahan kristen yang terbaru mp3,   Mars gp,   keluaran 15:12-18,   kidung konstektual 93,   amsal 3 ayat 11 20,   lirik lagu rohani saat memberikan persembahan,   kotbahi galatia 6 1 10,   lagu penutup ibadah gpdi,   kotbah galatia 6:1-18,   renungan amsal 4 : 10-15,   download lagu aog,   Khotbah minggu 30 juni 2019,   lagu rohani kristen terbaru mp3,   download hatiku percaya karaoke,   bahan renungan hosea 4:7-10,   buku kidung muda mudi gpib,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya ,   nyayian rohani untuk masuk firman,   materi katekisasi 2019,   kh8tbah ibran 2 : 1,   materi katekisasi perjamuan kudus,   katekisasi perjamuan kudus,   download lagu rohani tuhan ku bangkit,   renungan 1 yohanes 2 : 28 - 29,   lirik buka mata hatiku,   chord bertambah-tambah,   www.mp3 rohani tro ambisi .com,   lagu jonny agung persaudaraan,   nats persembahan,   nats persembahan,   the flame of the ages STEPHEN TONG,   Khotbah minggu 23 juni 2019 wahyu 22:12-17,   lirik lagu kaulah gunung batuku,trio elexis,   nyanyian rohani methodist,   lirik buka mata hatiku,