Save Page

1 Petrus 3:18-22
3:31 Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya. 3:32 Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorangpun yang menerima kesaksian-Nya itu. 3:33 Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar. 3:34 Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. 3:35 Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. 3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."


Penjelasan:


* Penderitaan-penderitaan Kristus (3:18-20)
    Di sini,
        I. Teladan Kristus dikemukakan sebagai alasan untuk bersabar di bawah penderitaan. Kekuatan alasan ini akan kita sadari jika kita menimbang beberapa hal yang terkandung dalam perkataan itu. Oleh karena itu cermatilah,
            1. Yesus Kristus sendiri tidak bebas dari penderitaan-penderitaan dalam kehidupan ini, meskipun Ia sendiri tidak bersalah dan dapat menolak segala penderitaan jika mau.
            2. Alasan atau penyebab yang mengharuskan terjadinya penderitaan Kristus adalah dosa-dosa manusia: Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita. Penderitaan-penderitaan Kristus adalah hukuman yang benar dan tepat. Hukuman ini dijalani untuk menebus dan membuat pendamaian bagi dosa, dan itu mencakup semua dosa.
            3. Dalam kasus penderitaan Tuhan kita, Ia yang benar menderita untuk orang tidak benar. Ia menggantikan tempat kita, dan menanggung kesalahan-kesalahan kita. Ia yang tidak mengenal dosa menderita sebagai ganti mereka yang tidak mengenal kebenaran.
            4. Jasa dan kesempurnaan korban Kristus adalah sedemikian rupa sehingga bagi-Nya menderita satu kali saja sudah cukup. Korban-korban hukum Taurat diulangi dari hari ke hari, dan dari tahun ke tahun. Tetapi korban Kristus, sekali dipersem bahkan, sudah membersihkan dosa (Ibr. 7:27; 9:26, 28; 10:10, 12, 14).
            5. Tujuan atau maksud akhir yang membahagiakan dari penderitaan-penderitaan Tuhan kita adalah untuk membawa kita kepada Allah, untuk mendamaikan kita dengan Allah, untuk membuka jalan masuk bagi kita menghadap Bapa, untuk membuat kita dan pelayanan-pelayanan kita berkenan kepada-Nya, dan untuk mengantar kita kepada kemuliaan kekal (Ef. 2:13, 18; 3:12; Ibr. 10:21-22).
            6. Duduk perkara dan peristiwa penderitaan Kristus, berkenaan dengan diri-Nya sendiri, adalah bahwa Ia dihukum mati dalam kodrat-Nya sebagai manusia, tetapi dihidupkan dan dibangkitkan lagi oleh Roh. Nah, jika Kristus tidak bebas dari penderitaan, mengapa orang Kristen berharap bebas darinya? Jika Ia menderita, untuk menebus dosa-dosa, mengapa kita tidak puas menerima penderitaan, sementara penderitaan-penderitaan kita hanya untuk ujian dan pelajaran, dan bukan untuk penebusan? Jika penderitaan terjadi pada-Nya, meskipun Ia benar secara sempurna, mengapa tidak pada kita, yang semuanya pembuat kejahatan? Jika Ia pernah menderita, dan kemudian masuk ke dalam kemuliaan, bukankah kita harus bersabar di dalam kesulitan, karena kesulitan itu hanya sebentar dan kita akan mengikuti-Nya ke dalam kemuliaan? Jika Ia telah mati, supaya Ia membawa kita kepada Allah, bukankah kita harus menerima kesulitan, karena kesulitan-kesulitan itu sangat bermanfaat untuk mendorong kita kembali kepada Allah, dan menjalankan kewajiban kita kepada-Nya?
        II. Rasul Petrus beralih dari teladan Kristus ke teladan di zaman dulu, dan memperlihatkan kepada orang-orang Yahudi, yang kepada mereka ia menulis, bagaimana orang-orang yang percaya dan menaati pemberitaan Kristus melalui Nuh mengalami peristiwa yang berbeda dari mereka yang terus tidak taat dan tidak percaya. Ini mengisyaratkan kepada orang-orang Yahudi bahwa mereka berada di bawah hukuman serupa. Allah tidak akan menunggu mereka jauh lebih lama lagi. Sekarang mereka sudah ditawarkan rahmat. Siapa yang menerimanya akan diselamatkan, tetapi siapa yang menolak Kristus dan Injil pasti akan dihancur kan seperti yang terjadi sebelumnya pada orang-orang yang tidak taat pada zaman Nuh.
            1. Untuk menjelaskan hal ini, kita dapat memperhatikan,
                (1) Pemberitanya, yaitu Kristus Yesus, yang telah melibatkan diri-Nya sendiri dalam perkara-perkara jemaat dan dunia sejak Ia pertama-tama dijanjikan kepada Adam (Kej. 3:15). Ia pergi, bukan pergi secara fisik, melainkan bergerak untuk keperluan khusus, seperti Allah sering kali dikatakan bergerak (Kej. 11:5; Hos. 5:15; Mi. 1:3). Ia pergi memberitakan, oleh Roh-Nya yang tinggal di dalam diri orang-orang pada zaman Nuh itu, dan mengilhami serta memampukan Henokh dan Nuh untuk memohon dengan mereka, dan memberitakan kebenaran kepada mereka, seperti dalam 2 Petrus 2:5.
                (2) Para pendengarnya. Karena mereka sudah mati dan raga mereka sudah punah ketika Rasul Petrus berbicara tentang mereka, maka dengan tepat ia menyebut mereka sebagai roh-roh yang sekarang berada di dalam penjara. Bukan berarti bahwa mereka berada di dalam penjara ketika Kristus memberitakan Injil kepada mereka, seperti yang dikatakan terjemahan Latin kasar dan para penafsir dari gereja tertentu.
                (3) Dosa orang-orang ini: Mereka tidak taat, yaitu memberontak, tidak mau insaf, dan tidak percaya, menurut arti kata yang dipakai. Dosa mereka ini semakin diperberat karena Allah sudah menanti dengan sabar (sudah menunggu mereka selama 120 tahun lamanya), waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, dan melalui bahtera itu, seperti juga melalui pemberitaannya, memberi mereka peringatan yang semestinya tentang apa yang akan terjadi pada mereka.
                (4) Peristiwa yang terjadi: tubuh mereka tenggelam, dan roh mereka dicampakkan ke dalam neraka, yang disebut sebagai penjara (Mat. 5:25; 2Ptr. 2:4-5). Tetapi Nuh dan keluarganya, yang percaya dan taat, selamat di dalam bahtera.
            2. Dari keseluruhan kisah ini kita dapat belajar bahwa,
                (1) Allah memperhatikan secara cermat segala sarana dan keuntungan yang dimiliki oleh manusia di segala zaman bagi keselamatan jiwa mereka. Diperhitungkan kepada du nia di zaman dulu bahwa Kristus menawarkan pertolongan-Nya kepada mereka, mengutus Roh-Nya, memberi mereka peringatan yang semestinya melalui Nuh, dan menunggu untuk waktu yang lama supaya mereka berubah.
                (2) Walaupun Allah bersabar menunggu orang-orang berdosa untuk waktu yang lama, kesabaran-Nya akan habis pada akhirnya. Tidak pantas bagi keagungan Allah yang akbar untuk selalu menunggu manusia dengan sia-sia.
                (3) Roh-roh para pendosa yang tidak taat, segera setelah keluar dari tubuh mereka, dicampakkan ke dalam penjara neraka, yang dari situ tidak akan ada penebusan lagi.
                (4) Jalan yang diikuti oleh kebanyakan orang bukanlah jalan terbaik, terbijak, atau teraman untuk kita ikuti. Lebih baik mengikuti delapan orang di dalam bahtera daripada delapan juta orang yang tenggelam oleh air bah dan dikutuk ke dalam neraka.


* Baptisan Kristiani (3:21-22)
    Keselamatan Nuh di dalam bahtera di atas air melambangkan keselamatan semua orang Kristen yang baik di dalam jemaat melalui baptisan. Keselamatan sementara oleh bahtera itu adalah perlambang, sedangkan yang diperlambangkan adalah keselamatan kekal orang-orang percaya melalui baptisan. Untuk mencegah kekeliruan tentang hal ini Rasul Petrus,
        I. Menyatakan apa yang dimaksudkannya dengan baptisan yang menyelamatkan. Bukan upacara lahiriah membasuh dengan air, yang dengan sendirinya tidak lebih daripada membersihkan kotoran pada tubuh, melainkan baptisan yang di dalamnya ada jawaban iman atau penegasan kembali hati nurani untuk dengan bulat hati kembali murni, mau percaya dan mengabdi sepenuhnya kepada Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus, serta pada saat yang sama menyangkal keinginan daging, dunia, dan Iblis. Perjanjian baptis, yang dibuat dan dijaga, pasti akan menyelamatkan kita. Membasuh adalah tanda yang terlihat, sedangkan tanggapan iman adalah hal yang ditandakan itu.
        II. Rasul Petrus menunjukkan bahwa keberhasilan baptisan untuk menyelamatkan tidak bergantung pada perbuatan yang dilakukan, melainkan pada kebangkitan Kristus, yang dengan sendirinya termasuk kematian-Nya, dan merupakan dasar iman dan pengharapan kita. Baptisan kita dianggap benar jika kita mati bagi dosa, dan bangkit kembali ke dalam hidup yang kudus dan baru. Amatilah,
            1. Sakramen baptisan, yang diterima dengan benar, adalah sarana dan jaminan keselamatan. Kita sekarang diselamatkan oleh baptisan. Allah berkenan memberikan berkat-berkat-Nya kepada kita di dalam dan melalui upacara-upacara yang ditetapkan-Nya (Kis. 2:38; 22:16).
            2. Menjalankan baptisan secara lahiriah tidak akan menyelamatkan siapa-siapa tanpa adanya tanggapan untuk memiliki hati nurani yang murni dan hidup yang saleh. Harus ada tanggapan berupa hati nurani yang baik terhadap Allah. Keberatan, bayi tidak bisa memberikan tanggapan seperti itu, dan karena itu tidak boleh dibaptis. Jawaban, sunat yang benar adalah sunat di dalam hati, secara rohani (Rm. 2:29). Anak-anak tidak mampu memberikan tanggapan ini pada waktu disunat, dan demikian pula bayi tidak mampu memberikan tanggapan ini pada waktu dibaptis. Namun demikian, anak-anak boleh disunat pada hari kedelapan. Oleh sebab itu, bayi-bayi dari jemaat Kristen boleh mengikuti upacara baptisan ini dengan alasan yang sama seperti bayi-bayi Yahudi, kecuali ada yang menghalangi mereka untuk melakukannya karena larangan yang jelas dari Kristus.
        III. Setelah menyebutkan kematian dan kebangkitan Kristus, Rasul Petrus melanjutkan dengan berbicara tentang kenaikan-Nya, dan duduknya Dia di sebelah kanan Bapa, sebagai hal yang pantas direnungkan oleh orang-orang percaya ini untuk menghibur mereka dalam keadaan mereka yang menderita (ay. 22). Jika pengangkatan Kristus sedemikian mulia setelah Ia mendapat penghinaan yang mendalam, maka janganlah para pengikut-Nya berputus asa, tetapi hendaklah mereka berharap bahwa setelah masa-masa susah yang sebentar ini, mereka akan diangkat pada sukacita dan kemuliaan yang melampaui dunia ini. Amatilah,
            1. Yesus Kristus, setelah menuntaskan pekerjaan-Nya dan penderitaan-Nya di bumi, naik dalam kemenangan ke sorga. Tentang hal itu lihat Kisah Para Rasul 1:9-11; Markus 16:19. Ia naik ke sorga untuk menerima mahkota dan kemuliaan yang telah diperoleh-Nya sendiri (Yoh. 17:5), untuk menyelesaikan bagian pekerjaan-Nya sebagai Pengantara yang tidak dapat dilakukan di bumi, dan menjadi Pengantara di sana bagi umat-Nya, untuk memperlihatkan bahwa korban-Nya sudah memuaskan secara penuh, untuk memiliki sorga bagi umatNya, untuk mempersiapkan rumah-rumah bagi mereka, dan untuk mengutus Sang Penghibur, yang akan menjadi buah pertama dari kepengantaraan-Nya (Yoh. 16:7).
            2. Setelah kenaikan-Nya ke sorga, Kristus bertakhta di sebelah kanan Bapa. Duduknya Dia di sana menandakan berdiam dan berhentinya Dia secara mutlak dari segala kesusahan dan penderitaan lebih lanjut, dan diangkatnya Dia pada martabat pribadi tertinggi dan kekuasaan yang berdaulat.
            3. Semua malaikat, kuasa, dan kekuatan ditaklukkan kepada Kristus Yesus: segala kuasa di sorga dan di bumi, memerintah, memberikan hukum, mengeluarkan perintah, dan menjatuhkan hukuman terakhir diserahkan kepada Yesus, Allah-manusia. Bagi musuh-musuhnya, hal ini akan membawa kepedihan dan kegalauan kekal, tetapi bagi hamba-hamba-Nya sukacita dan kepuasan kekal.


SBU


MlNGGU Vl SE5.PENTAKOSTA
SABTU, 14 JULI 2018
Renungan Pagi
GB 308:1 -Berdoa
MENDERITA KARENA BERBUAT BAIK

1 Petrus 3:13-17
Sebab lebih haik menderita karena berbual balk, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada rnenderita karcna berbuat jahat (ay.17).

Tidak biasanya orang menderita karena ia membagikan kebaikan. Pada salibnya, seseorang didera penderitaan, karena berbuat jahat. Begltulah kenyataan yang dihaclapi tiap pengikut Kristus. Kita menderita dikarenakan isi pengajaran Kristen tidak sejalan dengan apa yang dipikirkan dan dilakukan oleh pihak yang berbeda keyakinan.

Orang Kristen mengalami kesusahan, Karena bersaksi tentang kebenaran, bahwa manusia tidak diselarnatkan Allah berdasarkan perbuatan balk, rnelainkan karena belas kasihan Allah semata. Sementara pengikut agama lain berpendapat, manusia diselamatkan oleh perbuatan baik, dan oleh karena melakukan hukum Taurat. Disebabkan orang-orang itu lebih besar jumlahnya dan lebih kuat dalam masyarakat, mereka memfitnah pengikut Yesus.

Disinilah terletak sumber persoalan utama. Fitnah itu telah membuat kekristenan disudutkan, bahwa pengikutnya dikejar henclak dibantai. Mellhat keadaan itu Petrus menghibur dan menguatkan umat Kristen, kita ticlak usah membalas kejahatan dengan kejahatan. Justru kita clipanggil rnelawan kejahatan dengan kebaikan. Sebab dengan berbuat baik kepada yang menzolimi, kita rnenelanjanginya, bahkan memperrnalukan mereka. Dengan cara demikian, semua orang akan mrengetahui serta rnenjadi mengerti akan makna salib Kristus di dalam penderitaan Kristen saat ini. Petrus menyarankan, sekalipun kita diperlakukan secara tidak adil benar, kita tidak usah membalaskan; sebaliknya kita dipanggil clan cliutus Allah untuk memberkati mereka. Kita wajib mendoakan para pernfitnah dan penyesah, supaya Allah membuat hati mereka bertobat dan diselarnatkan. ltulah tugas kita di dalam dunia ini.

GB.308 ; 2,3
Doa : (Bapa sorgawi, pakai diriku menjadi alat dan saksi-Mu di dunia ini)



MlNGGU Vl SES.PENTAKOSTA
SABTU, 14 JULI 2018
Renungan Malam
GB.91 : 1,2 -Berdoa
DISELAMATKAN OLEH BAPTISAN-NYA

1 Petrus 3:18-22
Juga kamu sekarang diseiamalkan oleh kiasannya, yaitu haptisan - maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada A|Iah- oleh kebangkitan Yesus Kristus (ay.21)

Apakah baptisan manyelamatkan? Tidak! Petrus memakai baptisan sebagai kiasan untuk memaknai persekutuan orang percaya dengan Allah. Baptlsan yang dimaksudkan Petrus adalah pembersihan dari dosa dan kenajisan oleh darah Kristus. Manusia diajak memahami, bahwa hanya darah Anak Domba Allah, yakni Tuhan Yesus Kristus yang ampuh menyucikan noda yang menyatu dalam tubuh-roh-jiwa manusia. Allah tidak akan menerima seorangpun dalam kerajaan-Nya, jika orang itu belum dimandikan bersih dengan darah Kristus, Anak-Nya itu. Di dalam Dia dan oleh iman kepada Dia, Allah membangun persekutuan hidup bersama
manusia. ltulah persekutuan rohani yang dlikatkan oleh Roh Kristus yang rnati dan dibangkitkan.

Persekutuan hidup bersama Allah bukan diperoleh alas hasil jerih usaha manusia, melainkan berdasarkan anugerah-Nya; oleh karena itu, Petrus hendak menegaskan, di luar Kristus tidak ada keseiamatan. Perbuatan balk yang diamalkan bukan bertujuan, agar rnanusla memperoleh pengampunan. Justru, sebaliknya, manusia berdosa. Dan, oleh penghayatan akan kebaikan Allah ituiah, orang Kristen melakukan kebaikan sebagal ungkapan syukur kepada Allah. ltulah dasar perbuatan baik Kristian. Berbahagialah orang yang melakukannya dengan sukacita, supaya manusia beroleh selamat dan Allah dimuliakan sepanjang segala rnasa dan di seluruh buml.

GB.91 :5
Doa : (Ya Bapa, syukur atas talenta dan berkat-Mu yang menjadi kekuatan dalam kehidupan kami)

Label:   1 Petrus 3:18-22 



Khotbah Ibadah GPIB 2018

Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 14 JULI 2018 - DISELAMATKAN OLEH BAPTISAN-NYA - 1 Petrus 3:18-22 - MlNGGU Vl SES.PENTAKOSTA





[isi halaman tidak ditampilkan]

Halaman Khusus Member Pemberi Donasi.
Silakan Login Terlebih Dahulu!

Belum menjadi member? Silakan Register







Halaman Bebas Akses untuk Member Donasi:



NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 15 JULI 2018 - IMAN ADALAH SEGALANYA - Daniel 3:28-30 - HARI MINGGU VII SES. PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 13 JULI 2018 - YESUS KRISTUS PEMBELA AGUNG - Roma 8:26-35 - MINGGU VI SES. PENTAKOSTA
Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan



rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke



JUMAT, 30 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 30 NOVEMBER 2018 - BELAJAR BUAK DARI KEHIDUPAN - 2 Timotius 2:1-7 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Hari ketujuh, Demikianlah riwayat langit dan bumi // TUHAN Allah, Ada kabut naik ke atas ... dan membasahi // kabut, Tuhan Allah membentuk // manusia itu dari debu tanah // membentuk // manusia itu dari debu tanah ... menghembuskan // napas hidup ke
RABU, 28 NOVEMBER 2018
RABU, 28 NOVEMBER 2018 - MENDERITA DALAM KEBENARAN, BERBAHAGIALAH - 1 Petrus 2:18-25 (SGDK) - MlNGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SELASA, 27 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 27 NOVEMBER 2018 - MEMBERLAKUKAN APA YANG DIBERLAKUKAN TUHAN - 1 Petrus 2:7-10 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SENIN, 26 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 26 NOVEMBER 2018 - HIDUP ADALAH UCAPAN SYUKUR - 1 Petrus 1:17-25 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Jika kamu menyebut-Nya Bapa // Hidup dalam ketakutan, Kamu telah ditebus ... bukan dengan barang yang fana // Dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus // yang mahal, Rasul Petrus menasihati mereka supaya menjalin kasih persaudaraan, Sia-sianya Ma
MINGGU, 25 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 25 NOVEMBER 2018 - BERHIKMAT DALAM HIDUP - 1 Korintus 10:12-13 - HARI MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)



Minggu, 04 November 2018
Tata Ibadah Hari Minggu Syukur HUT ke-8 PKLU GPIB - Minggu, 04 November 2018

JUKLAK HUT KE-8 PKLU GPIB, PESAN MS GPIB HUT ke-8 PKLU, surat pengantar hut 8 pklu, TATA IBADAH PKLU GPIB HUT Ke-8 PKLU
7 OKTOBER 2018
KOREKSI LAGU DALAM TATA IBADAH 7 OKTOBER 2018 DAN PETUNJUK PELAKSANAAN IBADAH MINGGU SELAMA BULAN OKTOBER 2018


Minggu, 07 Oktober 2018
Tata Ibadah HARI PERJAMUAN KUDUS se-DUNIA dan HARI PEKABARAN INJIL INDONESIA (HPKD/HPII) Minggu, 07 Oktober 2018

Menggunakan Tata Ibadah GEREJA KRISTEN JAWA (GKJ)



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)

SABTU, 12 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 12 JANUARI 2019 - PERGANTIAN NAMA - Yesaya 65:15-16 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
KESALEHAN DAN KESALAHAN, Dalam hal kehormatan dan nama baik
JUMAT, 11 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 11 JANUARI 2019 - BERPALING DARI DOSA DAN KEMBALI KEPADANYA - Yesaya 65:1-7 - MINGGU EPIFANIA
Sabda Bina Umat (SBU)
Pertobatan Bangsa-bangsa Bukan Yahudi; Kefasikan Orang-orang Yahudi; Penolakan terhadap Orang-orang, BERKAT TUHAN UNTUK MEREKA YANG SETIA
KAMIS, 10 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 10 JANUARI 2019 - ANGKAT HATI PADA ALLAH - Yesaya 64:7-12 - HARI EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ALLAH TIDAK TURUN TANGAN ,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 (SGDK) - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
Permohonan Sepenuh Hati,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Permohonan Sepenuh Hati, ALLAH PENYELAMAT TUNGGAL